Pengembangan Kurikulum 2013


LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

1. Aspek Filosofis

•Filosofi pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai akademik, kebutuhan peserta didik dan masyarakat

•Kurikulum berorientasi pada pengembangan kompetensi

2. Aspek Yuridis

RPJMN 2010-2014  SEKTOR PENDIDIKAN

•Perubahan metodologi pembelajaran

•Penataan kurikulum

INPRES NOMOR 1 TAHUN 2010

•Percepatan  Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional: Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-Nilai Budaya bangsa Untuk Membentuk Daya Saing Karakter Bangsa

3. Aspek Konseptual

•Relevansi

•Model Kurikulum Berbasis Kompetensi

•Kurikulum lebih dari sekedar dokumen

•Proses pembelajaran

     Aktivitas belajar

      Output belajar

      Outcome belajar

•Penilaian

      Kesesuaian teknik penilaian dengan kompetensi

      Penjenjangan penilaian

RASIONALITAS PENAMBAHAN JAM PELAJARAN

  • Perubahan proses pembelajaran [dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu] dan proses penilaian [dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output] memerlukan penambahan jam pelajaran
  • Kecenderungan akhir-akhir ini banyak negara menambah jam pelajaran [KIPP di AS, Korea Selatan]
  • Perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat
  • Walaupun pembelajaran di Finlandia relatif singkat, tetapi didukung dengan pembelajaran tutorial

PERMASALAHAN KURIKULUM 2006

  • Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya matapelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak.
  • Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
  • Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
  • Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum.
  • Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.
  • Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru.
  • Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala.
  • Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.

ALASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

TANTANGAN MASA DEPAN

  • Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA
  • masalah lingkungan hidup
  • kemajuan teknologi informasi
  • konvergensi ilmu dan teknologi
  • ekonomi berbasis pengetahuan
  • kebangkitan industri kreatif dan budaya
  • pergeseran kekuatan ekonomi dunia
  • pengaruh dan imbas teknosains
  • mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan
  • Hasil TIMSS dan PISA

FENOMENA NEGATIF  YANG  MENGEMUKA

  • Perkelahian pelajar
  • Narkoba
  • Korupsi
  • Plagiarisme
  • Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..)
  • Gejolak masyarakat (social unrest)

KOMPETENSI MASA DEPAN

  • Kemampuan berkomunikasi
  • Kemampuan berpikir jernih dan kritis
  • Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan
  • Kemampuan menjadi warga negara yang efektif
  • Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda
  • Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal
  • Memiliki minat luas mengenai hidup
  • Memiliki kesiapan untuk bekerja
  • Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya

PERSEPSI MASYARAKAT

  • Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif
  • Beban siswa terlalu berat
  • Kurang bermuatan karakter

IDENTIFIKASI KESENJANGAN KURIKULUM

KONDISI SAAT INI

A. Kompetensi Lulusan
Sikap belum mencerminkan karakter mulia
Keterampilan belum sesuai kebutuhan
Pengetahuan-pengetahuan lepas

B. Materi Pembelajaran
Belum relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
Beban belajar terlalu berat
Terlalu luas, kurang mendalam
C. Proses Pembelajaran
Berpusat pada guru (teacher centered learning)
Sifat pembelajaran yang berorientasi pada buku teks
Buku teks hanya memuat materi bahasan
D. Penilaian
Menekankan aspek kognitif
Test menjadi cara penilaian yang dominan
E. Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Memenuhi kompetensi  profesi saja
Fokus pada ukuran kinerja PTK
F. Pengelolaan Kurikulum
Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum
Masih terdapat kecenderungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah
Pemerintah hanya menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran

KONSEP IDEAL

A. Kompetensi Lulusan
Berkarakter mulia
Keterampilan yang relevan
Pengetahuan-pengetahuan terkait
B. Materi Pembelajaran
Relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan
Materi esensial
Sesuai dengan tingkat perkembangan anak
C. Proses Pembelajaran
Berpusat pada peserta didik (student centered active learning)
Sifat pembelajaran yang kontekstual
Buku teks memuat materi dan proses pembelajaran, sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan
D. Penilaian
Menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proporsional
Penilaian test dan portofolio  saling melengkapi
E. Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal
Motivasi mengajar
F. Pengelolaan Kurikulum
Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan
Satuan pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah
Pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman

_KI_SMP_grandTropis_presentasi_Rev_Oke_Oke

KI, Strand, KD, Indikator IPS SD (revisi dg bu lili di grand tropic 19-22 nov

Pengembngan Kurikulum 3013

 

About these ads

About suaidinmath

Tetaplah semangat...karena perjalanan ribuan langkah dimulai dari satu langkah kecil. Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Posted on 17 Desember 2012, in Pendidik. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pagar Alam dot Com

Berbagi Informasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika

Mr.Wahid's Blog

Media Belajar Mengajar Inspirasi dan Kreativitas

SeNdiMat

Seminar Nasional Pendidikan Matematika

I Wayan Widana

This site is dedicated for mathematic learning development

Layanan Pendidik & Tenaga Kependidikan (PTK)

Laman Layanan Untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

sejarahdompu

Just another WordPress.com site

SUAIDINMATH'S BLOG

Technology Based Education

tentang PENDIDIKAN

konseling, pembelajaran, dan manajemen pendidikan

SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY...JANGAN LUPA BERDOA.

PTK THE FRONTIERS OF NEW TECHNOLOGY

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 138 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: