//
you're reading...
Dunia Pendidikan

PELAKSANAAN KEGIATAN ON THE JOB LEARNING SEBAGAI IMPLEMENTASI TINDAK PENINGKATAN MUTU PENGAWASAN PADA WILAYAH SMA/SMK BINAAN DI KABUPATEN DOMPU MELALUI TEKNIK “BIJAK TEBING” BERBASIS IHT DAN MEDIA BLOG SEBAGAI KELAS MAYA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MELAKSANAKAN PTK

 

  1. Latar Belakang

Foto0210Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah berisi standar kualifikasi dan kompetensi pengawas sekolah.Standar kompetensi memuat seperangkat kemampuan yang harus dimiliki dan dikuasai pengawas sekolah untuk dapat melaksanakan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya. Ada enam dimensi kompetensi yang harus dikuasai pengawas sekolah yakni: (a) kompetensi kepribadian, (b) kompetensi supervisi manajerial, (c) kompetensi supervisi akademik, (d) kompetensi evaluasi pendidikan, (e) kompetensi penelitian dan pengembangan, dan (f) kompetensi sosial

Untuk Dimensi Kompetensi Supervisi Akademik dinyatakan bahwa Kompetensi supervisi akademik adalah kemampuan pengawas sekolah dalam melaksanakan pengawasan akade­mik yakni menilai dan membina guru dalam rangka memper­tinggi kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakannya,  agar berdampak terhadap kualitas hasil belajar siswa.Kompetensi supervisi akademik intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Oleh sebab itu sasaran supervisi akademik adalah guru dalam pro­ses pembelajaran, yang terdiri darmateri pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas (PTK).

Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 16 Tahun 2007 dijelaskan bahwakompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional. Salah satu kompetensi inti dari kompetensi profesional guru adalah ”mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif diantaranya adalah melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan keprofesionalan.

Oleh karena itu profesionalisme dan tanggung jawab pengawas sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan bukanlah suatu tanggung jawab yang mudah dan bisa di anggap spele, karena harus mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah daerah maupun masyarakat. Untuk itu diperlukan langkah langkah kongkrit yang dapat menjamin agar pengawas sekolah berkualitas dan berkreativitas secara terus menerus dan berkonsentrasi penuh untuk meningkatkan kualitas dan komitmen pengawas dalam melakanakan kegiatan supervisi (pemantauan, pembinaan dan Penilaian) terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah , sehingga mutu lulusan dapat dicapai secara optimal.

Yang dimakssud dengan Peningkatan mutu kepengawasan dlam best Practice ini adalah : menyususn program, melaksanakan program. Mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan dan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru

Dalam rangka Peningkatan Kemampuan profesional Pengawas sekolah  khususnya pengawas SMA/SMK di wilayah timur,pemerintah melalui Direktorat P2TK Dikmen Kemdikbud RI telah berupaya melaksanakan  Bimtek pengembangan karir  pengawas sekolah dikmen di wilayah timur dan Benchmarking dengan pengawas wilayah barat   yang berlangsung  pada tanggal 01 sd 13 Juni 2013 .

Dengan adanya  Bimtek peningkatan pengembangan karir  pengawas sekolah dikmen di wilayah timur melalui pembinaan pengembangan kepengawasan di sekolah binaan dan Benchmarking dengan pengawas wilayah barat   saya terinspirasi dan termotivasi untuk mengembangkan ide-ide yang iovatis dalam  Kegiatan kepengawasan di sekolah binaan SMA/SMK Kabupaten Dompu

 

Berdasarkan pengamatan bahwa kondisi nyata Yang menjadi permasalahan umum di sekolah binaan di kabupaten Dompu selama ini  adalah :

 

 1).Guru sering berhadapan dengan berbagai persoalan baik menyangkut peserta didik, maupun metode pembelajaran.

2).Hasil Supervisi Kinerja Guru dalam melaksanakan pembelajaran semester genap tahun 2012 belum menujukkan hasil yang memadai terutama pada aspek Analisis SK/KD, Silabus dan RPP yang   lengkap   dan   sesuai   rambu-rambu dengan karegori A hanya 13,33 %. kualitas pembelajaran yang termasuk katagori sangat baik (kategoro A) hanya mencapai  rata -rata  20.56%,   dan   baik ( kategiri B)  rata-rata   55%, serta  kategori cukup ( C) masih 30%. Sedangkan aspek penilana pembelajaran yang   lengkap   dan   sesuai   rambu-rambu dengan karegori A rata-rata 38.50%.

 3).Minat dan kemampuan guru melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas sangat rendah dibuktikan dengan data yang bersumber :Data Pengawas Dikpora Kab.Dompu ( Per 1 Juni 2013) diperleh data guru SMA/SMK Kabupaten Dompu yang tersebar di 8 ( delapan ) wilayah  kecamatan pada tahun 2013 bahwa hanya 3 orang guru yang golongan IV-b ,dan  6 orang dari pengawas SMA/SMK golongan IV-B .

Masalah yang mendasar adalah rendahnya minat dan kemampuan guru melaksanakan PTK. Salah satu  yang diduga menjadi penyebab rendahnya minat dan kemapuan guru melaksanakan PTK adalah berawal dari masih rendahnya kemapuan guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang efektif dan inovatif secara konsisten di kelas ,serta kurangnya kesempatam mereka mendapatkan pendalaman materi pelatihan pembelajaran berbasis pembelajaran inovatif secara merata untuk semua guru, kesempatan  mengikuti pelatihan /workshop /diklat, pemberdayaan   MGMP/IHT di sekolah belum optimalyang pada akhirnya proses pembelajaran bersifat konvensional, monoton dan terkesan guru hanya “asal menjalankan tugas” saja. Akibatnya  akan memberikan dampakyang cukup tinggi terhadap kulalitas pembelajaran serta prestasi dan hasil belajar siswa .

 Salah satufaktoryangmempengaruhikeberhasilan dalamproses pembelajaran adalah melaksanakan PTK.Karenamelaluikonstribusi PTKgurubisaberinovasidalam Proses Belajar Mengajar di kelas. MelaluikegiatanPTK, guru bisa merencanakanProses Belajar Mengajar yang lebih baik melaluihasil refleksidarikegiatan Proses Belajar Mengajar  yang telah dilakukan. Untuk mewujudkan hal tersebutguru harus dibekalidengan kemampuanmeneliti, khususnya Penelitian Tindakan Kelas

    4).Berdasarkan jawaban responden terhadap instrumen Evaluasi Diri untuk mengetahui minat dan kemampuan guru melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang disebarkan secara acak terhadap 116 guru di 10 sekolah binaan sebelum mendapat bimbingan sangat berfariasi. 34% mengetahui PTK dengan rincian: 21% pernah dan berminat menalaksanakan PTK, 11% tidak pernah dan tidak berminat melaksanakan PTK dan 7% tidak pernah dan tidak berminat melaksanakan PTK. Sedangkan yang tidak pernah/belum mengetahui PTK sebesar 58% dengan rincian : 11% pernah dan berminat melanakan PTK , 29% tidak pernah dan tidak berminat melaksanakan PTK  .

5). Hasil Evaluasi Diri Guru untuk mengetahui minat dan kemampuan guruguru yang mengetahui model pembelajaran efektif dan inovatif 43% dengan rincian : 34% pernah dan berminat melaksanakan model pembelajaran efektif dan inovatif , 10% tidak pernaah dan berpinat melaksanakan pembelajran efektif dan inovatif serta 6% tidak pernah dan tidak berminat melaksanakan pembelajaran efektif dan inovatif . Sebaliknya yang tidak tahu dan tidan paham model pembelajaran efektif dan inovatif sebanyak 57% dengan rincian : 14% guru tidak tahu/tidak paham tapi berminat melaksanakan pembelajaran efektif dan inofatif. 15% tidak tahu dan tidak pernah melaksanakan tapi berminat melakasanakan .namun ada 37% guru tidak tahu dan juga tidak berminat melaksanakannya. Alasan sementara yang diperoleh berdasarkan wawancara masih banyak guru yang belum mengenal model-model pembelajarn efektif dan inovatif , karena mereka terbiasa dengan RPP adopsi atau Revisi seadanya yang sarat dengan metode ceramah  dan ekspositori.

Rendahnya minat dan kemampuan guru melaksanakan PTK  tersebut merupakan tanggung jawab bersama pengelola pendidikan. Pengawas sebagai supervisor turut bertanggung jawab untuk melakukan upaya-upaya peningkatan kinerja guru sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan proses dan  hasil belajar siswanya.

Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan pembinaan agar  masalah tersebut dapat diatasi. Jika masalah ini tidak segera diatasi dikhawatirkan minat dan kompetensi guru melaksanakan PTK pada wilayah SMA/SMK  binaan di Kabupaten Dompu-NTB tidak mengalami perubahan sehingga berdampak pada prestasi belajar siswa dan sekolah kehilangan peminatnya. Maka untuk mengoptimalkan pelaksanaan      supervisi   akademik kesemua  guru –guru mata    pelajaran   di  setiap sekolah     binaan   pada   semester ganjil  tahun   pelajaran    2013/2014 dilakukan  “Teknik “BIJAK TEBING” Berbasis IHT dan Media BLOG untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Melaksanakan PTK pada Wilayah SMA/SMK  Binaan Di Kabupaten Dompu-NTB (Implementasi Tindak Peningkatan Mutu Kepengawasan)”.melalui tahapan kegiatan Formal dan Informal.  Untuk mewujudkan hal tersebut guru harus dibekali dengan kemampuan melaksanakan pembelajaran inovatif melalui kegiatan PTK (Penelitian Tindakan Kela), Dalam hal ini peran pengawas sebagai pembina dan pembimbing para guru tentu sangat dibutuhkan. Pengawas tidak hanya berperan sebagai resources person atau konsultan, bahkan secara kolaboratif dapat bersama-sama dengan guru melakukan penelitian tindakan kelas bagi peningkatan pembelajaran.

MelaluiTeknik “BIJAK TEBING” Berbasis IHT dan Media BLOG sebagai kelas maya dengan strategi ATM ( Amati-Tiru –Modifikasi ) diharapkan  minat dan kemampuan  guru  dalam  melaksanakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)dapat  ditingkatkan.  Jadi  dalam kegiatan OJL ini   ingin  meningkatkan  minat kemampuan  guru  dalam  merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang efektif dan inovatif melalui kegiatan Peneltian Tindakan Kelas (menyusun  proposal, melaksanakan penelitian, dan membuat laporanPTK, sedangkantindakan yang akan dilakukan adalah melaluitekhnik BIJAK TEBING (Pembinaan Kerja Praktek Terbimbing) dan Media Blog Sebagai Kelas Maya.

B.   Permasalahan

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

Apakah penerapan metode Pembinaan dengan teknik Kerja Praktek Terbimbing (BIJAK TEBING)” berbasis IHT dan Media BLOG merupakan  salah  satu   alternatif   supervisi   akademik   yang dapat  meningkatkan minat dan kompetensi guru dalam melaksanakan PTK pada sekolah binaan di Kabupaten Dompu ?.

 

  1. Tujuan 

Meningkatkan efektivitas  Teknik BIJAK TEBING Berbasis IHT dan Media Blog http://suaidinmath.wordress.com/ptk-pts/ sebagai kelas maya, merupakan salah  satu   alternatif   supervisi   akademik   guna  Meningkatkan Kompetensi Guru Melaksanakan PTK pada Wilayah SMA/SMK  Binaan Di Kabupaten Dompu-NTB (Implementasi Tindak Peningkatan Mutu Kepengawasan) 

 

  1. Manfaat

1.      Bagi Peningkatan Kompetensi Pengawas

a)  Pengawas binaan memiliki kemampuan membimbing guru agar lebih profesional dalam melaksanakan proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif melalui kegiatan  PTK mulai darimenyusunproposal, melaksanakandanmenyusunlaporanPTK sehingga pada gilirannya dapat menumbuhkembangkan peserta didik untuk berpikir kreatif, inovatif, mampu memecahkan masalah,dan  berpikir kritis.

b)  Sebagai contoh (model) pola pembinaan bagi guru-guru , karena Pola-pola pembinaan guru selama ini menggunakan pola ekspos fakto. Dengan strategi Pembinaan Kerja Praktek Terbimbing ( BIJAKTEBING) akan lebih efektif karena guru-guru diberi kesempatan melaksanakan praktek dan presentasi untuk mendapatkan pengalaman belajar dan ketrampilan. Pola pembinaan BIJAKTEBING juga sangat efisien karena disamping kegiatan forrmal dalam Bimtek di sekolah juga guru-guru punya waktu luang dan tidak menggunakan waktu khusus untuk menggiring guru-guru berdiskusi di ”Kelas Maya” melalui media Blog https://suaidinmath.wordpress.com/ptk-pts/ yang dapat diakses dan  dilakukan guru kapan saja dan dimana saja.

2.    Peningkatan Kompetensi Pedagogik Pendidik

a)    Dengan melaksanakan PTK di kelas berarti guru dituntut untuk menyusun dan melaksanakan peembelajaran berdasarkan RPP Inovatif yang di susunnya .RPP yang efektif dan inofatif  adalah RPP yang memenuhi tuntutan Permendiknas No. 41 tahun 2007. Guru-guru SMA/SMK binaan diupayakan agar mempunyai kemampuan menyusun RPP Inovatif dalam upaya meningkatkan kompetensi pedagogik.

b)    Pembinaan guru melalui kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru membuat model RPP yang memenuhi Permendiknas No. 41 tahun 2007 serta melahirkan Produk PTK yang dapat dimanfaatkan untuk kenaikan pangkat unsur pengembangan keprofesional berkelanjutan ( PKB).

 

3.    Manfaat yang lain adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum

Bahwa produk PTK dan RPP Inovatif sebagai produk Pembinaan Kerja Praktek Terbimbing ini  ini akan disebarluaskan pada sekolah binaan penulis dan sekolah-sekolah lainnya sebagai model bagi guru lain yang tdk sempat mengikuti Pembinaan ini untuk memacu minat dan kemapuan mereka dlam melaksanakan dan membuat laporan Peneltian Tindakan Kelas (PTK) .

 

  1.  CARA MENGATASINYA

Pemecahan masalah yang terkait dengan implementasi rencana tindak peningkatan pengawasan pada wilayah SMA/SMK binaan di kabupaten Dompu adalah melaksanakan pembinaan peningkatan kompetensi guru melaksanakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) melalui teknik “BIJAK TEBING” berbasis IHT dan Media Blog https://suaidinmath.wordpress.com sebagai kelas maya dalam kegiatan informal.

Tujuan utama Tindakan  adalah untuk memecahkan permasalahan pembelajaran. Untuk itu, dalam uraian latar belakang masalah telah dipaparkan mengapa masalah kurangnya minat dan kemapuan guru melaksanakan PTK di kabupaten Dompu , khusnya di sekolah binaan penting untuk segera  dipecahkan .Peranan pengawas sekolah sangat menentukan keberhasilan keterlaksanaan peningkatan mutu di sekolah binaan.Hal itu karena pengawas sekolah harus benar benar melaksanakan tupoksinya sesuai ketentuan dalam buku kerja pengawas sekolah. Senjata yang digunakan oleh pengawas sekolah dalam melaksanakan tupoksinya harus AMPUH (Aspiratif,Manageble,Produktif,Urgensi,Holistic). 

Peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas pembelajaran memang merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh melaksanakan PTK dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Peningkatan kualitas pembelajaran melalui PTK juga memiliki makna strategis dan berdampak positif, antara lain: (1) peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran yang dihadapi secara nyata, (2) peningkatan kualitas masukan, proses dan hasil belajar, (3) peningkatan keprofesionalan pendidik, dan (4) penerapan prinsip pembelajaran berbasis penelitian (Mastur, 2006: 50). Oleh karena itu, guru  sebagai  tenaga  pendidik  memegang  peranan  penting  dalam  upaya  mencerdaskan  bangsa,  berbagaikegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu, penghargaan,dan kesejahteraannya telah dan akan terus dilakukan dengan harapan agar para guru tersebutmampu bekerja secara professionaldalammelaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai tenaga pendidik.

Dalam kegiatan ini diimplementasikan Teknik “Bijak Tebing” Berbasis IHT Dan Media Blog Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Melaksanakan PTK Pada Wilayah SMA/SMK  Binaan Di Kabupaten Dompu-NTB (Implementasi Tindak Peningkatan Mutu Kepengawasan).Yang ingin dicapai adalah meningkatnya Minat dan Kemampuan Guru Melaksanakan model Pembelajaran efektif dan Inovatif melalui kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi menyusun perencanaan model pembelajaran efektif dan inoovatif, menyusun proposal dan laporan PTK )

Dari pengalaman melatih peserta untuk meningkatkan kompetensinya dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa  para  guru menghadapi kesulitan yang bervariasi. Di antaranya;

  1. minat membaca teori pendidikan maupun  panduan penerapan standar belum sesuai dengan tingkat kebutuhan pengembangan karya tulis ilmiah.
  2. keterampilan menerapkan kebiasaan berpikir ilmiah dalam melaksanakan perbaikan mutu pekerjaan belum berkembang efektif.
  3. adanya kesenjangan kebutuhan untuk mewujudkan karya ilmiah dengan kecakapan berpikir ilmiah. Yang peserta perlukan adalah melaksanakan dan menghasilkan karya, padahal kompetensi yang peserta miliki belum sesuai dengan yang diharapkan  sehingga banyak peserta yang enggan berjuang karena melihat pekerjaan ini sulit.

Sebagai solusi dari berbagai kendala tersebut, maka dalam menghadapi pelatihan ini para peserta dihadapkan pada tantangan yang tidak terlalu tinggi.  Teknik  BIJAK TEBING” dan strategi yang digunakan  ATM (amati, tiru, dan modifikasi). Jika tiga tahap itu efektif, maka pelatihan dapat dikembangkan ke tahap selanjutnya, peserta mengembangkan inisiatif dan inovasi untuk mendapatkan penemuan baru.

Kali ini saya mendapat tantangan untuk melatih guru-guru meningkatkan keterampilan melaksanakan PTK.Jumlah peserta dalam pelatihan ini 159        orang .Sungguh ini menjadi tantangan yang sangat tinggi. Bekal ajar peserta sangat variatif. Oleh karena itu model pelatihan menggunakan teknik “BIJAK TEBING”dengan strategi  ATM ( Amati-Tiru – Modifikasi) yang di-blended dengan Pelaksanaan diskusi online di kelas “Maya” dengan menggunakan media blog https://suaidinmath.wordpress.com/ptk-pts/  agar mereka mengenal lebih dekat dunia maya yang menyajikan ilmu pengethuan yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu itu.

Penerapan  teknik “BIJAK TEBING” memungkinkan tiap peserta berinteraksi dan saling memberlajarkan, namun penilaian akan dilakukan terhadap hasil yang dicapai secara individual. Oleh karena itu, setiap peserta dalam pelatihan ini harus menghasilkan karya sendiri yang dinilai.Nilai yang diperoleh oleh kelompok merupakan komulatif dari nilai setiap anggota kelompok.dengan cara ini diharapkan setiap anggota kelompok bekerja keras untuk saling membantu untuk menghasilkan karya yang terbaik.

Agar lebih seru, maka pendekatan pembelajaran juga akan dikuatkan dengan RewardKelompok atau individu yang terbaik “merencanakan, melaksanakan dan melaporkan hasil PTK ” sesuai dengan aturan penulisan PTK akan medapatkan hadiah yang berharga poin angka Kredit pengembangan profesi = 4 dam masing-masing peserta diberi sertifikat sebagai bukti telah mengikuti kegiatan pengembangan diri sebagai salah satu sarat wajib untuk kenaikan pangkat setingkat leih tinggi. Dengan pendekatan ini tiap kelompok diharapkan akan meningkatkan produktivitasnya karena ada dalam suasana berkompetisi. Strategi  ATM dilakukan  untuk meningkatkan ketersediaan contoh-contoh PTK dan sumber belajar untuk memudahkan tiap kelompok dalam berkarya. Yang dimaksud strategi ATM dalah kegiatan ini adalah peresta membaca dan mengamati contoh model PTK , meniru dan mengembangkannya untuk dimodifikasi menggunakan bahasa dan pengalaman peserta sesuai kondisi kelas masing guru di sekolahnya

Model pelatihan dengan teknik BIJAK TEBINGberbasis IHT dan Blog adalah hasil dari sebuah renungan panjang ” sudah banyak guru yang ikut diklat , sudah banyak fasilitator yang terlibat dalam menggenjot minat dan kemampuan guru melaksanakan PTK , toh hasilnya sampai saat ini hanya beberapa guru yang tuntas menulis laporan PTK nya. Semenrtara rekan rekan guru di wilayah barat hasil benksmarking saya di jakarta dan sekitanya ternyata ada kesenjangan yang sangat jauh dengan teman teman guru di wilayah barat secara umum, walaupun secara perorangan masih ada juga kita di timur yang jauh lebih unggul secara individu. yang pasti guru-guru wilayah barat minat dan kemampuan melaksanakan PTK sudah lebih dari 85% pernah melaksanakan PTK dan menulis laporannya.Melalui teknik “BIJAK TEBING “berbasis IHT dan Blog alhamdulillah  sangat membantu peningkatan minat dan kemapuan guru melaksanakan PTK, yang selama ini berada dalam zona nyaman dan di tahun 2013 kedepan akan menjadi tahun hantu bagi  para guru yang tidak melaksanakan PTK dan Pengembangan diri secara berkelanjutan.

Petujnjuk Teknis yang mengatur yang berkenaan dengaan hal tersebut di atas telah dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang penetapan jabatan fungsional Guru dan Angka Kreditnya,serta Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala BAKN Nomor1 4/2010,Nomor03/V/PB/2011 tentang petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan angka kreditnya pada prinsipnya bertujuan untuk membina karier kepangkatan dan profesionalisme guru.Keputusan tersebut diharapkan pula sebagai pendorong guru untuk mengembangkan kreativitas dalam rangka meningkatkan kualitas profesionalismenya.Salah satu poin yang disebutkan dalam Permendiknas tersebut adalah setiap guru yang akan mengusulkan kenaikan pangkat/golongan dari golongan III/B keatas diwajibkan menyertakan angka kredit dari unsure pengembangan profesi.Misalnya dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah (KTI) terutama yang berasal dari hasil suatu penelitian. Persyaratan untuk menyertakan karya tulis ilmiah inilah yang dianggap paling sulit untuk dipenuhi oleh guru.Kegiatan pengembangan profesiguru adalah kegiatan guru dalam rangka pengalaman ilmu dan pengetahuan,teknologi dan keterampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses belajar mengajar.

Adapun langkah-langkah, strategi, uraian dan rincian waktu kegiatan yang dilakukan adalah sebagi berikut :

 

Tabel 2.1. Uraian Rincian Waktu Kegiatan Yang Dilakukan.

NO

URAIAN KEGIATAN

WAKTU PELAKSANAAN

I.

KEGIATAN FORMAL TAHAP I

(melalui kegiatan IHT /MGMP ) dengan materi sbb:

 

 

1.  Presentasi dan diskusi kelompok

a.     Pembelajaran Aktif

b.     Pertanyaan Tingkat tinggi

c.     Pembelajaran Kooperatif

d.     Pengorganisasian Kelas

e.     Peserta berdiskusi mengidentifiksi permasalah di kelas untuk menentukan tindakan pemecahan yang tepat dan dilanjutkan menulis  Judul PTK sesuai tindakan yang dipilih.

f.       Diskusi kelompok terbimbing Praktek menyusun RPP Model Pembelajaran Efektif dan Inovatif, ( peserta diberi bekal materi dan contoh-contoh RPP model pembelajaran )

Hari Pertama

19 -08-2013

 

 

 

 

2.  Presentesi dan diskusi kelompok

a.     Teknik Penulisan PTK

b.     Pengembangan Kerangka PTK

c.     Pengembangan Bab I Pendahuluan

d.     Pengembangan Bab II Tinjauan Pustaka

e.     Diskusi Kelompok terbimbing (Praktik Pengembangan Kerangka PTK, Praktik Pengembangan Bab I pendahuluan dan Praktik Pengemb Bab II Tinjauan Pustaka)

Hari Ketiga

20-08-2013

 

  1. Presentesi dan diskusi kelompok

a.    Pengembangan Bab III Metode Penelitian

b.    Diskusi Kelompok terbimbing Praktik Pengembangan Bab III Metode Penelitian

c.    Pengembangan Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

d.    Diskusi Kelompok terbimbing Praktik Pengembangan Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

 

Hari Keempat

21-08-2013

 

 

 

  1. Presentesi dan diskusi kelompok

a.    Teknik penulisan abstrak

b.    Pengembangan Lampiran PTK

c.    Diskusi Kelompok terbimbing Praktik penulisan abstrak

d.    Diskusi Kelompok terbimbing Praktik Pengembangan Lampiran PTK

 

Hari Keenam

22-08-2013

II.

KEGIATAN INFORMAL :

 

 

  1. Peserta melakasanakan PTK disekolah masing-masing sesuai poroposal PTK yang disusun pada kegiatan Formal tahap ke-1)
  2. Peserta melakukan pengolahan dan analisis data serta menyusun laporan hasil PTK

23 Agust s/d 27 Sep 2013

 

  1. Untuk menjawab permasalah guru Selama melaksanakan PTK di sekolah msing-masing Peserta digiring masuk ke “Kelas Maya” melaksanakan diskusi online melalui media Blok https://suaidinmath.wordpress.com/ptk-pts/ tujuan disamping tujuan untuk menggiring guru-guru mengenal dan berselancar dunia  internet juga bertujuan memecahkan masalah yang dihadapai guru selama melaksanakan kegiatan PTK di kelas serta permasalah yang tidak bisa ditangani satu persatu disekolahnya Masing-masing.

Setiap saat disekolah dan dirumah (waktu tidak dibatasi

 

  1. Peserta melakukan pengolahan dan analisis data serta menyusun laporan hasil PTK

III

KEGIATAN FORMAL TAHAP KE-2

Peserta kembali berkumpul melaksanakan kegiatan IHT tahap ke-2 dengan agenda kegiatan sbb :

28 September 2013

 

1.           Peserta melalukan Praktek mereviuw dan menyusun laporan PTK  Presentasi Kelompok

2.           Wakil Peserta yang di nilai terbaik  melakukan Presentasi hasil PTK yang di susunya.

 

IV

Pengawas Sekolah Penyusunan dan melengkapi draf Laporan OJL yang sudah dirancang sebelumnya dan menyusun KTI dalam bentuk Best Prctice Pengawas Sekolah.

28 dan 30 Sept 2013

V

Pengimbasan kepada pengawas lain Non peserta BIMTEK dan Banchmarking .

Minggu I Oktober 2013

 

Secara umum ringkasan kegiatan IHT dalam pendampingan guru melaksanakan PTK dengan teknik “BIJAK TEBING” di atas adalah sebagai berikut:

Tahap I :

1.          Guru dikumpulkan dalam pertemuan MGMP melalukan kegiatan IHT dengan  membawa permasalahan yang dihadapi dikelasnya masing masing untuk di identifikasi.

2.          Fasilitator Menyampaiakan materi materi dalam bentuk tayangan.

3.          Peserta diberi tugas diskusi kerja terbimbing menulis Judul PTK masing – masing

4.          Fasilitator berkeliling membantu peserta yang mengalami masalah

5.          Peserta melakukan modifikasi RPP yang pernah dibuat sebelunya ke dalam modelpembelajaran sesuai tindakan yang di pilih

6.          Diskusi kelompok kerja terbimbing Praktek menyusun RPP Model Pembelajaran Efektif dan Inovatif, ( peserta diberi bekal materi dan contoh-contoh RPP model pembelajaran )

Tahap II : Setelah selesai kegiatan MGMP tahap I (Pertama),maka Peserta melanjutkan diskusi informal sesama guru diluar Forum MGMP/IHT , dan diwajibkan online berdiskusi padamedia Blog https://suaidinmath.wordpress.com/ptk-pts/ untuk menyelesaikan file RPP inovatif sesuaijudul PTK  serta menyerahkan ke fasilitator/pembimbing dan atau mengirim file ke email fasilitator dinusmath63@gmail.com

Tahap III:Peserta/Guru kembali berkumpul dalam Petemuan MGMP dengan teknik “Bijak Tebing”untuk menyesaiakan penulisa proposal Bab I, dan bab II dan Bab III dengan pendekatan ATM

Tahap IV : Peserta/guru melanjutkan diskusi informal sesama guru diluar Forum MGMP,dandiwajibkan online berdiskusi pada media Blog https://suaidinmath.wordpress.com/ptk-pts/  untuk menyelesaikan RPP inovatif sesuai judul PTK dan mengirim filenya ke email fasilitator dinusmath63@gmail.com

Tahap V :Peserta/ guru kembali berkumpul dalam Petemuan MGMP mempersentasikan hasilProposal Bab,1,2,3 dan mendapat materi melaksanakan PTK ( cara menulis Bab IV laporan hasil penelitian dan pebahasan )

Tahap VI: Peserta kembali merlaksanakan PTK disekolah/di kelas masing masing di obserfer langsung oleh Tim PKG dan kepala sekolah masing-masing dilanjutkan diskusi online pada media blog https://suaidinmath.wordpress.com/ptk-pts/ ) sebagai kelas maya.

Tahap VII :Guru/Peserta menulis laporan PTK dan hasilnya di kirim email untuk dikoreksi dan di beri catatan perbaikan dari falitator.

Tahap VIII:Falitator menyusun dan melengkapi serta menyempurnakan laporan hasil OJL disekolah binaan untuk diprestasi kan ke jakrta bulan Oktober 2013.

  1. Sumber Data dan Metode Pengumpulan Data

Teknik pengambilan data dan instrumen yg digunakan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut :

Data yang dikumpulkan dalam kegiatan ini adalah data primer yaitu data-data yang diperoleh secara langsung pada saat pra kegiatan dan pasca kegiatan peningkatan komptensi guru melksanakan PTK. Data tersebut diperoleh dari pengamatan atau penilaian dokumen atau produk hasil kerja guru yang di bina. Untuk ini sumber datanya adalah dokumen Proposal dan PTK yang dibuat guru.

 

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, penilaian dokumen. Untuk kemampuan guru menyusun Proposal PTK lengkap dengan lampirannya, metode pengumpulan datanya adalah penilaian dokumen dengan instrumen.

 

Data-data yang terkumpul dianalisis dengan analisis deskriptip dibantu dengan statistik sederhana seperti mencari rerata, prosentase ketercapaian, dan penyajian dalam bentuk tabel baris kolom.

 

Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut :

 

  1. Angket Instrumen minat dan kemampuan guru melaksanakan Pembelajaran inovatif

Angket ini digunakan sebagai  data  awal dan akhir dalam kegiatan  pembinaan kompetensi guru melaksanakan pembelajaran inivatif .dan data ini juga untuk  mengetahui seberapa banyak guru yang sudah memahami  dan pernah membuat atau melaksanakan pembelajaran inovatif. Oleh karena itu, diminta responden bisa mengisi angket ini dengan sebenarnya supaya data/fakta benar-benar valid. Bila Angket ini mengarapkan jawaban dengan pilihan, maka responden cukup memilih satu jawaban yang dianggap tepat dengan menandai X pada a,b,c, atau d, tetapi bila angket ini mengharapkan jawaban uraian di isi dengan uraian yang jelas

2.    Angket Instrumen Minat dan Kemampuan Guru Melaksanakan PTK

Angket ini digunakan sebagai  data  awal dan akhir dalam kegiatan  pembinaan kompetensi guru melaksanakan PTK .dan data ini juga untuk  mengetahui seberapa banyak guru yang sudah memahami  dan pernah membuat atau melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. Oleh karena itu, diminta responden bisa mengisi angket ini dengan sebenarnya supaya data/fakta benar-benar valid.

 

  1. Instrumen Penilaian Proposal PTK

Untuk menila kemampuan guru menyusun proposal PTK maka aspek penilian dan indicator digunakan adalah sebagai berikut :

Tabel 2.3 AspekPenilaianKeterampilan Guru Menyusun Proposal:

No

Aspek

Hasil Penilaian

Skor

Bobot

S X B

1

Asal Permasalahan

5

10

50

2

Relevasi Permasalahan

5

10

50

3

Rancangan Tindakan( RPPdan Insrumen yang digunakan)

5

20

10

4

Contekstualitas Tindakan

5

15

60

5

Kejelasan Kaitan antar siklus

5

10

50

6

Kemanfaatan Hasil

5

10

50

7

Prosedur Penelitian

5

25

75

8

Jumlah

35

100

245

 

Prosentase (%)

 

 

 

 

Indikator keberhasilan

75≤IK≤100

 

 

Tabel 2.4 Kriteria Kemampuan Ketrampilan PenyusunanProposalPTK

 

 

Skor

Tingkatkemampuan

(Kriteria)

91-100

A(AmatBaik)

76-90

B(Baik)

55-75

C(Cukup)

0  -54

D(Kurang)

 

 

  1. Instrumen Penilaian Laporan PTK

Untukmelihathasil kemampuanketrampilangurudalammenyusunlaporan PTK digunakan instrumen dankriteriapenilaiannyadapatdilihat pada tabelberikut:

Tabel 2.5.Insrumen KemampuanGuruMenyusunLaporan PTK

No

Aspek

Hasil Penilaian

Skor Max

Bobot Max

S x B

1

Permsalahan

5

15

75

2

Jenis Tindakan

5

20

100

3

Metode Penelitian

5

20

100

4

Hasil dan Pembahasan

5

25

125

5

Kesimpulan

5

10

50

6

Teknik Penulisan

5

10

50

 

Jumlah

30

100

500

 

Prosentase

 

 

 

 

Indikator keberhasilan

75≤IK≤100

 

Tabel.2.6.KriteriaPenilaianKemampuanGuru Menyusun LaporanPTK

 

 

 

Skor

Tingkatkemampuan

(Kriteria)

91-100

A(AmatBaik)

76   90

B  (Baik)

55  75

C(Cukup)

0  54

D(Kurang)

Keterangan:   Artiskorangka:

5= sangatbaik

4= baik

3= cukup baik

2= kurangbaik

1     =tidakbaik

 

G.   Indikator Kinerja

Indikator kinerja yang diharapkan  adalah semua guru yang dibina pada akhir kegiatan dapat menunjukkan kemampuan yang baik dalam menyusun RPP Inovatif , menyusun proposal dan melaksanakan PTK minimal nilai Baik (nilai B) dengan usulan kategori nilai:

A = 90 – 100

B = 80 – 89

C = 70 – 79

D = di bawah 70

 

H.       Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan

 

Tempat pelaksanaan kegiatan On The Job Learning sebagai implementasi tindak peningkatan mutu pengawasan dilaksanakan di sekolah binaan SMAN 2 Woja, SMAN 1 Dompu, SMAN 1 Pajo ,SMKN 1 Dompu dan beberapa guru di sekolah lain ikut bergabung yang berminat mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 3,5 bulan dimulai dari pertengahan bulan Juli sampai akhir pertengana bulan November   2013

 

  1. HASIL YANG DICAPAI

 

 

1.    Produk Proposal PTK dan Laporan PTK

Hasil Pengolahan data yang telah dicapai pada tahapan kegiatan ini seperti tabel berikut :


Catatan :

Peserta yang belum tuntas laporan PTK adalah peserta yang masih melaksankan siklus PTK pada bulan okober, nopember dan Desember tahun 2013  sesuai dengan materi pelajaran masing-masing guru. Sedangkan 16 orang masih dalam proses penulisan proposal manual ( Gaptek).

Dari data pada table 3.1. diketahui bahwa 28 orang ataau 17,61% guru hanya selesai menyusun proposal . Sedangkaan 115 orang atau 72,33% telah melaksanakan PTK dan menulis laporan PTK serta 16 0raang atau 10,06% tidak tuntas menyususun proposal PTK ( gaptek ) atau dengan kata lain tidak paham dan tidak berminat melaksanakan PTK

 

2.              Peningkatan Minat dan Kemampuan Guru Melaksanakan PTK

 Untuk mengetahui data peningkatan minat dan kemapuan guru melaksanakan PTK , setelah selesai kegiatan diedarkan angket instrument Pasca pembinaan PTK dengan hasil rekapitulasi sebagai berikut :

Tabel 3.2.

Rekap Data Minat dan Kempuan Guru Melaksanakan PTK

Pasca Pembinaan

 

Dari Tabel 1.5 dan Tabel  3.2. di atas doperoleh informasi bahwa terjadi peningkatan pemahaman guru tentang PTK yang sangat signifikan dari 34%  menjadi 90% guru memahami PTK. Sedangkan yang tidak tahu / tidak berminta menurun drastis dari 66% menjadi  10% dan masih berminat melaksanakan PTK .

 

Sedangkan untuk mengetahui data peningkatan minat dan kemapuan guru melaksanakan pembelajaran efektif dan inovatif  , maka setelah selesai kegiatan diedarkan angket instrumen Pasca pembinaan pembelajaran efektif dan inofatif  dengan hasil rekapitulasi sebagai berikut :

 

Tabel 3.3.

 Rekap Data Minat dan Kempuan Guru Melaksanakan RPP Inovatif  Pasca Pembinaan

 

Dari table 1.6 dan table 3.3 di atas tentang peningkatan minat dan kemampuan guru menyusun dan melaksanakan pemnelajaran efektif dan inovatif memilki korelasi atau hubungan dengan perubahan peningkatan minat dan kemapuan melaksanakan PTK yaitu dari 43% guru mengetahui dan paham pembelajaran efektif dan inovatif  meningkat menjadi 84%. Sedangkan guru yang tidak tahu dan tidak berminat melaksanakan pembelajaran efektif dan inovatif menurun dari 57% menjadi 11% dan masih berminat melaksanakannya.

 

3.          Hasil Penilaian Kemampuan Guru Menyususn Proposal PTK

UntukmenilaikemampuanketerampilangurudalammenyusunproposalPTK digunakan instrumen dan kriterianyasebagaimana pada tebel 2.3, dan 2.4 dan hasilnya dapatdilihat pada tabelberikut :


Tabel3.4.

RekapitulasiHasilPenilaianProposaldari MasingmasingKelompok.

 

 

 

Berdasakan table 3.4 di atas menujukkan bahwa rerata kemampuan 143 guru menyusun proposal  PTK termasuk didalamnya lampiraan RPP dan instrumen lainya mencapai 80,01 kriteria B ( baik) . Sedangkan kemmpuan individu guru menulis laporan PTK tidak ada yang  keriteria A( amat baik) . 95 orang guru yang mendapat criteria ( Baik) dan criteria C ( cukup) ada 48 orang guru.

 

4.          Hasil Penilaian Kemampuan Guru Menyususn Laporan PTK

 

Untukmelihathasil kemampuanketrampilangurudalammenyusunlaporan PTK digunakan instrumen dankriteriapenilaiannyasebagaimana table 2.5 dan 2.6 .Dan hasilnya dapatdilihat pada tabelberikut:

         

Tabel   3.5.

RekapitulasiHasilPenilaianDraf Laporan PTK  dari Masing-masing Peresta sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

Berdasakan table di atas menujukkan bahwa rerata kemampuan guru menyusun lapaoran PTK 89,99 kriteria B ( baik) . Sedangkan kemmpuan individu guru menulis laporan PTK hanya 1 orang keriteria A( amat baik) dan sisanya 114 kriteria B ( Baik) .Dengan demikian Bimtek penulisan proposal dan laporan PTK model BIJAK TEBING dengan strategi ATM pada kegiatan OJL dalam upaya meningkatkan minat dan kemapuan guru melaksanakan PTK telah berhasil mencapai indicator keberhasilan yang telah ditetapkan di atas rata-rata 75.

J.    HAMBATAN

Hambatan yang dialami selama kegiatan on job learning masih dirasakan kurang maksimal karena dilaksanakan pada hari efektif belajar disamping masih banyak guru-guru yang gaptek dan TBC ( Tidak Bisa Computer) sehingga tidak semua guru di sekolah binaan mendapatkan perlakuan yang sama. Cara mengatasi atau meminimalisir hambatan tersebut dilaksanakan sampai sore hari dan melakukan diskusi online pada Blog https://suaidinmath.wordpress.com sehingga guru-guru yang tidak sempat ikut karena jam mengajar yang pul dipagi hari bisa mengikuti pada siang sampai sore hari serta mengikuti kegiatan oline di blog sehingga diaharapkan semua guru bisa berkesempatan .

 

 

  1. SIMPULAN dan REKOMENDASI

 

 

A.   Simpulan

Setelah semua tahapan pelaksanaan On the Job Learning ini  dilakukan di sekolah binaan SMA/SMK Kabupaten Dompu Membimbing guru menyusun perencanaan dan melaksanakan Pembelajaran yang efektif dan  Inovatif melalui Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) meliputi Proposal penelitian tindakan kelas, review teori lebih lanjut, penyusunan instrumen penelitian yang disertai dengan ujicoba dan kajian kritis terhadap instrumen penelitian ,melaksanakan penelitian tindakan kelas dan menyusun lapotan penelitian tindakan kelas. sampai dengan pengumpulan dan analisis data akhirnya dalam pembinaan guru ini diperoleh beberapa temuan. Berdasarkan atas temuan dalam OJL di sekolah binaan  ini dapat disimpulkan :

1.    Penerapan metode Pembinaan Kerja Praktek Terbimbing (BIJAK TEBING)”yang diblendet dengan penedekatan ATM  berbasis IHT serta menggunkan media blog https://suaidinmath.wordpress.com sebagai kelas maya untuk diskusi informal dalam memecahkan masalah guru termasuk di dalamnya masalah guru dalam melaksanakan PTK di sekolahnya masing-masing adalah merupakan  salah  satu   alternatif   supervisi   akademik   telah berhasil secara  signifikan meningkatkan minat dan kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan PTK (penyususnan proposal, dan laporan PTK) pada sekolah binaan di Kabupaten Dompu dari 34% guru yang tidak memahami PTK meningkat menjadi 90% guru memahami PTK. Sedangkan yang tidak tahu / tidak berminat menurun drastis dari 66% menjadi  10% dan masih berminat melaksanakan PTK.

2.      Teknik Pembinaan Kerja Praktek Terbimbing (BIJAK TEBING)berbasis IHT dan Media Blog dengan stategi ATM yang unik ini telah berhasil meningkatkan kompetensi profesionalisme guru-guru SMA/SMK  binaan di kabupaten Dompu Provinsi NTB dalam melaksanakan PTK termasuk di dalamnya membuat RPP Inovatif.

 

B.   Rekomendasi Dan Tidak Lanjut

 

Hasil OJL  ini telah memberikan temuan bahwa kemampuan guru-guru dalam membuat proposal , melaksanakan PTK dan membuat laporan PTK termasuk di dalamnya RPP Inovatif di SMA/SMK wilayah binaan  Kabupaten Dompu, Provinsi NTB dapat ditingkatkan dengan Penerapan teknik  Pembinaan Kerja Praktek Terbimbing (BIJAK TEBING)”yang diblendet dengan penedekatan ATM  berbasis IHT dan media blog https://suaidinmath.wordpress.com   sebagai kelas maya untuk diskusi informal dalam memecahkan masalah guru dalam melaksanakan PTK di sekolahnya masing-masing .Oleh karena itu temuan dalam OJL ini memberikan implikasi terhadap aplikasi metode Pembinaan Kerja Praktek Terbimbing (BIJAK TEBING) . Mengingat Kegiatan Pembimbingan ini mendapat respon yang tinggi dan sangat dirasakan manfaatnya oleh guru di lapangan berdasarkan testimony dari peserta, dan hasil yang di capai dalam kegiatan tersebut ,maka kami merkomendasikan ::

1.    Seorang pengawas sekolah harus cermat di dalam memilih model-model yang akan diaplikasikan dalam upaya meningkatkan kemampuan profesionalisme guru-guru termasuk  didalamnya peningkatam mutu sekolah yang di bina.

2.     Aplikasi model-model pembinaan  yang digunakan para pengawas sekolah dalam upaya meningkatkan kemampuan profesionalisme guru-guru memerlukan pengawas sekolah yang kreatif dan inovatif.

3.    Di samping diperlukan pengawas sekolah yang mampu menyusun tahapan-tahapan program pembinaan sekolah binaan termasuk didalamnya guru-guru , juga diperlukan pengawas sekolah yang mampu mengimplementasikan model-model Pembinaan guru yang inovatif yang diblendet dengan pendekatan dan strategi tertentu serta menggunkan media blog sebagai kelas maya untuk diskusi informal dalam memecahkan masalah guru di sekolahnya masing-masing, serta diperlukan pengawas sekolah yang betul-betul menguasai teknik yang dimaksud.

 

C.   Saran

Berdasarkan temuan yang sudah disimpulkan sebelumnya dan dalam rangka mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam OJL pengingkatan mutu sekolah binaan ini , yang pada dasarnya bermuara pada upaya peningkatan prestasi belajar siswa, dapat dikemukakan saran seperti berikut.

1.    Bagi lembaga pendidikan yang mengemban misi untuk mendidik calon-calon guru bidang studi Sejarah, hendaknya secara terus-menerus memperkenalkan dan melatih mereka untuk menggunakan model-model penelitian yang dapat mengupayakan peningkatan kualitas guru-guru juga bermanfaat untuk kenaikan pangkat guru-guru..

2.    Dalam mengembangkan model-model yang dapat membantu meningkatkan kemampuan guru-guru, seorang pengawas sekolah hendaknya tidak terlalu kaku untuk mengikuti pola yang digunakan orang lain.

3.    Bagi pengawas yang berminat untuk memverifikasi hasil pembinaan guru  ini, hendaknya berupaya mencoba mengkomparatifkan dan mengkolaboratifkan Pembinaan Kerja Praktek Terbimbing (BIJAK TEBING)”yang diblendet dengan penedekatan ATM  berbasis IHT serta menggunkan media blog https://suaidinmath.wordpress.com sebagai kelas maya untuk diskusi informal dalam memecahkan masalah guru dalam melaksanakan PTK di sekolahnya masing-masing

4.    Kegiatan akan di lajutkan dan di tingkatkan untuk semua jenjang berkolaborasi dengan pengawas binaan lainnya.

5.    Hasil hasil kegiatan pembinaan dapat dimanfaatkan oleh pengawas sebagai Karya tulis Ilmiah ( KTI ) berbasis Penelitian Tindakan Pengawas .Sehingga Proses Pembinaan On The Job Learning dapat di pandang sebagai Penelitian tindakan Kepengawasan dengan menempatkan Pembinaan dalam Bentuk Loka Karya 3 hari sebagai jenis tindakan kepengawasan.

6.    Diharapkan agar pemerintah dalam hal ini P2TK Dikmen  dan LPMP NTB menindaklanjuti dengan pemberian Block grant kepada masing masing pengawas binaan dalam menindaklanjuti Program Pembinaan peningkatan mutu di Sekolah.sekolah binaan

7.    .Sebagai salah seorang pengawas wilayah timur peserta Bimtek Kemetrian Pendidikan Nasional memalui P2TK Dikmen, saya merasa amat bersukur atas komitmen pemerintah dalam hal Kemetrian Pendidikan Nasional memalui P23K Dikmen   dalam memperbaiki mutu pengawas sekolah khususnya di wilayah timur. Atas nama pribadi dan dan atau mungkin juga atas nama rekan rekan pengawas sekolah lainya di wilayah timur dan dan bahkan di seluruh Indonesia    pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan apreasi yang setinggi tinginya atas segala upaya yang telah dan akan dilakukan pemerintah terkait dengan uapaya membangun citra dan nasib pengawas sekolah sebagai sebuah profesi yang bermartabat sebagaimana yang dirapkan. Akhirnya semoga Laporan ini dapat bermanfaat adanya.Amiiin

 

 

 

 

 


LAMPIRAN- LAMPIRAN:

1.    Foto-Foto Kegiatan OJL di sekolah binaan kaabupaten Dompu NTB

2.    Biodata 

3.    Jadwal Kegiatan On the Job Learning

4.    Rencana Kepengawasan Akademik/Action Plan.

5.    Instrumen-instrumen  yang digunakan .

6.    Produk Proposal PTK dan Laporan PTK yang disusun oleh guru yang dibimbing (dalam bentuk File )

7.    Surat Keterangan Pelaksanaan Kegitan On The Job Learning dariKepala Sekolah Binaan.

8.    Surat Tugas dari Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

5 thoughts on “PELAKSANAAN KEGIATAN ON THE JOB LEARNING SEBAGAI IMPLEMENTASI TINDAK PENINGKATAN MUTU PENGAWASAN PADA WILAYAH SMA/SMK BINAAN DI KABUPATEN DOMPU MELALUI TEKNIK “BIJAK TEBING” BERBASIS IHT DAN MEDIA BLOG SEBAGAI KELAS MAYA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MELAKSANAKAN PTK

  1. Asswrbb, Bang sy pengawas SMA di Makassar sy memerlukan contoh PAK dari guru ke pengawas yg akan ke IVb, jika ada tolong diemailkan melalui email ini, trimaksih Bang bantuannya, salam dari Makassar

    Suka

    Posted by heri waluyo | 24 November 2013, 12:46 pm
  2. ass pak,sy pengawas SD dari Palembang ,pangkat sdh IVb dan saya ingin menyusun PTS sehubungan dengan implementasi kurikulum 2013,kalau bisa tolong beri beberapa altenatif permasalahan yg terjadi di tempat bapak sehub dengan pengimplementasian kurikulum dimaksud,sebagai bahan perbandingan untuk tulisan saya.sebelumnya tks.

    Suka

    Posted by nurmaherawati512 | 27 November 2013, 3:12 pm
    • penerapan Kurikulum 2013 akan membawa beberapa perubahan dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Salah satunya adalah penerapan metode tematik-integratif untuk kelas satu sampai tiga SD, yaitu integrasi beberapa mata pelajaran dengan penekanan pada tema tertentu. Nantinya, materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial akan diintegrasikan dengan mata pelajaran lainnya. “Misalnya ketika kita berbicara tentang ‘diriku,’ di situ ada muatan matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan seterusnya,” Dengan metode tematik-integratif, mata pelajaran yang tadinya berjumlah sepuluh akan diringkas menjadi enam saja mencakup Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni dan Budaya, Olahraga dan Pendidikan Kesehatan.

      Suka

      Posted by Suaidin Dompu | 28 November 2013, 10:05 am
  3. ,Ass trims atas jawabannya pak,bagamana dg penilaian hasil belajar siswa hingga ke pengisian rapor pd kur 2013 ini.beri contoh ya pak kalau bs pengolahan nilai dijenjang SD.tks

    Suka

    Posted by nurmaherawati512 | 28 November 2013, 11:09 pm

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

November 2013
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Statistik Blog

  • 1,760,511 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Ribuan Muslim Semarakkan Morowali Mengaji 6 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MOROWALI—Ribuan jamaah umat Islam larut melantunkan ayat-ayat suci Alquran dalam Morowali Nusantara Mengaji.  Acara yang dimotori dan digagas oleh Bupati Morowali, Anwar Hafiz dalam rangka HUT Kabupaten ke-17 ini...
    Nasih Nasrullah
  • Ini Alasan Mantan Ketua DPR Akom Ingin 'Melawan' Putusan MKD 6 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua DPR Ade Komarudin, akan melakukan langkah-langkah terhadap keputusan MKD, yang pada Rabu (30/12) memberhentikannya sebagai ketua DPR. Pria yang akrab disapa Akom itu mengaku...
    Nur Aini

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: