//
you're reading...
Dunia Pendidikan

Proses rekrutmen calon kepala sekolah/madrasah

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah /Madrasah dijadikan acuan bagi pengembangan kompetensi kepala sekolah / madrasah. Dengan standar tersebut diharapkan seluruh kepala sekolah/madrasah di   Indonesia       memiliki  kompetensi     yang  layak  sebagai kepala sekolah/ madrasah. Berdasarkan   hasil   penelitian   yang   dilakukan   oleh   Direktorat   Tenaga   Kependidikan menunjukkan     belum     terpenuhinya   semua kompetensi dimiliki   oleh          kepala sekolah /madrasah. Sistemrekrutmen dan pembinaan karir kepala sekolah/madrasah yang berlaku selama ini belum sesuai  dengan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010. Untuk itu upaya  penataan  sistem  rekrutmen  kepala  sekolah/madrasah  dibuat  agar  para  kepala sekolah/madrasah dapat memenuhi kompetensi seperti yang diharapkan.

Salah   satu    upaya    untuk   mengembangkan    dan   meningkatkan    kompetensi    kepala sekolah/madrasah perlu dilakukan melalui sistem sertifikasi. Ada dua tahapan yang harus ditempuh yakni tahap rekrutmen dan tahap sertifikasi.

Pada tahap rekrutmen calon kepala sekolah/madrasah diseleksi secara administratif dan akademik. Seleksi secara administratif mengacu pada Permendiknas Nomor        28 Tahun 2010, sedangkan seleksi secara akademik meliputi aspek:  (1) rekomendasi dari kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah, (2) penilaian kinerja sebagai guru, (3) makalah kepemimpinan, (4) Penilaian Potensi Kepemimpinan (PPK), dan (5) Penguasaan awal kompetensi kepala sekolah/ madrasah.

Otonomi daerah memberikan kewenangan yang besar kepada Pemerintah Daerah  dalam  berbagai  bidang,  termasuk  bidang  pendidikan.  Salah  satu kewenangan tersebut adalah  dalam pembinaan karir pendidik dan  tenaga kependidikan, termasuk rekrutmen kepala sekolah/madrasah.

Implementasi     kewenangan    tersebut     selama     ini    menunjukkan       dua kecenderungan yaitu: (1) adanya perbedaan proses rekrutmen antara daerah yang satu dengan yang lain, dan (2) ditemukannya indikasi penyimpangan dari prinsip-prinsip   profesionalisme dalam   proses  rekrutmen  kepala sekolah/madrasah.

Dalam konteks ini pemerintah pusat memiliki kewenangan membuat regulasi agar dua hal tersebut dapat dikurangi/ditekan melalui berbagai peraturan dan kebijakan antara lain Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No.    13              Tahun  2007   tentang Standar      Kepala  Sekolah/Madrasah          dan Permendiknas No. 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah .                 Permendiknas      tersebut  mengamanatkan     perlunya penataan          kembali  sistem     rekrutmen dan     pembinaan  karir         kepala sekolah/madrasah agar diperoleh kepala sekolah/madrasah yang kredibel dan berkompeten.  Karena  itu  semua  pihak  yang  terkait,  terutama  pemerintah daerah    dalam   hal    rekrutmen   kepala      sekolah/madrasah  harus           memiliki komitmen yang sama dalam melaksanakan Permendiknas No. 28 Tahun 2010 tersebut.

Untuk   melaksanakan   sistem    rekrutmen    dan    pembinaan   karir    kepala sekolah/madrasah yang diperlukan adanya petunjuk pelaksanaan yang akan digunakan sebagai pegangan dalam mengimplementasikan sistem rekrutmen tersebut.

Dasar hukum pelaksanaan rekrutmen calon kepala sekolah/madrasah adalah:

  1. 1. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional;

  1. 2. Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
  1. 3. Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
  1. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional

Pendidikan;

  1. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan

Penyelenggaraan Pendidikan;

  1. 6. Peraturan Menteri  Pendidikan  Nasional  Republik  Indonesia  Nomor  13

Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;

  1. 7. Peraturan Menteri  Pendidikan  Nasional  Republik  Indonesia  Nomor  19

Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Sekolah;

  1. 8. Peraturan Menteri  Pendidikan  Nasional  Republik  Indonesia  Nomor  6

Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah;

  1. 9. Peraturan Menteri  Pendidikan  Nasional  Republik  Indonesia  Nomor  63

Tahun 2009 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan;

  1. 10. Peraturan Menteri Pendidikan  Nasional  Republik  Indonesia  Nomor  78

Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional;

  1. 11. Permenpan Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan

Angka Kreditnya;

  1. 12. Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai

Kepala Sekolah/ Madrasah.

Proses  rekrutmen  calon  kepala  sekolah  dilaksanakan  oleh  Dinas  Pendidikan Kabupaten/Kota dan Kantor Kementerian Agama Wilayah Kabupaten/Kota yang didasarkan pada analisis proyeksi kebutuhan kepala sekolah/madrasah untuk dua tahun ke depan. Hal ini  dilakukan agar kabupaten/kota  memiliki jumlah  calon kepala sekolah/madrasah yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan formasi.

  1. A. Tujuan

Untuk    memperoleh    calon    kepala    sekolah/madrasah    yang    memenuhi persyaratan  administratif  dan  akademik  yang  siap  mengikuti  pendidikan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah.

  1. Sasaran

Guru yang berminat dan memenuhi persyaratan administratif dan akademik untuk mendapatkan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah.

  1. Hasil yang diharapkan

Tersedianya  calon  kepala  sekolah/madrasah  yang  memenuhi  persyaratan administratif dan akademik.

  1. Proses Rekrutmen Calon Kepala Sekolah/Madrasah

Proses rekrutmen ini harus diikuti oleh guru yang memiliki kelayakan sebagai calon kepala  sekolah/madrasah melalui tahapan: (a) pengusulan calon oleh kepala  sekolah  dan/atau  pengawas,  (b)  seleksi  administratif,  (c)  seleksi akademik.

  1. 1. Pengusulan Calon

Pengusulan  guru  sebagai  calon  kepala  sekolah/madrasah  dilakukan melalui    langkah-langkah  pengumuman,       identifikasi  guru     potensial, penyiapan berkas usulan, dan pengajuan usulan calon kepala sekolah. Guru potensial yang memenuhi persyaratan dapat diusulkan kepada Dinas Pendidikan/  Kantor   Kementrian  Agama  Kabupaten/Kota      oleh  kepala sekolah /madrasah     atau       bersama -sama        dengan   pengawas sekolah /madrasah.

  1. 2. Seleksi Administratif

Seleksi  administratif  dilakukan  melalui  penilaian  kelengkapan  dokumen guru         sebagai            calon  kepala                  sekolah  yang     dikeluarkan       oleh   pihak berwenang            sebagai    bukti    bahwa calon      kepala  sekolah/madrasah bersangkutan telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Seleksi administratif  dilakukan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota atau kantor kementerian agama  wilayah  kabupaten/kota melalui panitia seleksi yang ditunjuk dan ditetapkan.

  1. 3. Seleksi Akademik

Seleksi akademik meliputi penilaian terhadap:

  • Rekomendasi dari kepala sekolah/madrasah (lampiran 5)
  • Rekomendasi dari pengawas sekolah/madrasah (lampiran 6)
  • Penilaian kinerja sebagai guru.
  • Makalah Kepemimpinan.
  • Penilaian Potensi Kepemimpinan (PPK)

MEKANISME REKRUTMEN CALON KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

  1. A. Pengumuman Rekrutmen Calon Kepala Sekolah/Madrasah

Berdasarkan  proyeksi  kebutuhan  yang  telah  ditetapkan,  Dinas  Pendidikan Kabupatan/Kota  atau  Kantor  Kementerian  Agama  sesuai  kewenangannya menyampaikan pengumuman secara terbuka kepada semua guru dan kepala sekolah/madrasah  yang  ada  di  wilayahnya.  Penyampaian  informasi  dapat dilaksanakan  melalui  pengumuman resmi   yang  dikirim  ada    semua sekolah / madrasah atau melalui website.

  1. Pengajuan Usulan Calon Kepala Sekolah/Madrasah

Setelah  pengumuman diterima  secara resmi dari Dinas  Pendidikan/Kantor Kementerian  Agama Kabupaten/Kota, kepala sekolah/madrasah melakukan identifikasi  terhadap  guru  potensial  untuk  dapat  diusulkan  sebagai  calon kepala  sekolah.      Guru            yang                  memenuhi     persyaratan                    selanjutnya                         dapat mempersiapkan  berkas-berkas  usulan  dan  surat  lamaran  yang  ditujukan kepada     Kepala                  Dinas               Pendidikan/Kantor        Kementerian                Agama Kabupaten/Kota melalui kepala sekolah/madrasah. Surat lamaran yang dibuat oleh  guru  harus  dilampiri  dengan  berkas  kelengkapan  administratif  yang dibutuhkan. Selanjutnya berkas usulan yang terdiri dari lamaran dan berkas usulan  kelengkapan  administratif  secara  kolektif  diusulkan  oleh   kepala sekolah/madrasah atau bersama-sama dengan pengawas sekolah/madrasah kepada  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama wilayah Kabupaten/Kota.

  1. Seleksi Administratif

Seleksi administratif dimaksudkan untuk melakukan verifikasi kelengkapan, kebenaran                        dan     keabsahan     dokumen-dokumen     pendukung     kriteria administratif.  Dokumen administratif meliputi berkas usulan yang terdiri dari

semua persyaratan administratif calon kepala sekolah/madrasah.

Persyaratan Administratif berdasarkan Pasal 2 ayat (2) Permendiknas No. 28

Tahun 2010, terdiri dari:

  1. 1. beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  1. 2. memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan perguruan tinggi yang terakreditasi;
  2. 3. berusia setinggi-tingginya  56  (lima  puluh  enam)  tahun  pada  waktu pengangkatan pertama sebagai kepala sekolah/madrasah; atau setinggi- tingginya 54 tahun pada saat mengajukan lamaran.
  3. 4. sehat jasmani  dan  rohani  berdasarkan  surat  keterangan  dari  dokter

Pemerintah;

  1. 5. tidak pernah dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  2. 6. memiliki sertifikat pendidik;

  1. 7. pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenis dan jenjang sekolah/madrasah masing-masing, kecuali di taman kanak- kanak/raudhatul   athfal/taman  kanak-kanak                                                             luar  biasa  (TK/RA/TKLB) memiliki  pengalaman  mengajar  sekurang-kurangnya  3  (tiga)  tahun  di TK/RA/TKLB;
  2. 8. memiliki golongan  ruang  serendah-rendahnya  III/c  bagi  guru  pegawai negeri  sipil   (PNS)  dan  bagi  guru  bukan  PNS  disetarakan  dengan kepangkatan    yang         dikeluarkan                           oleh    yayasan         atau    lembaga   yang berwenang dibuktikan dengan SK inpasing;
  3. 9. memperoleh nilai amat baik untuk unsur kesetiaan dan nilai baik untuk unsur penilaian  lainnya  sebagai  guru  dalam  daftar  penilaian  prestasi pegawai (DP3) bagi  PNS atau penilaian yang sejenis DP3 bagi bukan PNS dalam 2 (dua) tahun terakhir; dan
  4. 10. memperoleh nilai baik untuk penilaian kinerja sebagai guru dalam 2 (dua)

tahun terakhir.

Persyaratan  administratif  di  atas  didukung  dengan  dokumen  administratif sebagai berikut:

  1. 1. Daftar Riwayat Hidup.
  1. 2. Pas foto terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lemba
  1. 3. a. Fotocopy SK CPNS dan SK PNS yang telah dilegalisa
  1. b. Fotocopy SK GTY (SK Guru Tetap Yayasan) yang telah dilegalisa
  1. 4. Fotocopy SK Pangkat terakhir yang telah dilegalisa
  1. 5. Fotocopy ijazah pendidikan tertinggi yang telah dilegalisa
  1. 6. Fotocopy Sertifikat Pendidik yang telah dilegalisa
  1. 7. Fotocopy bukti kepemilikan NUPT
  1. 8. Fotocpy KTP.
  1. 9. Fotocopy Penilaian Kinerja dua tahun terakhir.
  1. 10. Fotocopy DP3 dua tahun terakhir
  1. 11. Surat keterangan melaksanakan     tugas     mengajar     dari     kepala sekolah/madrasah.
  2. 12. Surat Keterangan sehat dari dokter rumah sakit pemerintah.
  1. 13. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Pada   saat    proses    pengusulan  oleh   kepala   sekolah/madrasah   seluruh dokumen di atas dijilid dengan menggunakan cover sebagaimana terlampir kecuali surat  lamaran dan syarat nomor 9 dan 10 yang tidak perlu dijilid. Urutan dalam penjilidan  adalah cover, identitas calon kepala sekolah, dan kelengkapan     lainnya.        Selain                         itu      disertakan     pula             rekomendasi    kepala sekolah/madrasah dan  pengawas sekolah/madrasah yang telah diisi dalam keadaan tertutup dan disegel.

Format rekomendasi kepala sekolah/madrasah maupun pengawas sekolah dikirimkan ke sekolah-sekolah bersamaan dengan pengumuman penerimaan calon kepala sekolah dari kepala dinas. Selanjutnya guru yang berminat dan potensial menyerahkan kedua  rekomendasi tersebut masing-masing kepada kepala  sekolah  dan  pengawas  sekolah.   Pengawas  dan  kepala  sekolah menyerahkan kembali rekomendasi tersebut kepada guru yang bersangkutan

dalam keadaan tertutup dan disegel, yang kemudian diserahkan kepada

panitia   seleksi   administrasi   untuk   dihimpun   dan   dibawa   pada   seleksi akademik. Format               rekomendasi                 akan    dibuka        dan   dinilai      saat    seleksi akademik.

Panitia  seleksi  administratif  memberikan  instrumen  AKPK  kepada  setiap guru          saat             yang    bersangkutan                  menyerahkan    surat     lamaran     dan kelengkapannya serta rekomendasi kepala sekolah dan pengawas sekolah yang telah diisi dalam keadaan tertutup dan disegel. Instrumen AKPK diisi oleh calon kepala sekolah dan diserahkan oleh mereka yang dinyatakan lulus seleksi administrasi pada saat seleksi akademik.

  1. Seleksi Akademik

Seleksi akademik dilakukan melalui penilaian:

  1. 1. Rekomendasi Kepala Sekolah/Madrasah

Rekomendasi   kepala    sekolah/madrasah   adalah   sebuah  rekomendasi profesional tentang penguasaan lima kompetensi kepala sekolah/madrasah dan  pengembangan    keprofesiannya           yang        diberikan                               oleh      kepala sekolah/madrasah. Rekomendasi diserahkan oleh pelamar kepada panitia seleksi administratif dalam amplop tertutup dan disegel. (Lampiran 5)

  1. 2. Rekomendasi Pengawas Sekolah/Madrasah

Rekomendasi pengawas sekolah/madrasah adalah sebuah rekomendasi profesional tentang penguasaan lima kompetensi kepala sekolah/madrasah dan       pengembangan          keprofesiannya   yang                      diberikan               oleh   pengawas sekolah/madrasah. Rekomendasi diserahkan oleh pelamar kepada panitia seleksi administratif dalam amplop tertutup dan disegel. (Lampiran 6)

  1. 3. Makalah Kepemimpinan Sekolah/Madrasah

Makalah kepemimpinan ditulis oleh calon kepala sekolah/madrasah pada saat  melaksanakan seleksi akademik. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat     memberikan    gambaran         tingkat    pemahaman   calon    kepalasekolah /madrasah terhadap kepemimpinan sekolah dan visi.

  1.  Penilaian Potensi Kepemimpinan (PPK)

Penilaian                  Potensi                   Kepemimpinan     (PPK)       atau     Leadership                     Potential Assessment  (LPA)  adalah  penilaian  kesiapan  kepemimpinan  sekolah terhadap  calon  kepala  sekolah/  madrasah.  PPK  mencakup    4  (empat) instrumen: respon  situasional 1.a., respon situasional 1.b, kreativitas dan pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan berdasarkan bukti-bukti. Calon               kepala   sekolah/                 madrasah diminta                    untuk  merespon permasalahan/situasi disajikan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.

  1. 5. Penilaian kinerja sebagai guru

Penilaian  kinerja  adalah  penilaian  terhadap  tingkat  keberhasilan  guru secara keseluruhan dalam periode tertentu di dalam melaksanakan tugas. Penilaian kinerja guru ini dilakukan secara berkala dengan menggunakan instrumen yang telah ditetapkan.

2. Modul Tata laksana PPK

3. Juklak Rekrutmen Calon Kepala Sekolah-Madrasah

4. Penilaian PPK

4.PPCKS

5.Pengantar dan Tata Laksana MK6.

Penilaian dan Pelaporan MK

contoh MK

Permendiknas No.28 Tahun 2010

Iklan

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

April 2017
S S R K J S M
« Mar   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Statistik Blog

  • 1,996,678 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

AWARD BLOG PENDIDIKAN

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 270 pengikut lainnya

Teratas

RSS Republika online

  • Essien Absen Bela Persib Lawan Persegres, Ini Penggantinya 19 Agustus 2017
    REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Marquee player Persib Bandung Michael Essien dipastikan absen saat Maung Bandung menjamu Persegres Gresik United pada Ahad, (21/8). Pada laga yang akan dihelat di Stadion Si Jalak...
    Ratna Puspita
  • Daftar Medali, Indonesia Geser Myanmar di Urutan Ketiga 19 Agustus 2017
    REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Indonesia berhasil menggeser Myanmar untuk naik urutan ketiga dalam daftar sementara perolehan medali SEA Games 2017. Indonesia kini menempati urutan ketiga usai menambah medali perak...
    Didi Purwadi

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Rhakateza's Weblog

Aku menulis karena aku ada

educatinalwithptk

PTK The Frontiers Of New Technology

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Siapapun Anda, jika nyasar ke sini semoga tak menyesal 😋🐝🌸

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicism vs. modernism

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

THIS MACHINE MOCKS FASCISTS

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

%d blogger menyukai ini: