//
you're reading...
Dunia Pendidikan

Perangkat Penilaian KTSP 2016

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 63 bahwa penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan oleh Pemerintah. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.
Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran, sedangkan penilaian hasil belajar oleh pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional.
Berdasarkan pengolahan hasil pelaksanaan kegiatan bimtek KTSP di Sekolah Menengah Atas (SMA) pada Tahun 2009 diperoleh data dan informasi antara lain sebagai berikut: 1) masih banyak ditemukan satuan pendidikan yang belum memiliki pedoman penilaian peserta didik. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman satuan pendidikan tentang komponen-komponen yang mestinya termuat dalam pedoman penilaian pencapaian kompetensi peserta didik; 2) berkaitan dengan penilaian kelompok mata pelajaran sebagian besar guru belum memahami secara benar hal-hal sebagai berikut pengertian dan prinsip penilaian kelompok mata pelajaran serta keterkaitannya dengan nilai mata pelajaran, mekanisme, dan prosedur penilaian kelompok mata pelajaran, penyiapan perangkat penilaian lima kelompok mata pelajaran, dan implementasi penilaian lima kelompok mata pelajaran; dan 3) dalam implementasi penilaian afektif dan psikomotor, pada umumnya guru masih menghadapi kesulitan karena adanya kendala antara lain menentukan indikator penilaian afektif dan psikomotor melalui proses analisis SK dan KD, menyiapkan perangkat penilaian dan bahan ujian sesuai dengan karakteristik aspek yang dinilai.
Berkaitan dengan permasalahan/kendala dan masukan tersebut di atas, Direktorat Pembinaan SMA menyusun dan menerbitkan “Petunjuk Teknis Penyusunan Pedoman Penilaian di SMA” bagi guru dan satuan pendidikan.
B. Tujuan
Tujuan penyusunan petunjuk teknis ini adalah:
1. Sebagai acuan bagi seluruh guru dalam melaksanakan keseluruhan proses penilaian hasil belajar peserta didik, mulai dari penyiapan perangkat, pelaksanaan penilaian, pengolahan hasil dan pemanfaatan hasil pengolahan penilaian peserta didik;
2. Sebagai acuan bagi satuan pendidikan dalam melaksanakan pengawasan keseluruhan proses pelaksanaan penilaian peserta didik di sekolah.
C. Ruang Lingkup Kegiatan
Ruang lingkup kegiatan petunjuk teknis ini meliputi:
1. Penugasan TPK untuk menyusun pedoman penilaian;
2. Penyusunan rencana kegiatan penyusunan pedoman penilaian;
3. Penyusunan rambu-rambu dan identifikasi substansi pedoman;
4. Penyusunan draf pedoman penilaian;
5. Pembahasan, penyempurnaan, dan finalisasi pedoman penilaian;
6. Penandatanganan pedoman penilaian;
7. Penggandaan dan pendistribusian pedoman penilaian;

D. Unsur yang Terlibat
1. Kepala SMA,
2. Tim Pengembang Kurikulum (TPK) sekolah, dan
3. Guru/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

E. Referensi
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 19, Pasal 63, Pasal 64, Pasal 65 , Pasal 66, Pasal 67, dan Pasal 68;
2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi;
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan;
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian;
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses;
7. SK Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12/C/KEP/TU/2008 tentang Bentuk dan Tatacara Penyusunan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
8. Penilaian kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia (Badan Standar Nasional Pendidikan);
9. Penilaian kelompok mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Kepribadian, (Badan Standar Nasional Pendidikan);
10. Penilaian kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Badan Standar Nasional Pendidikan);
11. Penilaian kelompok mata pelajaran Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan, (Badan Standar Nasional Pendidikan);
12. Penilaian kelompok mata pelajaran Estetika (Badan Standar Nasional Pendidikan);
13. Rancangan Penilaian Hasil Belajar (Direktorat Pembinaan SMA);
14. Panduan Penulisan Butir Soal (Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas);
15. Pengembangan perangkat penilaian Psikomotor (Direktorat Pembinaan SMA);
16. Pengembangan perangkat penilaian Afektif (Direktorat Pembinaan SMA).

F. Pengertian dan Konsep
1. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik (Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian);
2. Penilaian hasil pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menggunakan berbagai teknik penilaian sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. Teknik penilaian dapat berupa tes tertulis, observasi, tes praktik, penugasan perseorangan atau kelompok (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 22 ayat 1 dan 2);
3. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 63 ayat 1);
4. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 64 ayat 1 dan 2);
5. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 65 ayat 1);
6. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 66 ayat 1);
7. Sekolah menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan dan bertanggungjawab. Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada trasnparansi sistem evaluasi hasil belajar untuk penilaian formal berkelanjutan. Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional yang mengatur mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan penyelesaiannya mengenai hasil belajar. Penilaian yang dicapai peserta didik dipantau, didokumentasikan secara sistematis, dan digunakan sebagai balikan kepada peserta didik untuk perbaikan secara berkala. Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti kesahihan, kehandalan, dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian. Sekolah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta didik, komite sekolah dan institusi di atasnya (Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007, Bagian B.5 – Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik butir 1, 2, 5, 6, 8, 12, 13 dan 14);
8. Penilaian dilakukan secara menyeluruh yaitu mencakup semua aspek kompetensi yang meliputi kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif (Panduan Rancangan Penilaian);
9. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik (Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian);
10. Ulangan meliputi ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Sedangkan ujian terdiri atas ujian nasional dan ujian sekolah (Panduan Rancangan Penilaian);
11. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih (Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian);
12. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut (Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian);
13. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut (Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian);
14. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik pada akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut (Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian);
15. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah (Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian);
16. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai, (b) konstruksi yang harus memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan, dan (c) bahasa yang menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik (Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian);
17. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa, serta memiliki bukti validitas empirik (Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian)
18. Ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan (Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian);
19. Pedoman penilaian adalah kumpulan ketentuan dasar yang memberikan arah bagaimana penilain harus dilakukan.

G. Prosedur Kerja
1. Kepala sekolah menugaskan TPK sekolah untuk melakukan penyusunan pedoman penilaian SMA;
2. Kepala sekolah memberikan arahan teknis tentang penyusunan pedoman penilaian SMA, sekurang-kurangnya memuat:
a. Dasar pelaksanaan penyusunan pedoman penilaian
b. Tujuan yang ingin dicapai dalam penyusunan pedoman penilaian
c. Manfaat penyusunan pedoman penilaian
d. Hasil yang diharapkan dari penyusunan pedoman penilaian
e. Unsur-unsur yang terlibat dan uraian tugasnya dalam penyusunan pedoman penilaian.
3. TPK sekolah menyusun rencana kegiatan untuk penyusunan pedoman penilaian SMA, sekurang-kurangnya berisi uraian kegiatan, sasaran/hasil, pelaksana dan jadwal pelaksanaan, mencakup kegiatan:
a. Penugasan TPK untuk menyusun Pedoman penilaian;
b. Penyusunan rencana kegiatan penyusunan Pedoman penilaian;
c. Penyusunan rambu-rambu dan identifikasi substansi pedoman penilaian;
d. Penyusunan draf pedoman penilaian;
e. Pembahasan, penyempurnaan, dan finalisasi pedoman penilaian;
f. Penandatanganan pedoman penilaian;
g. Penggandaan dan pendistribusian pedoman penilaian.
4. TPK sekolah mengidentifikasi komponen-komponen yang akan termuat dalam pedoman penilaian SMA antara lain berisi:
a. Pendahuluan yang terdiri atas latar belakang, landasan, dan tujuan;
b. Mekanisme Penilaian yang terdiri atas:
1) mekanisme pelaksanaan ulangan dan ujian sekolah
2) mekanisme penilaian akhir hasil belajar 5 (Lima) Kelompok Mata pelajaran
3) mekanisme penilaian akhlak mulia
4) mekanisme penilaian kepribadian
5) mekanisme penilaian muatan lokal
6) mekanisme penilaian terhadap keikutsertaan dalam pengembangan diri
c. Prosedur penilaian yang terdiri atas:

1) Prosedur penilaian oleh pendidik
2) Prosedur penilaian oleh satuan pendidikan
3) Prosedur penilaian oleh pemerintah
d. Prosedur pengelolaan dan dokumentasi hasil penilaian belajar
1) mekanisme transparansi sistem evaluasi hasil belajar
2) mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar
3) mekanisme pendokumentasian hasil penilaian peserta didik
4) mekanisme penggunaan hasil penilaian sebagai balikan kepada peserta didik untuk perbaikan kegiatan pembelajaran secara berkala
5) mekanisme peninjauan program penilaian secara periodik berdasarkan data kegagalan/kendala pelaksanaan program penilaian
e. Penutup
5. TPK sekolah merumuskan draf pedoman penilaian SMA untuk setiap komponen yang telah diidentifikasi;
6. Kepala sekolah bersama TPK sekolah dan guru/MGMP melakukan reviu dan revisi draf pedoman penilaian SMA;
7. TPK sekolah memfinalkan hasil revisi pedoman penilaian SMA;
8. Kepala sekolah menandatangani pedoman penilaian SMA;
9. TPK sekolah menggandakan pedoman penilaian SMA sesuai kebutuhan dan mendistribusikan kepada dewan guru, komite sekolah dan pihak lain yang memerlukan.

selengkapnya  download di sini :

26. Juknis Penyusunan Pedoman Penilaian (ISI-Revisi)_0104

26. Juknis Penyusunan Pedoman Penilaian (ISI-Revisi)_0104

33. Juknis Penulisan Butir Soal

29. Juknis Penilaian Lima Kelompok Mapel (ISI-Revisi)_0104

26. Juknis Penyusunan Pedoman Penilaian (ISI-Revisi)_0104

00. PERANGKAT PENILAIAN KTSP SMA

01.Rancangan penilaian hasil belajar – GA

02.PENETAPAN_KKM, 270208

05.PENULISAN-SOAL-Bahan Ujian,180208

06.ANALISIS BUTIR SOAL-HASIL UJIAN, 180208

07. Lap Hasil Bel SMA,270208

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

2 thoughts on “Perangkat Penilaian KTSP 2016

  1. Ass pak…sangat bermanfaat tolong di share juga untik jenjang SD ya.tks

    Suka

    Posted by nurmaherawati512 | 7 Agustus 2015, 10:45 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Penilaian KTSP | amarhadi - 13 Agustus 2015

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Agustus 2015
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Statistik Blog

  • 1,758,171 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Andik: Melawan Vietnam Menguras Tenaga 3 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pemain sayap Tim Nasional Indonesia, Andik Vermansyah mengaku sangat senang dan puas bisa mengalahkan Timnas Vietnam dengan skor 2-1. Dia mengatakan kemenangan pada putaran pertama babak...
    Andi Nur Aminah
  • Koeman Ingin Pemainnya Tunjukkan Kekuatan Melawan MU 3 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Pelatih Everton, Ronald Koeman mengatakan para pemainnya harus menunjukkan kekuatan dan komitmen mereka dalam beberapa pekan mendatang. Hal tersebut dimulai dari pertandingan pada Ahad malam (4/12) melawan...
    Israr Itah

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: