//
you're reading...
Dunia Pendidikan

LAPORAN PROGRAM TECHNICAL VISIT PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KE RUSIA DAN FINLANDIA

hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

 

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

2014

TIM PENYUSUN LAPORAN

1 Dr. Mahnuri,M.Pd. Pengawas Sekolah, Dinas Pend Jakarta Barat DKI Jakarta
2 Drs. Sudibyo, M.Pd Pengawas Sekolah, Dinas Pendidikan Semarang Jawa Tengah
3 Dr. Syaiful Kadir, M.Pd Kepala SMAN 1 Gorontalo Gorontalo
4 H. Suharlan, M.Pd. Kepala SMKN 1 Ketahun Bengkulu
5 I Nyoman Abdi, S.Pd., M.Pd Pengawas Sekolah, Dinas Pend. Kab.Kolaka Sulawesi Tenggara
6 Drs. Suaidin Pengawas SMA/SMK , Dinas Pend Kab. Dompu NTB
7 Drs. Edy Susilo, M.Pd. Pengawas Sekolah SMK , Kota mataram NTB
8 Dra. Hj. Nurmaini My, M.Si. Pengawas Sekolah SMA , Dinas Pend Kota Jambi Jambi
9 Setiyana, S.Pd.,M.Eng Guru SMAN 1 Bandongan, Magelang JawaTengah
10 Drs. A.R. Subandi Latief, M.Si Guru SMAN 21 Makassar Kota Makassar Sulawesi Selatan
11 Drs. Sukardi Majah, M.Si. Pengawas Sekolah, Dinas Pendidikan Kab.Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan
12 Sri Mulyani, S.Pd.,M.Si. Pengawas Sekolah, Dinas Pendidikan
Kab.Flores Timur Nusa Tenggara Timur

KATA PENGANTAR

Kami bersyukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas kegiatan Rusia Finland Technical Visit Pragramme 2014 beserta penyusunan laporannya. Laporan ini berisi mengenai kegiatan kunjungan berupa orientasi program dan pembekalan yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kemdikbud, kajian pendidikan dan budaya masyarakat Rusia, Finlandia dan Swedia, dan Lembaga Pendidikan dan kunjungan tempat bersejarah.
Berbagai kegiatan tersebut telah membuka cakrawala pandang kami akan arti penting peningkatan mutu pendidikan, pelestarian budaya dan situs sejarah, pembentukan karakter bangsa yang baik, pengembangan kegiatan ekonomi produktif, pelestarian situs sejarah sebagai hasil peradaban masa lalu yang membagakan dan perlunya menciptakan saling pengertian serta kerjasama antar bangsa untuk kemaslahatan umat manusia.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, KBRI Rusia, Lembaga Pendidikan di Rusia dan Finlandia atas kerjasamanya sehingga kami dapat melaksanakan kunjungan yang amat penting bagi kami ini.
Semoga laporan ini bermanfaat dan kami mohon maaf atas segala kekurangan yang ada.
Jakarta, 9 Juni 2014
Rusia Finland Technical Visit Pragramme

 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah merupakan salah satu faktor strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk masa depan bangsa. UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Untuk itu perlu dilakukan pemberdayaan dan peningkatan mutu guru secara terencana, terarah, dan berkesinambungan, sehingga mampu membimbing peserta didik menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global. Hal ini sejalan dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional dalam menghadapi globalisasi adalah peningkatan kemampuan profesionalitas guru.
Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan profesionalitas guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah terus dilakukan, salah satunya dengan memberikan kesempatan melakukan “benchmarking“ yaitu mengikuti Edu Technical Visit ke Rusia dan Finlandia.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kemdikbud melalui Edu Technical Visit ke Rusia dan Finlandia telah mengirimkan guru-guru berprestasi, kepala sekolah berprestasi, pengawas sekolah berprestasi tingkat nasional guna mempelajari tentang pengembangan pembelajaran pendidikan untuk melihat secara langsung sistem pembelajaran, management sekolah dan supervisi sekolah yang ada di negara negara maju di seluruh dunia.

B. Dasar Pelaksanaan
1. Surat Kepala Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri, Sektetaris Kementerian Sekretaris Negara No B-7517/Kemsetneg/Setmen/KTLN/KL.00/5/2014 tanggal 9 Mei 2014 tentang Persetujuan Perjalanan Dinas Luar Negeri
2. Surat Direktur Jenderal Pendidikan Menengah nomor : 2533/05.1/II/2014 tanggal 1 April 2014 perihal Kunjungan peserta technical visit ke Rusia dan Finlandia

C. Ruang Lingkup
1. Ruang lingkup Kajian di Indonesia sebagai berikut:
a. Kebijakan Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah,
b. Kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah;
c. Informasi Program Penghargaan dan Perlindungan bagi Guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah;
2. Ruang lingkup Kajian di Rusia dan Finlandia sebagai berikut :
a. Kebijakan dan Sistem pendidikan Rusia dan Finlandia
b. Budaya dan Kehidupan masyarakat Rusia dan Finlandia
c. Tempat Bersejarah, industri lokal, dan situs-situs budaya
d. Kunjungan ke Sekolah sekolah di Rusia dan Finlandia serta KBRI Rusia
D. Tujuan Orientasi
1. Memberikan informasi tentang kebijakan Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kemdikbud.
2. Memberikan informasi tentang kebijakan pembinaan dan pengembangan profesi Guru. Kepala sekolah dan pengawas sekolah
3. Memberikapn wawasan dan pengenalan kepada peserta tentang kehidupan, adat istiadat, budaya bangsa Rusia dan Finladia, sistem pendidikan, kemajuan industri dan teknologi modern, serta kehidupan sosial dan aspek-aspek lainnya.

E. Hasil yang Diperoleh
1. Info terbaik dapat dijadikan Sebagai bahan bandingan dan acuan implementasi pendidikan di indonesia
2. Para Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah dapat memahami kebijakan pendidikan nasional dan peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan sehingga dapat lebih memantapkan pelaksanaan tugasnya.
3. Para guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah dapat menindaklanjuti pengetahuan, wawasan, dan pengalaman selama di Rusia dan Finlandia dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia khususnya di daerah masing-masing.

 

BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Waktu dan Tempat Kegiatan
Waktu pelaksanaan studi kajian dibagi dalam 2 (dua) jenis kegiatan yaitu :
1. Di Indonesia
a. Tanggal 18 – 19 Mei 2014 bertempat di Hotel Millenium Penjelasan teknis tentang Technical Visit ke Rusia dan Finlandia dan pembuatan Visa kunjungan
b. Tanggal 30 Mei di Wisma Handayani penjelasan pre depture dan pembekalan teknik dan tatacara kunjungan ke Rusia ,Finlandia dan Finlandia oleh Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional di wakili oleh Ka Subdit Program dan Evaluasi, Dit Pembinaan PTK Dikmen, Wastandar, M.A.,Ph.D.Sekaligus dilepas secara resmi oleh Mendikbud M.Nuh.
c. Penyusunan laporan hasil edu technical visit di Rusia dan Finlandia,Swedia tanggal 11. Juni 2014.
2. Kunjungan ke Rusia
Hari pertama di Moscow Rusia melaksanakan pertemuan dengan Duta Besar Indonesia utk Moscow . Pada hari kedua dilaksanakan Kegiatan edu technical visit di Rusia antara lain visit implementatation history, culture and art of Moskow, visit to Embassy of Republic Indonesia for Rusia, visit Training Center Realtime Computer Graphic School, visit Hight School 105 St. Peterburg dan visit implementatation history, culture and art of St. Peterburg.
3. Kunjungan ke Finlandia
Kegiatan edu technical visit di Finlandia antara lain visit implementatation history, culture and art of Helsinski, visit Omnia Vocational College, visit Helsinski Cullinary School Perhonkatu 11 dilanjutkan visit visit implementatation history, culture and art of Stockholm Swedia.
B. Peserta
Peserta dari kegiatan edu technical visit ke Rusia dan Finlandia ini berasal dari Guru, Kepala sekolah dan Pengawas Sekolah terbaik tingkat nasional yang memperoleh juara ke-1 pada lomba Benchmarking, karya ilmiah dan best practice tingkat nasional

ttttttttttttt

BAB III
HASIL KEGIATAN

A. Kegiatan di Indonesia
Kegiatan di Indonesia berupa kegiatan Orientasi Program dan Kebijakan Umum. Dalam kegiatan ini diberikan informasi secara umum mengenai program yang akan dilaksanakan baik selama di Rusia, Finlandia dan Swedia, serta rencana tindak lanjut setelah datang kembali di Indonesia. Materi orientasi meliputi:
1. Kebijakan Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan;
2. Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Profesi Pendidik danTenaga Kependidikan;
3. Informasi Program Penghargaan Pendidik danTenaga Kependidikan Dikmen;
4. Informasi tentang kehidupan dan kebudayaan bangsa

B. Kegiatan di Rusia dan Finlandia
1. Kunjungan Kedutaan Indonesia Di Rusia
Pada acara kunjungan kedubes Indonesia di Moskow dihadiri oleh 300 mahasiswa Indonesia, para guru sekolah Indonesia , para Dosen dan pendaki gunung serta Tim Promosi batik tenun Indonesia.
Pada acara tersebut semua peserta menyampaiakan kondisi pebdidikan dan budaya daerah masing-masing. Pada giliran saya dapat berkesempatan menyampaikan sekilas profil pendidikan di kabupaten Dompu, promosi pariwisata Lakey Beach , “PIJAR” sebagai program unggulan Bupati Dompu H.Bambang M.Yasin ,Tenunan Tradisional serta “ Tambora Menyapa Dunia” yang ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dari para hadirin .

10353431_851748174852796_85537745201894071_o 10298202_858833487477598_96179053405058371_o 10258410_851750041519276_1047260931103496409_o 1398879_851749564852657_4806527612757658543_o 1009557_851750154852598_7376584855885954296_o 1517765_851749854852628_8059123315642254436_o 20140602_204510 20140602_204440 20140602_200754 - Copy 20140605_081318 20140602_204510 20140602_204446 20140602_204440 20140602_203931 20140602_200657 10285823_10202112489474043_8324143018072166195_o 10364018_10202112515514694_1080183651736273010_n

2. Kunjungan ke Training Centre Real Time Computer Graphic School
Training Centre Real Time Computer Graphic School (AUTIDESK AND ADOBE) dengan alamat: 5 Nezhinskaya str, Moscow, 119501, Russia. Telp. +74954425966, +74954425977. Delegasi P2TK Dikmen Kemendikbud yang berjumlah 15 orang pada tanggal 2 Juni 2014 berkunjung ke Training Centre Real Time Computer Graphic School (AUTIDESK AND ADOBE) dengan alamat: 5 Nezhinskaya str, Moscow, 119501, Russia. Telp. +74954425966, +74954425977. Sekolah ini merupakan sekolah swasta (professional private school) yang berdiri 15 tahun yang lalu. Dengan spesialisasai pada program studi Animasi, Desain Grafis dan Film. Saat ini dipimpin oleh Mr. Michael, yang memiliki jumlah siswa sekitar 10.000 orang. Siswa yang belajar di sekolah ini berasal dari sekolah setingkat SMA/SMK, perguruan tinggi, perusahaan, pemerintah, minimal berusia 16 tahun.
Sistem pembelajaran tidak seperti sekolah regular pada umumnya, karena pendidikan di sekolah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di lingkungan industri maupun pemerintah. Pembelajaran dilaksanakan secara intensif, setiap hari siswa belajar selama 12 jam dimulai jam 10.00 sampai 24.00. Dalam satu minggu siswa hanya belajar 1 jenis mata pelajaran saja. Sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan efektif dan intensif, didukung jumlah siswa per kelas maksimum 12 orang. Kurikulum dikembangkan dan diatur oleh sekolah sendiri diseduaikan dengan kebutuhan dan permintaan industri. Setiap siswa yang telah menyelesaikan 1 program dan dinyatakan lulus, diberikan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh fihak sekolah dan industri. Mengingat waktu belajar sampai larut malam, bagi siswa yang tempat tinggalnya cukup jauh, sekolah menyediakan penginapan.

Foto0451 Foto0453 Foto0455 Foto0457 Foto0472 Foto0495 Foto0519

3. Kunjungan Gymnasium 105 Vyborsky District
a. Moto Sekolah
For Common Use, yang artinya; siswa tidak hanya memperolah pendidikan yang baik dan berkualitas, tetapi intinya bagaimana menciptakan generasi muda yang berguna bagi bangsanya.
b. Gambaran Umum Sekolah yang Dikunjungi
Sekolah ini didirikan tahun 1967, dan dalam perkembangannya sekolah ini mampu meraih prestasi, baik yang diraih oleh tenaga pengajar maupun peserta didik. Sebanyak 117 prestasi yang sudah dihasilkan berupa medali emas, serta 78 perak dan medali lainnya. Sekolah ini dipimpin oleh Oleg Lonovich Losin, dan dibantu oleh 58 guru yang professional.Saat ini jumlah siswa dari jenjang 640, dengan pembagian 24 siswa per kelas.
Disekolah ini kompetisi peningkatan profesionalisme guru sangat signifikan karena penghargaan kepada guru diberikan berdasarkan Contunous Profesional Development (CPD) yang dikumpulkannyan selama dalam kurun waktu 5 tahun. Hasil evaluasi CPD ini dijadikan dasar untuk menempatkan guru pada 3 ranah kategori penggajian, yaitu; (1) sangat professional, (2) professional, dan (3) belum professional. Sekolah ini adalah dalam kunjungan perjalanan kedua di kota St. Pitersburg.
Sekolah ini menyelenggarakan pendidikan satu atap berupa sekolah jenjang pendidikan dasar selama 4 tahun, sekolah menengah pertama 5 tahun, dan sekolah menengah atas 2 tahun, lalu menambah 1 tahun persiapan bagi siswa yang akan melanjutkan perguruan tinggi.
c. Kurikulum sekolah
Kurikulum sekolah terdiri dari kurikulum yang diatur oleh federal/pusat dan pilihannya, kurikulum daerah atau muatan local,

d. Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran berangsung dengan menggunakan perpaduan metode tradisional dan metode pembelajaran baru. Pembelajaran lebih ditekankan pada pemberdayaan siswa dengan menggunakan model penelajaran koaboratif. Disamping itu sekolah ini juga menyediakan fasilitas belajar jarak ajuh (distance learning) Jumlah siswa per kelas dirancang 24 orang untuk memudahakan pembelajaran kelompok. Sewaktu pembelajaran berlangsung guru melakukan penilaian hasil belajar secara komprehensif sehingga guru memiliki catatan keberhasilan siswa.
Penilaian diatur oleh pemerintah, sewaktu mengikuti ujian siswa dapat langsung mengetahui apakah lulus atau belum.
e. Sarana Prasarana
Sekolah ini secara keseluruhan sudah tertata rapi, bersih dan nyaman untuk belajar. Penanaman karakter sudah kelihatan dari pembiasaan menjaga kebersihan dan kenyaman lingkungan. Sarana dan Prasarana lengkap baik ruang belajar, ruang praktek atau labor, ruangan guru, ruangan kepala sekolah, hall serta aual olah raga, Runagan kelas dibagi berdasarkan mata pelajaran karena sekolah Gymnasium 105 melaksanakan pembelajaran dengan Moving Class. Ruang guru dilengkapi dengan tempatporto folio siswa. Sehngga guru yang tidak mengajar melakukanp persiapan administrasi serta mengorganisirkan porto folio siswa.
f. Tenaga Pendidik
Seperti yang disamapikan sebelumnya bahwa sekolah Gymnasium didukung oleh tenaga professional. Standar menjadi guru di Gymnasium antara lain sangat professional, mampu mengikuti perkembnagan zaman, mampu menggabungkan berbagai metode baik tradisional dan metode baru, serta harus inovatif. Penilaian terhadap kinerja guru dilakukan setiap 5. Selama kurun waktu tersebut guru harus mampu mengumpulkan proto folio sebagai CPDnya mereka. Guru yang tidak inovatif atau tidak mampu mengumpulkan porto folio akan manjadi guru yang tidak professional dan tidak mendapatkan penghargaan gaji selayaknya.
g. Pembiayaan
Rusia melaksanakan pendidikan bebas pungutan artinya peseta didik tidak dimintai uang sekolah karena pemerintah menyediakan semua kebutuhan pembelajaran berdasarkan usulan yang dibuat oleh kepala sekolah melalui Rencana kegiatan Sekolah. Bahkan dana yang dialokasikan pemerintah meleb ihi kebutuhan sesungguhnya. Disamping itu masih terdapat partisipasi orang tua murid dalam kegiatan ekstra kurikuler, bagi siapa yang mau memberikan donasi.

4. Kunjungan ke OMNIA School
Omnia, The Joint Authority dalam Pendidikan di Espoo Daerah merupakan pusat pengembangan pendidikan daerah dengan lima kampus di sekitar Espoo dan Kirkkonummi dengan lebih dari 700 staf dan 10000 siswa. Omnia menerima penghargaan kualitas pendidikan nasional pada tahun 2013 di samping pengakuan untuk lingkungan belajar yang paling inovatif. Omnia adalah pelopor dalam proyek-proyek pembangunan pendidikan nasional dan internasional yang berfokus pada sistemik, solusi berkelanjutan baik dalam pendidikan K-12 dan kejuruan dan pelatihan sektor. Omnia, The Joint Otoritas Pendidikan di Espoo Daerah terdiri dari:
a. Omnia College, menawarkan pelatihan menengah dan kejuruan atas untuk orang-orang muda setelah sekolah yang komprehensif atau pendidikan menengah umum atas
b. Omnia Adult Education Centre, menawarkan dasar, lanjut dan spesialis kualifikasi kejuruan dan dibuat khusus kursus untuk siswa dewasa
c. Omnia Magang Training Centre, menawarkan pendidikan kejuruan yang diselenggarakan di tempat kerja, ditambah dengan studi teoritis
d. Omnia Youth Workshop, dukungan korban dan pelatihan bagi kaum muda yang menganggur atau tanpa tempat studi
e. InnoOmnia, pembelajaran seumur hidup secara nasional dan diakui secara internasional & hub kewirausahaan.
f. Kemitraan Omnia Pendidikan, mengembangkan dan mengkoordinasikan proyek-proyek pembangunan kapasitas internasional dan program pengembangan profesional
Nasional Badan Finlandia Pendidikan telah memilih Omnia sebagai penyedia pembangunan nasional profesional. Di Omnia, guru ditantang untuk melangkah keluar dari zona kenyamanan mereka, merangkul solusi pembelajaran abad 21. Dengan menggabungkan pelatihan guru, piloting pedagogi baru dan merancang lingkungan belajar, Omnia telah mampu menawarkan keadaan pengembangan profesional seni serta solusi baru untuk melibatkan siswa, membuat mereka juara dalam belajar mereka pada jalur belajar seumur hidup. Omnia juga merupakan rumah dari hubungan kewirausahaan yang unik. Dengan membawa bersama-sama pengusaha, pelajar dan guru dari semua jenjang pendidikan, InnoOmnia melanggar batas-batas dan itu sendiri merupakan inovasi radikal menggabungkan dunia belajar dan bekerja. Semua orang adalah pelajar dan guru di Inno Omnia. Program pengembangan profesional saat guru dan pemimpin sekolah fokus pada :
a. Lingkungan belajar digital, termasuk alat dan pedagogi
b. Gamification
c. Ponsel pembelajaran
d. Mengajar kewirausahaan dan pembelajaran

10371330_854530101241270_8203650460706586084_o 10298543_854515567909390_5805961695964524397_o 10258952_854515524576061_3732439259137323071_o Foto0530 Foto0530 Foto0528 Foto0529 10443210_854549237906023_1696326834474510977_o 10428260_857548197606127_4298609028369524491_o 10452990_854534067907540_3681211602193855274_o

Foto0528

20140605_081318 Foto0528 Foto0529 Foto0530 20140601_082510 Foto0530

Gambar 3. Kunjungan ke Omnia School

Batas Wilayah Rusia :
• Berbatasan dengan Norwegia dan Finlandia
• Berbatasan dengan negara-negara Baltik yakni Estonia dan Latvia kemudian Belarus dan Ukraina
• Laut Hitam, Georgia dan Azerbaijan
• Laut Kaspia, Kazakhstan, Republik Rakyat Tiongkok, Mongolia dan Korea Utara
• Samudra Pasifik utara meliputi Laut Jepang, Laut Okhotsk, dan Selat Bering (dengan pulau Big Diomede atau Ostrov Ratmanov yang memiliki jarak beberapa mil dari pulau Little Diomede, bagian dari Alaska (Amerika Serikat)
• Di sebelah utara dengan Samudra Arktik (Kutub Utara)
Memiliki Oblast Kaliningrad dengan ibu kota Kaliningrad yang berbatasan dengan Polandia dan Lituania serta Laut Baltik.
Pendidikan
Sistem pendidikan di Rusia meliputi taman kanak-kanak (playgroup, sejak usia bayi 1 tahun sampai taman kanak-kanak lanjut sejak usia 3 tahun), sekolah menengah (sejak usia 7 tahun), “gimnasium” (semacam sekolah menengah dengan kurikulum yang lebih luas), sekolah dan sekolah kejuruan, perguruan tinggi (institut, universitas dan akademi).
Sekolah menengah terdiri dari 3 tahun sekolah dasar, 6 tahun sekolah menengah utama dan 2 tahun sekolah menengah penuh. Ada sekolah menengah khusus di mana mata pelajaran tertentu diutamakan, misalnya bahasa, matematika, fisika dan lain-lain. Sejumlah perguruan tinggi mengikuti sistem Barat dan mempunyai dua peringkat: BA (4 tahun) dan MA (2 tahun) tetapi kebanyakannya tetap sesuai sistem lama yaitu tanpa gelar BA dan MA (para tamatan diberi kualifikasi saja, misalnya guru sekolah, penerjemah, insinyur dan lain-lain) dengan tempo pelajaran 5-6 tahun. Jumlah universitas negeri (1994) ialah lebih dari 40, disertai 80 universitas khusus (teknik, medis, keguruan, pertanian) yang dulu bertaraf institut saja dan lebih dari 30 universitas swasta.
Pendidikan di semua tingkat bebas biaya (kecuali perguruan swasta). Perguruan di Rusia antara lain Universitas Negeri Kazan, Universitas Negeri Moskow, dan lain-lain. Tokoh pendidikan di Rusia yang terkenal adalah Dmitri Mendeleev.
5. Kunjungan ke Helsinski Cullinary School
Delegasi Technical Visit melakukan kunjungan ke Helsinski Cullinary School pada tanggal 05 Juni 2014, mendapatkan penjelasan oleh pimpinan sekolah Ms Gun Marit Nieminen bahwa Helsinski Cullinary School adalah sekolah swasta namun biaya pendidikan bagi siswanya ditanggung oleh pemerintah Finlandia. Helsinki Culinary School adalah pelopor dalam mempromosikan keterampilan profesional di Finlandia dan terkenal di Eropa untuk operasi berkualitas tinggi dalam pendidikan kejuruan. Sistem Perho Kualitas menjamin bahwa hasil usaha mempertahankan standar yang baik dan tumbuh ke arah yang positif. Dibalik kesuksesan Helsinski Cullinary School Perho adalah tenaga profesional, yang telah memenangkan Quality Award Provinsi Gubernur Finlandia Selatan pada tahun 1999 dan dua Kualitas Awards untuk pendidikan kejuruan diberikan oleh Departemen Pendidikan, pada tahun 2001 dan 2004. Dalam Perho mempelajari 430 mahasiswa dan kami memiliki staf 60.
Perho mendidik Restaurant Chefs, Waiters / Pelayan dan Hotel Resepsionis untuk hotel dan restoran industri. Siswa juga dapat mengambil kualifikasi ganda: chef Restaurant ditambah kualifikasi sekolah menengah umum atas. Kuliah ini terutama di Finlandia. Bahasa kuliah di program studi International Restaurant Chef adalah bahasa Inggris. Ajaran restoran Perho adalah yang pertama penempatan pembelajaran on-the-job untuk mahasiswa. Para siswa Perho mengambil-the-job learning periode juga di perusahaan mitra Finlandia dan Eropa lainnya.
Helsinki Culinary School Perho adalah pelopor dalam keterampilan kejuruan di Finlandia dan lembaga pendidikan kejuruan terkenal untuk operasi berkualitas tinggi di Eropa. Operasi Helsinki Culinary School Perho didasarkan pada nilai-nilai kemitraan, rasa komunitas dan tanggung jawab. Helsinki Culinary School menawarkan kualifikasi kejuruan di hotel, restoran dan industri katering (120 sks). Ajaran restaurant Perho, terletak di jalan Mechelininkatu, menawarkan penempatan pembelajaran on-the-job untuk mahasiswa dari Helsinki Culinary School Perho. Para siswa melakukan on-the-job learning juga di banyak restoran Finlandia dan Eropa lainnya dan hotel. Helsinki Culinary School Perho menikmati jaringan koperasi internasional yang baik. Helsinki Culinary School Perho adalah bagian dari Haaga Group.
Sekolah ini berdiri pada tahun 1935 yang merupakan gabungan dari 15 sekolah culinary yang dahulunya ada di Helsinki menjadi satu sekolah dengan nama Helsinski Cullinary School. Sekolah ini telah berdiri selama 37 tahun, pimpinan sekolah berlatar belakang ilmu matematika namun memiliki semangat yang kuat terhadap pengembangan sekolah kuliner sehingga beliau diangkat menjadi pinpinan Helsinski Cullinary School.
Jumlah siswa sebanyak 490 siswa yang dibina oleh guru sejumlah 63 guru dan staf permanen. Beban mengajar guru sejumlah 36 jam perminggu. Sistem pembelajaran menggunakan model Learning by doing. Disamping belajar culinary siswa juga belajar pelajaran umum. Praktek dilakukan pada hotel, restoran dan industry catering. Jumlah siswa perkelas maksimal 20 siswa. Sekolah ini juga mengelola Restoran hasil masakan siswa dan terletak disekolah tersebut. Siswa belajar dan praktek masakan dan menghidangkan hasil kerjanya pada restoran tersebut.
Alumni pada sekolah tersebut diberdayakan untuk memenuhi tenaga kerja restoran baik yang ada di Finlandia maupun di luar negeri. Untuk meningkatkan profesionalisme guru, maka sekolah mengutus guru untuk melakukan Magang ke restoran yang lebih maju. Untuk menjaga kualitas kompetensi lulusan maka pengawasan terhadap proses pendidikan di sekolah tersebut juga dilakukan oleh CEO (Chief Exeecutive Officer). Demikian pula dalam upaya meningkatkan proses pendidikan di sekolah tersebut maka guru juga dinilai oleh siswa melalui kuisioner dan diserahkan pada kepala sekolah.

 

20140605_08131810428192_858257854201828_7200132362158441034_o10428260_857548197606127_4298609028369524491_o10428192_858257854201828_7200132362158441034_o(1)10428162_855597361134544_7699497859132643455_o10452850_854515514576062_5747624781029408530_o10397154_858833940810886_6141992722092234422_o10383812_851739448187002_7343167102478183219_o10383743_851749378186009_5652243970372846436_o10383724_853018938059053_8619829713047001639_o10380110_855594617801485_6123499088912176734_o10382021_854515544576059_8547515321791785290_o10372836_852511368109810_2831946243040703540_o10333821_851738811520399_1460576866411038300_o10368948_851749438186003_1791221920657113373_o10298543_854515567909390_5805961695964524397_o10308263_844373672256913_3186994849391556076_n10320999_851261604901453_5349237611311407373_o10321110_851159044911709_758630273905341556_o10321677_851737964853817_712638361785329259_o10359124_851261834901430_44680084987924054_o10358954_851739564853657_5983557976798127061_o10269176_855595984468015_6665518468128008110_o10296064_855596567801290_465056428318750157_o(1)10296064_855596567801290_465056428318750157_o1015470_857563330937947_6354885679760605622_o1075587_830748603619420_7856339610611179452_o1277548_857563040937976_1306478198003044551_o10298543_854515567909390_5805961695964524397_o.jpgDSC00078

 

 

20140601_082510 20140605_081318 20140602_111802

 

Gambar 4. Kunjungan ke Helsinski Cullinary School

. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki tersebut,memang luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia.
Peringkat satu dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA, mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas! Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi negara dengan kualitas pendidikan nomor satu dunia?
Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam per minggu.
Finlandia yang beribukota di Helsinki ini menjadi negara yang memiliki kualitas dengan mutu pendidikan terbaik di dunia, sebelumnya saya mengira karena memiliki anggaran untuk pendidikan sangat tinggi, memang jika dibandingkan dengan negara-negara di eropa lainnya negara ini termasuk menyediakan dana yang lebih tinggi. Akan tetapi Korea yang mengisi posisi ke 2 terbaik di dunialah yang memiliki anggaran paling tinggi untuk pendidikan. Jadi bagaimana caranya Finlandia bisa mensiasati agar bisa meningkatkan mutu pendidikan di negaranya?. Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran! ..
Para siswa telah dilatih (didorong) untuk bekerja secara independen dengan berusaha untuk mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Untuk menjadikan suasana sekolah sangat santai dan fleksibel, para Guru berusaha menekan dan meminimalisir semua hal yang berbau ‘perintah‘ (komando) agar para siswa tidak merasa tertekan hingga terciptalah suasana belajar yang menyenangkan. Tidak mengatakan “Kamu Salah” pada siswa serta menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa agar siswa bisa terhindar dari “rasa malu“, karena hal tersebut akan menghambat mereka dalam belajar. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Sebuah metode mengajar yang patut dicontoh oleh para Guru di Indonesia saat ini.

 

Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru!
Guru-guru Finlandia boleh adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah terlalu besar. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Tingkat persaingan lebih ketat dibandingkan masuk ke fakultas bergengsi lain seperti fakultas hukum atau kedokteran! Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya hanya memiliki kualitas seadanya dan merupakan hasil didikan perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula.
Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan pelatihan guru yang berkualitas, tak salah jika mereka menjadi guru-guru dengan kualitas luarbiasa. Dengan kualifikasi dan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan test itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak test membuat guru cenderung mengajar siswa hanya untuk lolos ujian, ungkap seorang guru di Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Kalau siswa bertanggungjawab, mereka guru bekeja lebih bebas karena tidak harus selalu mengontrol mereka. Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar apa-apa kalau kita hanya menuliskan apa yang dikatakan oleh guru.
Di Finlandia guru tidak mengajar dengan metode ceramah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan. Siswa yang lambat mendapat dukungan secara intensif baik oleh guru maupun siswa lain. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaannya antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk.
Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar danprilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
Kehebatan dan keberhasilan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya!
Itu benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab. Setiap negara mempunyai culture dan model masyarakat yang berbeda,, dalam negara finlandia termasuk negara yang menganut paham liberal,, masyarakatnya sudah terbiaasa untuk diberi kebebasan secar leluasa,, sedangkan dalamm negara kita masyarakat cenderung masih patternalistik,,ini yang mungkin masih menjadi ganajalan apabila siswa diberi kebebsan seperti difinandia. perlu dikaji lebh mendalam untuk ikut mengadopsi sistem pendidikan sepertio finlandia. meskipun demikan ini merupakan contoh yang baik yang bisa digunakan sebagai pertimbangan dalam pembangunan pendidikan indonesia kedepanya.

C. Kunjungan ke Tempat Sejarah dan Budaya di Rusia dan Finlandia
Selama berada di Rusia dan Finlandia, delegasi Direktorat P2TK Dikmen selain melakukan kunjungan ke berbagai sekolah, juga melakukan kunjungan sejarah dan budaya setempat. Kesan umum setelah menyaksikan sejarah dan budaya setempat, masyarakat setempat sangat menghargai sejarah dan budayanya. Bahkan menurut kami kemajuan negara Rusia dan Finlandia saat ini, bukan berangkat dari ekonomi yang kuat melainkan dari budaya dan karakter bangsanya.
Harus diakui bahwa dalam banyak hal kondisi bangsa Rusia dan Finlandia jauh lebih maju. Hal ini tidak lepas dari Keberhasilan pendidikan di Rusia dan Finlandia telah menghasilkan gaya hidup yang positif yang mana dapat dilihat dari kebiasaan-kebiasaan yang mampu membentuk karakter masyarakat. Terbentuknya karakter yang baik dalam masyarakat Rusia dan Finlandia dapat berpengaruh pada kemajuan Rusia dan Finlandia baik dalam bidang tehnologi maupun dalam aspek lain seperti seni budaya, sosial dan sebagainya. Dalam kegiatan sehari-hari masyarakat Rusia dan Finlandia, banyak hal yang dapat dilihat yang mengandung nilai-nilai sosial yang bisa menjadi model bagi siapapun yang ingin mengembangkan diri, keluarga, masyarakat dan bangsa. Nilai-nilai positif tersebut antara lain :
a. Aspek Pendidikan
Dengan mobilitas yang tinggi dengan system transportasi yang serba canggih dan cepat membuat masyarakat Rusia dan Finlandia secara alamiah terlatih untuk bergerak cepat dan tepat waktu. Bagi mereka waktu itu adalah uang. Keterlambatan menimbulkan resiko besar seperti akan ketinggalan kereta atau bis. Apabila dilihat dari warisan tradisi nenek moyang mereka yang selalu mempunyai semangat yang tinggi tentu merupakan sumber utama mengapa mereka seperti sekarang.
b. Aspek Budaya
Rusia dan Finlandia memiliki budaya yang sangat maju. Beberapa budaya positif yang menjadi perhatian kami adalah :
Pertama budaya bersih. Meskipun musim panas tidak kita temui tumpukan sampah di sepanjang jalan. Petugas kebersihan bekerja dengan menggunakan alat-alat modern 2 kali sehari pagi dan sore. Sungai dan laut nampak bersih dan airnya jernih, masyarakat disiplin membuang sampah di tempatnya, padahal tempat sampah jarang tersedia di pinggir jalan. Ini berarti kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sangat baik. Rusia dan Finlandia menekankan perlunya Program 4R, yaitu reduce (mengurangi), reuse (mendaur ulang), recycle (membuang), dan respect (keikutsertaan).
Kedua budaya belajar anak. Sepanjang perjalanan tidak kita temui anak berada di jalan-jalan pada jam sekolah. Ini berarti tidak ada anak sekolah yang keluyuran. Anak-anak ke sekolah ada yang berjalan kaki dan naik sepeda, tidak ada yang naik sepeda motor. Jangan heran meskipun negara digital, masyarakat Rusia dan Finlandia banyak yang naik sepeda, jalan juga tidak macet, lajimnya di Jakarta. Pertanyaan yang masih menggelitik benak saya adalah bagaiman cara guru di Rusia dan Finlandia membentuk kepribadian anak seperti itu ? Yang kedua apakah kita bisa menirunya ?
Ketiga budaya cinta Rusia dan Finlandia. Meskipun terkenal sebagai negara maju di bidang teknologi, program cinta bangsa Rusia dan Finlandia benar-benar tertanam pada masyarakatnya. Tidak kita temukan hutan iklan di jalan, kalaupun ada papan secukupnya untuk identitas suatu kantor, toko, restauran, itupun menempel di tembok.
Keempat disiplin (berlalu lintas). Ada nuansa yang sangat berbeda yang kami temukan, orang Rusia dan Finlandia kalau berjalan sangat cepat, tetapi kalau mengendarai kendaraan bermotor tidak ngebut, disiplin mengikuti rambu-rambu dan lampu lalu lintas, dan tidak kita temui Polisi di jalan-jalan. Mereka berhenti, sangat menghormati pejalan kaki yang menyeberang, tidak kami temui suara klakson kendaraan. Tidak kami temui kendaraan bermotor 2 tak, kadar emisi ditekan serendah mungkin, dan memang mayoritas baru. Mereka sangat tertib antri. Salah satu kebiasaan yang kami temui pada saat berjalan kaki, harus di sebelah kanan untuk memberi jalan bagi yang akan mendahului, meskipun itu di elevator yang sedang berjalan.
Adapun tempat sejarah dan budaya yang dikunjungi adalah:
a. Kunjungan di Moskow
Tempat sejarah dan budaya yang dikunjungi antara lain : (1) Kremlin, yaitu pusat pemerintahan presiden Rusia dan sejarah perkembangan Rusia, (2) Red Square, (3) Gorky Park dan (4) Kathedral Napoleon

DSC0016120140602_11180220140605_081318

Gambar 5. Istana Kremlin dan Red Square

b. Kunjungan di St Peterburg
Kunjungan sejarah dan budaya di St. Pietersburgh antara lain mengunjungi (1) Istana Musim Panas Raja St. Pieter, (2) Masjid Sukarno dan (3) Katedral St. Pieter

 

 

qqqqqqqqqqq www

 

Gambar 5. Masjid Soekarn dan Istana Istana Musim Panas Raja St. Pieter

c. Kunjungan di Helsinski
Kunjungan sejarah dan budaya di Helsinki (1) Gedung Senat, (2) Siblius Monument

 

20140605_080024 aaaaaaaaaaaaa123

 

Gambar 5. Istana gedung senat dan Siblius Monument

d. Kunjungan di Stockholm
Kunjungan sejarah dan budaya di Stockholm antara lain : (1) City Hall (2) Royal Palace dan (3) Menyaksikan ceremonial Independent Day of Sweden

123

 

BAB Iv
RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)

2222222

BAB v
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah memberikan kebijakan untuk memberikan reword kepada pendidik dan tenaga kependidikan terbaik di Indonesia untuk melakukan kunjungan edukasi, melihat secara langsung kemajuan pendidikan dan budaya masyarakat di negara maju di dunia
2. Kunjungan edukasi ke Rusia dan Finlandia menambah wawasan bagi peserta kunjungan bahwa kemajuan pendidikan di negara tersebut dapat tercapai karena adanya inovasi guru dan siswa terus menerus, good will government dan semangat belajar seumur hidup dimanapun dan kapanpun.
3. Negara Rusia dan Finlandia sangat menjaga keagungan budaya dan hanya mengambil hal positip dari masing masing budaya nenek moyangnya sehingga menimbulkan rasa bangga sebagai warga masyarakat Rusia dan Finlandia

B. Saran – Saran
1. Departemen Pendidikan Nasional seyogya mengembangkan kebijakan yang memberikan kewenangan yang lebih besar kepada sekolah untuk membentuk budaya dan mempertahankan warisan budaya nasional secara lebih serius.
2. Para guru seyogyanya mengembangkan nilai – nilai positif yang berkembang pada masyarakat Rusia dan Finlandia dan berusaha menanamkan nilai – nilai tersebut kepada anak didik.
3. Sekolah seyogyanya mengembangkan kesadaran akan pentingnya budaya tertib, disiplin, dan rasa memiliki kepada peserta didik.

C. Rekomendasi
Berdasarkan hasil kunjungan sekolah di Rusia dan Finlandia, ada beberapa hal yang bisa direkomendasikan, yaitu:
1. Sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan, dan dalam rangka penngkatan profesinal guru, maka kebijakan sertifikasi guru perlu dilakukan secara berkala setiap 5 tahun.
2. Pelaksanaan pembelajaran agar bisa berjalan intensif dan efektif, jumlah siswa per kelas cukup 24 siswa dngan didukung sarana prasaran yang memadai.
3. Penyelenggaraan pendidikan vokasional yang selama ini tidak fokus dan lebih kearah verbalisme, perlu disederhanakan jenis program keahliannya agar setiap sekolah kejuruan lebih fokus pada program studi yang diunggulkan
4. Kegiatan magang atau praktek kerja di industri sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh siswa, akan tetapi guru pengajar mata diklat produktif juga perlu diikut sertakan agar tidak ketinggalan perkembangan ilmu dan teknologi mengingat perubahan teknologi industri sangat cepat
5. Pengawas sekolah di Finlandia peran dan fungsi pengawas sekolah sangat strategis seperti CEO pada perusahaan, tidak hanya melaksanakan supervisi akademik dan manajerial tetapi juga bertanggung jawab atas mutu pendidikan di sekolah binaan. Di Indonesia , hal ini juga sesuai dengan Permen PAN & RB nomor 21 tahun 2010, hanya selama ini belum terlaksana sebagai mana mestinya sehingga perlu ditingkatkan.
6. Demikianlah ulasan singkat mengenai negara dengan mutu pendidikan terbaik di dunia kali ini semoga bisa menjadi catatan dan informasi yang berguna bagi kita semua. Dan para siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.. Maju Terus Pendidikan Indonesia..
7.

LAMPIRAN

 

 

 

 

 

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

One thought on “LAPORAN PROGRAM TECHNICAL VISIT PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KE RUSIA DAN FINLANDIA

  1. peran guru sangat penting terhadap siswa, tp jangan semata2 hanya pengawasan dari pihak guru sj yg berperan terhadap kegiatan sekolah siswa, tp jg peran orang tua siswa sangat diperlukan untuk mengetahui apakah siswa itu masuk sekolah atau tidak (bolos), untuk itu qta harus menyiapkan sistem yg otomatis langsung mengakses ke pihak orang tua siswa…….dengan ini sy sdh menyiapkan sistem itu, tp dengan keterbatasan kami untuk langsung sosialisasi sangat sulit untuk ketemu oleh kadispen

    Suka

    Posted by satria | 11 Agustus 2014, 8:44 am

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Juni 2014
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Statistik Blog

  • 1,762,190 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: