//
you're reading...
Dunia Pendidikan

PENILAIAN KINERJA PENGAWAS SEKOLAH MUDA/MADYA/UTAMA

KONSEP PENILAIAN KINERJA PENGAWAS SEKOLAH

 

A.   PENGERTIAN PENILAIAN KINERJA PENGAWAS SEKOLAH

Penilaian kinerja pengawas sekolah adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama pengawas sekolah yang dikembangkan menjadi indikator penilaian kinerja dalam rangka pembinaan pengawas sekolah dalam meningkatkan kinerjanya.

 

B.   ASPEK PENILAIAN KINERJA

Aspek yang dinilai pada penilaian kinerja pengawas sekolah mengacu kepada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB Nomor 21 Tahun 2010  yang meliputi:

  1. Penyusunan program pengawasan
  2. Pelaksanaan program pengawasan
  3. Evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan
  4. Pembimbingan dan Pelatihan profesional guru dan/ atau kepala sekolah

 

C.   JENIS PENILAIAN

Jenis penilaian yang digunakan dalam menilai kinerja pengawas sekolah adalah penilaian tahunan yang dilaksanakan secara periodik setiap tahun disesuaikan dengan kalender pengawasan sekolah.

 

D.   TUJUAN PENILAIAN KINERJA

Penilaian kinerja pengawas sekolah bertujuan untuk:

1. Memperoleh informasi kinerja pengawas berdasarkan hasil evaluasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembinaan dan pengembangan profesioanl pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas-tugas kepengawasan.

2. Menghimpun data kinerja sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan program  pembinaan kompetensi mewujudkan pengawas sekolah yang profesional, bermartabat dan sejahtera.

3. Mendeskripsikan kinerja pengawas  dalam siklus tahunan sehingga dapat diperoleh gambaran umum kinerja pengawas pada tingkat kabupaten kota/provinsi sebagai dasar untuk menentukan mutu kinerja pengawas secara nasional.

 

E.    MANFAAT PENILAIAN KINERJA

Penilaian kinerja pengawas sekolah  diharapkan bemanfaat untuk:

  1. Mengetahui capaian hail pelaksanaan kerja yang telah dilakukan pengawas sekolah selama satu periode tertentu, sebagai bagian dari refleksi diri, dalam rangka meningkatkan kualitas kerja di masa berikutnya.
  2. Mengelola sistem informasi hasil pengawasan berupa profil kinerja pengawas sekolah dan dampak terhadap sekolah binaan, kepal sekolah, guru dan teman sejawat sebagai input dalam pengambilan keputusan peningkatan dan penjaminan mutu melakukan pemetaan, pembinaan, promosi, dan pengembangan karir pengawas sekolah pendidikan tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional.
  3. mengembangkan analisis kekuatan dan kelemahan proses dan hasil pelaksanaan tugas pengawas sekolah sebagai dasar pengembangan  dan perbaikan mutu profesi.
  4. menentukan nilai kinerja pengawas sekolah sebagai gambaran dalam pengusulan kenaikan pangkat dan golongan.
  5. bagi sekolah binaan pengawas sekolah (kepala sekolah dan guru), hasil penilaian kinerja pengawas sekolah dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan kemitraan (partnership)  untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
  6. Bagi pemangku kepentingan, proses dan hasil penilaian kinerja pengawas ini dapat dijadikan dasar pembinaan pengawas sekolah, khususnya sebagai analisi kebutuhan peningkatan kompetensi pengawas melalui program pendidikan dan latihan serta pengembangan profesi pengawas sekolah lainya.

 

  1. F.       PRINSIP PENILAIAN KINERJA

Mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian, penilaian kinerja pengawas sekolah dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip berikut:

  1. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kinerja yang diukur,
  2. Ojektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
  3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan pengawas sekolah karena perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
  4. Terpadu, berarti penilaian kepada pengawas sekolah merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan kepengawasan.
  5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
  6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian kinerja pengawas sekolah dilakukan secara menyeluruh, meliputi seluruh aspek yang dapat dan seharusnya dinilai, dan dilakukan terus menerus secara periodik.
  7. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
  8. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi pengawas sekolah yang telah ditetapkan.
  9. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

 

G.   PENANGGUNG JAWAB PENILAIAN KINERJA

Penilaian kinerja pengawas sekolah merupakan tanggung jawab Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/Kota. Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/Kota memiliki tugas untuk melakukan pengelolaan dan koordinasi kegiatan penilaian kinerja pengawas sekolah sesuai  dengan Pedoman Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah, membentuk, menetapkan, menyusun tugas dan tanggungjawab  serta kewenangan tim penilai di wilayahnya masing-masing. Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/Kota juga berkewajiban menyediakan penilai yang  memnuhi syarat yang ditetapkan.

 

H. PENILAI KINERJA

Tim penilai yang berwenang menilai kinerja pengawas sekolah diatur sebagai berikut:

  1. Tim penilai terdiri dari:
    1. Unsur Dinas Pendidikan
    2. Unsur Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI)
    3. Unsur Koordinator Pengawas Sekolah (Korwas)
    4. Pengawas Senior (dilihat dari pangkat dan golongannya)

2. Persyaratan tim penilai:

  1. Memiliki sertifikat asesor penilaian kinerja pengawas sekolah.
  2. Telah berpengalaman sebagai pengawas sekolah minimal 4 tahun.
  3. Terlatih  dan memiliki keterampilan untuk menggunakan instrumen secara objektif.
  4. Mampu mengolah dan menafsirkan data hasil penilaian serta dapat menyusun rekomendasi dari hasil penilaian

3. Penetapan dan masa tugas tim penilai:

  1. Tim Penilai Kinerja pengawas sekolah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/Kota, yaitu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/Kota, yang dapat diwakili oleh Kepala Bidang yang relevan dengan mempertimbangkan pemenuhan persyaratan penilai.
  2. Masa tugas  Penilai adalah  3 (tiga) tahun pelaksanaan tugas.

4. Ketentuan penilain:

  1. Tim penilai yang menilai seorang pengawas terdiri dari  2 (dua) orang.
  2. Pangkat dan golongan penilai  setingkat lebih tinggi atau minimal sama  dari pada  yang dinilai.
  3. Jika dalam hal tertentu belum ada asesor bersertifikat dalam provinsi/kabupaten/kota tersebut, maka Dinas Pendidikan dapat meminta bantuan asesor yang bersertifikat dari Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota terdekat.

 

RUANG LINGKUP  PENILAIAN KINERJA

PENGAWAS SEKOLAH

 

Ruang lingkup penilaian kinerja pengawas sekolah ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya yang meliputi pelaksanaan supervisi akademik dan supervisi manajerial. Untuk menilai seorang pengawas sekolah  dalam melakukan kegiatan supervisi akademik dan supervisi manajerial difokuskan pada empat komponen utama, yaitu (1) penyusunan program, (2) pelaksanaan program, (3) evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan (4) membimbing dan melatih profesional guru. Dari keempat komponen tersebut, dikembangkan indikator dan butir penilaian kinerja pengawas sekolah. Jumlah indikator dan butir penilaian kinerja pengawas sekolah berbeda tergantung jenjang pengawas sekolah yang dinilai.

Ruang lingkup penilaian kinerja untuk jenjang Pengawas sekolah Muda, Pengawas sekolah Madya, dan Pengawas sekolah Utama ditetapkan sebagai berikut:

 

A.  Pengawas Sekolah Muda

NO

TUGAS POKOK/INDIKATOR KINERJA

BUTIR PENILAIAN INDIKATOR KINERJA

A. PENYUSUNAN PROGRAM   
1

 

 

 

 

 

Menyusun program pengawasan 1.1 Memiliki program pengawasan  tahunan yang memenuhi enam aspek.
1.2 Memiliki program pembinaan guru yang memenuhi delapan aspek.
1.3 Memiliki program pemantauan empat  SNP yang memenuhi delapan aspek.
1.4 Memiliki program penilaian kinerja guru yang memenuhi delapan aspek.
1.5 Memiliki program semester yang memenuhi empat aspek.
1.6 Memiliki Rencana Pengawasan Akademik (RPA)/Rencana Pengawasan Bimbingan Konseling (RPBK) yang memenuhi sepuluh aspek.
B. PELAKSANAAN PROGRAM (K2)
1 Melaksanakan pembinaan guru 1.1 Memiliki laporan pelaksanaan  program pembinaan guru yang memenuhi sepuluh aspek.
2 Memantau pelaksanaan empat SNP 2.1 Memiliki laporan pemantauan pelaksanaan empat SNP  yang memenuhi sepuluh aspek.
3 Melaksanakan penilaian kinerja guru 3.1 Memiliki laporan pelaksanaan  program penilaian kinerja guru yang memenuhi sepuluh aspek.
4 Membuat laporan tahunan  pelaksanaan program 4.1 Memiliki laporan tahunan  pelaksanaan program yang memenuhi tujuh aspek
C. EVALUASI  HASIL PELAKSANAAN PROGRAM PENGAWASAN (K3)
1 Melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan 1.1 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program pembinaan guru di sekolah binaan yang memenuhi sembilan aspek.
1.2 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program pemantauan empat SNP yang memenuhi sembilan aspek.
1.3 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program penilaian kinerja guru yang memenuhi sembilan aspek.
2 Membuat laporan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan 2.1 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan yang memenuhi delapan aspek.
D. MEMBIMBING DAN MELATIH PROFESIONAL GURU (K4)
1 Menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya 1.1 Memiliki program pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya yang memenuhi delapan aspek.
2 Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya 2.1 Memiliki laporan pelaksanakan program pembimbingan dan pelatihan profesional guru  di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya yang memenuhi sepuluh aspek.
3 Mengevaluasi hasil pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan  profesional guru di KKG/MGMP/ MGP dan sejenisnya 3.1 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program  pembimbingan dan pelatihan guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya yang memenuhi delapan aspek.
4 Membuat  laporan tahunan  hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya 4.1 Memiliki  laporan tahunan hasil pembimbingan  dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya yang memenuhi tujuh aspek.

B. Pengawas Sekolah Madya

NO

TUGAS POKOK/INDIKATOR KINERJA

BUTIR PENILAIAN

A. PENYUSUNAN PROGRAM (K1) 

1

Menyusun program pengawasan 1.1 Memiliki program pengawasan  tahunan yang memenuhi enam aspek
1.2 Memiliki program pembinaan guru dan/atau kepala sekolah yang memenuhi delapan aspek
1.3 Memiliki program pemantauan delapan SNP yang memenuhi delapan aspek
1.4 Memiliki program penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah yang memenuhi delapan aspek
1.5 Memiliki program semester yang memenuhi empat aspek
1.6 Memiliki Rencana Pengawasan Akademik (RPA)/Rencana Pengawasan Bimbingan Konseling (RPBK) dan/atau Rencana Pengawasan Manajerial (RPM) yang memenuhi sepuluh aspek.
B. PELAKSANAAN PROGRAM (K2)

1

Melaksanakan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah 1.1 Memiliki laporan pelaksanaan  program pembinaan guru dan/atau kepala sekolah yang memenuhi sepuluh aspek

2

Memantau pelaksanaan delapan SNP 2.1 Memiliki laporan pemantauan pelaksanaan  delapan SNP  yang memenuhi sepuluh aspek

3

Melaksanakan penilaian kinerja guru  dan/atau kepala sekolah 3.1 Memiliki laporan pelaksanaan  program penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah yang memenuhi sepuluh aspek

4

Membuat laporan tahunan pelaksanaan program 4.1 Memiliki laporan tahunan pelaksanaan program yang memenuhi tujuh aspek
C. EVALUASI  HASIL PELAKSANAAN PROGRAM PENGAWASAN (K3)

1

Melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan 1.1 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program pembinaan guru dan/atau kepala sekolah di sekolah binaan yang memenuhi sembilan aspek.
1.2 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program pemantauan delapan SNP yang memenuhi sembilan aspek.
1.3 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah yang memenuhi sembilan aspek.

2

Membuat laporan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan 2.1 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan yang memenuhi delapan  aspek.

3

Mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan di tingkat kabupaten/kota/provinsi  

(dilakukan bila tidak ada Pengawas Sekolah Utama)

3.1 Memiliki laporan hasil evaluasi pelaksanaan program pengawasan di tingkat kabupaten/kota/provinsi yang memenuhi delapan aspek.
D. MEMBIMBING DAN MELATIH PROFESIONAL GURU (K4)

1

Menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan KKKS/MKKS dan sejenisnya. 1.1 Memiliki program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya yang memenuhi delapan aspek.

2

Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya. 2.1 Memiliki laporan pelaksanakan program pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan kepala sekolah di KKKS/MKKS  dan/atau sejenisnya yang memenuhi sepuluh aspek.

3

Melaksanakan  pembimbingan dan pelatihan  kepala sekolah dalam menyususun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah dan SIM sekolah. 3.1 Memiliki laporan pelaksanaan  program membimbing dan melatih kepala sekolah dalam menyusun program sekolah,  rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan SIM  yang memenuhi sepuluh aspek.

4

Mengevaluasi hasil pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya. 4.1 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program  pembimbingan dan pelatihan guru di MGMP/KKG/MGP dan kepala sekolah di  KKKS/MKKS dan/atau sejenisnya  yang memenuhi delapan aspek.

5

Membimbing pengawas sekolah muda dalam melaksanakan tugas pokok 5.1 Memiliki laporan pelaksanaan  program pembimbingan pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya dalam melaksanakan tugas pokok yang memenuhi sepuluh aspek.

6

Melaksanakan  pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah dalam penelitian tindakan (dilakukan bila tidak ada Pengawas Sekolah Utama) 6.1 Memiliki laporan pelaksanaan  program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah dalam penelitian tindakan yang memenuhi sepuluh aspek.

7

Membuat  laporan hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah 7.1 Memiliki laporan hasil pembimbingan  dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah yang memenuhi tujuh aspek.
 

 

 

C.  Pengawas Sekolah Utama

NO

TUGAS POKOK/INDIKATOR KINERJA

BUTIR PENILAIAN INDIKATOR KINERJA

A. PENYUSUNAN PROGRAM (K1) 

1

Menyusun program pengawasan 1.1 Memiliki program pengawasan  tahunan yang memenuhi enam aspek
1.2 Memiliki program pembinaan guru dan kepala sekolah yang memenuhi delapan aspek
1.3 Memiliki program pemantauan delapan SNP yang memenuhi delapan aspek
1.4 Memiliki program penilaian kinerja guru dan kepala sekolah yang memenuhi delapan aspek
1.5 Memiliki program semester yang memenuhi empat aspek
1.6 Memiliki Rencana Pengawasan Akademik (RPA)/Rencana Pengawasan Bimbingan Konseling (RPBK) dan Rencana Pengawasan Manajerial (RPM) yang memenuhi sepuluh aspek.
B. PELAKSANAAN PROGRAM (K2)

1

Melaksanakan pembinaan guru dan kepala sekolah 1.1 Memiliki laporan pelaksanaan  program pembinaan guru dan kepala sekolah yang memenuhi sepuluh aspek

2

Memantau pelaksanaan delapan SNP 2.1 Memiliki laporan pemantauan pelaksanaan  delapan SNP  yang memenuhi sepuluh aspek

3

Melaksanakan penilaian kinerja guru  dan kepala sekolah 3.1 Memiliki laporan pelaksanaan  program penilaian kinerja guru dan kepala sekolah yang memenuhi sepuluh aspek

4

Membuat laporan tahunan pelaksanaan program 4.1 Memiliki laporan tahunan pelaksanaan program yang memenuhi tujuh aspek
C. EVALUASI  HASIL PELAKSANAAN PROGRAM PENGAWASAN (K3)

1

Melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan 1.1 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program pembinaan guru dan kepala sekolah di sekolah binaan yang memenuhi sembilan aspek.
1.2 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program pemantauan delapan SNP yang memenuhi sembilan aspek.
1.3 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program penilaian kinerja guru dan kepala sekolah yang memenuhi sembilan aspek.

2

Membuat laporan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan 2.1 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan yang memenuhi delapan  aspek.

3

Mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan di tingkat kabupaten/kota/provinsi   3.1 Memiliki laporan hasil evaluasi pelaksanaan program pengawasan di tingkat kabupaten/kota/provinsi yang memenuhi delapan aspek.
D. MEMBIMBING DAN MELATIH PROFESIONAL GURU (K4)

1

Menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan KKKS/MKKS dan sejenisnya. 1.1 Memiliki program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan KKKS/MKKS dan sejenisnya yang memenuhi delapan aspek.

2

Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan KKKS/MKKS dan sejenisnya. 2.1 Memiliki laporan pelaksanakan program pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan kepala sekolah di KKKS/MKKS  dan sejenisnya yang memenuhi sepuluh aspek.

3

Melaksanakan  pembimbingan dan pelatihan  kepala sekolah dalam menyususun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah dan SIM sekolah. 3.1 Memiliki laporan pelaksanaan  program membimbing dan melatih kepala sekolah dalam menyusun program sekolah,  rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan SIM  yang memenuhi sepuluh aspek.

4

Mengevaluasi hasil pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan KKKS/MKKS dan sejenisnya. 4.1 Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program  pembimbingan dan pelatihan guru di MGMP/KKG/MGP dan kepala sekolah di  KKKS/MKKS dan sejenisnya  yang memenuhi delapan aspek.

5

Membimbing pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya dalam melaksanakan tugas pokok 5.1 Memiliki laporan pelaksanaan  program pembimbingan pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya dalam melaksanakan tugas pokok yang memenuhi sepuluh aspek.

6

Melaksanakan  pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah dalam penelitian tindakan 6.1 Memiliki laporan pelaksanaan  program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah dalam penelitian tindakan yang memenuhi sepuluh aspek.

7

Membuat  laporan hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah 7.1 Memiliki laporan hasil pembimbingan  dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah yang memenuhi tujuh aspek.

PROSEDUR PENILAIAN KINERJA PENGAWAS SEKOLAH

 

Penilaian kinerja pengawas sekolah dilaksanakan dalam beberapa tahap, diantaranya: (1) persiapan, (2) pelaksanaan penilaian, (3) verifikasi, (4) analisis hasil, (5) penarikan kesimpulan dan rekomendasi, dan (6) Pelaporan

 

A.    PERSIAPAN

Persiapan yang dilakukan untuk melakukan penilaian kinerja pengawas sekolah adalah sebagai berikut:

  1. Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota menetapkan program penilaian pengawas sekolah yang akan dinilai dalam tiap tahun. Program penilaian menyesuaikan dengan program dan kalender kegiatan pengawasan pengawas sekolah.
  2. Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota membentuk Tim Penilai Kinerja Pengawas Sekolah yang terdiri atas unsur Dinas Pendidikan, APSI, Korwas, Pengawas Senior, disesuaikan dengan kedudukan dan jenis pengawas sekolah yang akan dinilai.
  3. Koordinator Pengawas Provinsi/Kabupaten/Kota menyiapkan administrasi penilaian, mengkoordinir pelaksanaan penilaian, dan mengolah data yang dibantu oleh tim penilai.
  4. Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota membentuk Tim Pengolah Data.

 

B.    PELAKSANAAN PENILAIAN

1. Petunjuk Penilaian

  1. Penilaian kinerja pengawas sekolah merupakan penilaian berbasis bukti dan kuesioner.
  2. Bukti-bukti dapat berupa data, dokumen,  perilaku  dan lain-lain yang dapat diidentifikasi oleh penilaian melalui pengkajian, pengamatan, dan penggalian informasi dari pihak-pihak yang terkait.
    1. Penilai harus mencatat semua bukti yang teridentifikasi dan mencocokkan pada instrumen setiap kriteria penilaian. Bukti-bukti yang dimaksud dapat berupa: bukti yang teramati (tangible evidences) seperti: dokumen-dokumen tertulis, kondisi sarana prasarana (hardware dan software)               Bukti-bukti ini dapat diperoleh melalui pengkajian  dokumen, kuesioner, pengamatan,  atau wawancara  dengan pengawas sekolah.
    2. Untuk meyakinkan atau memvalidasi temuan atau hasil penilaian yang meragukan, penilai dapat dilakukan verifikasi dan klarifikasi penilai dapat memberikan kuesioner kepada guru dan kepala sekolah binaan pengawas sekolah yang dinilai.
    3. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada setiap kriteria berdasarkan kelengkapan dan keabsahan bukti yang relevan dan teridentifikasi.
    4. Sebelum pemberian nilai tersebut, penilai terlebih dahulu mengidentifikasi melalui pemantauan atau pengamatan apakah setiap indikator kinerja untuk masing-masing dimensi tugas pokok pengawas dapat terpantau atau teramati.
      1. g.       Penentuan hasil penilaian atau pernyataan “YA” untuk setiap indikator diberikan, jika secara kuantitas dan kualitas indikator tersebut memenuhi ≥70% aspek dan bukti yang terdapat dalam rubrik yang telah ditetapkan, sedangkan pernyataan “TIDAK” diberikan, jika kriteria secara kuantitas dan kualitas <70%.
      2. Berdasarkan jumlah pernyataan “YA” atau “TIDAK” , penilai menentukan masing-masing nilai komponen penyusunan program (K1), pelaksanaan (K2), evaluasi hasil pelaksanaan program (K3), dan pembimbingan dan pelatihan profesional guru (K4)  dengan rumus berikut:

Nilai komponen =  Total Pernyataan “YA”      X 100%

Total Indikator Komponen

 

 

 

 

 

 

  1. Konversikan nilai komponen tersebut dari prosentase ke angka dengan mengacu kepada rentang prosentase sebagai berikut:
    1. 75 % < X ≤ 100 %  = 4
    2. 50 % < X ≤ 75 %    = 3
    3. 25 % <X ≤ 50 %     = 2
    4. 0 % < X ≤ 25 %      = 1

 

  1.  Nilai Akhir Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah  ditentukan oleh  nilai 4 (empat) Komponen dengan perhitungan menggunakan bobot seperti tabel 4.1

 

2.  Pelaksana Penilaian

Penilaian dilakukan oleh tim yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan dan telah memiliki sertifikat Asesor Penialian Kinerja Pengawas Sekolah yang diberi tugas oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota.

Waktu pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah disesuaikan dengan Kalender Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota.

C. VERIFIKASI DATA

Data hasil penilaian  yang telah diperoleh perlu diverifikasi kebenarannya. Verifikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan melakukan kunjungan sekolah untuk mengkonfirmasi kebenaran isian dokumen dengan kondisi objektif di lapangan. Dalam kasus-kasus tertentu, penilai dapat melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang terkait.   Penilai juga dapat  memberikan kuesioner kepada guru dan kepala sekolah binaan pengawas sekolah yang dinilai.

 

D. PENGOLAHAN HASIL PENILAIAN

        1. Pelaksana Pengolahan Hasil

Tim yang melaksanakan pengolahan hasil penilaian kinerja pengawas sekolah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota. Tim pengolah hasil diketuai oleh seorang staf Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/Kota dan beranggotakan beberapa staf tenaga pengolah data Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota.

 

2.  Waktu Pelaksanaan Pengolahan Hasil

Waktu pelaksanaan kegiatan pengolahan hasil dilakukan selambat-lambatnya satu minggu setelah kegiatan penilaian selesai.

 

  1. Pengolahan Hasil Penilaian

Nilai hasil konversi setiap komponen (K1, K2, K3, dan K4) dimasukkan dalam tabel pengolahan berdasarkan PermenPAN dan Reformasi Birokrasi No 21 Tahun 2010 , bobot dan perhitungan penilaian kinerja pengawas sekolah ditentukan skor akhir  dengan formula berikut:

 

Pengolahan Hasil Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah

No.

Komponen

Bobot

Skor

Komponen

NK

NAK

Predikat

1

Penyusunan program  (K1)

10

 

2

Pelaksanaan program  (K2)

50

 

3

Evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan (K3)

10

 

4

 Membimbing dan melatih profesional guru  (K4)

30

 

             Jumlah Skor    
NILAI  AKHIR

 

Predikat Nilai  
Keterangan:
K

NK

NAK

=  Komponen

=  Nilai Komponen

=  Nilai Akhir Komponen

= {NK : (Bobotx4)} x 100

 

Rumus

NK  = Bobot Komponen  X  Skor  Komponen

NA  =  ∑NK : 400  X 100

 

 

 

 

E.    PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN REKOMENDASI

Kriteria yang digunakan untuk pengambilan keputusan mengenai prestasi kinerja seorang pengawas sekolah sebagai hasil penilaian kinerja menggunakan transformasi dari skala 100 ke kualifikasi prestasi kinerja berikut.

Tabel  4.2

Transformasi dari Rentang Skor ke Nilai

Rentang Skor Akhir

Nilai (Huruf)

Klasifikasi Prestasi Kinerja

91 – 100

A

Amat Baik

76 – 90

B

Baik

61 – 75

C

Cukup

51 – 60

D

Sedang

0 – 50

E

 Kurang

 

Hasil penilaian kinerja pengawas sekolah digunakan untuk keperluan pembinaan profesional pengawas sekolah dan pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya, atau keperluan lainya. Hasil Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah disampaikan kepada pengawas sekolah yang dinilai (asesi).

 

  1. C.      PELAPORAN

Masing-masing asesor melakukan pengolahan nilai hasil Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah, menyusun laporan sesuai dengan format pelaporan (terlampir) ,kemudian melaporkan hasil Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi.

 

G. CONTOH  PENILAIAN  KINERJA  PENGAWAS SEKOLAH

Pak Budi  adalah seorang Pengawas Madya dengan jabatan pengawas utama muda  golongan IV/c, dinilai kinerjanya. Asesor memberikan hasil penilaian sebagai berikut:

  1. Skor komponen (K1) untuk penyusunan Program Pengawasan adalah 4.
  2. Skor komponen (K2) untuk pelaksanaan Program Pengawasan adalah 3
  3. Skor komponen (K3) untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan adalah  3.
  4. Skor komponen (K4) untuk membimbing dan melatih profesional guru dan kepala  sekolah adalah 2.

 

Tentukan nilai akhir hasil penilaian kinerja Pak Budi dan berikan rekomendasinya.

Contoh Jawaban:

Pengolahan  nilai dimasukkan ke dalam tabel  sebagai  berikut:

No.

Komponen

Bobot

Skor

Komponen

NK

NAK

Predikat

1

Penyusunan program (K1)

10

4

40

100

A

2

Pelaksanaan program (K2)

50

3

150

75

C

3

Evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan (K3) 10      3      30    75   C

4

Membimbing dan melatih profesional guru (K4)

30

2

60

50

E

             Jumlah Skor 280  
Nilai Kinerja (NK) (280 : 400) x 100 = 70
Predikat Nilai

Cukup

 

Contoh Kesimpulan Hasil  Penilaian Kinerja:

Bapak Budi  pengawas  sekolah madya dengan jabatan pembina utama muda golongan IV/c secara keseluruhan memperoleh nilai kinerja Cukup dengan nilai 70.

 

Contoh Rekomendasi:

Kepada yang bersangkutan dimohon untuk dapat meningkatkan kinerjanya pada komponen Pelaksanaan Program (K2) dan komponen Evaluasi Pelaksanaan Program Pengawasan  (K3), karena nilainya baru mencapai Cukup (75). Sedangkan komponen yang perlu mendapatkan prioritas pembinaan adalah komponen Pembimbingan dan Pelatihan Profesionalime Guru dan/atau Kepala Sekolah (K4), karena nilainya masih Kurang (50).

Catatan: Rekomendasi diupayakan lebih spesifik berdasarkan indikator dan uraian rubrik yang telah ditetapkan. Tujuannya untuk memudahkan pemilihan  pengembangan keprofesian yang harus ditempuh oleh pengawas sekolah yang nilai pada indikator tertentu masih dibawah standar minimal (70%).

 

Penilaian kinerja pengawas sekolah dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh seorang pengawas sekolah telah melaksanakan tugas pokoknya sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010, yaitu melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan terhadap guru dan kepala sekolah, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) standar nasional pendidikan, penilaian kinerja guru dan kepala sekolah, pembimbingan dan pelatihan profesional guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus. Hasil penilaian kinerja pengawas sekolah ini sangat berguna untuk bahan refleksi, peningkatkan kinerja serta peningkatan profesionalisme pengawas sekolah.

Penilaian kinerja pengawas sekolah dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh seorang pengawas sekolah telah melaksanakan tugas pokoknya sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010, yaitu melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan terhadap guru dan kepala sekolah, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) standar nasional pendidikan, penilaian kinerja guru dan kepala sekolah, pembimbingan dan pelatihan profesional guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus. Hasil penilaian kinerja pengawas sekolah ini sangat berguna untuk bahan refleksi, peningkatkan kinerja serta peningkatan profesionalisme pengawas sekolah.

0.-PEDOMAN-PENILIAN-PKPS

1.-IPKPS-MUDA

2.-IPKPS-MADYA

3.-IPKPS-UTAMA

4.-RUBRIK-IPKPS-17-JUNI-2012

Foto0078Foto0201Foto0193 (2)

 

 

 

 

 

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Januari 2014
S S R K J S M
« Des   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Statistik Blog

  • 1,758,171 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Andik: Melawan Vietnam Menguras Tenaga 3 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pemain sayap Tim Nasional Indonesia, Andik Vermansyah mengaku sangat senang dan puas bisa mengalahkan Timnas Vietnam dengan skor 2-1. Dia mengatakan kemenangan pada putaran pertama babak...
    Andi Nur Aminah
  • Koeman Ingin Pemainnya Tunjukkan Kekuatan Melawan MU 3 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Pelatih Everton, Ronald Koeman mengatakan para pemainnya harus menunjukkan kekuatan dan komitmen mereka dalam beberapa pekan mendatang. Hal tersebut dimulai dari pertandingan pada Ahad malam (4/12) melawan...
    Israr Itah

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: