//
you're reading...
Dunia Pendidikan

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN STRATEGI PEMBELAJARAN “THINK-TALK-WRITE” SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA WILAYAH SMA BINAAN DI KABUPATEN DOMPU MELALUI SUPERVISI KOLABORATIF

Oleh: Drs. Suaidin
(Pengawas SMA/SMK Kabupaten Dompu NTB )

ABSTRACT

Suaidin, Drs , Improving Teacher Skills Learning Strategies in Implementing “Think – Talk – Write” As an Alternative Mathematical Problem Solving Patronage In The Area School District Dompu Through Collaborative Supervision

This study is based on the low learning achievement in mathematics in High School (SMA Negeri 1 Dompu, SMAN 1 Kempo, SMAN 2 Kempo, SMAN 1 Woja and SMA Tri Dharma Kosgoro Dompu). This happens because students do not achieve mastery learning as seen from the results of tests, whereas subjects of mathematics is a main lesson on all levels. Contributing factors of which are in the process of learning students sometimes lack the motivation to learn, low-absorption students, many students do not understand what is delivered by teachers due to lack of teachers to manage learning and poor teacher performance. These problems can be solved with assistance to teachers through collaborative supervision in carrying out the management of teaching from planning, implementation of teaching and learning, and evaluation.
The purpose of this study is the increase in Traffic teachers in implementing the strategy of “Think-Talk-Write” which will have implications on the increase in student learning outcomes in mathematics subjects, special on aspects of communication skills and problem solving at the level of Traffic think commonly found on Achievement Indicators at least competence in curriculum KTSP 2006. The method of this research is to study the action (action research) with a collaborative approach undertaken by two cycles.
Based on the results of action research can be concluded: (1) Supervision of an individual with a collaborative approach to give effect to increase the performance of high school mathematics teacher in the target area in the district of Dompu both components or learning plan implementation component of learning, and (2) increasing the impact on teacher performance improving mathematics learning outcomes of students ..

I. PENDAHULAUN
A. Latar Belakang.
Pemecahan masalah matematis merupakan bagian dari berpikir matematis tingkat tinggi yang bersifat kompleks, karena itu pembelajaran yang berfokus pada kemampuan tersebut memerlukan prasyarat konsep dan proses dari yang lebih rendah. Artinya kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematis siswa tidak ada tanpa kemampuan pemahaman yang baik. Hal ini meliputi materi maupun cara mempelajari atau mengajarkannya.. Salah satu keputusan yang perlu diambil guru tentang pembelajaran adalah pemilihan pendekatan dan strategi yang digunakan . Masih banyak guru matematika pada sekolah-sekolah binaan penulis, yang menganut paradigma transfer of knowledge, yang beranggapan bahwa siswa merupakan objek dari belajar. Dalam paradigma ini guru mendominasi dalam proses pembelajaran.. Kenyataan ini telah diungkapkan oleh Ruseffendi (1991:328), bahwa matematika yang dipelajari siswa di sekolah sebagian besar tidak diperoleh melalui eksplorasi matematika, tetapi melalui pemberitahuan oleh guru. Walaupun dominasi guru dalam proses pembelajaran matematika tidak selamanya tidak baik, karena terdapat guru yang karena ketegasannya di kelas membuat siswa menjadi lebih bersungguh-sungguh.
Kondisi pembelajaran dimana siswa belajar secara pasif, jelas tidak menguntungkan terhadap hasil belajarnya. Untuk itu perlu usaha guru agar siswa belajar secara aktif. Sejalan dengan pendapat tersebut Sumarmo (2000) mengatakan agar pembelajaran dapat memaksimalkan proses dan hasil belajar matematika, guru perlu mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam diskusi, bertanya serta menjawab pertanyaan, berpikir secara kritis, menjelaskan setiap jawaban yang diberikan, serta mengajukan alasan untuk setiap jawaban yang diajukan. Pembelajaran yang diberikan pada kondisi ini ditekankan pada penggunaan diskusi, baik diskusi dalam kelompok kecil maupun diskusi dalam kelas secara keseluruhan. Meskipun kesimpulan tersebut diambil berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap siswa sekolah dasar, namun pengembangannya sangat mungkin untuk siswa pada jenjang sekolah yang lebih tinggi.
Dengan mempertimbangkan beberapa pendapat di atas, penulis melakukan sebuah penelitian kolaboratif bersama guru-guru matematika di lingkungan SMA binaan Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, dengan judul : “Meningkatkan Kemapuan Guru matematika Dalam Menerapkan Strategi Pembelajaran “ Think – Talk – Write “ Sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Matematika Pada SMA Wilayah Binaan di Kabupaten Dompu Melalui Supervisi Kolaboratif “. Strategi pembelajaran yang digunakan ini mengharuskan siswa terlibat berpikir, berbicara, dan menulis dalam proses pembelajaran. Sedangkan model yang dipilih adalah pembelajaran dalam kelompok kecil dengan anggota 4 sampai 6 orang siswa yang dikelompokkan secara heterogen menurut kemampuan matematikanya. Pengelompokkan seperti ini dimaksudkan agar semua siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
Kenyataan rendahnya hasil belajar siswa, yang terlihat dari hasil evaluasi belajar mata pelajaran matematika pada siswa SMA wilayah binaan penulis rata-rata 5,38 sedangkan hasil Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) hanya mencapai ketuntasan rata-tara 59,17% menunjukkan bahwa nilai mata pelajaran Matematika siswa SMA di wilayah binaan masih jauh dari standar ketuntasan belajar, yang telah ditetapkan oleh masing-masing sekolah binaan. Hal ini jelas menunjukkan bahwa diperlukan upaya-upaya pendampingan aatau bimbingan secara intensif kepada guru-guru di sekolah binaan penulis secara kolaboratif dalam upaya peningkatan proses dan hasil belajar matematika . Pendampingan Pengawas dalam bentuk supervisi kolaboratif terhadap guru matematika dalam pengelola pembelajaran matematika menjadi sangat penting sehingga guru benar-benar dapat mengelola pembelajaran dengan sebaik-baiknya mulai dari perencanaan (materi, model belajar, media belajar, metode, sumber belajar, dan evaluasi), pelaksanaan pembelajaran sampai dengan evaluasi hasil belajar siswa.

B . Perumusan Masalah
1. Apakah pembimbingan dalam bentuk supervisi kolaboratif oleh pengawas terhadap guru mata pelajaran matematika dapat meningkatkan kinerja guru matematika dalam merencanakan dan menerapkan strategi pembelajaran “think-talk-wite ‘?
2. Apakah pembelajaran dengan strategi think-talk-write dalam kelompok kecil dapat meningkatkan proses dan hasil belajar matematika siswa?

C. Hipotesis Tindakan
”Diduga bahwa pembimbingan dalam bentuk supervisi kolaboratif oleh pengawas terhadap guru mata pelajaran matematika dalam merencanakan dan menerapkan strategi pembelajaran “think-talk-write” pada kelompok kecil dapat meningkatkan kinerja guru dan hasil belajar siswa.
.
D. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui peningkatan kinerja guru matematika dalam menerapkan strategi pembelajaran ”think-talk-write” dalam kelompok kecil melalui supervisi kolaboratif
b. Untuk mengetahui peningkatan proses dan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran ” think-talk-write”
c. Meningkatkan kolaborasi yang sinergis antara pengawas dan guru-guru pada sekolah binaan dalam merencanakan dan menerapkan pembelajaran dengan strategi think-talk-write pada kelompok kecil sebagai alternatif pemecahan masalah-masalah dalam pembelajaran matematika di sekolah.
2. Manfaat Penelitian
a. Guru menemukan pendekatan dan strategi pembelajaran yang sesuai ( inovatif ) sehingga dapat dijadikan alternatif pemecahan masalah peembelajaran matematika siswa di sekolah.
b. Siswa lebih bebas mengekspresikan kemampuan komunikasi matematiknya, sehingga kemampuannya dalam pemecahan masalah matematika menjadi lebih baik , (kualitas proses dan hasil belajar siswa meningkat ).
c. Sekolah mendapatkan dampak positif dari terselenggaranya penelitian ini, karena kualitas siswa, guru dan pembelajaran semakin meningkat, yang sekaligus dapat meningkatkan kinerja sekolah

II. METODOLOGI PENELITIAN
A. Desain Penelitian Tindakan
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan disain penelitian tindakan (action research) yang dirancang melalui dua siklus melalui prosedur: (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan tindakan (action), (3) pengamatan (observation), (4) refleksi (reflecsion) dalam tiap-tiap siklus.

110

Gambar 2. Desain Penelitian Tindakan (action research)

Sumber: S Kemmis and R McTaggart, 1986)
B. Subjek Tindakan
Penelitian dilaksanakan terhadap semua guru matematika pada SMA yang menjadi binaan peneliti di Kabupaten Dompu seperti pada tabel berikut.

Tabel 3. Daftar sampel penelitian tindakan
00000

C. Metode dan Pelaksanaan Tindakan
Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 20010/2011. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan sebanyak 2 ( dua ) Siklus yang dilaksanakan pada bulan Juli sd Nopember 2010. Subjek penelitian ini adalah guru yang mengajar matematika pada siswa Kelas XI IPA, SMA di Wilayah sekolah binaan peneliti. Sedangkan Siswa yang menjadi obyek penelitian memiliki karakteristik yang beragam, baik dari segi kemampuan, motivasi maupun latar belakang pengetahuannya.

D. Faktor yang Diteliti
Untuk berhasilnya tujuan penelitian, maka beberapa faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah:
a. Faktor Guru : Karena penelitian ini bersifat kolaboratif, maka hal-hal yang diamati selama berlangsungnya pembelajaran dalam penelitian ini adalah: apakah guru berhasil dalam menyampaikan konsep, membimbing dan memotivasi siswa.
b. Faktor Pembelajaran : Faktor yang diteliti dalam hal pembelajaran adalah: apakah perencanaan, metode, Strategi atau pendekatan pembelajaran dapat berjalan sesuai yang direncanakan.
c. Faktor Siswa : Siswa menjadi sentral utama dari penelitian ini. Semua kegiatan siswa selama berlangsungnya pembelajaran diamati dan dicatat perkembangannya untuk selanjutnya dilakukan perbaikan-perbaikan pada siklus pembelajaran selanjutnya. Aktivitas siswa selama berlangsungnya pembelajaran diamati dengan menggunakan instrumen Lembar Observasi.
d. Hasil Belajar : Prosentase ketuntasan hasil belajar siswa merupakan bagian penting yang diamati dalam penelitian ini. Siswa dianggap tuntas belajar apabila penguasaan materinya lebih dari atau sama dengan KKM yang telah ditetapkan , atau sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan dalam kurikulum SMA yang menjadi binaan peneliti..

E. Tahapan Pelaksanaan Penelitian
1. Siklus I
a. Perencanaan (Planning)
Dalam tahap perencanaan disiapkan hal-hal sebagai berikut: (a) menyiapkan bahan, inventarisasi kebutuhan dan inventarisasi masalah/kesulitan guru matematika dalam mengelola pembelajaran “ Think-Talk-Write” . (b) Fokus Group Discussion tentang hal-hal yang terkait dengan pembelajaran dengan strategi “Think-Talk-Write” dalam kelompok kecil yang dapat dilakukan untuk peningkatan kualitas pembelajaran matematika. (c) menyiapkan jadwal pelaksanaan supervise pendapingan pada setiap guru disesuaikan dengan kesiapan setiap guru. (d) Menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan dalam pendampingan supervise kolaboratif.
b. Pelaksanaan Tindakan (Action)
Pada tahap ini dilaksanakan supervise pada setiap guru secara kolaboratif sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, yaitu: (a) Bimbingan terhadap guru dalam perencanaan pembelajaran “Think-Talk-Write”, mulai dari menyusun rencana pengajaran, menyiapkan metode, membuat media belajar, menyiapkan sumber belajar, dan menyiapkan alat evaluasi. (b) Bimbingan terhadap guru saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar baik di dalam kelas maupun di luar kelas, sesuai dengan pokok bahasan dan materi yang akan diajarkan. (c) Bimbingan terhadap guru saat mengevaluasi hasil belajar terhadap siswa.
c. Pengamatan (Observation)
Pengamatan dilakukan pada setiap tahap penelitian, mulai dari tahap perencaaan dan pelaksanaan tindakan, kejadian dan hal-hal yang terjadi direkam dalam bentuk catatan-catatan hasil observasi, dan didokumentasikan sebagai data-data penelitian.
d. Refleksi (Reflection)
Pada akhir tiap siklus diadakan refleksi berdasarkan data observasi, dengan Refleksi ini dimaksudkan agar peneliti dapat melihat apakah tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini dapat meningkatkan kinerja guru dan hasil belajar siswa, kendala-kendala apa yang menghambat, faktor apa saja yang menjadi pendorong, dan alternatif apa sebagai solusinya. Pada penelitian ini refleksi yang dilakukan adalah dari hasil pengamatan input dan output kinerja guru dan hasil belajar siswa.
Sumber data penelitian ini adalah siswa, guru matemastika, peneliti. Jenis data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatf, yang mencakup (a) rencana pendampingan, (b) pelaksanaan pendampingan, (c) data hasil observasi, (d) kinerja guru, (e) hasil belajar mata pelajaran matematika, (e) perubahan guru dan sikap siswa dalam mengikuti mata pelajaran matematika.
2. Siklus II
Kegiatan tindakan pada siklus II didasarkan atas temuan-temuan hasil dari siklus I, adapun langkah-langkah tindakan yang dikalukan sama dengan pada siklus I.

F. Teknik Pengumpulan Data & Instrumen Penelitian
Teknik pengumpulan data meliputi panduan observasi, panduan wawancara, jurnal kegiatan guru dan siswa, tes kinerja guru, dan tes pengukuran hasil belajar siswa. Adapun Instrumen pengumpul data yang digunaakan meliputi:(1).Pedoman observasi dan pengamatan (observasi), sebagai data untuk melihat kondisi guru Matematika dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya. (2). Instrumen penilaian kinerja guru, untuk melihat kemajuan kinerja guru. (3). Instrumen penilaian hasil belajar siswa, sebagai salah satu indikator keberhasilan belajar mengajar guru.(4). Alat-alat dokumentasi sebagai perekam data-data penelitian yang dibutuhkan.

G. Teknik Analisis Data
Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis kategorial dan fungsional melalui model analisis interaktif (interactive model), yakni analisis yang dilakukan melalui empat komponen analisis: reduksi data, penyandian, dan verifikasi dilakukan secara simultan. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif.

III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Refleksi Awal
Berdasarkan hasil refleksi awal kemampuan / kinerja guru mata pelajaran matematika pada SMA wilayah binaan peneliti di Kabupaten Dompu sebelum dilakukan tindakan pada siklus I, didapatkan tingkat kemapuan /kinerja guru seperti pada tabel berikut.

Tabel 4. Rekap presentase Kinerja Guru Matematika sebelum dilakukantindakan

000,

Dari tabel di atas terlihat bahwa kinerja guru matematika SMA hanya mencapai 52,9 %, yang meliputi komponen perencanaan pembelajaran sebesar 50.3 dan komponen pelaksanaan pembelajaran 54. Kategori persentase kinerja guru tersebut termasuk pada kategori yang sedang, perhatikan tabel berikut.
Tabel 5. Kategori dan Kualifikasi Kinerja Guru Matematika Sebelum Tindakan
No Rentang Kategori Kualifikasi
1 0 – 20 Sangat Rendah E
2 21 – 40 Rendah D
3 40 – 60 Sedang C
4 60 – 80 Tinggi B
5 80 – 100 Sangat Tinggi A

Persentase komponen perencanaan pembelajaran guru relatif lebih rendah dari pada komponen pelaksanaanya, hal ini menunjukkan bahwa guru belum begitu baik dalam merencanaakan pembelajarannya. Komponen perencanaan pembelajaran meliputi: (1) perumusan tujuan pembelajaran , (2) pemilihan dan pengorganisasian materi ajar (3) pemilihan sumber belajar/media pembelajaran (4) metode pembelajaran , dan (5) rencana penilaian hasil belajar.
Pada komponen pelaksanaan pembelajaran didapatkan persentase rata-rata skor kinerja yang paling rendah adalah kinerja guru dalam pemanfaatan sumber belajar yang relatif rendah dan juga pada bagian penutup pelajaran..Hal ini pada umumnya guru pada akhir sesi pembelajaran tidak memberikan refleksi atau membuat rangkuman yang melibatkan peserta didik, serta kurang memberikan arahan tindak lanjut, kegiatan untuk menambah pengayaan materi yang diajarkan kepada peserta didik. Pemanfaatan sumber belajar relatif kurang, media-media yang dapat digunakan untuk pembelajaran relatif kurang banyak dimanfaatkan. Hal-hal tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika pada sekolah binaan penulis sebagaimana urain terdahulu.

B. Hasil Tindakan Siklus I
Hasil refleksi awal dijadikan sebagai dasar untuk melakukan supervisi kolaboratif dengan pendekatan individual terhadap guru matemaika SMA wilayah binaan di kabupaten Dompu, supervisi yang dilakukan yaitu membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi guru dalam pembelajaran matematika mulai dari perencanaan menyusun silabus dan RPP, pemilihan dan pengorganisasian materi ajar, pemilihan sumber belajar media, dan perencanaan untuk penilaian hasil belajar sampai dengan pelaksanaan pembelajaran dengan strateri ” Tingk-Talk-Write ”. Setiap langkah dibimbing dan diidentifikasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru selanjutnya diberikan solusi-solusi pada setiap permasalahan yang dihadapi guru, diberikan arahan-arahan yang operasional dan mudah dilaksanakan oleh guru, yang selanjutnya dapat memberikan kemudahan belajar para peserta didik.Tindakan supervisi dilakukan dengan pendekatan secara kolaboratif.
Berdasarkan hasil pengamatan permasalahan yang dihadapi oleh setiap guru relatif bervariasi, namun pada umumnya hampir sama yaitu guru enggan menyiapkan media pembelajaran. Selanjutnya setiap guru disarankan untuk menggunakan media CD interaktif dan Microsoft Power Point untuk menyampaikan materi pembelajarannya, Hasil tes kinerja setelah dilakukan tindakan pada siklus I didapatkan seperti pada tabel berikut.
Tabel 4. Rekap Data Kinerja Guru Matematika sebelum dilakukan tindakan

000,

Dari tabel di atas terlihat bahwa kinerja guru matematika SMA dalam menerapkan strategi pembelajaran Think-Talk-Write setelah dilakukan supervisi melalui pendekatan kolaboratif didapatkan persentase skor kinerja guru mengalami peningkatan dari 52.9 menjadi 62.8. Kategori persentase kinerja guru tersebut termasuk pada kategori yang tinggi dengan tingkat kualifikasi B, perhatikan Tabel berikut.

Tabel 8. Kinerja Guru Matematika Pasca Tindakan siklus I
No Rentang Kategori Kualifikasi
1 0 – 20 Sangat Rendah E
2 21 – 40 Rendah D
3 40 – 60 Sedang C
4 60 – 80 Tinggi B
5 80 – 100 Sangat Tinggi A

Persentase semua aspek terjadi peningkatan , dengan hasil persentasi sebagai berikut: Komponen perencanaan pembelajaran sebesar 50.3 menjadi 69,1 dan komponen pelaksanaan pembelajaran dari 54 menjadi 60.0%. Nampak bahwa pada komponen perencanaan pembelajaran guru telah meningkat, yang berdampak langsung pada pelaksanaan proses pembelajaran yang lebih baik manum demikian hal ini masih menunjukkan bahwa persiapan guru sebelum mengajar masih lebih rendah dibandingkan dengan pelaksanaannya.
Dari data awal yang paling rendah adalah kinerja guru dalam pemanfaatan sumber belajar telah terjadi peningkatan walaupun belum memadai hal ini menunjukkan bahwa guru telah dapat memanfaatkan sumber belajar sehingga peserta didik dapat lebih optimal dalam belajarnya. Sedangakan aspek yang paling rendah lainya itu penutup pembelajaran juga telah terjadi peningkatan . Aspek yang relatif paling rendah hasil siklus I pada aspek kemampuan khusus dalam peembelajaran matematika yang meliputi mendemonstrasukan penguasaan materi dalam bentuk fakta,konsep,dan prosesdur, mendemostrasikan kemampuan penanaman konsep, rumus, atau prinsip matematika melalui strategi pembelajaran Think-Talk-Write ; mengembangkan siswa untuk berpikir kiritis, logis, dan analitis; kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dalam matematika,; membantu siswa menemukan konsep dan rumus dalam matematika; mengembangkan kemampuan siswa dalam menyampaiakan informasi melaui sombol, bilangan, diagram, tabel atau model lainnya; memupuk sikap apresiasi siswa terhadap matermatika serta membantu siswa dalam membentuk sikap cermat dan kritis.
Peningkatan kinerja guru tersebut berdampak pula pada peningkatan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika. dengan nilai rata-rata yang diperoleh relatif lebih tinggi dibandingkan dengan nilai sebelummnya yang dapat dilihat seperti pada tabel berikut.

Tabel 9.Prosentase Ketercapaian Mata Pelajaran Matematika Pasca Siklus I

33

Keywords:
collaborative supervision, improvement, teacher Traffic, Think-Talk-Write.

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

September 2014
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Statistik Blog

  • 1,764,690 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Warga Pidie Jaya Harapkan Bantuan Segera Tersalurkan 9 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, TRIENGGADENG -- Masyarakat korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya mengharapkan bantuan dari pemerintah bisa segera tersalurkan. Seperti masyarakat Desa Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (9/12). Dimana...
    Sadly Rachman
  • BPBD Magetan Bangun Posko Tanggap Darurat 9 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MAGETAN -- BPBD Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membangun sebuah pos komando (posko) tanggap darurat bencana di wilayah paling rawan tanah longsor guna memberikan penanganan cepat jika sewaktu-waktu terjadi...
    Yudha Manggala P Putra

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: