//
you're reading...
Pendidik

PENGEMBANGAN MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL PADA SMK

  1. A.    Latar Belakang

Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, menyatakan bahwa Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas, potensi daerah, dan prospek pengembangan daerah termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan kompetensi  keahlian yang diselenggarakan.

Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini berarti bahwa dalam satu tahun,  satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal.

Dari pernyataan tersebut di atas ditegaskan bahwa substansi mata pelajaran muatan lokal untuk Sekolah Menengah Kejuruan  harus disesuaikan dengan kompetensi keahlian yang diselenggarakan, dengan demikian diharapkan bahwa mata pelajaran muatan lokal, dapat memperkaya dan meningkatkan kompetensi tamatan pada kompetensi keahlian masing-masing.

  1. B.    Tujuan Mata Pelajaran Muatan Lokal di SMK

Mata pelajaran muatan lokal di Sekolah Menengah Kejuruan diutamakan memiliki kesesuaian dengan  kompetensi keahlian yang diselenggarakan bertujuan untuk memperkaya dan meningkatkan kualitas pengembangan keahlian sesuai dengan tuntuan lapangan kerja.

  1. C.    Langkah-langkah Menetapkan Mata Pelajaran Muatan Lokal

Untuk menetapkan mata pelajaran muatan lokal yang sesuai dengan kompetensi keahlian, satuan pendidikan dan komite sekolah dapat melakukan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.

  1. Identifikasi  keadaan dan kebutuhan daerah

Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah masing-masing khususnya tentang kebutuhan terhadap kompetensi pekerja pada masing-masing kompetensi keahlian, yang belum termuat dalam kurikulum yang dikembangkan. Hal ini dapat juga dilakukan dengan mengidentifikasi kompetensi pilihan yang terdapat dalam standar kompetensi kerja yang berlaku pada masing-masing kompetensi keahlian.

  1. Mengembangkan Standar Isi mata pelajaran muatan lokal

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa muatan lokal merupakan mata pelajaran, maka harus dilengkapi dengan standar isi. Standar isi muatan lokal mencakup:

Latar Belakang; menjelaskan aspek kemengapaan mata pelajaran tersebut dikembangkan pada kompetensi keahlian tertentu.

Tujuan; menggambarkan hasil akhir yang akan dicapai setelah peserta didik menyelesaikan mata pelajaran tersebut.

Ruang Lingkup; menggambarkan kedalaman dan keluasan bahan kajian pada mata pelajaran tersebut.

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar; urain tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik setelah menyelesaikan mata pelajaran tersebut. Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan penjelasan dalam penyusunan KTSP.

Arah pengembangan; Menjelaskan bagaimana mata pelajaran muatan lokal tersebut dikembangkan lebih lanjut dalam proses pembelajaran.

Apabila terdapat mata pelajaran muatan lokal yang sama diselenggarakan oleh beberapa SMK,  sebaiknya Standar Isi  disusun bersama antar MGMP, MKKS dan K3S.

  1. Penetapan mata pelajaran muatan lokal

Untuk menetapkan mata pelajaran muatan lokal, satuan pendidikan dapat mempertimbangkan hal sebagai berikut;

  1. Ruang lingkup bahan kajian kompetensi terlalu banyak untuk ditambahkan kedalam satu mata pelajaran yang ada, sehingga dapat ditetapkan menjadi satu mata pelajaran muatan lokal.
  2. Kejelasan tujuan akhir yang akan dicapai oleh mata pelajaran tersebut yang dimuat dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
  3. Total waktu yang tersedia untuk mata pelajaran muatan lokal, sesuai dengan struktur kurikulum adalah 192 jam selama tiga tahun.
  4. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester, artinya apabila hasil kajian dengan mempertimbangkan keragaman kompetensi yang dibutuhkan, maka satuan pendidikan dapat menetapkan enam  mata pelajaran muatan lokal untuk tiga tahun.
  5. Mata pelajaran muatan lokal tidak sama dengan mata pelajaran yang ada, baik nama maupun substansi bahan kajiannya.
  6. Dapat diimplementasikan di sekolah dengan memperhatikan kondisi; sarana/prasarana; pendidik dan tenaga kependidikan serta daya dukung operasional pembebelajaran lainnya.
  7. Mengembangkan silabus muatan lokal

Setiap mata pelajaran muatan lokal yang telah ditetapkan, harus disusun silabusnya. Teknik menyusun silabus sesuai dengan penjelasan dalam bahan Bimtek penyusunan silabus.

  1. Pengesahan mata pelajaran muatan lokal

Mata pelajaran muatan lokal yang telah disusun oleh satuan pendidikan bersama komite sekolah perlu mendapatkan pengesahan dari pejabat yang berwenang (dinas pendidikan) di daerah. Hal ini dimaksudkan untuk ketertiban pengembangan mata pelajaran muatan lokal sesuai kondisi daerah, kesesuain dengan kompetensi keahlian serta dukungan dari pemerintah daerah dalam operasionalnya.

  1. D.    Contoh Mata Pelajaran Muatan Lokal dengan Kajian Sederhana

Berdasarkan kondisi nyata yang terdapat di lapangan kerja, bahwa tenaga kerja bidang pemesinan banyak menggunakan peralatan produk Jepang, serta banyak perusahaan yang investornya berasal dari Jepang, sehingga calon tenaga kerja (lulusan SMK) membutuhkan kemampuan berkomunikasi bahasa Jepang baik lisan atau tulisan. Untuk itu   SMK yang menyelenggarakan kompetensi keahlian Teknik Pemesinan menetapkan mata pelajaran muatan lokalnya  adalah bahasa Jepang. Untuk itu  SMK tersebut menetapkan Standar Isi mata pelajaran Muatan Lokal sebagai berikut.

  1. 1.     Latar Belakang

Dalam era globalisasi, perkembangan teknologi komunikasi yang sangat cepat menjadikan jarak bukan suatu hambatan untuk mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia  Banyak informasi tentang ilmu pengetahuan baik di bidang teknik, ilmu-ilmu murni, ekonomi, psikologi maupun seni bersumber dari buku-buku berbahasa Jepang.

Dalam perkembangan industri pemesinan di sekitar sekolah, banyak investor industri dari Jepang yang peralatan pemesinan dan tenaga kerjanya menggunakan bahasa Jepang, sehingga lulusan SMK yang akan mengisi lapangan kerja di perusahan tersebut membutuhkan kemampuan berbahasa Jepang.  Selain itu bahasa Jepang merupakan sarana komunikasi dalam pengembangan dunia pariwisata, bisnis dan industri pemesinan.

Bahasa Jepang tidak merupakan mata pelajaran terstruktur dalam  kurikulum SMK kompetensi keahlian pemesinan, oleh karena itu dapat menjadi muatan lokal. Dalam kelas bahasa Jepang peserta didik dimotivasi untuk secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran terutama mendalami sejumlah bahan bacaan khususnya manual peralatan pemesinan, dan berkomunikasi secara lisan.

Mata pelajaran muatan lokal bahasa Jepang untuk kompetensi keahlian Teknik Pemesinan dialokasikan waktu selama 2 jam pelajaran per minggu selama 2 semester ( 64 jam pelajaran)

  1. 2.     Tujuan

Pembelajaran bahasa Jepang pada kompetensi keahlian Teknik Pemesinan bertujuan agar para peserta didik memiliki kemampuan dasar dalam ketrampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis untuk berkomunikasi, secara khusus untuk  memahami manual peralatan mesin.

  1. 3.     Ruang Lingkup

Mata Pelajaran Bahasa Jepang terdiri atas bahan yang berupa wacana lisan dan tulisan berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang identitas diri, kehidupan sekolah, kehidupan keluarga, kehidupan sehari-hari dan manual peralatan mesin. Untuk melatih keempat aspek kemampuan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Selain itu, ada juga pengenalan huruf Hiragana, Katakana, dan Kanji.

  1. 4.     Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
      Mendengarkan1.  Memahami wacana lisan berbentuk paparan atau dialog sederhanatentang identitas diri  1.1. Mengidentifikasi bunyi, ujaran (kata, frasa atau kalimat)  alam suatu konteks dengan mencocokkan dan membedakan secara tepat
 1.2. Memperoleh informasi umum dan rinci dari berbagai bentuk wacana lisan sederhana  secara tepat

     Berbicara

2.  Mengungkapkan informasi secara lisan dalam bentuk paparan atau dialog sederhana tentang identitas diri 

 2.1. Menyampaikan informasi secara lisan dengan lafal yang tepat  dalam kalimat sederhana sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan berbahasa yang santun dan tepat
2.2. Melakukan dialog sederhana dengan lancar dan benar yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat

     Membaca

3.  Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang identitas diri

 

 3.1. Membaca  kata, frasa atau kalimat dalam wacana tertulis sederhana dengan huruf (Hiragana, Katakana) secara tepat 
3.2. Mengidentifikasi bentuk dan  tema wacana sederhana secara tepat
3.3. Memperoleh informasi umum  dan atau rinci dari wacana  sederhana secara tepat dengan mencari kata kunci informasi umum dan atau rinci

     Menulis

4.  Mengungkapkan informasi secara tertulis dalam bentuk paparan atau dialog sederhana tentang identitas diri

 4.1. Menulis kata, frasa dan kalimat dengan huruf (Hiragana, Katakana) yang tepat
  4.2. Mengungkapkan informasi secara tertulis dalam kalimat  sederhana sesuai wacana, yang mencerminkan kecakapan menggunakan kata, frasa dalam kalimat, dengan huruf (Hiragana, Katakana) dan struktur yang tepat

     Mendengarkan

5.  Memahami wacana lisan berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang kehidupan sehari–hari

 5.1. Mengidentifikasi bunyi, ujaran (kata, frasa atau kalimat) dalam suatu konteks dengan mencocokkan dan membedakan secara tepat

 

5.2. Memperoleh informasi umum dan atau rinci dari berbagai bentuk wacana lisan sederhana secara tepat
       Berbicara6.   Mengungkapkan informasi secara lisan dalam bentuk paparan atau dialog sederhana tentang penggunaan mesin  6.1. Menyampaikan informasi  secara lisan dengan lafal yang tepat  dalam kalimat sederhana sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan berbahasa yang santun dan tepat
  6.2. Melakukan dialog sederhana dengan lancar dan benar yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat
  6.3. Menyampaikan pendapat dan perasaan secara lisan dengan lancar sesuai wacana yang mencerminkan kecakapan menggunakan ujaran  secara santun dan tepat
       Membaca7.   Memahami wacana tulis manual mesin  7.1. Membaca, manual mesin dengan huruf (Hiragana, Katakana) secara tepat 
  7.2. Mengidentifikasi bentuk dan tema wacana sederhana secara tepat
  7.3. Memperoleh informasi umum dan atau rinci dari manual mesin

       Menulis

8.  Mengungkapkan informasi secara tertulis dalam bentuk paparan atau dialog sederhana tentang penggunaan mesin

 8.1. Menulis kata, frasa dan kalimat dengan huruf (Hiragana, Katakana, Kanji sederhana) yang tepat

 

8.2. Mengungkapkan informasi secara tertulis dalam kalimat  sederhana sesuai wacana yang mencerminkan kecakapan menggunakan kata, frasa dalam kalimat, dengan huruf (Hiragana, Katakana, Kanji sederhana) dan struktur yang tepat

 

  1. 5.     Arah pengembangan

Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian

  1. E.    Pengembangan Silabus Mata Pelajaran Muatan Lokal

Selanjutnya tenaga pendidik yang bersangkutan melengkapi dengan silabus untuk mata pelajaran Muatan Lokal Bahasa Jepang, Tata cara pengembangan silabus dapat dilihat pada bahan Bimtek tentang KTSP.

  1. F.    Rangkuman

Untuk membantu para pengembang mata pelajaran muatan lokal di SMK, di bawah ini  disampaikan rangkuman yang dapat digunakan sebagai indikator, dalam menetapkan mata pelajaran muatan lokal;

  1. Harus sesuai dengan kompetensi keahlian.
  2. Memiliki tujuan yang jelas (manfaat kompetensi di tempat kerja).
  3. Bahan kajian minimal dirancang untuk satu semester, artinya dapat merancang enam  mata pelajaran muatan lokal selama tiga tahun.
  4. Dapat diimplementasikan di sekolah,  sesuai dengan kondisi (fasilitas, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta sumber daya lainnya untuk mendukung operasional pembelajaran).
  5. Mengembangkan standar isi.

Mengembangkan sila

Bahan bimbingan teknis hasil revisi ini diharapkan dapat membantu para pihak yang terlibat dalam pengembangan dan implementasi KTSP-SMK serta satuan pendidikan SMK pada umumnya, dalam upaya menerapkan peraturan-peraturan dimaksud. Pada gilirannya, seperti yang diharapkan, setiap SMK atau kelompok SMK akan mampu menyiapkan sendiri KTSP yang akan diimplementasikannya.

About suaidinmath

Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Diskusi

One thought on “PENGEMBANGAN MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL PADA SMK

  1. MATERI INI ADALAH Seri Bahan Bimbingan Teknis
    Implementasi KTSP

    IMPLEMENTASI SISTEM KREDIT SEMESTER
    PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

    Departemen Pendidikan Nasional
    Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Menengah
    Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
    2008

    Suka

    Posted by suaidinmath | 9 Mei 2010, 2:26 am

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hari ini

Mei 2010
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Statistik Blog

  • 1,764,690 hit

Arsip blog

Award Blog Pendidikan 2012

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 259 pengikut lainnya

Dunia Pendidikan

Teratas

RSS Republika online

  • Warga Pidie Jaya Harapkan Bantuan Segera Tersalurkan 9 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, TRIENGGADENG -- Masyarakat korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya mengharapkan bantuan dari pemerintah bisa segera tersalurkan. Seperti masyarakat Desa Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (9/12). Dimana...
    Sadly Rachman
  • BPBD Magetan Bangun Posko Tanggap Darurat 9 Desember 2016
    REPUBLIKA.CO.ID, MAGETAN -- BPBD Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membangun sebuah pos komando (posko) tanggap darurat bencana di wilayah paling rawan tanah longsor guna memberikan penanganan cepat jika sewaktu-waktu terjadi...
    Yudha Manggala P Putra

RSS educatinalwithptk

newsalloy

NewsAlloy button

MUSIK

suara Edukasi

 

 http://radioedukasi.com/modules/mod_miniradio/mod_miniradio.swf

suara_edukasi

RADIO EDUKASI

Live Streaming AM 1251 kHz

Silahkan unduh produk audio radio Suara edukasi

[KLIK DISINI]

Zaimuttpjok/tik

BERBAGI INFORMASI PENDIDIKAN DAN KISAH HIDUP

isti

Berilah makan keyakinanmu niscaya keraguanmu mati kelaparan

ANNISA USH SHOLIHAH

ALL ABOUT CHEMIS_3 (sharing for carring)

Dinas Dikpora Kab. Dompu

Ikhlas Mendidik Untuk Martabat Bangsa dan Negara

Vox Populi

Vox Populi: A Public Sphere for Politics and Poetry

Architecture Here and There

Style Wars: classicsm vs. modernism

Stories From the Belly

A Blog About the Female Body and Its Appetites

mywordpool

"Words - so innocent and powerless as they are, as standing in a dictionary, how potent for good and evil they become in the hands of one who knows how to combine them." ~Nathaniel Hawthorne

Fusion

Championing a young, diverse, and inclusive America with a unique mix of smart and irreverent original reporting, lifestyle, and comedic content.

Whatever

LET ME STEAL THIS MOMENT FROM YOU NOW

rachel eats

stories, pictures and cooking tales from an english woman living in rome.

y

what it comes down to

tangerine drawings

scribbles and recipes from a pastry chef in paris

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Gravity and Levity

A blog about the big ideas in physics, plus a few other things

love.life.eat

living a mindful life

%d blogger menyukai ini: