//
you're reading...
Dunia Pendidikan

MACAM-MACAM KTI, DEFINISI, KERANGKA ISI, BUKTI FISIK, DAN BESARAN ANGKA KREDIT

MACAM-MACAM KTI, DEFINISI, KERANGKA ISI, BUKTI FISIK, DAN BESARAN ANGKA KREDIT

1484090_756807657680182_536850671_nPada Kesempatan ini dibahas secara rinci Macam Karya Tulis/Karya Ilmiah Bidang Pendidikan Formal/Pengawasan dan Besaran Angka Kreditnyaberdasar Permenpan & RB Nomor21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, baik dalam bentuk buku maupun artikel hasil penelitian yang diterbitkan secara nasional maupun regional, buku dan artikel hasil gagasan yang diterbitkan secara nasional maupun regional, dan makalah prasaran pada forum ilmiah yang merupakan gagasan sendiri (Tabel 1 Bab II).Untuk masing-masing jenis KTI dibahas secara rinci mulai dari definisi, kerangka isi, bukti fisik, dan besarnya angka kredit.
A. Buku Hasil Penelitian yang Diterbitkan dan Disahkan oleh BSNP atau Puskurbuk Kemendikbud
1. Definisi
Laporan hasil penelitian dalam bentuk buku adalah berisi laporan hasil penelitian yang dilakukan Pengawas Sekolah pada bidang pendidikan formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya. Penelitian tersebut dapat berupa Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), Research& Development, penelitian eksperimen maupun Best Practice. Ukuran buku mengacu pada ukuran Unesco 15,5 Cm x 23 Cm.
2. KerangkaIsi
Kerangka isi buku laporan hasil penelitian, umumnya mengikuti kerangka isi laporan penelitian. Kerangka isi laporan hasil penelitianterdiri dari bagian awal, bagian isi, dan bagian penunjang.
Rincian dari ketiga bagian itu adalah sebagai berikut.
BAGIAN AWAL,terdiri dari:
 halaman judul,
 lembar persetujuan disertai tanggal persetujuannya,
 kata pengantar, disertai tanggal penyusunan laporannya,
 daftar isi,
 daftar tabel,
 daftar gambar dan lampiran,
 abstrak atau ringkasan.
BAGIAN ISI, terdiri dari beberapa bab yakni:
 Bab I Pendahuluan
 Bab II Kajian/Tinjauan Pustaka
 Bab III Metode Penelitian
 Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan,
 Bab V Simpulan dan Saran-saran.
BAGIAN PENUNJANG,berisi
 Daftar Rujukan
 Lampiran-lampiran Pendukung.
3. BuktiFisik
Buku asli atau foto kopi yang ada nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN(Internasional Standard of Book Numbering System), serta pengakuan atau persetujuan dari BSNP (Badan Standarisasi Nasional Pendidikan) atau Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), yang umumnya ada pada sampul buku.Ukuran buku mengikutiUNESCO, 15,5 cm x 23cm.
Jika persetujuan BSNP tersebut belum ada, maka harus disertakan surat pernyataan bahwa buku tersebut telah lulus penilaian dari BSNP atau PuskurbukKemdikbud.
Baik buku asli maupun foto kopi harus disahkan oleh Koordinator Pengawas Sekolah yang bersangkutan. Buku yang tidak ber-ISBN, yang disahkan olehDirjen atau Direkturyang membidangi/menaungitetap mendapatkan angka kredit.
4. BesaranAngkaKredit
Pemberian angka kredit pada Laporan Penelitian dalam bentuk Buku yang berhasil diterbitkan secara nasional sesuai dengan aturan di Tabel 5 di atas, mendapatkan angka kredit sebesar 12,5.
B. Artikel Hasil Penelitian Dimuat di Jurnal Terakreditasi
1. Definisi
Artikel ilmiah hasil penelitian adalah tulisan hasil penelitian dalam bidang pendidikan formal/kepengawasan di wilayah binaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Pengawas Sekolah, berupa penelitian tindakan sekolah atau jenis penelitian eksperimen dan penelitian dan pengembangan serta best practiceyang telah dimuatpada jurnal terakreditasi.

2. Kerangka isi
Kerangka isi penulisan artikel hasil penelitian mengikuti ketentuan dari jurnal penerbitnya. Pada umumnya sistematika penulisan artikel ilmiah hasil penelitian, adalah sebagai berikut.
 Abstrak
 Pendahuluan
 Metode Penelitian
 Hasil dan Pembahasan
 Simpulan
 Daftar Pustaka
Contoh 1.Sistematika dan ketentuan menulis Artikel Hasil Penelitian di Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) terakreditasi Nasional yang diterbitkan oleh LPTK dan ISPI sebagai berikut.
 Judul maksimum 14 kata
 Nama Penulis (tanpa gelar akademik) disertai lembaga asal dan alamat e-mail ditulis di bawah nama penulis.
 Abstrak (bhs.Inggris dan Indonesia) 75-100 kata
 Kata Kunci 3-5 kata
 Pendahuluan (tanpa judul) berisi latar belakang, rumusan masalah atau konteks penelitian, kajian pustaka, dan tujuan penelitian (panjang 15-20% dari total artikel)
 Metode berisi rancangan penelitian,sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data(panjang 10-15% dari total panjang artikel)
 Hasil dan Pembahasan (panjang 40-60% dari total panjang artikel).
 Simpulan (temuan penelitian,jawabanterhadap pertanyaan/intisari pembahasan)
 Daftar Rujukan, hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk. Minimal 80% berupa pustaka terbitan 10 tahun terakhir.
 Artikel merupakan hasil penelitian di bidang kependidikan,diketik dengan program Microsoft Word, huruf Times New Roman, ukuran 12 pts spasi ganda, dicetak di kertas A4 dengan panjang maksimum 38 halaman, diserahkan dalam bentuk print-out beserta soft-copy-nya.
Contoh 2.Sistematika dan ketentuan menulis Artikel Hasil Penelitian di Jurnal PENDIDIKAN & KEBUDAYAANterakreditasi NasionalLIPI yang diterbitkan oleh Balitbang Kemendikbud sebagai berikut.
 Judul
 Nama Penulis
 Abstrak
 Kata Kunci
 Isi. Isi mempunyai struktur dan sistematika serta persentase jumlah halaman sebagai berikut.
 Pendahuluan (10%) berisi latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian
 Kajian Literatur (15%) mencakup kajian teori dan penelitian terdahulu yang relevan
 Metodologi Penelitian (10%) berisi rancangan/model, sampel, data, tempat dan waktu, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
 Hasil Penelitian dan Pembahasan (50%)
 Simpulan dan Saran (15%)
 Pustaka Acuan.
Hal yang tidak mudah dalam menulis artikel hasil penelitian untuk jurnal adalah keterbatasan halaman. Umumnya jumlah halaman dari satu artikel yang dimuat di jurnal antara 10–15 halaman (untuk ukuran kertas A4, font 12, spasi dua). Karena itu kemampuan untuk memadatkan laporan, agar isinya tetap terkomunikasikan dan terjaga, enak dibaca dan mampu menarik minat, memerlukan latihan.

3. Bukti Fisik
Jurnal ilmiah asli atau foto kopi yang menunjukkan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari/penyunting ahli) dan keterangan yang menyatakan bahwa jurnal tersebut telah terakreditasi dari Dirjen Dikti atau LIPI.
Baik jurnal imilah asli maupun foto kopi harus disahkan oleh Koordinator Pengawas Sekolah yang bersangkutan.
4. Besaran Angka Kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap makalah artikel hasil penelitian yang dimuat di jurnal terakreditasi adalah 6 (enam) angka kredit.
Bila satu artikel ilmiah yang sama (atau sangat mirip) dimuat di beberapa jurnah ilmiah, maka angka kredit untuk artikel tersebut hanya diberikan pada salah satu jurnal ilmiah.Namun untuk artikel yang berbeda dimuat di Nomor Jurnal yang sama dihitung sendiri-sendiri.

C. Buku Laporan Hasil Penelitian Diterbitkan, Belum Disahkan BSNP atau Pukurbuk Kemendikbud
1. Definisi
Laporanhasil penelitian dalam bentuk buku berisi laporan hasil penelitian yang dilakukan Pengawas Sekolah pada bidang pendidikan formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.Penelitian tersebut dapat berupa hasil PTS, hasil penelitian eksperimen, penelitian dan pengembangan serta Best Practice.
2. Kerangka Isi
Kerangka isi buku laporan hasil penelitian, terdiri dari bagian awal, bagian isi, dan bagian penunjang.
Rincian dari ketiga bagian itu adalah sebagai berikut.
Bagian Awal, terdiri dari:
 halaman judul,
 lembar persetujuan disertai tanggal persetujuannya,
 kata pengantar disertai tanggal penyusunan laporannya,
 daftar isi,
 daftar label,
 daftar gambar
 daftar lampiran, serta
 abstrak atau ringkasan.
Bagian Isi, terdiri dari lima bab yakni:
 Bab I Pendahuluan.
 Bab II Kajian/Tinjauan Pustaka.
 Bab III Metode Penelitian.
 Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan.
 Bab V Simpulan dan Saran-saran.
Bagian Penunjang,
 Daftar Pustaka/Daftar Rujukan
 Lampiran-lampiran pendukung isi laporan.
3. Bukti Fisik
Buku asli atau foto kopi harus ada keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN,dan tidak perlu ada pengakuan/pengesahandari BSNP atau Puskurbuk Kemendikbud.
Baik buku asli maupun foto kopi harus disahkan oleh Koordinator Pengawas Sekolah yang bersangkutan.
4. Besaran Angka Kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap buku hasil penelitian yang diterbitkan oleh penerbit, namun belum/tidak mendapatkan pengesahan dari BSNP atau Puskurbuk adalah8 (delapan) angka kredit.

D. Artikel Hasil Penelitian di Jurnal Tidak Terakreditasi atau Laporan Hasil Penelitian
1. Definisi
Artikel hasil penelitian adalah tulisan hasil penelitian dalam bidang pendidikan formal/kepengawasan di wilayah binaan yang sesuai dengan tupoksi Pengawas Sekolah, dapat berupa penelitian tindakan sekolah atau penelitian eksperimen, penelitian dan pengembangan, serta best practicetelah dimuat pada jurnal tidak terakreditasi. Masa akreditasi berlaku 5 (lima) tahun sejak diterbitkannya keputusan penetapan. Setiap terbitan berkala ilmiah diwajibkan mencantumkan masa berlaku akreditasi dengan menuliskan tanggal penetapan dan tanggal akhir masa laku tersebut.
Laporan hasil penelitian adalah tulisan hasil penelitian dalam bidang pendidikan formal/kepengawasan di wilayah binaan yang sesuai dengan tupoksi Pengawas Sekolah, baik berupa hasil penelitian tindakan sekolah, hasil penelitian eksperimen, hasil penelitian dan pengembangan maupun best practice, disajikan dalam bentuk laporan penelitian tidak diterbitkan, namun telah diseminarkan dalam lingkup terbatas dan disimpan di perpustakaan.
2. Kerangka isi
Bila berupa artikel ilmiah, kerangka isi penulisan artikel hasil penelitian mengikuti ketentuan dari jurnal penerbitnya. Pada umumnya sistematika penulisan artikel ilmiah hasil penelitian adalah sebagai berikut.
 Abstrak
 Pendahuluan
 Metode Penelitian
 Hasil dan Pembahasan
 Simpulan
 Daftar Pustaka
Bila berupa laporan hasil penelitian, kerangka isi umumnya terdiri dari bagian awal, bagian isi dan bagian penunjang.
Bagian Awal, terdiri dari
 halaman judul,
 lembar persetujuan disertai tanggal persetujuannya,
 kata pengantar disertai tanggal penyusunan laporannya,
 daftar isi,
 daftar tabel,
 daftar gambar
 daftar lampiran,
 abstrak atau ringkasan.
Bagian Isi, terdiri dari lima bab yakni,
 Bab I Pendahuluan
 Bab II Kajian/Tinjauan Pustaka
 Bab III Metode Penelitian
 Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
 Bab V Simpulan dan Saran-saran.
Bagian Penunjang,
 Daftar Pustaka/Rujukan
 Lampiran-lampiran
Penjelasan secara rinci masing-masing bagian adalah sebagai berikut.
Bagian Awal terdiri dari: (a) halaman judul, (b) lembaran persetujuan dan pernyataan dari Korwas (Koordinator Pengawas) yang menyatakan keaslian tulisan dari si penulis, (c) pernyataan dari perpustakaan yang menyatakan bahwa makalah tersebut telah disimpan diperpustakannya, (d) pernyataan keaslian tulisan yang dibuat dan ditandatangi oleh penulis, (e) kata pengantar, (f) daftar isi, (bila ada daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran), serta (g) abstrak atau ringkasan.
Bagian Isi terdiri dari beberapa bab yakni,
 BAB I PENDAHULUANberisi: (a) latar belakang masalah, (b) rumusan masalah, (c) tujuan, dan (d) manfaat hasil penelitian
 Bab II Kajian/Tinjauan Pustaka berisi kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan dan mendasari usulan rancangan penelitian tindakan (khususnya kajian teori yang berkaitan dengan macam tindakan yang akan dilakukan), proses tindakan, ketepatan atau kesesuaian tindakan, dan lain-lain.
 Bab III Metode Penelitian menjelaskan tentang prosedur penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah, penjelasan rinci tentang perencanaan dan pelaksanaan tindakan, prosedur pelaksanaan tindakan, prosedur observasi dan evaluasi, prosedur refleksi, serta hasil penelitian). Langkah-langkah tindakan secara rinci harus ada dan dikemukakan secara jelas dalam bagian ini.
 Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan,mengemukakan gambaran tentang pelaksanaan tindakan, dimulai dari setting penjelasan umum, jalannya tindakan secara rinci tahap demi tahap, siklus demi siklus. Akhir dari bab ini adalah pembahasan, yaitu pendapat peneliti tentang plus minus tindakan serta kemungkinannya untuk diterapkan lagi untuk memperoleh gambaran model tindakan ini sebagai cara atau strategi yang dipandang kreatif dan inovatif, dibandingkan dengan teori-teori yang relevan dari para pakar.
 Bab V Simpulan dan Saran-saran, berisi kesimpulan hasil penelitian sejalan dengan rumusan masalah, tujuan penelitian, dan hipotesis yang diajukan serta hasil pembahasan. Hal-hal yang disarankan kepada pihak-pihak yang berkepentingan hendaknya mengacu pada temuan penelitian dan bersifat operasional.
Bagian Penunjang, terdiri dari sajian daftar pustaka atau daftar rujukan memuat sumber-sumber yang benar-benar dikutip atau dirujuk dalam laporan penelitian, sumber yang hanya dibaca dan tidak dirujuk/dikutip tidak perlu ditulis di daftar pustaka. Sumber yang dirujuk 80% terbitan sepuluh tahun terakhir. Lampiran utama yang harus disertakan adalah:(a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, terutama lembar pengamatan; (b) contoh-contoh hasil kerja dalam pengisian/pengerjaan instrumen baik oleh guru, staf maupun siswa; (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.
3. Bukti Fisik
Artikel di jurnal bukti fisiknya berupa jurnal ilmiah asli atau foto kopi yang menunjukkan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari).
Baik jurnal imilah asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh Koordinator Pengawas Sekolah yang bersangkutan.
Laporan hasil penelitian bukti fisiknya adalah berupa laporan hasil penelitian yang dilengkapi dengan berita acara yang membuktikan bahwa hasil penelitian tersebut telah diseminarkan dalam lingkup terbatas. Berita acara tersebut paling tidak berisi keterangan tentang, waktu, tempat, daftar peserta, notulen seminar, dan dilengkapi dengan daftar hadir peserta. Berita acara ditandatangani oleh panitia seminar dan Koordinator Pengawas Sekolah. Seminar dilaksanakan di suatu sekolah dalam wilayah binaan, dengan peserta minimal 5 (lima) orang Pengawas Sekolah dan 10 (sepuluh) guru yang berasal dari minimal dua sekolah dalam wilayah binaan Pengawas Sekolah yang bersangkutan.
Semua bukti fisik di atas memerlukan pernyataan keaslian dari koordinator pengawas dan surat keterangan dari perpustakaan sekolah yang menyatakan bahwa arsip dari laporan hasil penelitian tersebut telah disimpan di perpustakaan di salah satu sekolah dalam wilayah binaan Pengawas Sekolah yang bersangkutan.
4. BesaranAngka Kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap artikel hasil penelitian yang dimuat di jurnal tingkat regional atau tingkat provinsi atau laporanhasil penelitian adalah 4 (empat) angka kredit.
Bila satu artikel ilmiah yang sama (atau sangat mirip) dimuat di beberapa jurnah ilmiah, maka angka kredit untuk artikel tersebut hanya diberikan pada salah satu jurnal ilmiah.Dua artikel yang berbeda dimuat pada satu jurnal yang sama, masing-masing mendapat angka kredit sendiri-sendiri.
E. Buku Hasil Gagasan Sendiri Diterbitkan dan Disahkan oleh BSNP atau Pukurbuk Kemendikbud

1. Definisi
Hasil gagasan dalam bentuk buku yang diterbitkan adalah karya tulis ilmiah berisi hasil gagasan, baik berupa buku yang berisi tinjauan ilmiah, buku pelajaran atau buku pendidikan.
Buku tinjauan ilmiah berisi hasil gagasan sendiri tentang permasalahan dalam bidang pendidikan formal/kepengawasan.
Buku pelajaran berisi pengetahuan untuk bidang ilmu atau mata pelajaran tertentu dan ditujukan bagi siswa pada jenjang pendidikan tertentu.
Buku pendidikan berisi pengetahuan yang terkait dan dimaksudkan untuk memberikan informasi pengetahuan dalam bidang pendidikan.
2. Kerangka isi
Kerangka isi buku hasil gagasan, mengikuti sistematika jenis/macam buku yang diterbitkan.
Buku hasil tinjauan ilmiahdalam bidang pendidikan formal/kepengawasan di wilayah binaan yang sesuai dengan tupoksi pengawas sekolah, pada umumnya berisi:
• Pendahuluan berisi uraian tentang latar belakang masalah, rumusan masalah
• Kajian Teori, berisi teori-teori yang relevan,
• Pembahasan, terutama mengemukakan tentang gagasan/ide penulis dalam upaya memecahkan masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan formal/kepengawasan di sekolah binaannya. Pembahasan tersebut didukung oleh teori dan data yang relevan.
• Simpulan
Buku Pelajaran, kerangka isinya adalah sebagai berikut:
• Pengantar
• Bagian Pendahuluan
 Daftar isi
 Tujuan buku pelajaran
• Bagian Isi
 Judul bab atau topik isi bahasan
 Penjelasan tujuan bab
 Uraian isi pelajaran
 Penjelasan teori
 Sajian contoh
 Soal latihan
• Bagian Penunjang
 Daftar kepustakaan
 Data diri penulis
Buku Pendidikan, kerangka isinya adalah sebagai berikut:
• Pengantar
• Bagian Pendahuluan
• Bagian Isi
Terdiri dari beberapa bab/bagian sesuai dengan isi pengetahuan pendidikan yang disajikan. Masing-masing bab/bagian serupa dengan bagian isi buku.
• Bagian Penunjang
o Daftar kepustakaan
o Data diri penulis

3. Bukti fisik
Buku asli atau foto kopi yang ada keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN, serta penjelasan tentang pengakuan atau persetujuan dari BSNP atau Puskurbuk Kemendikbud umumnya ada pada sampul buku.
Bilamana persetujuan BSNP tersebut belum ada, maka harus disertakan surat pernyataan bahwa buku tersebut telah lulus penilaian dari BSNP atauPuskurbuk Kemendikbud.
Baik buku asli maupun foto kopi harus disahkan oleh Koordinator Pengawas Sekolah yang bersangkutan.
5. BesaranAngka Kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap buku hasil gagasan/tinjauan ilmiah yang diterbitkan dan disahkan BSNP atau Puskurbuk Kemendikbud dan diedarkan secara nasional adalah 8 (delapan) angka kredit.

F. Artikel Hasil Gagasan Dimuat di Jurnal Terakreditasi

1. Definisi
Artikel hasil gagasan adalah tulisan hasil gagasan berupa tinjauan ilmiah dalam bidang pendidikan formal/kepengawasan di wilayah binaan sesuai dengan tupoksi pengawas sekolah, yang telah dimuat pada jurnal terakreditasi.Masa akreditasi berlaku 5 (lima) tahun sejak diterbitkannya keputusan penetapan. Setiap terbitan berkala ilmiah diwajibkan mencantumkan masa berlaku akreditasi dengan menuliskan tanggal penetapan dan tanggal akhir masa laku tersebut.
2. Kerangka isi
Kerangka isi penulisan artikel hasil gagasan mengikuti ketentuan dari jurnal penerbitnya. Pada umumnya sistematika penulisan artikel ilmiah hasil gagasan, adalah sebagai berikut.
 Abstrak
 Pendahuluan berisi latar belakang masalah dan rumusan masalah
 Kajian teori, menguraikan teori-teori yang relevan.
 Pembahasan terutama mengemukakan tentang gagasan/ide penulis dalam upaya memecahkan masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan formal/kepengawasan di sekolah binaannya. Pembahasan tersebut didukung oleh teori dan data yang relevan.
 Simpulan
 Daftar Pustaka dan Lampiran

3. Bukti Fisik
Jurnal ilmiah asli atau foto kopi yang menunjukkan adanya nomor ISSN, tanggal terbit, susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari) serta keterangan yang menyatakan bahwa jurnal tersebut telah terakreditasi secara nasional.UNESCO merekomendasikan agar terbitan berkala ilmiah diterbitkan dengan kertas berukuran A4 (210 x 297 mm). Jumlah halaman dalam setiap jilid harus konsisten, paling sedikit berjumlah 200 halaman.
Baik jurnal ilmiah asli maupun foto kopi harus disahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan.
4. BesaranAngka Kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap artikel hasil gagasan yang dimuat di jurnal terakreditasi adalah 4 (empat) angka kredit.
Bila satu artikel ilmiah yang sama (atau sangat mirip)dimuat di beberapa jurnah ilmiah, maka angka kredit untuk artikel tersebut hanya diberikan pada salah satu jurnal ilmiah.Namun bila dua artikel yang berbeda dimuat pada satu jurnal yang sama, masing-masing mendapat nilai kredit sendiri-sendiri.

G. Buku Hasil Gagasan yang Diterbitkan, Namun Belum/Tidak Mendapat Pengesahan dari BSNP atau Puskurbuk Kemendikbud

1. Definisi
Hasil gagasan dalam bentuk buku adalah karya tulis ilmiah yang berisi hasil gagasan, baik berupa buku yang berisi tinjauan ilmiah, buku pelajaran atau buku pendidikan.
Buku tinjauan ilmiah adalah buku yang berisi hasil gagasan sendiri tentang permasalahan dalam bidang pendidikan formal/ kepengawasan.
Buku pelajaran adalah buku yang berisi pengetahuan untuk bidangilmu atau mata pelajaran tertentu dan ditujukan bagi siswa pada jenjang pendidikan tertentu.
Buku pendidikan adalah buku yang berisi pengetahuan terkait dan dimaksudkan untuk memberikan informasi pengetahuan dalam bidang pendidikan.
2. Kerangka isi
Kerangka isi buku hasil gagasan, umumnya mengikuti sistematika buku yang diterbitkan.
Buku Tinjauan lmiahdalam bidang pendidikan formal/kepengawasan di wilayah binaan yang sesuai dengan tupoksi pengawas sekolah, pada umumnya berisi:
• Pendahuluan berisi latar belakang masalah dan rumusan masalah
• Kajian teori, menguraikan teori-teori yang relevan,
• Pembahasan, terutama mengemukakan tentang gagasan/ide penulis dalam upaya memecahkan masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan formal/kepengawasan di sekolah binaannya. Pembahasan tersebut didukung oleh teori dan data yang relevan.
• Simpulan
Buku Pelajaran, pada umumnyakerangka isinya adalah sebagai berikut:
• Pengantar
• Bagian Pendahuluan
 Daftar isi
 Tujuan buku pelajaran
• Bagian Isi
 Judul bab atau topik isi bahasan
 Penjelasan tujuan bab
 Uraian isi pelajaran
 Penjelasan teori
 Sajian contoh
 Soal latihan
• Bagian Penunjang
 Daftar kepustakaan
 Data diri penulis
Buku Pendidikan, pada umumnya kerangka isinya adalah sebagai berikut:
• Pengantar
• Bagian Pendahuluan
• Bagian Isi
Terdiri dari beberapa bab/bagian sesuai dengan isi pengetahuan pendidikan yang disajikan. Masing-masing bab/bagian serupa dengan bagian isi buku.
• Bagian Penunjang
o Daftar kepustakaan
o Data diri penulis
3. Bukti fisik
Buku asli atau foto kopi yang dengan jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN.
Untuk buku ini tidak diperlukan adanya pengesahan dari BSNP atau Puskurbuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Baik buku asli maupun foto kopi harus disahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan.

4. Besaran Angka Kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap buku hasil gagasan yang diterbitkan, namun belum mendapat pengakuan/disahkan oleh BSNP atau Puskurbuk Kemendikbud sebesar 7 (tujuh) angka kredit.

H. Artikel Hasil Gagasan Dimuat di Jurnal Tidak Terakreditasi atau Laporan Hasil Tinjauan Ilmiah
1. Definisi
Artikel hasil gagasan adalah tulisan hasil gagasan yang dapat berupa tinjauan ilmiah dalam bidang pendidikan formal/kepengawasan di wilayah binaan sesuai dengan tupoksi pengawas sekolah, yang telah dimuat pada jurnal tidak terakreditasi.
2. Kerangka isi
Kerangka isi penulisan artikel hasil gagasan mengikuti ketentuan dari jurnal penerbitnya. Sistematika penulisanartikel hasil gagasan, pada umumnya sebagai berikut.
 Abstrak
 Pendahuluan berisi latar belakang masalah dan rumusan masalah
 Kajian teori, berisi uraian tentang teori-teori yang relevan.
 Pembahasan, terutama mengemukakan tentang gagasan/ide penulis dalam upaya memecahkan masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikanformal/kepengawasan di sekolah binaannya. Pembahas-an tersebut didukung oleh teori dan data yang relevan.
 Simpulan
 Daftar Pustaka dan Lampiran

3. Bukti Fisik
Jurnal ilmiah asli atau foto kopi yang menunjukkan adanya nomor ISSN, tanggal terbit, susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari).
Baik jurnal imilah asli maupun foto kopi harus disahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan.
4. BesaranAngka Kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap artikel hasil gagasan yang dimuat di jurnal tidak terakreditasi adalah 3,5(tiga setengah) angka kredit.
Bila satu artikel ilmiah yang sama (atau sangat mirip)dimuat di beberapa jurnah ilmiah, maka angka kredit untuk artikel tersebut hanya diberikan pada salah satu jurnal ilmiah. Namun dua artikel yang berbeda dimuat pada satu jurnal yang sama, masing-masing mendapat nilai sendiri-sendiri.

I.Laporan Hasil Gagasan atau Tinjauan Ilmiah
1. Definisi
Laporan Hasil Gagasan atau tinjauan ilmiah adalah karya tulis pengawas sekolah yang berisi ide/gagasan penulis dalam upaya mengatasi berbagai masalah pendidikan formal/kepengawasan yang ada di sekolah-sekolah dalam wilayah binaannya.

2. Kerangka isi
Kerangka isi laporan hasil gagasan atau tinjauan ilmiah pada umumnya adalahsebagai berikut.
Bagian Awal terdiri dari: halaman judul, lembar persetujuan disertai tanggal persetujuan, kata pengantar disertai tanggal penyusunan makalah, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan lampiran, serta abstrak atau ringkasan.
Bagian Isi umumnya terdiri dari empat bab yakni:
• Bab Pendahuluan, berisi Latar Belakang Masalah dan Rumusan Masalah,
• Bab Kajian/Tinjauan Pustaka
• BabPembahasan Masalah didukung data-data yang ada di sekolah-sekolah di wilayah binaannya. Pada bab ini perlu disajikan kejelasan ide atau gagasan asli penulis yang terkait dengan upaya pemecahan masalah.
• Bab Simpulan
Bagian Penunjangberisi sajian daftar pustaka dan lampiran-lampiran tentang data yang dipakai untuk menunjang tinjauan atau gagasan ilmiah.
3. Bukti Fisik
Bukti fisik yang diperlukan untuk penilaian angka kredit berupa:(a) laporan asli atau foto kopi dengan pernyataan keaslian darikoordinator pengawas, dan (b) keterangan dari perpustakaan sekolah yang menyatakan bahwa arsip dari laporan hasil gagasan atau tinjauan ilmiah tersebut telah disimpan di salah satu perpustakaan sekolah di wilayah binaannya.
4. BesaranAngka Kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap laporan hasil gagasan atau tinjauan ilmiah adalah 3,5 (tiga setengah) angka kredit.

K. Makalah Presentasi Pada Forum Ilmiah Tingkat Nasional, Regional (Propinsi), dan Kabupaten/Kota.

1. Definisi
Makalah presentasi pada forum ilmiah adalah tulisan yang berisi laporan hasil penelitian atau gagasan sendiri, seperti tinjauan ilmiah atau karya non penelitian di bidang pendidikan formal/pengawasan, yang dipakai untuk mendukung presentasi pada forum ilmiah.
2. Kerangka isi
Kerangka isi makalah pada umumnya mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh panitia pertemuan ilmiah. Namun demikian, setidaknya makalah tersebut mempunyai bagian-bagian isi sebagai berikut.
 Bagian Awal: berisi judul, keterangan tentang kapan, dimana dan pada macam kegiatan apa pertemuan ilmiah tersebut dilakukan.
 Bagian Isi: (a) sajian abstrak/ringkasan, (b) paparan masalah utama berikut pembahasan masalah, dan (c) penutup
 Bagian Akhir: daftar pustaka.
3. Bukti Fisik
Makalah prasaran ilmiah asli atau fotocopyperlu dilengkapi berbagai dokumen pendukung yang membuktikan bahwa makalah tersebutmemang telah disajikan dalam forum ilmiah tingkat nasional, tingkat regional/propinsi atau tingkat kabupaten/kota. Bukti tersebut antara lain surat keterangan dari panitia penyelenggara, sertifikat/piagam, surat ijin, dan lain-lain.
Baik makalah asli maupun foto kopi harus disahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan.
4. BesaranAngka Kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap makalah prasaran ilmiah adalah 2,5 (dua setengah) angka kredit.

TAHAPAN PENILAIAN KARYA TULIS ILMIAH

A. Tahapandalam Menilai
1. TahapPertama
a. Ambil format penilaian yang sudah disediakan. Ambil KTI yang akan dinilai.
b. Perhatikan identitas pengawas sekolah yang akan dinilai karya pengem-bangan profesinya.
c. Sesuaikan dengan isian yang telah ada di dalam format. Bila ada yang tidak sesuai, minta penjelasan kepada petugas sekretariat.
d. KTI tersebut merupakan pengajuan kembali, atau yang pernah ditolak, baca dengan cermat isi surat penolakan terdahulu, dan pahami apa yang disarankan dalam surat tersebut. Bila tidak ada surat terdahulu, tanyakan kepada sekretariat.
2. Tahap Kedua Cermati apakah KTI-nya Memenuhi Persayaratan APIK (terutama keaslian KTI-nya)
a. Baca KTI secara cepat namun cermat dan perhatikan indikator-indikator sebagaimana tertera pada nomor 1 sampai dengan 4 ( Asli, Perlu, Ilmiah, dan Konsisten)
b. Bila tidak memenuhi syarat, tuliskan nomor alasan penolakan pada format penilaian.
c. Bila APIK teruskan dengan membaca lebih cermat dan menentukan jenis karya tulisilmiahnya.
3. Tahap Ketiga Cermati KTI sesuai dengan Jenis Publikasinya
a. Lihat nomor alasan dari nomor5 sampai dengan8. Nilailah KTI sesuai dengan nomor alasan yang sesuai dengan Jenis Publikasinya.
b. Bila tidak memenuhi syarat, tuliskan nomor alasan penolakan pada format penilaian.
c. Bila telah memenuhi semua persyaratan, berikan nilai yang sesuai dengan ketetapan pada format penilaian.
d. Lanjutkan dengan menilai KTI berikutnya.

B. Rambu-rambu Alasan Penolakan KTI
Berikut ini adalah rambu-rambu alasan penolakan KTI sebagai acuan dalam menilai KTI. Kemungkinan masih diketemukan alasan lain untuk ditolak namun belum/tidak tertulis pada tabel berikut ini, maka masukan dari tim penilai sangat diharapkan demi penyempurnaan pedoman ini.

Tabel 5 Nomor Alasan Penolakan dan Saran KTI
No Alasan penolakan dan saran
1 a Keaslian KTI diragukan, sehubungan adanya berbagai data yang tidak konsisten seperti nama, nama sekolah, lampiran, foto dan data yang tidak sesuai.
Disarankan untuk membuat KTI baru, karya sendiri, yang berfokus pada laporan mengenai permasalah-an nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya.
b Keaslian KTI diragukan, sehubungan dengan waktu pelaksanaan kegiatan penelitian yang kurang wajar, terlalu banyak penelitian yang dilakukan dalam waktu yang terbatas.
Disarankan untuk membuat KTI baru, karya sendiri, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya.
c Keaslian KTI diragukan, sehubungan adanya perbedaan kualitas, cara penulisan, gaya bahasa yang mencolok di antara karya-karya yang dibuat oleh seorang pengawas sekolah yang sama
Disarankan untuk membuat KTI baru, karya sendiri, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya.
d Keaslian KTI diragukan, sehubungan adanya terlalu banyak kesamaan mencolok di antara KTI yang dinyatakan dibuat pada waktu yang berbeda. Seperti foto-foto, dokumen, surat pernyataan yang dinyatakan dibuat dalam waktu yang berbeda, sama antara yang satu dengan yang lain.
Disarankan untuk membuat KTI baru, karya sendiri, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya.
e Keaslian KTI diragukan, sehubungan adanya kemiripan yang mencolok dengan skripsi, tesis atau deser-tasi, baik mungkin karya yang bersangkutan maupuan karya orang lain.
Disarankan untuk membuat KTI baru, karya sendiri, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya.
f Keaslian KTI diragukan, sehubungan adanya berbagai kesamaan mencolok dengan karya tulis yang dibuat oleh orang lain, dari daerah yang sama, seperti di sekolah, kabupaten, kota, atau wilayah yang sama.
Disarankan untuk membuat KTI baru, karya sendiri, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya.

2 a Isi dari hal dipermasalahkan, merupakan tentang hal yang terlalu luas/terlalu umum, atau berada di luar bidang pendidikan/kepengawasan, atau merupakan kajian tentang hal spesifik bidang kelimuan, yang tidak terkait dengan permasalahan nyata yang ada di sekolah-sekolah binaannya.
Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan sesuai dengan tupoksinya.
b KTI tidak dapat dinilai, karena tidak jelas jenis KTI-nya atau tidak termasuk yang dapat dinilai berdasar pada peraturan yang berlaku, atau isi dari hal dituliskan, tidak termasuk dari macam KTI yang dapat diajukan untuk dinilai sebagai bagian kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah, misalnya RPP, contoh-contoh soal ujian, LKS, kumpulan kliping, dan sejenisnya.
Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
c Isi permasalahan yang disajikan tidak sesuai dengan tugas pengawas sekolah yang bersangkutan.
Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
3 a Kerangka penulisannya belum mengikuti kaidah yang umumnya digunakan dalam penulisan ilmiah.
Disarankan untuk membuat KTI baruyang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
4 a KTI yang diajukan untuk dinilai telah kadaluwarsa.
Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
b KTI yang diajukan pernah dinilai dan sudah pernah disarankan untuk melakukan perbaikan, namun perbaikan yang diharapkan belum ada atau belum sesuai.
Disarankan untuk kembali memperbaiki KTI-nya sesuai dengan saran terdahulu. Surat tentang saran perbaikan tersebut harus dilampirkan.
c KTI yang diajukan pernah dinilai dan sudah dinyatakan tidak dapat dinilai.
Disarankan untuk membuat KTI baru, karya sendiri, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan
5 a Dinyatakan sebagai buku hasil penelitian yang diterbitkan dan disahkan BSNP atau Puskurbuk dan diedarkan secara nasional namun tidak /kurang dilengkapi dengan bukti fisik yang mendukungnya.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang terdiri dari: Buku asli atau foto kopi yang dengan jelasdapat menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN, serta penjelasan tentang pengakuan atau persetujuan dari BSNP(Badan Standarisasi Nasional Pendidikan) Kementerian Pendidikan Nasional atau Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional Baik buku asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan
b Dinyatakan sebagai artikel hasil penelitian telah dimuat di jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi atau tingkat regional, namun tidak/kurang dilengkapi dengan bukti fisik yang mendukungnya.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang berupa Jurnal ilmiah asli atau foto kopi yang menunjukan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari) dan keterangan yang menyatakan bahwa jurnal tersebut telah terakreditasi secara nasional. Baik jurnal ilmiah asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan.

c Dinyatakan sebagai buku laporan hasil penelitian yang belum atau tidak mendapatkan pengesahan BSNP atau Puskurbuk, namun tidak dilengkapi dengan bukti fisik yang memadai.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang berupa Buku asli atau foto kopi yang dengan jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN. Baik buku asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan.
d Dinyatakan sebagai Laporan Hasil PTS namun tidak dilengkapi dengan bukti fisik yang memadai.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang antara lain berupa berita acara yang membuktikan bahwa hasil penelitian tersebut telah di seminarkan dalam lingkup terbatas, serta bukti-bukti (dokumen) lain yang dapat memberikan keyakinan bahwa PTS tersebut telah dilaksanakan (misalnya rancangan/laporan program tindakan setiap siklus, semua instrumen yang digunakan, contoh hasil kerja, contoh isian instrumen, foto-foto kegiatan beserta penjelasannya, daftar hadir pada setiap tindakan, surat ijin penelitian, dan dokumen pelaksanaan penelitian lain yang menunjang keaslian penelitian tersebut)
e Dinyatakan sebagai Laporan Hasil PTS namun isi laporan tersebut tidak sesuai karena (a) tindakan yang dilakukan tidak jelas apa dan mengapanya atau (b) tidak didukung oleh data-data hasil pelaksanaan tindakan yang memadai.
Disarankan untuk membuat KTI baru, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/ kepengawasan di daerah wilayah binaan
f Dinyatakan sebagai Laporan Hasil PTS namun isi laporan tersebut berupa laporan penelitian tindakan kelas, atau berupa laporan penelitian lain yang bukan menjadi tanggung jawab pengawas sekolah.
Disarankan untuk membuat KTI baru, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan
6 a Dinyatakan sebagai buku hasil gagasan yang diterbitkan dan disahkan BSNP atau Puskurbuk dan diedarkan secara nasional namun tidak/kurang dilengkapi dengan bukti fisik yang mendukungnya.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang terdiri dari: Buku asli atau foto kopi yang dengan jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN, serta penjelasan tentang pengakuan atau persetujuan dari BSNP(Badan Standarisasi Nasional Pendidikan) Kementerian Pendidikan Nasional atau Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional Baik buku asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan
b Dinyatakan sebagai artikel hasil gagasan ilmiah yang telah dimuat di jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi atau tingkat regional, namun tidak/kurang dilengkapi dengan bukti fisik yang mendukungnya.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang berupa Jurnal ilmiah asli atau foto kopi yang menunjukan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari) dan keterangan yang menyatakan bahwa jurnal tersebut telah terakreditasi secara nasional. Baik jurnal ilmiah asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan.
c Dinyatakan sebagai buku laporan gagasan/tinjauan ilmiah yang diterbitkan belum atau tidak disahkan BSNP atau Puskurbuk Kemendikbud, namun tidak dilengkapi dengan bukti fisik yang memadai.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang berupa Buku asli atau foto kopi yang dengan jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN. Baik buku asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan.

d Dinyatakan Laporan Tinjauan/Gagasan Ilmiahnamun tidak dilengkapi dengan bukti fisik yang memadai
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang antara lain berupa berita acara yang membuktikan bahwa hasil penelitian tersebut telah di seminarkan dalam lingkup terbatas, serta bukti-bukti (dokumen) lain yang dapat mendukung data yangb tetsaji dalam laporan gagasan ilmiah tersebut.
e DinyatakanLaporan Tinjauan/Gagasan Ilmiah, namun tidak jelas apa dan bagaimana gagasan penulis dalam mengatasi masalah.
Disarankan untuk membuat KTI baru, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan
f Dinyatakan sebagai, buku pelajaran, namun belum dapat dinilai karena belum memenuhi syarat karena isinya tidak sesuai sebagai buku ajar.
Disarankan untuk membuat KTI baru, yang berisi atau mempermasalahkan permasalahan nyata di bidang pendidikan formal pada satuan pendidikannya yang sesuai dengan tugas pengawas sekolah yang bersangkutan.
g Dinyatakan sebagai Buku dalam bidang Pendidikan namun belum dilengkapi dengan bukti fisik yang diperlukan.
Disarankan melengkapi persyaratan bukti fisik berupa buku asli atau fotokopi yang secara jelas menunjuk-kan nama penulis atau nama penulis-penulis buku tersebut. Buku tersebut harus pula secara jelas menun-jukkan nama penerbit, tahun diterbitkan, serta keterangan-keterangan lain yang diperlukan seperti (bila ada) persetujuan dari BSNP, nomor ISBN dan lain-lain.
h Dinyatakan sebagai buku dalam bidang pendidkan namun isinya kurang memenuhi persyaratan sebagai buku dalam bidang pendidikan.
Disarankan untuk membuat KTI baru, yang berisi atau mempermasalahkan permasalahan nyata di bidang pendidikan formal pada satuan pendidikannya yang sesuai dengan tugas pengawas sekolah yang bersangkutan.
7 a Isi makalah presentasi ilmiah, tidak berkaitan dengan permasalahan atau tugas pengawas sekolah yang bersangkutan.
Disarankan untuk membuat KTI baruyang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan
b Makalah /prasaran ilmiah tidak dapat dinilai karena dilaksanakan pada pertemuan ilmiah yang tidak memenuhi syarat seperti tidak jelas kapan waktu penyajian disajikan melalui sistem paralel dengan jumlah penyaji tidak layak, atau dilakukan oleh kepanitiaan yang tidak jelas.
Disarankan untuk membuat KTI baruyang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan
c Makalah/prasaran ilmiah tidak dapat dinilai karenai makalah tersebut sama persis dengan artikel yang telah diterbitkan dalam jurnal atau melalui media yang lain.
Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan
d Isi makalah presentasi ilmiah telah sesuai namun belum atau kurang dilengkapi dengan bukti fisiknya.
Disarankan untuk melengkapi makalah prasaran ilmiah dengan bukti fisik sebagai antara lain: Bukti tersebut antara lain surat keterangan dari panitia penyelenggara, sertifikat/piagam, surat ijin, dan lain-lain. Baik makalah asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan

a Dinyatakan sebagai buku terjemahan yang diterbitkan di tingkat nasional namun tidak/kurang dileng-kapi dengan bukti fisik yang mendukungnya.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang terdiri dari: Buku asli atau foto kopi yang dengan jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN, serta penjelasan tentang pengakuan atau persetujuan dari BSNP (Badan Standarisasi Nasional Pendidikan) Kementerian Pendidikan Nasional atau Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional Baik buku asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan
b Dinyatakan sebagai artikel hasil terjemahan yang telah dimuat di jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi atau tingkat regional, namun tidak/kurang dilengkapi dengan bukti fisik yang mendukungnya.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang berupa Jurnal ilmiah asli atau foto kopi yang menunjukan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari) dan keterangan yang menyatakan bahwa jurnal tersebut telah terakreditasi secara nasional. Baik jurnal ilmiah asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan.
c Dinyatakan sebagai buku hasil terjemahan yang diterbitkan tidak/belum mendapat pengesahan dari BSNP atau Puskurbuk, namun tidak dilengkapi dengan bukti fisik yang memadai.
Disarankan untuk melengkapi bukti fisik yang berupa Buku asli atau foto kopi yang dengan jelas dapat menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbit, nomor ISBN. Baik buku asli maupun foto kopi harus disyahkan oleh koordinator pengawas sekolah yang bersangkutan.
d Dinyatakan makalah hasil terjemahan namun tidak jelas apa dan mengapa terjemahan tersebut dibuat dalam kaitannya dengan tugas dan tanggungjawab kepengawasan.
Disarankan untuk membuat KTI baru, yang berfokus pada laporan mengenai permasalahan nyata yang dihadapi pengawas sekolah pada bidang pendidikan formal/kepengawasan di daerah wilayah binaan
8 a Dinyatakan berupa karya terjemahan, namun belum memenuhi persyaratan karena hal yang terjemahkan tidak sesuai dengan tugas si penulis sebagai pengawas sekolah.
Disarankan untuk membuat KTI baru, yang berisi permasalahan nyata di bidangpendidikan formal pada satuan pendidikannya yang sesuai dengan tugas pengawas sekolah yang bersangkutan.
b Dinyatakan berupa karya terjemahan, namuntidak ada keterangan yang menjelaskan perlunya karya terjemahan untuk menunjang proses atau hasil kepengawasan.
Disarankan untuk membuat KTI baru, yang berisi permasalahan nyata di bidang pendidikan formal pada satuan pendidikannya yang sesuai dengan tugas pengawas sekolah yang bersangkutan.

PENUTUP

Tugas tim penilai KTI adalah menilai kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah, khususnya KTI yang sesuai dengan pedoman agar tujuan kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah dapat dicapai.Hal terpenting dalam menilai adalahmemberikan alasan, saran yang jelasdan santun, serta memberikan dampak pembelajaran untuk perbaikan bagi si penulis.
Isi pedoman ini memberikan pilihan alasan dan saran dalam penilaian pengembanganprofesi pengawas sekolah, khususnya KTI agar terjadi kesamaan persepsi di antara tim penilai KTI, dan untuk membantu proses pembuatan surat-surat jawaban.Dalam praktik penilaian akan terjadi hal-hal khusus yang tidak ada dalam pedoman ini. Jika ditemui hal-hal yang khusus ini, maka alasan dan saran harus dibuat oleh tim penilai dengan mengacu pada ketercapaian tujuan penilaian.

DAFTAR BACAANPUSTAKA

Akhadiah, Sabarti, Arsyad Maidar G., dan Ridwan, Sakura H. 1989. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Brotowidjoyo, Mukayat D. 2002. Penulisan Karangan Ilmiah. (Ed. Ke-2). Jakarta: Akademika Pressindo.

Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen Dikdasmen; 2002, Petunjuk Praktis Penulisan Karya Tulis Ilmiah bidang Pendidikan, bagi jabatan Guru, Jakarta.

Direktorat Pendidikan Guru/Tenaga Teknis, Ditjen Dikdasmen, 1997; Pedoman Penulisan Karya tulis Ilmiah bidang Pendidikan, Jakarta.

Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan MutuPendidik dan Tenaga Kependidikan,. 2009. Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Depdiknas, 2000. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah bidang Pendidikan; sebagai Pengembangan Profesi Guru, Jakarta.

Ekosusilo, Madyo. 2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Effhar : Semarang.

Husaini Usman. 2012. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.

Keraf, Gorys. 1997. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende-Flores: Penerbit Nusa Indah.

Menpan dan RB RI . 2010. Permenpan dan RB Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.

Sugono, Dendy. 1997. Berbahasa Indonesia Dengan Benar.Jakarta : Puspa Swara.

Suharsimi, Suhardjono dan Supardi, 2006, Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Suhardjono, Azis Hoesein, dkk. 1996. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi. Jakarta : Depdikbud, Dikdasmen.

Suhardjono dan Supardi 2004, Penulisan Karya Tulis Ilmiah, DirektoratTenaga Kendidikan Ditjen Dikdasmen, Jakarta.

Suhardjono 2006, Laporan Penelitian sebagai KTI, makalah pada pelatihan peningkatan mutu guru dalam pengembangan profesi di Pusdiklat Diknas Sawangan, Jakarta, Februari 2006.

Supardi, Pengembangan Profesi Guru dan Ruang Lingkup Karya Tulis Ilmiah, 2005, Direktorat Profesi Pendidik, Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Wasis, D. Dwiyogo. 2007 Penelitian Tindakan Kepengawasan, untuk Memperbaiki Sekolah dan Pembelajaran. Teori dan Praktik untuk Pengawas Sekolah. Malang : Wineka Media.

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Oktober 2014
S S R K J S M
« Sep   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Statistik Blog

  • 1,764,690 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Warga Pidie Jaya Harapkan Bantuan Segera Tersalurkan 9 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, TRIENGGADENG -- Masyarakat korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya mengharapkan bantuan dari pemerintah bisa segera tersalurkan. Seperti masyarakat Desa Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (9/12). Dimana...
    Sadly Rachman
  • BPBD Magetan Bangun Posko Tanggap Darurat 9 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MAGETAN -- BPBD Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membangun sebuah pos komando (posko) tanggap darurat bencana di wilayah paling rawan tanah longsor guna memberikan penanganan cepat jika sewaktu-waktu terjadi...
    Yudha Manggala P Putra

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: