//
you're reading...
Dunia Pendidikan

Bahan Belajar Mandiri Untuk Pengawas Sekolah

ffMengacu   pada   lampiran   Peraturan   Menteri   Pendidikan   Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tanggal 28 maret 2007, tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah    berkenaan    dengan   Kompetensi    Pengawas    Taman Kanak-Kanak/Raudatul  Athfal  (TK/RA)  dan Sekolah  Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI).    Untuk Dimensi Kompetensi Supervisi Akademik dinyatakan bahwa pengawas harus memiliki kompetensi sebagai berikut:

  1. Memahami konsep,   prinsip,   teori   dasar,   karakteristik,   dan kecenderungan  perkembangan  tiap bidang pengembangan  di TK/RA atau mata pelajaran di SD/M
  2. Memahami konsep,  prinsip,  teori/teknologi,   karakteristik,   dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.
  3. 3. Membimbing guru   dalam   menyusun    silabus   tiap   bidang pengembangan  di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI berlandaskan standar  isi, standar  kompetensi  dan kompetensi  dasar,  dan prinsip- prinsip pengembangan KTSP.
  4. 4. Membimbing guru dalam  memilih  dan  menggunakan  strategi/ metode/teknik  pembelajaran/bimbingan  yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui bidang pengembangan  di TK/RA atau mata pelajaran di SD/M
  5. 5. Membimbing guru   dalam   menyusun   Rencana   Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk tiap bidang pengembangan  di TK/RA atau mata pelajaran di SD/M untuk     mengembangkan      potensi     siswa     pada     tiap     bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.
  1. Membimbing guru dalam mengelola,  merawat, mengembangkan  dan menggunakan  media  pendidikan  dan  fasilitas  pembelajaran/ bimbingan tiap bidang pengembangan  di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.
  2. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran/bimbingan tiap  bidang  pengembangan  di  TK/RA  atau mata pelajaran SD/MI.

Bahan  belajar  mandiri  bagi  pengawas   SD  ini  diharapkan   berguna sebagai  bahan  acuan  dalam  melakukan  tugas-tugas  kepengawasan  dan

  1. Pengawasan Akademik di Sekolah Dasar.

Ketrampilan utama dari seorang pengawas adalah melakukan penilaian dan  pembinaan  kepada  guru  untuk  secara  terus  menerus  meningkatkan kualitas  proses  pembelajaran  yang dilaksanakan  di kelas agar berdampak pada  kualitas  hasil  belajar  siswa.     Untuk  dapat  mencapai   kompetensi tersebut  pengawas  diharapkan  dapat  melakukan  pengawasan  akademik yang  didasarkan   pada  metode  dan  teknik  supervisi  yang  tepat  sesuai dengan kebutuhan guru.

Para pengawas pasti menyadari bahwa tugas mereka cukup berat, dan ketrampilan yang dibutuhkan cukup kompleks. Bidang pengawasan instruksional dihadapkan  pada  kebutuhan  yang  amat  penting  dalam  membantu  guru  agar dapat  berkembang   dengan  pesat  dalam  pengelolaan   kelas.     Kompleksitas sekolah memaksa begitu banyak cara harus disiapkan guru dalam proses pembelajaran.  Bayangkan,  dimasa  mendatang  seseorang  setelah  sarjana baru mendapatkan  kualifikasi  sebagai pengajar setelah lulus dari Pendidikan  Profesi Guru  (PPG).      Dengan  demikian  profesi  pengawas  menjadi  lebih  berat  dan kompleks dengan tingkat ketrampilan yang harus lebih tinggi dari guru yang telah lulus PPG (Zepeda, 2006).

Pertanyaan-pertanyaan  kunci

  1. Apa  yang   membedakan   supervisi   akademik   dengan   supervisi administratif?
  2. Bagaimana metode dan teknik supervisi akademik dilaksanakan?
  3. Dalam supervisi akademik terdapat istilah dukungan  dan evaluasi, apa maksudnya?
  1. Perbedaan supervisi akademik dengan supervisi administratif

Dalam pendidikan dikenal dua tipe supervisi atau pengawasan. (1) Supervisi administratif/manajerial.  (2) Supervisi Akademik.   Yang pertama berkenaan  dengan efisiensi  internal dari sistem (pendidikan)  dan biasanya menyangkut aspek kuantitatif, memberi jawaban pada pertanyaan mengapa institusi  pendidikan  harus berjalan  dalam cara tertentu,  dan menggunakan secara    luas   sumberdaya    yang   tersedia.    Komunikasi    dan   informasi merupakan  dua  fungsi  utama  dari  tipe  supervisi  ini.    Tipe  supervisi  ini diusung  oleh  tingkat  manajemen  yang  lebih  tinggi  ke  tingkat  manajemen yang lebih rendah, oleh karena itu, derajat dan tekanannya  dapat berbeda. Fungsi supervisi administratif/manajerial  adalah memicu  unsur yang mendukung dan terkait dengan layanan pembelajaran.

Tipe supervisi lain adalah supervisi akademik atau instruksional yang berkenaan dengan efektifitas eksternal—biasanya  berkenaan dengan aspek kualitatif, yang memberi jawaban pada pertanyaan bagaimana siswa belajar lebih baik.  Dukungan dan evaluasi merupakan dua fungsi utama untuk tipe supervisi  ini.  Tipe  supervisi  ini  secara  eksklusif  dilaksanakan   oleh  staf pengawas   lapangan   untuk  mengevaluasi   hasil  kerja  guru.  Jadi  tujuan supervisi akademik adalah meningkatkan mutu pembelajaran.

Supervisi akademik merupakan kegiatan terencana yang ditujukan pada aspek kualitatif sekolah dengan membantu guru melalui dukungan dan evaluasi  pada proses belajar dan pembelajaran  yang dapat meningkatkan hasil belajar.

Dukungan dalam supervisi akademik

Fungsi dukungan dalam supervisi akademik adalah menyediakan bimbingan  profesional  dan bantuan  teknis  pada  guru  untuk  meningkatkan proses pembelajaran.   Dengan mengajar lebih baik berarti membantu siswa untuk:

  1. Belajar lebih banyak (to learn more)
  1. Belajar lebih cepat (to learn faster)
  1. Belajar lebih mudah (to learn more easily)
  1. Belajar lebih menyenangkan (to have more pleasure while learning) dan
  1. Menggunakan/mengaplikasikan apa yang mereka pelajari dengan lebih efektif (to use/apply what they learn more effectively).
  2. Membimbing guru        dalam        melaksanakan        kegiatan pembelajaran/bimbingan  (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan)

Guru   membutuhkan   bantuan   dan   dukungan.   Mereka   memerlukan bantuan   dalam memahami  dan mempraktekkan  strategi dan teknik belajar dan pembelajaran  yang dapat meningkat hasil belajar siswa.   Agar berhasil dengan  baik,  fungsi  dukungan  membutuhkan  banyak  waktu  dan  upaya. TIdak  ada  cara  tunggal  untuk  mengerjakan  fungsi  ini.   Kesuksesan  tidak pernah dapat dijamin, tetapi upaya yang sungguh-sunguh  tidak pernah sia- sia.    Beberapa  cara  yang  dapat  mendukung  guru  adalah  meningkatkan proses pembelajaran dalam:

  1. Menggunakan secara  efektif petunjuk  bagi guru dan bahan  pembantu guru lainnya.
  2. Menggunakan buku teks secara efektif
  1. Menggunakan praktek  pembelajaran  yang  efektif  yang  dapat  mereka pelajari selama pelatihan profesional/inservice  training
  2. Mengembangkan teknik pembelajaran yang telah mereka miliki
  1. Menggunakan metodologi yang luwes (fleksibel)
  1. Merespon kebutuhan dan kemampuan individual siswa.
  1. Menggunakan lingkungan sekitar sebagai alat bantu pembelajaran
  1. Mengelompokan siswa secara lebih efektif.
  1. Mengevaluasi siswa dengan lebih akurat/teliti/seksama
  1. Berkooperasi dengan guru lain agar lebih berhasil.
  1. Mengikutsertakan masyarakat dalam mengelola kelas.
  1. Meraih moral dan motivasi mereka sendiri.
  1. Memperkenalkan  teknik   pembelajaran   modern   untuk   inovasi   dan kreatifitas layanan pembelajaran.
  2. Membantu  membuktikan    siswa   dalam    meningkatkan    ketrampilan berpikir kritis, menyelesaikan masalah dan pengambilan keputusan.
  3. Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif.

Untuk mencapai butir-butir tersebut sifat seorang pengawas dalam melaksanakan supervisi akademik harus memiliki kualitas sebagai berikut:

  1. Mendengarkan dengan sabar
  1. Menunjukkan ketrampilan dengan jelas
  1. Menawarkan  insentif atau dorongan dengan tepat.
  1. Mempertimbangkan  reaksi dan pemahaman dengan tepat.
  1. Menjelaskan, merangsang  (stimulating)  dan  memuji  secara  simpatik dan penuh perhatian
  2. Meningkatkan pengetahuan sendiri secara berkelanjutan.

Evaluasi dalam supervisi akademik

Proses      evaluasi      merupakan      proses      yang      amat      penting. Dapat dikatakan  bahwa tidak ada bimbingan  efektif tanpa proses evaluasi. Evaluasi   adalah   suatu   tindakan   pengujian   terhadap   manfaat   (worth), kualitas,  kebermaknaan,  jumlah,  kadar  atau  tingkat,  tekanan  atau  kondisi dari beberapa perbandingan situasi, (dari hasil evaluasi dari beberapa situasi yang   sama    yang   digunakan    sebagai    standar    perbandingan),    yang kualitasnya  telah diketahui  dengan baik.   Berikut beberapa  definisi tentang evaluasi.

Evaluation is the process of ascertaining the decision area of concern, selecting appropriate information, collecting and analysing that information in order to report summary data useful to decision makers in selecting among alternatives (Alkin).

(Evaluasi adalah proses yang penting dalam bidang pengambilan keputusan,

memilih informasi yang tepat, mengumpulkan dan menganalisis informasi tersebut agar diperoleh data yang tepat yang akan digunakan pengambil keputusan dalam memilih diantara beberapa alternatif)

Dalam pendidikan, supervisi akademik didefinisikan sebagai:

It is the process of bringing about improvement in instruction by working with people who are helping the pupils. It is a process of stimulating growth and ameans of helping teachers to help themselves. The supervisory programme is one of instructional improvement.”   (Spears)

(Proses  peningkatan  pembelajaran  melalui  kerjasama  dengan  orang  lain untuk membantu siswa.   Ini adalah sebuah proses yang dapat merangsang pertumbuhan dan cara membantu guru untuk membantu mereka sendiri. Program  pengawasan  adalah  salah  satu  program  peningkatan pembelajaran)

Karakteristik evaluasi adalah:

  1. Mengidentifikasi aspek-aspek yang akan dievaluasi.
  1. Memfasilitasi pertimbangan-pertimbangan.
  1. Menyediakan  informasi  yang  berguna  (ilmiah,  reliabel,  valid  dan  tepat waktu)
  2. Melaporkan penyimpangan/kelemahan untuk memperoleh  remediasi dari yang dapat diukur saat itu juga.

Dalam  sistem  pendidikan,  kualitas  pembelajaran  dapat  dikategorikan mulai dari yang unggul, baik, memadai, buruk dan tidak ada harapan. Penentuan jenjang kualitas ini merupakan fungsi evaluatif dari pengawasan/supervisi akademik, baik dari kepala sekolah maupun dari pengawas.      Penyediaan   dukungan   merupakan   fungsi   selanjutnya   dari supervisi  akademik.   Sebelum  ‘didukung’  dibutuhkan  penilaian  aktual,  dan tipe  dukungan  yang  dibutuhkan  guru—tipe  evaluasi  ini  disebut  evaluasi formatif. sebagai   salah   satu   sumber   acuan   dalam   pengembangan   profesional pengawas.

Mengacu pada kompetensi inti dari dimensi kompetensi supervisi akademik, maka dari kegiatan belajar 1 yang ada pada BBM ini diharapkan tercapai  penguasaan   pengetahuan   dan  ketrampilan   dalam  menerapkan teknik dan metode supervisi akademik di sekolah dasar..

Supervisi Akademik 

Kompetensi Supervisi Manajerial

Kompetensi Kepribadian dan Sosial

Kompetensi Litbang 

Penelitian Tindakan Sekolah

Kompetensi Evaluasi

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

September 2015
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Statistik Blog

  • 1,759,046 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Milan Amankan Tiga Angka Lawan Crotone 4 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- AC Milan akhirnya mengamankan tiga angka saat menjamu Crotone di stadion Giuseppe Meazza, Milan, Ahad (4/12). Skuat asuhan Vincenzo Montella berhasil memenangkan pertandingan 2-1 jelang pertandingan...
    Didi Purwadi
  • NTB Dorong Penambahan Jumlah Penerbangan ke Lombok 4 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pemerintah Provinsi NTB berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pada tahun depan. Salah satu caranya dengan penambahan jumlah penerbangan ke Pulau Lombok, yang menjadi destinasi wisata utama...
    Indira Rezkisari

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: