//
you're reading...
Dunia Pendidikan

TAHAPAN KEGIATAN PENGAWASAN

Tugas-tugas pengawasan yang disajikan pada Bab III, pada pelaksanaannya di lapangan, selama satu tahun pelajaran mengikuti beberapa tahapan, yakni: (a) penyusunan program, (b) pelaksanaan, (c) evaluasi, (d) pelaporan, (e) tindak lanjut, (f) pengembangan.

A. PENYUSUNAN PROGRAM PENGAWASAN
Setiap pengawas sekolah menyusun program pengawasan yang terdiri dari program tahunan untuk seluruh sekolah binaan, dan program semester untuk masing-masing sekolah binaan.
1. Penyusunan program tahunan yang terdiri dari 2 (dua) program semester meliputi langkah-langkah kegiatan-kegiatan berikut.
a. Identifikasi hasil pengawasan pada tahun sebelumnya
b. Pengolahan dan analisis hasil dan evaluasi pengawasan tahun sebelumnya
c. Perumusan rancangan program pengawasan tahunan
d. Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan.

• Identifikasi hasil pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya melalui analisis kesenjangan dengan mengacu pada kebijaksanaan di bidang pendidikan yang digunakan. Identifikasi hasil pengawasan menggambarkan sejauhmana ketercapaian tujuan pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Sebagai acuan penyusunan program pengawasan, dikemukakan pula berbagai kebijaksanaan di bidang pendidikan. Hasil identifikasi tersebut merupakan titik tolak dalam menentukan tujuan serta tindakan yang harus dilakukan pengawas sekolah tahun berikutnya. Identifikasi dilakukan untuk menjaga kesinambungan kegiatan pengawasan. Hasil pengawasan yang dianggap kurang/lemah harus lebih ditingkatkan. Hasil pengawasan yang dianggap sudah baik harus dipertahankan atau standarnya ditingkatkan.
• Pengolahan dan analisis hasil pengawasan tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi hasil pengawasan, merupakan tugas pokok dari Pengawas Muda, Pengawas Madya atau Pengawas Utama. Pengolahan dan analisis hasil pengawasan yang telah dilakukan tahun sebelumnya diarahkan untuk menetapkan prioritas tujuan, sasaran, metode kerja serta langkah-langkah kegiatan dalam program pengawasan tahun berikutnya. Output pengolahan dan analisis hasil pengawasan harus mampu memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
• Perumusan rancangan program pengawasan tahunan merupakan tugas pokok Pengawas Madya. Dilandasi oleh informasi yang diperoleh atas dasar identifikasi serta analisis hasil pengawasan pada tahun sebelumnya, dirumuskan rancangan program pengawasan tahunan untuk semua sekolah binaan.
• Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan merupakan tugas pokok Pengawas Utama. Program pengawasan tahunan yang telah dimantapkan dan disempurnakan adalah rumusan akhir yang akan dijadikan sebagai acuan oleh pengawas dalam penyusunan program pengawasan semester pada setiap sekolah binaannya dan seluruh sekolah tingkat kabupaten/kota pada setiap jenjang dan satuan pendidikan.

2. Penyusunan program semester pengawasan pada setiap sekolah binaan.
Secara garis besar, rencana program pengawasan pada sekolah binaan disebut Rencana Pengawasan Akademik (RPA) dan Rencana Pengawasan Manajerial (RPM) dan Rencana Pengawasan Guru BK (RPBK). Komponen RPA/RPM/RPBK sekurang-kurangnya memuat materi//aspek/ fokus masalah, tujuan, indikator keberhasilan, strategi/metode kerja (teknik supervisi), skenario kegiatan, sumberdaya yang diperlukan, penilaian dan instrumen pengawasan.

3. Berdasarkan program tahunan dan program semester yang telah disusun dan untuk memudahkan pelaksanaan pengawasan, maka setiap pengawas menyiapkan instrumen-instrumen yang dibutuhkan sesuai dengan materi/aspek/fokus masalah yang akan disupervisi.

4. Sistematika Program Pengawasan Sekolah adalah sebagai berikut:

HALAMAN JUDUL (SAMPUL)
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Landasan (Dasar Hukum)
C. Visi, Misi, dan Strategi Pengawasan Sekolah tingkat Kabupaten/Kota
D. Tujuan dan Sasaran Pengawasan
E. Tugas Pokok dan Ruang Lingkup Pengawasan dan Beban Kerja Pengawas Sekolah.

BAB II STRUKTUR ORGANISASI PENGAWAS SEKOLAH KABUPATEN/KOTA
A. Struktrur Organisasi Pengawas Kabupaten/Kota
B. Daftar Tugas Pengawasan Kabupaten/Kota Untuk Setiap Jenis Pengawasan pada setiap Jenjang Pendidikan /Rumpun Mata Pelajaran

BAB III IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN
A. Identifikasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya)
B. Analisis dan Evaluasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya)
C. Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Sebagai Acuan dalam Penyusunan Program

BAB IV RENCANA PROGRAM TAHUNAN PENGAWASAN
A. Matriks Program Pembinaan Guru dan/atau Kepala Sekolah
B. Matriks Program Pemantauan Pelaksanaan 8 SNP
C. Matriks Program Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah
D. Matriks Program Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru

BAB V PENUTUP

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. RPA/RPM/RPBK
2. Matriks program semester dan jadwal
3. Surat tugas pengawasan
4. Contoh-contoh Instrumen Pengawasan.
……..

B. PELAKSANAAN
Tahapan pelaksanaan pengawasan meliputi kegiatan-kegiatan berikut :
1. Pembinaan, pemantauan pelaksanaan standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar penilaian, dan penilaian kinerja guru yang meliputi:
a. penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran melalui penyusunan silabus dan RPP,
b. pelaksanakan pembelajaran yang kreatif, inovatif termasuk penggunaan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi sesuai dengan standard proses.
c. penilaian hasil pembelajaran dengan menggunakan teknik penilaian 5 (lima) kelompok mata pelajaran,
d. membimbing dan melatih peserta didik dalam proses tatap muka, bimbingan dan latihan pada kegiatan intrakurikuler (remedial teaching dan enrichment), dan ekstra kurikuler,
e. pelaksanaan Bimbingan dan Konseling yang terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah.
2. Melakukan pembinaan, pemantauan dan penilaian terhadap kepala sekolah meliputi:
a. pengelolaan sekolah yaitu penyusunan program sekolah berdasarkan 8 SNP, rencana kerja tahunan (RKT), rencana kerja 4 tahunan, pelaksanaan program, pengawasan dan evaluasi internal, kepemimpinan sekolah dan Sistem Informasi Manajemen (SIM).
b. Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dan merefleksikan hasil-hasilnya dalam kerangka penjaminan mutu pendidikan di sekolah binaan.
c. pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah mempersiapkan akreditasi sekolah,
b. pengembangan perpustakaan dan laboratorium serta sumber-sumber belajar lainnya,
c. program bimbingan konseling di sekolah.

C. EVALUASI HASIL PENGAWASAN
Tahapan evaluasi hasil pengawasan meliputi kegiatan-kegiatan berikut.
1. Identifikasi masalah-masalah yang ditemukan pada saat melaksanakan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 SNP, dan penilaian kinerja guru
2. Rumuskan masalah yang telah teridentifikasi sebelumnya dari setiap kegiatan pengawasan,
3. Berikan analisis terhadap masalah-masalah yang telah dirumuskan tersebut, melalui analisis kuantitatif atau analisis kualitatif.(dapat digunakan analisis kesenjangan atau analisis SWOT).
4. Evaluasi hasil pengawasan sebagai bahan penyusunan rekomendasi terhadap guru, kepala sekolah maupun Dinas Pendidikan serta untuk perbaikan program pengawasan berikutnya.
Untuk menjamin pelaksanaan program kegiatan pengawasan sesuai dengan yang diharapkan dan untuk mengetahui tujuan dan hasil yang dicapai pada setiap kegiatan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 SNP, penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah, serta pembimbingan dan pelatihan profesional guru, maka diperlukan evaluasi hasil pengawasan pada setiap sekolah binaan.
Evaluasi proses pada saat pembinaan maupun pemantauan di sekolah binaan bertujuan untuk melihat hasil sementara, sedangkan evaluasi akhir dimaksudkan untuk mengetahui hasil pelaksanaan pengawasan secara menyeluruh pada sekolah binaan selama 1 tahun. Hasil evaluasi pengawasan berbentuk sebuah laporan disampaikan kepada kepala dinas pendidikan melalui koordinator pengawas sekolah.

D. PELAPORAN
1. Tujuan Penyusunan Laporan Hasil Pengawasan
Penyusunan laporan oleh setiap pengawas sekolah bertujuan untuk:
a. Memberikan gambaran mengenai keterlaksanaan setiap butir kegiatan yang menjadi tugas pokok pengawas sekolah.
b. Memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan berdasarkan hasil pengawasan akademik maupun manajerial berupa hasil pembinaan, pemantauan, dan penilaian.
c. Menginformasikan berbagai faktor pendukung dan penghambat/kendala dalam pelaksanaan setiap butir kegiatan pengawasan sekolah.

2. Tahapan pelaporan meliputi kegitan-kegiatan berikut.
a. Mengkompilasi dan mengklasifikasi data hasil pemantauan dan pembinaan
b. Menganalisis data hasil pemantauan dan pembinaan
c. Menyusun Laporan hasil pengawasan sesuai sistematika yang ditetapkan.
d. Menyampaikan Laporan Semesteran dan Tahunan kepada Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota, serta sekolah yang dibinanya.

3. Sistematika Pelaporan Hasil Pengawasan
Sistematika pelaporan pelaksanaan program pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 SNP dan penilaian kinerja, serta pembimbingan dan pelatihan profesional guru adalah sebagai berikut:

HALAMAN JUDUL (SAMPUL)
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Fokus Masalah Pengawasan
C. Tujuan dan Sasaran Pengawasan
D. Tugas Pokok /Ruang Lingkup Pengawasan

BAB II. KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH

BAB III. PENDEKATAN DAN METODE

BAB IV. HASIL PENGAWASAN PADA SEKOLAH BINAAN
A. Hasil Pelaksanaan Pembinaan Guru dan/atau kepala sekolah.
B. Hasil Pemantauan Pelaksanaan 8 SNP
C. Hasil Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah
D. Hasil Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru.
E. Pembahasan Hasil Pengawasan

BAB V. PENUTUP
A. Simpulan
B. Rekomendasi

LAMPIRAN:
1. Surat tugas Pengawasan
2. Surat Keterangan telah melaksanakan tugas pembinaan, pemantauan, penilaian kinerja, pembimbingan dan pelatihan profesional guru dari sekolah binaan
3. Daftar Hadir guru atau kepala sekolah pada saat pembinaan/pemantauan/penilaian kinerja.
4. Contoh-contoh instrumen pengawasan yang telah diisi/ diolah.

E. PENGEMBANGAN KARIR
Tahapan pengembangan meliputi kegiatan-kegiatan berikut.
1. Melakukan upaya peningkatan 6 (enam) kompetensi pengawas sekolah melalui pelatihan, seminar, workshop, konferensi, studi banding/benchmarking maupun secara mandiri dengan membaca buku, jurnal ilmiah atau menggunakan media internet, termasuk bergabung dan aktif dalam mailing list yang relevan, baik lokal, nasional maupun internasional
2. Melakukan kegiatan pengembangan profesi, antara lain melalui:
a. Penelitian, khususnya Penelitian Tindakan Sekolah (PTS)
b. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI)
c. Presentasi KTI dalam forum ilmiah/profesi
d. Publikasi KTI dalam jurnal ilmiah/profesi
3. Memberikan kontribusi pemikiran/gagasan kepada kepala sekolah dalam upaya pengembangan sekolah.

F. PELAPORAN (PORTOFOLIO) BENCHMARKING
Sistematika Penyusunan Laporan Umum Benchmarking
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Waktu Dan Tempat Pelaksanaan
D. Sasaran
E. Manfaat
BAB II PROSES DAN HASIL PELAKSANAAN KEMITRAAN
A. Proses Pelaksanaan Benchmarking
1. Rencana Tindak
2. Jadwal Pelaksanaan
B. Permasalahan dan Solusi
1. Permasalahan
2. Solusi
C. Hasil Pelaksanaan
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

Lampiran-Lampiran:
Lampiran 1 Laporan Hasil Pengawasan Akademik dan Manajerial (berikut Instrumen, format, dan perangkat pendukung yang telah diisi).
Lampiran 2 Foto-Foto Kegiatan yang diberi judul dan keterangan (deskripsi singkat).

G. Best Practice
Kata best practice digunakan untuk mendeskripsikan/menguraikan “ pengalaman terbaik” dari keberhasilan seseorang atau kelompok dalam melaksanakan tugas, termasuk dalam mengatasi berbagai masalah dalam lingkungan tertentu. Untuk Pengawas sekolah tentunya utamanya adalah nelakukan tugas pokok pengawasan di sekolahnya.
Best Practice memiliki ciri-ciri atau indikator sebgai berikut :
1. Best practice mampu mengembangkan cara baru dan inovatif dalam memecahkan suatu masalah dalam pendidikan khuusnya pengawasan;
2. Best Practice membawa sebuah perubahan/perbedaan sehingga sering dikatakan hasilnya luar biasa (outstanding result);
3. Best practice mampu mengatasi persoalan tertentu secara berkelanjutan (keberhasilan lestari)atau dampak dan manfaatnya berkelanjutan/ tidak sesaat;
4. Best practice mampu menjadi model dan memberi inspirasi dalam membuat kebijakan (pejabat) serta inspiratif perorangan,termasuk Sekolahnya;
5. Cara dan metoda yang dilakukan dan atau digunakan bersifat ekonomis dan efisien.
Best pratice, atau pengalaman terbaik Pengawas sekolah akan bisa dicapai dengan sukses dan lebih cepat tentunya telah dilakukan dengan tahapan yang sistematis melalui pendekatan ilmiah artinya dilandasi suatu teori yang relevan dengan masalah pembelajaran, yang telah dibangun sebelumnya.
Berdasarkan uraian diatas, maka dalam mendeskripsikan best practice atau pengalaman terbaik dalam pengawasan, memerlukan ilmu pengetahuan dan seni untuk dipakai sebagai landasannya. Sementara data progres keberhasilan dan juga data pendukung yang secara nyata dialami selama mengatasi permasalahan dan atau mengembangkan Pengawasan dicatat dengan sebaik baiknya, terutama sangat bermanfaat dalam merumuskan Standard Operating Procedure.
Yang dimaksudkan dengan tulisan pengalaman terbaik (Best Practice) Pengawas sekolah adalah tulisan yang dibuat Pengawas sekolah yang berisi laporan uraian pengalaman nyata Pengawas sekolah dalam memecahkan berbagai masalah pelaksanaan pengawasan dan/atau masalah pengelolaan yang ada di kelas atau di satuan pendidikan
Di dalam Best Practice, harus secara jelas ditulis tentang hal-hal berikut.
1) Permasalahan yang dihadapi oleh pengawas sekolah yang terkait dengan pelaksanaan pengawasan yang ada di kelas atau Sekolah binaanya
2) Uraian keterkaitan permasalahan yang dihadapi dengan kajian kepustakaan yang relevan.
3) Pembahasan tentang bagaimana pengawas sekolah yang bersangkutan dalam memecahkan permasalahannya dan uraian hasilnya.
4) Sajian simpulan dan saran.

Kegiatan penulisan pengalaman terbaik ini, juga merupakan bagian dari kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang berupa Publikasi Ilmiah berjenis Tinjauan Ilmiah. Apabila karya tersebut memenuhi persyaratan, dapat memperoleh angka kredit untuk unsur Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan .Publikasi ilmiah, di antaranya dapat berupa Tinjauan Ilmiah di bidang pengawasan. Isi dari publikasi ilmiah tersebut, dapat berupa laporan dari pengalaman-pengalaman terbaik yang telah dilakukan oleh para Pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Dalam pelaksanaan tugasnya, seharusnya Pengawas sekolah telah memperoleh banyak pengalaman. Di antara pengalaman-pengalaman itu, tentu ada yang diyakininya sebagai pengalaman terbaik (Best Practice). Bila pengalaman terbaik tersebut dipublikasikan, maka akan dapat menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi Pengawas sekolah yang lain, dan sekaligus juga merupakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dari Pengawas sekolah yang menulis.

Tujuan Kegiatan Penulisan Best Practice Pengawas Sekolah
a. Meningkatkan kemauan dan kemampuan Pengawas Sekolah untuk menuliskan pengalaman terbaiknya dalam bentuk publikasi ilmiah.
b. Menyebarluaskan hasil tulisan pengalaman terbaiknya, melalui berbagai media dan kegiatan yang lain (seminar, lokakarya, dan lain-lain), agar terjadi penambahan wawasan bagi Pengawas sekolah yang lain yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan mutu profesionalisme Pengawas sekolah.
c. Membantu Pengawas sekolah dalam melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan, melalui penulisan publikasi ilmiah yang berupa Tinjauan Ilmiah di bidang pengawasan yang berisi ungkapan pengalaman terbaik pengawas sekolah dalam pelaksanaan tugasnya.

Kerangka isi penulisan diatur sebagai berikut.
1) Bagian Awal terdiri atas (a) halaman judul; (b) lembaran persetujuan; (c) kata pengantar; (d) daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran (bila ada); serta (e) abstrak atau ringkasan. Lembar persetujuan ditandatangani Kepala Dinas.
2) Bagian Isi terdiri atas beberapa bab.
a) Bab Pendahuluan menjelaskan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat.
b) Bab Kajian/Tinjauan Pustaka berisi keterkaitan antara permasalahan yang dihadapi dengan berbagai teori atau pengalaman-pengalaman terdahulu. Inti dari bagian ini adalah memberikan dasar teoretis terhadap apa yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam memecahkan permasalahannya.
c) Bab Pembahasan Masalah menguraikan langkah-langkah atau cara-cara dalam memecahkan masalah yang dituangkan secara rinci. Hal yang sangat perlu dituliskan adalah bagaimana tindakan, cara, langkah yang dilakukan oleh Pengawas sekolah yang bersangkutan sehingga kegiatan tersebut dinyatakan sebagai pengalaman terbaiknya dalam pemecahan masalah.
Semua uraian tentang pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan harus didukung (dilampirkan) dengan data yang benar dari satuan pendidikan binaanya. Hal yang sangat perlu disajikan pada bab ini adalah keaslian dan kejelasan ide/gagasan terkait dengan upaya pemecahan masalah di satuan pendidikannya. Uraian ini merupakan inti tulisan best practice.
d) Bab Simpulan dan Saran berisi uraian tentang hal-hal yang dapat dipetik sarinya dari pengalaman berharga tersebut. Simpulan diikuti dengan saran atau rekomendasi terhadap pihak terkait.

3) Bagian Penunjang berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran tentang semua data yang dipakai untuk menunjang tulisan ini. Sajian lampiran dimaksudkan sebagai bukti bahwa kegiatan yang ditulis memang benar-benar merupakan hal nyata yang telah dilakukan. Oleh karena itu, dokumen yang dilampirkan harus benar-benar mampu menyakinkan hal tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Depdikbud. 1994. Petunjuk Pelaksanaan Supervisi di Sekolah. Jakarta : Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Depdiknas. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah untuk Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Depdiknas 2006. Sistem Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta:

Ditjen. Mandikdasmen Depdiknas. 2007. Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta: Depdiknas.

Kemdiknas, 2011, Buku Kerja Pengawas, PPTK- BPSDMP-PPM, Jakarta

Nanang Fattah. 1996. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya

PMPTK, 2009, Bahan Belajar Mandiri Supervisi Manajerial “ Program BERMUTU”

PMPTK, 2010, Evaluasi Diri Sekolah, Apa, Mengapan dan Bagaimana, Bahan ajar dan materi Pelatihan Penguatan Pengawas/ Kepala Sekolah.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/ Madrasah.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Kependidikan.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 63 Tahun 2009 tentang Sistim Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP)

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.
Permendiknas Nomor 11 Tahun 2009. Tentang Perangkat Akreditasi SD/MI. Jakarta: BAN-S/M

Permendiknas Nomor 52 Tahun 2008. Tentang Perangkat Akreditasi SMA/MA. Jakarta: BAN-S/M

 

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Juli 2014
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Statistik Blog

  • 1,762,190 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: