PENILAIAN POTENSI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah di antaranya menguraikan syarat-syarat dan tahapan yang harus dilalui seorang guru untuk dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah. Salah satu tahapan tersebut adalah bahwa guru harus mengikuti program penyiapan calon kepala sekolah/madrasah yang meliputi rekrutmen, seleksi dan pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah. Pada tahap rekrutmen, setelah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota memproyeksikan kebutuhan kepala sekolah dua tahun mendatang kemudian Kepala Dinas Pendidikan mengumumkan kepada seluruh kepala sekolah agar menyampaikan dan mendorong guru yang berpotensi (SDM terbaik yang dimiliki) untuk mengikuti program penyiapan calon kepala sekolah/madrasah. Selanjutnya, calon kepala sekolah diseleksi secara administratif dan akademik. Seleksi administratif dilakukan melalui penilaian kelengkapan dokumen yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang sebagai bukti bahwa calon kepala sekolah/madrasah bersangkutan telah memenuhi persyaratan umum sebagaimana dimaksudkan pada Pasal 2 ayat (2) Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010. Sedangkan seleksi akademik dilakukan melalui penilaian potensi kepemimpinan calon (yang diukur melalui hasil penilaian potensi kepemimpinan dan kemampuan meyusun makalah kepemimpinan pendidikan) dan penguasaan awal terhadap kompetensi kepala sekolah/madrasah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam rangka implementasi Permendiknas tersebut di atas, mulai tahun 2012 akan dilaksanakan seleksi calon kepala sekolah sebanyak 26.000 orang yang dilanjutkan dengan pendidikan dan pelatihan. Oleh karena itu, untuk mempersiapkan pelaksanaan rencana tersebut, diperlukan asesor penilaian potensi kepemimpinan calon kepala sekolah dalam jumlah yang memadai.

PENILAIAN POTENSI KEPEMIMPINAN (PPK) DALAM PROGRAM PENYIAPAN KEPALA SEKOLAH

Kepala sekolah adalah tokoh sentral dalam peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan. Peran kepala sekolah sangat strategis dalam upaya mewujudkan sekolah yang mampu membentuk insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Kepala sekolah sebagai pimpinan diharapkan mampu menjadi penyumbang keberhasilan dalam penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik pendidikan Indonesia. Keberhasilan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh penguasaan kompetensi dalam menjalankan tugas, peran, dan fungsi sebagai kepala sekolah. Untuk meningkatkan mutu kepala sekolah, kita perlu mengidentifikasi secara sistematis potensi seorang calon kepala sekolah sejak dari tahap rekrutmen. Penerapan sistem rekrutmen yang dapat memilah dan memilih calon kepala sekolah yang sangat berpotensi, berpotensi dan yang kurang berpotensi menjadi sangat penting pada era pendidikan kita saat ini. Kepala sekolah baru yang berpotensi diharapkan dapat menciptakan kondisi baru di sekolah dimana yang bersangkutan akan ditempatkan nantinya. Kondisi baru itu adalah peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang lebih efektif dan mampu memenuhi harapan, keinginan, tuntutan dan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara.

Selaras dengan amanat yang tertuang dalam Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah., Penilaian Potensi Kepemimpinan (PPK) merupakan salah satu unsur penting dalam sistem rekrutmen calon kepala sekolah yang baru. Penilaian Potensi Kepemimpinan (PPK) dimaksudkan untuk mengidentifikasi calon kepala sekolah/madrasah yang memiliki potensi kepemimpinan yang memungkinkan untuk dikembangkan secara lebih jauh lagi dan berkelanjutan. Fokus penilaian potensi kepemimpinan (PPK)) adalah menilai potensi kepemimpinan yang dimiliki calon kepala sekolah dalam memahami masalah, bertindak dan membuat keputusan dengan alasan yang logis, sistematis dan aplikatif.

Penilaian potensi kepemimpinan (PPK)) dilakukan oleh asesor terlatih dan tersertifikasi. Oleh karena itu keberadaan asesor dalam sistem penyiapan kepala sekolah menjadi bagian yang sangat penting dalam upaya menjamin terpilihnya calon kepala sekolah yang berkualitas. Seperti tergambar dalam diagram berikut ini, akan tampak betapa peran asesor menjadi sangat vital baik pada tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional.

LPPKS dengan Permendiknas No 06 Tahun 2009, sebagai lembaga yang diberikan amanah oleh pemerintah untuk mengembangkan dan memberdayakan kepala sekolah berkewajiban dan berkepentingan untuk mengadakan, merawat, memberdayakan, mengembangkan dan sekaligus mengendalikan kualitas kinerja asesor yang tersebar di berbagai LPMP, PPPPTK dan Perguruan Tinggi di Indonesia. Sinergitas antar lembaga terkait dalam pelaksanaan seleksi akademik, seperti digambarkan dalam diagram di atas, menjadi salah satu kunci keberhasilan program penyiapan kepala sekolah secara nasional

Pembelajaran dari piloting:
“Jika seleksi administrasi oleh Dinas Pendidikan hanya mampu menghasilkan calon-calon kepala sekolah yang cukup-cukup hebat
LPPKS Indonesia 2011 | Pengantar PPK 5
saja, maka seleksi akademik hanyalah sebuah mekanisme penentuan yang terbaik dari para calon kepala sekolah yang sebenarnya hanya cukup-cukup hebat saja. Dan jika para calon kepala sekolah yang hebat-hebat itu tidak lulus dalam seleksi akademik dan atau malahan para calon kepala sekolah yang sesungguhnya tidak hebat itu yang lulus, maka para asesor-lah yang sesungguhnya bekerja secara tidak maksimal”.Pembelajaran dari piloting:
“Jika seleksi administrasi oleh Dinas Pendidikan hanya mampu menghasilkan calon-calon kepala sekolah yang cukup-cukup hebat
LPPKS Indonesia 2011 | Pengantar PPK 5
saja, maka seleksi akademik hanyalah sebuah mekanisme penentuan yang terbaik dari para calon kepala sekolah yang sebenarnya hanya cukup-cukup hebat saja. Dan jika para calon kepala sekolah yang hebat-hebat itu tidak lulus dalam seleksi akademik dan atau malahan para calon kepala sekolah yang sesungguhnya tidak hebat itu yang lulus, maka para asesor-lah yang sesungguhnya bekerja secara tidak maksimal”.

Materi lengkap dapat di dunload di sini:

1. Pengantar Peniulaian Potensi Kepala sekolah

2. Juklak Penyusunan Proyeksi Kebutuhan Kepala Sekolah-Madra

3. Modul Tata laksana PPK

4. Instrumen PPK

5. Juklak Rekrutmen Calon Kepala Sekolah-Madrasah

4. Penilaian PPK

5. Pengantar dan Tata Laksana MK

6. Juklak Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah-Madr

Permendiknas No.28 Tahun 2010

About these ads

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s