//
you're reading...
Pendidik

Mulai Tahun 2013 , Bakal Menjadi Tahun Hantu Bagi Para Guru

DSCN5231

Oleh : Suaidin

Pengawas SMA/SMK Kab.Dompu

TAHUN 2013 agaknya seperti “hantu” bagi para guru. Bagaimana tidak? Pada tahun itulah akan mulai diberlakukan peraturan baru tentang jabatan fungsional dan angka kredit guru yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan & RB) Nomor 16 Tahun 2009.

Kalau dihitung dari waktu , peraturan menteri itu sebenarnya sudah siap dilaksanakan karena terbit empat tahun lalu, namun ternyata banyak guru yang belum pernah membacanya. Memang bagaimana memahami dan siap melaksanakan jika membaca saja belum?

Dalam Permenpan itu disebutkan, agar menjadi profesional maka guru harus melakukan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), antara lain dengan mengembangkan diri, membuat publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Para guru tidak akan bisa naik pangkat kalau tidak melakukan PKB. Lalu mengapa 2013 bakal menjadi “tahun hantu”, ditandai dengan banyaknya guru yang resah karena Permenpan tersebut?

Umumnya, mereka tidak biasa mendokumentasikan semua kegiatan pembelajaran, padahal sebenarnya hal itu merupakan bagian dari pengembangan profesinya. Banyak guru yang “malas” menuliskan kegiatan pembelajaran, sehingga karya-karya ilmiah dan publikasi ilmiahnya tidak terdokumentasikan dengan baik. Banyalk guru yang sudah melaksanakan oembelajaran kreatiff, inovatif, dan menyenagkan di kelas, namun tidak sedikit yang tidak bisa menuangkannyan dalan sebuah tulisan ilmiah.

Berdasarkan  pengalaman saya memberi pelatihan dan pembimbingan teknis tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) termasuk didalamnya PTK dan Pengembangn diri bagi guru dan kepsek di Kabupaten Dompu , lebih dari 90 persen guru berpikir dengan logika terbalik. Mereka baru tergerak untuk membuat publikasi ilmiah ketika “merasa butuh naik pangkat”, padahal mestinya publikasi itu disiapkan setiap saat dalam kapasitas mereka sebagai guru profesional. Kemudian hasil publikasi tersebut didokumentasikan, ditulis sebagai karya ilmiah, dan baru diberi penghargaan angka kredit untuk naik pangkat.

Pola pikir “membuat karya ilmiah atau publikasi ilmiah kalau mau naik pangkat” itulah yang rupanya menjadi salah satu penyebab mengapa guru-guru kita belum profesional. Logika terbalik inilah yang membuat banyak guru berhenti di golongan ruang kepangkatan IV-A, karena peraturan lama untuk naik pangkat dari III-A ke atas tidak mensyaratkan guru harus membuat karya ilmiah atau publikasi ilmiah.

Dengan peraturan yang baru, yakni Permenpan & RB Nomor 16 Tahun 2009, untuk kenaikan pangkat mulai III-B ke atas guru harus membuat karya ilmiah dan karya inovatif. Saya khawatir, jangan-jangan ke depan para guru banyak yang berhenti di golongan ruang pangkat III-B karena “malas” membuat karya ilmiah. Kalau itu yang terjadi, maka gagallah tujuan pemerintah untuk mendorong guru menjadi lebih profesional. Selama pola pikir dengan logika terbalik ini belum diluruskan, tentu sulit mencetak guru yang profesional.

Lebih dari 80 persen guru yang saya tanya melalui angket di setiap pelatihan PTK menjawab, “malas menuliskan kegiatan pembelajran yang dilakukan”. Selebihnya menjawab “belum pernah tahu cara membuat karya ilmiah”. Saya mencatat banyak guru yang sudah melakukan berbagai inovasi dalam pembelajaran, entah itu pada metode, media, atau model pembelajaran interaktif lain. Hanya persoalannya, mereka tidak menuliskan langkah-langkah, persiapan, dan pelaksanaannya, sehingga tidak ada dokumentasinya. Padahal jika mau menuliskan, para guru akan mempunyai karya ilmiah yang bagus, dan itu bisa dihargai dengan angka kredit untuk kenaikan pangkat. Ketika merasa “terdesak” untuk naik pangkat, barulah banyak yang “kelabakan” untuk menulis karya ilmiah.

Berdasarkan data yang diperleh penulis ketika melakukan pembinaan maupun supervisi akademik di 36 SMA/SMK Kabupaten Dompu yang tersebar di 8 ( delapan ) wilayah  kecamatan pada tahun 2011/2012 diperoleh data sebagai berikut :dari 1.196 guru yang terdiri dari 840 guru SMA, 324 guru SMK serta 32 pengawas sekolah hanya 46 orang yang sudah melaksanakan penlitian tindakan kelas dan tuntas menuliskan laporannya. Dan dari 46 orang itu barru 20 orang yang baru mengususlkan naik pangkat ke IV-b. Dan yang sudah di akui laporan Penelitinnya serta naik pangkat ke IV-b hanya 10  orang diantarnya 6 orang dari pengawas SMA dan 4 orang dari guru SMP/SMA/SMK  (Sumber :Data Pengawas Dikpora Kab.Dompu ( 1 Januari 2013)

Masalah yang mendasar yang mendorong penulis melakukan penelitian sekaligur membimbing guru dalam PTK   ini adalah rendahnya minat dan kemampuan guru melaksanakan PTK. Salah satu  yang diduga menjadi penyebab rendahnya minat dan kemapuan guru melaksanakan PTK adalah berawal dari masih rendahnya kemapuan guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang inovatif  secara konsisten di kelas serta kurangnya kesempatam mereka mendapatkan pendalaman materi pelatihan pembelajaran berbasis CTL/PAIKEM atau pembelajaran inovatif secara merata untuk semua guru,  yang pada akhirnya proses pembelajaran bersifat konvensional, monoton dan terkesan guru hanya “asal menjalankan tugas” saja. Akibatnya  akan memberikan dampak yang cukup tinggi terhadap kulalitas pembelajaran serta prestasi dan hasil belajar siswa .

 Memang PTK bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam proses pembelajaran, namun demikian PTK juga memiliki konstribusi yang cukup di dalam Proses Belajar Mengajar. Karena melalui PTK guru bisa berinovasi dalam Proses Belajar Mengajar di kelas. Melalui kegiatan PTK, guru bisa merencanakan Proses Belajar Mengajar yang lebih baik melalui hasil refleksi dari kegiatan Proses Belajar Mengajr  yang telah dilakukan. Untuk mewujudkan hal tersebut guru harus dibekali dengan kemampuan meneliti, khususnya Penelitian Tindakan Kelas.

Rendahnya minat dan kemampuan guru melaksanakan PTK  tersebut merupakan tanggung jawab bersama pengelola pendidikan. Pengawas sebagai supervisor turut bertanggung jawab untuk melakukan upaya-upaya peningkatan kinerja guru sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan proses dan  hasil belajar siswanya.

Berdasarkan uraian di atas, maka pengembangan penelitian tindakan kelas ini sangat penting untuk dikuasai oleh para pengawas dan guru sebagai praktisi pembelajaran di kelas. Guru  sebagai  tenaga  pendidik  memegang  peranan  penting  dalam  upaya  mencerdaskan  bangsa,  karena  itu berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu, penghargaan, dan kesejahteraannya telah dan akan terus dilakukan dengan harapan agar para guru tersebut mampu bekerja secara professional dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai tenaga pendidik. Dalam hal ini peran pengawas pembina dan pembimbing para guru tentu sangat dibutuhkan. Pengawas tidak hanya berperan sebagai resources person atau konsultan, bahkan secara kolaboratif dapat bersama-sama  dengan guru melakukan tindakan kelas bagi peningkatan pembelajaran.   “Melalui Pembinaan dengan tema : bagaimana menulis PTK yang praktis ” diharapkan  minat dan kemampuan  guru  dalam  melakukan  PTK  dapat  ditingkatkan.  Jadi  dalam penelitian  dilakukan oleh penulis  dengan tujuan  ingin  meningkatkan  minat dan kemampuan  guru  dalam  menyusun  proposal, melakukan penelitian, dan membuat laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sedangkan tindakan yang akan dilakukan adalah melalui BIJALOMBING ( Pembinaan Kerja Kelompok Terbimbing) yang dirancang khusus oleh penulis agar guru keluar dari Zona Nyaman menghadapi tahun 2013 yang bakal menghantui pasara guru.

Tak jarang saya juga menemukan berbagai hasil karya ilmiah guru yang dibuat dengan sistem SKS alias “Sistem Kebut Semalam” yang barang tentu hasilnya tidak maksimal. Sebagai fasilitator yang sering meberikan pelatihan penelitian kelas di sekolah maupun di tingkat kabupaten , saya banyak menemukan hasil karya ilmiah guru “hanya copy paste” dari karya ilmiah guru yang lain. Pola-pola demikian ini merebak, karena para guru masih berpikir dengan logika “membuat karya ilmiah kalau mau naik pangkat”.

Apakah pemerintah pusat , maupun daerah tidak melakukan pembinaan, sosialisasi, dan pelatihan secara intensif? Tentu saja sudah, dan saya termasuk yang terlibat dalam upaya itu, mulai tingkat SD saampai SMP/Mts,SMA/MA dan SMK , , dalam rentang waktu dan intensitas yang menurut saya memadai. Namun harus disadari kemampuan guru memang sangat heterogen. juga menjadi kendala.

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh guru?. Marilah kita menjadi guru yang haus informasi, selalu tergerak untuk berpikir out of the box. Guru harus mau dan rajin membuka internet, karena berkat kemajuan teknologi akses ini menjangkau ke seluruh pelosok wilayah.

Mengapa harus internet? Karena semua peraturan dan materi tentang pengembangan guru, kepala sekolah, dan pengawas sudah diunggah dalam website yang bisa diunduh kapan saja di mana saja. Termasuk Permenpan & RB Nomor 16 Tahun 2009 yang lengkap dengan petunjuk, cara membuat, dan sistematika masing-masing karya ilmiah untuk guru. Persoalannya hanya tinggal “mau, atau tidak maukah guru keluar dari zona nyaman”?

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

4 thoughts on “Mulai Tahun 2013 , Bakal Menjadi Tahun Hantu Bagi Para Guru

  1. sebenarnya guru tidak salah dalam hal ini, hanya saja pihak terkait kurang melakukan sosialisasi tentang peraturan tersebut. jika saja kita mau jujur, semua GURU pasti bisa melakukan itu dengan jalan melalui pelatihan-pelatihan yang mengajarkan bagaimana cara membuat karya ilmiah. Tetapi di lapangan, tim yang ditugaskan untuk mensosialisasikan tentang itu banyak yang tidak paham, bahkan hanya sekedar bercerita saja. seharusnya, ditunjuk tim-tim yang berkompetensi bagus agar guru tidak bingung. Dalam PBM ada istilah metode modeling, yang betul-betul paham tentang materi yang disampaikan. sehingga orang merasa yakin bahwa apa yang disampaikan itu sesuai dengan kenyataan.

    Suka

    Posted by Kismanrizky | 31 Maret 2013, 5:17 am
  2. Pejabat daerah lebih mementing proyek dari pada peningkatan sdm……,yang menduduki jabatan tehnis ,orang-orang yang tidak kompetens di bidang pendidikan……

    Suka

    Posted by restutimelly | 2 April 2013, 3:19 pm
    • bener bu, diera otonomi ini mudahan dapat diperbaik setahap demi tahap. hal seperti di resahkan ibu adalah keresahan kita bersama, bagaimana mungkin Ir mengurus Pendidikan, Sosopol juga mengurus pendidikan …!.SH, dll dll mengurus pendidikan. itulah yang terjadi di otonomi ini tanpak terjadi

      Suka

      Posted by suaidinmath | 6 April 2013, 7:35 am
  3. Hi there to every one, the contents present at this web page are actually amazing for people experience,
    well, keep up the good work fellows.

    Suka

    Posted by video game sales | 5 April 2013, 6:14 am

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Maret 2013
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Statistik Blog

  • 1,278,730 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 4.935 pengikut lainnya.

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Tidak Berjudul 29 Agustus 2015
    REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL  -- Liverpool akan melandeni tim tamu dari kota London West Ham United pada pekan keempat Liga Primer Inggris pada Sabtu (29/8) malam WIB. Menjamu the Hamers, pelatih...
    Citra Listya Rini
  • Rafael Benitez Hampir Melatih West Ham United 29 Agustus 2015
    REPUBLIKA.CO.ID,  LONDON -- West Ham United, melalui petingginya, David Sullivan mengutarakan jika klubnya hampir mendatangkan pelatih anyar Rafael Benitez ke Boleyn Ground. Namun, sang pelatih lebih memilih merapat ke...
    Citra Listya Rini

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

Komunitas

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

TERMINAL KOMPUTER

MERDEKA ATAU MATI..!

FORUM KOMUNIKASI PENGAWAS TK/SD KOTA PALEMBANG

CIPTAKAN SDM YG HANDAL MENUJU PALEMBANG EMAS 2018

Dyah Budiarsih

Berbagi ilmu dengan para pendidik bangsa

Sharing

Berbagi tak pernah rugi

Staff Dikmen LPMP Jawa Tengah

Dengan TIK Memajukan Pendidikan Jawa Tengah

hilangpermataku.wordpress.com

A great WordPress.com site

Pagar Alam dot Com

Berbagi Informasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika

Mr.Wahid's Blog

Media Belajar Mengajar Inspirasi dan Kreativitas

SeNdiMat

Seminar Nasional Pendidikan Matematika

I Wayan Widana

This site is dedicated for mathematic learning development

Layanan Pendidik & Tenaga Kependidikan (PTK)

Laman Layanan Untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

sejarahdompu

Just another WordPress.com site

SUAIDINMATH'S BLOG

Technology Based Education

tentang PENDIDIKAN

Makalah dan Artikel Pendidikan

SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY...JANGAN LUPA BERDOA.

PTK THE FRONTIERS OF NEW TECHNOLOGY

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

educatinalwithptk

PTK The Frontiers Of New Technology

e-Newsletter Disdik

LEMBARAN BERITA DAN DISTRIBUSI INFORMASI SEPUTAR PENDIDIKAN

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Rudi Triatmono Personal Blogs

A Simple Blog, that contains some articles about Motorcycles, Information Technology, Management and much more...

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 4.935 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: