//
you're reading...
Dunia Pendidikan

KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI PENGAWAS SEKOLAH

1484090_756807657680182_536850671_nPeraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenegpan& RB) Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, serta Peraturan BersamaMendiknas Nomor01/III/PB/2011; Kepala BKN Nomor6 Tahun 2011tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, pada prinsipnya bertujuan untuk membina karier kepangkatan dan profesionalisme pengawas sekolah. Untuk, pengawas sekolah wajib melakukan berbagai kegiatan dalam pelaksanaan tugasnya.
Berbagai kegiatan itu diberi bobot angka yang disebut sebagai angka kredit yang diperlukan sebagai salah satu syarat dalam kenaikan pangkat/jabatan.Untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi dari Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata, golongan ruangIII/csampai dengan Pengawas Sekolah Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e, selain harus memenuhi jumlah angka kredit kumulatif yang dipersyaratkan, juga harus memenuhi angka kredit dari unsur pengembangan profesi.Pengembangan profesi adalah pengembangan kompetensi Pengawas Sekolah yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya.
Kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah adalah kegiatan pengawas sekolah dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan, teknologi, sikap dan keterampilan untuk peningkatan profesionalisme dan dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan sekolah (berdasar definisi pada Permenegpan & RB Nomor 21 Tahun 2010)

Permenegpan & RB i Nomor 21 Tahun 2010 Lampiran 1 ada tiga subunsur kegiatan pengembangan profesi yaitu:(A) pembuatan karya tulis dan atau karya ilmiah di bidang pendidikan formal/pengawasan, (B)penerjemahan/penyaduran buku dan atau karya ilmiah di bidang pendidikan formal/pengawasan, dan (C) membuat karya inovatif. Dari tiga subunsur tersebut ada 19 (sembilan belas) macam kegiatan pengembangan profesipengawas sekolah, para pengawas sekolah diberi kesempatan seluas-luasnya untuk memilih di antara sembilanbelas macam tersebut.
Kegiatan pengembangan profesi pengawas bukan hanya membuatKTI, namun KTI hanya merupakan salah satu bentuk dari kegiatan pengembangan profesi yang dapat dilakukan oleh para pengawas sekolah.
Materi bimtekini difokuskan pada kegiatan pembuatan KTIdi bidang pendidikan formal/pengawasan yang meliputi lima macam kegiatan yaitu: (1)hasil penelitian yang dipublikasikan, (2) hasil penelitian yang tidak dipublikasikan, (3) hasil gagasan yang dipublikasikan, (4) hasil gagasan yang tidak dipublikasikan, dan (5) menyampaikan prasaran berupa gagasan tinjauan dan atau ulasan ilmiah di bidang pendidikan formal/pengawasan dalam pertemuan ilmiah.

Besaran angka kredit untukkarya tulis dan atau karya ilmiah di bidang pendidikan formal/pengawasan dapat disajikan pada Tabel 1 berikut.

Tabel 1 Macam KTI Bidang Pendidikan Formal/Pengawasan dan Besaran Angka Kreditnya.

A.Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang pendidikan formal/pengawasan (hasil penelitian):

a.Dipublikasikan dalam bentuk buku diterbitkan

Buku hasil penelitian disahkan BSNP atau Puskurbuk Kemdikbud diterbitkan dan diedarkan secara nasional          =12,5

Buku laporan hasil penelitian diterbitkan,belum/tidak mendapat pengesahan BSNP atau Pukurbuk Kemdikbud.    = 8

b.Dipublikasikan dalam bentuk artikel atau laporan hasil penelitian

Artikel hasil penelitian dimuat di jurnal ilmiah nasional terakreditasi.   =6
Artikelhasil penelitian dimuat di jurnal ilmiah tingkat regional belum/tidak terakreditasi atau laporan hasil penelitian  = 4

B.Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang pendidikan formal/pengawasan(hasil gagasan sendiri

a.Dipublikasikan dalam bentuk buku diterbitkan

Buku hasil gagasan disahkan BSNP atau Puskurbuk diterbitkan dan diedarkan secara nasional   =8
Buku hasil gagasan yang belum atau tidak disahkan BSNP atau Puskurbuk, diterbitkan dan diedarkan secara nasional =7
b.Dipublikasikan dalam bentuk artikel/laporan tinjauan ilmiah

Artikel hasil gagasan telah dimuat di jurnal ilmiah tingkat nasional terakreditasi.= 4
Artikel hasil gagasan telah dimuat di jurnal ilmiah belum atau tidak terakreditasi tingkat regional atau laporan tinjauan

ilmiah =3,5

C.Menyampaikan prasaran berupa gagasan tinjauan dan atau ulasan ilmiah di bidang pendidikan formal /pengawasan

     Makalah presentasi pada forum ilmiah tingkat nasional, regional atau propinsi atau kabupaten/kota =2,5

Tabel di atas menjelaskan bahwa ada sembilan macam KTI bidang pendidikan formal/kepengawasan yang dapat dibuat oleh pengawassekolah. Para pengawas sekolah diberi kesempatan seluas-luasnya untuk memilih di antara sembilan macamKTI tersebut.

Ciri-ciri KTI yang tidak memenuhi syarat didasarkan pengalaman dalam menilai KTI pengawas adalah sebagai berikut.
1. KTI yang diusulkan oleh pengawas sekolah, bukan hasil karya sendiri, melainkan hasil duplikasi atau plagiat dari karya orang lain,baik dari skripsi, tesis, atau laporan penelitian. Data di lapangan menunjukkan adanya beberapa daerah tertentu KTI yang diajukan sangat mirip satu dengan yang lainnya.
2. KTI yang diajukan berisi uraian hal-hal yang terlalu umum dan tidak ada kaitannya dengan permasalahan atau kegiatan nyata yang seharusnya dilakukan oleh pengawas sekolah yang merupakan penerapan kegiatan pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.Sebagai contoh KTI yang berjudul:
 Membangun karakter bangsa melalui kegiatan ekstra kurikuler.
 Peranan orang tua dalam mendidik anak.
 Tindakan preventif terhadap kenakalan remaja.
 Peranan pendidikan dalam pembangunan, dan lain-lain.
KTI di atas tidak menjelaskan permasalahan spesifik yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab pengawas sekolah, meskipun KTI berada dalam bidang pendidikan, dan tidak ada yang salah dari apa yang dituliskan, namun:
(a) apa manfaat KTI tersebut dalam upaya peningkatan profesi pengawas sekolah?
(b) bagaimana dapat diketahui bahwa KTI tersebut adalah karya pengawas sekolah yang bersangkutan?

Di samping kriteria penulisan KTI yang umum dipergunakan, terdapat beberapa kriteria dan persyaratan khusus yang digunakan untuk menilai KARYA TULIS ILMIAH dalampengembangan profesi, yaitu harus memenuhi kriteria “A P I K,”
“A P I K,” dalam arti sebagai berikut.
Asli, artinya hasil penelitian harus merupakan karya asli penyusunnya, bukan merupakan plagiat, jiplakan, atau disusun dengan niat dan prosedur yang tidak jujur.Karena itu, baik laporan PTK maupun PTS harus mampu menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memang benar-benar telah dilakukan oleh pengawas sekolah yang bersangkutan. Karena itu sangat penting untuk melampirkan selengkap mungkin bukti-bukti pelaksanaan, misalnya: (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, terutama lembar pengamatan, instrumen, check list, dll;(b) contoh-contoh hasil kerja dalam pengisian/pengerjaan instrumen baik oleh guru staf maupun siswa;dan (c) dokumen pelaksanaan penelitian lainnya seperti foto-foto kegiatan, daftar hadir, ijin kepala sekolah, dan lain-lain.
Perlu, artinya permasalahan yang dikaji pada kegiatan pengembangan profesi tersebutbenar-benar diperlukan dan mempunyai manfaat. Karena itu, laporan PTK atau PTS harus dapat meyakinkan bahwa kegiatan yang dilakukan benar-benar mempunyai manfaat, bukan hal yang mengada-ada, atau mempermasalahkan sesuatu yang tidak perlu lagi dipermasalahkan, atau hanya merupakan laporan kegiatan yang biasa-biasa saja, dan bukan merupakan penerapan model pembelajaran atau model kepengawasan yang baru.
Ilmiah, artinya penelitian harus berbentuk, berisi, dan dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah kebenaran ilmiah.KTI harus benar, baik dari sisi teori, fakta maupun analisis yang digunakannya.
Konsisten, artinya KTI harus disusun sesuai dengan tugas dan tanggungjawab si penulis.Bila penulisnya seorang pengawas sekolah, maka KTI-nya harus berhubungan dengan upaya pengembangan profesi pengawas sekolah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai pengawas sekolah.
E. Prinsip Penilaian KTI
Ada tiga prinsip yang dipakai dalam menilai KTI sebagai kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah.Ketiga prinsip tersebut adalah sebagai berikut.

1. KTI Harus Mendukung Ketercapaian Tujuan Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah
Penilaian KTI ditujukan untuk dapat mendukung tercapainya tujuan kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah.Kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolah bertujuan untuk:
a. Tidak menambah jumlah pengawas yang curang. Karena itu KTI yang tidak jujur, bukan buatan sendiri, jiplakan, atau tidak asli, sudah seharusnya ditolak dan tidak mendapat nilai. Penulis KTI seperti itu perlu diberikan sanksi.
b. Tidak untuk menjadikan, bahkan mendorong pengawas sekolah melakukan kegiatan yang tidak perlu, sehingga KTI yang ditulis sekedar untuk melengkapi persyaratan, mengada-ada, tidak ada manfaatnya. KTI seperti itu tidak dapat diberi nilai.
Kegiatan pengembangan profesi pengawas sekolahbertujuanuntuk meningkatkan mutu kinerja dan profesionalisme pengawas sekolah sebagai seorang yang profesional.Karena itu, KTI yang diajukan untuk dinilai harus berisi Laporan Kegiatan Nyatayang telah dilakukan pengawas sekolah dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya.Untuk itu, KTI tersebut harus dapat meyakinkan pembacanya bahwa KTI yang ditulis itu benar-benar kegiatan nyata dan bermakna dalam pelaksanaan tugasnya sebagai pengawas sekolah yang profesional.KTI harus menyertakan penjelasan yang spesifik tentang permasalahan yang dikaji, dapat menyertakan data, fakta, format hasil kerja, hasil tes, atau foto-foto yang mampu menunjang dan meyakinkan pembacabahwa semua yang ditulis dalam KTI itu benar-benar hal yang nyata dan telah dilakukan oleh si penulis.
2. KTI Harus Tersaji Dalam Format Keilmuan (Ilmiah)
KTIminimal harus memenuhi persyaratan: (a) ada permasalahan yang dikaji berada pada khasanah keilmuan; (b) tersajikan dengan jelas adanya argumentasi konseptual, teori dari hal yang dipermasalahkan; (c) ada fakta-fakta spesifik dari hal yang dipermasalahkan; dan (d) ada diskusi atau pembahasan dan kesimpulan terhadap hal yang dipermasalahkan.
KTI sebagai karya ilmiah juga harus tersaji dalam format yang bagus dan menggunakan bahasa standar yang lazim dipakai pada dunia keilmuan.
3. KTI Pengembangan Profesi Pengawas Bukan Skripsi, Tesis, atau Desertasi
KTI pengembangan profesi dibuat sebagai Laporan Kegiatan Nyata disajikan dalam format ilmiah, tingkat kesulitannya tidak seperti menyusun skripsi, tesis, ataupun desertasi.

Tugas Pokok dan Fungsi Pengawas Sekolah

Tugas pokok pengawas adalah melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial melalui pemantauan, penilaian, pembinaan, pelaporan, serta tindak lanjut.Dalam kaitannya dengan kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah, sebagai dasar dalam menentukan tema/atau judul masalah penelitian tindakan kepengawasan sebagaimana jabaran tugas pokok di bawah i

Tugas Pokok dan Fungsi Pengawas Sekolah

Kegiatan Supervisi Akademik
I.Memantau

1. Pelaksanaan pembelajaran/bimbingan dan hasil belajar
2. Keterlasanaan kurikulum tiap mata pelajaran

Supervisi Manejerial

1. Pelaksanaan ujian nasional PSB dan ujian sekolah
2. Pelaksanaan standar nasional pendi-dikan

II.Menilai

Supervisi Akademik

Kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan

Supervisi Manejerial

Kinerja kepala sekolah dalam melak-sanakan tugas pokok fungsi dan tang-gungjawabnya

III.Membina

Supervisi Akademik

1. Guru dalam menyusun RPP
2. Guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas/laboratorium/lapangan
3. Guru dalam membuat, mengelola, dan menggu-nakan media pendidikan dan pembelajaran
4. Guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan
5. Guru dalam mengolah dan menganalisis data hasil penilaian
6. Guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas

Supervisi Manejerial

1. Kepala Sekolah dalam pengelolaan sekolah dan admintrasi sekolah
2. Kepala Sekolah dalam mengkoor-dinasikan pelaksanaan program bimbingan konseling

IV.Melaporkan dan Tindak Lanjut

Supervisi Akademik

1. Hasil pengawasan akademik pada sekolah-sekolah yang menjadi binaannya
2. Menindaklajuti hasil-hasil pengawasan akademik untuk meningkatkan kemampuan profesional guru

Supervisi Manejerial

1. Hasil pengawasan manajerial pada sekolah-sekolah binaannya
2. Menindaklajuti hasil-hasil pengawasan manajerial untuk meningkatkan mutu penyeleng-garaan pendidikan

Contoh Judul KTI yang Dapat Dinilai
Berikut disajikan contoh Judul KTI pengawas sekolah yang memenuhi kriteria APIK sesuai kegiatan pengembangan profesi bagi pengawas sekolah.

1 Langkah kreatif dan efisien dalam memantau pelaksanaan pembelajaran sekolah. Studi kasus di Tinjuan ilmiah berdasar pengalaman lapangan penulis. Data lapangan, disertai fakta lain dilampirkan Laporan hasil gagasan sendiri diketahui pimpinan unit =4

2 Upaya meningkatkan mutu penilaian kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan di …
Disajikan pada pertemuan il-miah tingkat kabupaten, ten-tang pengalaman penulis sebagai pengawas sekolah dalam upaya meningkatkan mutu Prasaran pertemuan ilmiah = 2,5

4 Pengaruh penggunaan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pembelajaran siswa pada pelajaran X di beberapa SMA se wilayah X …
Laporan penelitian eksperimen penggunaan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pembelajaran siswa di bebe-rapa SMA tempat pengawas bertugas. Laporan hasil penelitian tidak dipublikasikan diketahui pimpinan unit  =4

5 Meningkatkan kemampuan guru-guru mata pelajaran X, di beberapa SMA dalam me-nyusun RPP, melalui kegiatan lokakarya berkesinambungan, di wilayah X Laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) Laporan hasil penelitian tindakan sekolah =4

6 Peningkatan hasil belajar matematika melalui model belajar kelompok kooperatif, di …………
Dilakukan bersama dengan guru. Pengawas sebagai peneliti.
Penelitian tindakan kelas. Bentuk tindakannya dirinci dengan sangat jelas, juga cara dan hasil data guna evaluasi dan refleksi. Pengawas seba-gai peneliti dan guru sebagai praktisi dilakukan dalam 2 siklus selama 4 bulan. Laporan hasil penelitian dilakukan oleh dua orang yaitu pengawas dan guru.Pengawas sebagaipeneliti 60% -nya  4.  =2,4

7 Pengaruh supervisi kunjungan kelas oleh pengawas terhadap kreativitas PBM mata pelajaran X, di sekolah-sekolah di daerah Y.. Penelitian diskriptif pengaruh supervisi kunjungan kelas oleh pengawas di beberapa SMA di bawah tanggung jawabnya. Laporan kegiatan berupa artikel dimuat di Jurnal Ilmiah terakreditasi nasional Artikel hasil penelitian dimuat di Jurnal terakreditasi =6

Contoh Judul KTI yang Tidak Memenuhi Syarat APIK untuk Dinilai
Berikut disajikan contoh beberapa Judul KTI pengawas sekolah yang kurang memenuhi persyaratan APIK sehingga belum memenuhi syarat baik dan benar dan tidak dapat diberi nilai.
Contoh Judul KTI yang Belum dapat Dinilai

1 Membangun karak-ter bangsa melalui kegiatan ekstra kurikuler. Mendiskripsikan berbagai upaya guna membangun karakter bangsa. Masalah yang dikaji terlalu luas tidak ber-kaitan dengan permasalahan nyata terkait dg tugas dan tanggung jawab pengawas seko-lah. Hanya berupa “kliping” berbagai pen-dapat.
2 PGRI bertanggung-jawab untuk me-ningkatkan mutu pendidikan Indonesia Memaparkan berbagai pendapat pakar tentang tanggung jawab guru dalam peningkatan mutu pendidikan. Masalah yang dikaji terlalu luas tidak ber-kaitan dengan permasalahan dan tugas pengawas sekolah.Disarankan membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan nyata terkait dengan tugas dan tanggung jawab pengawas sekolah.
3 Pengaruh jumlah faktor air semen pada kekuatan tekan beton. Mengkaji pengaruh faktor air semen dengan kekuatan tekan beton yang dilakukan oleh seorang pengawas sekolah yang sebelumnya adalah guru SMK Teknologi Bangunan. Masalah yang dikaji merupakan penelitian keilmuan beton, dan bukan termasuk dalam tupoksi pengawas sekolah.
Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata sebagai pengawas.
4 Hubungan antara kondisi sosial eko-nomi orangtua siswa dengan prestasi belajar. Studi korelasi antara penda-pat siswa tentang kondisi sosial ekonomi orangtua (data dariangket) dengan nilai mata pelajarannya Tidak ada tindakan nyata yang dilakukan pengawas sekolah dalam kegiatan pengawa-san. Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata berkaitan dengan proses pengawasan
5 Teknologi Informa-si, inovasi baru bagi dunia pendidikan Paparan tentang peranan IT dalam pembelajaran yang diambil dari berbagai media Terlalu umum. Tidak berkaitan dengan tu-gas kepengawasan sekolah. Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata sebagai pengawas.

DAFTAR BACAANPUSTAKA

Akhadiah, Sabarti, Arsyad Maidar G., dan Ridwan, Sakura H. 1989. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Brotowidjoyo, Mukayat D. 2002. Penulisan Karangan Ilmiah. (Ed. Ke-2). Jakarta: Akademika Pressindo.

Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen Dikdasmen; 2002, Petunjuk Praktis Penulisan Karya Tulis Ilmiah bidang Pendidikan, bagi jabatan Guru, Jakarta.

Direktorat Pendidikan Guru/Tenaga Teknis, Ditjen Dikdasmen, 1997; Pedoman Penulisan Karya tulis Ilmiah bidang Pendidikan, Jakarta.

Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan MutuPendidik dan Tenaga Kependidikan,. 2009. Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Depdiknas, 2000. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah bidang Pendidikan; sebagai Pengembangan Profesi Guru, Jakarta.

Ekosusilo, Madyo. 2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Effhar : Semarang.

Husaini Usman. 2012. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.

Keraf, Gorys. 1997. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende-Flores: Penerbit Nusa Indah.

Menpan dan RB RI . 2010. Permenpan dan RB Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.

Sugono, Dendy. 1997. Berbahasa Indonesia Dengan Benar.Jakarta : Puspa Swara.

Suharsimi, Suhardjono dan Supardi, 2006, Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Suhardjono, Azis Hoesein, dkk. 1996. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi. Jakarta : Depdikbud, Dikdasmen.

Suhardjono dan Supardi 2004, Penulisan Karya Tulis Ilmiah, DirektoratTenaga Kendidikan Ditjen Dikdasmen, Jakarta.

Suhardjono 2006, Laporan Penelitian sebagai KTI, makalah pada pelatihan peningkatan mutu guru dalam pengembangan profesi di Pusdiklat Diknas Sawangan, Jakarta, Februari 2006.

Supardi, Pengembangan Profesi Guru dan Ruang Lingkup Karya Tulis Ilmiah, 2005, Direktorat Profesi Pendidik, Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Wasis, D. Dwiyogo. 2007 Penelitian Tindakan Kepengawasan, untuk Memperbaiki Sekolah dan Pembelajaran. Teori dan Praktik untuk Pengawas Sekolah. Malang : Wineka Media.

 

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Oktober 2014
S S R K J S M
« Sep   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Statistik Blog

  • 1,764,690 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Warga Pidie Jaya Harapkan Bantuan Segera Tersalurkan 9 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, TRIENGGADENG -- Masyarakat korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya mengharapkan bantuan dari pemerintah bisa segera tersalurkan. Seperti masyarakat Desa Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (9/12). Dimana...
    Sadly Rachman
  • BPBD Magetan Bangun Posko Tanggap Darurat 9 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MAGETAN -- BPBD Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membangun sebuah pos komando (posko) tanggap darurat bencana di wilayah paling rawan tanah longsor guna memberikan penanganan cepat jika sewaktu-waktu terjadi...
    Yudha Manggala P Putra

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: