//
you're reading...
Dunia Pendidikan

Metode Inquiry dan Ketuntasan Belajar

Wina Sanjaya (2009:196) mengemukakan bahwa metode pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.

 

Metode inkuiri berangkat dari asumsi bahwa sejak manusia lahir ke dunia, manusia memiliki dorongan untuk menemukan sendiri pengetahuannya. Rasa ingin tahu tentang alam di sekelilingnya merupakan kodrat manusia sejak ia dilahirkan ke dunia. Sejak kecil manusia ingin mengenal segala sesuatu melalui indra pengecapan, pendengaran, penglihatan dan indra lainnya. Hingga dewasa keingintahuan manusia secara terus menerus berkembang dengan menggunakan otak dan pikirannya. Pengetahuan yang dimiliki manusia akan bermakna (meaningfull) manakala didasari oleh keingintahuan itu. Untuk itulah metode pembelajaran inkuiri dikembangkan.

 

Lebih lanjut, Wina Sanjaya (2009:196) mengemukakan bahwa ciri utama metode pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut:

 

a)      Metode pembelajaran inkuiri menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya metode inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar.

 

b)      Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (selfbelief). Dengan demikian, metode pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator dalam pembelajaran siswa.

 

c)      Tujuan dari penerapan metode pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental.

 

Trowbridge dan Bybee sebagaimana dikutip oleh Suriada (2008:9) mengemukakan bahwa metode inkuiri memiliki keunggulan sebagai berikut.

 

a)      Pembelajaran menjadi lebih berpusat pada anak (Instruction becomes student centered). Salah satu prinsip psikologi tentang belajar menyatakan bahwa makin besar keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar, makin besar kemampuan belajarnya.

 

b)      Proses belajar melalui inkuiri dapat membentuk dan mengembangkan konsep diri siswa (Inquiry learning builds the self-concept of the student). Bila kita mempunyai konsep diri yang baik, maka secara psikologis diri kita akan merasa aman, terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru, berkeinginan untuk mencoba-coba dan menyelidiki, lebih kreatif, bermental sehat, dan akhirnya menjadi orang yang berguna.

 

c)      Tingkat pengharapan bertambah (Expectancy level increases). Dari pengalaman-pengalaman yang berhasil dalam menggunakan kemampuan-kemampuan menyelidiki siswa akan menyadari kemampuannya.

 

d)     Metode pembelajaran inkuiri dapat mengembangkan bakat (Inquiry learning develops talent). Pembelajaran dengan pendekatan inkuiri memberikan kesempatan lebih banyak untuk mengembang bakat-bakat selain bakat akademik.

 

e)      Metode pembelajaran inkuiri dapat menghindari siswa dari cara-cara belajar dengan menghafal.

 

f)       Metode pembelajaran inkuiri memberikan waktu pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi informasi. Piaget percaya, bahwa tidak akan terjadi proses belajar yang sejati, apabila siswa tidak bertindak terhadap informasi secara mental, dan mengasimilasi atau mengakomodasi apa yang dijumpainya dalam lingkungannya.

 

Syaiful Salaga (2003:197) mengemukakan bahwa metode pembelajaran inkuiri dapat dilaksanakan apabila dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut.

 

a)      Guru harus terampil memilih persoalan yang relevan untuk diajukan kepada kelas (persoalan bersumber dari bahan pelajaran yang menantang siswa atau problematik) dan sesuai dengan daya nalar siswa;

 

b)      Guru harus terampil menumbuhkan motivasi belajar siswa dan menciptakan situasi belajar yang menyenangkan;

 

c)      Adanya fasilitas dan sumber belajar yang cukup;

 

d)     Adanya kebebasan siswa untuk berpendapat, berkarya, dan berdiskusi;

 

e)      Partisipasi aktif setiap siswa dalam setiap kegiatan belajar;

 

f)       Guru tidak banyak campur tangan dan intervensi terhadap kegiatan siswa.

 

Langkah-langkah Metode Pembelajaran Inkuiri

 

Winataputra (1993:219) mengemukakan bahwa ada lima langkah yang digunakan dalam penyajian materi dengan metode pembelajaran inkuiri, yaitu sebagai berikut.

 

a)      Fase berhadapan dengan masalah. Fase ini merupakan saat penyajian masalah. Pertanyaan terbuka harus dihindarkan dan siswa tidak boleh meminta guru menjelaskan tentang fenomena yang dihadapinya. Dalam hal ini siswa memusatkan, menyusun dan melacak sendiri fakta-fakta untuk menuju pemecahan masalah yang dihadapi. Jadi setiap pertanyaan yang diajukan dapat dianggap sebagai suatu hipotesis terbatas.

 

b)      Fase pengumpulan data pengujian. Pada fase ini siswa berusaha untuk mengumpulkan data/informasi sebanyak-banyaknya, tentang masalah yang mereka hadapi. Data/informasi tersebut dapat diperoleh berdasarkan kondisi objek atau menguji bagaimana proses terjadinya masalah tersebut.

 

c)      Fase pengumpulan data dalam eksperimen. Pada fase ini dilakukan isolasi terhadap data-data yang menjadi esensi masalah yang dihadapi. Siswa dapat mengintrogasikan elemen-elemen dari hasil isolasi ke dalam situasi masalah, untuk melihat apakah peristiwanya akan menjadi lain.

 

d)     Fase formulasi penjelasan. Pada fase ini guru dapat merumuskan penjelasan untuk membimbing siswa pada pemecahan masalah yang terarah.

 

e)      Fase analisis proses inkuiri. Pada fase ini siswa diminta untuk menganalisis pola-pola penemuan mereka. Dengan demikian siswa akan banyak memperoleh tipe-tipe informasi, yang sebelumnya tidak dimiliki siswa.

 

2.1.2        Hakikat Kompetensi Matematika dan Ketuntasan Belajar

 

Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), dan sikap (afektif) yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Menurut Puskur Balitbang Depdiknas (2002) kurikulum berbasis kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal, (2) berorientasi pada hasil belajar siswa, (3) penyampaian mata pelajaran dengan pendekatan dan metode yang bervariasi, (4) sumber belajar bukan hanya guru tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif, (5) penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.

 

Lebih lanjut Gordon (1988:109), menjelaskan beberapa aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi adalah sebagai berikut: (1) pengetahuan (knowledge); yaitu kesadaran dalam bidang kognitif, (2) pemahaman (understanding); yaitu kedalaman kognitif, dan afektif yang dimiliki oleh individu, (3) keterampilan (skill); adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk melakukan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya, (4) nilai (value); adalah suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang, (5) sikap (attitude); yaitu perasaan (senang-tidak senang, suka-tidak suka) atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar, (6) minat (interest); adalah kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan.

 

Penilaian dalam KTSP adalah penilaian berbasis kompetensi, yaitu bagian dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan/atau pada akhir pembelajaran. Fokus penilaian pendidikan adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi yang ditentukan.

 

Permendiknas No. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian, menyatakan bahwa penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Pencapaian hasil belajar oleh peserta didik tersebut merupakan wujud dari prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.

 

Dalam panduan Rancangan Penilaian (Ditjen Mandikdasmen, 2009:3) disebutkan bahwa penilaian dalam KTSP menggunakan acuan kriteria. Maksudnya, hasil yang dicapai peserta didik dibandingkan dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau standar yang ditetapkan. Apabila peserta didik telah mencapai standar kompetensi yang ditetapkan, ia dinyatakan lulus/tuntas pada mata pelajaran tertentu. Apabila peserta didik belum mencapai standar, ia harus mengikuti program remidial/perbaikan sehingga mencapai kompetensi minimal yang ditetapkan.

 

KEPUSTAKAAN

 

Arikunto Suharsimi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara

 

Depdiknas. 2003. Undang-Undang No. 20 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Ditjen Mandikdasmen

 

_________. 2005. Peraturan Pemerintah No. 19 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Jakarta: Ditjen Mandikdasmen

 

_________. 2006. Permendiknas No. 22 Tentang Standar Isi. Jakarta: Ditjen Mandikdasmen

 

_________. 2007. Permendiknas No. 20 Tentang Standar Penilaian. Jakarta: Ditjen Mandikdasmen

 

_________. 2007. Permendiknas No. 41 Tentang Standar Proses. Jakarta: Ditjen Mandikdasmen

 

Suparno.1997. Filsafat Konstruktivisme Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.

 

Suriada I Nyoman. 2008. Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri (MPI) Untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Kompetensi Belajar Fisika. Laporan Penelitian Tindakan Kelas (Tidak dipublikasikan).

 

Syaiful Sagala. 2003. Konsep Dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

 

Syukur Gazali. 2002. Menerapkan Paradigma Konstruktivisme Melalui Strategi Belajar Kooperatif Dalam Pembelajaran Bahasa (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 9). Malang : Universitas Negeri Malang.

 

Wina Sanjaya. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

 

Winataputra.U.S. 1993. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.

 

Wirta dan Rapi. 2008. Pengaruh Model Pembelajaran dan Penalaran Formal Terhadap Penguasaan Konsep Fisika dan Sikap Ilmiah Siswa SMA Negeri 4 Singaraja (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan). Singaraja: Undiksha.

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

2 thoughts on “Metode Inquiry dan Ketuntasan Belajar

  1. Terkirim dari Samsung Mobile

    Suka

    Posted by nurmaherawati512 | 1 Mei 2014, 9:48 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Metode Inquiry dan Ketuntasan Belajar | FORUM KOMUNIKASI PENGAWAS TK/SD KOTA PALEMBANG - 7 Mei 2014

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

April 2014
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Statistik Blog

  • 1,760,511 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Ribuan Muslim Semarakkan Morowali Mengaji 6 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MOROWALI—Ribuan jamaah umat Islam larut melantunkan ayat-ayat suci Alquran dalam Morowali Nusantara Mengaji.  Acara yang dimotori dan digagas oleh Bupati Morowali, Anwar Hafiz dalam rangka HUT Kabupaten ke-17 ini...
    Nasih Nasrullah
  • Ini Alasan Mantan Ketua DPR Akom Ingin 'Melawan' Putusan MKD 6 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua DPR Ade Komarudin, akan melakukan langkah-langkah terhadap keputusan MKD, yang pada Rabu (30/12) memberhentikannya sebagai ketua DPR. Pria yang akrab disapa Akom itu mengaku...
    Nur Aini

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: