//
you're reading...
Dunia Pendidikan

PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013)

1484090_756807657680182_536850671_n

A.     LATAR BELAKANG

Pada dasarnya pembelajaran mencakup kerangka konseptual dan operasional tentang strategi pembelajaran, sistem kredit semester, penilaian hasil belajar, dan layanan bimbingan dan konseling.

Strategi pembelajaran sangat diperlukan dalam menunjang terwujudnya seluruh kompetensi yang dimuat dalam Kurikulum 2013. Oleh karena itu kurikulum memuat apa yang seharusnya diajarkan kepada peserta didik, sedangkan pembelajaran merupakan cara bagaimana apa yang diajarkan bisa dikuasai oleh peserta didik. Konsep-konsep inilah yang dikemas dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang wajib dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan seperangkat rencana yang menjadi pedoman guru dalam melaksanakan tahapan pembelajaran. Namun kenyataan banyak guru beranggapan bahwa menyusun RPP tidak penting. Bagi mereka, yang terpenting adalah masuk di kelas dan siswa mendapat pelajaran. Pemikiran demikian ini perlu menjadi perhatian para Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah.

Suatu hal yang tidak bisa ditawar, bahwa RPP wajib disusun oleh guru sebelum guru masuk kelas. Karena dengan adanya perencanaan guru telah menetapkan segala keperluan serta metode yang harus diterapkan ketika melaksanakan pembelajaran termasuk dapat mengelolah waktu secara efisien. Dengan demikian memungkinkan tujuan pembelajaran mudah dicapai. Oleh karena itu diperlukan model RPP yang memenuhi standar minimal.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka bahan belajar penyusunan RPP ini disusun mengacu pada Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 tentang implementasi kurikulum 2013 khususnya pedoman umum pembelajaran.

 

Kegiatan pembelajaran merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi peserta didik menjadi kompetensi yang diharapkan. Disinilah pentingnya perencanaan wajib dilaksanakan oleh guru.

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak guru tidak menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Faktor penyebab guru tidak menyusun RPP antara lain tidak memahami dengan benar apa sesungguhnya hakikat RPP, bagaimana prinsip-prinsip penyusunan RPP serta apa pentingnya RPP disusun.

Materi hakikat RPP ini akan memberikan pemahaman kepada Saudara tentang apakah  RPP itu? Bagaimana prinsip-prinsip penyusunan RPP? Dan mengapa RPP penting disusun oleh guru?

 

B.     HAKIKAT RPP

1.    Pentingnya RP di susun oleh Guru

Perencanaan merupakan kegiatan awal yang harus dilakukan setiap orang jika ingin melakukan kegiatan. Pada umumnya keberhasilan suatu program kegiatan yang dilakukan seseorang sangat ditentukan seberapa besar kualitas perencanaan yang dibuatnya. Seseorang yang melakukan kegiatan tanpa perencanaan dapat dipastikan akan cenderung mengalami kegagalan karena tidak memiliki acuan apa yang seharusnya dia lakukan dalam rangka keberhasilan kegiatan yang dia lakukan.

Bagi seorang guru, perlu menyadari bahwa seharusnya proses pembelajaran terjadi secara internal pada diri peserta didik, akibat adanya stimulus luar yang diberikan guru, teman, lingkungan. Proses tersebut mungkin pula terjadi akibat dari stimulus dalam diri peserta didik yang terutama disebabkan oleh rasa ingin tahu. Proses pembelajaran dapat pula terjadi sebagai gabungan dari stimulus luar dan dalam. Dalam proses pembelajaran, guru perlu mengembangkan kedua stimulus pada diri setiap peserta didik. Guru wajib mempertimbangkan karakteristik materi yang dibelajarkan serta peserta didik yang akan dibelajarkan. Di dalam pembelajaran, peserta didik perlu difasilitasi untuk terlibat secara aktif mengembangkan potensi dirinya menjadi kompetensi. Guru menyediakan pengalaman belajar bagi peserta didik untuk melakukan berbagai kegiatan yang memungkinkan mereka mengembangkan potensi yang dimiliki mereka menjadi kompetensi yang ditetapkan dalam sebuah perencanaan. Inilah sebabnya penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran penting untuk disusun oleh guru.

 

2.    Pengertian RPP

Dalam Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 dinyatakan bahwa Rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. RPP mencakup: (1) data sekolah, matapelajaran, dan kelas/semester; (2) materi pokok; (3) alokasi waktu; (4) tujuan pembelajaran, KD dan indikator pencapaian kompetensi; (5) materi pembelajaran; metode pembelajaran; (6) media, alat dan sumber belajar; (7) langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan (8) penilaian.

Setiap guru di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP untuk kelas di mana guru tersebut mengajar (guru kelas) di SD dan untuk guru matapelajaran yang diampunya untuk guru SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran, dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan secara mandiri atau secara berkelompok.

Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau secara bersama-sama melalui musyawarah guru MATA pelajaran (MGMP) di dalam suatu sekolah tertentu difasilitasi dan disupervisi kepala sekolah atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah.

Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara berkelompok melalui MGMP antarsekolah atau antarwilayah dikoordinasikan dan disupervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan.

 

3.      Prinsip-Prinsip Pengembangan RPP

Berbagai prinsip dalam mengembangkan atau menyusun RPP adalah sebagai berikut.

a)  RPP disusun guru sebagai terjemahan dari ide kurikulum dan berdasarkan silabus yang telah dikembangkan di tingkat nasional ke dalam bentuk rancangan proses pembelajaran untuk direalisasikan dalam pembelajaran.

b) RPP dikembangkan guru dengan menyesuaikan apa yang dinyatakan dalam silabus dengan kondisi di satuan pendidikan baik kemampuan awal peserta didik, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

c)  Mendorong partisipasi aktif peserta didik

d) Sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013 untuk menghasilkan peserta didik sebagai manusia yang mandiri dan tak berhenti belajar, proses pembelajaran dalam RPP dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mengembangkan motivasi, minat, rasa ingin tahu, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, semangat belajar, keterampilan belajar dan kebiasaan belajar.

e)  Mengembangkan budaya membaca dan menulis

f) Proses pembelajaran dalam RPP dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.

g) Memberikan umpan balik dan tindak lanjut.

h) RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi. Pemberian pembelajaran remedi dilakukan setiap saat setelah suatu ulangan atau ujian dilakukan, hasilnya dianalisis, dan kelemahan setiap peserta didik dapat teridentifikasi. Pemberian pembelajaran diberikan sesuai dengan kelemahan peserta didik.

i)  Keterkaitan dan keterpaduan.

j) RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas matapelajaran untuk sikap dan keterampilan, dan keragaman budaya.

k) Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi

l) RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

 

4.      Komponen dan Sistematika RPP?

Dalam Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 dinyatakan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) paling sedikit memuat: (i) tujuan pembelajaran, (ii) materi pembelajaran, (iii) metode pembelajaran, (i   v) sumber belajar, dan (v) penilaian. Adapun komponen-komponen RPP adalah sebagai berikut:

Identitas meliputi: Nama Sekolah, Mata Pelajaran, Kelas/Semester, Materi Pokok, Alokasi Waktu

A. Kompetensi Inti (KI)

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

1. …………………..(KD pada KI-1)

2. …………………..(KD pada KI-2)

3. …………………..(KD pada KI-3)

Indikator:  ……………………………………..

    4.  …………………..(KD pada KI-4)

Indikator: ………………………………………  

C. Tujuan Pembelajaran

D. Materi Pembelajaran (rincian dari Materi Pokok)

E. Metode Pembelajaran (Rincian dari Kegiatan Pembelajaran)

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

    1. Media

    2. Alat/Bahan

    3. Sumber Belajar

G.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran (Jika dalam 1 RPP terdiri dari beberapa  pertemuan)

     1. Pertemuan Kesatu:

         a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (…menit)

1)………………………………………………………………………….

2)………………………………………………………………………….

3)………………………………………………………………………….

4)………………………………………………………………………….

         b. Kegiatan Inti (…menit)

 Sesuaikan sintaks dengan model / pendekatan/metode yang dipilih

1). Mengamati

2). Menanya

3). Mengumpulkan dan Mengasosiasikan

4). Mengkomunikasikan hasil

         c. Penutup (…menit)

1)………………………………………………………………………..

2). ……………………………………………………………………….

3). ……………………………………………………………………….

4). ………………………………………………………………………

     2. Pertemuan Kedua:

         a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (…menit)

1)………………………………………………………………………….

2)………………………………………………………………………….

3)………………………………………………………………………….

4)………………………………………………………………………….

         b. Kegiatan Inti (…menit)

 Sesuaikan sintaks dengan model / pendekatan/metode yang dipilih

1). Mengamati

2). Menanya

3). Mengumpulkan dan Mengasosiasikan

4). Mengkomunikasikan hasil

         c. Penutup (…menit)

1)………………………………………………………………………..

2). ……………………………………………………………………….

3). ……………………………………………………………………….

         4). ………………………………………………………………………

H. Penilaian

    1.  Jenis/teknik penilaian

  (Unjuk Kerja / Kinerja melakukan Praktikum / Sikap / Proyek / Portofolio / Produk / penilaian diri / tes tertulis)

1.       Bentuk instrumen dan instrumen

Isi sesuai (Daftar chek/skala penilaian/Lembar penilaian kinerja/Lembar penilaian sikap/Lembar Observasi/Pertanyaan langsung/Laporan Pribadi/ Kuisioner/  Memilih jawaban/ Mensuplai jawaban/Lembar penilaian portofolio

3.     Pedoman penskoran

 

 

C.   TEKNIK MENYUSUN RPP

 

Tidak sedikit para guru yang mengalami kesulitan dalam menyusun RPP. Dengan kesulitan tersebut, maka berbagai upaya yang mereka lakukan antara lain copy faste dari RPP yang disusun di sekolah lain. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk diperlihatkan kepada Pengawas atau Kepala Sekolah apabila hal tersebut ditanyakan. Berkaitan dengan masalah tersebut, maka pada uraian berikut ini disajikan bagaimana teknik menyusun RPP. 

 

a.    Langkah-Langkah Menyusun RPP

 

ada dua tahap kegiatan yang akan dilakukan ketika menyusun RPP, yaitu sebagai berikut:

a)      Menyiapkan bahan baku yakni silabus, buku-buku materi pelajaran, sintaks dari model-model pembelajaran yang dipilih, menginventaris sumber belajar yang mungkin dapat digunakan.

b)      Menyusun RPP dengan langkah-langkah: 

(1)  Mengkaji Silabus

Secara umum, untuk setiap materi pokok pada setiap silabus terdapat 4 KD sesuai dengan aspek KI (sikap kepada Tuhan, sikap diri dan terhadap lingkungan, pengetahuan, dan keterampilan). Untuk mencapai 4 KD tersebut, di dalam silabus dirumuskan kegiatan peserta didik secara umum dalam pembelajaran berdasarkan standar proses. Kegiatan peserta didik ini merupakan rincian dari eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Apakah yang dimaksud dengan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi itu?

Eksplorasi adalah serangkaian kegiatan pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mencaritemukan berbagai informasi, pemecahan masalah, dan inovasi. Elaborasi serangkaian kegiatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengekspresikan dan mengaktualisasikan  diri melalui berbagai kegiatan dan karya yang bermakna, sedangkan konfirmasi adalah serangkaian kegiatan pembelajaran yang memberi kesempatan bagi peserta didik untuk dinilai, diberi penguatan dan diperbaiki secara terus-menerus.

Ketiga kegiatan tersebut yang harus dirinci lebih lanjut di dalam RPP sesuai metode, strategi, pendekatan dan model pembelajaran yang dipilih, dalam bentuk langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pembelajaran, yang membuat peserta didik aktif belajar. Pengkajian terhadap silabus juga meliputi perumusan indikator KD dan penilaiannya.

(2)    Mengidentifikasi Materi Pembelajaran

Mengidentifikasi materi pembelajaran yang menunjang pencapaian KD dengan mempertimbangkan:

(a)  potensi peserta didik;

(b)  relevansi dengan karakteristik daerah,

(c) tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik;

(d)  kebermanfaatan bagi peserta didik;

(e)  struktur keilmuan;

(f) aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;

(g) relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan

(h) alokasi waktu.

(3)  Menentukan Tujuan

Tujuan dapat diorganisasikan mencakup seluruh KD atau diorganisasikan untuk setiap pertemuan. Tujuan mengacu pada indikator, paling tidak mengandung dua aspek: Audience (peserta didik) dan Behavior (aspek kemampuan).

(4) Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian KD. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.

(a) Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.

(b) Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan manajerial yang dilakukan guru, agar peserta didik dapat melakukan kegiatan seperti di silabus.

(c) Kegiatan pembelajaran untuk setiap pertemuan merupakan skenario langkah-langkah guru dalam membuat peserta didik aktif belajar. Kegiatan ini diorganisasikan menjadi kegiatan: Pendahuluan, Inti, dan Penutup. Kegiatan inti dijabarkan lebih lanjut menjadi rincian dari kegiatan

 

(5)  Penjabaran Jenis Penilaian

Di dalam silabus telah ditentukan jenis penilaiannya. Penilaian pencapaian KD peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Oleh karena pada setiap pembelajaran peserta didik didorong untuk menghasilkan karya, maka penyajian portofolio merupakan cara penilaian yang harus dilakukan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

(6)  Menentukan Alokasi Waktu

Penentuan alokasi waktu pada setiap KD didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu matapelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah KD, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan KD. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai KD yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. Oleh karena itu, alokasi tersebut dirinci dan disesuaikan lagi di RPP.

(7)  Menentukan Sumber Belajar

Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, nara sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.

C.   Merencanakan Proses Pembelajaran

Diketahui bahwa kurikulum 2013 mengembangkan dua modus proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. Proses pembelajaran langsung adalah proses pendidikan di mana peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran langsung tersebut peserta didik melakukan kegiatan belajar mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis. Proses pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung atau yang disebut dengan instructional effect.

Pembelajaran tidak langsung adalah proses pendidikan yang terjadi selama proses pembelajaran langsung tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus. Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap. Berbeda dengan pengetahuan tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaran langsung oleh mata pelajaran tertentu, pengembangan sikap sebagai proses pengembangan moral dan perilaku dilakukan oleh seluruh mata pelajaran dan dalam setiap kegiatan yang terjadi di kelas, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013, semua kegiatan yang terjadi selama belajar di sekolah dan di luar dalam kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler terjadi proses pembelajaran untuk mengembangkan moral dan perilaku yang terkait dengan sikap.

Baik pembelajaran langsung maupun pembelajaran tidak langsung terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-3 dan KI-4. Keduanya, dikembangkan secara bersamaan dalam suatu proses pembelajaran dan menjadi wahana untuk mengembangkan KD pada KI-1 dan      KI-2. Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-1 dan KI-2.

Proses pembelajaran terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu: a. mengamati;                 b. menanya; c. mengumpulkan informasi; d. mengasosiasi; dan e. mengkomunikasikan. Kelima pengalaman belajar ini harus tercipta pada saat kegiatan pembelajaran.

Dalam standar proses pelaksanaan pembelajaran terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

1) Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

a) menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;

b) mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari;

c) mengantarkan peserta didik kepada suatu permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai; dan

d) menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas.

 

2) Kegiatan Inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk secara aktif menjadi pencari informasi, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan matapelajaran, yang meliputi proses observasi, menanya, mengumpulkan informasi, asosiasi, dan komunikasi. Untuk pembelajaran yang berkenaan dengan KD yang bersifat prosedur untuk melakukan sesuatu, guru memfasilitasi agar peserta didik dapat melakukan pengamatan terhadap pemodelan/demonstrasi oleh guru atau ahli, peserta didik menirukan, selanjutnya guru melakukan pengecekan dan pemberian umpan balik, dan latihan lanjutan kepada peserta didik. Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan kompetensi yang terkait dengan sikap seperti jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat aturan, menghargai pendapat orang lain yang tercantum dalam silabus dan RPP. Cara pengumpulan data sedapat mungkin relevan dengan jenis data yang dieksplorasi, misalnya di laboratorium, studio, lapangan, perpustakaan, museum, dan sebagainya. Sebelum menggunakannya peserta didik harus tahu dan terlatih dilanjutkan dengan menerapkannya.

a) Mengamati

Dalam kegiatan mengamati, guru membuka secara luas dan bervariasi kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan: melihat, menyimak, mendengar, dan membaca. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek.

b) Menanya

Dalam kegiatan mengamati, guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat. Guru perlu membimbing peserta didik untuk dapat mengajukan pertanyaan: pertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang abstra berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain yang lebih abstrak. Pertanyaan yang bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik.

Dari situasi di mana peserta didik dilatih menggunakan pertanyaan dari guru, masih memerlukan bantuan guru untuk mengajukan pertanyaan sampai ke tingkat di mana peserta didik mampu mengajukan pertanyaan secara mandiri.

Dari kegiatan kedua dihasilkan sejumlah pertanyaan. Melalui kegiatan bertanya dikembangkan rasa ingin tahu peserta didik. Semakin terlatih dalam bertanya maka rasa ingin tahu semakin dapat dikembangkan.

Pertanyaan terebut menjadi dasar untuk mencari informasi yang lebih lanjut dan beragam dari sumber yang ditentukan guru sampai yang ditentukan peserta didik, dari sumber yang tunggal sampai sumber yang beragam.

c) Mengumpulkan dan mengasosiasikan

Tindak lanjut dari bertanya adalah menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Untuk itu peserta didik dapat membaca buku yang lebih banyak, memperhatikan fenomena atau objek yang lebih teliti, atau bahkan melakukan eksperimen. Dari kegiatan tersebut terkumpul sejumlah informasi.

Informasi tersebut menjadi dasar bagi kegiatan berikutnya yaitu memeroses informasi untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan.

d)  Mengkomunikasikan hasil

Kegiatan berikutnya adalah menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar peserta didik atau kelompok peserta didik tersebut.

3) Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran, melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram, memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik, dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Perlu diingat, bahwa KD-KD diorganisasikan ke dalam empat KI. KI-1 berkaitan dengan sikap diri terhadap Tuhan Yang Maha Esa. KI-2 berkaitan dengan karakter diri dan sikap sosial. KI-3 berisi KD tentang pengetahuan terhadap materi ajar, sedangkan KI-4 berisi KD tentang penyajian pengetahuan. KI-1, KI-2, dan KI-4 harus dikembangkan dan ditumbuhkan melalui proses pembelajaran setiap materi pokok yang tercantum dalam KI-3, untuk semua matapelajaran. KI-1 dan KI-2 tidak diajarkan langsung, tetapi indirect teaching pada setiap kegiatan pembelajaran.

 

Perencanaan Pembelajaran Tematik

Perencanaan pembelajaran tematik dapat dilakukan dengan prosedur tertentu.

 

a.      Rangkuman

 

1.      Alasan pentingnya RPP disusun oleh guru adalah 1).RPP adalah merupakan bukti kegiatan yang akan dilaksanakan oleh guru di kelas dan wajib disusun oleh guru; 2).RPP merupakan rambu-rambu untuk dijadikan sebagai pedoman guru dalam melaksanakan aktivitas di kelas; 3).Dengan menyusun RPP, guru telah lebih awal memikirkan cara terbaik dan termudah untuk membangun kompetensi yang dipersyaratkan pada siswa agar siswa mencapai  kompetensi tersebut; 4).Dengan menyusun RPP  guru sedini mungkin memperkirakan efektifitas pengelolaan kelas baik menyangkut waktu, penciptaan suasana kelas, maupun upaya-upaya pencapaian tujuan pembelajaran

2.      RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus.

3.      Prinsip pengembangan RPP meliputi: 1).Merupakan terjemahan dari kurikulum dan sesuai silabus; 2).Dikembangkan sesuai kondisi satuan pendidikan; 3).Mendorong partisipasi aktif peserta didik; 4).Sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013; 5).Mengembangkan budaya membaca dan menulis; 6).mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan;7).Memberikan umpan balik dan tindak lanjut; 8).Memberi umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedy; 9).Keterkaitan dan keterpaduan; 10).memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar; 11).Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi; 12).mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif

 

 

4.      Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun RPP adalah

Ø  Menyiapkan bahan yakni silabus, buku-buku materi pelajaran, sintaks dari model-model pembelajaran yang dipilih, menginventaris sumber belajar yang mungkin dapat digunakan.

ØMenyusun RPP dengan langkah-langkah: Mengkaji Silabus; Mengidentifikasi Materi Pembelajaran ; Mengidentifikasi materi pembelajaran yang menunjang pencapaian KD; Menentukan Tujuan; Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran; Penjabaran Jenis Penilaian , Menentukan Alokasi Waktu, Menentukan Sumber Belajar.

ØProses pembelajaran terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu: a. mengamati;                 b. menanya; c. mengumpulkan informasi; d. mengasosiasi; dan e. mengkomunikasikan.

ØKD-KD diorganisasikan ke dalam empat KI. KI-1 berkaitan dengan sikap diri terhadap Tuhan Yang Maha Esa. KI-2 berkaitan dengan karakter diri dan sikap sosial. KI-3 berisi KD tentang pengetahuan terhadap materi ajar, sedangkan KI-4 berisi KD tentang penyajian pengetahuan. KI-1, KI-2, dan KI-4 harus dikembangkan dan ditumbuhkan melalui proses pembelajaran setiap materi pokok yang tercantum dalam KI-3, untuk semua matapelajaran. KI-1 dan KI-2 tidak diajarkan langsung, tetapi indirect teaching pada setiap kegiatan pembelajaran.

 

 

 

Daftar Pustaka

Kemdikbud, (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta, Kemdikbud.

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN 1 :  CONTOHRPP SD TEMATIK

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN       :

TEMA/SUBTEMA                  :Diriku/Aku dan Teman Baru

KELAS/SEMESTER               :  I/1(satu)

MATERI POKOK                   :Perkenalan Diri

ALOKASI WAKTU                : 4 x 35 menit

A.    KOMPETENSI INTI (KI)

1.      Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.

2.      Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.

3.      Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.

4.      Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B.           Kompetensi Dasar dan Indikator

B.1 Kompetensi Dasar

B.1.1. Kompetensi Dasar KI-1

PPKn

1.1.            Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah

B.1.2. Kompetensi Dasar KI-2

Bahasa  Indonesia

2.1. Memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah

2.2. Memiliki rasa percaya diri terhadap keberadaan tubuh melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah

PPKn

1.1. Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah

2.1. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moralPancasila

SBDP

2.1. Menunjukkan rasa percaya diri untuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni

PJOK

2.1. Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan

B.1.3 Kompetensi Dasar KI-3

B.1.4. Kompetensi Dasar KI-4

PPKn

4.2. Melaksanakan tata tertib dirumah dan di sekolah

Indikator

Menjalankan peraturan padapermainan di sekolah

Bahasa Indonesia

4.4. Menyampaikan teks cerita diri/personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian

Indikator

• Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap

• Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama panggilan

• Menyebutkan nama temannya

PJOK

4.3 Mempraktikkan pola gerak dasar manipulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional

Indikator

• Melakukan gerakan melempar

• Melakukan gerakan menangkap

SBDP

4.1.Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar

Indikator

Memberi hiasan pada kartu nama

C.       Tujuan Pembelajaran

·         Setelah mengikuti permainan lembar bola,siswa dapat memperkenalkan diri denganmenyebutkan nama panggilan secara benar.

·         Dengan melakukan permainan siswa dapatmenyebutkan nama lengkap dengan benar.

·         Setelah mendengarkan penjelasan guru, siswadapat menghias kartu nama dengan rapi.

D.            MATERI PEMBELAJARAN

Cara memperkenalkan diri sendiri.

Melakukan gerak melempar

Menghias kartu nama

Perilaku tertib

E.                 METODE PEMBELAJARAN

Permainan/simulasi, tanya jawab, bernyanyi

F.                  MEDIA, ALAT, DAN SUMBER BELAJAR

·        Bola plastik atau bola dari kertas bekas yang dibuatmenjadi bentuk bola,

·        Karton/kertas/kardus bekas yang sudah dipotong-potong dan diberi nama masing-masingsiswa

·        Pensil warna/spidol yang bisa digunakan untukmenghias kartu yang sudah disediakan

·        Tali/peniti/alat lain untuk memasangkan kartunama

·        Buku siswa


G.                LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Sesi Pertama (Mengenal Teman Baru)

a.       Pendahuluan/Kegiatan Awal

Guru membuka pelajaran dengan menyapa siswa dan menanyakan kabar mereka serta bagaimana perasaan mereka di kelas yang baru. Guru menjelaskan apa kegiatan yang akan mereka lakukan hari ini dan apa tujuan yang akan dicapai dari kegiatan tersebut dengan bahasa yang sederhana dan dapat difahami oleh siswa.

b.      Kegiatan Inti

1. Guru memperkenalkan diri kepada siswa.

2. Guru meminta siswa membuka buku siswa hal. 1 dan membacakan teks dan nama-nama teman Udin.

3. Guru menunjukkan cara berkenalan, seperti yang dilakukan Edo dan Beni di buku siswa hal. 2.

4. Siswa diajak untuk saling berkenalan melalui sebuah permainan lempar bola dan menjelaskan aturan bermainnya yaitu siswa diminta melingkar (boleh duduk atau berdiri).

5. Permainan dimulai dari guru dengan memperkenalkan diri, ”Selamat pagi, nama saya Ibu/Bapak….nama panjang….biasa dipanggil Ibu/Bapak…. kemudian, melempar bola pada salah satu siswa (hindari pelemparan bola dengan keras)

6. Siswa yang berhasil menangkap bola harus menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan. Kemudian, dia melempar kepada teman lain. Teman yang menangkap lemparan bola, menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan.

7. Demikian seterusnya hingga seluruh siswa memperkenalkan diri.

8. Setelah semua memperkenalkan diri, guru mengajak siswa untuk bernyanyi sambil mengingat kembali nama-nama teman di kelas. Guru bisa menggunakan lagu yang ada di buku siswa.

Lirik lagu “Siapa Namamu”

Ciptaan A.T. Mahmud

 

1 2 / 3 . / 3 4 / 5 ./

Sia pa kah na ma mu

5 4 / 3 . / 3 3 /1 . //

Na ma ku ………….

(sebutkan nama anak)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9. Siswa berada pada posisi lingkaran. Guru menyanyi sambil menepuk salah satu siswa, lalu siswa itu menyebutkan namanya. Lalu siswa tersebut sambil menyanyi “Siapakah Namamu” menepuk teman di sebelahnya dan teman tersebut menyebutkan namanya sambil mengikuti irama lagunya dan seterusnya.

10. Kegiatan ditutup dengan diskusi pentingnya saling mengenal, dimulai dari mengenal nama.

 

 

c.       Penutup

Guru mengulas kembali kegiatan yang sudah dilakukan dan meminta siswa melakukan refleksi dari kegiatan yang baru saja mereka lakukan, Guru mengarahkan siswa untuk menyampaikan pendapat dan perasaannya selama melakukan kegiatan.

 

Sesi Kedua (Membuat Kartu Nama)

a.        Pendahuluan/Kegiatan Awal

Guru melakukan kegiatan penyegaran untuk untuk membuat siswa bersemangat. Guru melakukan review kegiatan pada sesi pertamadan menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan selanjutnya serta tujuan yang hendak dicapai pada kegiatan tersebut.

b.       Kegiatan Inti

1. Guru menjelaskan bahwa untuk dapat mengenal nama teman, kita bisa juga menggunakan kartu nama.

2. Guru menyampaikan bahwa siswa akan membuat kartu nama mereka masingmasing.

3. Guru membagikan potongan-potongan karton dengan nama masing-masing siswa.

4. Guru menunjukkan kartu namanya sendiri yang sudah dibuat sebelumnya sebagai contoh.

5. Siswa diminta untuk menghias dan atau mewarnai kartu nama mereka masingmasing.

6. Siswa diminta menggunakan kartu namanya selama berada di sekolah ataumenempelkan semua kartu nama di kelas.

 

c.        Penutup

Guru meminta siswa merapikan pekerjaannya, dan menanyakan apakah siswa puas dengan pekerjaannya. Dengan arahan guru siswa melakukan refleksi dari kegiatan yang sudah dilakukan.

 

H.                PENILAIAN

H.1 Teknik Penilaian

a.       Unjuk Kerja Kegiatan Perkenalan

b.      Unjuk Kerja Membuat Kartu Nama

H.2 Instrumen Penilaian

No

Kriteria

Baik Sekali

Baik

Cukup

Perlu Bimbingan

1.

Kemampuan memperkenal-kan diri

Siswa mampu menyebutkan nama panjang dan nama panggilan

Siswa mampu menyebutkan nama panjang

Siswa hanya mampu menyebutkan nama panggilan

Siswa belum mampu memperkenalkan diri

2.

Kemampuan menjalankan aturan permainan

Siswa mampu melakukan permainan sesuai dengan instruksi tanpa pengarahan ulang

Siswa mampu melakukan permainan sesuai aturan tetapi dengan satu kali arahan ulang

Siswa mampu melakukan permainan sesuai aturan, tetapi dengan lebih dari satu kali arahan ulang

Siswa belum mampu melakukan permainan sesuai dengan aturan

3.

Kemampuan melakukan gerakan melempar dan menangkap

Siswa mampu melempar dan menangkap bola dengan akurat tidak pernah meleset

Siswa mampu melempar dan menangkap bola tetapi satu-dua kali meleset

Siswa mampu melempar dan menangkap bola tetapi lebih dari 3 kali meleset

Siswa belum mampu melempar dan menangkap bola

 

H3. Rubrik Kegiatan Membuat Kartu Nama

No.

Kriteria

Baik sekali

Baik

Cukup

Perlu bimbingan

1.

Komponen kartu nama

Memenuhi 3 komponen (gambar/foto diri, hiasan, dan bentuk yang unik)

Memenuhi 2 dari 3 komponen

Hanya memnuhi 1 dari 3 komponen

Tidak memenuhi 3 komponen

2.

Jumlah warna yang digunakan

Menggunakan 4 warna atau lebih

Menggunakan 3 warna

Menggunakan 2 warna

Menggunakan 1 warna

 

H.4 Pedoman penilaian dan penskoran

                  Format Pengamatan Kegiatan Perkenalan dan Penilaian

No.

Nama Siswa

Kemampuan memperkenal-kan diri

Kemampuan menjalankan aturan permainan

Kemampuan melakukan gerakan melempar dan menangkap

Total Skor

Nilai

1.

Siti

4

3

4

11

 x 100=91,7

2.

Dayu

3

3

3

9

 

3.

Udin

4

3

2

9

 

4.

Edo

4

3

4

11

 

….

 

 

 

 

 

….

 

 

 

 

 

 


H5. Format penilaian kegiatan membuat kartu nama

No.

Nama Siswa

Komponen Kartu Nama

Jumlah warna yang digunakan

Total Skor

Nilai

1.

Siti

4

3

7

 x 100=87,5

2.

Dayu

3

3

6

 

3.

Udin

4

3

7

 

4.

Edo

4

3

7

 

….

 

 

 

 

….

 

 

 

 

 

H.4 Refleksi

* Hal-hal yang perlu menjadi perhatian

……………………………………………………………………………………………………………………………

* Siswa yang perlu mendapat perhatian khusus

………………………………………………………………………………………………………………………….

 

* Hal-hal yang menjadi catatan keberhasilan

……………………………………………………………………………………………………………………………

 


H5. Format penilaian kegiatan membuat kartu nama

No.

Nama Siswa

Komponen Kartu Nama

Jumlah warna yang digunakan

Total Skor

Nilai

1.

Siti

4

3

7

 x 100=87,5

2.

Dayu

3

3

6

 

3.

Udin

4

3

7

 

4.

Edo

4

3

7

 

….

 

 

 

 

….

 

 

 

 

 

H.4 Refleksi

* Hal-hal yang perlu menjadi perhatian

…………………………………………………………………………………………………………………………… * Siswa yang perlu mendapat perhatian khusus

………………………………………………………………………………………………………………………….

 

* Hal-hal yang menjadi catatan keberhasilan

……………………………………………………………………………………………………………………………

 

LAMPIRAN 2:  CONTOH RPP SMP

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan                   :  SMP  Negeri 229 Jakarta

Mata Pelajaran                         : Bahasa Indonesia

Kelas/ Semester                         :  VII/ Semester Satu

Materi Pokok                              :  Teks Hasil Observasi

Alokasi Waktu                          :  3  pertemuan (3 X 3 Jam Pelajaran)

A.      Kompetensi Inti

1.      Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2.      Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

3.      Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

4.      Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B.       Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No.

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

1.        

1.1    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mempersatukan bangsa Indonesia di tengah keberagaman bahasa dan budaya

1.1.1           Terbiasa menggunakan bahasa Indonesia di kelas dan di luar kelas dengan baik dan benar

2.        

2.1    Memiliki perilaku jujur, tanggung jawab, dan santun dalam menanggapi secara pribadi hal-hal atau kejadian berdasarkan hasil observasi

 

2.1.1              Menunjukkan perilaku tidak menjiplak pada kegiatan menulis teks

2.1.2              Selalu tepat waktu dalam menyelesaikan tugas

2.1.3              Senantiasa menggunakan kata-kata ynag tidak menyinggung perasaan orang lain

3.        

3.2    Membedakan teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek baik melalui lisan maupun tulisan

3.2.1           Membedakan teks hasil observasi dengan teks deskripsi dilihat dari struktur isi

3.2.2           Membedakan teks hasil observasi dengan teks deskripsi dilihat dari fitur bahasa

4.

4.2  Menyusun teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan

4.2.1           Menulis judul teks observasi dengan tidak menyontek karya orang lain

4.2.2           Menulis kalisifikasi umum teks hasil observasi sesuai dengan fakta yang ditemukan

4.2.3           Menulis deskripsi penciri teks hasil observasi secara detail sesuai dengan data yang dikumpulkan

 

 

C.      Tujuan Pembelajaran  

1.         Pertemuan ke-1

a.         Diberi kesempatan mengamati teks hasil observasi dan deskripsi, peserta didik dapat membedakan judul kedua teks tersebut dalam waktu yang ditentukan

b.        Diberi kesempatan mencermati teks hasil observasi dan deskripsi, peserta didik dapat menentukan struktur isi (klasifikasi umum, rincian deskripsi) kedua teks tersebut sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

c.         Diberi kesempatan membaca teks hasil observasi dan deskripsi, peserta didik dapat membedakan fitur bahasa teks hasil observasi dan deskripsi sesuai dengan teks yang dibaca.

2.         Pertemuan ke-2

a.       Disajikan objek pengamatan, peserta didik dapat mendata detail-detail objek tersebut

b.      Berdasarkan detail objek pengamatan, peserta didik dapat menyusun kerangka teks observasi

3.         Pertemuan ke-3

a.       Berdasarkan kerangka teks observasi yang ditulisnya, peserta didik dapat menyusun draf teks hasil observasi

b.      Diberi kesempatan membaca draf teks hasil observasi karya sendiri, peserta didik dapat menentukan kelemahan bagian struktur teks hasil observasi ( judul, definisi umum, bagian deskripsi, dan penutup)

D.      Materi Pembelajaran 

1.         Pertemuan ke-1

Pengenalan struktur teks hasil observasi dan deskripsi

Struktur isi:

·         Judul

·         Klasifikasi umum

·         Deskripsi

Ciri Bahasa

·         Penggunaan kata sifat

·         Penggunaan kata kerja aksi

·         Penggunaan istilah-istilah teknis

2.         Pertemuan ke-2

Pengamatan objek

          Pemilihan  objek

          pengumpulan detail objek

          Penyusunan kerangka  teks 

3.         Pertemuan ke-3

Penyusunan teks hasil observasi

          Penyusunan draf teks hasil observasi

          Penentuan kelngkapan dan kebenaran struktur teks observasi

E.       Metode Pembelajaran

Saintifik  dan  inkuiri

F.       Sumber Belajar

  • Mahsun, dkk. 2013. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan untuk SMP/M.Ts. Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hlm. 3 s.d. 30.

·         Tim Olvista. 2011. Komodo Reptil Warisan Zaman Purba. Tersedia di http://olvista.com/fauna/komodo-reptil-warisan-zaman-purba/ diunduh, Kamis, 26 Juni 2013.

G.      Media Pembelajaran

Model       :  Teks hasil observasi dan deskripsi, Puisi tentang alam

Gambar    :  Gambar lingkungan alam

       Realita      :  Lingkungan sekolah

H.      Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran    

1.         Pertemuan ke-1

a.         Pendahuluan  (12  menit )

1)      Pendidik dan peserta didik bertanya jawab tentang lingkungan alam berdasarkan puisi Tanah Kelahiran karya Ramadhan KH.

2)      Guru dan peserta didik bertanya jawab tentang sifat baik orang yang gemar mendokumentasikan keindahan lingkungan dalam bentuk tulisan maupun gambar.

3)      Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan.

4)      Pendidik dan peserta didik menyepakatai langkah-langkah kegiatan yang akan ditempuh untuk mencapai kompetensi.

b.        Kegiatan inti (90 menit)

Mengamati

·         Peserta didik mengamati teks hasil observasi dan deskripsi untuk menemukan perbedaan struktur isi kedua teks tersebut

·         Peserta didik secara mandiri mengamati teks observasi dan deskripsi untuk menemukan fitur-fitur bahasa pada kedua teks tersebut

Menanya

·         Peserta didik dengan bimbingan guru mengajukan pertanyaan dengan berpedoman dengan kata tanya apa, di mana, bagaimana, mengapa sesuai dengan isi teks tersebut.

·         Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang bahasa yang digunakan pada teks hasil obesrvasi dan deskripsi dengan memperhatikan pilihan kata, jenis kata , dan kalimat.

Mengumpulkan data

·         Peserta didik berkelompok terdiri atas 4-5 orang/ kelompok dengan cara menyebut nama-nama benda/ tumbuhan untuk ditetapkan sebagai nama kelompoknya.

·         Kelompok peserta didik membaca sumber-sumber lain untuk menentukan perbedaan struktur isi dan bahasa kedua teks tersebut.

Mengasosiasi

·         Kelompok peserta didik mendiskusikan perbedaan struktur isi teks hasil teks observasi dengan deskripsi tentang judul, klasifikasi umum, dan rincian deskripsi

·         Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan perbedaan bahasa yang digunakan pada teks hasil observasi dengan deskripsi sesuai dengan data yang terdapat pada kedua teks tersebut

·         Peserta didik membandingkan dan menyimpulkan perbedaan struktur teks hasil observasi dengan deskripsi tepat waktu

·         Peserta didik dalam kelompok membandingkan dan menyimpulkan perbedaan bahasa yang digunakan dalam teks hasil observasi dan deskripsi

Mengomunikasikan

·         Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya tentang perbedaan struktur isi teks observasi dengan deskripsi

·         Kelompok lain menanggapi presentasi kelompok lain dengan terlebih dahulu mengacungkan tangan

·         Tanggapan kelompok memperhatikan pilihan kata yang tidak menyinggung perasaan kelompok lain

·         Dengan dibimbing pendidik, peserta didik menyimpulkan perbedaan struktur isi dan bahasa teks hasil observasi dan deskripsi

c.         Penutup (18 menit)

1)   Peserta didik mengemukakan kesulitan dan kemanfaatan selama pembelajaran berlangsung

2)   Peserta didik menyampaikan usulan untuk perbaikan pembelajaran berikutnya

3)   Peserta didik  menerima tugas membaca teks observasi deskripsi

4)   Peserta didik menerima rencana kegiatan berikutnya berupa  mengamati suatu objek sebagai bahan menulis teks hasil observasi

2.      Pertemuan ke-2

a.       Kegiatan Pendahuluan  (12 menit )

1)   Peserta didik dan pendidik bertanya jawab tentang hasil membaca teks hasil observasi

2)   Peserta didik bercerita manfaat membaca teks hasil observasi dan mengemukaan pandangannya tentang teks hasil observasi

3)   Peserta didik menerima informasi tujuan kegiatan pembelajaran yang akan ditempuh.

4)   Peserta didik dan Pendidik menyepakati langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan dalm pembelajaran.

b.      Kegiatan Inti (90 menit)

Mengamati

·         Peserta didik membaca teks hasil observasi

·         Peserta didik menandai bagian-bagian teks hasil observasi

·         Peserta didika menadandai pilihan kata yang merupakan penciri teks hasil observasi

Mananya

·         Peserta didik dalam kelompok mengajukan pertanya tentang tata cara mengelompokkan data hasil observasi

·         Peserta didik dalam kelompok mengajukan tata cara menyusun kerangka teks hasil observasi

Mengumpulkan data

·         Peserta didik berkelompok dalam 4 atau 5 orang per kelompok dengan dipandu pendidik

·         Setiap kelompok menerima tabel pengamatan dan alat teropong dari kertas manila untuk mengamati objek

·         Setiap kelompok mendapat tugas dan tempat yang berbeda di luar kelas sebelum melakukan pengamatan di luar kelas

·         Sebelum melakakukan pengamatan setiap kelompok mengidentifikasi unsur-unsur penting yang akan diamati sesuai dengan objek yang diamati, misalnya: tumbuhan, perlu ditentukan (a) ciri fisik, (b) kondisi tempat tumbuh, (c) perilaku tumbuhan, (d) karakteristik rinci dari tiap-tiap bagian, dan (e) proses pertumbuhannya.

·         Setiap kelompok mengamati objek menggunakan alat teropong dan tabel pengamatan dengan sikap tidak berebut dan berdesakan

Mengasosiasi

§  Semua anggota kelompok masuk ke ruang kelas belajar

·         Setiap anggota kelompok menuangkan hasil pengamatannya pada tabel pengamatan dipandu oleh salah seorang ketua kelompok

§  Masing-masing kelompok berdiskusi untuk menyusun kerangka teks hasil observasi

Mengomunikasikan

·      Masing-masing kelompok secara bergantian menyampaikan hasil pengamatannyadengan pedoman pada strukutur teks observasi menurut  apa adanya dan kelompok lain menanggapi dengan kata-kata yang tidak menyinggung perasaan orang lian

·      Berdasarkan hasil pengamatan dan komentar kelompok lain, setiap kelompok menyempurnakan kerangka penulisan teks observasi

·      Pendidik memberikan penguatan struktur kerangka teks hasil observasi dan tata cara menyusunnya

·      Setiap peserta didik dalam kelompok menyempurnakan kerangka teks hasil observasi berdasarkan masukan dan detail fata yang diperolehnya

c.        Kegiatan Penutup (18 menit)

1)   Peserta didik mengemukakan pengalaman-pengalamannya selama melakukan pengamatan dan perancangan penulisan pengembangan kerangka penulisan.

2)   Peserta didik menyampaikan struktur tulisan karya teman sendiri untuk dibandingkan dengan struktur tulisan teman dalam kelompok.

3)   Peserta didik dan Pendidik menyepakati strukur kerangka pengembangan yang akan dijadikan penulisan teks observasi.

4)   Peserta didik menerima tugas memperbaiki kerangka penulisan yang telah dibuatnya.

5)   Pendidik menyampaikan rancangan kegiatan berikutnya berupa tata cara pengembangan kerangka penulisan teks observasi menjadi teks observasi.

3.      Pertemuan ke-3

a.    Kegiatan Pendahuluan  (12 menit )

1)      Peserta didik dan Pendidik bertanya jawab tentang keunggulan dan kelemahan teks observasi yang dibuatnya;

2)      Peserta didik membandingkan karya obeservasi yang dibuatnya dengan teks observasi yang ditayangkan pendidik kemudian membahas keuntungan-keuntungan menulis teks observasi;

3)      Peserta didik menerima informasi tentang tujuan pembelajaran yang akan berlangsung;

4)      Peserta didik dan pendidik bersepakat  langkah-langkah kegiatan yang akan digunakan untuk mencapai kompetensi.

b.        Kegiatan Inti (90 menit)

Mengamati

1)      Peserta didik duduk dalam kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya;

2)      Peserta didik dalam kelompok membaca ulang dan mencermati kerangka penulisan yang sudah diperbaiki;

Menanya

·         Peserta didik dalam kelompok mengajukan pertanyaan tentang kelengkapan struktur kerangka penulisan yang dibuat masing-masing anggota

·         Peserta didik dalam kelompok mengajukan pertanyaan tentang tata cara menyempurnakan kerangka teks dan pengembangannya menjadi teks hasil observasi

Mengumpulkan data

·         Masing-masing peserta didik dalam kelompok mengumpulkan kelengkapan data observasi sebagai bahan penulisan draf teks hasil observasi.

·         Bersama-sama kelompoknya, peserta didik mengumpulkan pilihan kata penciri teks hasil observasi  sesuai dengan struktur isi

Mengasosiasi

·         Masing-masing peserta didik dalam kelompok menulis draf teks observasi berdasarkan kerangka yang telah dibuatnya.

·         Peserta didik dalam kelompok membandingkan draf tulisannya dengan draf tulisan teman dalam kelompok dengan memperhatikan struktur isi.

·         Peserta didik dalam kelompok membandingkan draf tulisannya dengan draf tulisan teman dengan fokus memperhatikan fitur bahasa yang digunakan.

Mengomunikasikan

·         Masing-masing anggota kelompok dalam kelompok saling menukar tulisan untuk dibaca dan dikomentari berdasarkan struktur isi  teks hasil observasi dan bahasa yang digunakan.

·         Peserta didik memajang hasil draf hasil tulisannya sesuai dengan kelompoknya masing-masing, kelompok lain menilai dengan memperhatikan struktur isi dan fitur bahasa.

·         Pendidik memberi penguatan  tentang draf tulisan teks observasi peserta didik sesuai bagian-bagian struktur teks hasil observasi dan bahasa yang digunakan.

c.         Penutup (18 menit)

1)      Peserta didik menyampaikan rasa puas atau tidaknya mengikuti kegiatan penulisan teks observasi dengan alasan yang logis;

2)      Peserta didik dan Pendidik menyimpulkan hasil pembelajaran menulis teks observasi sesuai struktur teks yang dikuasai;

3)      Pendidik memberi tugas mandiri memperbaiki draf tulisan  teks hasil observasi;

4)      Peserta dan Pendidik merumuskan rencana pembelajaran pada tahap berikutnya berupa penelaahan dan reviu teks hasil observasi karya peserta didik.

I.     Penilaian

1.    Sikap spiritual

a.      Teknik Penialaian : Observasi

b.      Bentuk Instrumen : Lembar Observasi

c.       Kisi-kisi

No.

Indikator

Butir Instrumen

  1.  

Terbiasa menggunakan bahasa Indonesia di kelas dan di luar kelas dengan baik dan benar

Aspek lembar observasi

          Sikap menghargai

          Sikap bersyukur

Instrumen terlampir (Lampiran 1a)

2.      Sikap Sosial

a.      Teknik Penialaian : Observasi, Penilaian diri

b.      Bentuk Instrumen : Lembar Observasi, Lembar Penilaian Diri

c.       Kisi-kisi

No.

Indikator

Butir Instrumen

1

Selalu tepat waktu dalam menyelesaikan tugas untuk kegiatan membedakan teks hasil observasi dengan deskripsi

 

Menyelesaikan tugas  membaca dengan sungguh-sungguh dan tepat waktu (tanggung jawab)

2

Senantiasa menggunakan kata-kata yang tidak menyinggung perasaan orang lain pada kegiatan menanggapi perbedaan pendapat tentang teks hasil observasi dan deskripsi

 

Menanggapi simpulan perbedaan  yang disampaikan teman dengan menggunakan intonasi  dan pilihan kata yang tidak menyinggung orang lain (santun)

3

Menunjukkan perilaku tidak menjiplak pada kegiatan menulis teks hasil observasi

 

Menuliskan hasil observasi menjadi teks hasil observasi karya sendiri sesuai dengan detail data yang ditemukan (jujur)

Instrumen terlampir (Lampiran 1 b)

3.      Pengetahuan

a.       Teknik Penialaian : Tes tertulis

b.      Bentuk Instrumen : Uraian

 

 

 

c.       Kisi-kisi

No.

Indikator

Butir Instrumen

  1.  

Disajikan teks observasi dan deskripsi, peserta didik dapat

 

          Mengidentifikasi perbedaan teks struktur isi teks hasil observasi dengan deskripsi

          Mengidentifikasin perbedaan bahasa yang digunakan pada teks hasil observasi dan deskripsi

 

 

 

 

Berdasarkan teks hasil observasi  dan deskripsi jelaskan ciri-ciri judul, klsifikasi umum, dan deskripsi pada teks observasi yang kamu baca!

 

Jelaskan ciri-ciri bahasa yang digunakan dalam teks observasi dan deskripsi yang kamu baca disertai bukti yang mendukung jawabanmu!

 

 

 

 

Bacaan dan  Rubrik penilaian terlampir  (Lampiran 2)

4.        Keterampilan

a.       Teknik Penilaian   : Proyek

b.      Bentuk Instrumen            : Rubrik penilaian

c.       Kisi-kisi

No.

Keterampilan

Butir Instrumen

  1.  

Disajikan ilustrasi  tugas pengamatan siswa dapat menulis teks observasi dengan bagian-bagian secara lengkap sesuai struktur teks observasi (judul, klasifikasi umum, rincian deskripsi)

Disajikan ilustrasi tugas pengamatan  siswa dapat menulis judul, klasifikasi umum, rincian deskripsi dengan isi yang sesuai hasil pengamatan

Disajikan ilustrasi tugas pengamatan  siswa dapat menulis judul, klasifikasi umum, rincian deskripsi dengan kalimat dan pilihan kata secara tepat

Disajikan ilustrasi tugas pengamatan  siswa dapat menulis judul, klasifikasi umum, rincian deskripsi dengan tanda baca dan ejaan secara tepat

1.        Pilih salah satu objek observasi yang ada di lingkunganmu! 

2.        Tentukan aspek-aspek yang diamati!

a.         Jika yang diamati tumbuhan  unsur yang harus diamati meliputi (a) ciri fisik, (b) kondisi tempat tumbuh, (c) perilaku tumbuhan, (d) karakteristik rinci dari tiap-tiap bagian, dan (e) proses pertumbuhannya. Kalian bisa menambahkan unsur lain yang relevan.

b.        Jika yang diamati benda-benda cindera mata,  benda tradisional khas, atau  situs sejarah  yang ada di daerahmu,  unsur yang diamati adalah (a) ciri fisik (warna, motif, ukuran), (b)  asal muasal,  dan (c)  perkembangan/ variasi bentuk cindera mata dari tahun ke tahun. Kalian bisa menambahkan unsur lain yang relevan.

3.       Kembangkan hasil observasimu  menjadi teks secara utuh dan beri judul yang sesuai!

 

Rubrik Penilaian Proyek terlampir (Lampiran 3)

Jakarta,   17 Juli  2013

Mengetahui                                                                      

Kepala SMP 229 Jakarta,                                                                          Pendidik,

LAMPIRAN 3: CONTOH RPP SMA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Satuan Pendidikan          : SMA

Kelas/Semester               : X/1/Wajib

Mata Pelajaran                : Bahasa Indonesia

Topik                               : Komunikasi dalam Kehidupan

Alokasi Waktu                 : 3 JP @ 45 menit

 

A.       Kompetensi Inti

1.       Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2.       Menghayati dan mengamalkan prilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3.       Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kemanusiaan, kebangsaan, kenegaran, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan mintanya untuk memecahkan masalah.

4.       Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B.       Kompetensi Dasar

1.1

Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa

2.1

Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik

3.1

Memahami struktur dan kaidah teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan maupun tulisan

4.1

Menginterpretasi makna teks anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik secara lisan maupun tulisan

 

Indikator Pencapaian Kompetensi

·       Menjelaskan struktur teks anekdotdan kaidah anekdot.

·       Menceritakan kembali teks anekdot yang dibaca

·       Melakukan role play  berdasarkan teks anekdot

C.       Tujuan Pembelajaran

·         Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa.

·         Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa memiliki danmenunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.

·         Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikannya, siswa dapat memahami struktur dan kaidah teks anekdot, baik melalui lisan maupun tulisan.

·         Setelah berdiskusi dan berlatih, siswa dapat memproduksi teks anekdot dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan.

 

 

D.       Materi Pembelajaran

Teks Anekdot, stuktur dan kaidah teks anekdot

 

E.       Metode Pembelajaran

Metode diskusi kelompok,tanya jawab dan Penugasan

F.       Media,alat dan sumber pembelajaran

·              Buku Guru dan Siswa, lembar kerja,contoh teks anekdot

G.       Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Pertama

a.     Kegiatan Pendahuluan

1)     Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya

2)     Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

3)     Siswa menerima informasi kompetensi, meteri, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan

b.    Kegiatan Inti

1)   iswa memprediksi isi teks secara berpasangan/berkelompok dari judul yang ditulis guru di papan tulis

2)   Guru membagikan teks anekdot dan meminta siswa membaca teks (MENGAMATI)

3)   Guru meminta siswa membuka buku siswa mengenai teks anekdot

4)   Guru membagi lembar kerja yang berisi pertanyaan-pertanyaan berupa struktur teks,kaidah kebahasaan dan isi teks (gambaran umum /terperinci teks, siapa/apa/dimana/mengapa/bagaimana tentang teks yang dibaca )

5)   siswa mengerjakan lembar kerja secara berkelompok dengan merujuk pada informasi buku siswa dan menanyakan hal yang belum dipahami (MENANYA)

6)   Guru memonitor kerja kelompok dan menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa sepanjang kerja kelompok (MENANYA)

7)   Guru meminta satu siswa sebagai ‘wakil’ kelompok untuk melaporkan hasil diskusi dari lembar kerja kepada kelompok lain.

8)   Wakil kelompok akan melaporkan hasil kerja kelompoknya  pada 1 kelompok saja. Wakil menemukan perbedaan dan persamaan  jawaban di lembar kerja dengan kelompok tersebut. Wakil kelompok kemudian melaporkan tugasnya pada kelompoknya semula (MENGASOSIASI)

9)   Siswa melaporkan hasil kerja dalam diskusi kelas dengan bimbingan guru (MENGKOMUNIKASIKAN)

c.     Kegiatan Penutup

1)   Meminta siswa menyimpulkan apa yang telah dipelajari hari itu (apakah sesuai dengan tujuan pembelajaran) secara tertulis maupun lisan.

2)   Mengecek pemahaman siswa atas pencapaian kompetensi secara tertulis

3)   Menugaskan siswa mencari dan membaca  teks anekdot lain di rumah

 

Pertemuan Kedua

a.   Kegiatan Pendahuluan

Siswa menrespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya

Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan

b.   Kegiatan Inti

1)   Meminta siswa menyiapkan teks anekdot yang telah dibawa dan dibaca siswa

2)   Meminta siswa mengerjakan lembar kerja yang berisi struktur teks dan kaidah teks anekdot dalam kelompok 3-4 orang (MENGAMATI)

3)   Mendiskusikan secara kelompok tugas yang ada di lembar kerja.Secara mandiri mengisi lembar kerja

berdasarkan teks anekdot yang dibacanya (MENGAMATI)

4)   Menanyakan hal-hal yang belum dipahami baik dari teks maupun tugas dari lembar kerja (MENANYA)

 

1)  


Guru mengingatkan siswa mengenai struktur teks dan kaidah kebahasaan teks anekdot

2)   Meminta siswa dalam kelompok membandingkan hasil kerja mandiri masing-masing anggota

3)   Wakil siswa melaporkan hasil diskusi kelompok kepada kelas

4)   Guru meminta siswa menceritakan kembali isi  teks anekdot yang dibaca secara lisan dan berpasangan. Guru meminta siswa melakukan penilaian sebaya dengan kriteria/rubrik yang telah disiapkan guru (ketepatan struktur dan kaidah teks anekdot dll). 

5)   Secara berpasangan, siswa menceritakan kembali isi teks anekdot yang dibaca. 

6)    Siswa mengumpulkan hasil penilaian sebaya

7)    Guru meminta siswa menceritakan kembali teks anekdot yang didengar dari pasangannya secara tulis.

b.   Kegiatan Penutup

1)      Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran

2)      Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan

3)      Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran

 

Pertemuan Ketiga

a.   Kegiatan Pendahuluan

1)      Siswa menrespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya

2)      Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

3)      Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan

b.   Kegiatan Inti

1) Guru menyediakan beberapa teks anekdot (sejumlah kelompok) sesuai topik

2) Siswa secara berkelompok membaca teks anekdot yang dibagikan guru

3) Guru meminta siswa dalam kelompok menganalisis teks anekdot (struktur dan kaidah kebahasaan teks)

4) Siswa melaporkan hasil diskusi

5) Guru meminta siswa membuka dan membaca buku siswa. Guru meminta siswa dalam kelompok mengubah teks anekdot ke dalam dialog dan melakukan ‘role play

6)  Sebelum melakukan role play, guru dan siswa mendiskusikan beberapa kriteria untuk melakukan penilaian (contoh kesesuaian dengan struktur teks, kaidah teks, pilihan kata,pengucapan dll)

7) Siswa dalam kelompok mengubah teks anekdot ke dalam dialog

8) Siswa melakukan penilaian sebaya (peer assessment) saat bermain peran berdasarkan teks anekdot  berdasarkan kriteria yang telah dikomunikasikan guru dan disepakati dengan siswa      

c.  Kegiatan Penutup

4)      Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran

5)      Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan dan menuliskan kesulitan-kesulitan dalam pencapaian kompetensi dasar

6)      Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran

 

A.      Penilaian

1.       Penilaian proses

No

Aspek yang dinilai

Teknik Penilaian

Waktu Penilaian

Instrumen Penilaian

Keterangan

1.

Religius

Pengamatan

Proses

 

Lembar Pengamatan

Hasil penilaian nomor 1 dan 2 untuk masukan pembinaan dan informasi bagi Guru Agama dan Guru PKn

2.

Tanggung jawab

3.

Peduli

4.

Responsif

5.

Santun

 

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:0cm;
mso-para-margin-left:14.2pt;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
text-indent:-14.2pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-ansi-language:IN;}

     


Penilaian Hasil

Indikator Pencapaian Kompetensi

Teknik Penilaian

Bentuk Penilaian

Instrumen

Mengetahui struktur teks anekdot

Tes tertulis

Isian

1.  Jelaskan struktur teks anekdot!

Mengetahui kaidah teks anekdot

Tes tertulis

Isian

1.     Sebutkan kaidah teks anekdot!

Memproduksi teks anekdot secara tulisan

Unjuk kerja

Keterampilan tertulis

2.      Pilihlah salah satu tema berikut ini (permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik). Kemudian, tulislah teks anekdot berdasarkan tema yang Anda pilih!

Memproduksi teks anekdot secara lisan

Unjuk kerja

Keterampilan tertulis

3.      Sampaikanlah anekdot yang telah Anda tulis secara lisan dengan mengunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah dan konteks!

 

Kunci Jawaban

1.        Struktur teks anekdot

a.    abstract,  berupa isyarat akan apa yang diceritakan berupa kejadian yangtidak lumrah, tidak  biasa, aneh, atau berupa rangkuman atas apa yang akan diceritakan ataudipaparkan teks;sifatnya opsional.-

b.    orientation, pendahuluan atau pembuka berupa pengelanalan tokoh, waktu,dan tempat.

c.    events, rangkaian kejadian/peristiwa.

d.   krisis, pemunculan masalah.

e.    reaction, tindakan atau langkah yang diambil untuk merespon masalah.

f.     coda, perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita; sifatnya opsional.

g.    reorientation, penutup—ungkapan-ungkapan yang menunjukkan ceritasudah berakhir.

 

2.        Kaidah teks anekdot

a.    Menggunakan waktu lampau, seperti: saya menemukannya semalam.

b.    Menggunakan pertanyaan retorika, seperti: Apakah kamu tahu?

c.    Menggunakan kata sambung (konjungsi) waktu, seperti: kemudian, setelah itu, dll.

d.   Menggunakan kata kerja, seperti: pergi, tulis, dll.

e.    Menggunakan kalimat perintah

f.     Menggunakan kalimat seru

Pedoman Penskoran

1.      Soal nomor 1

Aspek

Skor

Siswa menjawab benar semua

6

Siswa menjawab benar  6

5

Siswa menjawab benar  5

4

Siswa menjawab benar  4

3

Siswa menjawab benar  3

2

Siswa menjawab benar  2

1

SKOR MAKSIMAL

6

 

 

2.     


Soal nomor 2

Aspek

Skor

Siswa menjawab benar semua

5

Siswa menjawab benar  5

4

Siswa menjawab benar  4

3

Siswa menjawab benar  3

2

Siswa menjawab benar  2

1

SKOR MAKSIMAL

5

 

3.      Soal nomor 3

No.

Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai

Tingkat

Skor

11.

Isi

·      Amat memahami; amat luas dan lengkap; amat terjabar; amat sesuai dengan kutipan.

·      Memahami;  luas dan lengkap; terjabar; sesuai dengan kutipan, meskipun kurang terinci.

·      Memahami secara terbatas; kurang lengkap; kurang terjabar; kurang terinci.

·      Tidak memahami isi; tidak mengena.

 

Amat baik

 

Baik

 

Sedang

 

Kurang

 

27 – 30

 

22 – 26

 

17 – 21

 

13 – 16

2.

Organisasi

·      Amat teratur dan rapi; amat jelas; kaya akan gagasan; urutan amat logis; kohesi amat tinggi.

·      Teratur dan rapi;  jelas; banyak  gagasan; urutan  logis; kohesi  tinggi.

·      Kurang teratur dan rapi;  kurang jelas; kurang  gagasan; urutan kurang logis; kohesi kurang tinggi.

·      Tidak teratur;  tidak  jelas; miskin  gagasan; urutan tidak logis; tidak ada kohesi.

 

Amat baik

 

Baik

 

Sedang

 

Kurang

 

18 –20

 

14 – 17

 

10 – 13

 

7 – 9

3.

Kosakata dan Diksi

·      Amat luas; penggunaan amat efektif; amat menguasai pembentukan kata; pemilihan kata amat tepat.

·      Luas; penggunaan efektif; menguasai pembentukan kata; pemilihan kata yang tepat.

·      Terbatas; kurang efektif; kurang menguasai pembentukan kata; pemilihan kata kurang tepat.

·      Seperti terjemahan; tidak memahami pembentukan kata; tidak menguasai kata-kata.

 

Amat baik

Baik

Sedang

 

Kurang

 

18 –20

14 – 17

10 – 13

 

7 – 9

4.

Bahasa (Tata Bahasa dan Struktur)

·       Amat menguasai tata bahasa; amat sedikit kesalahan penggunaan dan penyusunan kalimat dan kata-kata.

·       Penggunaan dan penyusunan kalimat sederhana; sedikit kesalahan tata bahasa tanpa mengaburkan makna.

·       Kesulitan dalam penggunaan dan penyusunan kalimat sederhana; kesalahan tata bahasa yang mengaburkan makna.

·       Tidak menguasai penggunaan dan penyusunan kalimat ; tidak komunikatif.

Amat baik

 

Baik

Sedang

Kurang

22 – 25

 

18 – 21

11 – 17

5 – 10

5.

Penulisan (Ejaan dan Tanda Baca)

·       Amat  menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan.

·       Menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan, dengan sedikit kesalahan.

·       Kurang menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan, dengan banyak kesalahan.

·       Tidak menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan, tulisan sulit dibaca.

 

Amat baik

Baik

Sedang

Kurang

 

5

4

3

2

6.


Kerapian

·       Terbaca, bersih dan rapi.

·       Terbaca,  bersih, tapi tidak  rapi.

·       Terbaca, tidak bersih dan tidak rapi.

·       Tidak terbaca, tidak bersih, dan tidak rapi.

Amat baik

Baik

Sedang

kurang

5

4

3

2

 

4.      Soal nomor 4

HAL-HAL YANG DIAMATI

 

Kesesuaian

5… Sesuai dengan kaidah dan struktur

3… Sebagian sesuai dengan kaidah dan struktur

1… Tidak sesuai dengan kaidah dan struktur

Kelengkapan (ada bagian awal-tengah-akhir)

5… ada bagian awal-tengah- akhir

3 … Ada bagian awal-tengah atau tengah-akhir

Kelogisan

5……alasan mendukung pernyataan

3……alasan kurang mendukung pernyataan

1……alasan tidak mendukung pernyataan

Kelancaran dan Keruntutan

5… Tidak tersendat-sendat sehingga  mudah diikuti

3… Beberapa kali tersendat-sendat/ berhenti untuk berpikir

1… Selalu berhenti untuk mengingat-ingat

Penggunaan Bahasa

5… Bahasa komunikatif dan sederhana, tidak menghafal

3… Struktur kalimat terlalu panjang sehingga sukar dipahami

1… Kalimat rumit dan tidak logis

Pelafalan dan Intonasi

5… Pelafalan jelas dan tepat, intonasi bervariasi

3… Pelafalan jelas dan tepat tetapi intonasi monoton

1… Pelafalan tidak jelas dan tepat, intonasi monoton

Penampilan

3… Gerakan tubuh bermakna dan mendukung isi

2… Beberapa gerakan kurang sesuai dengan isi

1… Banyak gerakan yang tidak wajar dan tidak sesuai dengan isi  

       Artikel

 

B.       Sumber Belajar

·              Waluyo, Herman J. 2001. Apresiasi Puisi dan Pengajarannya. Jakarta: Gramedia

·              Contoh teks puisi

·              Panduan Lengkap Menulis Kreatif, penulis Didik Komaidi

 

————————–, ———————

 

Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

 

 

———————————–

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Desember 2013
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Statistik Blog

  • 1,759,046 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Milan Amankan Tiga Angka Lawan Crotone 4 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- AC Milan akhirnya mengamankan tiga angka saat menjamu Crotone di stadion Giuseppe Meazza, Milan, Ahad (4/12). Skuat asuhan Vincenzo Montella berhasil memenangkan pertandingan 2-1 jelang pertandingan...
    Didi Purwadi
  • NTB Dorong Penambahan Jumlah Penerbangan ke Lombok 4 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pemerintah Provinsi NTB berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pada tahun depan. Salah satu caranya dengan penambahan jumlah penerbangan ke Pulau Lombok, yang menjadi destinasi wisata utama...
    Indira Rezkisari

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: