//
you're reading...
Dunia Pendidikan

ENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSIKETERAMPILAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013

P

1. Pengertian Penilaian Pencapaian Kompetensi Keterampilan

Penilaian pencapaian kompetensi keterampilan merupakan penilaian yang dilakukan terhadap peserta didik untuk menilai sejauh mana peserta didik mencapai kompetensi keterampilan.

SKL kompetensi keterampilan untuk satuan pendidikan tingkat SMP/MTs/SMPLB/Paket B menyatakan bahwa lulusan memiliki kualifikasi kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis (Permendikbud 54 tahun 2013 tentang SKL). SKL ini merupakan tagihan kompetensi keterampilan minimal setelah peserta didik menempuh pendidikan selama 3 tahun atau lebih dan dinyatakan lulus.

2. Cakupan Penilaian Pencapaian Kompetensi Keterampilan

Cakupan penilaian kompetensi keterampilan meliputi keterampilan mencoba, mengolah, menyaji, dan menalar. Dalam ranah konkret, keterampilan mencakup aktivitas menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat. Sedangkan dalam ranah abstrak, keterampilan mencakup aktivitas menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang.
Sesuai dengan Permendikbud Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP-MTs, kompetensi inti keterampilan (KI-4), yang menjadi tagihan di masing-masing kelas adalah sebagai berikut.

KI-4 KELAS VII

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori

KI-4 KELAS VIII, KI-4 KELAS IX

Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori
KI-4 pada masing-masing tingkat kelas dijabarkan ke dalam sejumah KD keterampilan. KD-KD keterampilan tersebut merupakan cakupan rinci penilaian kompetensi keterampilan.

 

3. Perumusan dan contoh indikator pencapaian kompetensi keterampilan

Indikator pencapaian kompetensi keterampilan dikembangkan oleh guru dari KD dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap peserta didik. Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi dua atau lebih indikator pencapaian kompetensi keterampilan sesuai dengan keluasan dan kedalaman kompetensi dasar tersebut. Indikator-indikator pencapaian kompetensi dari setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian.

Indikator pencapaian kompetensi keterampilan dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, antara lain mengidentifikasi, menghitung, membedakan, menyimpulkan, menceritakan kembali, mempraktikkan, mendemonstrasikan, mendeskripsikan, dsb.

Berikut ini contoh perumusan indikator dari beberapa mata pelajaran.

 

Mapel/ Kelas/ Semester: Pendidikan Agama Islam/VII/1

KI-4                :Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudutpandang/teori.

Kompetensi Dasar
4.3.1. Membaca Q.S. Al-Mujadilah (58):11, Q.S. Ar-Rahman (55): 33, Q.S. An-Nisa (4): 146, Q.S. Al-Baqarah (2): 153, dan Q.S. Ali Imran (3): 134 dengan tartil.

 

Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Menjelaskan hukum bacaan mad sebagaimana terkandung dalam Q.S. Al-Mujadilah (58):11, Q.S. Ar-Rahman (55): 33, Q.S. An-Nisa (4): 146, Q.S. Al-Baqarah (2): 153, dan Q.S. Ali Imran (3): 134 dengan benar.
2. Mengidentifikasi hukum bacaan mad dalam Q.S. Al-Mujadilah (58):11, Q.S. Ar-Rahman (55): 33, Q.S. An-Nisa (4): 146, Q.S. Al-Baqarah (2): 153, dan Q.S. Ali Imran (3): 134.
3. Mendemonstrasikan pembacaan Q.S. Al-Mujadilah (58):11, Q.S. Ar-Rahman (55): 33, Q.S. An-Nisa (4): 146, Q.S. Al-Baqarah (2): 153, dan Q.S. Ali Imran (3): 134 dengan tartil.

 

DAN SEREETRUSNYA……………………………………………………….

 
4. Teknik dan bentuk instrumen penilaian kompetensi keterampilan

a. Teknik penilaian kompetensi keterampilan
Berdasarkan Permendikbud nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian, pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio.
1) Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respons berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuaidengan tuntutan kompetensi.
Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu.Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktik salat, praktik olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan sebagainya. Untuk dapat memenuhi kualitas perencanaan dan pelaksanaan tes praktik, berikut ini adalah petunjuk teknis dan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian melalui tes praktik.

Perencanaan Tes Praktik
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam merencanakan tes praktik.
(1) Menentukan kompetensi yang penting untuk dinilai melalui tes praktik.
(2) Menyusun indikator hasil belajar berdasarkan kompetensi yang akan dinilai.
(3) Menguraikan kriteria yang menunjukkan capaian indikator hasil belajar.
(4) Menyusun kriteria ke dalam rubrik penilaian.
(5) Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian.
(6) Mengujicobakan tugas jika terkait dengan kegiatan praktikum atau penggunaan alat.
(7) Memperbaiki berdasarkan hasil uji coba, jika dilakukan uji coba.
(8) Menyusun kriteria/batas kelulusan/batas standar minimal capaian kompetensi peserta didik.

a) Pelaksanaan Tes Praktik
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan tes praktik.
(1) Menyampaikan rubrik sebelum pelaksanaan penilaian kepada peserta didik.
(2) Memberikan pemahaman yang sama kepada peserta didik tentang kriteria penilaian.
(3) Menyampaikan tugas kepada peserta didik.
(4) Memeriksa kesediaan alat dan bahan yang digunakan untuk tes praktik.
(5) Melaksanakan penilaian selama rentang waktu yang direncanakan.
(6) Membandingkan kinerja peserta didik dengan rubrik penilaian.
(7) Melakukan penilaian dilakukan secara individual.
(8) Mencatat hasil penilaian.
(9) Mendokumentasikan hasil penilaian.

b) Pelaporan Hasil Tes Praktik
Pelaporan hasil penilaian sebagai umpan balik terhadap penilaian melalui tes praktik harus memperhatikan beberapa hal berikut ini.
(1) Keputusan diambil berdasarkan tingkat capaian kompetensi peserta didik.
(2) Pelaporan diberikan dalam bentuk angka dan atau kategori kemampuan dengan dilengkapi oleh deskripsi yang bermakna.
(3) Pelaporan bersifat tertulis.
(4) Pelaporan disampaikan kepada peserta didik dan orangtua peserta didik.
(5) Pelaporan bersifat komunikatif, dapat dipahami oleh peserta didik dan orangtua peserta didik.
(6) Pelaporan mencantumkan pertimbangan atau keputusan terhadap capaian kinerja peserta didik.

c) Acuan Kualitas Instrumen Tes Praktik
Tugas dan rubrik merupakan instrumen dalam tes praktik. Berikut ini akan diuraikan standar tugas dan rubrik.
(1) Acuan Kualitas Tugas
Tugas-tugas untuk tes praktik harus memenuhi beberapa acuan kualitas berikut.
(a) Tugas mengarahkan peserta didik untuk menunjukkan capaian hasil belajar.
(b) Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik.
(c) Mencantumkan waktu/kurun waktu pengerjaan tugas.
(d) Sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik,
(e) Sesuai dengan konten/cakupan kurikulum
(f) Tugas bersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi)

Acuan Kualitas Rubrik
Rubrik tes praktik harus memenuhi beberapa kriteria berikut ini.
(a) Rubrik memuat seperangkat indikator untuk menilai kompetensi tertentu.
(b) Indikator dalam rubrik diurutkan berdasarkan urutan langkah kerja pada tugas atau sistematika pada hasil kerja peserta didik.
(c) Rubrik dapat mengukur kemampuan yang akan diukur (valid).
(d) Rubrik dapat digunakan (feasible) dalam menilai kemampuan peserta didik.
(e) Rubrik dapat memetakan kemampuan peserta didik.
(f) Rubrik disertai dengan penskoran yang jelas untuk pengambilan keputusan.

2) Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.

Penilaian projek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu. Tugas tersebut diselesaikan melalui tahapan-tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan penyajian produk.

Pada penilaian projek, setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan: (a) kemampuan pengelolaan: kemampuan peserta didik dalam memilih indikator/topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan, (b) relevansi, kesesuaian dengan mata pelajaran dan indikator/topik, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran, dan (c) keaslian: projek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap projek peserta didik.

Berikut disajikan lanhkah-langkah pelaksanaan dan acuan dalam melakukan penilaian projek.

a) Perencanaan Penilaian Projek
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dipenuhi dalam merencanakan penilaian projek.
(1) Menentukan kompetensi yang sesuai untuk dinilai melalui projek.
(2) Menyusun indikator proses dan hasil belajar berdasarkan kompetensi.
(3) Menentukan kriteria yang menunjukkan capaian indikator pada setiap tahapan pengerjaan projek.
(4) Merencanakan apakah task bersifat kelompok atau individual.
(5) Merencanakan teknik-teknik dalam penilaian individual untuk tugas yang dikerjakan secara kelompok.
(6) Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian.

b) Pelaksanaan Penilaian Projek
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan penilaian projek.
(1) Menyampaikan tugas kepada peserta didik.
(2) Memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang kriteria penilaian.
(3) Melakukan penilaian selama perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan/ penyajian projek.
(4) Memonitor pengerjaan projek peserta didik dan memberikan umpan balik pada setiap tahapan pengerjaan proyek.
(5) Membandingkan kinerja peserta didik dengan rubrik penilaian.
(6) Mencatat hasil penilaian.
(7) Memberikan umpan balik terhadap laporan yang disusun peserta didik.

Acuan Kualitas Instrumen Penilaian Projek

Tugas dan rubrik merupakan instrumen dalam penilaian projek. Berikut ini akan diuraikan standar tugas dan rubrik pada penilaian projek.

(1) Acuan Kualitas Tugas dalam Penilaian Projek
Tugas-tugas untuk penilaian projek harus memenuhi beberapa acuan kualitas berikut.
(a) Projek harus mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar.
(b) Projek dapat dikerjakan oleh peserta didik.
(c) Projek dapat dikerjakan selama proses pembelajaran atau merupakan bagian dari pembelajaran mandiri.
(d) Projek sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik.
(e) Materi penugasan sesuai dengan cakupan kurikulum.
(f) Projek bersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi).
(g) Projek mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas.

(2) Acuan Kualitas Rubrik dalam Penilaian Projek
Rubrik untuk penilaian projek harus memenuhi beberapa kriteria berikut:
(a) Rubrik dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid).
(b) Rubrik sesuai dengan tujuan pembelajaran.
(c) Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diamati (observasi).
(d) Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diukur.
(e) Rubrik dapat memetakan kemampuan peserta didik.
(f) Rubrik menilai aspek-aspek penting pada projek peserta didik.

3) Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengancara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalambidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untukmengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/ataukreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karyatersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkankepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.

Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik atau hasil ulangan dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru.Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan.

a) Perencanaan Penilaian Portofolio
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam merencanakan penilaian portofolio.
(1) Menentukan kompetensi dasar (KD) yang akan dinilai pencapaiannya melalui tugas portofolio pada awal semester dan diinformasikan kepada peserta didik.
(2) Merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dinilai pencapaiannya melalui penilaian portofolio.
(3) Menjelaskan tentang tujuan penggunaan, macam dan bentuk serta kriteria penilaian dari kinerja dan atau hasil karya peserta didik yang akandijadikan portofolio. Penjelasan disertai contoh portofolio yang telah pernah dilaksanakan.
(4) Menentukan kriteria penilaian. Kriteria penilaian portofolio ditentukan oleh guru atau guru dan peserta didik.
(5) Menentukan format pendokumentasian hasil penilaian portofolio, minimal memuat topik kegiatan tugas portofolio, tanggal penilaian, dan catatan pencapaian (tingkat kesempurnaan) portofolio.
(6) Menyiapkan map yang diberi identitas: nama peserta didik, kelas/semester, nama sekolah, nama mata pelajaran, dan tahun ajaran sebagai wadah pendokumentasian portofolio peserta didik.

b) Pelaksanaan Penilaian Portofolio
Pelaksanaan penilaian portofolio, harus memenuhi beberapa kriteria berikut.
(1) Melaksanakan proses pembelajaran terkait tugas portofolio dan menilainya pada saat kegiatan tatap muka, tugas terstruktur atau tugas mandiri tidak terstruktur, disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan tujuan kegiatan pembelajaran.
(2) Melakukan penilaian portofolio berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan atau disepakati bersama dengan peserta didik. Penilaian portofolio oleh peserta didik bersifat sebagai evaluasi diri.
(3) Peserta didik mencatat hasil penilaian portofolionya untuk bahan refleksi dirinya.
(4) Mendokumentasikan hasil penilaian portofolio sesuai format yang telah ditentukan
(5) Memberi umpan balik terhadap karya peserta didik secara berkesinambungan dengan cara memberi keterangan kelebihan dan kekurangan karya tersebut, cara memperbaikinya dan diinformasikan kepada peserta didik.
(6) Memberi identitas (nama dan waktu penyelesaian tugas), mengumpulkan dan menyimpan portofolio masing-masing dalam satu map atau folder di rumah masing-masing ataudi loker sekolah.
(7) Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaikinya.
(8) Membuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan dan penyerahan karya hasil perbaikan kepada guru
(9) Memamerkan dokumentasi kinerja dan atau hasil karya terbaik portofolio dengan cara menempel di kelas
(10) Mendokumentasikan dan menyimpan semua portofolio ke dalam map yang telah diberi identitas masing-masing peserta didik untuk bahan laporan kepada sekolah dan orang tua peserta didik
(11) Mencantumkan tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu untuk bahan laporan kepada sekolah dan atau orang tua peserta didik
(12) Memberikan nilai akhir portofolio masing-masing peserta didik disertai umpan balik.
c) Acuan Kualitas Instrumen Penilaian Portofolio
Tugas dan rubrik merupakan instrumen dalam penilaian portofolio. Berikut ini akan diuraikan standar tugas dan rubrik pada penilaian portofolio.

(1) Acuan Tugas Penilaian Portofolio
Tugas-tugas untuk pembuatan portofolio harus memenuhi beberapa kriteria berikut.
(a) Tugas sesuai dengan kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan diukur.
(b) Hasil karya peserta didik yang dijadikan portofolio berupa pekerjaan hasil tes, perilaku peserta didik sehari-hari, hasil tugas terstruktur, dokumentasi aktivitas peserta didik di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar.
(c) Tugas portofolio memuat aspek judul, tujuan pembelajaran, ruang lingkup belajar, uraian tugas, kriteria penilaian.
(d) Uraian tugas memuat kegiatan yang melatih peserta didik mengembangkan kompetensi dalam semua aspek (sikap, pengetahuan, keterampilan).
(e) Uraian tugas bersifat terbuka, dalam arti mengakomodasi dihasilkannya portofolio yang beragam isinya.
(f) Kalimat yang digunakan dalam uraian tugas menggunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dilaksanakan.
(g) Alat dan bahan yang digunakan dalam penyelesaian tugas portofolio tersedia di lingkungan peserta didik dan mudah diperoleh.

(2) Acuan Rubrik Penilaian Portofolio
Rubrik penilaian portofolio harus memenuhi kriteria berikut.
(1) Rubrik memuat indikator kunci dari kompetensi dasar yang akan dinilai penacapaiannya dengan portofolio.
(2) Rubrik memuat aspek-aspek penilaian yang macamnya relevan dengan isi tugas portofolio.
(3) Rubrik memuat kriteria kesempurnaan (tingkat, level) hasil tugas.
(4) Rubrik mudah untuk digunakan oleh guru dan peserta didik.
(5) Rubrik menggunakan bahasa yang lugas dan mudah dipahami.
b. Bentuk instrumen penilaian kompetensi keterampilan
Instrumen penilaian kompetensi keterampilan berbentuk daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi deng rubrik.

1) daftar cek (Check-list)
Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik-tidak baik).Dengan menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai bila kriteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai.Jika tidak dapat diamati, peserta didik tidak memperoleh nilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamati, baik-tidak baik. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah, namun daftar cek lebih praktis digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar.
2) Skala Penilaian (Rating Scale)
Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. Misalnya: 1 = tidak kompeten, 2 = cukup kompeten, 3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten. Untuk memperkecil faktor subjektivitas, perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang, agar hasil penilaian lebih akurat.

5. Contoh instrumen beserta rubrik penilaian
Pada bagian ini disajikan 3 contoh bentuk penilaian tes praktik, projek, dan portofolio untuk mata pelajaran IPA dan Prakarya.Dengan melihat contoh-contoh ini diharapkan guru mampu menyusun sendiri instrumen penilaian yang sesuai dengan indikator dari tiap-tiap KD mata pelajaran yang mereka kembangkan.

a. Ilmu Pengetahuan Alam
1) Contoh Tes Praktik
a) Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
2 2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari. 2.1.1 Melakukan kegiatan pengamatan dengan jujur, teliti, dan bertanggung jawab.

b) Tujuan Pembelajaran:
(1) Peserta didik dapat menyajikan hasil pengamatan.
(2) Peserta didik dapat memprediksi peristiwa yang akan terjadi pada sebuah percobaan.
(3) Peserta didik dapat mengomunikasikan hasil pengamatan secara tertulis dan lisan.
c) Rubrik Penilaian

SELENGKAPNYA download Panduan Penilaian Kompetensi Keterampilan –

 

 

 

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

April 2014
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Statistik Blog

  • 1,758,171 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Andik: Melawan Vietnam Menguras Tenaga 3 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pemain sayap Tim Nasional Indonesia, Andik Vermansyah mengaku sangat senang dan puas bisa mengalahkan Timnas Vietnam dengan skor 2-1. Dia mengatakan kemenangan pada putaran pertama babak...
    Andi Nur Aminah
  • Koeman Ingin Pemainnya Tunjukkan Kekuatan Melawan MU 3 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Pelatih Everton, Ronald Koeman mengatakan para pemainnya harus menunjukkan kekuatan dan komitmen mereka dalam beberapa pekan mendatang. Hal tersebut dimulai dari pertandingan pada Ahad malam (4/12) melawan...
    Israr Itah

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: