RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TURNAMENT

 

SMP/MTs : …………………………..
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : VII / 1
Alokasi Waktu : 2 Jam Pelajaran (1 X Pertemuan)

 A.      Standar Kompetensi

3.  Memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca

B.  Kompetensi Dasar

    3.1  Menemukan makna kata tertentu dalam kamus secara cepat dan tepat dengan konteks yang diinginkan melalui kegiatan membaca memindai.

D. Indikator  Pembelajaran

  1. Siswa dapat menemukan lema tentang seni budaya dalam kamus secara cepat dan tepat (NK: kerja keras)
    1. Siswa dapat menemukan makna kata tentang seni budaya dalam kamus dengan cermat (NK: kritis)
    2. Siswa dapat menggunakan kata tentang seni budaya yang baru saja ditemukan di dalam kamus ke dalam kalimat sesuai konteksnya secara tepat  (NK: percaya diri).

E.  Nilai Karakter yang akan Dikembangkan

     1. kerja keras

     2. kritis

     3. percaya diri

F.  Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa dapat menemukan kata tentang seni budaya dalam teks yang dibaca
  2. Siswa dapat menemukan tempat lema pada kamus dengan memperhatikan penanda abjad sampul dan kata petunjuk pada bagian kiri dan kanan atas tiap halaman kamus
  3. Siswa dapat menemukan makna kata tentang seni budaya dalam kamus  setelah mengetahui petunjuk  cara menemukan makna kata dalam kamus.
  4. Siswa dapat memilih  makna kata dalam kamus yang sesuai dengan konteks.
  5. Siswa dapat menggunakan kata tentang seni budaya yang baru saja ditemukan di dalam kamus ke dalam kalimat sesuai konteks kalimatnya
  6. Siswa dapat menggunakan kata yang bermakna hampir sama (bersinonim) ke dalam kalimat dengan tepat sesuai konteks
 
 

F.  Materi Pembelajaran

  1. Penemuan kata dalam kamus secara tepat.
  2. Penemuan makna kata dalam kamus secara cepat dan tepat.
  3. Penggunaan kata sesuai konteks kalimat.

G.  Metode  Pembelajaran

  1. Kooperatif
  2. Game Turnamen

 H.       Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran    

    1. 1.      Kegiatan Pendahuluan
    2. Guru mengecek kesiapan belajar siswa, ruang belajar siswa, dan media yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar.
    3. Guru menyampaikan sebuah kalimat pancingan tentang membaca memindai. Caranya: Siswa membaca teks tentang seni dan memanfaatkan pohon seni (ranting pohon yang daunnya dibuat dari kertas berwarna, di permukaan daun terdapat tulisan istilah-istilah tentang seni).
    4. Siswa diajak untuk menemukan istilah bidang seni
    5. Siswa menebak topik pembelajaran yang akan diikutinya.
    6. Siswa bertanya jawab dengan guru tentang membaca memindai dan tentang tema seni budaya.
    7. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang kegiatan yang akan dilakukan hari ini, yaitu menemukan kata tentang seni budaya, menemukan maknanya dalam kamus, dan menggunakan kata tersebut dengan tepat.
    8. Siswa dan guru bertanya jawab tentang pentingnya kompetensi ini dalam kehidupan sehari-hari.

 2.    Kegiatan Inti

Kegiatan Eksplorasi

  1. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang karakteristik kata-kata yang termasuk dalam bidang seni budaya
  2. Guru menayangkan sebuah paragraf yang di dalamnya terdapat kata-kata bidang seni budaya
  3. Guru meminta siswa membaca paragraf yang ditayangkan
  4. Guru mengajak siswa menemukan kata-kata bidang seni
  5. Guru memperagakan penemuan makna kata bidang seni budaya dalam kamus

Kegiatan Elaborasi

  1.  Guru mengumumkan pembagian kelompok untuk kegiatan pembelajaran kooperatif model Turnament Guru mengajak siswa untuk membentuk kelompok 4 orang tiap kelompok dan memberi topi dengan nomor berbeda (nomor 1 sampai dengan 4). Tiap-tiap kelompok mempunyai  satu Kamus Besar Bahasa Indonesia.
    1. masing-masing kelompok bekerja sesuai dengan LK.S yang diberikan. Yaitu Siswa membaca wacana berjudul Budaya Antre, Mengapa Tidak? dan Panji Klaras Keboan Sikep yang terdapat dalam buku paket.
    2. Siswa mengidentifikasi kata-kata bidang seni budaya yang terdapat dalam wacana
    3. Siswa membaca suplemen BSE Bahasa Indonesia CTL halaman 99-100  tentang cara menemukan makna kata-kata tertentu dalam kamus, yang mencakup cara menemukan kata bermakna tunggal, kata bermakna ganda, dan menemukan kata gabung atau ungkapan.
    4. Dengan bimbingan guru, siswa membaca suplemen Menghargai Seni halaman 1—2 tentang cara menemukan makna kata-kata tertentu dalam kamus.
    5. Dalam kelompok, siswa praktik menemukan halaman kamus tempat kata-kata tertentu bidang seni  berada.
    6. Dalam diskusi kelas dipimpin guru, siswa membahas hasil pekerjaan menemukan halaman kamus tempat kata-kata tertentu bidang seni budaya berada.
    7. Guru memberi penguatan tentang teknik menemukan hala-man kamus tempat kata-kata  bidang seni budaya berada.
    8. Dalam diskusi kelompok, siswa menyusun kalimat  dengan kata-kata yang maknanya telah ditemukan dengan menggunakan LKS Menghargai Seni halaman 1—6.
    9. Dalam diskusi kelas dipimpin guru, siswa membahas hasil pekerjaan menyusun kalimat dengan kata-kata yang telah ditemukan dari kamus.
    10. Guru memberi penguatan terhadap teknik menyusun kalimat menggunakan kata-kata yang ditemukan dalam kamus.

Kegiatan Konfirmasi

  1. Setelah siswa selesai berkerja, siswa melaporkan hasil kerja mereka dengan tertulis dan dibacakan di muka kelas. Caranya: Guru menyebutkan nomor tertentu dalam memberi tugas. Misalnya guru memekikkan nomor “Tiga!” maka siswa yang bertopi dengan nomor 3 dari semua kelompok secara bergantian membacakan hasil diskusi kelompoknya. Kemudian guru memekikkan nomor “Satu!” maka siswa bertopi nomor satu dari semua kelompok-kelompok lain secara bergantian dipersilakan memberi komentar/tanggapan.
  2. Siswa menukarkan pekerjaan pada teman lain dan memberikan penilaian terhadap pekerjaan kawan.
  3. pada akhir pembelajaran guru memberikan tes
  4. guru melaksanakan pengenalan pada masing-masing kelompok dengan cara sebagai berikut:

Guru menghitung poin siswa dan kelompok dengan dasar membandingkan nilai awal dan nilai tes dengan ketentuan: Kalau hasil tes awal atau nilai yang dimiliki siswa sebelum pembelajaran = x dan hasil tes sesuadah akhir pelajaran = y maka:

Jika y < (x – 10) poinnya 5

(x – 10) < y< x poinnya 10

x < y < (x + 10) poinnya 20

(x + 10) < y   poinnya 30

y = harga maksimum poinnya 30

(Slavin, 1995 )

Tabel .Contoh Tabel Penghargaan Kelompok

Kelompok Merpati

Nama Anggota Nilai awal = x Nilai tes = y Poin Siswa
Agus 80 100 30
Budi 60 55 10
Putu 50 60 20
Sri 40 70 30
Jumlah poin     90
Poin kelompok     90/4 = 22,5

Untuk menentukan penghargaan digunakan kriteria sebagai berikut:

Poin kelompok            Penghargaan

Lebih kecil dari 15      Tim jelek

15 sampai 19               Tim baik

20 sampai 24               Tim besar

25 ke atas                    Tim super

(Slavin, 1995)

Turnamen

Setelah selesai satu pokok bahasan diadakan turnamen dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1)      Tahap Persiapan

Dalam tahap persiapan, guru menyiapkan daftar pertanyaan berupa soal-soal yang harus dijawab dalam turnamen oleh siswa, daftar jawaban soal yang benar, kartu nomor soal, dan kartu benar (kartu B).

2)      Pembentukan kelompok turnamen

Langkah-langkah pembentukan kelompok turnamen adalah sebagai berikut: mengambil tiga kelompok pembelajaran, anggota dalam kelompok pembelajaran dipilih atau direngking menurut tes terakhir. Dan tiga kelompok pengajaran ini dibuat kelompok turnamen. Kelompok turnamen pertama anggotanya adalah anggota renking satu pada kelompok pengajaran. Anggota kelompok turnamen yang kedua beranggotakan anggota renking dua dan seterusnya sehingga kalau kelompok pembelajaran anggotanya masing-masing 5 orang, maka dari 3 kelompok pembelajaran didapatkan 5 kelompok turnamen.

3)      Pelaksanaan Turnamen

Guru membagikan daftar pertanyaan, daftar jawaban soal, kartu nomor soal dan kartu B. Selanjutnya guru menjelaskan langkah-langkah turnamen sebagai berikut: sebagai contoh diambil kelompok turnamen yang beranggotakan Al, Bl, dan Cl. Anggota kelompok bertugas: Al sebagai pembaca, Bl sebagai penantang 1, dan Cl bertugas sebagai penantang 2.

a)      Kegiatan pertama

Dalam kegiatan pertama dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: Anggota nomor satu yaitu Al mengambil nomor soal, mengocoknya dan mengambil secara acak salah satu kartu nomor itu. Misalnya terambil kartu nomor 5, berarti yang harus dibahas adalah soal nomor 5. Anggota A1 membacakan soal nomor 5 dari daftar pertanyaan. Setelah selesai membaca soal, semua anggota membuat jawabannva. Setelah selesai membuat jawaban anggota no 1 yaitu Al membacakan juwabannya sendiri, kemudian anggota Bl sebagai penantang 1 membacakan jawabannya, bila jawabannya berbeda dengan jawaban Al. Demikian juga anggota nomor 3 yaitu Cl membacakan jawabannya serta masing-masing memberikan argumentasi tentang jawaban yang dibuat. Kemudian Al membacakan jawaban yang benar dari daftar jawaban. Anggota yang jawabannya benar diberi kartu B masing-masing sebuah. Kegiatan selanjutnya adalah diskusi, semua anggota mendiskusikan kenapa jawaban yang diberikan itu benar. Setelah semua anggota memahami kenapa jawaban yang diberikan itu benar maka kegiatan pertama selesai dilanjutkan dengan kegitan kedua.

b)      Kegiatan kedua

Pada kegiatan kedua tugas masing-masing anggota kelompok diubah. Anggota Bl menjadi pembaca, anggota Cl menjadi penantang 1 dan anggota Al menjadi penantang 2. Kegiatannya sama dengan kegiatan 1. Pembaca memilih soal yang akan dibahas, membacakannya untuk semua anggota kelompok,   menjawabnya,   membacakan   masing-masing   jawaban, membacakan jawaban yang benar, membagikan kartu B dan mendiskusikan kenapa jawaban itu yang benar. Sampai disini kegiatan 2 selesai diteruskan dengan kegiatan selanjutnya yaitu kegiatan 3 dengan perubahan seperti pada kegiatan 2. Turnamen ini selesai kalau semua soal telah habis dibahas. Setelah turnamen selesai kartu B yang diperoleh masing-masing anggota dicatat dalam kartu skor turnamen seperti terlihat dalam tabel berikut ini.

Tabel Kartu Skor Turnamen

Pemain

 

Tim

Asal

TEAM

1

TEAM

2

TEAM

3

Total

 

Point

 

A1 B1 C1 A

B

9

7

       
Jumlah poin            
Poin tim            
Penghargaan            

Kalau misalnya dalam pembelajaran dilakukan 3 kegiatan maka setelah kegiatan 3 selesai kartu benar yang dikumpulkan anggota kelompok dijumlahkan dan dimasukkan dalam kolom total. Untuk mengisi kolom poin dipakai aturan sebagai berikut:

•     Jumlah total yang terkecil diberi poin 20

•     Yang menengah diberi poin 40 dan

•     Yang terbesar diberi poin 60

(Slavin, 1995)

Poin tim dihitung dengan jumlah poin masing-masing pemain dibagi dengan jumlah pemain. Penghargaan diberikan alas dasar poin kelompok/tim atau poin rata-rata kelompok dengan kreteria sebagai berikut:

Poin kelompok            Penghargaan

Lebih kecil dari 40     Tim jelek

40 sampai 44              Tim Baik

45 sampai 49               Tim Besar

50 ke atas                    Tim super

(Slavin, 1995)

4)      Kuis (tes)

Setelah diadakan turnamen, siswa mendapatkan kuis, secara individual untuk mengetahui tingkat penguasaan pengetahuan secara individual. Dalam mengerjakan kuis siswa dalam kelompok tidak diperbolehkan saling membantu. Dengan demikian siswa sebagai individual bertanggung jawab untuk memahami materi pembelajaran. Selanjutnya jawaban kuis dinilai dan skor yang diperoleh disumbangkan sebagai skor kelompok. Pemberian skor pada kuis didasarkan atas skor dasar. Skor dasar dipakai adalah skor rata-rata dari nilai kuis, maka kriterianya adalah sebagai berikut:

Bila skor dasar dalam hal ini skor rata-rata nilai sebelum kuis = x dan nilai kuis = y maka kriteria penyekoranya adalah sebagai berikut:

Y< (x-10)                         Skornya 5

(x-10) < y < x                   Skornya 10

X < y < (x + 10)               Skornya 20

(x+10) < y                        Skornya 30

Y berharga maksimum     Skornya 30

  1. 3.                   Kegiatan Penutup
    1. Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran
    2. Siswa menyampaikan pendapat secara lisan tentang pelaksanaan pembelajaran pada hari itu.
    3. Siswa mendapatkan tugas di rumah untuk  membuat karangan dengan menggunakan kata-kata tentang seni budaya.

  1. E.     Sumber dan Media Pembelajaran
    1. Departemen Pendidikn dan Kebudayaan. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
    2. BSE Bahasa Indonesia CTL. Jakarta: BSNP.
    3. Suplemen, Menghargai Seni, halaman 1—5.
    4. Contoh kata bidang seni pada pohon seni
    5. Contoh paragraf yang memuat kata bidang senio pada kertas manila
    6. Contoh kata bidang seni dan maknanya pada 4 lembar kertas manila

  1. Penilaian

Penilaian dilakukan dengan penilaian proses dan penilaian hasil.

Kompetensi Dasar Indikator

 

Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Butir Soal
Menemukan makna kata dalam kamus dengan membeca memindai. 1.Menemukan kata tentang seni budaya secara cepat dan tepat. Kinerja

 

Lembar Observasi Tandailah kata-kata bidang seni dalam wacana yang telah kamu baca!
Tes Tertulis

 

Isian singkat Tuliskan minimal 5 kata bidang seni yang terdapat pada paragraf yang telah kamu baca!
2  Menemukan makna kata dalam kamus secara cepat Kinerja

 

Lembar Observasi

 

Temukanlah makna kata bidang seni yang telah kamu data dalam kamus dengan cara yang tepat!
Tes tulis Menjodohkan Pasangkanlah kata bidang seni pada deretan kiri dengan makna kata pada deretan kanan secara tepat!
3 Menggunakan kata yang ditemukan dalam kamus ke dalam kalimat sesuai konteks. Tes Tertulis Uraian

 

 

Buatlah kalimat dengan menggu-nakan kata bidang seni budaya secara tepat!

 

 

PAKET SIMULASI UNTUK PENJELASAN PROSES PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT

PAKET PELATIHAN

TIM PENILAI JABATAN FUNGSIONAL GURU

PERHITUNGAN ANGKA KREDIT PENILAIAN KINERJA GURU

 

Petunjuk

  1. Peserta (yang sudah dikelompokan) dimohon membaca paket pelatihan dengan cermat;
  2. Menjawab 12 pertanyaan di bawah ini: (sumber jawaban diberikan untuk pertanyaan 1 s.d. 6 saja);
  3. Mohon dibahas dan disepakati dengan teman dalam kelompok.

Petanyaan

  1. Bahan-bahan apa saja yang diterima oleh Tim Penilai Jabatan Fungsional tentang hasil PK Guru dari setiap guru?  (Lihat point 1).
  2. Apa yang digunakan untuk mengkonversikan hasil PK Guru ke dalam prosen berdasarkan Permenegpan dan RB? (Lihat point 2).
  3. Berapa skor maksimum hasil PK Guru bagi guru kelas/mata pelajaran dan apa sebabnya? Berapa skor maksimum hasil PK Guru bagi guru bimbingan dan konseling/konselor dan apa sebabnya? (Lihat point 1).
  4. Ada 8 hal yang diperlukan untuk menghitung PK Guru, sebutkan? (Lihat point 2).
  5. Sebelum menghitung PK Guru untuk angka kredit, Tim Penilai Jabatan Fungsional harus melakukan verifikasi hasil PK Guru. Bagaimana ini dilaksanakan? (Lihat point 2)
  6. Apa arti simbol-simbol dalam rumus ini? (Lihat point 2)

  1. Nilai apa yang harus di tulis pertama kali dalam rumus di atas?
  2. Ada dua kegiatan yang digunakan untuk pengurangan angka pada no 7, sebutkan kegiatan apa saja?
  3. Kalau seorang guru mengajar 12 jam per minggu, bagaimana penulisannya dalam rumus di atas?
    1. Bagaimana penggunaan hasil PK Guru dalam rumus di atas?
    2. Jika seorang guru mata pelajaran dapat nilai 45 dari 56 untuk PK Guru, berapa prosen perolehan angka kredit yang akan diterima oleh guru dimaksud?
    3.  Jika seorang guru bimbingan dan konseling/konselor  dapat nilai 66 dari 68 untuk PK Guru, berapa prosen perolehan angka kredit yang akan diterima oleh guru dimaksud?

 

 

 


PAKET PELATIHAN

TIM PENILAI JABATAN FUNGSIONAL GURU

PERHITUNGAN ANGKA KREDIT PENILAIAN KINERJA GURU

Angka kredit kumulatif yang harus dimilki guru dalam proses promosi kenaikan jabatan/pangkatnya dihitung berdasarkan hasil penilaian terhadap beberapa unsur utama dan penunjang sesuai dengan tugas dan beban kerja guru. Unsur utama mencakup pendidikan, pembelajaran/bimbingan, tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah, dan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Sedangkan unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas guru, seperti memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya, memperoleh penghargaan/tanda jasa, dan melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas guru antara lain membimbing peserta didik dalam praktik kerja nyata/industri/esktrakurikuler, menjadi/membina anggota organisasi profesi/kepramukan, menjadi tim penilai angka kredit, dan menjadi tutor/pelatih/instruktur.

Untuk menghitung angka kredit hasil penilaian kinerja guru (PK GURU) subunsur melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan, atau tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah digunakan sistem paket.

 

  1. 1.    Bahan yang diterima

Dari setiap guru, Tim Penilai Jabatan Fungsional Guru akan menerima hasil penilaian kinerja guru sebagai berikut:

1.1.  Format Perhitungan Angka Kredit PK Guru Kelas/Mata Pelajaran (Lampiran 1D) atau Format Perhitungan Angka Kredit PK Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor (Lampiran 2D)

Format ini berisi:

  1. Nilai PK Guru.

b. Konversi nilai PK Guru berdasarkan ketentuan Permenegpan dan RB Nomor 16/2009.

c. Sebutan hasil konversi dan perolehan persentase angka kredit yang dicapai berdasarkan Permenegpan dan RB Nomor 16/2009 pasal 15.

  1. Perolehan angka kredit yang dihitung berdasarkan rumus untuk satu tahun yang bersangkutan yang dihitung dari angka kredit kumulatif, jumlah angka kredit PKB (pengembangan diri, publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif), angka kredit unsur penunjang, jumlah jam wajib mengajar/jumlah wajib konseli dan sebutan hasil konversi di atas (point c).

 

1.2.  Rekap Hasil PK Guru Kelas/Mata Pelajaran (Lampiran 1C) dan Rekap Hasil PK Guru Bimbingan dan Konseling (Lampiran 2C)

Rekap ini berisi tentang rekap hasil penilain dari setiap kompetensi dan jumlah hasil penilaian dari setiap kompetensinya. Pada paket pelatihan ini diberikan contoh Lampiran 1C yang sudah terisi dan Lampiran 1 C yang belum terisi. Demikian pula untuk guru bimbingan dan konseling/konselor diberikan contoh Lampiran 2C yang sudah diisi dan 2C yang belum terisi.

Catatan:

Format-format laporan ini digunakan untuk tujuan penilaian yang berbeda (formatif, sumatif dan kemajuan).

Untuk keperluan Tim Penilai Jabatan Fungsional Guru, mohon diperiksa Rekap Hasil PK Guru Kelas/Mata Pelajaran (Lampiran 1C) yang dikirim sudah diberi tanda centang “V pada kolom “sumatif”.

1.3.  Laporan dan Evaluasi Penilaian Kinerja Guru Kelas/Guru Mata Pelajaran (Lampiran 1B) dan Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor (Lampiran 2 B).

Laporan ini merupakan laporan hasil penilaian untuk setiap kompetensi yang dinilai, yaitu 14 kompetensi untuk guru kelas/mata pelajaran dan 17 kompetensi untuk guru BK/konselor, dengan skor maksimum banyak kompetensi dikalikan 4 (56 untuk guru kelas/mata pelajaran dan 68 untuk guru pembimbingan).

Ini merupakan bukti dari sebelum pengamatan, selama pengamatan, setelah pengamatan  dan pemantauan bersama untuk dilakukan penilaian terhadap setiap indikator pada setiap  kompetensinya, didukung dengan bukti dan catatan-catatan yang ada.

Lihat contoh  Laporan dan Evaluasi Penilaian Kinerja Guru Kelas/Guru Mata Pelajaran (Lampiran 1B  yang  sudah diisi  dan  belum diisi dan Lampiran 2 B yang belum diisi).

  1. 2.    Tugas Tim Penilai

Ada dua tugas yang harus dilakukan oleh Tim Penilai Jabatan Fungsional Guru yaitu:

Melakukan verifikasi terhadap bukti-bukti yang diterima dan Menghitung Angka Kredit berdasarkan Bukti-Bukti yang diterima dari hasil PK Guru.

2.1    Melakukan verifikasi terhadap bukti-bukti yang diterima

Dalam melakukan verifikasi 3 (tiga) tahap yang harus dilakukan oleh Tim Penilai sebagai berikut.

  1. Menentukan bahwa nilai pada Rekap Hasil Penilaian Kinerja Guru (Lampiran 1B dan Lampiran 2B diisi sesuai dengan nilai pada  Laporan dan Evaluasi Penilaian Kinerja (Lampiran 1A dan 2A).
  2. Menentukan nilai untuk setiap kompetensi, yaitu dengan menjumlahkan nilai untuk masing-masing indikator, menentukan persentase pada kompetensi dimaksud dengan menjumlahkan nilai pada indikator dibagi skor maksimum dan selanjutnya menentukan konversi dari persentase indikator kepada nilai 1-4 sesuai dengan skala di ujung format. Lihat contoh Lampiran 1A dan 2 A.

  1. Membandingkan bukti dengan hasil penilaian dan memastikan  bahwa nilainya sesuai dengan bukti yang ada.

(Ada latihan khusus untuk kegiatan ini: Materi Simulasi PK Guru bagi Tim Penilai Jabatan Fungsional Kegiatan.

2.2    Menghitung Angka Kredit berdasarkan Bukti-Bukti yang diterima dari hasil PK Guru

Untuk menghitung jumlah angka kredit bagi guru, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  1. dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan adalah sebagai berikut:

1)   Rekap Hasil Penilan Kinerja Guru Kelas/Mata Pelajaran (Lampiran 1C) dan/atau  Rekap   Hasil Penilaian Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor (Lampiran 2C)

Isi rekap ini adalah profil  hasil penilaian kinerja guru Kelas/Mata Pelajaran/Bimbingan dan Konseling/Konselor sesuai dengan masing-masing kompetensinya. Selanjutnya hasil penilaian dari setiap kompetensi  dijumlahkan sebagai skor penilaian kinerja guru yang belum dikonversikan kepada ketentuan Permenegpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009.

2)   Skala Konversi hasil PK Guru berdasarkan Permenegpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009.

Selanjutnya hasil pada nomor a) di atas dilakukan konversi berdasarkan Permenegpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009 dengan menggunakan rumus :

Selanjutnya gunakan tabel berikut untuk menentukan sebutan dan prosentase angka kredit yang diperoleh

Skala Konversi

Permenneg PAN dan RB No.16 tahun 2009

(Skala 0 – 100)

Sebutan

Persentase Angka kredit yang diperoleh

91 – 100

Amat baik

125%

76 – 90

Baik

100%

61 – 75

Cukup

75%

51 – 60

Sedang

50%

≤ 50

Kurang

25%

Sumber: Pedoman Pelaksanaan PK Guru Tabel 12

3)   Kerangka peningkatan karir guru dengan persyaratan angka kredit untuk kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru.

Tabel di bawah ini  menunjukkan jumlah angka kredit yang dibutuhkan untuk kenaikan  di setiap jenjang  dan angka kredit  yang butuhkan dari kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan, pengembangan diri , dan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Total angka kredit merupakan jumlah angka kredit yang dikumpulkan guru dengan membagi 4, hasilnya angka kredit per tahun, angka 4 merupakan jumlah tahun minimal yang diperkirakan guru bersangkutan akan naik pangkat untuk setiap golongan.

Kerangka Peningkatan Karir Guru

TINGKAT JABATAN GOL ANGKA KREDIT KARIR LAMA DALAM GOL
GURU UTAMA IV/e Akhir jabatan Guru dan semua jabatan pengelolaan; 4 tahun Akhir jabatan; Tidak ada batas
IV/d 200; 5 dari pengembangan diri; 20 dari publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif; Guru dan semua jabatan pengelolaan; 4 tahun Min. 4 tahun;

Total kumulatif 32 tahun

GURU MADYA IV/c 150; 5 dari pengembangan diri; 14 dari publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif; presentasi ilmiah Guru dan semua jabatan pengelolaan; 4 tahun Min. 4 tahun total 12 tahun; Total kumulatif 28 tahun
IV/b 150; 4 dari pengembangan diri; 12 dari publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif; Guru dan semua jabatan pengelolaan; 4 tahun Min. 4 tahun
IV/a 150; 4 dari pengembangan diri; 12 dari publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif; Guru dan semua jabatan pengelolaan; 4 tahun Min. 4 tahun
GURU MUDA III/d 100; 4 dari pengembangan diri; 8 dari publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif; Guru dan semua jabatan pengelolaan; 4 tahun Min. 4 tahun

Total 8 tahun

Total kumulatif 16 tahun

III/c 100; 3 dari pengembangan diri; 6 dari publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif; Guru dan semua jabatan pengelolaan; 4 tahun Min. 4 tahun
GURU PERTAMA III/b 50; 3 dari pengembangan diri; 4 dari publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif; Guru; 4 tahun Min. 4 tahun

Total 8 tahun

III/a 50; 3 dari pengembangan diri; Guru; 4 tahun Min. 4 tahun

4)   Hasil guru dari kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Kegiatan guru terkait dengan PKB terdiri dari Pengembangan diri,  publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif.

5)   Jumlah beban mengajar guru setiap minggu dan jumlah  konseli per semester

Surat keterangan beban mengajar guru setiap minggunya dan/atau jumlah konseli setiap semesternya yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan diketahui oleh Dinas Pendidikan (contoh terlampir)

6)   Surat keterangan dari Kepala Sekolah yang termasuk dalam kegiatan unsur penunjang yang dilaksanakan oleh guru dan diusulkan untuk mendapatkan angka kredit dalam kategori kegiatan penunjang sesuai dengan ketentuan Permenegpan dan RB Nomor 16/2009 (halaman 31-32).

7)   Rumus yang digunakan menghitung angka kredit, seperti berikut.

 

Keterangan:

  • AKK adalah angka kredit kumulatif minimal yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat
  • AKPKB adalah angka kredit PKB yang diwajibkan (subunsur pengembangan diri, karya ilmiah, dan/atau karya inovatif)
  • AKP adalah angka kredit unsur penunjang sesuai ketentuan (paling banyak 10%)
  • JM adalah jumlah jam mengajar (tatap muka) guru di sekolah/mandrasah atau jumlah konseli yang dibimbing oleh guru BK/Konselor per tahun
  • JWM adalah jumlah jam wajib  mengajar (24 – 40 jam  tatap muka  per minggu) bagi guru pembelajaran atau jumlah konseli (150 – 250 konseli per tahun) yang dibimbing oleh guru BK/Konselor
  • NPK adalah prosentase perolehan  angka kredit sebagai hasil penilaian kinerja
  • 4 adalah waktu rata-rata kenaikan pangkat reguler, (4 tahun)
  • JM/JWM = 1  bagi  guru  yang mengajar  24-40 jam  tatap  muka  per  minggu  atau membimbing 150 – 250 konseli per tahun.
  • JM/JWM = JM/24 bagi guru  yang mengajar kurang  dari 24 jam tatap  muka per minggu atau  JM/150  bagi guru  BK/konselor  yang membimbing   kurang  dari  150 konseli per tahun

8)   Format Penetapan Angka Kredit (PAK)

Format yang digunakan (contoh terlampir) untuk memasukkan angka kredit yang diperoleh dari :

a)   Hasil penilaian kinerja guru terkait dengan pembelajaran/pembimbingan dan pelaksanaan tugas tambahan yang terkait dengan fungsi sekolah/madrasah

b)   Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

(1)     Melaksanakan pengembangan diri

(2)     Melaksanakan publikasi ilmiah

(3)     Melaksanakan karya inovatif

c)    Unsur penunjang, tugas guru.

  1. b.   Tahap Penghitungan Angka Kredit (AK)

1)   Perhitungan AK bagi guru yang tidak mempunyai tugas tambahan

Rumus yang digunakan untuk AK bagi guru tanpa tugas tambahan adalah sebagai berikut:

  •           Yang harus diperhatikan terlebih dahulu oleh Tim Penilai Jabatan Fungsional Guru adalah kebutuhan angka kredit guru untuk naik dari jenjang satu ke jenjang yang lebih tinggi. Contoh untuk guru yang akan naik pangkat dari golongan III/C ke III/D dipersyarat 100 angka kredit, sehingga setelah disubsitusi ke rumus diperoleh :

Angka Kredit per tahun = (100 – AKPKB – AKP) x JM/JWM x NPK

                                                        4

  •           Selanjutnya Tim Penilai harus memeriksa hasil PKB yang diusulkan guru untuk perolehan angka kredit. Tim penilai harus memverifikasi berapa jumlah angka kredit  yang dibutuhkan untuk  naik dari pangkat. Dalam contoh ini angka kredit minimal yang  dibutuhkan adalah 9 angka kredit dari PKB, yaitu 3 angka kredit dari pengembangan diri, dan 6 angka kredit dari publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Dengan demikian, angka kredit kumulatif yang diperlukan untuk naik pangkat harus dikurangi  dengan angka kredit PKB yang diwajibkan, karena angka dalam PKB adalah angka wajib yang harus dipenuhi oleh guru sesuai kebutuhan kenaikan pangkat kepangkatannya. Sehingga rumus yang digunakan untuk PK guru adalah hanya kebutuhan  angka kredit untuk pembelajaran. Sehingga setelah disubsitusi PKB rumusnya menjadi: (100-9-AKP) x JM/JWM x NPK

                                                                                                                                                      4

  •           Selanjutnya adalah angka kredit yang diperkenankan untuk melaksanakan kegiatan yang dapat dipertimbangkan sebagai unsur penunjang, maksimum angka kredit untuk  unsur penunjang 10 % dari kebutuhan angka kredit.

Contoh, jika seorang guru membutuhkan 100 angka kredit untuk naik pangkat, maka jumlah angka kredit dari unsur penunjang adalah 10% dari 100. Hal ini akan  menjadi pengurang. Sehingga setelah disubstitusi AKP rumusnya menjadi : (100 – 9 –10) x JM/JWM x NPK

                                                                                                                                                                                                                                      4

  •           Informasi yang dibutuhkan berikutnya adalah jumlah jam beban mengajar guru per minggu atau jumlah konseli per semester/tahun. Bagi guru yang memiliki beban mengajar lebih dari 24 jam per minggu perhitungan beban mengajarnya akan tetap dipertimbangkan maksimum 24 jam perminggu. Demikian juga bagi guru BK/konselor yang memiliki konseli lebih dari 150 sampai dengan 250 tetap akan dipertimbangkan maksimum 150 konseli. Guru yang bersangkutan akan masuk kualifikasi yang akan memperoleh total angka kredit 100%. Jadi seandainya seorang guru mengajar 36 jam per minggu maka yang akan dimasukan ke dalam rumus adalah tetap 24 jam. Dengan demikian setelah disubtitusi jam mengajar rumusnya menjadi :

(100 – 9 – 10) x 24/24 x NPK

 4

  •           Bagi guru yang mengajar kurang dari 24 jam per minggu atau bagi guru BK/Konselor memiliki konseli kurang dari 150 konseli per tahun maka pembagian menjadi, misal: 18/24 atau 100/150.

Dengan demikian setelah disubstitusi rumusnya menjadi :

(100 – 9 – 10) x 18/24 x NPK       atau       (100 – 9 – 10) x 100/150 x NPK

                                          4                                                                    4

  •           Untuk guru yang mengajar lebih dari 40 jam per minggu atau membimbing lebih dari 250 konseli per tahun atau mengajar kurang dari yang telah ditetapkan karena kondisi yang tidak memungkinkan pemenuhan beban mengajar 24 jam per minggu maka akan masuk ke kasus yang khusus. Untuk yang dapat dikategorikan sebagai daerah terpencil/daerah khusus, harus ada surat permohonan dari dinas pendidikan setempat kepada Kementerian Pendidikan Nasional untuk dapat dipertimbangkan dan diputuskan sebagai daerah khusus.
  •           Informasi selanjutnya yang dibutuhkan dalam menghitung penilaian kinerja adalah penggunaan persentase konversi hasil PK Guru sebagaimana tertuang dalam 2.2.a.2).

Misalnya: Hasil skor PK Guru untuk guru mata pelajaran adalah 41, skor maksimum 56 (14 kompetensi kali skor maksimum, yaitu  4). Gunakan rumus dan tabel konversi pada nomor 2.2.b.1).  ternyata skor dimaksud setelah di konversi kedalam skala permenegpan dan RB berada dalam rentang 61-75  dengan demikian terhadap guru dimaksud memiliki sebutan “cukup” dan memiliki hak untuk perolehan angka kreditnya adalah  75% dari Angka Kredit Kumulatif (AKK) yang telah dikurangi dari AKPKB dan AKP unsur penunjang dan rumus perolehan angka kredit PK Guru dimaksud menjadi sebagai berikut: (100-9-10) X 24/24 X 75 % = 15,19

                                                                                                                                                       4

Dengan demikian untuk guru yang bersangkutan mendapatkan point AK dari PK Guru untuk tahun yang bersangkutan adalah 15,19.

2)   Perhitungan AK bagi Guru yang mempunyai tugas tambahan

  •           Guru yang mendapat tugas tambahan harus memenuhi jam mengajar minimum sebagai guru. Jumlah jam mengajar minimum  untuk guru mata pelajaran tanpa tugas tambahan adalah 24 jam/minggu (minimal 150 siswa untuk guru BK/konselor), sedangkan  guru yang memiliki tugas tambahan beban mengajar per minggu sebagai berikut.

Kepala Sekolah                        6 jam (25% dari beban mengajar minimal)

Wakil Kepala Sekolah           12 jam (50% dari beban mengajar minimal)

Kepala Perpustakaan            12 jam (50% dari beban mengajar minimal)

Kepala Laboratorium,

Bengkel                                 12 jam (50% dari beban mengajar minimal)

Unit Produksi atau sejenisnya

            12 jam (50% dari beban mengajar minimal)

Ketua Program Keahlian      12 jam (50% dari beban mangajar minimal)

  •           Tugas Tambahan ini dinilai secara khusus dengan menggunakan instrumen sesuai dengan bidang tugasnya.

Proses penilaian ini berbeda sedikit dengan Proses Penilaian Kinerja Guru Kelas/Mata Pelajaran dan Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor.

Rumus untuk menghitung angka kredit Unsur tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah adalah sebagai berikut :

 

 

  •           Tahap-tahap yang dilaksanakan di dalam PK Guru dengan tugas tambahan dilaksanakan sebagai berikut.
  1. Kurangi kebutuhan angka kredit kumulatif untuk kenaikan golongan ke jenjang yang lebih tinggi dikurangi kebutuhan PKB dan unsur penunjang
  2. AKK yang sudah dikurangi dengan kebutuhan PKB  dan unsur penunjang diambil 25%/50%-nya untuk kebutuhan penilaian kegiatan pembelajaran dan 75%/50%-nya diambil untuk kegiatan sebagai ke kepalasekolahannya.
  3. PK Guru untuk tugas pembelajaran/pembimbingan menggunakan instrumen pada Lampiran  1 dan Lampiran 2 di pedoman PK Guru dan tugas ke kepalasekolahannya menggunakan instrumen  pada Lampiran 3 (Instrumen PK Guru dengan Tugas Tambahan).
  4. Hasil PK Guru tersebut selanjutnya dikonversi ke angka kredit untuk setiap masing-masing PK Guru Pembelajaran/Pembimbingan dan PK Guru dengan Tugas Tambahan sebagai Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Pepustakaan, Kepala Laboritorium/Bengkel atau Ketua Program Keahlian.
  5. Kemudian keduanya digabungkan untuk memperoleh total angka kredit tahunan bagi guru dengan tugas tambahan

DAFTAR LAMPIRAN

  1. Contoh PK Guru
  2. Format perhitungan angka kredit PK Guru kelas/mata pelajaran, Lampiran 1D (terisi). … 11
  3. Format perhitungan angka kredit PK Guru kelas/mata pelajaran, Lampiran 1D (terisi). … 14
  4. Rekap hasil PK Guru kelas/mata pelajaran, Lampiran 1C (terisi)…………………………………….. 15
  5. Rekap hasil PK Guru kelas/mata pelajaran, Lampiran 1C (kosong) .……………………………….. 17
  6. Laporan dan Evaluasi PK Guru kelas/mata pelajaran, Lampiran 1B (terisi) …………………….. 21
  7. Laporan dan Evaluasi PK Guru kelas/mata pelajaran, Lampiran 1B (kosong)   ……………….. 25
  8. Format perhitungan angka kredit PK Guru BK/konselor, Lampiran 2D (terisi) ……………….. 28
  9. Format perhitungan angka kredit PK Guru BK/konselor, Lampiran 2D (kosong) ……….…..  31
  10. Rekap hasil PK Guru BK/konselor, Lampiran 2C (terisi)…………………………………………………… 32
  11. Rekap hasil PK Guru BK/Konselor, Lampiran 2C (kosong) ………………………………………………. 34
  12. Laporan dan Evaluasi PK Guru/konselor, Lampiran 2B (kosong) .………………………………….   35

  1. Daftar usul penetapan angka kredit guru, Format 3 (kosong) ……………………………………………..  38

Contoh : Surat Keputusan tentang beban mengajar guru …………………………

03b Paket Simulasi utk Pengenalan Proses Pelaksanaan PK Guru 03

b Simulasi Proses PKG

03c Paket Simulasi utk Verifikasi Penilaian Kinerja

03a Pengenalan Buku PKG

03a PAKET SIMULASI UNTUK PENGENALAN BUKU PEDOMAN PK GURU

TabelAngkaKredit

TabelAngkaKredit

MENGHITUNG ANGKA KREDIT KINERJA GURU

KOMPETENSI DAN INDIKATOR PK GURU KELAS-MAPEL

MENGHITUNGHARIEDIT

DOWNLOAD PENIALAIN KINERJA GURU

Action Plan

Gabungan 16-09 dan PKG

Instrumen Permenpan 16_09 & PKG

paparan permenegpan dan rb

SALINAN-Permen 35 Tahun 2010 ttg juknis(Final)

SALINAN-Lampiran_Permen 35 Tahun 2010 ttg Juknis(Final)

Format(Final)

PAKET PELATIHAN TIM PENILAI JABFUNG 11 des 2010

2 Format 3(Final)