//
you're reading...
Dunia Pendidikan

Model Pembelajaran Inkuiri (MPI)

1924379_814676181899629_4747129281155442370_n1. Model Pembelajaran Inkuiri (MPI)
Model pembelajaran inkuiri (MPI) adalah suatu teknik instruksional di mana dalam proses belajar mengajar siswa dihadapkan dengan suatu masalah (Syaiful Sagala, 2003: 196). Piaget (dalam Dahar dan Liliasari, 1986: 25) memberikan definisi fungsional dari pendekatan inkuiri, yakni pendidikan yang mempersiapkan situasi bagi anak untuk melakukan eksperimen sendiri, dalam arti luas ingin melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, ingin menggunakan simbol-simbol, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencari jawaban atas pertanyaan sendiri, menghubungkan penemuan yang satu dengan yang lain, membandingkan apa yang ditemukannya dengan yang ditemukan anak-anak lainnya.
Menurut Trobridge dan Bybee (1973: 210-212) pendekatan inkuiri memberikan kebaikan sebagai berikut.
1. Pengajaran menjadi lebih berpusat pada anak (Instruction becomes student centered). Salah satu prinsip psikologi tentang belajar menyatakan bahwa makin besar keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar, makin besar kemampuan belajarnya.
2 Proses belajar melalui inkuiri dapat membentuk dan mengembangkan konsep diri siswa (Inquiry learning builds the self-concept of the student). Bila kita mempunyai konsep diri yang baik, maka secara psikologis diri kita akan merasa aman, terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru, berkeinginan untuk mencoba-coba dan menyelidiki, lebih kreatif, bermental sehat, dan akhirnya menjadi orang yang berguna.
3. Tingkat pengharapan bertambah (Expectancy level increases). Dari pengalaman-pengalaman yang berhasil dalam menggunakan kemampuan-kemampuan menyelidiki siswa akan menyadari kemampuannya.
4. Pendekatan inkuiri dapat mengembangkan bakat (Inquiry learning develops talent). Mengajar dengan pendekatan inkuiri memberikan kesempatan lebih banyak untuk mengembang bakat-bakat selain bakat akademik.
5. Pendekatan inkuiri dapat menghindari siswa dari cara-cara belajar dengan menghafal.
6. Pendekatan inkuiri memberikan waktu pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi informasi. Piaget percaya, bahwa tidak akan terjadi proses belajar yang sejati, apalagi siswa tidak bertindak terhadap informasi secara mental, dan mengasimilasi atau mengakomodasi apa yang dijumpainya dalam lingkungannya.

Menurut Gulo (2002) yang dikutip oleh suryosubroto (1993: 193) menyatakan bahwa strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan pembelajaran inkuiri adalah (1) keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar, (2) keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran, dan (3) mengembangkan sikap percaya pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.
Kondisi umum yang merupakan syarat timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa adalah:
1. Aspek sosial di kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi.
2. Inkuiri berfokus pada hipotesis
3. Penggunaan fakta sebagai evidensi (informasi, fakta).
Untuk menciptakan kondisi seperti itu, peranan guru adalah sebagai berikut:
1. Motivator, member stimulus agar siswa aktif dan bergairah berpikir
2. Fasilitator, menunjukkan jalan keluar jika siswa mengalami kesulitan
3. Penaya, menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka buat
4. Administrator, bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan
5. Pengarah, memimpin kegiatan siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan
6. Manajer, mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas
7. Rewarder, member penghargaan pada prestasi yang dicapai siswa.
(Trianto, 2007: 136).

1.1 Syarat Pelaksanaan MPI
Pendekatan pelaksanaan model pembelajaran inkuiri dapat dilaksanakan apabila dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Guru harus terampil memilih persoalan yang relevan untuk diajukan kepada kelas (persoalan bersumber dari bahan pelajaran yang menantang siswa atau problematik) dan sesuai dengan daya nalar siswa
2. Guru harus terampil menumbuhkan motivasi belajar siswa dan menciptakan situasi belajar yang menyenangkan.
3. Adanya fasilitas dan sumber belajar yang cukup
4. Adanya kebebasan siswa untuk berpendapat, berkarya, dan berdiskusi.
5. Partisipasi setiap siswa dalam setiap kegiatan belajar.
6. Guru tidak banyak campur tangan dan intervensi terhadap kegiatan siswa(Syaiful Salaga, 2003: 197).

1.2 Langkah-langkah MPI
Ada lima langkah yang digunakan dalam penyajian materi dengan model pembelajaran inkuiri (MPI), yaitu sebagai berikut:
1. Fase berhadapan dengan masalah
Fase ini merupakan saat penyajian masalah. Pertanyaan terbuka harus dihindarkan dan siswa tidak boleh meminta guru menjelaskan tentang fenomena yang dihadapinya. Dalam hal ini siswa memusatkan, menyusun dan melacak sendiri fakta-fakta untuk menuju pemecahan masalah yang dihadapi. Jadi setiap pertanyaan yang diajukan dapat dianggap sebagai suatu hipotesis terbatas.
2. Fase pengumpulan data pengujian
Pada fase ini siswa berusaha untuk mengumpulkan data informasi sebanyak-banyaknya, tentang masalah yang mereka hadapi. Data tersebut dapat diperoleh berdasarkan kondisi objek atau menguji bagaimana proses terjadinya masalah tersebut.

3. Fase pengumpulan data dalam eksperimen
Pada fase ini dilakukan isolasi terhadap data-data yang menjadi esensi masalah yang dihadapi . Siswa dapat mengintrogasikan elemen-elemen dari hasil isolasi ke dalam situasi masalah, untuk melihat apakah peristiwanya akan menjadi lain.

DAFTAR PUSTAKA

Chandromi Nurwijaya, 1998. Peningkatan Mutu Pendidikan. Semarang: Depdikbud.
Elaine.B.Johnson. 2006. Contextual Teaching & Learning. Terjemahan: A.Chaedar Alwasilah. Bandung: Penerbit MLC.
Nasution. 1982. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Bandung: Bina Aksara.
Santyasa, I.W. 2005. Teknik Penyusunan Proposal PTK. Makalah disajikan dalam seminar penyusunan proposal PTK untuk guru-guru SMP se-Provinsi Bali. Oktober 2005, di Jurusan Pendidikan MIPA STKIP Singaraja.
Syaiful Sagala. 2003. Konsep Dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Supiyanto. 2004. Fisika SMA Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Suharsimi Arikunto. 2008. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Bumi Aksara.
Sunardi. 2006. Fisika Bilingual. Bandung: Yrama Widya.
Safari. 2001. Pedoman Analisis/Bimbingan Siswa, Guru dan Sumber Daya Pendidikan. Jakarta: Depdikbud.
Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu. Surabaya: Prestasi Pustaka.
………,2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Surabaya: Prestasi Pustaka.

4. Fase formulasi penjelasan
Pada fase ini guru dapat merumuskan penjelasan untuk membimbing siswa pada pemecahan masalah yang terarah.
5. Fase analisis proses inkuiri
Pada fase ini siswa diminta untuk menganalisis pola-pola penemuan mereka. Dengan demikian siswa akan banyak memperoleh tipe-tipe informasi, yang sebelumnya tidak dimiliki siswa (Winataputra, 1993: 219).

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Februari 2015
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Statistik Blog

  • 1,760,511 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Ribuan Muslim Semarakkan Morowali Mengaji 6 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MOROWALI—Ribuan jamaah umat Islam larut melantunkan ayat-ayat suci Alquran dalam Morowali Nusantara Mengaji.  Acara yang dimotori dan digagas oleh Bupati Morowali, Anwar Hafiz dalam rangka HUT Kabupaten ke-17 ini...
    Nasih Nasrullah
  • Ini Alasan Mantan Ketua DPR Akom Ingin 'Melawan' Putusan MKD 6 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua DPR Ade Komarudin, akan melakukan langkah-langkah terhadap keputusan MKD, yang pada Rabu (30/12) memberhentikannya sebagai ketua DPR. Pria yang akrab disapa Akom itu mengaku...
    Nur Aini

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: