PENYUSUNAN LAPORAN KEPENGAWASAN


Oleh

Sudibyo AP, Drs., M.Pd.

I. PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Tugas untuk melakukan pemantauan, penilaian, dan pelaporan adalah merupakan tugas pokok pengawas sekolah sesuai Keputusan Mendikbud RI Nomor 020/U/2998, tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya.

Pada Kepmen tersebut juga ditetapkan bahwa seorang pengawas bertugas :

  1. Menyusun laporan hasil pengawasan sekolah per sekolah.
  2. Melaksanakan evaluasi hasil pengawasan seluruh sekolah yang menjadi tanggungjawabnya.

Kegiatan-kegiatan ini sangat penting, dalam rangka melakukan pembinaan baik per sekolah maupun seluruh sekolah di bawah tanggungjawabnya.

 B.   Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta mampu:

  1. Menjelaskan prinsip-prinsip pemantauan, penilaian dan pelaporan pelaksanaan kegiatan.
  2. Merincikan unsur-unsur penting dalam pemantauan, penilaian dan pelaporan pelaksanaan kegiatan.
  3. Menentukan cara dan waktu yang tepat dalam melaksanakan pemantauan, penilaian, dan pelaporan pelaksanaan kegiatan.

 C.   Pengertian

Seorang pengawas mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh untuk melakukan pengawasan pendidikan di sekolah dengan melaksanakan penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan pendidikan tertentu.

Jadi seorang pengawas melakukan pembinaan dahulu lalu dilakukan penilaian atau penilaian dahulu baru pembinaan baik dari sisi teknis pendidikan maupun administratif di sekolah secara terus menerus adalah dalam kaitan tugas melakukan pengawasan pendidikan.

Untuk jelasnya dapat disajikan dalam bentuk sketsa :

Bentuk kegiatan yang dpaat dilakukan dalam rangka pembinaan sekolah adalah dengan melakukan pemantauan (monitoring) dan penilaian (evaluasi).

 D.   Tujuan Pemantauan dan Penilaian

Pemantauan dan penilaian merupakan bagian integral dari pengelolaan pendidikan. Hal ini didasari oleh pemikiran bahwa dengan pemantauan dan penilaian dapat diukur tingkat kemajuan pendidikan pada tingkat sekolah, kecamatan, kodya dan selanjutnya.

Kegiatan ini umumnya, menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Karena itu, informasi yang dihasilkan harus cepat, tepat dan cukup untuk pengambilan keputusan.

Sebagai contoh pada penerapan MPMBS juga memerlukan pemantauan dan penilaian secara intensif dan berkesinambungan, dengan demikian dapat dilihat apakah MPMBS benar-benar mampu  meningkatkan mutu pendiidkan. Jika kurang berhasil, apanya yang salah? Konsepnya atau pelaksanaannya.

Proses pemantauan adalah untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan penerapan MPMBS jadi fokus pemantauan adalah pada pelaksanaannya, bukan pada hasilnya. Artinya pemantauan yang dimaksud adalah pada komponen proses MPMBS seperti : proses pengambilan keputusan, pengelolaan kelembagaan, pengelolaan program, maupun pada pengelolaan proses belajar mengajar.

Sedangkan penilaian merupakan suatu proses untuk mendapatkan informasi tentang hasil, informasi ini kemudian dibandingkan dengan sasaran / target yang telah ditetapkan. Jika hasil sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan berarti efektif. Sebaliknya jika tidak sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan maka dianggap tidak efektif (gagal). Oleh karena itu, setiap sekolah diharapkan memiliki data-data misal data tentang sebelum dan sesudah MPMBS, agar dengan mudah dapat dibandingkan prestasi sesudah dan sebelum MPMBS. Jika ada peningkatan prestasi yang dignifikan, maka hal ini diduga bahwa MPMBS berhasil.

Pemantauan dan penilaian bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan. Hasil pemantauan dapat digunakan untuk memberi pembinaan berupa masukan (umpan balik) bagi perbaikan pelaksanaan program, sedangkan hasil penilaian dapat meberikan informasi yang dapat digunakan untuk memberi masukan terhadap keseluruhan komponen, baik pada konteks, input, proses, output maupun out comenya.  Masukan-masukan hasil pembinaan dan penilaian dalam bentuk pelaporan dapat digunakan untuk rekomendasi dalam pengambilan keputusan.

II. PEMANTAUAN DAN PENILAIAN

  1. A.   Komponen-komponen yang dipantau dan dinilai

Sebagai suatu sistem, pendidikan memiliki komponen-kompone yangs aling terkait secara sistematis satu dengan lainnya, yaitu input, proses, output dan outcome serta konteks yang semuanya harus tidak luput dari pemantauan dan penilaian.

Konteks adalah eksternalitas sekolah berupa permintaan dan dukungan (demand and support) yang berpengaruh pada input sekolah. Dalam istilah lain, konteks sama artinya dengan istilah kebutuhan, dengan demikian penilaian terhadap konteks sama dengan penilaian tentang kebutuhan. Alat yang tepat untuk evaluasi konteks adalah penilaian kebutuhan (need assesment).

Input adalah segala sesuatu yang harus tersedia dan siap untuk berlangsungnya proses karena dibutuhkan. Sesuatu yang dimaksud tidak harus berupa barang, tetapi dapat berupa perangkat lunak dan harapan-harapan sebagai pemandu berlangsungnya proses. Secara garis besar input dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu : (1) harapan-harapan, (2) sumber daya yang  terdiri dari sumber daya manusia dan sumber daya selebhnya (uang, perlengkapan, peralatan dan bahan), dan (3) input manajemen, terdiri dari tugas, rencana, program, regulasi (ketentuan-ketentuan, prosedur kerja, batas waktu, dan sebagainya) dan pengendalian atau tindakan turun tangan.

Esensi dari penilaian input adalah untuk mendapatkan informasi tentan “ketersediaan dan kesiapan” input sebagai prasyarat untuk berlangsungnya proses.

Proses adalah berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Proses  terdiri dari proses pengambilan keputusan, proses pengelolaan kelembagaan, proses pengelolaan program, proses belajar mengajar, dan proses akuntabilitas. Dengan demikian fokus penilaian pada proses adalah pemantauan implementasinya, sehingga dapat ditemukan informasi tentang konsistensi atau inkonsistensi antara disain / rancangan semula dengan proses implementasi yang sebenarnya.

Output adalah berupa hasil nyata yang diperoleh. Hasil nyata dimaksud dapat berupa prestasi akademik maupun prestasi non akademik. (Imtaq, kejujuran, kedisiplinan, prestasi olahraga, prestasi kesenian dan kerajinan).

Jadi fokus penilaian output adalah mengevaluasi sejauh mana sasaran (immediate objectives) yang diharapkan dari segi kualitas, kuantitas dan waktu telah dicapai. Dengan kata lain, sejauhmana “hasil nyata sesaat” sesuai dengan hasil/sasaran yang diharapkan. Tentu saja makin besar keseniannya, makin besar pula kesuksesannya.

B.   Manfaat Pemantauan dan Penilaian

Pemantauan dan penilaian sekolahd apat dilakukan dengan dua cara, yaitu internal dan eksternal. Yang dimaksud dengan pemantauan dan penilaian internal adalah yang dilakukan oleh sekolah sendiri yaitu kepala sekolah, guru, siswa, orang tua siswa, dan warga skeolah lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui tingkat kemajuan dirinya sendiri (sekolah) sehubungan dengan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan. Denganc ara ini diharapkan sekolah memahami tingkat ketercapaian sasaran, menemukan kendala-kendala yang dihadapi dan catatan-catatan bagi penyusunan program selanjutnya. Sedangkan pemantauan dan penilaian eksternal dapat dilakukan oleh pihak luar sekolah, misalnya, pengawas, dinas pendidikan yang hasilnya dapat digunakan untuk rewards system terhadap individu, sekolah dalam rangka meningkatkan iklim kompetisi sehat antar sekolah, kepentingan akuntabilitas publik, bagi perbaikan sistem yang ada keseluruhan dan membantu sekolahd alam mengembangkan dirinya.

III.  INSTRUMEN PEMANTAUAN DAN PENILAIAN

Saat melaksanakan pemantauan dan penilaian ada lima langkah utama dalam melakukan pengawasan, yaitu:

  1. Menetapkan tolok ukur, yaitu menentukan pedoman yang digunakan.
  2. Mengadakan penilaian, yaitu dengan cara memeriksa hasil pekerjaan yang nyata telah dicapai.
  3. Membandingkan antara hasi penilaian pekerjaan dengan yang seharusnya dicapai sesuai dengan tolok ukur yang teah ditetapkan.
  4. Menginventarisasi penyimpangan dan atau pemborosan yang terjadi (bila ada).
  5. Melakukan tindakan korektif, yaitu mengusahakan agar yang direncanakan dapat menjadi kenyataan.

Berdasarkan pemaparan tentang langkah-langkah dalam  melaksanakan pengawasan, secara eksplisit terkandung langkah penyusunan instrumen atau alat pengumpulan data. Semakin baik instrumen yang digunakan maka akan semakin tepat data pengawasan skeolah yang terkumpul. Sebaliknya bila instrumen pengumpulan data yang digunakan berkualitas rendah maka data yang terkumpul tidak akan menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Instrumen dapat diibaratkan sebagai alat pendiagnosa penyimpangan pelaksanaan. Melalui instrumen pengawasan akan terdeteksi di mana letak penyimpangan pelaksanaan kegiatan di suatu sekolah

A.   Langkah-langkah Penyusunan Instrumen

Setidaknya ada dua cara dalam mengembangkan instrumen (alat ukur), yaitu: (1) dengan mengembangkan sendiri; dan (2) dengan cara menyadur (adaptation). Sehubungan dengan pengembangan instrumen pengawasan sekolah, untuk mengawasi bidang-bidang garapan manajemen sekolah, seorang pengawas dapat mengembangkan sendiri instrumen pengawasannya. Di sampng itu, ia pun dapat menggunakan instrumen yang sudah ada, baik instrumen yang telah digunakan dalam pengawasan sekolah sebelumnya maupun berupa istrumen baku dalam bahasa asing.

Sebenarnya kegiatan pengawasan identik dengan kegiatan penelitian. Setidaknya, dalam langkah-langkah penyusunan instrumen. Langkah-langkah tersebut dapat mengikuti tahapan berikut:

  1. Menentukan masalah penelitian (bidang yang akan diawasi)
  2. Menentukan variabel (yang diawasi)
  3. Menentukan instrumen yang akan digunakan.
  4. Menjabarkan bangun setiap variabel.
  5. Menyusun kisi-kisi.
  6. Penulisan butir-butir insrtrumen.
  7. Mengkaji ulang instrumen tersebut yang dilakukan oleh peneliti (pengawas) sendiri dan oleh ahli ahli (melalui judgement).
  8. Penyusunan perangkat instrumen sementara.
  9. Melakukan uji coba dengan tujuan untuk mengetahui: (a) apakah instrumen itu dapat diadministrasikan; (b) apakah setiap butir instrumen itu dapat dan dipahami oleh subjek penelitian (pengawasan); (c) mengetahui validitas; dan (d) mengetahui reliabilitas.
  10. Perbaikan instrumen sesuai hasil uji coba.
  11. Penataan kembali perangkat instrumen yang terpakai untuk memperoleh data yang akan digunakan.

B.   Beberapa Instrumen Pengawasan

Dalam tulisan ini akan dijelaskan beberapa instrumen yang dapat dikembangkan atau digunakan oleh pengawas sekolah dalam upaya membantu menjalankan tugasnya.

 

1.   Pedoman Observasi

Bagi kelancaran dan keefektivan obeservasi, supervisor hendaknya memiliki suatu pedoman observasi. Pedoman ini harus direncanakan sebelum observasi diselenggarakan.

Karena observasi di sini sebagai teknik pengawasan, maka supervisor harus menetapkan:

  1. Apa yang harus diobservasi atau diawasi.
  2. Kriteria-kriteria yang dijadikan tolak ukur pertimbanga pengawasannya; dan sebagainya

Pedoman observasi yang dimaksud  dapat berbentuk skala-skala penilaian atau daftar-daftar cek; dan lain-lain.

Contoh-contohnya dapat dilihat pada pembahasan tentang alat-alat tersebut sebagao berikut:

 

  1. Tipe-tipe skala penilaian

Skala-skala penilaian atau rating scale ini mungkin mempunyai berbagai macam bentuk spesifik, namun pada umumnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1)    Skala numerikal

Salah satu tipe skala yang paling sederhana ialah di mana supervisor mencek atau melingkari suatu angka (nomor) untuk mengindikasi tinngkat di mana suatu sifat nampak.

Contoh 1:

Skala penilaian terhadap teknik-teknik bertanya guru di sewaktu mengajar.

Petunjuk: Tentukan tingkat teknik bertanya guru pada waktu mengajar, dengan melingkari angka yang sesuai.

No

Pernyataan

Skala Penilaian

1

Pertanyaan diucapkan dengan jelas 5 4 3 2 1

2

Pertanyaan ditujuakan kepada semua murid  

5

 

4

 

3

 

2

 

1

3

Ada tenggang waktu antara pertanyaan dan jawaban murid  

5

 

4

 

3

 

2

 

1

4

Pertanyaan didistribusikan kepada tiap murid  

5

 

4

 

3

 

2

 

1

5

Pertanyaan membimbing ke arah berpikir kreatif  

5

 

4

 

3

 

2

 

1

 

Hasil penilaian dengan skala di atas, kemudian dimasukkan dalam tabel hasil evaluasi berikut:

 

Rata-rata

Aspek-aspek

Rata-rata keseluruhan

Tergolong kategori

1 2 3 4 5 6
               
Ulasan           :

 

 

 

 

Saran-Saran   :

 

 

 

 

2)    Kartu nilai

Kartu nilai atau rating cardt atau score card  ini terdiri dari sejumlah item atau karakteristik-karakteristik, masing-masing mengandung suatu nilai atau score (angka) yang telah ditetapkan.

Supervisor dapat menentukan score (nilai atau angka) yang dicapai setiap guru atau aspek yang diawasi berdasarkan pertimbangannya terhadap karakteristik-karakteristik sebagaimana dirumuskan dalam tiap item. Kemudian dapat dihitung jumlah score yang dicapai seorang guru atau aspek pengawasan pada sekolah tertentu, baik untuk tiap bagian maupun untuk keseluruhan aspek.

Sebagai contoh kartu nilai seorang guru dapat dilihat modelnya di bawah ini.

Nama Guru       :

Jenis Kelamin    :

Tempat/Tgl lahir:

Ijazah terakhir   :

Pangkat/Gol      :

Alamat Rumah   :

Mengajar di kelas:

Bidang Studi       :

Tahun pelajaran  :

Sekolah              :

Wilayah              :

 

   

No

Aspek Pengawasan

NILAI

 

Ditetapkan

Dicapai

 

1

Perumusan tujuan

20

 
a. Guru menunjukkan pengetahuan tentang

1)    Tujuan-tujuan umum dan khusus pelajaran.

2)    Kebiasaan-kebiasaan dan keterampilan yang dibutuhkan.

5

 
b. Murid-murid menunjukkan pengertian tentang tujuan-tujuan pelajaran

15

 

2

Kecakapan dan teknik

30

 
a. Keadaan fisik kelas: menyangkut kondisi fisik di kelas, menarik, teratur, kemanfaatan alat-alat dan perlengkapan.

5

 
b. Teknik mengajar

1)    Berinisiatif dan mendidik murid-murid berpartisi-pasi dan merang-sang kegiatan- kegatan sesuai dengan perbedaan-perbedaan kapa-sitas dan kebutuhan-kebutuhan individual.

2)    Guru menguasai metode-metode mengajar sesuai dengan pelajaran dan minat siswa.

3)    Menunjukkan kecakapan dalam bertanya sesuai dengan scope, urutan, dan pandai menyiasati jawaban.

4)    Mempergunakan waktu, memanfa-atkan dan memperlihatkan nilai-nilai; mempergunakan metode-metode yang relevan; menyesuaikan rencana dengan jangka waktu belajar dan menyusun jadwal kerjanya.

5)    Memberikan tugas-tugas yang sesuai, jelas, tegas dan dapat dipahami sebagai suatu bagian dari program yang direncanakan dengan matang.

25

5

5

5

5

5

 

3

Kemajuan Kelas

30

 
a. Sikap dan kebiasaan

Murid-murid memperlihatkan sikap yang baik terhadap gurunya, teman-temannya dan pekerjaannya, baik di kelas maupun di luar kelas.

Kebiasaan menguasai diri, mempercayai diri, tertib dan sifat-sifat baik lainnya sebagai orang yang berpendidikan.

10

 
b. Pengetahuan dan penguasaan

Murid-murid menunjukkan pengetahuan dan penguasaan akan bahan pelajaran yang diajarkan dan kemampuannya un-tuk mempergunakannya dalam meme-cahkan masalah-masalah baru. Murid-murid menunjukkan kesanggupan-nya  untuk menemukan dan mempergu-nakannya untuk melengkapi bahan-bahan pelajaran, untuk menemukan kesulitan-kesulitannya sendiri dan mengatasinya.

15

 
c. Keterampilan

Diperlihatkan guru melalui penyelengga-raan dan penguasaan (manajemen) kelasnya.

5

 

4

Kerja sama

10

 
a. Secara profesional guru:

Melakukan tugas-tugasnya secara teratur, menyelesaikannya dengan baik dan pada waktunya laporan-laporan yang di perlukan, gembira mengadakan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler, menemukan cara-cara memperbaiki sekolah; memberikan kritik-kritik yang konstruktif bila perlu dan menerima saran-saran dengan gembira.

5

 
b. Secara pribadi guru:

Memelihara hubungan baik dengan rekan sejawat, murid-murid, orang tua/wali murid, dan para karyawan sekolah lainnya; memberikan teladan tingkah laku yang baik, dan memperlihatkan minat terhadap organisasi-organisasi dalam masyarakat.

5

 

5

Pendidikan dan perkembangan profesional

10

 
a. Pendidikan

Guru berpendidikan lebih daripada kelas yang diajarkan; menguasai baik bahasa pengantar dan bidag studi/mata pelajaran yang diselenggarakannya.

5

 

b. Perkembangan profesional

Guru menghadiri rapat-rapat/pertemuan-pertemuan edukasional; mengikuti perkuliahan, ceramah-ceramah, seminar dan sebagainya; membaca buku-buku/majalah-majalah profesional dan memberikan sumbangsih-sumbangsih bagi kurikulum.

5

 

Jumlah Nilai

100

 

2.   Pedoman Wawancara

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview giude (panduan wawancara). Teknik wawancara dapat pula digunakan untuk kegiatan pengawasan sekolah yang biasa dilakukan oleh supervisor. Bagi kelancaran dan keefektivan proses suatu wawancara, maka supervisor perlu mempersiapkan suatu pedoman wawancara. Pada garis besarnya mencakup fase-fase kegiatan sebagai berikut:

  1. Sebelum wawancara

Persiapan merupakan fase penting, karena itu supervisor perlu:

1)    Mempunyai konsep yang jelas tentang informasi yang dibutuhkan.

2)    Meng-outline-kaninformasi-informasi yang dibutuhkan itu secara tegas dan jelas.

3)    Mengurutkan pertanyaan-pertanyaan secara teratur dan logis sehingga dapat menstimulasi komentar-komentar (ulasan-ulasan) yang secara sistematis akan mengarahkan pada jawaban-jawaban yang dikehendaki.

4)    Memperhatikan pedoman atau panduan wawancara berupa pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan yang akan dicek, diawasi atau dievaluasi, misalnya bentuk daftar cek (checklist) atau skala penilaian (rating scale).

5)    Sebaiknya dipersiapkan pula suatu lembar jawaban untuk memudahkan pencekkan atau penilaian terhadap setiap jawaban. Modelnya dapat sebagai berikut:

No

Pertanyaan

Alternatif Jawaban

Catatan

a

b

c

d

e

……

  1. Pelaksanaan wawancara

Pada awal pelaksanaan wawancara, supervisor perlu menjelaskan tujuan wawancara, dan informasi-informasi apa yang diharapkan .

Selanjutnya sesuai dengan pedoman wawancara, supervisor mengajukan pertanyaan demi pertanyaan, dan jawaban setiap pertanyaan dapat dicatat pada lembar jawaban yang telah disediakan. Apa yang tersirat di balik setiap jawaban yang dianggap signifikan (berarti) dapat dicatat supervisor pada kolom catatan di lembar jawaban tersebut.

  1. Akhir wawancara

Sesudah wawancara, sebaiknya diadakan pengecekkan terhadap jawaban-jawaban yang diberikan, kemungkinan ada revisi atau midofikasi dari orang yang diwawancarai.

Perlu diingatkan bahwa jawaban-jawaban yang diberikan supaya segera dicatat pada lembar jawaban, sedangkan interpretasinya setelah wawancara berakhir.

3.   Angket dan Inventori

Kuesioner atau angket adalah suatu teknik untuk mengumpulkan informasi tentang sesuatu dari orang-orang yang disupervisi atau dievaluasi Sebuah kuesioner atau angket terdiri dari suatu daftar pertanyaan untuk dijawab oleh sejumlah orang secara tertulis. Pada umumnya kuesioner atau angket dimaksudkan sebagai untuk mengetaghui pendapat (opinion) atau sikap (attitude) orang-orang terhadap suatu masalah.

Sedangkan sebuah inventori, mirip kuesioner atau angket, terdiri dari suatu himpunan pertanyaan standar mengenai beberapa aspek tingkah laku tertentu, disusun dan diberi score (nilai atau angka) tertentu berdasarkan kondisi-kondisi yang standar, semacam wawancara tertulis, yang telah distandarisasikan.

Teknik ini dipergunakan untuk mengumpulkan sejumlah besar informasi dalam waktu yang singkat dan merupakan suatu rangkuman objektif mengenai data yang dikumpulkan.

Penggunaan inventori-inventori laporan diri yang efektif beranggapan bahwa individu mau dan mampu melaporkan dirinya sendiri secara akurat, dan yang lebih jauh dan lebih  mendalam ialah kepercayaan bahwa orang yang dimintakan respons (jawaban)nya itu adalah bertanggung jawab terhadap apa yang dikemukakannya.

Masalah memperoleh respons (jawaban-jawaban) yang diharapkan, pada hakekatnya tergantung pada tipe-tipe inventori, angket atau kuesioner yang disusun.

 


IV . PENYUSUNAN LAPORAN

A.   Langkah-langkah Penyusunan Laporan dan Tindak Lanjut

 

B.   Jenis Laporan dan Waktu Pembuatannya

Dari segi sekolah sebagai oyek atau sasaran pembuatan laporan dapat dibedakan atas : laporan hasil pengawasan sekolah per sekolah dan laporan hasil pengawasan sekolah dari seluruh sekolah yang menjadi tanggung jawab setiap pengawas sekolah. Sedangkan dari segi waktu pembuatannya dapat dibedakan atas laporan semester dan laporan tahunan, yang meliputi : laporan akhir semester, laporan akhir semester 2 dan laporan akhir tahun pelajaran.

  1. Laporan hasil pengawasan sekolah persekolah persemester

Seorang pengawas sekolah perlu membuat lpaoran sebanyak sekolah yang dibina setiap semester. Dalam hal ini pengawas sekolah perlu mengetahui unsur pengawasan apa saja yang perlu dilaporkan setiap semester untuk setiap sekolah yang dibinanya. Laporan hasil pengawasan sekolah persekolah ini dibuat setiap akhir semester, yaitu : akhir semester 1 sekitar minggu ke-1 bulan Januari, akhir semester 2 sekitar minggu ke-4 bulan Juni setiap tahun pelajaran. Jenis laporan semester persekolah termasuk subkompetensi pengawas sekolah yang ke-1 bulan Januari, akhir semester 2 sekitar minggu ke-4 bulan Juni setiap tahun pelajaran. Jenis laporan semester persekolah termasuk subkompetensi pengawas sekolah yang ke-1 seperti pada uraian subkompetensi pengawas sekolah. Dengan terwujudnya pembuatan laporan semester persekolah termasuk subkompetensi pengawas sekolah yang ke-1 seperti pada uraian subkompetensi pengawas sekolah. Dengan terwujudnya pembuatan laporan semester persekolah dengan baik dapat diartikan subkompetensi ke-1 betul-betul telah dikuasai .

  1. Laporan hasil pengawasan sekolah seluruh sekolah persemester.

Di samping membuat laporan persekolah percaturwulan pengawas sekolah harus membuat sebuah laporan hasil seluruh sekolah binaan pada setiap akhir semester. Untuk keperluan pembuatan laporan seluruh sekolah ini, pengawas sekolah perlu membuat atau mengerjakan rekap laporan dari seluruh sekolah binaannya. Penyelesaian laporan keseluruhan sekolah dimaksud dikerjakan langsung setelah menyelesaikan laporan persekolah. Jadi laporan keseluruhan sekolah semester 1 dibuat sekitar minggu ke-1 bulan Januari dan semester 2 skeitar minggu ke 4 bulan Juni setiap tahun pelajaran. Jenis laporan semester seluruh sekolah yang dimaksud di sini termasuk subkompetensi pengawas sekolah yang ke-2 seperti tertera diatas. Pada jenis laporan ini terutama melaporkan hasil belajar / hasil bimbingan siswa dari rumpun mata pelajaran / mata pelajaran yang sesuai dengan latar belakang pengawas sekolah yang bersangkutan.

3.   Laporan hasil pengawasan sekolah seluruh sekolah tahunan atau laporan tahunan.

Laporan tahunan ini harus diselesaikan sekitar minggu ke-4 bulan Juni. Untuk keperluan pembuatan laporan tahunan ini pengawas sekolah perlu mengerjakan rekap setiap laporan keseluruhan sekolah yang telah dibuat setiap akhir semester menjadi sebuah laporan tahunan yang dibuat pada akhir tahun pelajaran. Di dalam laporan tahunan ini perlu dianalisis dan dievaluasi keberhasilan dan ketidakberhasilan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Tentu perlu juga diungkapkan peluang-peluang yang memungkinkan tercapainya keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Tentu perlu juga diungkapkan peluang-peluang yang memungkinkan tercapainya keberhasilan dan hambatan-hambatan yang menjadikan ketidakberhasilan. Kesimpulan dari laporan tahunan ini diharapkan dapat mengemukakan usul dan saran kepada pimpinan serta dapat dijadikan bahan masukan untuk penyusunan program tahun berikutnya. Dengan demikian, laporan tahunan ini memenuhi subkompetensi ke-3 dan ke-4 seperti ditulis diatas.

Dari uraian butir 1,2 dan 3 tentang jenis laporan dan waktu pembuatannya diatas, jelas bahwa setiap pengawas sekolah dalam satu tahun pelajaran perlu membuat 3 jenis laporan, yaitu : laporan semester persekolah binaan (banyaknya 2x jumlah sekolah binaan; laporan semester keseluruhan sekolah yang dibina (jumlahnya 2 buah laporan); dan laporan tahunan keseluruhan sekolah dari sekolah-sekolah binaan sekolah masing-masing (jumlahnya 1 buah laporan).

 C.   Kerangka atau Sistematika Laporan

Pada dasarnya bentuk dari tiga jenis laporan yang diungkapkan diatas adalah sama. Salah satu model laporan atau kerangka laporan yang dicontohkan dalam buku Pedoman Pengawasan Sekolah yang dibuat oleh Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen Dikdasmen, tahun 2000 adalah seperti di bawah ini.

  1. Kerangka laporan semester hasil pengawasan persekolah

Judul :

LAPORAN HASIL PENGAWASAN SEKOLAH DASAR WONOGIRI

SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2007/2008

  1. PENDAHULUAN
  2. Latar Belakang

Isinya antara lain menjelaskan hal-hal yang melatarbelakangi perlunya atau penyusunan laporan hasil pengawasan sekolah persekolah.

  1. Masalah

Seyogyanya memfokuskan pada masalah menonjol di sekolah yang bersangkutan, terutama yang berhubungan dengan hasil belajar / bimbingan siswa, kemampuan guru, pengolahan sumber daya pendidikan dan kondisi lingkungan sekolah.

  1. Tujuan

Isinya tujuan khusus yang dangat erat kaitannya dengan mencari jalan keluar dalam pemecahan masalah.

  1. PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN
  2. Ruang Lingkup

Laporan persekolah ini ruang lingkupnya satu sekolah, TK/SD Negeri atau TK/SD Swasta.

  1. Populasi

Populasi obyek laporan dari satu sekolahd apat merupakan unsur-unsur hasil pengawasan persekolah seperti yang ditulis pada uraian unsur-unsur pengawasan skeolah. Pada dasarnya populasi laporan sebagai bahan laporan satu sekolah dapat merupakan berbagai kegiatan atau unsur pengawasan yang menjadi sasaran pengawasan dan pembinaan.

  1. Sampel

Karena danya keterbatasan-keterbatasan, maka perlu memilih atau menetapkan sampel dari populasi yang tidak mungkin seluruhnya dilaporkan.

  1. Teknik Pengumpulan Data

Pada subbab ini dijelaskan cara mengumpulkan atau memperoleh data, misalnya dengan cara mengisi instrumen supervisi, dengan observasi / kunjungan kelas dan cara lain.

  1. PEMBAHASAN / ANALISIS

Di dalam bab ini membahas permasalahan yang ditemui serta alternatif pemecahannya yang perlu disajikan secara mendetail.

  1. KEISMPULAN

Isi kesimpulan merupakan ringaksan dari laporan yang dapat dilengkapi dengan saran yang konkret, khususnya ditujukan kepada tenaga kependidikan di lingkungan sekolah.

  1. Kerangka laporan semester hasil pengawasan seluruh sekolah

Judul

LAPORAN HASIL PENGAWASAN SELURUH SEKOLAH DASAR DABIN 01 KABUPATEN WONOGIRI  SEMESTER 1

TAHUN PELAJARAN 2007/2008

  1. PENDAHULUAN
  2. Latar Belakang

Isinya menjelaskan hal-hal yang melatarbelakangi perlunya pembuatan atau penyusunan laporan seluruh sekolah persemester.

  1. Masalah

Sebaiknya memfokuskan pada masalah yang relatif seragam antar sekolah binaan dalam satu semester.

  1. Tujuan

Tujuan khusus untuk mencari alternatif pemecahan masalah dalam kelompok sekolah ini.

  1. PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN
  2. Ruang Lingkup

Laporan seluruh sekolah ini ruang lingkupnya satu kelompok sekolah binaan pengawas yang meliputi TK/SD Negeri dan TK/SD Swasta yang berjumlah antara 15 s.d 30 sekolah.

  1. Populasi

Populasi oyek laporan dari seluurh sekolah dalam satu kelompok binaan dapat berupa keragaman unsur-unsur pengawasan sekolah. Pda dasarnya populasi laporan sebagai bahan laporan kelompok sekolahd apat merupakan berbagai kegiatan atau unsur pengawasan yang dapat diperbandingkan antar sekolah.

  1. Sampel

Adanya keterbatasan wkatu, dukungan fasilitas dan kesempatan maka tidak mungkin seluruh populasi laporan dapat ditulis atau dilaporkan. Karena itu perlu memilih sampel yang dianggap dapat mewakili unsur dari kelompok sekolah secara keseluruhan.

  1. Teknik Pengumpulan Data

Pada subban ini dijelaskan cara merekap data atau memperoleh data akumulatif/kolektif dari seluruh sekolah, misalnya dengan mentabulasi, membuat rata-rata dan cara lain.

  1. Pengolahan dan Analisis Data

Dalam subbab ini berisi antara lain analisis deskripsi.

  1. PEMBAHASAN / ANALISIS

Di dalam bab ini membahas permasalahan yang terinventarisasi serta mengungkapkan berbagai pilihan / alternatif pemecahan yang diungkapkan terperinci.

  1. KESIMPULAN

Isi kesimpulan berupa ringkasan dari laporan yang perlu dilengkapi dengan saran yang ditunjukan kepada pimpinan.

  1. Kerangka laporan tahunan hasil pengawasan seluruh sekolah

Judul :

LAPORAN TAHUNAN HASIL PENGAWASAN SELURUH SEKOLAH DASAR DABIN 01 KABUPATEN WONOGIRI

TAHUN PELAJARAN 2007/2008

  1. PENDAHULUAN
  2. Latar Belakang

Isinya menjelaskan hal-hal yang melatarbelakangi pembuatan atau penusunan laporan sleuruh sekolah pertahun.

  1. Masalah

Sebaiknya memfokuskan pada masalah yang relatif seragam antar sekolah binaan hampir tetap sama antar semester dalam satu tahun pelajaran.

  1. Tujuan

Tujuan khusus untuk mencari alternatif pemecahan masalah dalam suatu kelompok sekolah dan terjadi sepanjang tahun pelajaran.

  1. PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN
  2. Ruang Lingkup

Laporan tahunan seluruh sekolah ini ruang lingkupnya satu kelompok sekolah binaan yang meliputi TK/SD Negeri dan Swasta berjumlah antara 15 s.d 30 sekolah.

  1. Populasi

Populasi objek laporan dari seluurh sekolah dalam satu kelompok binaan pengawas dapat berupa keragaman unsur-unsur pengawasan sekolah selama satu tahun pelajaran. Pada dasarnya populasi laporan sebagai bahan laporan kelompok sekolah dalam satu tahun dapat merupakan berbagai kegiatan atau unsur pengawasan dapat diperbandingkan antar sekolah dan antar semester.

  1. Sampel

Adanya keterbatasan waktu dukungan fasilitas dan kesempatan, maka tidak mungkin seluruh populasi laporan dapat dilaporkan. Untuk dapat membuat laporan tahunan yang lebih efisien dan agar lebih efisien dan agar lebih efektif akan lebih tepat apabila dapat memilih sampel yang memungkinkan menggambarkan seluruh sekolah selama satu tahun pelajaran.

  1. Teknik Pengumpulan Data

Pada subbab ini dijelaskan cara merekap data atau memperoleh data akumulatif / kolektif dari seluruh sekolah, misalnya dengan mentabulasi, membuat rata-rata, membuat perbandingan antar semester dan lain-lain.

  1. Pengolahan dan Analisis Data

Dalam subbab ini berisi antara lain analisis deskripsi.

  1. PEMBAHASAN / ANALISIS

Di dalam bab ini membahas permasalahan yang terinventarisasi serta mengungkapkan berbagai pilihan / alternatif yang diuraikann atau diperbandingkan secara rinci.

  1. KESIMPULAN

Isi kesimpulan berupa ringkasan dari laporan yang perlu dilengkapi dengan saran yang ditunjukkan kepada pimpinan.

  1. D.   Unsur-unsur Pengawasan yang Dilaporkan

Adapun usnru-unsur pengawasan yang wjaib dilaporkan adalah seperti yang diuraikan dalam S.K. Mendikbud nomor 020/U/1998, tentang Petunjuk dan Angka kreditnya, yaitu meliputi unsur-unusr hasil pengawasan sekolah per-sekolah dan unsur-unsur hasil pengawasan sekolah seluruh sekolah.

  1. Unsur-unsur hasil pengawasan sekolah persekolah terdiri dari :
    1. Menilai hasil belajar / hasil bimbingan siswa dan kemampuan guru.
    2. Mengumpulkan dan mengolah data sumber daya pendidikan, proses pembelajaran / bimbingan siswa.
    3. Menganalisis hasil belajar / mengnalisis hasil bimbingan siswa.
    4. Melaksanakan pembinaan kepada guru dan tenaga lainnya di sekolah
    5. Melaksanakan pembinaan selain proses pembelajaran / bibingan siswa.

Kondisi unsur-unsur pengawasan setiap sekolah sangat berbeda / bervariasi dan kesempatan atau intensitas pengawasan / pembinaan dapat juga berbeda-beda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya karena adanya keterbatasan-keterbatasan. Karena itu dalam hal ini pengawas sekolah dapat memilih unsur yang paling menonjol, untuk dilaporkan dan perlu dibandingkan perkembangannya antara semester 1 dan semester 3 setiap bulan tahun pelajaran.

  1. Unsur-unsur hasil pengawasan sekolah seluruh sekolah terdiri dari :
    1. Membandingkan laporan hasil pengawasan sekolah dari wkatu ke waktu atau antar semester, yaitu semester 1 dengan semester 2.
    2. Membandingkan laporan hasil pengawasan sekolah antar sekolah binaan, misalnya antar sekolah yang satu dengan sekolah lainnya dari keseluruhan sekolah binaan yang menjadi tanggung jawab seorang pengawas. Membandingkan antara keadaan yag diharapkan / seharusnya dengan fakta sebenarnya dari masing-masing sekolah, misalnya diharapkan / seharusnya suatu sekolah memiliki perpustakaan sekolah, sedang keadaan / fakta sebenarnya sekolah itu tidak memiliki perpustakaan sekolah.

Hasil pengawasan seluruh sekolah dilaporkan setiap akhir semester dan setiap akhir tahun pelajaran.

  1. E.    Teknik Membuat Laporan Pengawasan Sekolah

Di atas telah diuraikan jenis-jenis laporan dan waktu dibuatnya, kerangka laporan  atau sistematika laporan, dan unsur-unsur yang perlu dilaporkan. Dalam uraian teknik penyusunan laporan ini akan diungkapkan langkah-langkah setiap jenis laporan dan unsur-unsur laporan. Di bawah ini digambarkan secara singkat teknik pembuatan laporan.

  1. Teknik membuat laporan semester persekolah

Cara atau langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun laporan hasil pengawasan persekolah secara praktis digambarkan sebagai berikut :

  1. Menyiapkan bahan laporan persekolah dalam satu semester
  2. Merumuskan latar belakang dan tujuan dari masing-masing pembuatan laporan per sekolah
  3. Memilih fokus masalah yang akan dibahas
  4. Menetapkan ruang lingkup dan populasi laporan
  5. Memilih sampel dari populasi laporan persekolah
  6. Menjelaskan cara pengumpulan dan menganalisis data
  7. Membahas dan menganalisis amaslaah untuk dapat menarik kesimpulan
  8. Merumuskan saran yang efektif dan sasaran yang tepat di dalam satu sekolah

Langkah-langkah penyusunan laporan hasil pengawasan persekolah dapat digambarkan seperti bahan berikut ini :

  1. Teknik membuat laporan semester kesleuruhan sekolah

Pada dasarnya cara, langkah dan teknik dalam menyusun laporan hasil pengawasan persekolah. Dalam hal ini dapat dikembangkan langkah dan kegiatan seperti di bawah ini.

  1. Menyiapkan bahan laporan seluruh sekolahd alam satu semester
  2. Merumuskan latar belakang tujuan pembuatan laporan keseluruhan skeolah semester
  3. Memilih fokus masalah yang seragam dari masalah yang terjadi pada seluruh sekolah binaan
  4. Membatasi ruang lingkup dan mengungkapkan populasi laporan keseluruhan sekolah
  5. Memilih sampel dari populasi laporan keseluruhan sekolah dalam satu semester
  6. Menjelaskan cara mengungkapkan dan menganalisis data
  7. Membahas dan menganalisis masalah keseluruhan sekolah untuk dapat menarik kesimpulan
  8. Merumuskan saran yang efektif dan sasaran saran yang tepat kepada pimpinan terkait
  9. Teknik membuat laporan tahunan keseluruhan sekolah

Seperti membuat laporan semester persekolah dan laporan semester seluruh sekolah dalam menyusun laporan tahunan keseluruhan sekolah dapat dikembangkan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Menyiapkan bahan laporan seluruh sekolah dalam kurun waktu satu tahun pelajaran
  2. Merumuskan latar belakang dan tujuan pembuatan laporan tahunan keseluruhan sekolah
  3. Memilih fokus masalah sekolah yang terdapat setiap semester dari sebagian besar sekolah binaan
  4. Membatasi ruang lingkup dan mengungkapkan populasi laporan keseluruhan sekolah dalam satu tahun pelajaran
  5. Memilih sampel dari populasi laporan keseluruhan sekolahs elama satu tahun pelajaran
  6. Menjelaskan cara pengumpulan dan menganalisis data laporan tahunan
  7. Membahas dan menganalisis masalah keseluruhan sekolah untuk menarik kesimpulan dan menginventarisasi bahan masukan untuk program tahunan yang akan dating

Contoh :  

LAPORAN HASIL PENGAWASAN SELURUH SMA SUB RAYON 04 SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2008/2009

 

Oleh

Sudibyo AP, Drs., M.Pd.

PEMERINTAH KOTA SEMARANG

DINAS PENDIDIKAN

2009

 

LAPORAN HASIL PENGAWASAN SELURUH SMA SUB RAYON 04 SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2008/2009

 

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam pendidikan, pengawasan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan prestasi belajar dan mutu sekolah. Sahertian (2000 : 19) menegaskan bahwa pengawasan atau supervisi pendidikan tidak lain dari usaha memeberikan layanan kepada stakeholder pendidikan, terutama guru-guru, baik secara individu maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran. Burhanudin (1990:284) memperjelas hakekat pengawasan pendidikan pada hakekat sustansinya. Substansu hakekat pengawasan yang dimaksud menunjuk pada segenap upaya bantuan profesional kesejawatan pengawas satuan pendidikan kepada stakeholder pendidikan terutama guru yang ditujukan pada perbaikan-perbaikan dan pembinaanaspek pembelajaran Tugas pokok pengawas sekolah adalah menilai dan membina penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Hasil dari pengawasan sekolah yang berupa pelaksanaan penilaian dan pembinaan penyelenggaraan pendidikan di sekolah itu harus senantiasa dituangkan dalam bentuk laporan. Dari segi sekolah sebagai objek atau sasaran pembuatan laporan, pada laporan ini berisi tentang laporan hasil pengawasan sekolah pada tiap-tiap sekolah (data terlampir) yang menjadi tanggung jawab setiap pengawas sekolah.

 

B. Masalah

Pada awal semester 1 sekolah-sekolah melaksanakan program sebagai berikut:

  1. Kelas X Kelas XI, dan kelas XII, pelaksanaan KBM, ulangan harian, ulangan blok, dan ulangan semester.
  2. Program tambahan jam pelajaran, bagi kelas XII, supaya lebih siap dalam mengantisipasi siswa dalam perolehan nilai UN sesuai dengan petunjuk dalam POS Ujian Nasional Tahun 2009, bahwa nilai tiap mapel minimal 5.50. Sejauh mana masing-masing sekolah merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program-program tersebut Maka setiap sekolah didalam perencanaan program tahunan-nya wajib untuk menyampaikan kepada Pengawas Sekolah.

C. Tujuan

Secara umum sekolah Negeri maupun Swasta di wilayah sub rayon 04 dan masing-masing menyiapkan diri untuk pelaksanaan supervisi komponen input untuk mengawali masuk semester I yang tujuannya mengetahui kesiapan sekolah dan program-program yang direncanakan pada semester I Program pengayaan, klinik pembelajaran, serta program remedial yang akan dilakukan.

Tugas Pengawas Sekolah adalah memberikan arahan, bimbingan, penilain, dan pemecahan masalah yang diperlukan bagi masing- masing sekolah yang tujuannya adalah untuk memberi solusi terbaik dalam pelaksanaan tugas, fasilitator dan mengantarkan kepala sekolah, guru, karyawan dan siswa menyelesaikan tugasnya pada tingkatan masing-masing.

II. PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN

A. Ruang Lingkup

Laporan masing-masing sekolah ini ruang lingkupnya meliputi Sub Rayon 04 di SMA Negeri maupun Swasta pada Dinas Pendidikan Kota Semarang yang berjumlah: 25 sekolah (5 sekolah Negeri dan 20 sekolah Swasta). Terdiri dari: SMA Negeri 02,04,10,11,15,dan SMA Kolese Loyola, SMA Sedes Sapientiae, SMA Theresiana 01,02, SMA DonBosco, SMA Mataram, SMA Ibu Kartini, SMA Teuku Umar, SMA Advent, SMA Kebon Dalem, SMA Walisongo, SMA 17Agustus1945, SMA Widya Mandala, SMA Ksatrian04, SMA Masehi 02, SMA Nusaputera, SMA Purusatama, SMA Nasional, SMA Islam Hidayatullah, dan SMA Diponegoro.

B. Populasi

Secara umum SMA Negeri maupun Swasta diwilayah sub rayon 04, para kepala sekolah, guru,dan siswanya termotivasi untuk melaksanakan program sekolah dalam optimalisasi menyongsong semester I Bapak dan Ibu Guru dalam mempersiapkan program sekolah tersebut tampak antusias, karena beliau merasa ikut bertanggung jawab penuh dalam keberhasilan program yang telah dipersiapkan.

Adapun bentuk kegiatan yang diprogramkan tidak sama dalam hal kepadatan dan jenis materi, yang di programkan karena kondisi sekolah satu dengan yang lain tidak sama baik dalam jumlah siswanya, kebutuhannya, dan kesiapan sumber daya manusianya.

C. Sampel

Salah satu contoh program sekolah berupa Penguasaan model-model pembelajaran sebagai program wajib bagi semua guru dilaksanakan pada hari tertentu /tambahan jam pelajaran setelah pulang sekolah, yang lebih inovatif didalam merencanakan program pembelajaran di kelas, yang salah satunya menggunakan pendekatan CTL.

Dalam rangka tuntutan global untuk penyesuaian pada pelaksanaan KBM dengan pendekatan CTL dan kemasan PBM tidak selalu harus didalam kelas, tetapi juga proses pembelajaran diluar kelas. Untuk itu sekolah memfasilitasi para guru terutama dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian, dan analisa soal-soal tes yang mengacu pada pendekatan CTL. Kesempatan untuk berkonsultasi dengan pengajar untuk berbagai bidang studi yang diperlukannya melalui (Bengkel / klinik Pembelajaran), dan untuk program remedial tes dilaksanakan pada siang/ sore hari.

Untuk sekolah lain, ada yang menyusun program kegiatan tambahan jam pelajaran pada siang/sore hari setelah pelajaran reguler selesai mulai jam 14.00 – 16.00, sekaligus dilaksanakan program remedial bagi yang memerlukan.

D. Teknik Pengumpulan Data

Tiap sekolah yang disupervisi, masing-masing menyampaikan program sekolah yang dipersiapkan untuk melaksanakan program semester I. (perencanaan PBM,program remedial, program pengayaan maupun program lainnya.)

Tiap sekolah melaporkan hasil perolehan Nilai UN dan UAS pada Tahun pelajaran yang baru saja dilaksanakan, untuk evaluasi program.

E. Pengolahan dan Analisis Data

  1. Tidak ada sekolah yang tidak menyampaikan program sekolah dan hasil UN maupun UAS. Siap untuk mengevaluasi diri antisipasi kedepan dan target yang akan direncanakan untuk dicapai dalam pelaksanaan program semester I .
  2. Secara moral semua sekolah bertanggung jawab untuk menyiapkan siswanya sukses dalam UN tahun 2008/2009

III. PEMBAHASAN / ANALISIS

  1. Untuk siswa yang dala proses PBM belum berhasil memperoleh nilai sesuai KKM, perlu mendapatkan pengawalan khusus supaya bisa naik kelas dan bisa lulus ujian.
  2. Kepala Sekolah perlu menyusun program pembekalan/pemantapan bagi siswa yang belum berhasil mencapai batas tuntas/ nilai KKM terpenuhi.,serta memberi motivasi tinggi kepada siswa yang bersangkutan untuk terus berusaha supaya berhasil.
  3. Kepala Sekolah memberikan arahan yang jelas kepada siswa yang bersangkutan tentang mengapa perlu pengawalan khusus dan upaya khusus bagi siswa yang belum berhasil mancapai seperti yang dipersyaratkan. Informasi yang tidak akurat berakibat fatal karena kesempatan baik sulit untuk datang kedua kalinya. Maka program sekolah harus jelas dan akurat.

IV. A. KESIMPULAN

Para Kepala Sekolah telah mempersiapkan dengan baik program-program peningkatan mutu akademik maupun non akademik yang mendapatkan perhatian serius dari siswa, guru, komite dan semua warga sekolah.

Optimalisasi kesiapan pelaksanaan PBM, pengawalan untuk pencapaian KKM tampak pada cerminan siswa yang sangat serius didalam melaksanakannya. Tak lupa disela waktu istirahat mereka masih menyempatkan diri untuk sholad Dhukha.dan sholad Dhuhur bersama.

B. SARAN

  1. Kepala Sekolah hendaknya lebih arif dan bijaksana dalam mensikapi berbagai hal yang muncul secara tiba-tiba baik berupa kebijakan pemerintah maupun usul saran dari guru, siswa, karyawan, komite sekolah dan masyarakat luas.Tidak mudah terkecoh informasi yang tidak akurat. .

2. Lebih optimal dalam melaksanakan supervisi kelas, supervisi administrasi sekolah, keuangan, dan kegiatan siswa serta kehadiran para stakeholder dalam rangka peningkatan mutu sekolah.

Semarang, Januari 2009

Korwas,                                     Pengawas SekolahWilayah Sub Rayon 04

Drs. H. Sudibyo AP.MPd                Drs. H. Sudibyo AP, MPd

Nip. 130803502                           Nip. 130803502

About these ads

About suaidinmath

Tetaplah semangat...karena perjalanan ribuan langkah dimulai dari satu langkah kecil. Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Posted on 12 Februari 2013, in Pendidik and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pagar Alam dot Com

Berbagi Informasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika

Mr.Wahid's Blog

Media Belajar Mengajar Inspirasi dan Kreativitas

SeNdiMat

Seminar Nasional Pendidikan Matematika

I Wayan Widana

This site is dedicated for mathematic learning development

Layanan Pendidik & Tenaga Kependidikan (PTK)

Laman Layanan Untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

sejarahdompu

Just another WordPress.com site

SUAIDINMATH'S BLOG

Technology Based Education

tentang PENDIDIKAN

konseling, pembelajaran, dan manajemen pendidikan

SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY...JANGAN LUPA BERDOA.

PTK THE FRONTIERS OF NEW TECHNOLOGY

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 140 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: