//
you're reading...
Dunia Pendidikan

PELAKSANAAN SUPERVISI MANAJERIAL IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Supervisi manajerial merupakan kegiatan supervisi berkenaan dengan aspek pengelolaan sekolah yang terkait angsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas sekolah yang mencakup perencanaan,koordinasi, pelaksanaan, penilaian,pengembangan kompetensi sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan,dan sumber daya lainnya.

Berubahnya kurikulum dari KTSP 2006 ke KTSP 2013 secara langsung menuntu tpeningkatan fungsi supervisi manajerial seorang pengawas.Dengan munculnya manajemen perubahan yang haru sdilakukan oleh kepala sekolah, pengawas harus melakukan pendampingan secara efektif sebagai wujud tajamnya supervisi manajeria ldengan target berlangsungnya perubahan- perubahan di sekolah dengan baik untuk implementasi kurikulum 2013.

Ruanglingkupsupervisi manajerialterdiridaripemantauan,penilaian,dan pembinaan.Metodeutamayang mestidilakukanolehpengawassatuan pendidikandalamsupervisimanajerialadalahmonitoringdanevaluasi. Tetapi metodelainnyadapat digunakansesuaidengan kondisisekolahdan masalah yangakandipecahkan disekolah.

Dalam kegiatan pembelajaran ini, saudara akan mendiskusikan bahanajar pelaksanaan supervisi manajerial terkait dengan implementasi kurikulum 2013, mulai dari perencanaan,pelaksanaan dan penilaian.Pelaksanaan pengawasan manajerial dilakukan melalui pemantauan,penilaiandan pembinaan.Penilaian dilaksanakan terhadap kinerja kepala sekolah tentang pengelolaan sekolah.

Esensi dari supervisi manajerial adalah berupa kegiatan pemantauan, penilaian dan pembinaan terhadap  kepala sekolah dan seluruh elemen sekolah lainnya di

dalam mengelola,mengadministrasikan dan melaksanakan seluruh aktivitas sekolah,sehingga dapat berjalan dengan efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan sekolah serta memenuhi 8 standar nasional pendidikan.

Dengan demikian fokus supervis iini ditujukan pada pelaksanaan administrasi dan pengelolaan sekolah.Kegiatan administrasi ditekankan pada proses dan metode untuk menjamin suatu tindakan yang tepat.Administrasi sebagai tugas (kewajiban) dalam konteks pendidikan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan yang meliputi:1.Administrasi standar isi,2.Administrasi standar kompetensi lulusan,3.Administrasi standar proses,4.Administrasi standar pendidikdan tenaga kependidikan,5.Administrasi standar sarana dan prasarana,6.Administrasi standar pengelolaan,7.Administrasi standar pembiayaan,dan 8.Administrasi standar penilaian.Tujuan supervisi terhadap kedelapan aspektersebutadalah agar sekolah terakreditasidengan baikdan dapat memenuhistandar nasional pendidikan. Dengan demikian dapat dikatakanbahwaadministrasisekolahadalah pengaturandanpendayagunaan segenap sumber daya sekolah secara efisien dalam penyelenggaraan pendidikan agartujuan pendidikan disekolah tercapai secaraoptimal.

Supervisipada kegiatanadministrasisekolah dilakukan agar pengawas memastikanbahwaadministrasisekolahdapat:
1. Memberiarah dalam penyelenggaraansekolah
2. Menjadiumpan balikbagiperbaikanprosesdan hasilpendidikan
3. Meningkatkanmutupenyelenggaraanadministrasisekolah
4. Tertib administrasi
5. Mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yangaktif, inovatif,kreatif, efektif, danmenyenangkan.
6. Menunjangtercapainya program sekolah secaraefektif dan efisien.

