Sistem Penyelenggaran Pendidikan Inklusif
Waktu: 2 jam (120 menit)
A. PENGANTAR
Pendidikan inklusif dimaksudkan sebagai sistem layanan pendidikan yang mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus belajar bersama dengan anak sebayanya di sekolah reguler yang terdekat dengan tempat tinggalnya.
Penyelenggaraan pendidikan inklusif menuntut pihak sekolah melakukan penyesuaian baik dari segi kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan, maupun sistem pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu peserta didik. Tak kalah pentingnya, bagaimana guru-guru yang diberi tugas khusus sebagai pendamping anak berkebutuhan khusus dapat dibekali kemampuan-kemampuan dan kecakapan dasar untuk melaksanakan pendidikan inklusif.
Pada sesi materi ini, peserta diberikan pengetahuan, pemahaman dan kecakapan dasar system penyelenggaraan pendidikan inklusif agar pelaksanaan pendidikan inklusif yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam penyelenggaraan system pendidikan di sekolah dapat disispkan, direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi dan dikembangkan secara lebih baik.
B. TUJUAN
Peserta pelatihan diharapkan memiliki kecakapan:
Tujuan Umum:
Bapak/Ibu dapat mengidentifikasi persyaratan dalam penyelenggaraan pendidikan Inklusif
Tujuan Khusus:
Mendeskripsikan konsep dasar sistem penyelenggaraan pendidikan inklusif
Mendeskripsikan kecakapan dasar dan tugas guru pembimbing khusus anak berkebutuhan khusus.
Merumuskan ciri-cici sistem penyelenggaraan pendidikan inklusif
Merumuskan komponen-komponen penting sekolah yang hasur disiapkan dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif
Mengidentifikasi upaya yang dapat ditempuh tim sekolah dalam pelakasanaan pendidikan inklusif di sekolah reguler
C. BAHAN DAN ALAT
Tayangan presentasi power point (electronic file)
Handout bahan presentasi
Lembar Kerja: (1). LK untuk diskusi kelompok, (2). LK identifikasi upaya-upaya yang dapat dialakukan tim sekolah dalam mendukung pelaksanaan pendidikan inklusif
D. LANGKAH KEGIATAN
. Pengantar ( 5 menit )
Pada tahap pendahuluan ini, Fasilitator memulai kegiatan dengan menyampaikan informasi tentang aktivitas yang akan dilakukan selama 120 menit dan memberikan ilustrasi tentang kebijakan pemerintah dalam meningkatkan koalitas pendidikan persekolahan. Salahsatunya melalui pengembangan pendidikan inklusif.
Peserta menjawab menyimak review fasilitator mengenai pendidikan inklusif.
2. KUIS ( 15 menit )
Pada tahap ini, Fasilitator memulai kegiatan dengan menyampaikan kuis untuk dijawab peserta: Menurut pengamatan Bapak/Ibu, bagaimana sebaiknya sistem penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolah?
3. Presentasi dan penguatan (20)
Peserta yang dipilih menjawab pertanyaan kuis dan fasilitator menyampaikan penguatan berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan inklusif
4. Kerja Kelompok (15 menit)
Peserta bekerja dalam kelompok. Peserta mengerjakan tugas dengan mengisi LEMBAR KERJA yang telah disediakan: Identifikasilah, upaya-upaya yang bisa Bapak/Ibu lakukan sebagai anggota Tim Sekolah dalam hal: Penyediaan Sarana dan Prasarana dan Pemberdayaan masyarakat untuk melaksanakan Pendidikan Inklusif di sekolah Bapak Ibu?
Lembar Verja Kelompok: Identifikasi upaya yang dapat dilakukan
|
No |
Komponen |
Upaya-upaya yang dilakukan |
|
1. |
Penyediaan Sarana dan Prasarana bagi anak berkebutuhan khusus |
|
|
2. |
Strategi pelibatan masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan Pendidikan Inklusif |
|
5. Presentasi (15’)
Berdasarkan hasil undian (jenis dan bentuk undian dapat dikembangkan fasilitator), salah satu atau beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusi/kerja kelompoknya. Peserta lain memberi tanggapan dan masukkan. Yang perlu diingat, setiap presenter harus dibatasi waktu agar tidak terlalu banyak menyita waktu untuk kegiatan selanjutnya.
6. Penguatan (15 menit)
Fasilitator menyampaikan penguatan
7. Refleksi (5)
Pada tahap akhir kegiatan sesi, salah satu peserta diminta menyampaikan kesan dan pendapat, atau menyampaikan hikmah yang bisa diperoleh setelah menerima materi darisesi ini.
E. BAHAN TAMBAHAN UNTUK FASILITATOR
Untuk memperdalam materi pendidikan inklusif, sebaiknya fasilitator memiliki dan menguasai buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan inklusif.
Posted on 12 April 2012, in Pendidik. Bookmark the permalink. Tinggalkan Sebuah Komentar.





Tinggalkan Sebuah Komentar
Komentar (1)