//
you're reading...
Dunia Pendidikan

Efektivitas implementasi kepemimpinan pembelajaran

10298543_854515567909390_5805961695964524397_oPeendidikan dalam kontekstual pembelajaran lebih berorientasi pada proses bagaimana kualitas pembelajaran mengalami peningkatan dari waktu ke waktu; menggerakkan siswa mencapai kompetensi dasar semaksimal mungkin; dan penumbuhan motivasi internal belajar anak didik. Ketiga orientasi tersebut tidak terjadi secara terpisah-pisah. Target akhir pembelajaran adalah guru mampu menumbuhkan motivasi (internal motivation) internal belajar anak didik, yang selanjutnya menjadi penggerak (drive) bagi anak didik secara mandiri (self motivation) berupaya dalam mencapai kompetensi dasar pada dirinya secara maksimal sebagai bentuk kualitas pembelajarannya sedang guru hanya sebagai fasilitator, mediator, reseources linker, advisor

Dalam rangka implementasi kepemimpinan pembelajaran seorang guru dituntut menguasai alat pembelajaran yang disebut kewibawaan. Kewibawaan merupakan “alat pendidikan” yang diaplikasikan oleh guru untuk menjangkau (to touch) kedirian anak didik dalam hubungan pendidikan. Kewibawaan ini mengarah kepada kondisi high touch, dalam arti perlakuan guru menyentuh secara positif, kontruktif, dan kompehensif aspek-aspek kedirian/kemanusiaan anak didik. Dalam hal ini guru menjadi fasilitator bagi pengembangan anak didik yang diwarnai secara kental oleh suasana kehangatan dan penerimaan, keterbukaan dan ketulusan, penghargaan, kepercayaan, pemahaman empati, kecintaan dan penuh perhatian (Rogers, 1969; Gordon, 1974; Smith, 1978; Barry & King, 1993; Hendricks, 1994). Sejalan dengan pengembangan suasana demikian itu, guru dengan sungguh-sungguh memahami suasana hubungannya dengan anak didik secara sejuk, dengan menggunakan bahasa yang lembut, tidak meledak-ledak (Silberman, 1970 dan Gordon, 1974).

Guru menyadari bahwa sikap guru sangat berpengaruh terhadap tingkah laku dan kegiatan belajar anak didik (Smith, 1978). Hubungan antara guru dan anak didik memang seharusnya dibuat menjadi suasana demokratis dengan pola hubungan “saya oke, kamu juga oke” (Beechhold, 1971), yaitu suasana saling membuka diri tanpa dihalangi oleh adanya sikap atau perasaan negatif ataupun permasalahan di antara kedua belah pihak.
Kewibawaan meliputi: (a) pengakuan, (b) kasih sayang dan kelembutan, (c) penguatan, (d) pengarahan, (e) tindakan tegas yang mendidik, dan (f) keteladan yang mendidik.
1. Pengakuan adalah penerimaan dan perlakuan guru terhadap anak didik atas dasar kedirian/kemanusiaan anak didik, serta penerimaan dan perilaku anak didik terhadap guru atas dasar status, peranan, dan kualitas yang tinggi.
2. Kasih sayang dan kelembutan adalah sikap, perlakuan, dan komunikasi guru terhadap anak didik didasarkan atas hubungan sosio-emosional yang dekat-akrab-terbuka, fasilitatif, dan permisif-konstruktif bersifat pengembangan. Dasar dari suasana hubungan seperti ini adalah love dan caring dengan fokus segala sesuatu diarahkan untuk kepentingan dan kebahagiaan anak didik, sesuai dengan prinsip-prinsip humanistik.
3. Penguatan adalah upaya guru untuk meneguhkan tingkah laku positif anak didik melalui bentuk-bentuk pemberian penghargaan secara tepat yang menguatkan (reinforcement). Pemberian penguatan didasarkan pada kaidah-kaidah pengubahan tingkah laku.
4. Pengarahan adalah upaya guru untuk mewujudkan ke mana anak didik membina diri dan berkembang. Upaya yang bernuansa direktif ini, termasuk di dalamnya kepemimpinan guru, tidak mengurangi kebebasan anak didik sebagai subjek yang pada dasarnya otonom dan diarahkan untuk menjadi pribadi yang mandiri.
5. Tindakan tegas yang mendidik adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku anak didik yang kurang dikehendaki melalui penyadaran anak didik atas kekeliruannya dengan tetap menjunjung kemanusiaan anak didik serta tetap menjaga hubungan baik antara anak didik dan guru. Dengan tindakan tegas yang menddik ini, tindakan menghukum yang menimbulkan suasana negatif pada diri anak didik dihindarkan.
6. Keteladanan adalah penampilan positif dan normatif guru yang diterima dan ditiru oleh anak didik Dasar dari keteladanan adalah konformitas sebagai hasil pengaruh sosial dari orang lain, dari yang berpola compliance, identification, sampai internalization (Musen & Rosenzweig, 1973).

Iklan

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

September 2014
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Statistik Blog

  • 2,194,407 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

AWARD BLOG PENDIDIKAN

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 274 pengikut lainnya

Teratas

RSS Republika online

  • Henry Kasihan dengan Lukaku 11 Desember 2017
    REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Legenda Arsenal Thiery Henry merasa iba dengan striker Manchester United (MU) Romelu Lukaku. Henry mengatakan, performa buruk Lukaku dalam tiga bulan terakhir membuat striker asal Belgia itu...
    Ratna Puspita
  • Gara-Gara Trump, Warga Malaysia Boikot McDonald 11 Desember 2017
    REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR --Warga Malaysia memboikot restoran waralaba cepat saji asal Amerika Serikat (AS) McDonald's karena pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut akan memindahkan kedutaan besar (Kedubes) AS...
    Ani Nursalikah

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Rhakateza's Weblog

Aku menulis karena aku ada

educatinalwithptk

PTK The Frontiers Of New Technology

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Siapapun Anda, jika nyasar ke sini semoga tak menyesal 😋🐝🌸

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

A Public Sphere for Poetry, Nature, and Politics

Architecture Here and There

Style Wars: classicism vs. modernism

Stories From the Belly

Feminine Embodiment, Detoxing From Sexual Objectification, & Taking Up Space

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

THIS MACHINE MOCKS FASCISTS

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

%d blogger menyukai ini: