PROSES PENELITIAN

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah berisi standar kualifikasi dan kompetensi pengawas sekolah. Standar kualifikasi menjelaskan persyaratan akademik dan nonakademik untuk diangkat menjadi pengawas sekolah. Standar kompetensi memuat seperangkat kemampuan yang harus dimiliki dan dikuasai pengawas sekolah untuk dapat melaksanakan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.
Ada enam dimensi kompetensi yang harus dikuasai pengawas sekolah yakni: (a) kompetensi kepribadian, (b) kompetensi supervisi manajerial, (c) kompetensi supervisi akademik, (d) kompetensi evaluasi pendidikan, (e) kompetensi penelitian dan pengembangan, dan (f) kompetensi sosial. Dari hasil uji kompetensi di beberapa daerah menunjukkan kompetensi pengawas sekolah masih perlu ditingkatkan terutama dimensi kompetensi supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan dan kompetensi peneli- tian dan pengembangan

Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh Pengawas Satuan Pendidikan adalah mampu melakukan penelitian. Hal ini karena pekerjaan pengawas adalah sebuah profesi yang menuntut peningkatan pengetahuan dan keterampilan terus menerus sejalan dengan perkembangan pendidikan di lapangan.
Setiap bidang pekerjaan selalu dihadapkan pada permasalahan yang selalu berkembang, baik berupa fenomena yang mengundang tanda tanya, maupun kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan. Permasalahan tersebut menuntut jawaban dan solusi yang dapat dipertanggung jawabkan.
Kedudukan pengawas sebagai pembina para guru dan kepala sekolah, mengharuskan dia memiliki kesiapan memberikan solusi bagi permasalahan yang mereka hadapi. Ia dapat saja mengandalkan pengalaman, baik dirinya sendiri maupun orang lain, mengambil teori dari buku-buku, atau bahkan mengandalkan intuisi. Hal ini tentu tidak selamanya memuaskan, karena yang dituntut darinya adalah professional judgement yang dapat dijadikan acuan.
Penelitian merupakan suatu bentuk kegiatan ilmiah untuk mendapatkan pengetahuan atau kebenaran. Ada dua teori kebenaran pengetahuan, yaitu teori koherensi dan korespondensi. Teori koherensi beranggapan bahwa suatu pernyataan dikatakan benar apabila sesuai dan tidak bertentangan dengan pernyataan sebelumnya. Aturan yang dipakai adalah logika berpikir atau berpikir logis. Sementara itu teori korenspondensi berasumsi bahwa sebuah pernyataan dipandang benar apabila sesuai dengan kenyataan (fakta atau realita). Untuk menemukan kebenaran yang logis dan didukung oleh fakta, maka harus dilakukan penelitian terlebih dahulu. Inilah hakikat penelitian sebagai kegiatan ilmiah atau sebagai proses the acquisition of knowledge.
Salah satu tahapan penting dalam penelitian adalah proses pelaksanaan penelitian khususnya pengumpulan data. Hal ini merupakan essensi penelitian, karena hakikatnya tidak ada penelitian tanpa pengumpulan data. Lebih jauh lagi, penelitian menjadi tidak bermakna dan bahkan akan menghasilkan kesimpulan yang salah manakala data yang dihasilkannya tidak valid. Untuk memperoleh data yang valid, selain harus digunakan instrumen yang baik (valid dan reliabel), juga harus dipertimbangkan cara pengambilan sampel yang benar-benar representatif terhadap jumlah dan karakteristik populasi.

PERANAN PENGAWAS DALAM PENGEMBANGAN KERJASAMA SEKOLAH

PERANAN PENGAWAS
DALAM PENGEMBANGAN KERJASAMA SEKOLAH

10428260_857548197606127_4298609028369524491_oA. Peranan Pengawas dalam Pengembangan Kerjasama Eksternal
Dari waktu ke waktu persoalan hubungan antara sekolah daengan masyarakat semakin menuntut perhatian. Sejalan dengan tingkat pendidikan, kesejahteraan, dan kemajuan masyarakat maka apresiasi dan aspirasi mereka terhadap lembaga pendidikan juga semakin meningkat. Aspek yang paling banyak mendapat sorotan tentu saja adalah mutu pendidikan, di samping transparansi pengelolaan. Baca lebih lanjut

KESEIMBANGAN SOFT SKILS DAN HARD SKILLS DALAM KURIKULUM 2013

10510377_10202293039392886_1255471219_n

Kurikulum tahun 2013 mengakomodir keseimbangan antara soft skils dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan. kompetensi dikembangkan melalui pembelajaran tematik terpadu yang dilaksanakan dengan pendekatan sains. image Pada kurikulum 2013 pembelajaran tematik terpadu diberlakukan di seluruh kelas di sekolah dasar. Model pembelajaran tematik terpadu perlu dikupas di dalam salah satu materi diklat yang akan diawali dari pengkajian ruang lingkup berbagai mata pelajaran. Kupasan atau kajian ini tentunya masih membutuhkan motivasi, kontribusi dan adaptasi dari pengawas, kepala sekolah, guru dan siswa setempat. Karena suatu model pembelajaran sangat cocok dengan siswa A di kelas A belum tentu cocok apabila disajikan untuk siswa B di tempat B. Ruang lingkup pengembangan pembelajaran tematik meliputi seluruh mata pelajaran yaitu: Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Prakarya, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang disajikan secara terpadu dengan tema sebagai pemersatu. Pembelajaran Tematik meliputi berbagai mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dengan tema sebagai pemersatunya. Untuk menyatukan berbagai kompetensi dasar dari berbagai mata pelajaran, perlu penelaahan atau kajian yang mendalam dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan. Pembelajaran tematik disajikan secara fleksibel, tidak dipaksakan, melainkan mengalir begitu saja keterpaduannya, saling melengkapi, saling mengkait, dan tidak terpisahkan. Pelaksanaan pembelajarannya menggunakan pendekatan saintifik

Implikasi Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar

10484631_10202293082913974_303273551_n

a. Bagi guru

Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.

b. Bagi siswa

1) Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal. 2) Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah

c. Terhadap sarana prasarana, sumber belajar dan media pembelajaran.

<

p style=”text-align:justify;”>1) Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. 2) Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didesain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design), maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). 3) Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi untuk membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. 4) Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini demikian pula cara guru membelajarkannya. Namun masih dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen sebagai bahan pengembangan. …. Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2014/08/implikasi-pembelajaran-tematik-di.html#_
Copyright http://www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia

LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK

 uy

a. Invitasi/apersepsi Pada tahap ini guru melakukan brainstrorming dan menghasilkan kemungkinan topik untuk penyelidikan. Topik dapat bersifat umum atau khusus, tetapi harus mampu menimbulkan minat siswa dan memberikan wilayah yang cukup untuk penyelidikan. Menurut Aisyah (2007), apersepsi dalam kehidupan dapat dilakukan, yaitu dengan mengaitkan peristiwa yang telah diketahui siswa dengan materi yang akan dibahas. Dengan demikian, tampak adanya kesinambungan pengetahuan karena diawali dari hal-hal yang telah diketahui siswa sebelumnya dan ditekankan pada keadaan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari (kontekstual)
b. Eksplorasi Pada tahap ini siswa dibawah bimbingan guru mengidentifikasi topik penyelidikan. Pengumpulan data dan informasi selengkap-lengkapnya tentang materi dapat dilakukan dengan bertanya (wawancara), mengamati, membaca, mengidentifikasi, serta menganalisis (menalar) dari sumber-sumber langsung (tokoh, obyek yang diamati) atau sumber tidak langsung misalnya buku, Koran, atau sumber-sumber informasi publik yang lain. image_thumb
c. Mengusulkan penjelasan/solusi Pada tahap ini seluruh informasi, temuan, sintesa yang telah dikembangkan dalam proses penyelidikan dibahas dengan teman secara berpasangan ataupun dalam kelompok kecil. Saling mengkomunikasikan hasil temuan, menguji hipotesis kemudian melaporkan atau menyajikannya di depan kelas untuk menggambarkan temuan setelah pembahasan. Menurut Aisyah (2007) tahap ini adalah tahap proses pembentukan konsep yang dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan dan metode. Misalnya pendekatan ketrampilan proses, life skill, demonstrasi, eksperimen, diskusi kelompok, bermain peran dan lain-lain.
d. Mengambil tindakan Berdasarkan temuan yang dilaporkan siswa menindaklanjuti dengan menyusun simpulan serta penerapan dari emuan-temuannya. Untuk mengungkap pengetahuan dan penguasaan siswa terhadap materi dapat dilakukan melalui evaluasi. Evaluasi merupakan suatu bentuk pengukuran atau penilaian terhadap suatu hasil yang telah dicapai. Evaluasi meliputi: 1) Pemahaman konsep dan prinsip sains dalam kehidupan sehari-hari. 2) Penerapan konsep dan ketrampilan sains dalam kehidupan sehari-hari. 3) Penggunaan proses ilmiah dalam pemecahan masalah. 4) Pembuatan keputusan yang didasarkan pada konsep-konsep ilmiah.

e. Penilaian pembelajaran tematik menggunakan 5 (lima) domain, yaitu: 1) Konsep, meliputi penguasaan konsep dasar, fakta dan generalisasi. 2) Proses, penggunaan proses ilmiah dalam menemukan konsep pada saat penyelidikan (eksplorasi) 3) Aplikasi, penggunaan konsep dan proses dalam situasi yang baru atau dalam kehidupan. 4) Kreativitas, pengembangan kuantitas dan kualitas pertanyaan, penjelasan, dan tes untuk memvalidasi penjelasan secara personal. 5) Sikap, mengembangkan sikap positif. Penilaian otentik sesuai diterapkan dalam penilaian pembelajaran tematik integrative.

<

p style=”text-align:center;”>20140605_081318

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN ( PKB)DAN ANGKA KREDITNYA

AMANAT KONSTITUSI (tentang hakekat & tujuan pendidikan

PEMBUKAAN UUD 1945:“….melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Pasal 28 ayat (1) UUD’45:
Setiap orang berhak … mendapatkan pendidikan dan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan umat manusia.

Pasal 31 UUD’45:
Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, Untuk dapat melaksanakan proses pendidikan sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945, maka di sekolah/madrasah diperlukan:GURU PROFESIONAL

Dalam rangka pembinaan untuk menjadi guru yang profesional, maka diperlukan:Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB)

TUJUAN PKB

Memfasilitasi guru untuk terus memutakhirkan kompetensi yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya.
Memotivasi guru agar memiliki komitmen melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional.
Mengangkat citra, harkat, martabat profesi guru, rasa hormat dan bangga kepada penyandang profesi guru.

aq.

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN

Berdasar Permenpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bergradasi, dan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya..Pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan salah satu dari unsur utama yang kegiatannya dapat diberikan angka kredit.

PKB merupakan pembaruan secara sadar akan pengetahuan dan peningkatan kompetensi guru sepanjang kehidupan kerjanya. PKB berkaitan dengan pengembangan diri dalam rangka peningkatan kinerja dan karir guru.

Yang Dipertimbangkan dalam Pelaksanaan PKB

Analisis kebutuhan guru dilakukan di sekolah oleh guru;
Kegiatan dilaksanakan oleh guru, sekolah, KKG/MGMP, LPMP, atau pihak lain;
Pembina guru harus menggali sebanyak-banyaknya informasi kebutuhan PKB;
Kegiatan PKB melibatkan guru secara aktif
Mengingat jumlah guru, keterbatasan dana dan fasilitas, keadaan geografis, sedapat mungkin PKB diadakan di sekitar sekolah;

oo.

Di Mana PKB Dilakukan?

PKB di sekolah/antar Sekolah (di KKG/MGMP/MGBK):

Relevan dengan aktivitas guru
Meningkatkan kemandirian guru dan sekolah
Mengurangi dampak negatif (guru sering meninggalkan sekolah)
Keterbatasan dana
Dampak pada lingkungan

PKB di luar Sekolah

Tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi di sekolah – terutama pengembangan penguasaan materi .

qPengembangan diri adalah upaya-upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan profesionalismenya agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau kebijakan pendidikan nasional serta perkembangan IPTEKS.Kegiatan pengembangan diri terdiri dari diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru untuk meningkatkan kompetensi dan/atau keprofesian guru.Diklat fungsional adalah kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesionalan guru dalam kurun waktu tertentu.Sedangkan kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertermuan ilmiah atau kegiatan bersama yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesianalan guru

Publikasi ilmiah adalah karya tulis yang telah dipublikasikan kepada masyarakat dalam bentuk buku, jurnal, modul/diktat, dan sejenisnya yang memenuhi kriteria ilmiah sebagai bentuk kontribusi guru terhadap pengembangan dunia pendidikan.

Jenis Publikasi Ilmiah

Prasaran seminar atau lokakarya ilmiah
Prasaran pada koloqium atau diskusi ilmiah
Laporan hasil penelitian dalam bentuk buku ber ISBN dan diedarkan secara nasional
Laporan hasil penelitian dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat nasional/provinsi/kabupaten/kota

Laporan hasil penelitian, diseminarkan di sekolahnya, disimpan di perpustakaan.
Tinjauan ilmiah, tidak diterbitkan, disimpan di perpustakaan.
Artikel Ilmiah Populer dimuat di media masa tingkat nasional/provinsi
Artikel Ilmiah dimuat di jurnal tingkat nasional/propvinsi/kabupaten/kota

Buku pelajaran yang lolos BSNP/ber ISBN/belum ber-ISBN
Modul/diktat tingkat Provinsi/ kota/kabupaten/ sekolah/madrasah
Buku pendidikan ber-ISBN/belum ber-ISBN.
Karya hasil terjemahan
Buku pedoman guru (rencana kegiatan guru tahunan)

Karya inovatif adalah karya yang bersifat pengembangan, modifikasi, atau penemuan baru sebagai bentuk kontribusi guru terhadap pengembangan IPTEKS.

 

Karya Sains/Teknologi

LAPORAN TENTANG CARA PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN DISERTAI BUKTI FISIK TERTENTU

Media pembelajaran/bahan ajar interaktif berbasis komputer
Program aplikasi komputer
Alat/mesin yang bermanfaat untuk pendidikan/masyarakat

Bahan hasil penemuan baru atau hasil modifikasi
Konstruksi dengan bahan tertentu
Hasil eksperimen/percobaan sains/ teknologi
Hasil pengembangan metodologi pembelajaran

 

Karya Seni

LAPORAN TENTANG CARA PENCIPTAAN DAN PUBLIKASI DISERTAI BUKTI FISIK TERTENTU

Karya sastra (contoh: buku kumpulan puisi, kumpulan cerpen, novel, naskah drama yang telah diterbitkan)
Seni rupa (contoh: lukisan, patung, ukiran dan sejenisnya yang telah dipamerkan)
Seni kriya (contoh: barang keramik/tembika, barang souvenir dan sejensinya yang telah dipamerkan)

seni desain (contoh: billboard, taman, busana, dan sejenisnya yang telah dipamerkan)
seni pertunjukan (contoh: seni musik yang telah direkam, seni tari dan teater/drama yang telah dipertunjukkan)

 

Alat Pelajaran

LAPORAN TENTANG CARA PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN DISERTAI BUKTI FISIK TERTENTU

Alat bantu presentasi (contoh: papan tulis inovatif, proyektor sederhana dan sejenisnya)
Alat bantu olahraga (contoh: alat bantu loncat tinggi, alat bantu senam dan sejenisnya)
Alat bantu praktik (contoh: alat penepat pengeboran (jig), alat penjepit (fixtures), panel listrik, adjustable power suply dan sejenisnya)
Alat lain yang membantu kelancaran proses pembelajaran/bimbingan atau pendidikan di sekolah

 

Alat Peraga

LAPORAN TENTANG CARA PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN DISERTAI BUKTI FISIK TERTENTU

Poster/gambar untuk pelajaran
Alat permainan pendidikan
Model benda/barang atau alat tertentu
Benda potongan (cutaway object)
Film/video pelajaran
Gambar animasi komputer

 

Alat Praktikum

LAPORAN TENTANG CARA PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN DISERTAI BUKTI FISIK TERTENTU

Alat praktikum sains (fisika, kimia, biologi)
Alat praktikum teknik (mesin, listrik, sipil dlll
Alat praktikum bahasa, ilmu sosial, humaniora dan lainnya.

 

SYARAT KTI AGAR DITERIMA SEBAGAI KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI (MEMPEROLEH ANGKA KREDIT)

A – asli, bukan hasil menjiplak
P – perlu, atau bermanfaat
I – ilmiah, berdasarkan keilmuan
K – konsisten, sesuai bidang tugas

 

Jenis Penelitian

Menurut caranya :
Penelitian Deskriptif (Non Eksperimen)
Penelitian Eksperimen
Penelitian Tindakan

 

Penelitian Bidang Pembelajaran
Paling sesuai
Penelitian tindakan kelas
Penelitian eksperimen
Penelitian deskriptif berorientasi peningkatan mutu pembelajaran

 

Sistematika Laporan Penelitian Tindakan Kelas/Sekolah
Judul Penelitian
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I : Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian

Bab II : Landasan Teori
A. Konsep Umum
B. Konsep Khusus/Terfokus

Bab III : Metodologi Penelitian
A. Jenis Penelitiaan
B. Tempat dan Waktu Penelitian
C. Sasaran Penelitian
D. Variabel Penelitian
E. Teknik Pengumpulan Data
F. Teknik Analisis Data
G. Rancangan Tindakan

Bab IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan
A. Kondisi Awal Pra Tindakan
B. Deskripsi Siklus 1
1. Perencanaan Tindakan
2. Pelaksanaan Tindakan
3. Hasil Pengamatan
4. Refleksi
C. Deskripsi Siklus 2 (idem isinya)
D. Pembahasan

Bab V : Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar Pustaka
Lampiran

 

Sistematika Laporan Penelitian EksperimenJudul Penelitian
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I : Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian

 

Bab II : Landasan Teori
A. Konsep Umum
B. Konsep Khusus/Terfokus
C. Hipotesis

 

Bab III : Metodologi Penelitian
A. Jenis Penelitiaan
B. Tempat dan Waktu Penelitian
C. Populasi dan Sampel
D. Variabel Penelitian
E. Teknik Pengumpulan Data
F. Teknik Analisis Data
G. Rancangan Tindakan

 

Bab IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan
A. Uji Persyaratan Analisis
– Normalitas Data
– Homogenitas Data
B. Pelaksanaan Pembelajaran Pada
Kelompok Pembanding
1. Persiapan Pembelajaran
2. Pelaksanaan Pembelajaran
3. Hasil Pembelajaran
C. Pelaksanaan Pembelajaran Pada
Kelompok Eksperimen
1. Persiapan Eksperimen
2. Pelaksanaan Eksperimen
3. Hasil Eksperimen
D. Pembahasan/Analisis Data

 

Bab V : Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar Pustaka
Lampiran

 

Sistematika Laporan Penelitian Deskriptif (Korelasi, Komparasi- Kualitatif)

Judul Penelitian
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I : Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitia

Bab II : Landasan Teori
A. Konsep Umum
B. Konsep Khusus/Terfokus
C. Hipotesis

Bab III : Metodologi Penelitian
A. Jenis Penelitiaan
B. Tempat dan Waktu Penelitian
C. Populasi dan Sampel
D. Variabel Penelitian
E. Teknik Pengumpulan Data
F. Teknik Analisis Data

Bab IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan
A. Kondisi Kelas
B. Upaya Pengembangan/ Pemecahan Masalah
(tindakan yang dilakukan guru atau kepala sekolah)
C. Analisis Data
(analisis korelasi, analisis komparasi, analisis kualitatif)
D. Hasil Pengembangan/Pemecahan Masalah

Bab V : Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar Pustaka
Lampiran

 

MAKALAH TINJAUAN ILMIAH

ISI MAKALAH:
Bidang Pembelajaran
Berdasarkan Fakta Nyata di kelas
Sistematika sesuai aturan Makalah
Logis
Masalah tidak terlalu luas

Sistematika Makalah Tinjauan

Judul Makalah
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I : Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
D. Manfaat Tulisan
Bab II : Landasan Teori
A. Konsep Umum
B. Konsep Khusus/Terfokus
Bab III : Pembahasan Masalah
A. Kondisi Nyata/Permasalahan
B. Pembahasan
C. Pemecahan Masalah (Rencana Tindakan)
Bab IV : Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran

 

Artikel Ilmiah

Bidang Pembelajaran
Berdasarkan Fakta Nyata di Sekolah (contoh kejadian di sekolah)
Sistematika sesuai aturan media masa
Logis
Masalah tidak terlalu luas

 

Sistematika Artikel Ilmiah

Judul Artikel (menarik dan sedang menjadi topik hangat)
Nama Penulis
Ringkasan Bagian Terpenting (Headline)
Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Masalah Yang Terjadi dan Masih Hangat Dibicarakan Masyarakat
Konsep Teori
Konsep Umum
Konsep Khusus/Terfokus
Pembahasan Masalah
Permasalahan (dg data nyata)
Pembahasan
Pemecahan Masalah (Tindakan Yang Ditawarkan)
Penutup
Kesimpulan

 

Sistematika Diktat

BAGIAN DEPAN
Halaman Pengesahan
Halaman Judul
Halaman Keterangan Identitas Buku
Kata Pengantar
Daftar Isi (ditambah Daftar Gambar dan Daftar Tabel kalau ada)
BAGIAN PENDAHULUAN
Pendahuluan
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Yang Akan Dicapai
BAGIAN ISI
Judul/Sub Judul Materi
Tujuan Pembelajaran
Uraian Materi
Contoh soal dan penyelesaian
Soal Latihan
BAGIAN PENUNJANG
Daftar Pustaka

Sistematika Laporan Karya Sains/Teknologi Berupa Alat/Media Pembelajaran Berbasis Komputer

BAGIAN AWAL
Jenis Karya : Karya Sains/Teknologi
Halaman Judul (Nama Karya dan identitas)
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAGIAN ISI
Tujuan Pembuatan : ………..
Manfaat : …………….
Desain/rancangan
Proses Pembuatan
Cara Penggunaan (disertai contoh penggunaan)
LAMPIRAN
Karyanya bila memungkinkan

 

Sistematika Laporan Karya Sains/Teknologi Berupa Eksperimen

BAGIAN AWAL
Jenis Karya : Karya Sains/Teknologi
Halaman Judul (Nama Karya dan identitas)
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAGIAN ISI
Bab I : Pendahuluan
(latar belakang, rumusan masalah, tujuan eksperimen, manfaat eksperimen)
Bab II : Landasan teori
Bab III: Prosedur dan Hasil Eksperimen
(Persiapan, Pelaksanaan, dan Hasil Eksperimen)
Bab IV: Kesimpulan dan Saran
LAMPIRAN
Foto Persiapan Pelaksanaan, dan Hasil Eksperimen

 

Sistematika Laporan Karya Seni

BAGIAN AWAL
Jenis Karya : Karya Seni
Halaman Judul (Nama Karya dan identitas)
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAGIAN ISI
Tujuan Pembuatan : ………..
Manfaat : …………….
Proses Penciptaan
Proses Publikasi
LAMPIRAN
Foto saat menciptakan dan saat dipublikasikan atau karyanya bila memungkinkan
Surat keterangan lain yang menguatkan
Saran

Sistematika Laporan Karya Alat Pelajaran/Alat Peraga/Alat Praktikum

BAGIAN AWAL
Jenis Karya : Karya Sains/Teknologi
Halaman Judul (Nama Karya dan identitas)
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAGIAN ISI
Tujuan Pembuatan : ………..
Manfaat : …………….
Desain/rancangan
Proses Pembuatan
Cara Penggunaan (disertai contoh penggunaan)
LAMPIRAN
Foto pembuatan dan penggunaan atau karyanya bila memungkinkan

 

Sistematika Laporan Pengembangan Diri

BAGIAN AWAL
Jenis Pengembangan Diri : Pelatihan/Kegiatan Kolektif dsb
Halaman Judul (Nama Kegiatan dan identitas)
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAGIAN ISI
Bab I : Pendahuluan
(latar belakang, tujuan pengembangan diri, manfaat pengembangan diri)
Bab II : Uraian Kegiatan dan Hasil Yang Diperoleh
Bab III: Implementasi Hasil Pengembangan Diri
Bab IV: Kesimpulan dan Saran
LAMPIRAN
Surat Tugas
Dokumen kegiatan
Sertifikat/surat keterangan

 

Sumber Materi PKB
Materi yang telah dikembangkan dalam rangka program BERMUTU
Materi yang dikembangkan selain untuk program BERMUTU
Contoh, masuk alamat http://www yahoo.com/pppptk/ebook.p4tkmatematika.org

 

SILABUS-RPP-SD KURIKULUM 2013

Kurikulum 2013 menitik beratkn penilaian siswa pada 3 hal : sikap (jujur, santun, disiplin, dll), keterampilan maka tak menutup kemungkinan bagi para Guru dan Siswa nya, banyak praktek/ tugas proyek sekolah, serta pengetahuan keilmuan.

Pada tingkat dasar SD/MI, kurikulum 2013 ini lebih fokus pada pembentukan sikap dan ketrampilan hidup, sedangkan keilmuannya lebih ‘ringan’ di banding KTSP. Pada level atas penguasaan keilmuannya lebih ditingkatkan porsinya karena dianggap pribadinya sudah terbentuk di level dasar.

Download Gratis RPP dan Silabus SD Kurikulum 2013
Untuk persiapan kurikulum yang bersifat tematik integratif ini para Guru Sekolah Dasar hendaknya lebih awal membekali diri untuk mengenal kurikulum 2013 beserta perangkatnya, berikut RPP dan Silabus Kurikulum 2013 yang Bapak/Ibu bisa download, namun harus di ingat RPP dan Silabus Kurikulum 2013 ini jika ingin membuka nya pada bentuk word/doc gunakan pasword: kkgjaro.blogspot.com

Download RPP dan Silabus Kurikulum 2013
Baca lebih lanjut