Salahsatufokuspentinglainnyadalamsupervisimanajerialoleh pengawas terhadapsekolah,adanya halberkaitan pengelolaan atau manajemen sekolah. Sebagaimanadiketahuidalamdasawarsa terakhirtelahdikembangkanwacana manajemenberbasis sekolah(MBS),sebagaibentukparadigma baru pengelolaan darisentralisasi ke desentralisasi yang memberikan otonomi kepadapihaksekolah danmeningkatkan partisipasimasyarakat(Sudarwan Danim,2006:4).Pengawasdituntutdapatmenjelaskan sekaligus mengintroduksimodelinovasimanajemenini sesuaidengankonteks sosial budaya sertakondisiinternal masing-masingsekolah.
1. RuangLingkupSupervisiManajerial.a. Pemantauan
Pemantauan manajemenperubahan mengarah pada pencapaian 8
standarnasionalpendidikan (SNP) dan memanfaatkan hasil-hasilnya untukmembantu kepalasekolah mempersiapkanakreditasi sekolah.
b. Penilaian
Penilaianterhadapkinerjakepala sekolah dalamhalmenjadiagen perubahanpertamadi sekolahdalamimplementasikurikulum2013 sesuai denganstandar nasional pendidikan.
c. Pembinaan
Pembinaandilakukan pengawastentangpengelolaansekolah meliputi :
1) penyusunanKTSP2013berdasarkanStandar NasionalPendidikan,
2) membantukepalasekolahmengembangkanpusatsumber belajar(PSB) dan sumber-sumber belajar lainnya dalam mendukung terselenggaranya pembelajaran dengan pendekatan saintifik,
3) mengembangkan kemampuan kepala sekolah dalampenyusunan program dan pelaksanaan peminatan dan ekstra kurikuler wajib Pramuka,
4) melakukanpendampingankepada kepalasekolahdalam melaksanakanpengelolaandanadministrasi sekolahsecaraumum,
5) melakukanpendampingankepada kepalasekolahdalampelaksanaan pelayananbimbingan dankonseling,serta
6) melakukanpendampingan kepalasekolahdalam mengevaluasiketerlaksanaanprogram-program sekolah,
7) melaporkan hasilevaluasinyakepadapemangku kepentingan, dan
8) menyusunrencanatindaklanjut berdasarkandatahasilevaluasi tersebut.

Hasilpemantauandan penilaianolehpengawasharusdijadikan dasaruntuk peningkatankompetensidan profesionalismekepalasekolah dan ditindaklanjuti denganmelakukanpembinaanbaikberupapembimbingan dan/atau pelatihankepala sekolah.

Padaimplementasi kurikulum2013supervisimanajerialsangatdibutuhkan mengingatadanya perubahan mindsetdan perilaku warga sekolah yang dipimpinoleh kepala sekolah.Karenaitupengawasharusmelakukan pendampingankepada kepalasekolahagarmendapatkepastianbahwa implementasi kurikulumberjalan sesuai denganharapan.

Sepertitelahdikemukakandidepan, dalammelaksanakansupervisi manajerial,pengawasharusmelakukan perencanaanterlebihdahulu. Perencanaanmeliputi:
1) penyusunanProgram PengawasanTahunan,
2) Program Semester,
3) Program Pembinaan Kepala Sekolah,
4) Program Pemantauan StandarNasionalPendidikan(SNP),
5) Program PenilaianKinerjaKepala Sekolah,
6) RencanaPengawasan Manajerial(RPM),dan
7) membuatInstrumen SupervisiManajerial.

Seluruh program yangdisiapkan harusmengacu pada standar penilaian kinerja pengawas sekolah (PKPS).Halinipenting,sebab selainuntukmenjadipatokanpendokumenanhasilsupervisisekolah binaan, secara individualsetiappengawasmemerlukan nilaikinerja minimalbaik dalam rangka peningkatan karirnya.Sebagai pedoman dalam penyusunan program yangmemenuhikriteriaPKKS,pengawashendaknyamenganalisis instrumenpenilaiankinerjapengawassekolah(menurutPermendiknasno
21 tahun 2010 tentangtugas pengawas sekolahdanangka kreditnya).

2. Metode danTeknikSupervisi Manajerial.

Metode pelaksanaanpengawasanmanajerialdapatdilakukan dengan cara observasi, kunjunganataupemantauan,pengecekan/klarifikasidata, dan rapat dengan kepala sekolah. Secaraspesifik berikutini saudara akan membaca penjelasan jenis-jenis metode dantekniksupervisimanajerial.

a. MonitoringdanEvaluasi

Metodeutamayang mestidilakukan olehpengawassatuanpendidikan dalam supervisi manajerial tentu saja adalah monitoringdanevaluasi.

1) Monitoring

Monitoringadalahkegiatanpengontrolan pelaksanaanprogram- program penyelenggaraan sekolah dengan konsekuen sesuai dengan rencana,program dan/atau standaryangtelah ditetapkan. Melaluimonitoring,dapatdiperolehumpan balikbagisekolahatau pihaklainyangterkait untukmenyukseskan ketercapaiantujuan. Sebagaicontoh, pengawasmelakukanmonitoringterhadap:
1) penyusunan KTSP 2013,
2) memantau penyusunan program peminatandenganmelibatkanguru bimbingandankonseling,
3) memantau penyusunan programpenerimaan peserta didik baru,
4) memantauprogramsupervisiakademik kepalasekolahuntuk memastikanterselenggaranyaproses pembelajarandengan pendekatansaintifik,
5) memantaupenyusunanprogram pengelolaan sarana prasarana sekolah menyangkutsarana pendukung terselenggaranya pembelajaran saintifik, mulai dari
o penyediaan bukusiswadan bukuguru,
o kegiatananalisisbukusiswadan analisis bukuguru,
o menyiapkan laboratorium IPA,laboratoriumkomputer, laboratoriumbahasa,perpustakaan,dan sumber-sumberbelajar lainnya,
o menyusunadministrasikeuanganyang efisien,transparan danakuntabel,
o menyusunprogrampenilaianotentiksecaramakro danmikro,
o menyusunprogrampeningkatan kualitashubungan sekolahdenganmasyarakatterkaitpelaksanaankurikulum2013, dan
o menyusunprogram pengembangandiridanlayanankhusus,di antaranya program peminatan dan ekstra kurikuler.
Pengawas harusmemantau program pelaksanaan ekstra kurikuler Pramuka mengingatPramuka sudahditetapkan sebagai ekstrakurikulerwajib.Monitoringlebih bersifatklinis,pengawasdapatsegeramengatasi hambatandan gangguanyangditemukan selamaprogram masih berjalan.Namunjanganlupa,pengawasharus memastikanbahwa apayangdimonitornya adalahhal-halyangdikembangkan dan dijalankan dalam rencana pengembangansekolah (RPS).

Dalammelakukanmonitoringinitentunya pengawasharus melengkapidiridengan parangkatataudaftarisianyangmemuat seluruhindikatorsekolahyangharusdiamati dandinilai.Secara tradisional pelaksanaanpengawasanmelibatkantahapan:
(a) menetapkan standar untukmengukur prestasi,
(b) mengukur prestasi,
(c)menganalisisapakahprestasimemenuhistandar,dan
(d)mengambiltindakan apabilaprestasikurang/tidakmemenuhi standar (NanangFattah,1996:102).

Dalamperkembangan terakhir,kecenderunganpengawasan dalam duniapendidikan jugamengikutiapayangdilakukanpada industri, yaitudenganmenerapakanTotalQuality Controll. Pengawasanini tentusaja terfokuspadapengendalian mutudan lebih bersifat internal.Oleh karena itu pada akhir-akhir ini setiaplembaga pendidikan umumnya memilikiunitpenjaminan mutu.

2) Evaluasi

Kegiatanevaluasi ditujukanuntukmengetahuisejauhmana kesuksesan pelaksanaanpenyelenggaraan sekolah atau sejauh
manakeberhasilanyangtelahdicapaidalamkurunwaktutertentu.

Tujuan evaluasiutamanya adalah untuk
(a) mengetahui tingkat keterlaksanaanprogram,
(b)mengetahuikeberhasilanprogram,
(c) mendapatkanbahan/masukandalamperencanaantahunberikutnya, dan
(d) memberikan penilaian(judgement) terhadap sekolah.

Sebagai contoh pengawas melakukan evaluasi keterlaksanaan kurikulum 2013, pengukuran dilakukan dengan menggunakan instrumensepertiberikutini:(contohhanyamenunjukkansupervisi manajerial saja,tidakmencantumkan supervisi akademik).

b. Refleksi dan Focused Group Discussion

Sesuai dengan paradigma baru manajemen sekolah yaitu pemberdayaan dan partisipasi, maka judgementkeberhasilan atau kegagalan sebuah sekolah dalam melaksanakan program atau mencapai standarbukanhanyamenjadiotoritas pengawas.Hasilmonitoringyang dilakukan pengawashendaknyadisampaikansecara terbukakepada pihaksekolah,terutama kepalasekolah,wakilkepalasekolah,komite sekolahdan guru.
Misalnya pengawas menyampaikan hasilmonitoring pelaksanaan pembelajarandengan pendekatan saintifik.

Temuantemuandarimonitoringitudisampaikankepadastakeholderssekolah, misalnya :
o tentang RPP yang belum saintifik,
o pembelajaran belum berhasilmengeksplorasikegiatan yangbersifatsaintifik,
o alatbantu pembelajaranbelummendukungpenggunaanITsecaraoptimal,
o guru banyakyangbelummelakukananalisisbukusiswadanbuku guru,
o guru belum dapatmengelola waktu pembelajaran dengan efektif dan seterusnya.

Secara bersama-samapihaksekolahdapatmelakukan refleksiterhadapdata yangada,danmenemukansendirifaktor-faktor penghambatsertapendukungyangselama inimerekarasakan.Permasalahantersebutditindaklanjuti untuk dibahasmelaluiforum. Forumuntukinidapatberbentuk FocusedGroupDiscussion (FGD), yangmelibatkanunsur-unsurstakeholder sekolah.Diskusikelompok terfokusini dilakukandalam beberapaputaransesuaidengan kebutuhan.Putaran pertama membahas RPP, putaran berikut membahaspendekatansaintifik, kemudianmembahasmedia pembelajaran,danseterusnya.

TujuandariFGDadalahuntukmenyatukan pandanganstakeholder mengenai realitas kondisi (kekuatan dankelemahan) sekolah, serta menentukan langkah-langkahstrategismaupun operasionalyangakan diambil untuk memajukan sekolah.Peran pengawasdalam hal ini adalahsebagaifasilitatorsekaligus menjadi narasumberapabila diperlukan,untukmemberikanmasukan berdasarkan pengetahuandan pengalamannya.

c. MetodeDelphi

MetodeDelphidapatdigunakanolehpengawasdalammembantupihak sekolahmerumuskanvisi,misi dantujuannya.Sesuaidengankonsep MBS, dalam merumuskan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) sebuahsekolahharusmemilikirumusanvisi,misidantujuan yangjelas danrealistisyangdigalidarikondisisekolah, pesertadidik, potensi daerah,serta pandanganseluruhstakeholder.

Sejauh ini kebanyakan sekolah merumuskan visi dan misi dalam susunankalimat“yang bagus”,tanpadilandasiolehfilosofidan pendalaman terhadap potensi yang ada. Akibatnya visidan misi tersebuttidakrealistis, dantidakmemberikaninspirasikepadawarga sekolah untukmencapainya.

MetodeDelphi merupakancarayangefisienuntukmelibatkanbanyak stakeholdersekolahtanpamemandangfaktor-faktorstatus yangsering menjadikendala dalamsebuahdiskusiataumusyawarah.Misalnya sekolahmengadakan pertemuanbersamaantarasekolah,dinas pendidikan,tokohmasyarakat,orangtua muriddan guru untuk membicarakanmasalahpeminatan,masalahekstrakurikuler, masalah pembiayaan suatukegiatan,dan masalah penilaian otentik,maka biasanya pembicaraan hanya didominasi oleh orang-orang tertentu yangpercayadiriuntukberbicaradalamforum.Selebihnyapeserta hanya akan menjadipendengar yangpasif.

Metode Delphidapat disampaikan oleh pengawas kepada kepala sekolahketikahendakmengambilkeputusanyangmelibatkanbanyak
pihak.
Langkah-langkahnya menurutGorton (1976:26-27) adalah sebagai berikut:

1) Mengidentifikasi individuatau pihak-pihak yang dianggap memahamipersoalandanhendakdimintai pendapatnyamengenai pengembangansekolah;
2) Masing-masing pihakdiminta mengajukan pendapatnya secara tertulis tanpadisertai nama/identitas;
3) Mengumpulkan pendapat yang masuk, dan membuat daftar
urutannya sesuai denganjumlah orangyangberpendapatsama.
4) Menyampaikan kembalidaftar rumusan pendapat dari berbagai pihaktersebutuntukdiberikan urutan prioritasnya.
5)Mengumpulkankembali urutanprioritasmenurutpeserta,dan menyampaikanhasilakhirprioritaskeputusandariseluruhpeserta
yangdimintaipendapatnya.

d. Workshop

Workshopataulokakaryamerupakansalahsatu metodeyangdapat ditempuhpengawasdalammelakukansupervisi manajerial.Metodeini tentunyabersifat kelompokdan dapatmelibatkan beberapakepala sekolah,wakilkepala sekolah dan/atau perwakilan komite sekolah. Penyelenggaraan workshopinitentudisesuaikan dengan tujuan atau urgensinya, dan dapat diselenggarakan bersama dengan Kelompok KerjaKepalaSekolah atauorganisasisejenis lainnya. Sebagaicontoh, pengawasdapatmengambilinisiatifuntuk mengadakanworkshop tentangpengembangan KTSP2013,sistemadministrasi,peranserta masyarakat,sistem penilaian dan sebagainya.

3. Pelaksanaan Supervisi Manajerial

Supervisimanajerial padatahun ini diberi tambahantugas berupa implemetasiKurikulum 2013serentakdiseluruhsekolahdiIndonesia. Pengawasharusmelakukan konsentrasisupervisimanajerialbukan saja tentangpengelolaandanadministrasipelaksanaankurikulumlama(KTSP
2006), tetapi harus melakukansupervisi pada implementasi Kurikulum 2013. Padakegiataniniakandibahassupervisiyangberkaitanlangsungdengan terselenggaranya kurikulum 2013, diantaranya:

a. manajemen KTSP 2013 dan pembelajaran saintifik b. manajemen ekstrakurikuler wajibdanpilihan
c. administrasi buku guru dan buku siswa
d. analisis ratioPTKdalamprogrampeminatan e. manajemenkeuangan
f. hubungansekolah dan masyarakat g. layanankhusus peminatan.
h. dansebagainya.

ManajemenKTSP 2013dan pembelajaran saintifik

SepertihalnyamanajemenkurikulumKTSP2006,kepalasekolahharus menyusun KTSP2013 dengan pembelajaran saintifik. Pengawas harus

melakukan pemantauandan pendampingan dalam penyusunan KTSP2013. Pengawasmemastikan bahwa kepalasekolah telah memahamipetunjuk penyusunanKTSPdalamPermendikbudNo81Alampiran Itentang penyusunanKTSPdan peraturanterkaitlainnya.Supervisikepadakepala sekolah sangat diperlukan karena pada implementasi kurikulum 2013 kepalasekolahharusmelakukanperubahan-perubahanbaik perubahan terhadapstrukturorganisasi,hubungan kerjadanjobdeskripsiyangjelas, perubahanterhadapteknologiproseskerja,metode kerja,dan peralatan kerja,maupun perubahanpersepsi,perubahan sikap(perubahanmindset) dankebiasaan dariparapemangkukepentingan,baikindividumaupun kelompok. Pengawas harusmerekam data perubahan-perubahan di sekolahsecaralengkap,melaporkan temuan kepadasekolahagar segera dilakukanpenyelesaiannya.

Supervisiyang dilakukanpengawasharusmemantaukepalasekolah melakukan manajemenperubahanmelaluiPlanning,Organizing,Leading, dan Controlling.Pengawas harusmendapat kepastian bahwa kepala sekolahmemahamiapayangberubah,ke manaarahperubahan,dan menguasai bagaimana caramerubahsekolah menuju kurikulum 2013.

Selama supervisi penyusunan KTSP pengawas memberi saran dan masukan untuk terciptanyaKTSP yang kondusif bagi partisipasi seluruh warga sekolahmembentukberbagaikerjayangsinergis,memilikiagen perubahan yangakomodatifmengeliminasisetiap gejalaresistensiperubahan. Pengawasjugadapat mendorongkepalasekolahmenyiapkan program evaluasi pelaksanaan KTSP 2013 danrencana perbaikan berkelanjutan.

Manajemenekstrakurikuler wajibdanpilihan

Ekstrakurikulermerupakan kegiatan untukmendukungperkembangan pesertadidikyang berbeda;seperti perbedaansenseakannilaimoral dan sikap, kemampuan, dan kreativitas. Melalui kegiatanekstrakurikuler pesertadidikdapatbelajar danmengembangkankemampuan berkomunikasi,bekerja samadenganoranglain,sertamenemukandan mengembangkanpotensinya.Kegiatan ekstrakurikulerjugamemberikan manfaatsosial yangbesar.

Kegiatan ekstrakurikulermerupakan perangkat operasional (supplement dancomplement) kurikulum,yangperludisusundandituangkandalam rencanakerjatahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan.Pengawas dapatmerekamdata programekstrakurikulerdengancaramembaca programekstrakurikuleryangdisusunolehsekolah. Didalamprogram tersebutharustergambar pengelolaan kepala sekolah,meliputipenentuan ekstrakurikulerpilihan, mengembangkankegiatanpramuka,pemilihan pembinadanpelatih yanghandal,menentukanteknispelaksanaan ekstrakurikuler danpembiayaannya.

Pengawasharusmemberikan pembimbingan kepada kepala sekolah agar penyusunan programekstrakurikuler mengacu kepada petunjuk pelaksanaan ekstrakurikuler dalam PermendikbudNo.81Alampiran II.

Administrasibuku guru dan buku siswa

Administrasibukuguru danbukusiswakali inimerupakanprioritas manajemen saranaprasarana sekolah, karena analisis buku guru dan analisisbukusiswamenjadibagianpentingdalamimplementasikurikulum
2013.Supervisiyangdilakukandapatmelaluiobservasihasilanalisis buku yangdilakukan olehguru,observasirekapitulasihasilanalisis buku, observasi data jumlah buku yangtersedia.

Analisis ratio PTK dalam programpeminatan

Dalam penyusunan program peminatan pengawashendaknyamelakukan pembimbingandanpemantauantermasukpembimbingandalamanalisis PTKdengan strukturkurikulum.SelanjutnyapengawasmelakukanFGD bersamakepalasekolah,komitesekolah dan PTKterutama guruBKuntuk memperoleh dasarpengambilan keputusan tentangjumlah rombel setiap jurusan.

Manajemenkeuangan

Supervisiterhadap manajemenkeuangantetap dijadikanprioritassetiap tahun mengingatseluruh kegiatan yangtercantum dalam RKTmelibatkan pembiayaan.Pengawas melakukanpemantauandalampenyusunan RKT/RKAS berbasis transparansi, efisien dan akuntabel.

Hubungan sekolahdan masyarakat

Hubungansekolahdanmasyarakatdalamkonteksimplementasikurikulum
2013 melibatkan lebih banyak komponen masyarakat yang diharapkan dapatmendukungterselenggaranya kurikulumdisekolah denganbaik.

Layanan khususpeminatan

Dalam pelaksanaan program peminatan,pengawasharusmemantau dan membimbing penyusunan programpeminatanmelibatkan guru BKdan Wakilkepalasekolah urusankesiswaan.Selanjutnyaprogram peminatan disosialisasikankepada stakeholder sekolah.

Rangkuman

Sasaran supervisimanajerial adalah pengelolaan sekolah, meliputi perencanaan,pelaksanaandanevaluasi. Supervisimanajerialhendaknya diarahkanpada peningkatanmutu berbasis sekolahyangbermuarapada kemandirian,pemberdayaandan mutusekolah sehinggadapatmemberikan pelayanan sebaik-baiknya terhadap peserta didik, masyarakat, dan pemerintah.

Refleksi

Setelahkegiatanpembelajaran2,saudaradapatmelakukanrefleksidengan menjawabpertanyaan berikutini!

1. Apakah saudara sudah memahami tentang pelaksanaan supervisi manajerialimplementasikurikulum2013yang akandiaplikasikanpada sekolah binaan?

2. Pengalamanpentingapa yangsaudaraperolehsetelahmempelajarimateri ini?
3. Apa manfaatmateri pelaksanaan supervisi manajerial implementasi kurikulum 2013terhadaptugas seorang pengawas sekolah?
4. Aparencanatindaklanjutsupervisiyangakansaudaralakukansetelah
kegiatan ini?

1-pelaksanaan-supervisi-manajerial-implementasi-kurikulum-2013-

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Januari 2015
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Statistik Blog

  • 1,764,690 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Warga Pidie Jaya Harapkan Bantuan Segera Tersalurkan 9 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, TRIENGGADENG -- Masyarakat korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya mengharapkan bantuan dari pemerintah bisa segera tersalurkan. Seperti masyarakat Desa Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (9/12). Dimana...
    Sadly Rachman
  • BPBD Magetan Bangun Posko Tanggap Darurat 9 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MAGETAN -- BPBD Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membangun sebuah pos komando (posko) tanggap darurat bencana di wilayah paling rawan tanah longsor guna memberikan penanganan cepat jika sewaktu-waktu terjadi...
    Yudha Manggala P Putra

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: