//
you're reading...
Dunia Pendidikan

DIMENSI KOMPETENSI AKADEMIK DAN MANAJERIAL PENGAWAS SEKOLAH DAN ANGKA KREDIT

Kegiatan pengawasan sekolah menurut PP 19 tahun 2005 meliputi pengawasan akademik dan manajerial. Unsur-unsur kegiatan dalam pengawasan akademik dan manajerial terdiri atas: 1) Penyusunan Program Pengawasan; 2) Pelaksanaan Program Pengawasan; 3) Evaluasi Hasil Pelaksanaan Program Pengawasan; 4) Membimbing dan Melatih profesional Guru, dan: 5) Melaksanakan Tugas di Daerah Khusus. Untuk mengetahui sejauhmana prestasi yang dapat diraih oleh jabatan fungsional pengaweas sekolah dalam melaksanakan kegiatan unsur-unsur pengawasan tersebut, seorang calon tim penilai angka kredit perlu memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai ruang lingkup tugas dan kriteria kinerja jabatan fungsional pengawas sekolah. Disamping itu, perlu juga menguasai prosedur penetapan angka kredit jabatan fungsional pengawas sekolah, serta memiliki kemampuan berpikir sistematis untuk menetapkan prestasi kerja pengawas sekolah yang memberi kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Pengawasan adalah bantuan profesional kesejawatan melalui dialog masalah pendidikan dalam rangka membantu guru, kepala sekolah/madrasah dalam meningkatkan kemampuan profesionalnya sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan pada sekolah/ madrasah binaannya. Pengawasan juga dapat diartikan sebagai proses kegiatan pemantauan untuk memastikan bahwa kegiatan di sekolah/ madrasah terlaksana seperti yang direncanakan. Selain itu, pengawasan juga dapat diartikan kegiatan mengoreksi untuk memperbaiki kesalahan atau penyimpangan yang terjadi selama pengelolaan pendidikan di sekolah. Dengan kata lain, pengawasan pendidikan adalah fungsi manajemen pendidikan yang harus diaktualisasikan. Adapun, ruang lingkup kepengawasan meliputi kepengawasan akademik dan manajerial. Kepengawasaan akademik dan manajerial tersebut tercakup dalam kegiatan (1) penyusunan program pengawasan; (2) pelaksanaan program pengawasan; (3) evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan; (4) membimbing dan melatih profesional guru dan/atau Kepala Sekolah: dan (5) melaksanakan tugas pengawasan di daerah terpencil

1. Ruang Lingkup Program Pengawasan
Program pengawasan sekolah/madarsah adalah rencana kegiatan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh pengawas sekolah/ madrasah dalam kurun waktu (satu periode tertentu). Agar dapat melaksankan tugasnya dengan baik, pengawas sekolah/ madrasah harus mengawali kegiatannya dengan menyusun program kerja pengawasan yang jelas, terarah, dan berkesinambungan dengan kegiatan pengawasan yang telah dilakukan pada periode sebelumnya. Di dalam konteks manajemen dapat dinyatakan bahwa program kerja pengawasan sekolah/ madrasah mengandung makna sebagai aplikasi fungsi perencanaan dalam bidang pengawasan sekolah. Penyusunan program pengawasan difokuskan pada peningkatan pemenuhan standar nasional pendidikan. Secara umum, program pengawasan sekolah sekurang-kurangnya memuat empat komponen pokok sebagai berikut:
a. Aspek/ masalah berupa identifikasi hasil pengawasan (pengawasan, pemantauan, penilaian).
b. Tujuan pengawasan yang hendak dicapai.
c. Indikator keberhasilan berupa target yang ingin dicapai.
d. Strategi/ metode kerja/ teknik supervise seperti monitoring dan evaluasi, refleksi danFocused Discussion, metode Dhelpi, workshop, kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individu, kunjungan antarkelas, supervise kelompok, dll.).
e. Skenario kegiatan berupa langkah atau tahapan supervise yang sistematis dan logis yang disesuaikan dengan jadwal dan waktu.
f. Sumber daya yang diperlukan dapat berupa bahan, fasilitas,dan manusia.
g. Penilaian dan instrument jenis dan bentuk disesuaikan dengan aspek/ masalah yang akan diselesaikan.
h. Rencana tindak lanjut dapat berupa pemantapan, perbaikan berkelanjutan disesuaikan dengan metode pengawasan.
Program pengawasan terdiri atas program tahunan untuk seluruh sekolah binaan, dan program semester untuk masing-masing sekolah binaan.
a. Penyusunan program tahunan yang terdiri dari 2 (dua) program semester meliputi langkah-langkah kegiatan-kegiatan berikut.
1) Identifikasi hasil pengawasan pada tahun sebelumnya Identifikasi hasil pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya melalui analisis kesenjangan dengan mengacu pada kebijakan di bidang pendidikan yang digunakan. Identifikasi hasil pengawasan menggambarkan sejauh mana ketercapaian tujuan pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Sebagai acuan penyusunan program pengawasan, dikemukakan pula berbagai kebijaksanaan di bidang pendidikan. Hasil identifikasi tersebut merupakan titik tolak dalam menentukan tujuan serta tindakan yang harus dilakukan pengawas sekolah tahun berikutnya. Identifikasi dilakukan untuk menjaga kesinambungan kegiatan pengawasan. Hasil pengawasan yang dianggap kurang/lemah harus lebih ditingkatkan. Hasil pengawasan yang dianggap sudah baik harus dipertahankan atau standarnya ditingkatkan (Lihat Lampiran 3).
2) Pengolahan dan analisis hasil dan evaluasi pengawasan tahun sebelumnya Pengolahan dan analisis hasil pengawasan yang telah dilakukan tahun sebelumnya diarahkan untuk menetapkan prioritas tujuan, sasaran, metode kerja serta langkah-langkah kegiatan dalam program pengawasan tahun berikutnya. Output pengolahan dan analisis hasil pengawasan harus mampu memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
3) Perumusan rancangan program pengawasan tahunan dilandasi oleh informasi yang diperoleh atas dasar identifikasi serta analisis hasil pengawasan pada tahun sebelumnya, dirumuskan rancangan program pengawasan tahunan untuk semua sekolah binaan.
4) Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan. Program pengawasan tahunan yang telah dimantapkan dan disempurnakan adalah rumusan akhir yang akan dijadikan sebagai acuan oleh pengawas dalam penyusunan program pengawasan semester pada setiap sekolah binaannya dan seluruh sekolah tingkat kabupaten/kota pada setiap jenjang dan satuan pendidikan (Lihat Lampiran 4 dan 5).
b. Penyusunan program semester pengawasan pada setiap sekolah binaan.
Secara garis besar, rencana program pengawasan pada sekolah binaan disebut Rencana Pengawasan Akademik (RPA) dan Rencana Pengawasan Manajerial (RPM). Komponen RPA/RPM sekurang- kurangnya memuat materi/aspek/fokus masalah, tujuan, indikator keberhasilan, strategi/metode kerja (teknik supervisi), skenario kegiatan, sumberdaya yang diperlukan, penilaian dan instrumen pengawasan (Lihat Lampiran 6).
c. Berdasarkan program tahunan dan program semester yang telah disusun, untuk memudahkan pelaksanaan pengawasan, maka setiap pengawas menyiapkan instrumen-instrumen yang dibutuhkan dengan materi/ aspek/ fokus masalah yang akan disupervisi. Contoh-contoh instrumen pengawasan akademik dan pengawasan manajerial terlampir.
2. Prinsip Penyusunan Program Pengawasan
Dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah diperlukan serangkaian kegiatan yang terencana, terarah, serta berkesinambungan. Untuk itulah diperlukan “Program Pengawasan Sekolah”. Program pengawasan disusun dengan maksud memberikan penjelasan atas pertanyaan sebagai berikut:
a. Why; Mengapa kegiatan pengawasan dilakukan?
b. What; Apa tujuan dan sasaran pengawasan?
c. Who; Siapa yang terlibat dalam pengawasan?
d. How; Bagaimana pengawasan dilakukan?
e. When; Kapan pengawasan dilakukan?
Program kerja yang dibuat dibuat berdasarkan prinsip SMART, artinya:
a. Specific, pokok masalah yang dijadikan program dalam penyususnan program kerja bersifat khusus, jelas, dan terfokus pada pencapaian tujuan.
b. Measureable, program-program dan kegiatan yang dipilih dapat diukur pencapaiannya.
c. Achievable, program-program dan kegiatan dapat dicapai dan disesuaikan dengan berbagai kondisi di SMA,SMK, dan SMALB.
d. Realistic, program-program dan kegiatan yang dipilih tidak mengada-ada, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan SMA,SMK, dan SMALB dalam pencapaian hasilnya.
e. Time Bound, jelas target waktu pencapaian dalam setiap langkah kegiatan.

3. Prosedur Penyusunan Program Pengawasan Sekolah/Madrasah.
Melakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threats). Analisis SWOT dimaksudkan untuk menemukan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada pada SMA,SMK, dan SMALB yang berada di wilayah binaannya. Kekuatan adalah faktor dari dalam SMA,SMK, dan SMALB yang mendukung pencapaian sasaran. Peluang adalah faktor dari luar yang mendukung pencapaian sasaran. Kelemahan adalah faktor dari dalam sekolah/madrasah yang menghambat pencapaian sasaran. Ancaman adalah faktor dari luar SMA,SMK, dan SMALB yang menghambat pencapaian sasaran.
Analisis dilakukan terhadap faktor internal dan eksternal SMA,SMK, dan SMALB yang ada. Hasil analisis digunakan sebagai dasar dalam menentukan prioritas kegiatan yang perlu segera ditingkatkan mutunya

Adapun, cara menganalisis kebutuhan penyusunan program pengawasan dapat mengacu pada 4W dan 2H berikut ini.

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Mengidentifikasi hasil pengawasan sebelumnya.
Identifikasi hasil pengawasan yang dilakukan pada tahun sebelumnya mengacu pada kebijakan di bidang pendidikan yang digunakan. Identifikasi hasil pengawasan menggambarkan sejauh mana ketercapaian tujuan pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Sebagai acuan penyusunan program pengawasan, dikemukakan pula berbagai kebijakan di bidang pendidikan. Hasil identifikasi tersebut merupakan titik tolak dalam menentukan tujuan serta tindakan yang harus dilakukan pengawas SMA,SMK, dan SMALB tahun berikutnya. Identifikasi dilakukan untuk menjaga kesinambungan kegiatan pengawasan. Hasil pengawasan yang dianggap kurang/lemah harus lebih ditingkatkan. Adapun, hasil pengawasan yang sudah dianggap berhasil baik harus dipertahankan dan ditingkatkan.
b. Mengolah dan menganalisis hasil pengawasan tahun sebelumnya.
Mengolah dan menganalisis hasil pengawasan tahun sebelumnya merupakan tugas pokok pengawas melalui diskusi kelompok yang terdiri dari ketua dan anggota. Pengolahan dan analisis hasil pengawasan yang telah dilakukan tahun sebelumnya diarahkan untuk menetapkan prioritas tujuan, sasaran, metode kerja serta langkah-langkah kegiatan dalam program pengawasan tahun berikutnya.
c. Perumusan rancangan program pengawasan tahunan.
Perumusan rancangan program pengawasan tahunan merupakan tugas pokok pengawas madya. Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis hasil pengawasan tahun sebelumnya, selanjutnya dirumuskan rancangan program pengawasan tahunan untuk semua SMA,SMK, dan SMALB binaan. Rumusan rancangan program pengawasan sebaiknya dikaji secara bersama-sama oleh kelompok pengawas untuk mendapat masukan dan pertimbangan tentang tujuan, sasaran, serta kegiatan pengawasan yang akan dilaksanakan.
d. Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan .
Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan merupakan tugas pokok pengawas utama. Program pengawasan tahunan yang telah dimantapkan dan disempurnakan adalah rumusan akhir yang dijadikan acuan oleh pengawas dalam penyusunan program pengawasan semester pada setiap SMA,SMK, dan SMALB binaannya. Lebih jelasnya perhatikan gambar alur berikut ini!

Walaupun terdapat ketentuan yang mengatur batasan kewenangan bagi setiap jenjang jabatan pengawas dalam penyusunan program pengawasan tahunan, pada kondisi tertentu seorang pengawas dapat melakukan tahapan proses yang menjadi kewenangan pengawas setingkat di atasnya. Misalnya, pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan yang merupakan yang merupakan tugas Pengawas Utama dapat dilakukan oleh Pengawas Madya apabila: (1) Pengawas sekolah/madrasah yang memiliki jenjang jabatan yang sesuai belum ada. Namun, butir kegiatan tersebut harus dilaksanakan; dan (2) Pengawas Sekolah/madrasah yang ditugaskan memiliki keahlian dan kemampuan untuk melaksanakan butir kegiatan tersebut.

e. Penyusunan program pengawasan semester
Program pengawasan semester merupakan tugas pokok semua pengawas (Muda, Madya, dan Utama) pada setiap sekolah/ madrasah binaannya. Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang akan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah/madrasah pada setiap sekolah/madrasah binaannya. Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas program pengawasan tahunan di tingkat kabupaten/kota. Aspek lain yang dipertimbangkan dalam penyususnan program semester adalah visi misi sekolah/ madrasah binaan. Dalam hal ini tidak dituntut adanya kesamaan program/ kegiatan pada setiap sekolah/ madrasah binaan. Kegiatan pengawasan pada permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing sekolah/madrasah binaan. Tidak menutup kemungkinan adanya kolaborasi antara pengawas sekolah/madrasah dan kepala sekolah/madrasah dalam menyusun program pengawasan semester.

4. Sistematika Program Pengawasan Sekolah.
Program pengawasan dapat disusun dalam bentuk makalah dengan sistematika sebagai berikut:
HALAMAN JUDUL (SAMPUL)
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Landasan (Dasar Hukum)
C. Tujuan dan Sasaran Pengawasan
D. Visi, Misi dan Strategi Pengawasan
E. Sasaran dan Target Pengawasan
F. Ruang Lingkup Pengawasan

BAB II IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN
A. Identifikasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya)
B. Analisis dan Evaluasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya)
C. Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Sebagai Acuan dalam Penyusunan Program

BAB III RENCANA PROGRAM TAHUNAN PENGAWASAN
A. Matriks Program Pembinaan Guru dan/atau Kepala Sekolah
B. Matriks Program Pemantauan Pelaksanaan 8 SNP
C. Matriks Program Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah
D. Matriks Program Induksi Guru pemula
E. Matriks Program Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru
F. Matrik Program Evaluasi dan Pelaporan Hasil Kepengawasan

BAB IV PENUTUP
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. RKA/RKM/RKBK
2. Matriks program semester dan jadwal
3. Surat tugas kepengawasan
4. Contoh-contoh Instrumen Kepengawasan.
5. ……..

 

5. Format Program Pengawasan Sekolah/Madrasah dalam Bentuk Matriks
Berikut ini adalah contoh format program pengawasan yang disajikan dalam bentuk matriks.

Picture1

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penilaian program pengawasan sebagai berikut.
a. Kriteria
Memiliki dokumen program pengawasan yang memenuhi enam aspek sistematika
1) Identitas (halaman judul, pengesahan, kata pengantar, dan daftar isi).
2) Pendahuluan, (Latar belakang, Landasan hukum, Tujuan dan sasaran, Visi, misi dan strategi pengawasan, Sasaran dan target pengawasan, Ruang lingkup pengawasan)
3) Identifikasi dan analisis hasil pengawasan yang berisi identifikasi hasil pengawsan tahun sebelumnya, analisis dan evaluasi hasil pengawasan tahun sebelumnya, dan tindak lanjut hasil pengawasan
4) Program pengawasan , yang berisi:
• Program Pengawasan guru dan/atau kepala sekolah
• Program pemantauan pelaksanaan SNP
• Program penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah
• Program pemantauan dan penilaian PIGP
5) Penutup
6) Lampiran berisi:
• Program Pengawasan Semester
• RPA/ RPBK/RPM,
• Instrumen pengawasan guru dan/kepala sekolah.
• Instrumen pemantauan pelaksanaan SNP.
• Instrumen penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah.
• Instrumen penilaian PIGP
b. Bukti fisik
1) Surat penugasan dari Korwas.
2) Program yang diketahui/disahkan oleh Dinas/ Korwas.

c. Pemberian angka kredit
Angka kredit diberikan untuk setiap program/setiap tahun:
Pengawas sekolah muda: 0,6
Pengawas sekolah madya: 0,9 dan
Pengawas sekolah utama: 1,2

C. Latihan
Setelah Saudara mempelajari materi tentang program pengawasan, coba diskusikan sejauhmana urgensi program pengawasan bagi pelaksanaan tugas pengawas sekolah, dan bagaimana penetapan angka kreditnya? Selanjutnya lakukan penilaian terhadap program pengawasan hasil dari kelompok lain

D. Rangkuman
Program pengawasan adalah bentuk perencanaan berkaitan dengan rangkaian tindakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pengawasan. Program pengawasan, yang terdiri atas program tahunan untuk seluruh sekolah binaan, dan program semester untuk masing-masing sekolah binaan. Penyusunan program pengawasan meliput: (1) penyusunan program pengawasan setiap tahun pada tingkat kabupaten/kota yang meliputi: (a) mengidentifikasi hasil pengawasan sebelumnya; (b) mengevaluasi hasil pengawasan sekolah/madrasah binaan sebelumnya; (c) mengevaluasi hasil pengawasan seluruh sekolah/madrasah tingkat kabupaten/kota/provinsi; (d) merumuskan rancangan program pengawasan tahunan; (e)menyempurnakan rancangan program pengawasan sekolah/madrasah, (2) penyusunan program pengawasan pada sekolah/madrasah binaan, (3) Penyusunan program pengawasan per semester.

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Tenaga Kependidikan. 2007. Monitoring Pelaksanaan SNP dan Akreditasi Nasional. Modul 02-B7. Jakarta: Depdiknas.
Direktorat Tenaga Kependidikan. 2007. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah. Modul 04-A2. Jakarta: Depdiknas.
Direktorat Tenaga Kependidikan. 2007. Penilaian Kinerja Guru. Modul 04 A3. Jakarta: Depdiknas.
Direktorat Tenaga Kependidikan. 2007. Evaluasi Program Supervisi Pendidikan. Modul A3-2. Jakarta: Depdiknas.
Gorton, Richard A. & Schneider, Gail T. 1991. School-Based Leadership: Callenges and Opportunities. Dubuque, IA: Wm. C. Brown Publishers.
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.
Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor III /PB/2011 dan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka kredit.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/ Madrasah.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Kependidikan.
Siagian, Sondang P. 2005. Fungsi-fungsi Manajerial. Jakarta: Bumi Aksara 45
Suharsimi Arikunto. 2004. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

 

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Juni 2014
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Statistik Blog

  • 1,758,171 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Andik: Melawan Vietnam Menguras Tenaga 3 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pemain sayap Tim Nasional Indonesia, Andik Vermansyah mengaku sangat senang dan puas bisa mengalahkan Timnas Vietnam dengan skor 2-1. Dia mengatakan kemenangan pada putaran pertama babak...
    Andi Nur Aminah
  • Koeman Ingin Pemainnya Tunjukkan Kekuatan Melawan MU 3 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Pelatih Everton, Ronald Koeman mengatakan para pemainnya harus menunjukkan kekuatan dan komitmen mereka dalam beberapa pekan mendatang. Hal tersebut dimulai dari pertandingan pada Ahad malam (4/12) melawan...
    Israr Itah

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: