//
you're reading...
Pendidik

PENGANTAR PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

HAKIKAT PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH
Pada bagian pendahuluan telah diuraikan secara singkat pengertian Penelitian Tindakan Sekolah. Bagian ini akan menguraikan tentang apa, mengapa dan bagaimana Penelitian Tindakan Sekolah itu. Pertanyaaan yang hendak dija-wab adalah:
1. Bagaimana kedudukan Penelitian Tindakan Sekolah sebagai suatu kegiatan penelitian ilmiah?
2. Apakah inti dari Penelitian Tindakan Sekolah yang membedakannya
dengan jenis penelitian lain?
3. Mengapa dan kapan Penelitian Tindakan Sekolah perlu dilakukan?, dan
4. Bagaimana melaksanakan Penelitian Tindakan Sekolah?.
A. Penelitian Ilmiah dan Penelitian Tindakan
1. Arti Penelitian
Penelitian (riset, research) merupakan penyelidikan suatu masalah secara sistematis, kritis, ilmiah, dan lebih formal. Penelitian bertujuan untuk menemukan, mengembangkan, atau menguji kebenaran suatu pengetahuan yang memiliki kemampuan deskripsi dan/atau prediksi. Kerja penelitian umumnya terdiri dari beberapa langkah utama, yaitu :
a. melakukan kajian terhadap permasalahan,
b. melakukan kajian teoritik dari permasalahan untuk kemudian secara deduksi dirumuskan menjadi hipotesis dari masalah yang dihadapi,
c. mengumpukan data empirik guna pengujian hipotesis,
d. mengadakan uji hipotesis, dan
e. menarik kesimpulan.
Apapun jenis penelitiannya, kegiatan penelitian memiliki tahapan kerja sebagai berikut:

(a) mendapatkan dan merumuskan masalah,

(b).mengKaji teori untuk merumuskan hipotesis atau menetapkan kriteria variabel dalam pengembangan/perancangan/pendeskripsian,

(c).mengumpulkan fakta empirik, baik dengan menggunakan berbagai instrumen, melakukan perlakuan, atau dengan membuat produk tertentu,

(d) menganalisis temuan fakta atau produk dengan kriteriateoritik untuk pengambilan kesimpulan, dan

(e) menyimpulkan hasil danmempublikasi hasil penelitiannya.
Kegiatan penelitian timbul karena adanya sifat manusia yang selalu
ingin tahu. Rasa ingin tahu tersebut membawa permasalahan.
Penelitian dilakukan untuk memperoleh jawaban terhadap
permasalahan yang membutuhkan jawaban ilmiah. Permasalahan

penelitian dapat berupa pencarian teori, pengujian teori ataupun untuk
menghasilkan suatu produk guna pemecahan masalah praktis yang
berada pada lingkup pengetahuan ilmiah.
2. Masalah Keilmuan
Dalam kehidupan sangat sering dijumpai masalah-masalah yang
memerlukan jawaban dengan kriteria kebenaran tertentu. Hanya bila
masalah tersebut membutuhkan kebenaran berkriteria keilmuan, maka
masalah ini disebut masalah keilmuan. Masalah seperti itulah yang
semestinya memerlukan jawaban dengan kerangka berpikir tertentu,
yaitu digunakannya metode keilmuan, atau memerlukan kegiatan
penelitian (ilmiah) dalam mencari jawaban dan pemecahannya.
Meskipun diketahui bahwa masalah keilmuan cukup banyak terdapat di
lingkungan kita, namun sering dirasakan betapa sulitnya
mengidentifikasikan, memilih dan merumuskan masalah. Kesulitan
pertama adalah, dari mana kita mendapatkan masalah untuk penelitian
kita?
Terdapat berbagai sumber untuk “mendapatkan” masalah. Masalahmasalah
keilmuan sangat banyak dijumpai melalui bacaan. Bacaan
yang berupa laporan hasil penelitian, majalah ilmiah, jurnal, umumnya
sarat dengan informasi yang mengungkapkan pula berbagai masalah
keilmuan yang menarik.
Penelitian Tindakan Sekolah‐KKPS 15
Seminar, diskusi dan pertemuan ilmiah juga merupakan ladang
masalah penelitian yang subur. Melalui kegiatan tersebut, acapkali
terlontar berbagai masalah penelitian yang sudah jadi yang selanjutnya
dapat dikembangkan sebagai masalah penelitian. Masalah penelitian
dapat tergali melalui hasil pengamatan. Dari pengamatan akan timbul
berbagai pertanyaan-pertanyaan yang melalui penelitian dapat dicari
jawabannya.
3. Masalah Penelitian yang Baik
Tentu saja tidak semua masalah keilmuan yang dihadapi dan telah
dapat diidentifikasi, akan dijamin sebagai masalah yang layak dan
sesuai untuk diteliti. Kelayakan suatu penelitian berkaitan dengan
banyak faktor.
a. Kemanfaatan hasil. Sejauh mana penelitian terhadap masalah
tersebut akan memberikan sumbangan kepada khasanah teori ilmu
pengetahuan atau kepada pemecahan masalah-masalah praktis.
b. Kriteria pengetahuan yang dipermasalahkan yaitu: (a) mempunyai
khasanah keilmuan yang dapat dipakai untuk pengajuan hipotesis,
dan (b) mempunyai kemungkinan mendapatkan sejumlah fakta
empirik yang diperlukan guna pengujian hipotesis.
c. Persyaratan dari segi si peneliti, yang pada prinsipnya sejauh mana
kemampuan si peneliti untuk melakukan penelitian. Hal ini
menyangkut setidak-tidaknya lima faktor, yakni: biaya; waktu; alat
dan bahan; bekal kemampuan teoritis peneliti; dan penguasaan
peneliti terhadap metode penelitian yang akan digunakannya.
4. Hubungan Penelitian dengan Penelitian Tindakan
Mengingat luasnya cakupan kerja, penelitian dikelompokan dan diberi
“nama yang spesifik”. Misalnya, penelitian deskriprif dan penelitian
eksperimental, dan ada pula yang dinamakan penelitian tindakan
(action research). Penelitian tindakan ditandai adanya penerapan
suatu tindakan pada suatu proses kegiatan tertentu. Tindakan yang
Penelitian Tindakan Sekolah‐KKPS 16
diterapkan tersebut, merupakan tindakan yang “baru” yang diyakini
lebih baik dalam meningkatkan mutu proses maupun hasil kerja dari
tindakan “lama” yang telah biasa dilakukan.
Sambil menerapkan (melakukan eksperimen) terhadap tindakan
“barunya”, peneliti mengamati proses tindakan itu (yang dilakukan
dengan secara teliti dengan mendiskripsikan proses kegiatan yang
terjadi). Dengan demikian, ada pula yang menyatakan penelitian
tindakan sebagai tindak lanjut dari penelitian eksperimen maupun
penelitian deskriptif.
Ada pula yang menyatakan bahwa penelitian tindakan merupakan
penelitian eksperimen dengan ciri yang khusus. Jika dalam penelitian
eksperimen peneliti ingin mengetahui akibat dari suatu perlakuan
(treatment, tindakan, atau “sesuatu” yang dilakukan), maka pada
penelitian tindakan, peneliti mencermati kajiannya pada proses dan
akibat dari tindakan yang dibuatnya. Berdasar hasil pencermatan
itulah, kemudian dilakukan tindakan lanjutan yang merupakan
perbaikan dari tindakan pertama (disebut sebagai siklus), untuk dapat
memperoleh informasi yang mantap tentang dampak tindakan yang
dibuatnya.
B. Perlunya Penelitian Tindakan Sekolah
Saat ini, penelitian tindakan banyak dilakukan baik oleh guru maupun
pengawas. Bila dilakukan guru umum disebut sebagai Penelitian Tindakan
Kelas (PTK). Sedangkan bila dilakukan oleh pengawas sekolah, disebut
sebagai Penelitian Tindakan Sekolah atau disingkat dengan sebutan PTS.
1. Tujuan Penelitian Tindakan Sekolah
Tujuan utama Penelitian Tindakan Sekolah adalah untuk memecahkan
permasalahan nyata yang terjadi di dalam sekolah-sekolah yang
berada dalam binaan pengawas sekolah. Kegiatan penelitian ini tidak
saja bertujuan untuk memecahkan masalah, tetapi sekaligus mencari
Penelitian Tindakan Sekolah‐KKPS 17
jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan
tindakan yang dilakukan.
Secara lebih rinci, tujuan Penelitian Tindakan Sekolah antara lain :
a. Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan,
manajemen dan pembelajaran, termasuk mutu guru, kepala
sekolah, khususnya yang berkaitan dengan tugas profesional
kepengawasan, di sekolah-sekolah yang menjadi binaannya.
b. Meningkatkan kemampuan dan sikap profesional sebagai
pengawas sekolah.
c. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah
sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan
mutu pendidikan.
Ciri khusus dari Penelitian Tindakan Sekolah adalah adanya tindakan
(acti-on) yang nyata. Tindakan itu dilakukan pada situasi alami (pada
keadaan yang sebenarnya) dan ditujukan untuk memecahkan
permasalahan-permasalahan prak-tis dalam peningkatan mutu proses
dan hasil kepengawasan.
Selain itu, karena penelitian tindakan sekolah berkenaan dengan
kegiatan nyata di sekolah-sekolah, maka perlu memperhatikan etika,
antara lain:
a. Tidak boleh mengganggu proses pembelajaran dan tugas mengajar
guru, maupun kegiatan pendidikan yang berjalan di sekolah.
b. Jangan terlalu banyak menyita waktu (dalam pengambilan data,
dll.).
c. Masalah yang dikaji harus merupakan masalah yang benar-benar
ada dan dihadapi oleh pengawas sekolah.
d. Dilaksanakan dengan selalu memegang etika kerja (minta ijin,
membuat laporan, dll.).
Penelitian Tindakan Sekolah‐KKPS 18
2. Tindakan dalam Penelitian Tindakan Sekolah
PTS terdiri rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus
berulang. Empat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus adalah (a)
perencanaan, (b) tindakan, (c) pengamatan, dan (d) refleksi yang dapat
digambarkan sebagai berikut:

Pelaksanaan Penelitian Tindakan Sekolah, dimulai dengan siklus yang pertama yang terdiri dari empat kegiatan. Apabila sudah diketahui letak keberhasilan dan hambatan dari tindakan yang dilaksanakan pada
siklus pertama tersebut, guru bersama peneliti (dalam kasus ini
bersama dengan pengawas sekolah) menentukan rancangan untuk
siklus kedua.
Penelitian Tindakan Sekolah‐KKPS 19
Siklus kedua dapat berupa kegiatan yang sama dengan siklus pertama,
apabila ditujukan untuk mengulangi kesuksesan, atau untuk
meyakinkan atau menguatkan hasil. Namun biasanya pada siklus
kedua terdapat berbagai tambahan perbaikan dari tindakan terdahulu
yang ditujukan untuk memperbaiki berbagai hambatan atau kesulitan
yang ditemukan dalam siklus pertama.
Dengan menyusun rancangan untuk siklus kedua, maka dapat
dilanjutkan dengan tahap kegiatan-kegiatan seperti yang terjadi dalam
siklus pertama. Jika sudah selesai dengan siklus kedua dan belum
merasa puas, dapat melanjutkan dengan siklus ketiga, yang cara dan
tahapannya sama dengan siklus terdahulu.
3. Permasalahan yang Dapat Dikaji Melalui PTS
Tita Lestari (2009) menyatakan, melihat luasnya kajian di bidang
pendidikan, maka masalah yang diangkat dalam penelitian untuk
pengembangan profesi pengawas sekolah, hendaknya difokuskan pada
permasalahan yang dihadapi langsung secara nyata oleh pengawas
dalam praktek tugas kepengawasan, yaitu tugas memantau, menilai,
membina sekolah dan melaksa-nakan tindak lanjut.
Berikut, Tita memberikan beberapa contoh permasalahan yang dapat
dikaji melalui PTS.
1) Bagaimana bimbingan terhadap sekolah dalam pengembangan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
2) Bagaimana bimbingan terhadap sekolah dalam menyusun
kurikulum muatan lokal yang penyusunannya melibatkan beberapa
pihak terkait.
3) Bagaimana pemantauan terhadap sekolah dalam melaksanakan
program pengembangan diri melalui kegiatan konseling dan
kegiatan ekstrakurikuler.
4) Bagaimana membina guru dalam merancang tugas mandiri tidak
terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu
Penelitian Tindakan Sekolah‐KKPS 20
5) Bagaimana sekolah melalui MGMP dalam mengembangkan silabus
secara mandiri atau cara lainnya berdasarkan standar isi, standar
kompetensi lulusan, dan panduan penyusunan KTSP.
6) Bagaimana bentuk binaan terhadap hasil pelaksanaan pemantauan
proses pembelajaran yang mencakup tahap perencanaan, tahap
pelaksanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran.
7) Bagaimana strategi supervisi proses pembelajaran melalui cara
pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi.
8) Bagaimana model bimbingan terhadap guru dalam merencanakan,
melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan
prinsip-prinsip pembelajaran.
9) Bagaimana bimbingan terhadap peningkatan kemampuan
manajerial kepala sekolah yang ditunjukkan dengan keberhasilan
mengelola pendidik dan tenaga kependidikan dan siswa.
10) Bagaimana bimbingan terhadap peningkatan kemampuan
kewirausahaan kepala sekolah dalam mengelola kegiatan
produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa.
11) Bagaimana teknik menilai sekolah dalam merumuskan dan
menetapkan visi, misi dan tujuan lembaga.
12) Bagaimana teknik membimbing, menyusun dan melaksanakan
rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja
tahunan.
13) Bagaimana pendekatan yang dilakukan terhadap sekolah dalam
melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan
pembelajaran.
14) Bagaimana bimbingan terhadap sekolah dalam melaksanakan
kegiatan evaluasi diri untuk menyusun profil sekolah.
15) Bagaimana bimbingan terhadap sekolah untuk melaksanakan
evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
16) Bagaimana arahan terhadap sekolah dalam melaksanakan sistem
informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan.
17) Bagaimana upaya mendorong sekolah untuk menggunakan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam sistem
pengelolaan pembelajaran.
Penelitian Tindakan Sekolah‐KKPS 21
18) Bagaimana strategi melakukan evaluasi terhadap pendayagunaan
pendidik dan tenaga kependidikan pada sekolah-sekolah
binaannya.
19) Bagaimana pendekatan atau strategi untuk mendorong guru dan
kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya
dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.
20) Bagaimana membimbing sekolah dalam menyusun pedoman
pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan Rencana
Anggaran dan Belanja (RAB).
21) Bagaimana membimbing sekolah dalam menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran.
22) Bagaimana upaya mendorong sekolah dalam menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan kesehatan sesuai dengan standar nasional pendidikan.

4. Contoh PTS yang Terkait dengan Tugas Pokok Pengawas

Dalam Panduan Pelaksanaan Tugas Pengawas Sekolah/Madrasah (Direktorat Tenaga Kependidikan, 2009: 20), Tugas pokok pengawassekolah/ madrasah mencakup enam dimensi utama, yakni
mensupervisi (supervising), memberi nasehat (advising), memantau(monitoring), membuat laporan (reporting), mengkoordinir(coordinating), dan memimpin (performing leadership).

Keenam hal tersebut secara rinci disajikan dalam tabel berikut.

I.Mensupervisi

1. Kinerja kepala sekolah
2. Kinerja guru
3. Kinerja staf sekolah
4. Pelaksanaan kurikulum/mata pelajaran
5. Pelaksanaan pembelajaran
6. Ketersediaan dan pemanfaatan sumberdaya
7. Manajemen sekolah, dll.,

II.Memberi NasIhat

1. Kepada guru,
2. Kepala sekolah

3. Tim kerja sekolah dan staf,
4. Komite sekolah, dan
5. Orang tua siswa

III.Memantau

1. Penjaminan/standar mutu pendidikan,
2. Proses dan hasil belajar peserta didik,
3. Pelaksanaan ujian,
4. Rapat guru dan staf
5. Hubungan sekolah dengan masyarakat,
6. Data statistik kemajuan sekolah

IV.Membuat Laporan Perkembangan Kepengawasan
1. Kepada Dinas Pendidikan Kab./Kota
2. Dinas Pendidikan Provinsi
3. Depdiknas,
4. Publik
5. Sekolah Binaan

V. Mengkoordinir

1. Mengkoordinir sumber personal dan material
2. Kegiatan antar sekolah
3. Kegiatan pre/inservice training bagi guru dan Kepala Sekolah, dan pihak lain.
4. Pelaksanaan kegiatan inovasi sekolah

VI. Memimpin

1. Pengembangan kualitas SDM di sekolah binaan.
2. Pengembangan sekolah.
3. Partisipasi dalam kegiatan manajerial di Dinas Pendidikan.
4. Berpartisipasi dalam perencanaan pendidikan di Kabupaten/Kota.
5. Berpartisipasi dalam seleksi calon kepala sekolah/ madrasah.
6. Berpartisipasi dalam merekrut personil proyek atauprogram-program khusus pengembangan mutu sekolah.
7. Pengelolaan konflik, danBerpartisipasi dalam menangani pengaduan.

Pada kegiatan pembinaan/supervisi, berikut disajikan contoh Penelitian Tindakan Sekolah yang dapat dilakukan oleh pengawas sekolah.
Judul : Upaya peningkatan kemampuan pembelajaran tematik dengan menggunakan guru model pada guru kelas 1 dan 2 SD se gugus “Diponegoro”, Kecamatan X, Kabupaten Y, Tahun Z.

Suatu judul PTS, harus menuliskan (1) Masalah apa yang akan dipecahkan, (2) Melalui tindakan apa, dan (3) Siapa yang akan ditingkatkan.

Pada contoh di atas, terlihat…
1) Masalah: kemampuan guru-guru dalam pembelajaran tematik.
2) Tindakan yang dilakukan: Berdasar kajian awal diduga tindakan yang berupa guru model bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dapat menyelesaikan masalah.
3) Siapa yang akan ditingkatkan: guru-guru matematika kelas 1 dan 2 SD se gugus “Diponegoro”, Kecamatan X, Kabupaten Y, Tahun Z.

Contoh lain tentang masalah dan tindakan yang dapat dilakukan melalui PTS dapat dilihat melalui tabel berikut

Apa yang akan ditingkatkan…. ?
1. Guru dalam menyusun RPP
2. Guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas/laboratorium/lapangan
Menerapkan berbagai macam metode pembajaran
Menerapkan berbagai teknik evaluasi proses dan hasll pembelajaran
3. Guru dalam membuat, mengelola dan menggunakan media pendidikan dan pembelajaran
4. Guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan
5. Guru dalam mengolah dan menganalisis data hasil penilaian
6. Guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas

TINDAKAN YANG AKAN DILAKUKAN

Melalui berbagai kegiatan pembelajaran/pelatihan/ diskusi/dll. yang dapat dilakukan bagi para guru,
dalam waktu yang relatif terbatas
-Lokakarya
– Pelatihan
– Diskusi Kelompok Kecil
– Forum Diskusi
– Kerja kelompok
– dan lain-lain

DAFTAR PUSTAKA

Kemmis and McTaggart.1994. The Action Research Planner, Dekain University
Suhardjono, A. Azis Hoesein, dkk. 1995. Pedoman penyusunan KTI di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Digutentis,Jakarta : Diknas

Suhardjono, 2005, Laporan Penelitian Eksperimen dan Penelitian Tindakan Kelas sebagai KTI, makalah pada Pelatihan Peningkatan Mutu Guru di LPMP Makasar, Maret 2005

Suhardjono, 2009, Tanya jawab tentang PTK dan PTS, naskah buku.

Suharsimi, Arikunto, 2002, Penelitian Tindakan Kelas, Makalah pada Pendidikan dan Pelatihan (TOT) Pengembangan Profesi bagi Jabatan Fungsional Guru, 11-20 Juli 2002 di Balai penataran Guru (BPG) Semarang,

Suharsimi, Suhardjono dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi Aksara

Supardi. 2005. Penyusunan Usulan, dan Laporan Penelitian Penelitian Tindakan Kelas, Makalah disampaikan pada “Diklat Pengembangan Profesi Widyaiswara”, Ditektorat Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Tita Lestari. 2009. Penyusunan Program, Pelaksanaan dan Pelaporan Hasil Pengawasan. Materi ToT Calon Pengawas. Jakarta: DirektoratTenaga Kependidikan, Ditjen PMPTK, Departemen Pendidikan Nasional.

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

April 2012
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Statistik Blog

  • 1,764,690 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Warga Pidie Jaya Harapkan Bantuan Segera Tersalurkan 9 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, TRIENGGADENG -- Masyarakat korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya mengharapkan bantuan dari pemerintah bisa segera tersalurkan. Seperti masyarakat Desa Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (9/12). Dimana...
    Sadly Rachman
  • BPBD Magetan Bangun Posko Tanggap Darurat 9 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MAGETAN -- BPBD Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membangun sebuah pos komando (posko) tanggap darurat bencana di wilayah paling rawan tanah longsor guna memberikan penanganan cepat jika sewaktu-waktu terjadi...
    Yudha Manggala P Putra

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: