//
you're reading...
Dunia Pendidikan

MENGEMBANGKAN BUDAYA SEKOLAH

 

 

1.  Konsep BudayaSekolah

 

KebudayaanmenurutKoentjaraningkat(1987) merupakankeseluruhan sistemgagasan,tindakan,danhasil karyamanusiadalamrangkakehidupan masyarakatyangdijadikan miliknya melalui belajar.Budayasekolahadalahnilai-nilaidominanyangdidukungolehsekolah ataufalsafahyangmenuntunkebijakansekolahterhadap semuaunsurdan komponen  sekolah  termasuk  stakeholders  pendidikan,  seperti  cara melaksanakanpekerjaandisekolah sertaasumsi ataukepercayaandasar yang dianutolehwargasekolah.Budayasekolahmerujukpadasuatusistem nilai, kepercayaa dan   norma-norm yan diterim secara   bersama serta dilaksanakandenganpenuhkesadaransebagai perilakualami,yangdibentuk olehlingkunganyangmenciptakanpemahamanyangsamadiantara seluruh unsurdanstakeholdersekolah baikitukepalasekolah,pendidik,tenaga kependidikan,pesertadidikdanjikaperlumembentukopinimasyarakat yang sama dengansekolah.Budayasekolahsangateratkaitanyadenganpembentukan   suasana sekolah  yang  kondusifEfektivitaspengembangan  kondisisekolah  mengacu padamateridiskusi PartnershipForGlobalLearning(2012)harusmemenuhi6 indikatorsebagai berikut:

a.  Memusatkan fokuspembelajaran pada hasil belajar peserta didik.


b.  Menjaminkeseimbanganantarakegiatanbelajar individual, kolaborasi, danbelajardalaminteraksi sosial.

c. Selaras  dengan  kebutuhan  pengembangan motivasipeserta didik.

d.  Sensitif terhadap perbedaan individu
e. Menantan peserta   didik   dengan   tidak memberikan lebih dari kapasitasnya.
Belumsemuasekolahmemahamipentingny budayasekolah. Halini terlihatpadafaktabahwa belum semua sekolah memilikiprogram pengembangannya.    Kondisiini terjadikarena sebagian kepala sekolah belum memahamidan terampil dalam merencanakan, melaksanakan pengembangan,dan mengukurefektivitas pengembanganbudaya sekolah.Hal itu tidakberarti kepalasekolah tidakmemperhatikan pengembangannya.   Pada   kenyataannya   banyak kepalasekolahyang sangatmemperhatianakan pentingnyamembangunsuasanasekolah, suasana kelas,membangun hubungan yangharmonisuntuk menunjangterbentuknyanorma, keyakinan, sikap, karakter, danmotif berprestasisehingga tumbuh menjadisikap berpikirwargasekolah yangpositif. Hanyasajakenyataanituseringtidak tampakpada dokumen program pengembanganbudaya.
Penyebarandanperkembangannyaberproses seiringdengan perkembangankehidupan.Stolpdan Smith(1994)menyatakan budayasekolah berkembang  bersamaan  dengan  sejarah  sekolah.

Tingkat pemahamandan kepatuhanpada norma,nilai-nila

keyakinan,

ritual,tradisi, miteyang sekolahmiliki menyebabkan tradisi, penampilan fisik,dan prestasisekolah berbedabeda.

 

Keberhasilan mengembangkan budaya sekolah ditentukan dengan efektivitas komunikasidan interaksikepsek dengan pemangku kepentingan sehingga membangkitkan kepatuhan,disiplin,dan motif berpartisipasi  untuk mewujudkan keunggulan.


Wujudnyadalambentuk   norma,nilai-nilai,keyakinan,tataupacara,ritual, tradisi,mitosyangdipahamiolehseluruhwargasekolah.Karena   perbedaan tingkatkeyakinan,norma,dannilai-nilaiyangdiyakiniolehwargasekolahtelah menyebabkan sekolah miliki tradisi berbedabeda.


Datamenunjukkan meskipunterdapat beberapasekolahyang memilikisumberkeuangan yangsamabesar,namu penampilanfisik dan prestasinyaberbeda.Lebihdariitu, bisaterjadi sekolah dalamsatukompleks,didukungdengan lingkungan masyarakat yangsama,latarbelakang pendidikan kepalasekolahdangurugurunyasama, namun   karena   memiliki   budaya   sekolah   yang berbeda,iklimsekolah berbeda,makaprestasinya menjadiberbeda. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh  pemahaman dan kepatuhan warga sekolahterhadapnorma, nilai-nilai,dankeyakinanyangmerekajunjung. Makin kuatkeyakinandankepatuhanwargaterhadap normadannilai-nilaisemakin tinggipulaketerikatannyapadasekolah,semakinbesarrasamemiliki,  dan makin kuatmotif belajarnya.Berkenaandenganitu,StolpdanSmith(1994:xiii)menyatakanbahwa,bagaimanapun   keadaannya,      perubaha budaya   lingkungan   sebenarnya menjaditantanganyangberat.Sekolahberadadalam kondisiketidakpastian.Karenaitu,sekolahmemerlukanperhatianpimpinanyangcerdas,yang pandai memecahkanmasalahyangkomplekspada gelombang perubahan yangarahnyaserba tidakpasti.
HomerDixonyangdikutipolehFullan(2001:hal4)menyatakan bahwa kepala sekolah menghadapi tantangandalam mengelolamasalahyang makin kompleks.  Ketidakpastian  menyebabkan  krisis  datang tanpa  aba-aba.  Daya  kendalinya  selalu  memerlukan Kepala sekolahmenghadapi masalah yang berubah dan krisissilih berganti. Untuk itu diperlukan ideyang terbarukan dan inovatif


dukunganpemikiranyanghandal.Gelombangmasalahyangdatang   selalu berbeda.Karenaitukepala sekolah harusselalumembaharuiidenyasecara inovatifuntukmendukungkebijakandantindakanyangefektifataumencapai tujuan
Tantangan  utama  kepala  sekolah  dalam  mengembangkan  budaya sekolahadalahmembangunsuasanasekolahyangkondusif melalui pengembangankomunikasidaninteraksiyangsehaantarakepalasekolah denganpeserta didik,pendidik,tenaga kependidikan, orang tuapesertadidik, masyarakat,danpemerintah.Komunikasi daninteraksiyangsehatmemilkidua indikator yaitu tingkatkeseringandankedalamanmateriyangdibahas.Di sampingitu,kepala sekolahperlumengembangkankomunikasi multiarah untuk mengintegrasikanseluruh sumber daya secaraoptimal.

 

 

 

2.  Tujuan Pengembangan Budaya Sekolah

 

Tujuanpengembangan budayasekolahadalahuntuk   membangun suasana  sekolah  yang  kondusif  melalui  pengembangan  komunikasi  dan interaksiyang sehatantarakepala sekolah denganpeserta didik,pendidik, tenaga kependidikan,orangtuapesertadidik,masyarakat,danpemerintah.Beberapa  manfaat  yang  bisa  diambil  dari  upaya  pengembangan budayasekolah,diantaranya:(1)menjaminkualitaskerja yanglebihbaik;(2) membukaseluruhjaringankomunikasi darisegalajenisdanlevelbaik komunikasivertikalmaupunhorizontal;(3)lebihterbukadan transparan;(4) menciptakankebersamaandanrasasaling memiliki yang tinggi;(5) meningkatkan   solidaritas  dan  rasa  kekeluargaan (6)   jika   menemukankesalahanakansegeradapatdiperbaiki;dan(7)dapatberadaptasidengan baik terhadapperkembanganIPTEK.

 

 

 3.  Kerangka Pengembangan  Budaya Sekolah

 

Hubunganantaraunsurdalamperankepalasekolahterhadappenguatan budaya sekolahdapatdilihatdalam gambar berikut:

C

 

Padadiagram pengembanganbudayasekolah,kepalasekolahbertugas mengembangkankondisisekolah yangkondusif.Kondisiitumemerlukan komunikasidan interaksiantara kepala sekolah dengan pendidik,orangtua pesertadidik,tenagakependidikandanpesertadidikharmonis.Kerjasama yangbaik semuapihakdiharapkandapatmenunjangpengembanganinteraksi yangpositifmenumbuhkanpolapikirdanpola tindakdalambentukterhadap norma,nilai-nilaiyangsekolahjunjung.Di sampingitu,diharapkan puladengan dukungan  sekolah  yang  kondusif  para  pemangku  kepentingan  memiliki keyakinanbahwasekolahnyadapatmewujudkanprestasi terbaikkarena ditunjangdenganmotifberprestasi yangtinggi.Untuk  lebih  memahami  bidang  garapan  yang  menjadi  tantangan membangun sekolahyangkondusiftergambarkanpada diagramdibawah ini.


 D

 

b.mengembangkankeamananbaiksecara psikologis,fisik,sosial,dan keamanankultural.Sekolahmenjagaagarsetiapwargasekolah nyaman dalam komunitasnya.
c.mengembangkanlingkungansekolah  yangagamis,lingkunganfisiksekolah yangbersih,indah,dan nyaman,mengembangkanlingkungansekolahyang kondusifsecaraakademik.Pendidikdan pesertadidi memilikimotif berprestasisertakeyakinanyangtinggiuntukmencapaitargetbelajar yang bernilai dengansuasanayangberdisiplin dankompetitif.
Untuk   mendukung   ini   kepala  sekolah   hendaknya   memperhatikan kemampuandiridalammengendalikan kepribadian,prilaku,dan sikap kepemimpinankepala sekolahyangmendukungsehinggasemua pihakdapat menjagaharmonikerja samayang baik.Keterampilanlainyang diperlukan adalah  membangun  kreasi  dalam  memberikan  pelayanan  agar  memenuhiharapansemuapihak.Dan,inimerupakanbagianterpenting dalam kepemimpinan (Celtus RBulach,2011).
Tinggi  rendahnya  semangat  kerja  sama,  kepatuhan  terhadap  norma atau  nilai-nilai  yang  baik,  kebiasaan  baik,  kayakinan  yang  tinggi,  motif berprestasigurudansiswasangatbergantung padakarakterkepemimpinan kepala  sekolah.  Dalam  menunjang  pengembangan  budaya  sekolah,  Fullan (2001)menyatakan  bahwakepalasekolahhendaknyamenegakkanlima prinsip berikut:
1)  selaluberorientasipadapencapaintujuan;mengembangkanvisidengan
jelas dan kandungannyamenjadimilikbersama.2menerapkankepemimpinanpartisipatifdenganmemperluasperanpendidik dalam pengambilankeputusan.3)  berperan  sebagai  kepala  sekolah  yang  inovatif  dengan  meningkatkankeyakinanbahwapendidikdapatmengembangkanprilakuyangmendukung perubahan.4memerankankepemimpinanyangmeyakinkanpendidiksehinggamereka berpersepsi bahwakepala sekolahnya “benar” menunjangefektivitas mereka bekerja.5)  mengembangkan  kerja  sama  yang  baik  antar  pendidik  dalam  interaksi formal maupun informal.
Bagikepalasekolahaspekmanapunkembalikepemikiranawalyang menyatakan bahwa seluruhunsurkebudayaanberkembang melaluiproses belajar.Olehkarenaituintidaripengembangankulturadalah membangun hubunganyangbaik, meningkatkankeamanansekolahsecarafisikmaupun psikologis,meningkatkanlingkunganyangkondusif.Untuk  itu  kepala  sekolah  dan  seluruh  pemangkukepentingan  perlu  terus  belajar  karena  konteks budaya sekolahterus berubahtanpa henti.
Relevan  dengan  kondisi  itu,  Peter  Senge menyatakan  bahwa  kepala  sekolah  perlu memerankan dirisebagaiteladan yangditunjukkan denganindikator:1)  Menjadipersona yangbersiplintinggi   dalam memfokuskan energidalam mewujudkan visimisi,bersabar, danmemaham faktasecara objektif 2)   Menjadi  mentalmodeldalammempengaruhidan memahamikeadaansekitardan serta dapat merespon dengantepat.3)   Mengembangkanvisi-misibersamasebagaidasar untukmengembangkan komitmen yang berkembang  secara  berkelanjutan  sehingga kepalasekolahtidak hanyamengembangkan kepatuhan.4)   Mengembangkantimpembelajaryangdialogis,mengembangkankapasitas tim, menggantiasumsi denganpemikiran bersama 5)   Mengembangkanberpikirsistemyangmengintegrasikandengankeempat disiplindi atas.

Dariuraianitudapatdisimpulkanbahwakeberhasilanpengembangan budaya sekolah menjadipenentu keberhasilan meningkatkan lulusan yang bermutu.Karenaitu,kepalasekolahpentingmemperhatikanberbagai prinsip utama sebagai berikut:

1)  Budayamerupakannorma,nilai,keyakinan,ritual,gagasan,tindakan,dan karya sebagai hasilbelajar. 2)  Perubahan budaya mencakup prosespengembangannorma,nilai, keyakinan, dan  tradisi  sekolah  yang  dipahami  dan  dipatuhi  warga  sekolah  yang dikembangkan  melalui  komunikasi  dan  interaksi  sehingga  mengukuhkan partisipasi. 3)  Untukdapatmengubahbudayasekolahmemerlukanpemimpininspiratifdan  inovatif  dalam  mengembangkan  perubahan  perilaku  melalui  proses belajar 4) Efektivitas   perubaha budaya   sekolah   dapa terwuju dengan mengembangkan  sekolah  sebagai  organisasi  pembelajar  melalui  peran kepala sekolah menjaditeladan.5)  Mengembangkanbudayasekolahmemerlukanketekunan,  keharmonisan,danperjuangantiadahentikarenabudayadisekitarsekolahselaluberubah ke arah yangtidakselalu sesuai denganharapansekolah.

 

 

 

4.  Model StrategiPengelolaanBudaya Sekolah

 

Pengembanganbudayasekolahtidaklepasdaribudayamasyarakatdi sekitarnya.  Oleh  karena  itu  pengembangan  budaya  sebaiknya  berdasarkan kebutuhansekolahyangdidalamnyaterdapatkepalasekolah,pendidik,dan pesertadidikyangterintegrasipadabudayayangberkembangdilingkungannya. Di  samping  budaya  sekolah  merupakan  bagian  dari  budaya  lingkungan sekitarnya,sekolahharusdapatberfungsisebagaiagenpengembangbudaya lingkungan.Sekolahdalamfungsinyasebagaiagen perubahanbudayaperlu merumuskanrencana,strategipengembangan, danmonitoring danevaluasi pembangunanbudaya sekolahdenganmenggunakanmodelpengembangan sebagai berikut:

 

 

 

LangkahpertamaadalahAnalisisLingkungan eksternaldaninternal. Padatahapiniapabiladilihatdarimodelanalisislingkungan adalah mengidentifikasipeluang danancamanyangdatangdaribudayasekitarsekolah. Disampingituanalisislingkungan diperlukanuntukmengidentifikasikekuatan kelemahan  dari  dalam.  Dari  analisis  lingkungan  akan  diperoleh  sejumlah masalah yangsekolahperlu selesaikan.
LangkahKeduaadalahmerumuskanstrategiyangmeliputipenetapanvisi-misi  yang  menjadiarah  pengembangan,  tujuan  pengembangan,  stategi pengembangan dan   penetapan   kebijakan Ara pengembangan   dapat dijabarkandarivisidan misimenjadiindikatorpadapencapaiantujuan.Contoh dalam pengembangan keyakinan akan dibuktikan dengan sejumlah targetyang tinggipadasetiapindikatorpencapaian.Contohinidapatdijabarkan lebihlanjut pada   modeloperasional  penguatan  nilaikerja  sama  danyankompetitif. Misalnyasekolah membagikelompokkerjadengansemangatkebersamaan, namunantarkelompok dikondisikanagarselaluberkompetisiuntukmencapai targetyangterbaik. Olehkarenaitu,sekolahsecarainternaltidak mengembangkanmodelkompetisiindividualkarenadapatmengurangi makna pengembangan nilaikebersamaan dan kekompakan.Program kerja berbasis kolaborasipadamodelinidapatdikukuhkan melaluipenetapan kelompokkerja yang  ditetapkan  dalamsurat  tugas  dari  kepala  sekolah  sebagai  pemangku kebijakan.
Selanjutnyasekolahdapatmengembangkanmodellainyangdipandang lebih inovatifdansesuaidengankebutuhan sekolah.
Langkahketiga;Implementasi strategi,langkah ini harus dapat menjawabbagaimanacaranyasekolahmelaksanakanprogram.Jikapada modelpertamasekolahberencanauntukmengembangkannilaikebersamaan melalui pelaksanaankegiatankolaboratifdan kompetitif,makasekolahhendaknya menyusunstrategipada kegiatanyangmanayangdapatdikolaborasikandan dikompetisikan. Sekolah  dapat  memilih  bidang  yang  akan  dikolaborasikan  bersifatkompetitifdariberbagaibidangkegiatansebagaimanayangtelahdipelajari padadiagramdibab2.Contoh,sekolah berencanauntukmengembangkan lingkunganfisiksekolahyangnyaman.Pada kegiataninidiperkukannilai kebersamaan,semangatberkolaborasi,semangatberpartisipasi dariseluruh pemangku  kepentingan  di  sekolah.  Pengembangan  nilai  harus  diwujudkan dalamkepatuhanataskesepakatanyangdituangkandalamperaturan. Oleh karenaitupengembanganbudayasekolahsangateratkaitannya dengan peraturandan kepatuhanseluruhwargasekolahpadapelaksanaankegiatan sehari-hari disekolah.
Pada langkahketiga,peran kepala sekolahyangpenting adalah;1)  menetapkan kebijakan atas kesepakatan bersama;2)  Merealisasikanstrategi.3)  Melaksanakan  perbaikan  proses  berdasarkan  data  yang  diperoleh  dari pemantauan.4)  Melakukanevaluasi kegiatan berbasis data hasilpemantauan.Memperhatika kelima   langkah   kegiatan   yan penting   dalam pelaksanaanstrategimengisyaratkanbahwa kepalasekolahperlumemahami benartentang:(1 kebutuhanpengembanganbudayasekolah,  (2)tujuan pelaksanaan,  (3)  indikator  dantarget  keberhasilan,  (4memastikanbahwa rencana dapatdiimplementasikan,(5) memastikan bahwa prosespelaksanaan danhasil pengembanganbudaya sekolah sesuai denganyangdiharapkan.
Langkah  keempat  adalah  monitoring  dan  evaluasi.  Langkah  ini merupakanbagiandarisistem penjaminanmutu.Kepalasekolahmelalui monitoringmemenuhikewajibanuntukmemastikanbahwa prosespelaksanaan kegiatansesuaidengan rencana.Jadwalpelaksanaanmemenuhitargetwaktu. Tahappelaksanaan sesuaidengan yangdirencanakan.Lebih dariituhasilyang diharapkan sesuai dengan target.
Jika  dalam  proses  pelaksanaan  danhasil  yang  dicapai  meleset  dari targetmakakepalasekolahsegeramelakukanperbaikanprosesagarhasil akhir yangdicapai sesuaidengan yangdiharapkan.
Perhatikan dataelemenperubahan yangmenjaditantangan kepala sekolahdalammengubahkebiasaanpendidikdalammengendalikan proses pembelajaran.Terdapat tradisi yangmelekat padapelaksanaanpembelajaran daninidapatdilihatdalambanyakpengalaman gurumengajardidalamkelas. Pembelajaran  berpusat  pada  guru.  Tantangan  baru  mengubah  tradisi  itu menjadipembelajaran berpusatpadapeserta didik.
Upaya  pengembangan  budaya  sekolah  seyogyanya  mengacu  kepada beberapa prinsipberikutini.


1)  Berfokus pada Visi,MisidanTujuanSekolah

2)  Penciptaan Komunikasi Formal dan Informal.

3)  Memperhitungkanresiko karenasetiapperubahanmengandungresiko yang harus ditanggung.

4)  Menggunakan strategiyangjelas danterukur

5)  Memilikikomitmen yangkuat

6)  Mengevaluasi keterlaksanaan dan keberhasilan budaya sekolah

Selainmengacukepadasejumlahprinsipdi atas, upaya  pengembangan budaya sekolahjugaseyogyanyaberpegangpada asas-asas berikutini:

1)  Kerjasama tim (team work).

2)  Menunjukpadakemampuan untukmengerjakantugas dantanggungjawab.

3)  Keinginan merujukpadakemauan atau kerelaan untukmelakukantugasdan tanggungjawabuntuk memberikankepuasanterhadappesertadidikdan masyarakat

4)  Kegembiraan(happiness).Nilaikegembiraaniniharusdimilikiolehseluruh personilsekolah dengan harapan kegembiraanyangkita milikiakan berimplikasipadalingkungan dan iklimsekolahyangramahdan menumbuhkan perasaan puas,nyaman,bahagiadanbangga sebagai bagian dari personil sekolah.

5)  Rasahormatmerupakannilaiyangmemperlihatkanpenghargaankepada siapasajabaik dalamlingkungansekolahmaupundenganstakeholders pendidikan lainnya.

6 Kejujuranmerupakannilaiyangpalingmendasardalamlingkungansekolah,

baik kejujuranpada dirisendiri maupun kejujuran kepada oranglain.

7Disiplinmerupakansuatubentukketaatanpadaperaturandansanksiyang berlaku dalam lingkungan sekolah

8Empatiadalahkemampuanmenempatkandiriataudapatmerasakanapa yangdirasakanoleh oranglain namun tidakikutlarutdalam perasaan itu.

9)  Pengetahuandan kesopananparastakeholdersekolahyangdisertai dengan kemampuanuntukmemperolehkepercayaandarisiapa sajaakan memberikan kesan yang meyakinkan bagioranglain.

 

 

 

5.  Penjaminan   Keterlaksanaan   dan   Keberhasilan   Pengembangan

 

Budaya Sekolah

 

Setiapprogram kegiatanperluadapenjaminanketerlaksanaandan keberhasilan.Halini dimaksudkansebagai kontrolagarkegiatandapat dilaksanakansesuai denganperencanaan.Prosespenjaminanbisa berupabisa berupakegiatan monitoring/pengawasan dan evaluasiketerlaksanaan program perubahaanyangtelahditentukan.Demikianjuga dengan penjaminan keterlaksanaan dan keberhasilan pengembanganbudaya sekolah.


 Selanjutnya,seperti halnyamanajemenperubahan,untuk melaksanakan prosespenjaminankeberhasilanbudayasekolahpun kepalasekolahperlu membentuktim monitoringdanevaluasiyangberanggotakansekurang– kurangnyaempatorangberasaldariunsur pendidik,KomiteSekolahdan PengawasSekolahsebagaiPembinateknis. Untukmemenuhikelengkapan pelaksanaankegiatanini kepalasekolahperlumemimpintimuntukmenyusun instrument  monitoring  dan  evaluasi  programperubahan.  Berikut  ini  contoh formatinstrumen monitoring/evaluasi programperubahan sekolah.

 

 

PELAKSANAAN MONITORING/EVALUASI *) HASILPERUBAHAN

 

Nama sekolah     : Kecamatan : Kab/Kota            :

 

Hari/ Tgl

 

Program

 

Sasaran

 

Target

 

Hasil

 

Hambatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan:

 

Mengetahui Pengawas Pembina….,…2014

Pelaksana Monitoring/Evaluasi

 

 

 

 

                           Keterangan:  *)Coretyangtidakperlu

 

Pengawasan/monitoring inidilakukanuntukmengetahuitingkat keterlaksanaanrencanapengembanganbudayadilaksanakansesuaiprogram dan  tujuan.  Sedangkan  evaluasi  dilakukan  untuk  mengetahui  ketercapaian


 

 

 

 

 

 

program dantujuan yangtelah dilaksankan.Denganadanyapengawasandan evaluasiini,akan dapatdiketahuihambatan,dankelemahan dalam melaksanakan  program  pengembangan  budaya  sekolah.  Berdasarkan kelamahandanhambatantersebut,selanjutnya dianalisisuntukmencarisebab- sebab  timbulnya  hambatan.  Berdasarkan  sebabsebab  tersebut,  ditentukan tindaklanjutuntukmengatasinya.

 

 

 

D.Aktivitas Pembelajaran

 

Aktivitaspembelajaran dikembangkan denganpendekatansaintifik,model pembelajaranberbasisaktivitas(lesson learning),pembelajaranberbasistugas (learningbasedproject).Langkahkegiatan pembelajarandilakukan pada beberapa langkah berikut:

 

a.  Membaca,mendengar, menyimak,melihatbahan ajar materi Budaya

Sekolah

 

b.  Menyusun  beberapapertanyaantentanginformasiyangtidak dipahamidari apayangdiamatiataupertanyaanuntukmendapatkaninformasi tambahan tentangapayangdiamati

 

c.Mengumpulkan beberapainformasidengan mengamativideo tentang pelaksanaan  budaya  sekolah.  Mengumpulkan    beberapa  fakta  tentang budaya sekolahyangharus dilakukanuntukmencapai tujuan.

 

d.  Mengolah  informasi  yang  sudah  dikumpulkan  baik  terbatas  dari  hasil kegiatanmengumpulkan/eksperimenmaupunhasildari kegiatan mengamati dankegiatanmengumpulkan informasi daritayanganvideo.

 

e.  Menyampaikan  hasil  pengamatan,  kesimpulan  berdasarkan  hasil  analisis secaralisan,tertulis, atau media lainnya

 

 

 

E.  Penilaian

 

IndikatorPencapaian:

Penilaian Otentikdenganinstrumentpengamatan
1.  Sikap

a.  Kedisiplina :hadirtepatwaktu,menyelesaikan tugastepatwaktu

b.  Kerjasama     :  memiliki  tanggung  jawab  untuk  menyelesaikan  tugas denganbaik

c.  Tanggungjawab:Mampubekerjasama dalammenyelesaikantugas dan bersama-sama mencari solusiterhadappermasalahan yangdihadapi kelompok

 

 

2.  Pengetahuan


 

 Tes Tulis:  PredanPosttes

 

 3.  Keterampilan

 

a.  Keterampilan berpikir

b.  Keterampilan reaktif
c.  Keterampilan interakti
d.  Ketersmpilan kontibusi dalam kelompok e.  Keterampilan memimpin

 

 

 

F.  Rangkuman

 

Tantangan  utama  kepala  sekolah  dalam  mengembangkan  budaya sekolahadalahmembangunsuasanasekolahyangkondusif melalui pengembangankomunikasidaninteraksiyangsehaantarakepalasekolah denganpesertadidik,pendidik,staf,orangtua siswa,masyarakat,dan pemerintah.Komunikasi daninteraksiyang sehatmemilkiduaindikatoryaitu intensitasdankedalamanmateriyangdibahas. Disampingitu,kepalasekolah perlumengembangkan komunikasimultiarahuntukmengintegrasikanseluruh sumber daya secaraoptimal.

Dalam  menunjang  pengembangan  budaya  sekolah  kepala  sekolah

hendaknya menegakkanlima prinsipsebagai berikut:

1.  selalu  berorientasi  pada  pencapain  tujuan;  mengembangkan  visi  misi denganjelas

2.  menerapkankepemimpinanpartisipatifdengan memperluasperanpendidik dalam pengambilankeputusan.

3.berperansebagai kepalasekolah yanginovatifdengan meningkatkan keyakinanbahwa pendidikdapatmengembangkanprilakuyangmendukung perubahan.

4memerankankepemimpinanyangmeyakinkanpendidiksehinggamereka berpndapat  bahwa  kepala  sekolahnya  “benar”  menunjang  efektivitas mereka bekerja.

mengembangkankerjasamayangbaikantarpendidikdalaminteraksi

formal maupun informal.

Keberhasilanmengembangkanbudayasekolahditentukan dengan efektivitaskomunikasi daninteraksikepalasekolahdenganpemangku kepentingansehinggamembangkitkan kepatuhan,disiplin,danmotif berpartisipasi untukmewujudkan keunggulan.

 

 

 

KS-01. Manajemen Kepemimpinan Sekolah-2

KS-02. Manajemen Implementasi Kurikulum-2

KS-03. Supervisi Akademik-2 KS-04. Kepramukaan-2

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Februari 2014
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

Statistik Blog

  • 1,758,171 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Andik: Melawan Vietnam Menguras Tenaga 3 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pemain sayap Tim Nasional Indonesia, Andik Vermansyah mengaku sangat senang dan puas bisa mengalahkan Timnas Vietnam dengan skor 2-1. Dia mengatakan kemenangan pada putaran pertama babak...
    Andi Nur Aminah
  • Koeman Ingin Pemainnya Tunjukkan Kekuatan Melawan MU 3 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Pelatih Everton, Ronald Koeman mengatakan para pemainnya harus menunjukkan kekuatan dan komitmen mereka dalam beberapa pekan mendatang. Hal tersebut dimulai dari pertandingan pada Ahad malam (4/12) melawan...
    Israr Itah

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: