//
you're reading...
Pendidik

MENYOAL SEKOLAH GRATIS Di KABUPATEN DOMPU

Oleh Suaidin Usman,

Sekertaris Korwas Jenjang SMA/SMK Kab.Dompu
Email : dinusmath63@gmail.com, suaidin@yahoo.com

 

Web   :  www.suaidinmath.wordpress.com

Mereka yang berfikiran cerdas membicarakan ide-ide yang cerdas pula . Mereka yang berfikiran sedang membicarakan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi terjadi. Sedangkan mereka yang berfikiran sempit membicarakan orang lain (Eleanor Roosevelt, 1884 – 1962, mantan first lady AS).
berbicara masalah sekolah gratis ,Pasal 31 (2) dalam UUD 1945 hasil Amandemen) “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan Pemerintah wajib membiayainya” .” Pasal 34 (2) UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. “Pemerintah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar  tanpa memungut biaya
Pendidikan   gratis bermutu sampai jejang SD/SMP yang menjadi prioritas utama program pemerintah pusat harus terpenuhi dengan adanya kebijakan menaikkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2009. Demikian pula Pembiayaan subsidi pendidikan gratis bermutu jenjang SMA/SMK/MA yang dicanangkan oleh pemerintah kabupaten Dompu   sejak tahun 2008 untuk memenuhi  standar nasional tanpa memungut biaya kepada masyarakat itu dihitung membutuhkan dana sekitar Rp 7 M lebih atau cost rata-rata Rp. 600 ribu / siswa pertahun , sedangkan pembiayaan pendidikan dasar yang menjadi program peroiritas pemerintah pusat sekitar 157 triliun/ tahun.

 

”Pendidikan dasar dan menengah gratis bermutu yang di canangkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah kabupaten Dompu seharusnya tidak lagi jadi keluhan masyarakat. Dengan anggaran pendidikan nanti yang selalu berkembang tiap tahun , seyogyanya pendidikan di tingkat SD/Mi , SMP/MTs maupun di SMA/MA/SMK yang mencanangkan perda pendidikan gratis tanpa ada pungutan lagi,” kata Abbas Ghozali, Ketua Tim Ahli Standar Biaya Pendidikan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dalam diskusi yang diselenggarakan Institute for Education Reform (IER) Universitas Paramadina di Jakarta, Kamis (21/8). Dari perhitungan, biaya pendidikan dasar gratis di tingkat SD dan SMP membutuhkan biaya Rp 157,22 triliun dan biaya pendidikan gratis SMA/MA/SMK kabupaten Dompu juga membutuhkan biaya Rp 7 M lebih tersebut sudah mencakup biaya operasional dan tenaga kependidikan, biaya sarana dan prasarana, serta biaya operasional bahan habis pakai.

 

Saya berpendapat dan berkeyakinan bahwa jika pemerintah maupun pemerintah daerah mempunyai pilihan strategi pendidikan yang baik, peningkatan anggaran 20 persen itu akan efektif dan harapan perbaikan pendidikan nasional bisa terwujud.”APBN itu uangnya berasal dari pajak masyarakat, karena itu kenaikan anggaran pendidikan yang pertama kali mencapai 20 persen itu wujud kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan, jangan dilihat sebagai sikap murah hati atau kebaikan hati pemerintah,”

Mengapa harus gratis, atau Pemerintah wajib membiayainya atau tanpa  memungut biaya? Alasannya sudah tentu karena program wajib belajar. Latar belakang utamanya adalah agar semua anak usia wajib belajar dapat memperoleh akses belajar. Akses pendidikan tidak boleh memandang latar belakang sosial, ekonomi, budaya, dan semua latar belakang lainnya. Semua anak usia 7 – 15 tahun harus dapat memperoleh pendidikan yang bermutu. Demikian pula sebuah langkah kebijakan cerdas dari pemerintah kabupaten Dompu mencanangkan pendidikan gratis  bermutu sebagai impilkasi logis “Wajar Dikmen 12 Thn “ pada jenjang SMA/MA dan SMK baik negeri dan swasta harus disambut dengan suka cita oleh semua pihak, khususnya masayakat Dompu , lebih khus lagi yang tidak mampu ekonminya. Itulah jawabannya.

 
Apakah dengan demikian tidak ada satu celah pun yang diperbolehkan kalau ada orangtua siswa yang mau membantu sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikannya? Jawabanya Kondisinya sangat beragam.Saya mengajak anda untuk membuka cakrawala berpikir positi!. Dengan pencanangan Sekolah gratis atau Pendidikan Gratis di kabupaten dompu akhir-akhir ini  telah melahirkan respon yang berlebihan. Ada kelompok tertentu yang yang menghendaki kebijakan sekolah gratis untuk dicabut, ada pula yang menghedaki di revisi istilah sekolah gratis diganti menjadi sekolah bersubsidi . Di sisi lain tidak sedikit pula yang mendukung agar kebijakan sekolah gratis ini malah ditingkatkan sampai ke jenjang Perguruan Tinggi.  Dengan demikian, kebijakan sekolah gratis di kabupaten Dompu mempunyai dampak pro-kontra yang luar biasa sehingga  menimbulkan polemic ,yang konon dapat membunuh peranserta masyarakat. Bahkan ada daerah lain yang telah mulai berfikir untuk membubarkan Komite Sekolah, karena mereka berpandangan Komite Sekolah sudah tidak diperlukan lagi.

 

Kalau kita mau jujur dan berargumentasi pada tataran ilmiah, sebagaimana yang saya singggung di atas bahwa pencanangan Wajib Belajar Pendidikan Menengah 12 thn oleh pemerintah kabupaten Dompu yang di ikuti dengan pemberian biaya subsidi pendidikan yang nota bene “Pendidikan Gratis” yang menjadi issyu yang mengemuka akhir- akhir ini seharusnya mendapatkan sambutan  suka cita dan bersujud syukur kepada Allah bahwa tidak semua kabupaten di Indonesia yang mau peduli terhadap kelanjutan pendidikan tamat SMP/MTs menuju SMA/MA/SMK bagi orang tua yang tidak mampu ekonminya.

 

Kembali pada pertanyaan di atas. Apakah tidak ada satu celah pun yang diperbolehkan kalau ada orangtua siswa yang mau membantu sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikannya?. Jawabanya sangat besar celahnya dan dasar hukumnya jelas sekali bahwa tanggung jawab pendidikan bukan hanya pemerintah, bahkan  seluruh masayarakat ikut bertanggung jawab atas keberlangsungan pendidikan di satuan pendidikan.Tinggal orang tua murid beserta komitenya bersama sekolah apakah mau pilih seklah yang standar minimal ataukan lebih dari dtandar minimal?.Kebijakan pemerintah maupun pemerintah pusat tentang pendidikan gratis yang tertuang dalam Standar Nasional Pendidikan ( PP No.19 th 2005) adalah Standar Pelayanan Minimal Pendidikan yang berlaku di seluruh Wilayah Negara Kesatuan republim Indonesia ,agar semua anak usia wajib belajar dapat memperoleh akses belajar. Semua anak usia 7 – 15 tahun , serta usia 16-18 tahun bagi daerah yang menerapkan wajar dikmen 12 thn harus dapat memperoleh pendidikan yang bermutu dan menekan angka drop out.

Maka celah yang bisa dimasuki oleh masyarakat dan atau orang tua murid  dalam bentuk partisipasi meningkatkan mutu pendidikan disatuan pendidikan yang memilih opsi bergerak di atas Standar Pelayanan Minimal adalah melakukan kebijakan otonomi sekolah dengan menerapkan subsidi silang. Maksudnya sekolah yang mendapatkan biaya pendidikan “katakanlah pendidikan gratis” dari Pemerintah Daerah ,tetapi belum mencukupi anggaran pendidikan yang telah diprogramkan melalui Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) atau Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)  maka selisihnya atau kekuranganya dibicarakan bersama komite sekolah menggali potensi dari masarakat dan atau orang tua murid yang mampu, tidak termasuk anak miskin atau ekonomi lemah sebab pendidikan gratis rohnya membatu anak sekolah yang tidak mampu, walaupun latar belakang utama pendidikan gratis baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah  adalah agar semua anak usia wajib belajar dapat memperoleh akses belajar, dan  tidak boleh memandang latar belakang sosial, ekonomi, budaya, dan semua latar belakang lainnya. Semua anak usia 7 – 15  &  16-18 tahun harus dapat memperoleh pendidikan yang bermutu, sekali lagi itu adalah konsep pendidikan pada tataran Standar Pelayanan Minimal bagi seluruh rakyat Indonesia dari sabang samapi merauke.
Timbul pertanyaan apaka sekolah gratis dapat meningkatkan mutunya?
Nah masalah ini  harus diteliti lebih lanjut apakah oleh para praktisi pendidiakan , atau perguruan tinggi, atau lembaga penelitian yang memiliki otoritas untuk melakukan penelitian. Dugaan penulis bahwa pintu menuju ke sana telah terbuka untuk ini. Namun demikian, secara empiris banyak pihak yang telah mencoba melakukan pengamatan tentang fenomena ini termasuk para pengawas binaan disatuan pendidikan. Apakah biaya pendidikan yang telah diberikan kepada sekolah melalui program sekolah gratis yang sama sekali tidak boleh memungut uang dari orangtua siswa apakah dapat memenuhi kebutuhan sekolah? Inilah pertanyaan yang harus dikaji terlebih dini. Menurut pengamatan penulis dilevel SMP/SMA/SMK binaan penulis  ternyata biaya pendidikan telah menyebabkan beberapa sekolah yang mengeluh tentang kekuarangan biaya.. Biaya yang diberikan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rangka sekolah gratis tersebut ternyata tidak fleksibel untuk dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah..

BAGAIMANA DENGAN BIAYA YANG DIPUNGUT SAAT PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARAU (PPDB)?

Harus Disepakati Orang Tua Siswa

Hasil pantauan penulis di beberapa sekolah yang menyelenggarakan PPDB, mereka mengatakan sesuai instruksi Disdikpora itu maka pihaknya tidak akan mengenakan pungutan apapun.“Kecuali untuk keperluan pribadi siswa seperti seragam dan atribut,” ujarnya. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Dompu dengan tegas melarang sekolah melakukan pungutan saat pendaftaran dan daftar ulang, kecuali setelah masuk sekolah, itupun tetap tidak diperbolehkan ada paksaan terutama bagi siswa tidak mampu jangan dibabani dengan pembayaran dalam bentuk apapu yang menyebabkan mereka tidak bisa sekolah,  pakaian seragam sekalipun karena mereka biasanya mendapatkan sumbangan dari kaka-kakak kelasnya atau sauadaranya yang telah tamat belajar. Atau Yang tidak mampu bisa mendapatkan keringanan asal memenuhi persyaratan. Artinya, sekolah tidak hanya untuk orang kaya saja,
Bagi siswa yang tidak mampu dipersilakan membayar semampunya, bahkan bisa digratiskan jika berdasarkan survey pihak sekolah memang layak. Selain itu, sekolah juga bisa menyediakan bantuan baik dalam bentuk beasiswa maupun gerakan orang tua asuh. Kalau pendidikan gratis untuk yang tidak mampu itu namanya keadilan dalam dunia pendidikan. Tapi yang mampu masa digratiskan juga?.  Saat ini, partisipasi orang tua menurutnya masih sangat dibutuhkan mengingat bantuan pemerintah masih jauh dari mencukupi, bahkan setiap tahun nilainya cenderung menurun.

Besarnya pungutan ditetapkan setelah rancangan anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) selesai disusun sehingga diketahui berapa kontribusi yang diperlukan dari orang tua siswa yang selanjutnya dibicarakan dalam rapat komite. Namun, siswa yang tidak mampu boleh membayar 50 persen, 10 persen, sampai 0 persen.

“Diharapkan yang mampu bisa membayar lebih, tapi selama ini rata-rata masyarakat maunya gratis. Padahal pembiayaan dari pemerintah saja tidak cukup, untuk percepatan pembangunan sekolah perlu partisipasi orang tua. Kalau mau yang terbaik, tidak ada salahnya yang mampu membayar lebih. Nah, ini yang harus dipahami masyarakat

 

Mudah-mudahan pembahasan tentang konsep sekolah gratis ini membuka wawasan semua pihak berpikir jernih sebagai bahan bandingan dan pengkajian lebih lanjut sekaligus  masukan kepada pemerintah sehingga konsep sekolah gratis tidak menutup kran bagi orang tua murid dan atau masyarakat untuk memberikan kontrbusi yang seluas-luasnya demi kemajuan pendidikan di level satuan pendidikan.

 

Semoga Allah merahmati kita semua, amiiin.

 

Penulis adalah Sekertaris MKPS  jenjang SMA/SMK kabupaten Dompu. Juga mendapat tugas tambahan senagai Pengurus Unit Pelaksana Akreditasi Sekolah/madrasah Propinsi NTB, Fasilitator Bimtek KTSP di PSMA Jakarta, Sekertaris Tim Penyusun PERDA Pendidikan kab.Dompu, Distric Coordinator  WDD/WSD AIPEB  Indonesia –Autralia Pengembangan daerah dan Sekolah Terpadu Kabupaten Dompu.

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

3 thoughts on “MENYOAL SEKOLAH GRATIS Di KABUPATEN DOMPU

  1. Kami meminta izin sharing opini bapak di : http://www.dompu.info/?p=159, jika tidak berkean kami bisa hapus tulisan tsb. di web kami.
    apabila memungkinkan, kami sangat harap bapak bisa mengirimkan artikel dan opini cerdas lainnya untuk dapat kita sampaikan kepada khalayak.
    Terus bersuara walaupun tidak didengar.
    Terimakasih. atas kerjasamanya

    Best regards, team admin dompu.info

    Suka

    Posted by cingi_canga | 22 Juli 2011, 6:38 pm
  2. silahkan dengan senang hati demi kualitas pendidikan !.

    Suka

    Posted by suaidinmath | 1 Agustus 2011, 7:32 am

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Juli 2011
S S R K J S M
« Mei   Agu »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Statistik Blog

  • 1,760,511 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Ribuan Muslim Semarakkan Morowali Mengaji 6 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MOROWALI—Ribuan jamaah umat Islam larut melantunkan ayat-ayat suci Alquran dalam Morowali Nusantara Mengaji.  Acara yang dimotori dan digagas oleh Bupati Morowali, Anwar Hafiz dalam rangka HUT Kabupaten ke-17 ini...
    Nasih Nasrullah
  • Ini Alasan Mantan Ketua DPR Akom Ingin 'Melawan' Putusan MKD 6 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua DPR Ade Komarudin, akan melakukan langkah-langkah terhadap keputusan MKD, yang pada Rabu (30/12) memberhentikannya sebagai ketua DPR. Pria yang akrab disapa Akom itu mengaku...
    Nur Aini

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: