//
you're reading...
Dunia Pendidikan

TANTANGAN AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH

;

TANTANGAN AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH1

 

Oleh:Ir. Hendarman,M.Sc.Ph.D2

 

 

 

Pendahuluan

 

Menurut  PeraturanPemerintah  RepubliIndonesiaNomor  19Tahu2005tentang StandarNasional Pendidikan,akreditasimerupakankegiatanpenilaiankelayakan programdan/atausatuan pendidikanberdasarkankriteria yangtelahditetapkan (Kementerian PendidikanNasional,2005).Sedangkan PeraturanMenteri Pendidikan dan KebudayaanRepublikIndonesia Nomor59Tahun2012 tentangBadanAkreditasi Nasional yaitupadaPasal 1butir7menyatakanbahwaAkreditasi sekolah/madrasah adalahsuatukegiatanpenilaiankelayakanprogramdansatuanpendidikandasar dan menengah berdasarkankriteria yangtelahditetapkanuntukmemberikan penjaminan mutu pendidikansekolah/madrasah”(KementerianPendidikandanKebudayaan, 2012). Akreditasi sekolah/madrasahbertujuanuntuk😦1)memberikaninformasi tentang kelayakasekolah/madrasahatauprogramyangdilaksanakanberdasarkanStandar Nasional Pendidikan;(2)memberikan pengakuan peringkatkelayakan;dan(3) memberikanrekomendasitentangpenjaminanmutu pendidikankepadaprogram dan/atausatuanpendidikanyangdiakreditasi danpihakterkait(BadanAkreditasi Nasional Sekolah/Madrasah,2010).

 

Kewenangan untuk melakukan akreditasiterhadapsekolah/madrasah diberikan kepada BadanAkreditasiNasionalSekolah/Madrasah(BANS/M).Merujuk pada Permendikbud Nomor  5Tahun  2012  tentang  Badan  Akreditasi  Nasional  dalam  Pasal  butir  2 dikatakanbahwaBANS/Madalahbadanevaluasimandiri yangmenetapkankelayakan program dan/atau satuanpendidikan jenjangpendidikan dasar dan menengah jalur formal denganmengacupadaStandarNasional Pendidikan”(KementerianPendidikan danKebudayaan, 2012). UntukmembantuBANS/M dalam melaksanakankewenangan akreditasitersebutmakadibentukBadanAkreditasi Provinsisekolah/Madrasahyang selanjutnya  disebut  BAPS/M  sebagai  badan  evaluasi  mandiri  di  provinsi  (Pasal  1

PermendikbudNomor59 Tahun2012).

 

Pentingnyaakreditasidilakukan dalamrangkapeningkatankualitas madrasahsudah disadariolehberbagaipemangkukepentingan(stakeholders).Sebagaimanadikatakan olehKepalaBidangMadrasahdanPendidikanAgama Islam,KantorWilayahKemenag Provinsi  Jawa  Barat  pada  saat  menyerahkan  sertifikat  akreditasi  madrasah  bagi

 

1MakalahdisampaikanpadaToTAsesorSMA/MAdanSMKyangdiselenggarakanoleh BadanAkreditasiNasionalSekolah/Madrasah

(BAN-S/M)diHarris HotelandConventionCenter,FestivalCitylink,Bandung,29September2013

 

2IrHendarman,M.Sc,Ph.DadalahSekretarisBadanPenelitiandanPengembangan,KementerianPendidikandan Kebudayaan sekaligusPenelitiMadyaIV-c bidangKebijakanPendidikan;email: hendarmananwar@gmail.com


MadrasahAliyah(MA)diBogoryaitubahwaAkreditasi sekolahmenjadihalpenting karenadengantingginyanilaiakreditasisekolahmakatingkat kepercayaanmasyarakat terhadapsekolahuntukmemasukananaknya ke sekolahyangbersangkutansemakin tinggi”.Ditambahkannyalebihlanjutbahwa“Akreditasi itupenilaiankualitasjadi akreditasi janganmengadangada harus sesuai yangada di lapangan.3

 

Dalamimplementasinya,khususnya dalamkonteks madrasah,masih banyak sekolah/madrasahyangbelumdiakreditasi.Misalnya, dari 258madrasahdi Kota Tasikmalaya, baru40persenyangterakreditasi dandikatakanberkualitas,sedangkan sebanyak60persenmasihbelumterakreditasi.PadahalKantorKementerianAgama Kota Tasikmalaya telahmengeluarkankebijakan pengakreditasianpeningkatankualitas agarsetaradengansekolahumum.Yangpentinguntukdicermati yaituadanya pernyataandaripemangkukepentingandi kotaTasikmalayayaitubahwaagarsetiap madrasahtidaktergesagesainginterakteridasi sebelum semua delapankomponen persyaratan  akreditasterpenuhi,  yaitu  standar  isi,  proses  kelulusan,  pendidik  dan tenaga kependidikan,pengelola,saranprasarana,pembiayaaan dan penilaian pendidikan.     Dengan  kata  lain,  sekolah  jangan  dulu  memaksakan  mengusulkan akreditasi  sebelum  delapan  komponen  tersebut  dipenuhi.  Sebelumnya  diberitakan Radar(17/9)KementerianAgama (Kemenag)mencatat12.625 unitmadrasah belum terakreditasi.Umumnyakarenatidakmemenuhidelapanstandarpelayananminimal

(SPM)pendidikan4.

 

Dalampelaksanaanakreditasi,BadanAkreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah(BAPS/M) melakukanperekrutanasesor.Tanggungjawabasesor yaitu:(a) melaksanakan tugas secarasungguhsungguh denganberpedomankepadanormanormapelaksanaan visitasi,sehinggahasil akreditasi yangdiberikankepadasekolah/madrasahbenarbenar mencerminkan tingkat kelayakan sekolah/madrasah yangsesungguhnya;dan (b) menjagakerahasiaanhasil visitasi danmelaporkannyasecaraobjektifkepaaBAPS/M (Badan AkreditasiNasional Sekolah/Madrasah,2010).

 

 

Di   mas mendatang tantanga yang   dihadapi   akreditas sekolah/madrasah diperkirakanakanmeliputi hal-hal sebagai berikut:

1.  Sejauhmanahasil akreditasi difahami dan dimanfaatkanoleh pemangkukepentingan

terkaitbaik di tingkatPusatmaupun ditingkatkabupaten/kota;

2.  Sejauhmanaasesoryangmenjadipenentudalamprosespenetapanakreditasidan pemeringkatannya  dapat  menjalankan  tanggung  jawabnya  secara  kredibel  dan

akuntabel.

 

 

 

3Sumber: http://www.jabarpost.com/fullpost/pendidikan/1357783435/akreditasisekolahmenjadihalpenting.html

 

4Sumber: http://www.jpnn.com/read/2013/09/18/191550/60-PersenMadrasahBelumTerakreditasi


3.  SejauhmanakoordinasiantaraBANS/MdanBAPS/Mdalamkontekspendataan yangakuratdan andal.

 

 

 

Metode

 

Tulisanini merupakansuatukajian dengantujuanuntukmenjawabketiga isuterkait tantanganyangdihadapidalamkonteksakreditasisekolah/madrasah,sebagaimana telahdiuraikanpadabagiansebelumnya.Datayangdigunakanadalahgabungan data primer dansekunderyangberasal antaralain dariBadanAkreditasiNasional Sekolah/Madrasah,PusatData Statistik Pendidikan(PDSP)Kemdikbud,daninformasi yangdidapat dariberbagaimediaserta dokumenresmiyangdikeluarkanPemerintah dalam bentukperaturanperundangundanganseperti UndangUndang,Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri Pendidikan danKebudayaan.

 

Datadianalisismenggunakanmeta-analysis denganfokuspada3(tiga)aspek:(1) Pelaksanaandan pemanfaatanakreditasi,(2)kompetensi,kredibilitas dan rasioasesor, dan(3)koordinasi antara BANS/MdanBAPS/M.

 

 

 

HasildanPembahasan

 

Pelaksanaan danPemanfaatanAkreditasi

 

Mekanismeakreditasimadrasah/sekolahdiaturdalamBabXIIIPeraturanPemerintah

Nomor19Tahun2005tentangSistemPendidikanNasionalpasal86(PPNo19Tahun

2005).   Ayat(1)menyebutkanbahwa“Pemerintahmelakukanakreditasipadasetiap jenjangdansatuanpendidikanuntukmenentukankelayakanprogramdan/atausatuan

pendidikan;(2)Kewenanganakreditasisebagaimanadimaksudpadaayat(1)dapat

puladilakukanolehlembagamandiri yangdiberikewenanganolehPemerintahuntuk melakukanakreditasi;dan(3)Akreditasisebagaimanadimaksudpada ayat(1)danayat

(2)sebagaibentukakuntabilitaspublikdilakukansecaraobyektif,adil,transparan,dan

komprehensif  dengan  menggunakan  instrumen  dan  kriteria  yang  mengacu  kepada

StándarNasional Pendidikan.

 

Yang  menjadisu  penting  adalah  sejauhmana  hasiakreditasdimanfaatkan  oleh berbagai pemangkukepentingandi daerahdalamrangka peningkatanmutupendidikan sebagai dampakakhir dari proses akreditasi.Dalambuku“PokokPokokKebijakan dan Pedoman  AkreditasiSekolah/Madrasah”(Badan  AkreditasiSekolah/Madrasah,  2010) dijelaskan pemanfaatan bagi berbagai pemangkukepentingan.Bagi kepala sekolah/madrasah,hasil akreditasi diharapkan dapatdimanfaatkansebagai bahan informasi untukpemetaanindicatorkelayakansekolah/madrasah,kinerja warga sekolah/madrasah,   termasuk   kinerj kepal sekolah/madrasa selam periode


kepemimpinannya.Di sampingitu,hasil akreditasi jugadiperlukankepala sekolah/madrasahsebagai bahanmasukanuntukpenyusunan programsertaanggaran pendapatan danbelanja sekolah/madrasah.

 

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

 

No

 

Propinsi

SEKOLAH/MADRASAH

SD/MI

A

B

C

TT

1

Aceh

199

1.601

1.367

93

2

SumateraUtara

586

4.804

2.862

165

3

SumateraBarat

336

2.095

1.187

153

4

Riau

484

1.664

1.414

218

5

KepulauanRiau

95

429

303

101

6

Jambi

68

725

924

356

7

SumateraSelatan

194

1.898

2.048

66

8

BangkaBelitung

88

761

303

29

9

Lampung

115

2.220

1.916

147

10

Bengkulu

66

450

584

150

11

DKIJakarta

1.880

1.753

82

12

12

JawaBarat

3.954

15.809

1.371

13

13

Banten

930

2.350

807

19

14

JawaTengah

4.889

15.314

1.325

23

15

D.I.Yogyakarta

983

1.498

95

1

16

JawaTimur

5.312

15.140

2.876

102

17

KalimantanBarat

108

974

1.712

1.250

18

KalimantanTengah

91

670

1.177

412

19

KalimantanSelatan

267

1.723

1.111

176

20

KalimantanTimur

328

820

637

160

21

SulawesiUtara

242

863

288

19

22

Gorontalo

103

338

242

36

23

SulawesiTengah

60

892

1.010

341

24

SulawesiSelatan

488

3.487

1.581

194

25

SulawesiTenggara

100

809

1.120

406

26

SulawesiBarat

23

475

557

124

27

Maluku

44

529

982

488

28

MalukuUtara

56

365

472

241

29

Bali

774

1.680

117

4

30

NusaTenggaraBarat

167

1.895

1.348

185

31

NusaTenggaraTimur

102

1.499

2.430

740

32

Papua

82

401

811

173

33

PapuaBarat

14

128

104

18

Jumlah

23.228

86.059

35.163

6.615

 

 

No

 

Propinsi

SEKOLAH/MADRASAH

SD/MI

A

B

C

TT

1

Aceh

199

1.601

1.367

93

2

SumateraUtara

586

4.804

2.862

165

3

SumateraBarat

336

2.095

1.187

153

4

Riau

484

1.664

1.414

218

5

KepulauanRiau

95

429

303

101

6

Jambi

68

725

924

356

7

SumateraSelatan

194

1.898

2.048

66

8

BangkaBelitung

88

761

303

29

9

Lampung

115

2.220

1.916

147

10

Bengkulu

66

450

584

150

11

DKIJakarta

1.880

1.753

82

12

12

JawaBarat

3.954

15.809

1.371

13

13

Banten

930

2.350

807

19

14

JawaTengah

4.889

15.314

1.325

23

15

D.I.Yogyakarta

983

1.498

95

1

16

JawaTimur

5.312

15.140

2.876

102

17

KalimantanBarat

108

974

1.712

1.250

18

KalimantanTengah

91

670

1.177

412

19

KalimantanSelatan

267

1.723

1.111

176

20

KalimantanTimur

328

820

637

160

21

SulawesiUtara

242

863

288

19

22

Gorontalo

103

338

242

36

23

SulawesiTengah

60

892

1.010

341

24

SulawesiSelatan

488

3.487

1.581

194

25

SulawesiTenggara

100

809

1.120

406

26

SulawesiBarat

23

475

557

124

27

Maluku

44

529

982

488

28

MalukuUtara

56

365

472

241

29

Bali

774

1.680

117

4

30

NusaTenggaraBarat

167

1.895

1.348

185

31

NusaTenggaraTimur

102

1.499

2.430

740

32

Papua

82

401

811

173

33

PapuaBarat

14

128

104

18

Jumlah

23.228

86.059

35.163

6.615

 

Sumber:BadanAkreditasiNasionalS/M.(2013)5

 

 

5BadanAkreditasiNasionalBANS/M.(2013).DataHasilAkreditasi2007-2012(tidakdipublikasikan).


Bagi pemerintahdaerah,hasil akreditasidapatdigunakansebagai acuandalam memetakanmutu dankelayakansekolah/madrasah guna mempermudahusahausaha pembinaandanpemberdayaansertasumber informasiyangdapatdigunakan sebagai dasar dalammenentukankebijakan pembangunan pendidikan di setiapdaerah.

 

 

Data pada Tabel1diatasmenunjukkanstatusperingkatakreditasipada satuan pendidikanSekolahDasar(SD/MI)yangterdapatdi 33 provinsi.Dari Tabel 1 tersebutdi atas,jumlahsatuanpendidikanyangmemilikiperingkatakreditasiAbarumencapai

13.67%yaitu23.228satuanpendidikanyangberakreditasiAdaritotal169.897SD/MI

yangadaberdasarkandatadariMinistryof EducationandCulture(2012).Tabel1 tersebutjugamenunjukkan bahwasatuan pendidikanyangberakreditasiCrelatifcukup

besar   yait 35.163   satua pendidika ata 20.70%,   sedangkann   yang   tidak

terakreditasi (TT)masih6.615 SD/MIyaitusekitar3.90%.

 

Terdapatpalingtidak2(dua)pertanyaan pentingdalamkaitandengan data pada Tabel

1tersebut.Pertama,apakahBANS/MmaupunBAPS/M(BadanAkreditasiProvinsi

Sekolah/Madrasah) di masingmasingprovinsi sudahmenginformasikandata tersebut kepadapemerintadaerah  masingmasing  daapakah  BANS/M  maupun  BAPS/M sudahmempunyai analisis mendalamterhadapmaknadari akreditasi yangdiperoleh padasatuanpendidikantersebutdikaitkandengandelapanstandarnasional pendidikan (SNP)mengingat bahwa instrumenyangdigunakanmerujukkepada 8 SNPtersebut. Menginformasikan  hasil  akreditastersebut  diatur  dalam  peraturan  perundang– undanganyaitupadaPasal11ayat(1),ayat(2)danayat(3)PermendikbudNomor59

Tahun2012tentangBadanAkreditasiNasional,yaitusebagaiberikut😦1)BANS/M

melaporkankegiatanakreditasisekolah/madrasahkepadaMenteri dengantembusan kepad Menteri   Agama (2 Lapora kegiata akreditas sekolah/madrasah

sebagaimanadimaksuddalamayat(1),dengantembusankepadaGubernurdanKantor

Wilayah KementerianAgama;dan(3)BAPS/Mmelaporkanhasil akreditasi sekolah/madrasahdiwilayahnyakepadaBANS/M,Gubernur,Bupati/Walikota,Kantor

WilayahKementerianAgama,danKantorKementerianAgama Kabupaten/Kota.

 

Terkaitdenganpertanyaanyangpertamatersebutadalah(1)apakahhasil akreditasi sudah dirinci secara operasional dan dalamlaporanhasilakreditasi sudah dideskripsikan analisisintervensi yangdapatdilakukanolehsuatusatuanpendidikanyangmemiliki akreditasi tertentuagar dapatnaikke peringkatakreditasi yanglebih baik;dan(2) apakah  asesor  yang  ada  sekarang  sudah  memiliki  kemampuan  untuk  melakukan analisis seperti itu.

 

Kedua,yaitusejauhmanapemerintahdaerahsudahmenggunakaninformasiperingkat akreditasi yangadaseperti ditunjukkan dalamTabel 1 di atas untukmerencanakan kegiatankegiatanyangterkaitpeningkatan mutuyangselanjutnyadituangkan dalam bentukrencana anggaran belanja danpendapatan daerah(APBD).Apabilapemerintah daerahmemangsudahmelakukanhaldimaksud,apakahBANS/MmaupunBAPS/M


memilikiinformasi mengenai programmaupunkegiatanyangdilakukanpemerintah daerah  terhadap  akreditasi  sekolah/madrasah.  Hal  ini  terkait  dengan  Pasal  19

PermendikbudNomor59Tahun2012tentangBANyangmenyatakanKementerian

PendidikandanKebudayaan,Kementerian  Agama,PemerintahProvinsi,Pemerintah

Kabupaten/Kota, dan penyelenggara programdansatuan pendidikanmelakukan pembinaankepadaprogramdansatuanpendidikanberdasarkanhasilakreditasisesuai

dengankewenangannya.

 

 

 

Kompetensi,Kredibilitas danRasioAsesor

 

Tanggungjawab danperekrutanasesortelahdiaturolehBANSMsebagaimanatertulis dalam publikasi BadanAkreditasi Nasional Sekolah/Madrasah(BANSM)(2010)dengan judul“PokokPokokKebijakandanPedomanAkreditasi Sekolah/Madrasah.Tanggung jawabasesoryaitu:(a)melaksanakantugas secara sungguhsungguh dengan berpedomankepadanormanormapelaksanaanvisitasi,sehinggahasilakreditasi yang diberikankepada sekolah/madrasah benar-benarmencerminkantingkatkelayakan sekolah/madrasahyangsesungguhnya;dan (b)menjagakerahasiaanhasilvisitasi dan melaporkannyasecara objektifkepaa BAPS/M.

 

Adapunasesordirekrutdariberbagai unsurtermasukdosen/guru,widyaiswara, pengawassekolah/madrasah,organisasiprofesiyangbergerakdibidangpendidikan; danunsurmasyarakatpendidikanyangmemiliki wawasan,pengalamansertakomitmen untukmeningkatkanmutu pendidikan.Sedangkansyaratuntukmenjadiasesoradalah: (1)memiliki pengetahuantentangsekolah/madrasah;(2)memiliki etikamoral dengan menjunjungtinggikejujuran; dan(3)memilikikemampuan,kompetensidanintegritas diri sertakomitmenuntukmelaksanakantugas;(4) berpengalamanminimallima tahun dalam  pelaksanaan  dan/atau  pengelolaan  pendidikan  dengan  reputasbaik;  (5) kualifikasi pendidikansekurangkurangnyaadalah sarjana(S1)atauyangsederajat;(6) berusiamaksimal 65 tahun;(7)berbadansehat;(8) tidaksedangmenduduki jabatan struktural di lingkunganDisdikdanKanwil Depag;(9)tidaksedangmenjadianggota BAP-S/M;dan(10)telahmengikuti pelatihanasesordanmemperolehsertifikatyang dikeluarkanolehBANS/MatauBAPS/M.

 

Untukdapatdianggaplayaksebagaiasesormakasetiapcalonasesoryangterpilih harusmengikuti danluluspelatihanasesoryangdilaksanakanolehBAPS/Matasdasar pedomanpelatihanyang ditentukanolehBANS/M.isi pelatihantidakhanyadifokuskan pada instrumenakreditasi saja, tetapi juga mencakupfilosofi, tujuan,manfaat,dan keseluruhanproses akreditasi (BadanAkreditasi Nasional Sekolah/Madrasah,2010). Dengan demikian,setiapasesordipersyaratkanuntukmemahami keseluruhanaspek akreditasi yangsekaligusdapatdimaknai bahwamerekaharus memiliki kemampuan untuk  menafsirkasetiap  nilaiyang  diperoleh  oleh  setiasatuapendidikan  yang


diakreditasisehinggadapatmemberikanrekomendasitindaklanjutsepertiapayang dapatdilakukansatuan pendidikanyangbersangkutan.

 

Tabel2berikutmenunjukkanjumlahasesoryangterdapatdimasingmasingprovinsi berdasarkan data dari BANS/Mper28 Oktober2012 dan per15 September2013.

 

Tabel 2:

Jumlah Asesor per 28Oktober 2012dan 15September 2013

 

No

Provinsi

Per28 /10/2012

Per15/09/2013

1

DKIJakarta

347

347

2

Jawa Barat

4027

2,151

3

JawaTengah

2092

2,092

4

D.I.Yogyakarta

269

269

5

JawaTimur

1406

2,694

6

Aceh

591

593

7

SumateraUtara

110

503

8

SumateraBarat

320

320

9

Riau

155

368

10

Jambi

374

311

11

SumateraSelatan

133

339

12

Lampung

162

501

13

KalimantanBarat

461

414

14

KalimantanTengah

67

219

15

Kalimantan Selatan

33

255

16

KalimantanTimur

494

392

17

SulawesiUtara

28

383

18

SulawesiTengah

51

360

19

SulawesiSelatan

400

326

20

SulawesiTenggara

147

245

21

SulawesiBarat

96

96

22

Maluku

186

186

23

Bali

63

112

24

Nusa TenggaraBarat

115

451

25

Nusa TenggaraTimur

334

111

26

Papua

164

164

27

Bengkulu

64

64

28

MalukuUtara

77

98

29

Banten

367

139

30

Bangka Belitung

71

47

31

Gorontalo

56

178

32

KepulauanRiau

92

139

33

Papua Barat

124

124

Jumlah

13,476

14,991

Sumber:dirangkum daridata yangada pada BANS/Mpada 2012 dan2013


DatapadaTabel2diatastersebutyangdirangkumdariBANS/Mpada tahun2012dan tahun2013 menunjukkanada ketidakajegan(konsistensi)data dalamhal ini belum memiliki tingkatakurasi yangmemadai.Datapada Tabel 3 berikutmenunjukkanjumlah satuanpendidikanyangadaberdasarkandatadari MinistryofEducationandCulture (2012).

 

Tabel 3:Jumlah Sekolah/Madrasah

 

No

Provinsi

StatusSekolah

 

Total

 

 

Negeri

Swasta

 

 

KementerianPendidikandanKebudayaan

165.037

110.208

275.245

1

TamanKanak-Kanak(TK)

2.083

68.834

70.917

2

SekolahLuarBiasa(SLB)

496

1.428

1.924

3

SekolahDasar

133.597

13.229

146.826

4

SekolahMenengahPertama

20.594

13.074

33.668

5

SekolahMenengahAtas

5.570

6.084

11.654

6

SekolahMenengahKejuruan

2.697

7.559

10.256

 

 

 

 

 

 

KementerianAgama

3.881

66.533

70.414

7

BustanulAthfal(BA)/RaudatulAthfal(RA)

0

25.435

25.435

8

MadrasahIbtidaiyah (MI)

1.686

21.385

23.071

9

MadrasahTsanawiyah(MTs)

1.437

13.807

15.244

10

MadrasahAliyah(MA)

758

5.906

6.664

Jumlah

168.918

176.741

345.659

 

Sumber: MinistryofEducationand Culture(2012).Indonesia: EducationalStatistics inBrief2011/2012

 

Denganmemperhatikandatajumlahsatuanpendidikandandataasesormakarasio rasio terhadapsatuan pendidikansecara rerata adalah1:26 (menggunakan data 2012) dan1:23 (menggunakan data2013).Pertanyaanyangmuncul adalahapakahdengan rasio tersebutmakakegiatanakreditasi dapatdikatakansudahlayakapalagidengan mempertimbangkansebaranlokasi keberadaandari asesor tersebutyangkemungkinan tidak dalamjangkauan(aksesibilitas)dari satuansatuan pendidikanyangada.

 

Di sampingitu,yangperlu dipertanyakanlebihlanjutadalahapakahasesoryangsudah tercatatersebut  memilikipengalamaatau  ditugasimenjalankaakreditasisecara proporsional danmeratadalamarti apakahdapatdijaminbahwafrekuensi (kekerapan) dari penugasanasesordi masingmasingprovinsi berimbangantara1asesordengan asesorlainnya,ataukahterdapatpembebananyangbesaruntuk asesortertentukarena diberi penugasanterus menerus olehBAPS/Myang ada didaerahnya.

 

Hal lainyangmenjadi tantangankedepanadalahapakahtelahterdapatkodeetikyang jelasbagi paraasesordi dalammenjalankantugasnya, dansejauhmanakodeetik tersebutdijunjungoleh para asesor dalammenjalankantugasnya, serta sejauhmana BAP-S/Mmemilikiinstrumenuntukmengontrol sikapdariparaasesorpadasaat melaksanakantugasnya.Berbagai pengamatankritisdanlaporanyangdisampaikan secara   informa menunjukka bahwa   terdapa asesor   yang   menyalahgunakan


kewenangannya  padsaat  melaksanakan  tugasnya  yaitu  bertentangan  dengan tanggung  jawab  mereka  yaitu:  (amelaksanakan  tugas  secarsungguhsungguh dengan  berpedoman  kepada  normanormpelaksanaan  visitasi,  sehingga  hasil akreditasi yangdiberikankepadasekolah/madrasahbenarbenarmencerminkantingkat kelayakansekolah/madrasahyangsesungguhnya;dan(b)menjaga kerahasiaanhasil visitasi danmelaporkannyasecara objektifkepaa BAP-S/M.

 

Dalamkaitanhalhal tersebutdi atasmakayangmenjadi kritisuntukdilakukanpada masamendatangadalahmekanismeevaluasikinerja dari asesordanjugaBAPS/Mdi masingmasing  provinsi.Halinisejaladengan  ketentuandengan  yangdigariskan dalamPeraturanMenteriPendidikandanKebudayaanRepublikIndonesiaNomor59

Tahun2013 tentangBadanAkreditasiNasional.Pada Pasal9 ayat(4)dituliskan bahwa “BalitbangmengkoordinasikanevaluasikinerjaBANS/MdananggotaBANS/Msecara periodik”. Denganmenggunakanklausuldimaksudmakaperludilakukansuatu mekanismeyangsistematis dansistemikterhadapkinerja BAP-S/Mdanasesoryang mungkin dapatdilakukanolehBANS/Matau provinsi masingmasing.

 

 

 

KoordinasiantaraBAN-S/MdanBAP-S/M

 

Hubungan  antaraBANS/Mdan  BAPS/MdiatursecarjelasdalamPeraturan  Menteri Pendidikan danKebudayaanNomor59Tahun2012tentangBadanAkreditasiNasional. Pengaturantersebut dinyatakanpada Pasal10ayat (1)danayat (6).Ayat (1)menyatakan bahwaDalam pelaksanaanakreditasi,BANS/M dibantuolehBAPS/M”sedangkanayat(6) menyatakanbahwaDalam melaksanakanpembantuansebagaimanadimaksudpadaayat (1),BAPS/MberpedomanpadapetunjukpelaksanaanyangdisusunolehBANS/M.Ayat (2)pasaldimaksudmenjelaskankriteriaanggotaBAPS/Myaituterdiriatasahliahlidi bidangevaluasi pendidikan,kurikulum,manajemenpendidikan,atauahlipendidikan lainnya danunsurmasyarakat pendidikan,yangmemilikiwawasan, pengalaman,dankomitmen untukpeningkatanmutu pendidikan.proses pemilihandanpenetapanBAPS/Mmerupakan kewenanganGubernursebagaimanadiatur dalamayat(4)yaituPemilihankeanggotaan BAP-S/M dilakukanmelaluiseleksiolehsuatutim yangditetapkanolehGubernurdanayat (5)yaitu“KeanggotaanBAPS/M ditetapkan olehGubernur.

 

DidasarkanrangkumandatayangdiperolehpadaBANS/Mmakacenderungsangat sulituntukmendapatkandataakuratmisalnyastatusatau peringkatakreditasi satuan pendidikanyangberadadi masingmasingprovinsi karenaterdapatperbedaanantara data yangada pada BANS/Mdi tingkatpusatdanBAPS/Mdi tingkatprovinsi. Hal yang samajugaditemukanuntukdata terkinidariasesordimasingmasingprovinsi.Dengan demikian,isuakuntabilitas juga belummemenuhi seperti yangdiharapkan.

 

 

Adanya sistem pendataanyangkurangakurat,validdanhandal (reliable)ini seyogianya perlumenjadisuatuperhatiankhususpadamasamendatangkarenadatamenjadi acuandalamsetiapprosespembahasankhususnyadalampengajuananggaranuntuk


memastika berapa   sebenarnya   alokas anggara yang   diperluka bai yang dialokasikanmelalui APBN (Anggaran PendapatdanBelanjaNasional)maupunmelalui APBD(AnggaranPendapatandanBelanja Daerah). Salahsatuyangmungkindapat dipertimbangkanadalah bahwa pendataanharus dilakuka secara sentralistikyaitu dikelolalangsungolehBANS/Mdi tingkatpusatdenganbeberapakondisi yang dipersyaratkanyaitu bahwaBANS/Mharus menyiapkanmekanismedan proses pelatihanyangsesuai bagi BAPS/Msehinggaproses transfer datadapatdilakukan secara online pada waktuyangnyata (realtime).

 

 

 

Kesimpulan

 

Beberapakesimpulandari hasil kajianterhadapsituasidankondisi yangadadalam mekanismeakreditasi sekolah/madrasahyangsekaligusmenjadi tantanganyangharus segera ditindaklanjuti di masa mendatangadalahsebagai berikut:

 

1.  Hasilakreditasicenderung  masibelum  dimanfaatkan  oleberbagaipemangku kepentingan terkaitbaikkhususnya ditingkatkabupaten/kotayangkemungkinan disebabka  bahwa  hasidan  laporan  akreditasbelum  dirincsampaaspek operasional yaituantaralain berupa analisissecarasistematis terhadaprekomendasi dari setiapkomponenyangdianalisissesuaiinstrumenyangdigunakan,sertabelum adanyarekomendasi yangjelas tentangtindaklanjutyangseyogianyadapat dilakukanolehpemangkukepentingandi tingkatsatuanpendidikanagar dapat membenahi dimasamendatanguntuk meningkatkanstatusatauperingkat akreditasinya;

 

2.Masih belumada suatumekanisme yangdapatmemberikan gambaranfaktual terhadapkinerja dariasesoryangada,termasuksejauhmanamerekasudah menjalankantanggungjawabnyasecarakredibel danakuntabel,sejauhmanasudah terdapatbebankerja yangmemadai antarasesordi masingmasingprovinsi,serta sejauhmanapara asesormemiliki kodeetikyangdapatmenjawabkeraguan masyaraka terhadapa transparansi   da akuntabilita aseso pad saat melaksanakantugasnya;dan

 

3KoordinasiantaraBANS/MdanBAP-S/Mmasihperluditingkatkankemasadepan mengingat  masih  ditemukannya  data  yang  belum  sinkron  khususnya  terkait peringkat  akreditasdan  asesor  pada  keduinstitusdimaksud  karena  masing– masingmempunyai mekanismependataanyangkurangsalingmendukung. Pembenahankoordinasi dimaksuddimaksudkanuntuk mewujudkanprinsipprinsip akreditasi yangobjektif,komprehensif,adil, transparan,akuntabel dan professional.


DaftarAcuan

 

BadanAkreditasi NasionalSekolah/Madrasah. (2010).PokokPokokKebijakandanPedoman AkreditasiSekolah/Madrasah.Jakarta: Badan AkreditasiNasionalSekolah/Madrasah (BANS/M).

 

Kementeria Pendidikan   da Kebudayaan.(2012) Peratura Menter Pendidikan   dan KebudayaanRepublikIndonesiaNomor59Tahun 2012tentangBadanAkreditasiNasional. Jakarta:Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Ministry  of  Education  and  Culture.  (2012).  INDONESIA:  Educational  Statistics  in  Brief

2011/2012. Jakarta:Ministryof Education

 

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Oktober 2013
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Statistik Blog

  • 1,759,046 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Milan Amankan Tiga Angka Lawan Crotone 4 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- AC Milan akhirnya mengamankan tiga angka saat menjamu Crotone di stadion Giuseppe Meazza, Milan, Ahad (4/12). Skuat asuhan Vincenzo Montella berhasil memenangkan pertandingan 2-1 jelang pertandingan...
    Didi Purwadi
  • NTB Dorong Penambahan Jumlah Penerbangan ke Lombok 4 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pemerintah Provinsi NTB berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pada tahun depan. Salah satu caranya dengan penambahan jumlah penerbangan ke Pulau Lombok, yang menjadi destinasi wisata utama...
    Indira Rezkisari

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: