//
you're reading...
Pendidik

FORMULASI BARU UN 2011 Sebuah HARAPAN DAN TANTANGAN

 

Alhamdulillah wasyukurillah, kami panjatkan rasa syukur kehadirot Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala nikmat yang dianugrahkan kepada kita semuanya.Dan terima kasih kepada “Koran Inti Rakyat “ atas kerja samanya memuat tulisan saya secara berkala, baik  tulisan yang ada di catatan Facebook “SUAIDIN DOMPU” maupun yang saya simpan  diperpustakaan maya dengan website http://www.suaidinmath.wordpress . Pada tulisan kali ini saya mengakat topic yang masih hangat dibicarakan saat sekarang yaitu  “Formulasi Baru UN 2011 , harapan dan Tantangannya”. Tampil agak kritis seputar Ujian Nasional agak berbeda seperti edisi sebelumnya. Tiada lain arah nya untuk  membangun citra dunia pendidikan yang berkualitas .

Salam silaturrahmi kami sampaikan , teriring doa semoga kita selalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. dan selalu dapat menjalankan rutinitas kerja sehari-hari dengan sebaik-baiknya.Amin

Melihat kondisi dan perkembangan zaman yang semakin maju dan modern, sudah sewajarnya kita patut untuk mengikuti dan menyesuaikan kondisi itu, sehingga nantinya kita tidak akan terperangkap dalam perubahan zaman yang semakin global dan disertai dengan makin pesatnya arus informasi  baru yang tiap saat  ini sering ditemukan. Dari sinilah, Imipian dan cita-cita tidak akan tercapai, manakala tidak ada bantuan dan spirit dari semua warga dan lingkungan sekolah, baik itu dari para guru, karyawan, pengurus, komite, siswa, dan tokoh masyarakat, serta pendiri dari sekolahan ini

 

Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Reformasi pendidikan merupakan respon terhadap perkembangan tuntutan global sebagai suatu upaya untuk mengadaptasikan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan sumber daya manusia untuk memenuhi tuntutan zaman yang sedang berkembang. Melalui reformasi pendidikan, pendidikan harus berwawasan masa depan yang memberikan jaminan bagi perwujudan hak-hak azasi manusia untuk mengembangkan seluruh potensi dan prestasinya secara optimal guna kesejahteraan hidup di masa depan.

Kehadiran Permendiknas Nomor 45 dan 46 tahun 2010 diyakini membawa perubahan dalam penyelenggaraan Ujian Nasional. Hal ini karena adanya perubahan sistem penentuan kelulusan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mulai tahun pelajaran 2010/2011, kelulusan peserta didik ditentukan dari nilai akhir (NA). Dalam hal ini Nilai Akhir (NA) diperoleh dari perpaduan  Nilai Sekolah (NS) dan nilai ujian nasional (UN). Sedangkan NS didapatkan dari perhitungan Nilai Rapor (NR) dengan nilai ujian sekolah (US). Formulasi baru terhadap Regulasi penyelenggaraan Ujian Nasional (UN)  dipandang perlu karena adanya berbagai permasalahan dan sorotan yang tajam yang muncul pada penyelenggaraan Ujian Nasional  tahun-tahun sebelumnya.karena Penilan oleh Guru (melalui UH,UTS,UAS/UKK ), dan penilaian oleh Sekolah ( melalui Ujian Sekolah) tidak dipadukan dengan hasil Ujian Nasional. Sehingga hasil Ujian Nasional menjadi penentu kelulusan siswa di sekolah..Fakta menunjukkan, pelaksanaan Ujian Nasional tahun –tahun sebelumnya banyak terjasdi “Eror” baik saat persiapan UN maupun saat perlaksanaan UN. Banyak sekolah yang nekat mengorbankan pembelajaran pada jam efektif untuk membahas soal-soal Prediksi Ujian nsional berdasarkan SKL untuk mengejar target.  yang ditemukan pada penyelenggaraannya, terutama ada nya isyu  terjadinya kebocoran soal yang berdanpak pada psyikologis peserta didik menjadi kurang percaya diri . Bahkan, Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal, menyebutkan ada tiga faktor utama kebocoran soal UN, yaitu percetakan, distribusi soal, dan pengawasan pada pelaksanaan UN (Kompas.com, 30 Maret 2010). Ini adalah sebagian kecil kilas balik tindakan eror  yang muncul ke permukaan, dan diyakini ini merupakan fenomena gunung es.

Oleh karena itu sangat berargumentatif, relevan dan signifikan dengan formulasi baru regulasi penyelenggaraan UN demi peningkatan kualitas pendidikan secara nasional.

Apakah dengan keluarnya formulasi baru regulasi  penyelenggaraan UN 2011 akan menjadi lebih baik?.

Mari kita kaji secara saksama .

Pertama :memadukan  Nilai rapor (NR) dalam formula penentuan Nilai Akhir (NA), berarti ada kontribusi “proses dan hasil belajar”  dalam penentuan kelulusan. Hal ini karena nilai rapor yang diperoleh siswa merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan selama satu semester. Selama itu juga upaya-upaya perbaikan yang terjadi pada diri siswa terus dipantau dan dinilai oleh guru. Dengan demikian nilai rapor diyakini lebih banyak domain prosesnya ketimbang nilai UN.

Yang ke dua, penerapan Nilai Rapor (NR) dalam penentuan kelulusan memberikaan harapan jauh ke depan. Artinya, nilai rapor akan semakin bermanfaat dan bermakna di mata siswa dan guru. Akibatnya, semua pihak akan berusaha meningkatkan kuantitas dan kualitas nilai rapor yang diperolehnya. Motivasi belajar siswa meningkat, karena ingin mendapatkan Nilai rapor (NR) yang memuaskan yang  mendukung “Nilai Akhir Ujian ”. Guru pun akan semakin termotivasi untuk  menghadirkan proses pembelajaran yang inovatif ,dan berkualitas. Sinergi ini diyakini akan meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar yang bermuara kepada peningkatan kualitas pendidikan secara nasional. Inilah sebuah peluang ,harapan sekaligus tantangan  hadirnya formulasi baru  regulasi  sistem Ujian Nasional thn 2011..

Yang Ke-tiga : Hasil Ujian Nasional  pada tahun pelajaran 2010/2011 tidak lagi penjadi salah satu penentu kelulusan, akan tetapi dipadukan  dengan Nilai Sekolah (NS) yang diperoleh dari 40%NR dan 60%US. Ini berarti,bahwa  Ujian Nasional tidak lagi menjadi “Hantu” yang yang menakutkan .Sebagai konsekwensi logis  dari formula  ini adalah nilai Ujian Nasional  tidak harus dipaksakan mendapat nilai standar 5,5 atau lebih, karena ada konstribusi Nilai  40%US  Akibatnya, pelaksanaan UN diharapkan dapat lebih jujur, objektif, dan tidak dicemari dengan berbagai kecurangan. Inilah peluang berikutnya dari hadirnya formulasi baru dari regulasi  tentang penyelenggaraan UN thn 2011 . Langkah maju dari pemerintah  ini patut diapresiasi, karena merupakan awal yang mulia untuk memulai perbaikan dunia pendidikan.

Dari berbagai peluang  di atas , maka tantangannya  ke depan mau tidak mau suka atau tidak suka sekolah akan berusaha masimal menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas, melalui sentuhan guru-guru profesional kita , dengan dukungan sarana prasarana yang memadai dari pemerintah maupun orang tua murid ( komite sekolah )  akan berdanpak pada hasil belajar yang lebih baik .Akibat dari berkontribusinya NR dalam NA akan terjadi perbandingan linier.untuk menentukan kelulusan.maka tidak heran tiap tahun akan terjadi peningkatan KKM Mata Pelajaran di tiap satuan pedidikan dalam  upaya untuk memaksakan agar Nilai Rapor  cenderung besar. Hal ini dibenarkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan penilaian acuan “ patokan atau acuan criteria” berbasis kompetensi dengan berparadigma pembelajaran tuntasnya.. Agar Nilai Rapor  cenderung besar, maka nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dibuat Tinggi ( dengan memaksimalkan daya dukung dan Intake , serta meminimalkan Tingakat kompleksitas ), sehingga Nilai Rapor lebih besar. Jika masih ada siswa yang belum mencapai nilai KKM maka dilakukan pembelajaran remedial ( bahkan dipaksakan agar nilai minimal mencapai KKM dengan cara penugasan individu, ataukah kelompok ataukan di adakan pembelajaran ulang apa bila di bawah 50% indicator yang diujikan tidak tuntas. Ini salah satu upaya yang sesuai dengan KTSP ,dan kondisi ini saya rasa tidak  kontra produktif dengan gagasan meningkatkan kualitas pendidikan. Inilah salah satu tantangan yang muncul dari regulasi baru UN tahun 2011 yang patut dicarikan solusinya ..

Terlepas dari peluang dan tantangan yang muncul dari kehadiran permendiknas tentang UN tersebut, maka menyukseskan penyelenggaraan UN tahun 2011 adalah keniscayaan. Oleh karena itu stakeholders pendidikan, baik siswa, guru, masyarakat, perguruan tinggi, dan pemerintah hendaknya menyatukan langkah dan menyamakan persepsi untuk menyukseskan penyelenggaraan UN tahun 2011. Mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan tantangan menjadi peluang adalah salah satu upaya untuk menyukseskan penyelenggaraan UN tahun 2011. Semoga penyelenggaraan UN tahun 2011 dapat berjalan objektif, jujur, dan adil demi peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Terima kasih

Wallahumuwafiq ila aqwamith thoriq
Wassalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh

 

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Februari 2011
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

Statistik Blog

  • 1,764,690 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Warga Pidie Jaya Harapkan Bantuan Segera Tersalurkan 9 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, TRIENGGADENG -- Masyarakat korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya mengharapkan bantuan dari pemerintah bisa segera tersalurkan. Seperti masyarakat Desa Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (9/12). Dimana...
    Sadly Rachman
  • BPBD Magetan Bangun Posko Tanggap Darurat 9 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MAGETAN -- BPBD Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membangun sebuah pos komando (posko) tanggap darurat bencana di wilayah paling rawan tanah longsor guna memberikan penanganan cepat jika sewaktu-waktu terjadi...
    Yudha Manggala P Putra

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: