Arsip Penulis: suaidinmath

FORMAT PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT PK GURU KELAS/MATA PELAJARAN


FORMAT PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT PK GURU KELAS/MATA PELAJARAN
a.      Nama
N I P
Tempat/Tanggal Lahir
Pangkat/Jabatan/Golongan :
TMT sebagai guru
Masa Kerja
Jenis Kelamin
Pendidikan Terakhir/Spesialisasi :
Program Keahlian yang diampu :
b.      Nama Instansi/Sekolah
  Telp / Fax
  Kelurahan
  Kecamatan
  Kabupaten/kota
  Provinsi
Nilai PK GURU untuk:
Pembelajaran/Bimbingan
Tugas tambahan sebagai …………………………
Konversi nilai PK GURU ke dalam skala 0 – 100  sesuai Permenneg PAN & RB No. 16 Tahun 2009 dengan rumus
Pembelajaran/Bimbingan
Tugas tambahan sebagai …………………………
Sebutan dan persentase angka kreditnya sesuai dengan Permenneg PAN & RB No. 16 Tahun 2009
Pembelajaran/Bimbingan Sebutan:
Tugas tambahan sebagai ………………………… Sebutan:
Perolehan angka kredit (pembelajaran/Bimbingan) per tahun bagi guru dengan tugas tambahan sebagai ………………………
Perolehan angka kredit tugas tambahan per tahun sebagai ………………………
                                                 ………………., …………………………..
Guru yang dinilai Penilai Kepala Sekolah
_____________________ NIP __________________________
 NIP NIP

FORMDU~2

FORMDU~1

FORMDU~1

Form Lampiran D

FORMPA~1

FORMDU~3

Buku 2 Pedoman PK Guru

Buku 1 PKB Guru

Buku 1 PKB Guru

PEDOMAN PKG

INSTRUMEN PKG

INSTRUMEN DAN RUBRIK PKB

PUBLIKASI ILMIAH LPMP 2012

Overview PKG-PKB Versi 5 12 MEI 12

PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 38 TAHUN 2010 TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL GURU


PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

NOMOR 38 TAHUN 2010 TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL GURU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

 

Menimbang

:

  1. a.
bahwa dalam rangka pelaksanaan penyesuaian jabatan fungsional guru, perlu mengubah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 38 Tahun 2010 tentang Penyesuaian Jabatan Fungsional Guru;
 

  1. b.
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 38 Tahun 2010 tentang Penyesuaian Jabatan Fungsional Guru;
       
Mengingat :
  1. 1.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999, Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);
   
  1. 2.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
   
  1. 3.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

 

   
  1. 4.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586);
   
  1. 5.
Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916);
   
  1. 6.
Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941);
   
  1. 7.
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157);
   
  1. 8.
Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5135);
   
  1. 9.
Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil;
   
  1. 10.
Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
   
  1. 11.
Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;
   
  1. 12.
Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II;
   
  1. 13.
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
   
  1. 14.
Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
     

 

 

 

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 38 TAHUN 2010 TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL GURU.

 

Pasal I

 

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 38 Tahun 2010 tentang Penyesuaian Jabatan Fungsional Guru diubah sebagai berikut:

 

  1. Ketentuan Pasal 7 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

 

Pasal 7

 

(1)  Usulan sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 dilengkapi persyaratan administrasi sebagai berikut:

  1. Fotocopy atau salinan yang sah keputusan kenaikan pangkat terakhir;
  2. Fotocopy atau salinan yang sah keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir;
  3. Fotocopy atau salinan yang sah penetapan angka kredit terakhir;
  4. Fotocopy ijazah terakhir tertinggi yang telah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang;
  5. Fotocopy sertifikat pendidik (apabila ada);
  6. Surat keterangan kepala sekolah yang menjelaskan guru bersangkutan masih aktif melaksanaan tugas sebagai guru kelas, guru mata pelajaran, atau guru pembimbing;
  7. Fotocopy atau salinan yang sah keputusan inpassing bagi guru bukan PNS.

 

(2)  Fotocopy atau salinan yang sah penetapan angka kredit terakhir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c bagi Guru Pembina Tk.I golongan IV/b keatas yang ditetapkan oleh pejabat penetap angka kredit di kabupaten/kota atau provinsi dilegalisasi oleh pejabat yang menetapkan angka kredit.

 

  1. Di antara Pasal 7 dan Pasal 8 disisipkan 1 (satu) Pasal, yakni Pasal 7A sehingga berbunyi sebagai berikut:

 

Pasal 7A

Tata cara penyesuaian angka kredit jabatan fungsional guru adalah sebagai berikut :

 

Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 adalah sebagai berikut:

(1)  Angka kredit yang akan disesuaikan adalah berdasarkan penetapan angka kredit (PAK) guru yang dipergunakan.

(2)  Angka kredit yang dipergunakan sebagai dasar pertimbangan penyesuaian jenjang jabatan/pangkat terakhir adalah berdasarkan penetapan angka kredit (PAK) guru.

(3)  Inpassing PAK guru tidak mengubah angka kredit kumulatif dengan menyesuaikan  komposisi unsur/subunsur PAK guru yang mengacu Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84 Tahun 1993 dengan komposisi  unsur/subunsur berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 sebagaimana dimaksud dalam Lampiran I Peraturan Menteri ini.

 

  1. Ketentuan ayat (2) Pasal 10 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

 

Pasal 10

(2)  Apabila sampai akhir tahun 2013 guru tidak mengusulkan kenaikan jabatan dan/atau pangkat, yang bersangkutan mengusulkan penyesuaian jabatan fungsional guru yang dimilikinya secara terpisah dari usul kenaikan jabatan dan/atau pangkat.

 

  1. Ketentuan Pasal 11 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 11

 

Penyesuaian penilaian angka kredit jabatan fungsional guru dilaksanakan terhitung mulai tanggal ditetapkannya Peraturan Menteri ini sampai dengan akhir Desember 2013.

 

 

 

 

 

 

Pasal II

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

 

 

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

 

 

 

 

 

MOHAMMAD NUH

 

 

PENYESUAIAN ANGKA KREDIT GURU


LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

NOMOR             TAHUN 2012

TENTANG PENYESUAIAN PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL GURU

 

PENYESUAIAN ANGKA KREDIT GURU

  1. Ketentuan Umum
  2. Penyesuaian penilaian angka kredit jabatan fungsional guru adalah penyesuaian kembali angka kredit unsur dan subunsur kegiatan guru yang tercantum pada penetapan angka kredit (PAK) berdasarkan Permenpan Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya ke dalam angka kredit  unsur dan subunsur kegiatan guru  berdasarkan Permenegpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
  3. Penyesuaian PAK Guru tidak mengubah angka kredit kumulatif yang ditetapkan berdasarkan PAK Guru terakhir tersebut.
  4. Unsur/Subunsur Kegiatan Guru sebagaimana tercantum pada  PAK Guru yang akan di disesuaikan adalah sebagai berikut:
Unsur dan Subunsur PAK Guru

(Permenpan Nomor 84/1993)

Unsur dan Subunsur PAK Guru

(Permenpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009

 

I. Unsur Utama

 

a. Pendidikan

  1. pendidikan sekolah
  2. diklat kedinasan

 

b. Proses belajar mengajar

 

c. Pengembangan profesi

 

I. Unsur Utama

 

a. Pendidikan

  1. pendidikan sekolah
  2. diklat prajabatan

 

b. Pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu

 

c. Pengembangan keprofesian berkelanjutan

1. Pengembangan diri

2. Publikasi Ilmiah

3. Karya inovatif

 

II. Unsur Penunjang

Penunjang PBM

II. Unsur penunjang

1. Ijazah yang tidak sesuai

2. Pendukung tugas guru

 

  1. PAK Guru yang disesuaikan adalah PAK yang dipergunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan kenaikan jabatan/pangkat guru teakhir.
  2. Persyaratan penyesuaian PAK Guru diberlakukan bagi semua guru baik PNS maupun bukan PNS yang telah disetarakan jabatan dan pangkatnya oleh pejabat yang berwenang.
  3. Kelengkapan dokumen untuk pemrosesan penyesuaian penilaian angka kredit:
    1. PAK terakhir sesuai dengan jenjang pangkat dan jabatan terakhir;
    2. SK pangkat terakhir;
    3. Ijazah terakhir
      1. Sertifikat Pendidik.
      2. Surat pernyataan dari Kepala Sekolah yang menjelaskan guru yang bersangkutan masih aktif melaksanakan tugas sebagai guru kelas, guru mata pelajaran, atau guru pembimbing
  1. Tata Cara Penyesuaian Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru

 

  1. I.   UNSUR UTAMA

 

  1. Pendidikan

 

1)   Pendidikan sekolah disesuaikan angka kreditnya dengan memperhatikan ketentuan Permenpan Nomor PER/60/M.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan/atau Lampiran II Keputusan Menpan tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dan Peraturan Kepala BKN Nomor 28 Tahun 2005 tentang Ketentuan Pelaksanaan Permenpan Nomor PER/60/M.PAN/6/2005, yaitu unsur pendidikan ijazah Diploma I (SPG/SGO) menjadi 25 angka kredit, Diploma II (D.II) menjadi 40 angka kredit, Diploma III (D.III) menjadi 60 angka kredit, Diploma IV atau S1 menjadi 100 angka kredit, S2 menjadi 150 angka kredit, dan S3 menjadi 200 angka kredit, dengan ketentuan:

 

a)   latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang yang diampu

contoh :

  • ijazah S1 bahasa Inggris, mengajar bahasa Inggris, angka kredit unsur pendidikannya adalah 100.
  • Ijazah DII Matematika, mengajar matematika, angka kredit unsur pendidikannya adalah 40.

 

b)   latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan bidang yang diampu tetapi memiliki sertifikat pendidik sesuai dengan bidang yang diampunya

contoh :

  • Ijazah S1 bahasa Indonesia, mengajar matematika, sertifikat pendidik matematika, angka kredit unsur pendidikannya adalah 100.
  • Ijazah DIII Matematika, mengajar PKN, angka kredit unsur pendidikannya adalah 60.

 

2)   Guru yang diangkat setelah Tahun 2005 dengan latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan bidang yang diampu (mismatch) dan belum memiliki sertifikat pendidik, angka kredit unsur pendidikannya sesuai dengan PAK semula. Sedangkan bagi guru yang diangkat sebelum Tahun 2006 dengan latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan bidang yang diampu (mismatch) dan belum memiliki sertifikat pendidik, angka kredit pendidikannya adalah sesuai dengan besaran angka kredit kualifikasi pendidikan yang dimilikinya berdasarkan Permenpan Nomor PER/60/M.PAN/6/2005.

Contoh :

a)    Ijazah Diploma II Bahasa Inggris, mengajar Agama Islam dan belum memiliki sertifikat pendidik, maka angka kredit pendidikan tetap 40.

b)   Ijazah S1 Fisika, mengajar Sejarah, belum memiliki sertifikat pendidik, maka angka kredit pendidikan dari 95 menjadi 100, kekurangannya diambil unsur penunjang (5). kalau tidak ada unsur penunjangnya, maka diambil dari unsur PBM.

 

3)   Guru yang belum memiliki ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV sampai dengan Desember 2015, apabila memperoleh ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV yang sesuai dengan bidang tugas yang diampu, maka angka kredit pendidikan dihitung 100, dengan ketentuan angka kredit tugas utama dan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan diperhitungkan masing-masing sebesar 65%, sedangkan angka kredit dari kegiatan penunjang tidak diperhitungkan.

Contoh :

Guru pada tanggal 1 Januari 2016 belum memiliki ijazah S1/DIV dan ijazahnya Diploma II (D.II) angka kreditnya 40 Gol. II/c, dan pada tahun 2017 memperoleh ijazah S1/D.IV yang sesuai dengan bidang yang diampunya, maka angka kreditnya pendidikannya 100.

 

4)   Penyesuaian angka kredit subunsur pendidikan dilakukan dengan cara sebagai berikut

Apabila angka kredit pendidikan pada PAK lebih kecil dari angka kredit pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam Permenpan Nomor PER/60/M.PAN/ 6/2005, maka angka kredit pendidikan ditambahkan dari angka kredit unsur penunjang. Apabila angka kredit unsur penunjang tidak mencukupi,  maka kekurangan angka kredit dapat ditambahkan dari angka kredit subunsur proses belajar mengajar.

Contoh :

Engkus Kusnadi, S.Pd, Guru Pembina SMPN 2 Kota Sukabumi,  dengan angka kredit 413, 297, pangkat Pembina golongan ruang IV/a  terhitung mulai 1 April 2003, mengajar bahasa Indonesia,  ijazah S1/AIV Bahasa Indonesia sudah diperhitungkan angka kreditnya sebesar  95. Berdasarkan data tersebut,  angka kredit pendidikan yang bersangkutan disesuaikan menjadi 100. Tambahan 5 angka kredit  tersebut diperoleh dengan cara  mengurangkan 5 angka kredit dari unsur penunjang. Jika unsur penunjangnya kurang dari 5 angka kredit, maka 5 angka kredit yang diperlukan dapat diperoleh dari subunsur PBM/diklat kedinasan.

 

  1. Pendidikan dan pelatihan prajabatan

 

Angka kredit yang diperoleh dari  pendidikan dan pelatihan berdasarkan Permenpan Nomor 84/1993 dipindahkan ke pengembangan diri.

Contoh: Yanto, guru SMA negeri di Jakarta, memiliki angka kredit 10 dalam unsur utama subunsur pendidikan dan pelatihan berdasarkan Permenpan Nomor 84/1993. Angka kredit tersebut dimasukkan kedalam subunsur pengembangan diri dengan angka kredit tetap 10.

 

  1. Pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu

 

Jumlah angka kredit subunsur pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu dimasukkan kedalam subunsur proses pembelajaran.

Contoh: Harno, memiliki angka kredit yang diperoleh dari proses pembelajaran, proses bimbingan,  dan tugas lain yang relevan sejumlah 557,228. Angka kredit tersebut dimasukkan kedalam subunsur proses pembelajaran sejumlah 557,228.

 

  1. Pengembangan keprofesian berkelanjutan

 

Jumlah angka kredit yang diperoleh pada subunsur Pengembangan profesi langsung dipindahkan ke subunsur pengembangan keprofesian berkelanjutan pada publikasi ilmiah. Apabila guru yang bersangkutan belum memperoleh jumlah angka kredit pengembangan keprofesian berkelanjutan, publikasi ilmiah atau karya inovatifnya kosong.

Contoh:

  • Tagor, guru SMK negeri di Medan memperoleh angka kredit Pengembangan profesi 12. Dipindahkan ke pengembangan keprofesian berkelanjutan sebesar 12, publikasi ilmiah atau karya inovatifnya kosong.
  • Maria, guru SMA negeri di Cirebon golongan III/d belum memiliki angka kredit untuk pengembangan profesi, angka kredit pada pengembangan keprofesian berkelanjutan, baik angka kredit pada publikasi ilmiah maupun karya inovatifnya kosong.

 

 

II. Unsur Penunjang

 

Jumlah angka kredit yang diperoleh pada unsur penunjang langsung dipindahkan ke unsur penunjang, sesuai dengan angka kredit yang diperolehnya.

Contoh: Husnan, guru SMP negeri di Pamekasan memperoleh angka kredit penunjang sebesar 15. Angka kredit tersebut langsung dipindahkan ke unsur penunjang sebesar 15.

CONTOH USUL DUPAK


KOP

Nomor   : ………         Dompu,   30 Desember 2015.

Lampiran                        : 3  gabung.

Perihal                : DUPAK. An. Nur Lena.S.Pd

                                 Nip 1900000000004 1 002

  Ke G.Muda

                                                                                                                          :

Yth.   TIM Penilai Angka Kridit Jabatan

         Dinas Dikpora Kab.Dompu

 

 

Dengan hormat,

      Dengan  telah terpenuhinya persyaratan masa kerja maupun administrasi sebagai mana yang diatur dalam Permengpan@RB RI     nomor :  16 tahun 2009, tanggal 10 November 2009 Perihal  Jabatan Fungsional Guru Dan Angka Kreditnya,SKB Kemendiknas dan Kepala BKN Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya; maka kami usulkan  saudara :

1.  N  A  M  A                                    :  Nur Lena, S.Pd.

2.  N   I   P  / Nomor seri karpeg    :  1900000000 1 002. / N 01111114

3.  NUPTK                                        :   4500000000000002.

4. Tempat dan Tanggal Lahir       :   Makassar ;06-02-1980.

5.  Jenis Kelamin                            :  perempuan

6.  Pendidikan terakhir                  :  S1 PGSD.

7.  Pangkat/Gol/Runag / TMT       :  Penata Muda Tk.I     /   III/b.    /  01-04-2011.

8.  Jabatan Guru /  TMT                 :  Guru Pertama  / 01-07-2013.

9.  Masa Kerja golongan Lama   :  07  tahun  09   bulan.

                                           Baru       :  11  tahun  02  bulan.

10.  Jenis Guru                               :  Guru Kelas.

11.Tugas                                          :  Mengajar Kls  VI.

12. Tempat Tugas                           : SDN 1 Paksebali, Dawan.

13. Alamat Rumah                         :  Desa ranggo Kec.Pajo Dompu

untuk mendapatkan  PAK    bagi penetapan kenaikan pangkat berikutnya bagi  Yang bersangkutan.

Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini kami sertakan  :

 

BAGIAN PERTAMA : TMT : 01-07-2011  s.d 31-12-2012 ( 3 semester)

 

  1. Lamp.I dan II Permenpan 84 tahun 1993 berikut lampiran bukti fisiknya.
  2. FC.syah PAK lama ,
  3. FC.Skep Pangkat Terakhir serta
  4. FC Syah Ijazah/Akte plus transkripnilai (lama dan baru bila ada).
  5. FC Piagam/ Surat Ketarangan Penataran/Diklat dan
  6. SK. Pemabagian Tugas Guru thn ajaran 2011/2012 sd th  2012/2013;
  7. SKep.Pelaksana Kegiatan Ekstra Kurikuler.
  8. Skep Pelaksana tugas tambahan lain di sekolah.
  9. FC. Syah kartu Anggota/Skep.sbg Pengurus Org Profesi keguruan atau surat keterangan    sbg  Anggota Orgnisasi Profesi keguruan.

10. FC.syah piagam/keterangan keiikutsertaan dalam seminar/lokakarya dlysm.

11. FC.Syah Piagam penghargaan.

( 1 s.d 11 rangkap 3 )

 

BAGIAN KEDUA : Penilaian TMT :01-07-2013  s.d 31-06-2015. (2 thn)

 

Subbag.I (admin DUPAK)

  1. Lampiran I,II,III,IV,V SKB Kemendiknas&Ka.BKN no.03/V/PB/2010 dan No.14 Th 2010.
    1. FC.syah PAK lama ,
    2. FC.syah PAK Penyesuaian,
    3. FC.Skep Pangkat Terakhir.

Subbag.2 (Pendidikan)

  1. FC Syah Ijazah/Akte plus transkripnilai.

Subbag.3

  1. 6.    Bukti Pisik  Pembel/Bimb (syetem paket):

1)    SK. Pemabagian Tugas Guru thn  2012/2013 (semester 2) dan th 2013/2014 serta semester 1 thn ajaran 2014/2015;

2)    Bukti pisik yang wajib ada bagi pelaksanaan PKG tahun 2013 dan th 2014.

3)    SKep.Pelaksana Kegiatan Ekstra Kurikuler.

4)    Skep Pelaksana tugas tambahan yang tidak mengurangi JWTM (kalau ada).

 

Subbag.4

  1. 7.    PKB ;

1)    Aspek PD berikut laporan PD dan bukti pisiknya.

a)    Peserta Diklat Fungsional …………………………………………………….

b)   Peserta Loka Karya ……………………………………………………………

c)    Pemrasaran di seminar ……………………………………………………….

 

2)    Aspek Publikasi Ilmiyah (PI);

a)    PTK dengan judul : ………………………………………………………

b)    Makalah Tinjauan Ilmiyah Judul : ………………………………………

c)    Makalah Ilmiyah yang dipresentasikan di seminar judul : …………..

d)    Buku Pedoman pribadi.

e)    … dst

3)    Aspek Karya Inovatif (KI)

a)    Alat / media Pembelajaran dan bukti pisiknya berupa ………………………..

b)   Alat Peraga beserta bukti pisiknya  berupa …………………………………….

c)    Karya seni beserta bukti pisiknya judul/tema …………………………………..

d)   Menjadi peserta penyusunan pedoman soal UN tingkat ……………………..

e)    Dst…

Subbag Penunjang Tugas Guru;

4)    Pendidikan Yang tidak sesuai dg Tupoksi-nya

a)    Ijazah S2 Hukum Tata Negara. (examp)

5)    Melaksanakan Kegiatan yg mendukung tugas guru;

a). Membimb siswa dlm kegiatan kurikuler …………(sebutkan)

b). Pengawas Ujian/evaluasi belajar tingkat …….. sekian kali.

c). Menjadi ……… org profesi (PGRI)

d). menjadi ……..org kepramukaan.

e). Menjadi tim penilai AK.

f). Menjadi Tutor/pelatih/instruktur ………(sebutkan).

6)    Memperoleh tanda jasa ;

a)    Tanda Stya Lencana …..

b)    Tanda jasa lainnya …………….

    ( dalam rangkap dua untuk DUPAK )

 BAGIAN KETIGA UNTUK USUL KENAIKAN PANGKAT

 

  1. PAK baru (disiapkan oleh secretariat)
  2. FC. CPNS dan  FC.Karpeg ;
  3. FC.Syah PNS (100%) dan
  4. FC Syah Pangkat terahir.
  5. FC.syah SK.Berkala terakhir dan
  6. PAK lama / PAK Peralihan dan
  7. Ijazah/Akte dan transkrip nilai.(lama dan baru bila ada)
  8. Fc.Syah SK.NIP Baru ( bagi yg dlm SK terakhir belum masuk)
  9. 9.    FC DP3 tahun 2013 dan asli DP3 tahun 2014.   

  .  ( 1  sd  9  MASING-MASING RANGKAP 3  LB ).

Demikian , untuk mendapat pelaksanaan betapa mestinya,terimakasih.

Kepala

SDN 4 Pajo,

SAIDI, S.PD

Pembina Utama Madya

NIP 1960198003011009

 

Tembusan disampaikan kepada :

  1. …………………
  2. Ybs.
  3. Arsip.

RINCIAN KEGIATAN GURU DAN ANGKA KREDITNYA


LAMPIRAN I: PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN
APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI
NOMOR 16 TAHUN 2009
TANGGAL: 10 November 2009
RINCIAN KEGIATAN GURU DAN ANGKA KREDITNYA
NO UNSUR SUB UNSUR KEGIATAN KODE SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA KETERANGAN
1 PENDIDIKAN 1. Mengikuti pendidikan dan memperoleh gelar/ijazah/akta 1.1 Doktor (S-3) 01 Ijazah 200 Semua Jenjang Permenpan No. 60 Tahun 2005 tentang Perubahan atas ketentuan Lampiran I dan II
1.2 Magister (S-2) 02 Ijazah 150 Semua Jenjang
1.3 Sarjana (S-1) / Diploma IV 03 Ijazah 100 Semua Jenjang
2. Mengikuti pelatihan prajabatan 2.1 Pelatihan prajabatan fungsional bagi Guru Calon Pegawai Negeri Sipil / program induksi 04 STTPP 3 Semua Jenjang
2 PEMBELAJARAN/ BIMBINGAN  DAN TUGASTERTENTU 1. Melaksanakan proses pembelajaran 1.1 Merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi dan menilai hasil pembelajaran, menganalisis hasil pembelajaran, melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian pembelajaran 05 Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang Tidak diberikan angka kredit untuk setiap butir kegiatan tugas utama Guru: tugas pembelajaran, pembimbingan, dan tugas tertentu. Karena setiap Guru sudah diatur beban kerja minimum 24 jam pelajaran per minggu. Dengan beban kerja yang sudah tetap, Kinerja Guru akan dinilai dan hasilnya akan dikonversikan dalam paket angka kredit yang wajib dicapai oleh Guru setiap tahunnya. Misalnya: Guru Pertama III Gol. III/a wajib memperoleh AK 45-3 = 42 AK dalam 4 Tahun. Maka Paket kewajiban setiap tahun  = 42/4 = 10,5 AK.
2. Melaksanakan proses bimbingan 2.1 Merencanakan dan melaksanakan pembimbingan, mengevaluasi dan menilai hasil pembimbingan, menganalisis hasil pembimbingan, melaksanakan tindak lanjut hasil pembimbingan 06 Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang
3. Melaksanakan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah / madrasah. 3.1 Menjadi Kepala Sekolah/Madrasah per tahun 07 Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang
3.2 Menjadi Wakil Kepala Sekolah/Madrasah per tahun 08 Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang
3.3 Menjadi ketua program keahlian/program studi atau yang sejenisnya 09 Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang
3.4 Menjadi kepala perpustakaan 10 Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang
3.5 Menjadi kepala laboratorium, bengkel, unit produksi atau yang sejenisnya 11 Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang
3.6 Menjadi pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusi, pendidikan terpadu atau yang sejenisnya. 12 Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang
3.7 Menjadi wali kelas 13 Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang
3.8 Menyusun kurikulum pada satuan pendidikannya 14 Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang
3.9 Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap  proses dan hasil belajar. 15 Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang
3.10 Membimbing guru pemula dalam program induksi 15.a Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang
3.11 Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler 16 Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang
3.12 Menjadi pembimbing pada penyusunan publikasi ilmiah dan karya inovatif 17 Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang
3.13 Melaksanakan pembimbingan pada kelas yang menjadi tanggungjawabnya (khusus Guru Kelas) 18 Laporan Penilaian Kinerja Paket Semua Jenjang
3 PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Melaksanakan pengembangan diri 1.1 Mengikuti diklat fungsional:
a. Lamanya lebih dari 960 jam 19 1.  Surat tugas   2. Laporan deskripsi hasil pelatihan 3. Sertifikat 15 Semua Jenjang
b. Lamanya antara 641 s.d  960 jam 20 1.  Surat tugas   2. Laporan deskripsi hasil pelatihan 3. Sertifikat 9 Semua Jenjang
c. Lamanya antara 481 s.d  640 jam 21 1.  Surat tugas   2. Laporan deskripsi hasil pelatihan 3. Sertifikat 6 Semua Jenjang
d. Lamanya antara 181 s.d  480 jam 22 1.  Surat tugas   2. Laporan deskripsi hasil pelatihan 3. Sertifikat 3 Semua Jenjang
e. Lamanya antara 81 s.d  180 jam 23 1.  Surat tugas   2. Laporan deskripsi hasil pelatihan 3. Sertifikat 2 Semua Jenjang
f. Lamanya antara 30 s.d  80 jam 24 1.  Surat tugas   2. Laporan deskripsi hasil pelatihan 3. Sertifikat 1 Semua Jenjang
1.2 Kegiatan kolektif guru yang meningkatkan kompetensi dan/atau keprofesian guru
a. Lokakarya atau kegiatan bersama (seperti kelompok kerja guru) untuk penyusunan perangkat kurikulum dan atau pembelajaran 25 Surat keterangan  dan laporan per kegiatan 0,15 Semua Jenjang
b. keikutsertaan pada kegiatan ilmiah (seminar, kologium dan diskusi panel)
1) Menjadi pembahas pada kegiatan ilmiah 26 Surat keterangan  dan laporan per kegiatan 0,2 Semua Jenjang
2) Menjadi peserta pada kegiatan ilmiah 27 Surat keterangan  dan laporan per kegiatan 0,1 Semua Jenjang
c. Kegiatan kolektif lainnya yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru 28 Surat keterangan  dan laporan per kegiatan 0,1 Semua Jenjang
2 Melaksanakan Publikasi Ilmiah 2.1 Presentasi pada forum ilmiah
a. Menjadi pemrasaran/nara sumber pada seminar atau lokakarya ilmiah 29 Surat keterangan  dan makalah pemrasaran 0,2 Semua Jenjang
b. Menjadi pemrasaran/nara sumber pada koloqium atau diskusi ilmiah 30 Surat keterangan  dan makalah pemrasaran 0,2 Semua Jenjang
2.2 Melaksanakan publikasi Ilmiah  hasil penelitian atau gagasan ilmu pada bidang pendidikan formal.
a. Membuat karya tulis berupa  laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya, diterbitkan/dipublikasikan dalam bentuk buku ber ISBN dan diedarkan secara nasional atau telah lulus dari penilaian BNSP. 31 Buku 4 Semua Jenjang
b. Membuat karya tulis berupa  laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya, diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi. 32 Karya tulis dalam majalah / jurnal ilmiah 3 Semua Jenjang
c. Membuat karya tulis berupa  laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya, diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat provinsi. 33 Karya tulis dalam majalah / jurnal ilmiah 2 Semua Jenjang
d. Membuat karya tulis berupa  laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya, diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah ilmiah tingkat kabupaten/ kota. 34 Karya tulis dalam majalah / jurnal ilmiah 1 Semua Jenjang
e. Membuat karya tulis berupa  laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya, diseminarkan di sekolahnya, disimpan di perpustakaan. 35 Laporan 4 Semua Jenjang
f. Membuat makalah  berupa  tinjauan  ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya, tidak diterbitkan,  disimpan di perpustakaan. 36 Makalah 2 Semua Jenjang
 g. Membuat Tulisan Ilmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya.
1) Membuat Artikel Ilmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya dimuat di media masa tingkat nasional 37 Artikel Ilmiah 2 Semua Jenjang
2) Membuat Artikel Ilmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya dimuat di media masa tingkat provinsi (koran daerah). 38 Artikel Ilmiah 1,5 Semua Jenjang
 h. Membuat  Artikel Ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya.
1) Membuat  Artikel Ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya dan dimuat di jurnal tingkat nasional yang terakreditasi 39 Artikel Ilmiah 2 Semua Jenjang
2) Membuat  Artikel Ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya dan dimuat di jurnal tingkat nasional yang tidak  terakreditasi/tingkat propvinsi. 40 Artikel Ilmiah 1,5 Semua Jenjang
3) Membuat Artikel Ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya dan dimuat di jurnal tingkat lokal (kabupaten/kota/ sekolah/madrasah dstnya). 41 Artikel Ilmiah 1 Semua Jenjang
2.3 Melaksanakan publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman Guru:
a. Membuat buku pelajaran per tingkat/buku pendidikan per judul:
1) Buku  pelajaran yang lolos penilaian oleh BSNP 42 Buku 6 Semua Jenjang
2) Buku  pelajaran yang dicetak oleh penerbit dan ber ISBN 43 Buku 3 Semua Jenjang
3) Buku pelajaran dicetak oleh penerbit  tetapi belum ber-ISBN. 44 Buku 1 Semua Jenjang
b. Membuat modul/diktat  pembelajaran per semester:
1) Digunakan di tingkat  Provinsi dengan pengesahan dari Dinas Pendidikan Provinsi. 45 Modul /diktat 1,5 Semua Jenjang
2) Digunakan di tingkat  kota/kabupaten dengan pengesahan dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten. 46 Modul / diktat 1 Semua Jenjang
3) Digunakan di tingkat sekolah/madrasah setempat 47 Modul / diktat 0,5 Semua Jenjang
c. Membuat buku dalam bidang pendidikan:
1) Buku dalam bidang pendidikan  dicetak oleh penerbit  dan ber-ISBN. 48 Buku 3 Semua Jenjang
2) Buku dalam bidang pendidikan dicetak oleh penerbit  tetapi  belum ber-ISBN. 49 Buku 1,5 Semua Jenjang
d. Membuat karya hasil terjemahan yang dinyatakan oleh kepala sekolah/madrasah tiap karya. 50 Karya hasil terjemahan 1 Semua Jenjang
e. Membuat buku pedoman guru 51 Buku 1,5 Semua Jenjang
3 Melaksanakan Karya Inovatif 3.1 Menemukan teknologi tepatguna
a. Kategori Kompleks 52 Hasil karya 4 Semua Jenjang
b. Kategori Sederhana 53 Hasil karya 2 Semua Jenjang
3.2 Menemukan / menciptakan karya seni
a. Kategori kompleks 54 Hasil karya 4 Semua Jenjang
b. Kategori sederhana 55 Hasil karya 2 Semua Jenjang
3.3 Membuat / modifikasi alat pelajaran / peraga / praktikum:
a. Membuat alat pelajaran:
1) Kategori kompleks 56 Alat pelajaran 2 Semua Jenjang
2) Kategori sederhana 57 Alat pelajaran 1 Semua Jenjang
b. Membuat alat peraga:
1) Kategori kompleks 58 Alat peraga 2 Semua Jenjang
2) Kategori sederhana 59 Alat peraga 1 Semua Jenjang
c. Membuat alat praktikum:
1) Kategori kompleks 60 Alat Praktik 4 Semua Jenjang
2) Kategori sederhana 61 Alat Praktik 2 Semua Jenjang
3.4 Mengikuti Pengembangan Penyusunan Standar, Pedoman, Soal dan sejenisnya
a. Mengikuti Kegiatan  Penyusunan Standar/ Pedoman/ Soal dan sejenisnya pada tingkat nasional. 62 SK 1 Semua Jenjang
b. Mengikuti Kegiatan  Penyusunan Standar/ Pedoman/ Soal dan sejenisnya pada tingkat provinsi. 63 SK 1 Semua Jenjang
4 PENUNJANG TUGAS GURU 1 Memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya Memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya:
a. Doktor (S-3) 64 Ijazah 15,00 Semua Jenjang
b. Pascasarjana (S-2) 65 Ijazah 10,00 Semua Jenjang
c. Sarjana (S-1) / Diploma IV 66 Ijazah 5,00 Semua Jenjang
2 Melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas guru Melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas guru:
a. Membimbing siswa dalam praktik kerja nyata / praktik industri / ekstrakurikuler dan yang sejenisnya 67 laporan 0,17 Semua Jenjang
b. Sebagai pengawas ujian penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat :
1) sekolah 68 SK 0,08 Semua Jenjang
2) nasional 69 SK 0,08 Semua Jenjang
c. Menjadi anggota organisasi profesi, sebagai:
1) Pengurus aktif 70 SK 1 Semua Jenjang
2) Anggota aktif 71 SK 0,75 Semua Jenjang
d. Menjadi anggota kegiatan kepramukaan, sebagai:
1) Pengurus aktif 72 SK 1 Semua Jenjang
2) Anggota aktif 73 SK 0,75 Semua Jenjang
e. Menjadi tim penilai angka kredit 74 DUPAK 0,04 Semua Jenjang
f. Menjadi tutor/pelatih/instruktur 75 2 Jampel 0,04 Semua Jenjang
3 Perolehan penghargaan/tanda jasa 3.1 Memperoleh Penghargaan/tanda jasa Satya Lancana Karya Satya
a. 30 (tiga puluh) tahun 76 Sertifikat/Piagam 3 Semua jenjang
b. 20 (dua puluh) tahun 77 Sertifikat/Piagam 2 Semua jenjang
c. 10 (sepuluh) tahun 78 Sertifikat/Piagam 1 Semua jenjang
3.2 Memperoleh Penghargaan/tanda jasa 79 Sertifikat/Piagam 1 Semua jenjang
MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN
APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI,
E. E. MANGINDAAN

PEDOMAN PELAKSANAAN  PENILAIAN KINERJA GURU  (PK GURU) 


8071_232971720157034_1894518809_nGuru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting
dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru yang profesional diharapkan mampu
berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang
bertakwa kepada Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki
jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian. Tidaklah berlebihan kalau
dikatakan  bahwa  masa  depan  masyarakat,  bangsa  dan  negara,  sebagian  besar
ditentukan oleh guru. Oleh sebab itu, profesi guru perlu dikembangkan secara terus
menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional guru. Selain itu, agar fungsi dan
tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan
yang  berlaku,  maka  diperlukan  Penilaian  Kinerja  Guru  (PK  GURU)  yang  menjamin
terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.

Pelaksanaan PK GURU dimaksudkan bukan untuk menyulitkan guru, tetapi sebaliknya
PK GURU dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena harkat dan
martabat  suatu  profesi  ditentukan  oleh  kualitas  layanan  profesi  yang  bermutu.
Menemukan  secara  tepat  tentang  kegiatan  guru  di  dalam  kelas,  dan  membantu
mereka  untuk  meningkatkan  pengetahuan  dan  keterampilannya,  akan  memberikan
kontribusi secara langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan,
sekaligus  membantu  pengembangan  karir  guru  sebagai  tenaga  profesional.  Oleh
karena  itu,  untuk  meyakinkan  bahwa  setiap  guru  adalah  seorang  profesional  di
bidangnya  dan  sebagai  penghargaan  atas  prestasi  kerjanya,  maka  PK  GURU  harus
dilakukan  terhadap  guru  di  semua  satuan  pendidikan  formal  yang  diselenggarakan
oleh  pemerintah,  pemerintah  daerah,  dan  masyarakat.  Guru  yang  dimaksud  tidak
terbatas  pada  guru  yang  bekerja  di  satuan  pendidikan  di  bawah  kewenangan
Kementerian Pendidikan Nasional, tetapi juga mencakup  guru yang bekerja di satuan
pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.

Hasil PK GURU dapat dimanfaatkan untuk menyusun profil kinerja guru sebagai input
dalam penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Hasil PK
GURU juga merupakan dasar penetapan perolehan angka kredit guru dalam rangka
pengembangan karir guru sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan  Aparatur  Negara  dan  Reformasi  Birokrasi  Nomor  16  Tahun  2009
tentang  Jabatan  Fungsional  Guru  dan  Angka  Kreditnya.  Jika  semua  ini  dapat
dilaksanakan dengan baik dan obyektif, maka cita‐cita pemerintah untuk menghasilkan
”insan yang cerdas komprehensif dan berdaya saing tinggi” lebih cepat direalisasikan.

Memperhatikan kondisi jabatan guru sebagai profesi dan kebijakan pemerintah dalam
pengembangan profesi guru maka diperlukan pedoman pelaksanaan PK GURU yang
menjelaskan  tentang  apa,  mengapa,  kapan,  bagaimana  dan  oleh  siapa  PK  GURU
dilaksanakan.  Penyusunan  pedoman  ini  mengacu  pada  Peraturan  Menteri  Negara
Pendayagunaan  Aparatur  Negara  dan  Reformasi  Birokrasi  di  atas  sebagai  acuan
pelaksanaan PK GURU di sekolah untuk mempermudah proses penilaian.

Buku 2 Pedoman PK Guru

PEDOMAN PENGELOLAAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)


DSCN5237 Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan  kedudukan yang sangat penting dalam mencapai visi pendidikan 2025 yaitu menciptakan insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Karena itu, profesi guru harus dihargai dan dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Konsekuensi dari guru sebagai profesi adalah pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Oleh karena itu, buku ini disajikan untuk memberi informasi seputar pengembangan keprofesian berkelanjutan guru. Sejatinya,  guru  adalah  bagian  integral  dari  organisasi pendidikan  di  sekolah  secara  menyeluruh.  Agar  sebuah organisasi termasuk organisasi pendidikan di sekolah  mampu menghadapi perubahan dan ketidakpastian yang menjadi ciri kehidupan  modern,  Peter  Senge  (2000)  mengingatkan perlunya mengembangkan sekolah sebagai sebuah organisasi pembelajar. Di antara karakter utama organisasi pembelajar adalah  senantiasa  mencermati  perubahan  internal  dan eksternal yang diikuti dengan upaya penyesuaian diri dalam rangka mempertahankan eksistensinya.  Syarat  mutlak  terciptanya  organisasi  pembelajar  adalah terwujudnya  masyarakat  pembelajar  di  tubuh  organisasi tersebut. Ini dapat dengan mudah difahami mengingat kinerja organisasi secara tidak langsung adalah produk kinerja kolektif semua unsurnya termasuk Sumber Daya Manusia. Oleh sebab itu,  dalam  konteks  sekolah,  guru  secara  individu  maupun secara bersama‐sama dengan masyarakat seprofesinya harus didorong  untuk  menjadi  bagian  dari  organisasi  pembelajar melalui keterlibatannya secara sadar dan sukarela serta terus menerus dalam berbagai kegiatan belajar guna mengembangkan profesionalismenya.  Untuk itu, sebagai bentuk aktualisasi tugas guru sebagai tenaga  profesional,  maka  pemerintah  melalui  Kementerian Pendidikan Nasional sebagaimana diamanatkan oleh Undang‐Undang  Nomor  20  tahun  2003  tentang  Sistem  Pendidikan Nasional,  Undang  Undang  No  14  Tahun  2005  tentang  Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan menfasilitasi guru untuk dapat mengembangkan keprofesiannya secara berkelanjutan. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan  (PKB)  ini  diarahkan  untuk  dapat  memperkecil jarak  antara  pengetahuan,  keterampilan,  kompetensi  sosial dan kepribadian yang mereka miliki sekarang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya itu.  Kegiatan  PKB  ini  dikembangkan  atas  dasar  profil  kinerja guru  sebagai  perwujudan  hasil  Penilaian  Kinerja  Guru  yang didukung dengan hasil evaluasi diri. Bagi guru‐guru yang hasil penilaian  kinerjanya  masih  berada  di  bawah  standar kompetensi  atau  dengan  kata  lain  berkinerja  rendah diwajibkan mengikuti program PKB yang diorientasikan untuk mencapai standar tersebut; sementara itu bagi guru‐guru yang telah  mencapai  standar  kompetensi,  kegiatan  PKB‐nya diarahkan  kepada  peningkatan  keprofesian  agar  dapat memenuhi  tuntutan ke depan dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya sesuai dengan kebutuhan sekolah dalam rangka memberikan  layanan  pembelajaran  yang  berkualitas  kepada peserta didik. Sesuai  dengan  amanat  Peraturan  Menteri  Negara Pemberdayaan  Aparatur  Negara  dan  Reformasi  Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, PKB diakui sebagai salah satu unsur utama selain  kegiatan  pembelajaran/  pembimbingan  dan  tugas tambahan lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang diberikan angka kredit untuk pengembangan karir guru khususnya dalam kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru. Harapannya  melalui  kegiatan  PKB  akan  terwujud  guru  yang  profesional  yang  bukan  hanya  sekedar  memiliki  ilmu pengetahuan yang kuat, tuntas dan tidak setengah‐setengah, tetapi tidak kalah pentingnya juga memiliki kepribadian yang matang,  kuat  dan  seimbang.  Dengan  penguasaan  ilmu pengetahuan  dan  teknologi  yang  kuat,  tuntas  dan  tidak setengah‐setengah serta kepemilikan kepribadian yang prima, maka diharapkan guru terampil membangkitkan minat peserta didik  kepada  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi  melalui penyajian layanan pendidikan yang bermutu. Mereka mampu membantu dan membimbing peserta didik untuk berkembang dan mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang secara cepat berubah sebagai ciri dari masyarakat abad 21. Secara umum, keterkaitan antara Penilaian Kinerja (PK) GURU, PKB dan pengembangan karir profesi guru dapat diperlihatkan pada  diagram  Pembinaan  dan  Pengembangan  Profesi  Guru berikut ini. 

C. Tujuan dan Manfaat 

PKB bagi guru memiliki tujuan umum untuk meningkatkan kualitas  layanan  pendidikan  di  sekolah/madrasah  dalam rangka  meningkatkan  mutu  pendidikan.  Sedangkan  tujuan khusus PKB adalah sebagai berikut.  1. Memfasiltasi  guru  untuk  mencapai  standar  kompetensi profesi yang telah ditetapkan. 2. Memfasilitasi guru untuk terus memutakhirkan kompetensi yang  mereka  miliki  sekarang  dengan  apa  yang  menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya.  3. Memotivasi  guru‐guru  untuk  tetap  memiliki  komitmen melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional. 4. Mengangkat  citra,  harkat,  martabat  profesi  guru,  rasa hormat dan kebanggaan kepada penyandang profesi guru. Manfaat  PKB  yang  terstruktur,  sistematik  dan  memenuhi kebutuhan  peningkatan  profesionalan  guru  adalah  sebagai berikut. 

1. Bagi Siswa 

Siswa memperoleh jaminan kepastian untuk mendapatkan pelayanan  dan  pengalaman  belajar  yang  efektif  untuk meningkatkan  potensi  diri  secara  optimal  melalui penguasaan  iImu  pengetahuan  dan  teknologi  sesuai dengan perkembangan masyarakat abad 21 serta memiliki jati  diri  sebagai  pribadi  yang  luhur  sesuai  nilai‐nilai keluruhan bangsa. 

2. Bagi Guru 

PKB memberikan jaminan kepada guru untuk menguasai ilmu  pengetahuan  dan  teknologi  serta  kepribadian  yang kuat sesuai dengan profesinya yang bermartabat, menarik, dan  pilihan  yang  kompetitif  agar  mampu  menghadapi perubahan internal dan eksternal dalam kehidupan abad 

21 selama karirnya.
3. Bagi Sekolah/Madrasah 

PKB memberikan jaminan terwujudnya sekolah/madrasah sebagai  sebuah  organisasi  pembelajaran  yang  efektif dalam  rangka  meningkatkan  kompetensi,  motivasi, dedikasi, loyalitas, dan komitmen pengabdian guru dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik. 

4. Bagi Orang Tua/Masyarakat   PKB  memberikan  jaminan  bagi  orang  tua/masyarakat bahwa  sesuai  dengan  kebutuhan  dan  kemampuannya masing‐masing  anak  mereka  di  sekolah  memperoleh bimbingan  dari  guru  yang  mampu  bekerja  secara profesional dan penuh tanggung jawab dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran secara efektif, efisien, dan  berkualitas  sesuai  dengan 

kebutuhan  masyarakat lokal, nasional dan global.   5. Bagi Pemerintah   Dengan  kegiatan  PKB,  pemerintah  mampu  memetakan kualitas 

layanan  pendidikan  sebagai  upaya  pembinaan, pengembangan,  dan  peningkatan  kinerja  guru  serta pembiayaannya  dalam  rangka 

mewujudkan  kesetaraan 

kualitas antarsekolah sejenis dan setingkat.
D. Sasaran
Sasaran kegiatan PKB bagi guru dalam rangka peningkatan
kompetensinya  mencakup  semua  guru  Taman  Kanak‐
kanak/Raudhatul Athfal, Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah,
Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah, Sekolah
Menengah
Atas/Madrasah
Aliyah,
Sekolah
Menengah
Kejuruan/  Madrasah  Aliyah  Kejuruan,  dan  Pendidikan  Luar
Biasa di di sekolah dalam lingkungan Kementerian Pendidikan
Nasional  dan/atau  Kementerian  Agama  maupun  di  sekolah‐
sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat. 

Buku 1 PKB Guru Buku 1 PKB Guru

SUMBER :

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU
PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
2010

www.bermutuprofesi.org

SISTEMATIKA PELAPORAN PENGEMBANGAN DIRI


SISTEMATIKA PELAPORAN PENGEMBANGAN DIRI

 

  • Judul
  • Lembar Pengesahan
  • Kata Pengantar
  • Daftar Isi

 

  1. Bagian Pendahuluan
    1. Latar Belakang mengikuti pengembangan keprofesian berkelanjutan
    2. Keterangan waktu pelaksanaan,penyelengaraan kegiatan
    3. Tujuan mengikuti pengembangan keprofesiaan berkelanjutan,lamanya penyelenggaraan pengembangan keprofesian berkelanjutan.
    4. Penyelenggaraan pengembangan keprofesiaan berkelanjutan

 

  1. Bagian Isi
    1. Uraian rinci dari tujuan pengembangan keprofesian berkelanjutan
    2. Pernyataan isi materi yang disajikan dalam kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan serta uraian kesesuaiaan dengan peningkatan keprofesiannya.
    3. Tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan berkaitan dengan pengembangan diri berdasarkan hasil dari pengembangan keprofesian berkelanjutan.
    4. Dampak terhadap pengalaman pengembangan keprofesian berkelanjutan terhadap diri sendiri dalam mutu pengembangan keprofesian berkelanjutan dan riwayatnya.

 

  1. Penutup

Lampiran-lampiran

  • Foto copy sertifikat/surat keterangan
  • Surat penugasan
  • Dan lain-lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SISTEMATIKA PENULISAN KARYA ILMIAH

  • Judul
  • Lembar pengesahan
  • Kata pengantar
  • Daftar isi
  • Bab I Pendahuluan
  1. Latar belakang dan identifikasi masalah
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan
  • Bab II Landasan Teori /Tinjauan Pustaka
  • Bab III Metode Penelitian( bila melakukan Penelitian)
  • Pembahasan
  • Kesimpulan dan saran
  • Lampiran-lampiran

 

Catatan : sistematika tersebut merupakan alternatif yang dapat digunakan. Penyesuaian dapat dibuat menurut jenis-jenis penelitian misalnya : Penelitian pengembangan, penelitian tindakan.observasi partisipatoris dan lain-lain yang dapat berbeda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEDOMAN PROFIL KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL GURU


cropped-cimg3386.jpgLampiran-2. Kompetensi Guru Mata Pelajaran SD/MI dan SMP/MTs

 

No.

KOMPETENSI INTI GURU

KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN

Kompetensi Pedagogik
1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. 1.1 Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosialemosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosialbudaya.
1.2 Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
1.3 Mengidentifikasi bekalajar awal peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
1.4 Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. 2.1 Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
2.2. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu.
3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu. 3.1 Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
3.2 Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu.
3.3 Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu.
3.4 Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran.
3.5 Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik.
3.6 Mengembangkan indikator dan instrumen

penilaian.

4. Menyelenggarakan pembelajaran

yang mendidik.

4.1 Memahami prinsip-prinsip perancangan

pembelajaran yang mendidik.

4.2 Mengembangkan komponenkomponen

rancangan pembelajaran.

4.3 Menyusun rancangan pembelajaran yang

lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas,

laboratorium, maupun lapangan.

4.4 Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan dengan memperhatikan

standar keamanan yang dipersyaratkan.

4.5 Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.
4.6 Mengambil keputusan transaksional dalam pembelajaran yang diampu sesuai dengan situasi yang berkembang.
5. Memanfaatkan teknologi

informasi dan komunikasi untuk

kepentingan pembelajaran.

5.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan

komunikasi dalam pembelajaran yang diampu.

6. Memfasilitasi pengembangan

potensi peserta didik untuk

mengaktualisasikan berbagai

potensi yang dimiliki.

6.1 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal
6.2 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya.
7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. 7.1 Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik, dan santun, secara lisan, tulisan, dan/atau bentuk lain.
7.2 Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi kegiatan/permainan yang mendidik yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik untuk ambil bagian dalam permainan melalui bujukan

dan contoh, (b) ajakan kepada peserta didik untuk ambil bagian, (c) respons peserta didik terhadap ajakan guru, dan (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya.

8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 8.1 Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.
8.2 Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.
8.3 Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.4 Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.5 Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan menggunakan berbagai instrumen.
8.6 Menganalisis hasil penilaian proses dan hasilbelajar untuk berbagai tujuan.
8.7 Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.
9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. 9.1 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar.
9.2 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan.
9.3 Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan.
9.4 Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. 10.1 Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
10.2 Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu.
10.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu.
Kompetensi Kepribadian
11. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. 11.1 Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, adat istiadat,  daerah asal, dan gender.
11.2 Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan sosial yang berlaku dalam masyarakat, dan kebudayaan nasional Indonesia yang beragam.
12. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. 12.1 Berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi.
12.2 Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia.
12.3 Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya.
13. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa 13.1 Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil.

 

13.2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif, dan berwibawa.
14. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. 14.1 Menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi.

 

14.2 Bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri.
14.3 Bekerja mandiri secara profesional.
15. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. 15.1 Memahami kode etik profesi guru.

 

15.2 Menerapkan kode etik profesi guru.

 

15.3 Berperilaku sesuai dengan kode etik profesi guru.
Kompetensi Sosial

 

16. Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. 16.1 Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran
16.2 Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama, suku, jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status sosialekonomi.
17. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga

kependidikan, orang tua, dan masyarakat.

17.1 Berkomunikasi dengan teman sejawat dan

Komunitas ilmiah lainnya secara santun, empatik dan efektif.

17.2 Berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat secara santun, empatik, dan efektif tentang program pembelajaran dan

kemajuan peserta didik.

17.3 Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.
18. Beradaptasi di tempat bertugas

di seluruh wilayah Republik

Indonesia yang memiliki

keragaman sosial budaya.

18.1 Beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik.
18.2 Melaksanakan berbagai program dalam

lingkungan kerja untuk mengembangkan dan

meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang bersangkutan.

19. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan

tulisan atau bentuk lain.

19.1 Berkomunikasi dengan teman sejawat, profesi ilmiah, dan komunitas ilmiah lainnya melalui berbagai media dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran.
19.2 Mengkomunikasikan hasil hasil Inovasi pembelajaran kepada komunitas profesi sendiri secara lisan dan tulisan maupun bentuk lain.
Kompetensi Profesional

 

20. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
  Pendidikan Agama:
  1. Menginterpretasikan materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama (Islam/Kristen/Katolik/Hindu/ Budha/Konghuchu).
  2. Menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama (Islam/Kristen/Katolik/Hindu/Budha/Konghuchu).
  PKn
  1. Memahami materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
  2. Memahami substansi Pendidikan Kewarganegaraan yang meliputi pengetahuan
  3. 3.          kewarganegaraan (civic knowledge), nilai dan sikap kewarganegaraan (civic disposition), dan keterampilan kewarganegaraan (civic skills).
  4. Menunjukkan manfaat mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan.
  Seni Budaya
  1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan (mencakup materi yang
  2. bersifat konsepsi, apresiasi, dan kreasi/rekreasi) yang mendukung pelaksanaan pembelajaran seni budaya (seni rupa, musik, tari, teater) dan keterampilan.
  3. Menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Seni Budaya.
  Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
  1. Menjelaskan dimensi filosofis pendidikan jasmani termasuk etika sebagai aturan dan profesi.
  2. Menjelaskan perspektif sejarah pendidikan jasmani.
  3. Menjelaskan dimensi anatomi manusia, secara struktur dan fungsinya.
  4. Menjelaskan aspek kinesiologi dan kinerja fisik manusia.
  5. Menjelaskan aspek fisiologis manusia dan efek dari kinerja latihan.
  6. Menjelaskan aspek psikologi pada kinerja manusia, termasuk motivasi dan tujuan kecemasan dan stress, serta persepsi diri.
  7. Menjelaskan aspek sosiologi dalam kinerja diri, termasuk dinamika sosial; etika dan perilaku moral, budaya, suku, dan perbedaan jenis kelamin.
  8. Menjelaskan teori perkembangan gerak, termasuk aspek-aspek yang mempengaruhinya.
  9. Menjelaskan teori belajar gerak, termasuk keterampilan dasar dan kompleks dan hubungan timbal balik di antara domain kognitif, afektif dan psikomotorik.
  Matematika
  1. Menggunakan bilangan, hubungan di antara bilangan, berbagai sistem bilangan dan teori bilangan.
  2. Menggunakan pengukuran dan penaksiran.
  3. Menggunakan logika matematika.
  4. Menggunakan konsep-konsep geometri.
  5. Menggunakan konsepkonsep statistika dan peluang.
  6. Menggunakan pola dan fungsi.
  7. Menggunakan konsep-konsep aljabar.
  8. Menggunakan konsep-konsep kalkulus dan geometri analitik.
  9. Menggunakan konsep dan proses matematika diskrit.
  10. Menggunakan trigonometri.
  11. Menggunakan vektor dan matriks.
  12. Menjelaskan sejarah dan filsafat matematika.
  13. Mampu menggunakan alat peraga, alat ukur, alat hitung, piranti lunak komputer, model matematika, dan model statistika.
 

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
  1. Mengoperasikan komputer personal dan periferalnya.
  2. Merakit, menginstalasi, mensetup,memelihara dan melacak serta memecahkan masalah (troubleshooting) pada komputer personal.
  3. Melakukan pemrograman komputer dengan salah satu bahasa pemrograman berorientasi objek.
  4. Mengolah kata (word processing) dengan komputer personal.
  5. Mengolah lembar kerja (spreadsheet) dan grafik dengan komputer personal.
  6. Mengelola pangkalan data (data base) dengan komputer personal atau computer server.
  7. Membuat presentasi interaktif yang memenuhi kaidah komunikasi visual dan interpersonal.
  8. Membuat media grafis dengan menggunakan perangkat lunak publikasi.
  9. Membuat dan memelihara jaringan komputer (kabel dan nirkabel).
  10. Membuat dan memelihara situs laman (web).
  11. 11.     Menggunakan sarana telekomunikasi (telephone, mobilephone, faximile).
  12. Membuat dan menggunakan media komunikasi, termasuk pemrosesan gambar, audio dan video.
  13. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam disiplin atau materi pembelajaran lain dan sebagai media komunikasi.
  14. Mendesain dan mengelola lingkungan pembelajaran/sumber daya dengan memperhatikan standar kesehatan dan keselamatan.
  15. Mengoperasikan perangkat keras dan perangkat lunak pendukung pembelajaran
  16. Memahami EULA (End User Licence Agreement) dan keterbatasan serta keluasan penggunaan perangkat lunak secara legal.
  IPA
  1. Memahami konsep-konsep, hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta penerapannya secara fleksibel.
  2. Memahami proses berpikir IPA dalam mempelajari proses dan gejala alam
  3. Menggunakan bahasa simbolik dalam mendeskripsikan proses dan gejala alam.
  4. Memahami hubungan antar berbagai cabang IPA, dan hubungan IPA dengan matematika dan teknologi.
  5. Bernalar secara kualitatif maupun kuantitatif tentang proses dan hukum alam sederhana.
  6. Menerapkan konsep, hukum, dan teori IPA untuk menjelaskan berbagai fenomena alam.
  7. Menjelaskan penerapan hukum-hukum IPA dalam teknologi terutama yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Memahami lingkup dan kedalaman IPA sekolah.
  9. Kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan IPA.
  10. Menguasai prinsip-prinsip dan teori-teori pengelolaan dan keselamatan kerja/belajar di laboratorium IPA sekolah.
  11. Menggunakan alat-alat ukur, alat peraga, alat hitung, dan piranti lunak komputer untuk meningkatkan pembelajaran IPA di kelas, laboratorium, dan lapangan.
  12. Merancang eksperimen IPA untuk keperluan pembelajaran atau penelitian
  13. Melaksanakan eksperimen IPA dengan cara yang benar.
  14. Memahami sejarah perkembangan IPA dan pikiran-pikiran yang mendasari perkembangan tersebut.
  IPS
  1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir mata pelajaran IPS baik dalam lingkup lokal, nasional, maupun global.
  2. Membedakan struktur keilmuan IPS dengan Ilmu-ilmu Sosial.
  3. Menguasai konsep dan pola pikir keilmuan dalam bidang IPS.
  4. Menunjukkan manfaat mata pelajaran IPS.
  Bahasa Indonesia
  1. Memahami konsep, teori, dan materi berbagai aliran linguistik yang terkait dengan pengembangan materi pembelajaran bahasa.
  2. Memahami hakekat bahasa dan pemerolehan bahasa.
  3. Memahami kedudukan, fungsi, dan ragam bahasa Indonesia.
  4. Menguasai kaidah bahasa Indonesia sebagai rujukan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  5. Memahami teori dan genre sastra Indonesia.
  6. Mengapresiasi karya sastra secara reseptif dan produktif.
  Bahasa Inggris
  1. Memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek kebahasaan dalam bahasa Inggris (linguistik, wacana, sosiolinguistik, dan strategis).
  2. Menguasai bahasa Inggris lisan dan tulis, reseptif dan produktif dalam segala aspek komunikatifnya (linguistik, wacana, sosiolinguistik, dan strategis).
21. Menguasai standar kompetensi

dan kompetensi dasar mata

pelajaran yang diampu.

 
22. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.  
23. Mengembangkan keprofesionalan

secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.

23.1 Melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri

secara terus menerus.

 

23.2 Memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka

peningkatan keprofesionalan.

23.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk

peningkatan keprofesionalan.

23.4 Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.
24 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri. 24.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan

komunikasi dalam berkomunikasi.

24.2 Memanfaatkan teknologi informasi dan

komunikasi untuk pengembangan diri

 

 

Lampiran-2.1.  Kompetensi Guru Mata BK SMP/MTs

 

No.

KOMPETENSI INTI GURU

KOMPETENSI GURU SMP/M.Ts

Kompetensi Pedagogik
Menguasai teori dan praksis pendidikan 1.1     Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya sebagai makhluk individual, sosial, susila, bekerja dan berkeTuhanan Yang Maha Esa yang dikembangkan melalui pendidikan.

1.2    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menjelaskan bahwa belajar berpusat pada individu, aktif, kreatif dan mandiri.

1.3    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menjelaskan bahwa sasaran layanan pada dasarnya memiliki keberagaman budaya.

1.4    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menjelaskan bahwa pelayanan bimbingan dan konseling merupakan upaya pendidikan.

1.5    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat memberikan contoh tentang aturan pelaksanaan pendidikan pada satuan pendidikan.

 

Mengaplikasikan perkembangan fisiologis dan psikologis serta prilaku konseli 2.1     Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mengidentifikasi karakteristik tahap dan  tugas perkembangan sasaran layanan dalam pelaksanan bimbingan dan Konseling

2.2    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menjelaskan tentang upaya penyaluran bakat, minat, dan kemampuan belajar sasaran layanan dalam bimbingan dan konseling.

2.3    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menjelaskan penggunaan data tentang karakteristik dan keberagaman perilaku sasaran layanan bimbingan dan konseling.

2.4    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menjelaskan bahwa pelayanan bimbingan dan konseling berguna untuk memelihara kesehatan mental.

.

Menguasai esensi pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur, jenis, dan jenjang satuan pendidikan 3.1     Memiliki wawasan tentang jalur pendidikan formal, non formal dan informal serta keterkaitannya dengan pelayanan Bimbingan dan Konseling.

3.2    Memiliki wawasan tentang jenis pendidikan umum, khusus, kejuruan, keagamaan dan kedinasan serta keterkaitannya dengan pelayanan Bimbingan dan Konseling.

3.3    Memiliki wawasan tentang jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar dan menengah, dan pendidikan tinggi serta keterkaitannya dengan pelayanan Bimbingan dan Konseling.

KOMPETENSI KEPRIBADIAN
Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 4.1     Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor menampilkan kepribadian yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

4.2    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor menghormati, menghargai, dan membantu sesama yang sesuai dengan kondisi dan keberadaan masing-masing

4.3    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam berbicara, berpenampilan, dan berbuat baik (jujur, sabar, ramah, dan ikhlas) terhadap sesama, sasaran layanan, orangtua, pimpinan, dan teman sejawat.

4.4    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor  memiliki emosi yang stabil dan dapat mengendalikan diri dalam berperilaku sehari-hari  dan dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling

4.5    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor memiliki kepekaan, empati dan toleransi tinggi terhadap individu yang mengalami stres dan frustasi dan berusaha membantu sasaran layanan.

4.6    Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat memberikan contoh tentang keberagaman serta perubahan pada individu.

Menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, individualitas dan kebebasan memilih 5.1     Mengaplikasikan pandangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual, bermoral, sosial, individual, dan berpotensi dalam pelayanan bimbingan dan konseling

5.2     Menghargai dan mengembangkan potensi positif individu pada umumnya dan sasaran layanan pada khususnya

5.3     Peduli terhadap kemaslahatan manusia pada umumnya dan sasaran layanan pada khususnya

5.4     Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya, yang meliputi komponen/unsur berikut:

5.5     1) Hakikat manusia, yaitu sebagai makhluk yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, paling sempurna dalam penciptaannya, paling tinggi derajatnya, khalifah di muka bumi, dan penyandang HAM. 2) Dimensi kemanusiaan, yaitu dimensi kefitrahan, keindividualan, kesosialan, kesusialaan, dan keberagamaan. 3) Pancadaya kemanusiaan, yaitu daya takwa, cipta, rasa, karsa dan karya

5.6     Toleran dan berempati terhadap permasalahan sasaran layanan

5.7     Bersikap demokratis dan memperlakukan orang lain sesuai hak-hak demokrasi mereka

Menunjukkan integritas dan stabilitas keperibadian yang kuat 6.1     Menampilkankepribadian dan perilaku yang terpuji (seperti berwibawa, jujur, sabar, ramah, dan konsisten)

6.2     Menampilkan emosi yang stabil.

6.3     Peka, bersikap empati, serta menghormati keragaman dan perubahan

Menampilkan kinerja berkualitas tinggi 7.1     Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor bertindak responsif/tanggap terhadap permasalahan sasaran layanan,memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada secara efisien untuk keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling

7.2     Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor memiliki semangat, disiplin, dan mandiri dalam melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling

7.3     Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor berpenampilan menyenangkan dan komunikatif dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pelayanan bimbingan dan konseling.

7.4     Guru BK dapat berkomunikasi secara efektif

KOMPETENSI SOSIAL
Mengimplementasikan kolaborasi intern di tempat kerja 8.1     Memahami dasar, tujuan, organisasi, dan peran pihak-pihak lain (guru, wali kelas, pimpinan sekolah/madrasah,komitesekolah/madrasah) di tempat bekerja

8.2     Mengkomunikasikan dasar, tujuan,dan kegiatan pelayanan bimbingan dankonseling kepada pihak-pihak lain di tempat bekerja

8.3     Bekerja sama denganpihak-pihak terkait di dalam tempat bekerja (seperti guru, orang tua, tenaga administrasi)

Berperan dalam organisasi dan kegiatan profesi bimbingan dan konseling 9.1     Memahami dasar, tujuan, dan AD/ART organisasi profesi bimbingan dan konseling untuk pengembangan diri dan profesi

9.2     MenaatiKode Etik profesi bimbingan dan konseling, terutama dalam hal:

9.2.1      Asas kerahasiaan dan kesukarelaan

9.2.2      Konselor tidak pernah memihak, kecuali kepada kebenaran

9.2.3      Motivasi altruistik, yaitu layanan diberikan pertama-tama untuk kepentingan dan kebahagiaan sasaran yang dilayani

9.2.4      Keputusan tentang apa yang hendak dilakukan diambil oleh sasaran layanan sendiri

9.2.5      Pelayanan prima untuk sasaran layanan

9.3     Aktif dalam organisasi profesi bimbingan dan konseling untuk pengembangan diri danprofesi

Mengimplementasikan kolaborasi antar profesi 10.1  Mengkomunikasikan aspek-aspekprofesional bimbingan dan konseling kepada  organisasi profesi lain

10.2  Memahami peran organisasi profesi lain dan memanfaatkannya untuk suksesnya pelayanan bimbingan dan konseling

10.3  Bekerjadalam tim bersama tenaga paraprofesional dan profesional profesi lain.

10.4  Melaksanakan referalkepada ahli profesi lain sesuai dengan keperluan

KOMPETENSI PROFESIONAL
Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli 11.1     Menguasai hakikat asesmen, terutama berkaitan dengan penilaian hasil belajar dan pengungkapan masalah yang dialami sasaran layanan

11.2     Memilihteknik asesmen, sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling

11.3     Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dankonseling

11.4     Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah yang dialamisasaran layanan, seperti instrumen AUM (Alat Ungkap Masalah), ITP (Inventory Tugas Perkembangan)

11.5     Memilihdan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapankemampuan dasar dan kecenderungan pribadisasaran layanan, seperti teknik sosiometri, instrumen pengungkatan bakat dan minat, instrumen locus ofcontrol , self esteem

11.6     Memilihdan mengadministrasikan instrumen

11.7     untuk mengungkapkankondisi aktualsasaran layanan berkaitan dengan lingkungan, seperti angket tentang kondisi fisik dan kondisi sosio-emosional dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah

11.8     Mengakses data dokumentasi tentang sasaran layanan dalam pelayanan bimbingan dan konseling, terutama data dari himpunan data (cumulative record)

11.9     Menggunakan hasil asesmen dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat

11.10  Menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen

Menguasai kerangka teoritik dan praksis bimbingan dan konseling 12.1     Mengaplikasikan hakikat pelayanan bimbingan dan konseling, yaitu bahwa pelayanan bimbingan dan konseling adalah untuk:

1.1.   pengembangan KES (Kehidupan Efektif Sehari-hari) sasaran layanan dan;

1.2.   penanganan KES-T (Kehidupan Efektif Sehari-hari yang Terganggu) sasaran layanan

12.2     Mengaplikasikan arahprofesi bimbingan dan konseling, yaitu arah pengembangan KES dan penanganan KES-T

12.3     Mengaplikasikan dasar-dasar pelayanan bimbingan dan konseling, yaitu terutama bahwa pelayanan bimbingan dan konseling didasarkan pada:

12.3.1    Kondisi diri dari pribadi sasaran layanan yang unik

12.3.2    Pengaruh lingkungan dan budaya terhadap sasaran layanan

12.3.3    Penerapan prinsip dan asas yang tepat

12.3.4    Penggunaan pendekatan, metode dan teknik yang tepat

12.3.5    Motivasi altruistik dan kode etik profesi

12.4     Mengaplikasikan pelayanan bimbingan dan konseling sesuai kondisi dan tuntutan wilayah kerja, terutama berkenaan dengan

12.4.1    Landasan, tujuan dan struktur lembaga

12.4.2    Aturan tata kerja yang diberlakukan

12.4.3    Tata aturan nilai dan moral yang digunakan

12.4.4    Prasarana dan sarana yang dapat dimanfaatkan

12.4.5    Hubungan kesejawatan yang perlu dibina

12.5     Mengaplikasikan pendekatan /model/jenis pelayanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, yaitu terutama:

12.5.1    Jenis-jenis layanan (layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, konsultasi, mediasi, dan advokasi)

12.5.2    Jenis kegiatan pendukung (aplikasi instrumentasi, himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah, tampilan kepustakaan, dan alihtangan kasus)

12.6     Mengaplikasikan dalam praktik  format pelayanan bimbingan dankonseling, yaitu format individual, kelompok, klasikal, lapangan, kolabiratif, dan jarak jauh

Merancang program bimbingan dan konseling 13.1  Menganalisis kebutuhan sasaran layanan, yaitu kebutuhan dalam bidang pengembangan:

13.1.1   Kemampuan pribadi

13.1.2   Kemampuan sosial

13.1.3   Kemampuan belajar

13.1.4   Kemampuan persiapan karir

13.1.5   (No.13. 1.1. s.d. No.13. 1.4. untuk peserta didik prasekolah, pendidikan dasar dan menengah)

13.1.6   Kehidupan berkeluarga

13.1.7   Kehidupan beragama

13.1.8   Kehidupan berkewarganegaraan

13.1.9   (No.13.1.1. s.d. No.13. 1.7. untuk peserta didik s.d. perguruan tinggi dan orang dewasa/warga masyarakat luas)

13.2  Menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasar kebutuhan peserta didiksecara komprehensif dengan pendekatan perkembangan, yaitu :

13.2.1   Program tahunan

13.2.2   Program semesteran

13.2.3   Program bulanan

13.2.4   Program mingguan

13.2.5   Program harian

13.3  Menyusun rencana pelaksanaanprogram bimbingan dan konseling, yaitu program harian yang dilengkapi dengan:

13.3.1   Satuan layanan (SATLAN)

13.3.2   Satuan pendukung (SATKUNG)

13.3.3   Laporan pelaksanaan program (LAPELPROG)

13.4  Merencanakansarana dan biaya penyelenggaraan programbimbingan dan konseling, terutama untuk:

13.4.1   Penyelenggaraan administrasi instrumen dalam rangka need assessment

13.4.2   Pelaksanaan pelayanan kelompok di luar jam pembelajaran terjadwal

13.4.3   Kunjungan rumah

13.4.4   Penyelenggaraan kantor dan kegiatan administrasi

13.4.5   Pengembangan profesional Guru BK atau Konselor

Mengimplementasikan program bimbingan dan konseling yang komprehensif 14.1     Melaksanakan program bimbingan dan konseling, yaitu program tahunan, semesteran, bulanan, mingguan dan harian

14.2     Melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan bimbingan dankonseling, yaitu konsultasi dan kerjasama dengan pihak-pihak yang dapat memberikan fasilitas bagi kepentingan sasaran layanan, tanpa mencederai kode etik profesi

14.3     Memfasilitasi perkembangan akademik, karier, personal, dansosial sasaran layanan, yaitu dalam bidang-bidang pelayanan untuk sasaran layanan pada satuan pendidikan prasekolah, pendidikan dasar dan menengah

14.4     Mengelola sarana dan biaya  programbimbingan dan konseling, yaitu sebagaimana telah direncanakan terlebih dahulu untuk berbagai keperluan pelayanan

14.5     Melayani sasaran layanan di luar kegiatan yang telah diprogramkan, yaitu sasaran layanan di luar siswa asuh yang telah ditetapkan dan datang sewaktu-waktu di luar perencanaan

Menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling 15.1     Melakukan evaluasi hasil, proses,dan program bimbingan dan konseling, dengan arah pokok:

15.2     Penilaian hasil dengan fokus AKURS, yaitu dikuasainya : A (Acuan), K (Kompetensi), U (Usaha), R (Rasa) dan S (Kesungguhan) untuk berperilaku KES

15.3     Penilaian proses, yaitu dicapainya kualitas P (planing=perencanaan), O (organizing=pengorganisasian), A (actuating=pelaksanaan), C (controlling=penilaian), dan T (tindak lanjut) yang memenuhi kriteria

15.4     Penilaian program, yaitu dicapainya kualitas program tahunan, semesteran, bulanan, mingguan dan harian yang memenuhi kriteria

15.5     Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling, yaitu:

15.5.1       Penyesuaian pelayanan bimbingan dan konseling terhadap permasalahan dan kebutuhan sasaran layanan

15.5.2       Penyesuaian pelayanan bidang bimbingan dan konseling terhadap pelayanan bidang lainnya, seperti bidang pengajaran

15.5.3       Penyesuaian terhadap hasil penilaian, berupa kegiatan tindak lanjut

15.6     Menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan bimbingan dankonseling kepada pihak terkait, yaitu:

15.6.1         Hasil penilaian hasil layanan diinformasikan kepada sasaran layanan

15.6.2         Hasil penilaian program dan proses diinformasikankepada sejawat dalam bidang bimbingan dan konseling

15.6.3         Prospek tindak lanjut diinformasikan kepada pihak terkait tanpa melanggar kode etik profesi

15.7     Menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling, yaitu untuk peningkatan mutu program, proses, dan hasil pelayanan, serta untuk peningkatan kerjasama antar sejawat personil lembaga, dan profesi

Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika professional 16.1     Memahami dan mengelola kekuatan dan keterbatasanpribadi dan profesional

16.2     Menyelenggarakan pelayanansesuai dengan kewenangandan kode etikprofesionalkonselor, yaitu hanya menangani individu normal, tidak menangani penyakit, peristiwa kriminal, keabnormalan akut, ilmu sihir, dan pengedaran narkoba

16.3     Mempertahankan objektivitas dan menjaga agar tidak larut  dengan masalah konseli

16.4     Melaksanakan referalsesuai dengan keperluan

16.5     Peduli terhadap identitas profesional dan pengembangan profesi, terutama tentang kemartabatan profesi, yaitu terlaksananya:

16.5.1    Pelayanan yang bermanfaat

16.5.2    Pelaksana yang bermandat

16.5.3    Pengakuan yang sehat dari pemerintah dan masyarakat

16.6     Mendahulukan kepentingan sasaran layanandaripada kepentinganpribadi konselor (motivasi altruistik)

16.7     Menjagakerahasiaan sasaran layanan

Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling 17.1     Memahami berbagai jenis dan metode penelitian

17.2     Mampu merancang penelitian  bimbingan dan konseling

17.3     Melaksaanakan penelitian bimbingan dan konseling

17.4     Memanfaatkan hasil penelitian  dalam bimbingan dan konseling dengan mengakses jurnal pendidikan dan bimbingan dan konseling

 

 

 

INSTRUMEN PENILAIAN KOMPETENSI SOSIAL GURU


INSTRUMEN PENILAIAN KOMPETENSI SOSIAL GURU

IDENTITAS GURU

 

NAMA                                                                  : ……………………………………………………………………………………..

NIP                                                                         : ……………………………………………………………………………………..

UNIT KERJA                                                        : ……………………………………………………………………………………..

ALAMAT                                                              : ……………………………………………………………………………………..

JENJANG JABATAN FUNGSIONAL             : …………………………………………………………………………………….

Petunjuk Penggunaan Instrumen

  1. 1.       Instrumen ini digunakan untuk mengukur kompetensi sosial guru.
  2. 2.       Teknik penilaiannya adalah dengan cara memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai (TP, P, JR, SR, SL)

INSTRUMEN PENILAIAN

KOMPETENSI SOSIAL GURU MATA PELAJARAN SMP/MTS

NO

KOMPETENSI INTI GURU

KOMPETENSI GURU SMP/M.Ts

DESKRIPTOR

SKALA PENILAIAN

TP

P

JR

SR

SL

16. Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. 16.1 Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran. Skor 4: Membiasakan  sikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran.          
      Skor 3: Membentuk sikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran.          
      Skor 2: Membangun sikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran.          
      Skor 1:  Mengidentifikasi sikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran.

 

         
    16. 2 Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama, suku, jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status sosial-ekonomi. Skor 4: Membiasakan  tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama, suku, jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status sosial-ekonomi.          
      Skor 3: Membentuk sikap tidak diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama, suku, jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status sosial-ekonomi.          
      Skor 2: Membangun sikap tidak diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama, suku, jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status sosial-ekonomi.          
      Skor 1:  Mengidentifikasi sikap tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama, suku, jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status sosial-ekonomi.

 

         

Skor

         

Skor Total

 

 

 

Keterangan :

TP           : Tidak pernah dengan skor 0

P             : Pernah dengan skor 1                                                  : 1

JR            : Jarang dengan skor 2

SR           : Sering dengan skor 3

SL            : Selalu dengan skor 4

KATERGORI PROFIL KOMPETENSI SOSIAL

A = 76 – 100 ARTINYA KOMPETENSI SOSIAL GURU KATEGORI TINGGI

B =  51 – 75 ARTINYA KOMPETENSI SOSIAL GURU KATEGORI SEDANG

C = 26 – 50 ARTINYA KOMPETENSI SOSIAL GURU KATEGORI RENDAH

D = 0 – 25 ARTINYA KOMPETENSI SOSIAL GURU KATEGORI SANGAT RENDAH

 

 

 

 

 

 

 

……………………………………………., ……………………………………………………

Penilai,

 

 

 

………………………………………………………………………………………………………

 

 

 

 

 

IDENTITAS GURU BK

NAMA                         : …………………………………………………………………………………

NIP                              :………………………………………………………………………………….

UNIT KERJA              :…………………………………………………………………………………

ALAMAT                     :…………………………………………………………………………………

PetunjukPenggunaan Instrumen

 

1. Instrumen ini digunakan untuk mengukur profil kompetensi Kepribadian guru BK .

2.  Teknik penilaiannya adalah dengan cara memberikan tanda cek ( Ö ) pada kolom yang sesuai

 

Skor 1 = Kompetensi Kurang

Skor 2 = Kompetensi Sedang

Skor 3 = Kompetensi Baik

Skor 4 = Kompetensi Baik Sekali

 

                          Jumlah Perolehan Skor

3.   Nilai Akhir =                                            x 100

Skor Maksimal

 

4.  Nilai Akhir kompetensi guru ini akan menggabarkan kategori kompetensi guru dalam kategori sebagai berikut

 

Nilai Akhir Kategori Kategori kompetensi
91 ‐ 100 A Sangat baik
76 ‐ 90 B baik
61 ‐ 75 C sedang
51 ‐ 60 D Kurang
≤ 50 E Sangat Kurang

 

INSTRUMEN PENILAIAN KOMPETENSI

GURU BK

JENJANG JABATAN : GURU UTAMA

NO

KOMPETENSI

INDIKATOR KOMPETENSI

Bukti Yang Teridentifikasi

SKOR

1

2

3

4

 

Berperan dalam organisasi dan kegiatan profesi bimbingan dan konseling  

           
 

 

 

Mengimplementasikan kolaborasi antar profesi  

           
 

 

 

Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli

 

 

           
 

 

Jumlah skor

 

…. …. …. ….
Jumlah  Perolehan Skor

 

……………….

                                 …………….

Nilai Akhir =                                       x 100 = ………….

                                 …………….

Kategori Kompetensi: …………………………………

Rekomendasi : 1 ………………………                                                ………….,…………………..

2 ………………………                                                  Penilai

3 ………………………

………………………………

 

 

Mr.Wahid's Blog

Media Belajar Mengajar Inspirasi dan Kreativitas

SeNdiMat

Seminar Nasional Pendidikan Matematika

I Wayan Widana

This site is dedicated for mathematic learning development

Layanan Pendidik & Tenaga Kependidikan (PTK)

Laman Layanan Untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

sejarahdompu

Just another WordPress.com site

SUAIDINMATH'S BLOG

Technology Based Education

tentang PENDIDIKAN

konseling, pembelajaran, dan manajemen pendidikan

SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY...JANGAN LUPA BERDOA.

PTK THE FRONTIERS OF NEW TECHNOLOGY

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

educatinalwithptk

PTK The Frontiers Of New Technology

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 125 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: