PENERAPAN SUPERVISI KLINIS PENGAWAS UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU MATEMATIKA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMA BINAAN KABUPATEN DOMPU TAHUN PELAJARAN 2011-2012


A.    Latar Belakang Masalah

Pandangan mengajar yang hanya sebatas menyampaikan materi ilmu pengetahuan itu, dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan. Mengapa demikian / minimal ada 3 alasan penting. Alasan inilah yang kemudian menuntut perlu terjadinya perubahan paradigm mengajar, dari mengajar hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran kepada mengajar sebagai proses mengatur lingkungan.

Alasan penting yang dikemukakan oleh Wina Sanjaya (2011;100) adalah sebagai berikut :

  1. Siswa bukan orang dewasa dalam bentuk mini, tetapi mereka adalah organism yang sedang berkembang. Agar mereka dapat melaksanakantugas-tugas perkembangannya, dibutuhkan orang dewasa yang dapat mengarahkan dan membimbing mereka agar tumbuh dan berkembang scara optimal.
  2. Ledakan ilmu pengetahuan mengakibatkan kecendrungan setiap orang tidak mungkin dapat menguasai setiap cabang keilmuan. Begitu hebatnya perkembangan ilmu biologi, ilmu ekonomi, hukum dan lain sebagainya. Apa yang dulu pernah terbayangkan, sekarang menjadi kenyataan.
  3. Penemuan-penemuan baru khususnya dalam bidang psikologi, mengakibatkan pemahaman baru terhadap konsep perubahan tingkah laku manusi. Dewasa ini, anggapan manusia sebagai organisme yang pasif yang perilakunya dapat ditentukan oleh lingkungan seperti yang dijelaskan dalam aliran behavioristik, telah banyak ditinggalkan orang. Orang sekarang percaya, bahwa manusia adalah organism yang memiliki potensi seperti yang dikembangkan oleh aliran kognitif holistik.

Ketiga alasan di atas menuntut perubahan makna dalam mengajar. Mengajar jangan diartikan sebagai proses menyampaikan pembelajaran, atau memberikan stimulus sebanyak-banyaknya kepada siswa, akan tetapi lebih dipandang sebagai proses mengatur lingkungan agar siswa belajar sewsuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya.

Pengaturan lingkungan adalah proses menciptakan iklim yang baik seperti penataan lingkungan, penyediaan alat dan sumber pembelajaran, dan hal-hal lain yang memungkinkan siswa betah dan merasa senang belajr sehingga mereka dapat berkembang secara optimal sesuai dengan bakat , minat, dan potensi yang dimilikinya.

Hal ini dilakukan karena kelayakan mengajar guru tidak cukup hanya diukur berdasarkan pendidikan formal tetapi juga harus diukur berdasarkan bagaimana kemampuan guru dalam mengajar dan sesi penguasaan materi, menguasai, memilih dan menggunakan metode, media serta evaluasi pembelajaran. Sehubungan dengan hal di atas, Jiyono ( 1987 ) menyimpulkan bahwa kemampuan guru dalam menguasai bahan pelajaran pada umumnya sangat menghawatirkan karena dari sampel guru yang diminta menunjukkan kemampuan menguasai bahan pelajaran 70 % yang kurang menguasai bahan pelajaran, sedangkan 30 % nya hanya menguasai bahan pelajaran.

Dalam penelitian ini penulis mencoba untuk mengkaji dan menggali supervisi yang berkaitan dengan kemapuan  guru dalam proses belajar mengajar, disebabkan oleh: (1). Adanya kecenderungan melemahnya kinerja guru di mana berdasarkan pengalaman penulis menjadi Pengawas yaitu terjadinya guru yang membolos mengajar, guru yang masuk ke kelas yang tidak tepat waktu, guru mengajar tidak mempunyai persiapan mengajar, guru tidak punya absensi siswa, (2) adanya pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh Pengawas belum dilaksanakan dengan sebaik – baiknya kepada guru. Beberapa rekan penulis yang sama – sama menjabat Pengawas mengaku kurang serius dalam melaksanakan fungsinya sebagai supervisor,(3) adanya penurunan kemampuan guru dalam proses pembelajaran di kelas merupakan salah satu penyebab menurunnya Nilai UAN siswa di SMA Binaan  Kabupaten Dompu. Kurangnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran di kelas disebabkan oleh ketidak mampuan guru dalam melaksanakan peran dan fungsinya di sekolah.

Menjadi guru yang profesional tidak cukup dengan lamannya mereka menjadi guru, tetapi diperlukan kemampuan mengatasi masalah, dan mengembangkan, dan membuat perencanaan sekolah, akan tetapi guru yang profesional setidaknya ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu ; (1) kompetensi profesional, (2) kompetensi pedagogik, (3) kompetensi keperibadian, dan (4) kompetensi sosial. Oleh karena itu peran Pengawas dalam membina guru di sekolah yang menjadi tanggung jawabnya sangat penting agar mutu pendidikan dapat ditingkatkan. Sehubungan dengan hal di atas, peneliti mencoba melakukan suatu penelitian dalam upaya peningkatan kinerja guru agar capaian mutu pendidikan dapat ditingkatkan. Oleh karena itu penulis mengambil judul penelitian : Penerapan supervisi klinis Pengawas upaya peningkatan kinerja guru Matematika dalam proses pembelajaran di SMA Binaan Kabupaten Dompu  Tahun pelajaran 2011-2012 “.

B.     Identifikasi Masalah

Dari latar belakang masalah yang dikemukanan di atas maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut :

1.      Guru tidak menguasai proses pembelajaran di kelas, sehingga rendahnya mutu sekolah.

2.      Adanya kecenderungan melemahnya kinerja guru yaitu terjadinya guru yang membolos mengajar, guru yang masuk ke kelas tidak tepat waktu, guru mengajar tidak mempunyai persiapan mengajar, guru tidak punya absensi siswa.

3.      kemampuan guru dalam menguasai bahan pelajaran sangat menghawatirkan karena dari sampel guru yang diminta menunjukkan kemampuan menguasai bahan pelajaran 70 % yang kurang menguasai bahan pelajaran, sedangkan 30 % nya hanya menguasai bahan pelajaran.

4.      Kurangnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran di kelas disebabkan oleh ketidak mampuan guru dalam melaksanakan peran dan fungsinya di sekolah.

C.    Rumusan Masalah

Dari latar belakang dan identifikasi masalah yang dikemukakan di atas maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan  sebagai berikut :

1.      Bagaimana Penerapan supervisi klinis Pengawas dalam meningkatan kinerja guru matematika dalam proses pembelajaran di SMA Binaan Kabupaten Dompu  Tahun pelajaran 2011-2012 ?

2.      Bagaimana efektivitas Penerapan supervisi klinis Pengawas dalam meningkatkan kinerja guru matematika dalam proses pembelajaran di SMA Binaan Kabupaten Dompu  Tahun pelajaran 2011-2012 ?

D.    Tujuan Penelitian

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ;

1.      Penerapan supervisi klinis Pengawas dalam meningkatan kinerja guru matematika dalam proses pembelajaran di SMA Binaan Kabupaten Dompu  Tahun pelajaran 2011-2012.

2.      Efektivitas Penerapan supervisi klinis Pengawas dalam meningkatkan kinerja guru matematika dalam proses pembelajaran di SMA Binaan Kabupaten Dompu  Tahun pelajaran 2011-2012.

E.     Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian tindakan sekolah  ini adalah :

1.      Sebagai bahan refleksi  dalam upaya peningkatan kinerja guru  melalui supervisi klinis Pengawas.

2.       Jika pembinaan guru melalui supervisi klinis Pengawas ini terbukti dapat meningkatkan kinerja guru, maka dapat dipertimbangkan sebagai bahan uji pelatihan bagi guru di masa mendatang.

3.      Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan supervisi di sekolah pada umumnya, dan khususnya di SMA.

4.      Hasil penelitian ini memberikan kesempatan kepada guru, dan karyawan tata usaha di sekolah, untuk dapat aktif dalam kegiatan sekolah, terutama dalam meningkatkan mutu pendidikan.

KAJIAN TEORI………………..

METODE PENELITIAN

A.    Subyek Penelitian

B.     Setting Penelitian

C.    Rancangan Penelitian

D. Varibel Penelitian

Dalam penelitian Tindakan kepengawasan ini variabel yang akan diteliti adalah Peningkatan kinerja guru matematika dalam pelaksanaan pembelajaran  melalui supervisi klinis Pengawas  Tahun Pelajaran 2011-2012.

Variabel tersebut dapat dituliskan kembali sebagai berikut :

Variabel Harapan     : Variabel Tindakan   : Peningkatan kinerja guru dalam proses pembelajaranPembinaan melalui supervisi klinis Pengawas.

Adapun indikator yang akan diteliti dalam variabel harapan terdiri dari :

1.      Kemampuan meningkatkan kualitas guru dalam proses belajar mengajar

2.      Kemampuan guru dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di sekolah

3.      Kemampuan guru menguasai materi bimbingan dan pembinaan oleh Pengawas.

4.      Keefektifan guru  dalam peningkatan kinerjanya untuk peningkatan kualitas proses belajar mengajar.

Sedangkan variabel tindakan memiliki indikator sebagai berikut :

  1. Tingkat kualitas perencanaan
  2. Kualitas perangkat observasi
  3. Kualitas operasional tindakan
  4. Kesesuaian perencanaan dengan tindakan Pengawas
  5. Kesesuaian materi pembinaan dan bimbingan  yang diberikan
  6. Tingkat efektifitas pelaksanaan pembinaan Pengawas
  7. Kemampuan meningkatkan kualitas guru melalui pembinaan Pengawas.

E   Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

  1. Sumber Data :

Sumber data dalam penelitian ini berasal dari dua sumber yaitu :

1 Guru         : Diperoleh data tentang peningkatan kinerja guru matematika dalam proses pembelajaran
2 Pengawas   : Diperoleh data tentang pembinaan Pengawas melalui supervisi klinis.
  1. Teknik Pengumpulan Data :

Dalam pengumpulan data teknik yang digunakan adalah menggunakan observasi dan angket dan seterusnya……………

G. Teknik Analisis Data

Dalam analisis data teknik yang digunakan adalah ;

1.      Kuantitatif

Analisis ini akan digunakan untuk menghitung besarnya peningkatan kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran di SMA Binaan Kabupaten Dompu melalui supervisi klinis Pengawas dengan menggunakan prosentase ( % ).

2.      Kualitatif

Teknik analisis ini akan digunakan untuk memberikan gambaran hasil penelitian secara ; reduksi data, sajian deskriptif, dan penarikan simpulan.

H.    Jadwal Pelaksanaan Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Paparan Data dan Temuan Penelitian

1.      Perencanaan Tindakan

Penelitian ini menggunakan model pembinaan Pengawas melalui supervisi klinis.

Tujuan yang diharapkan pada pertemuan pertama dalam pembinaan Pengawas melalui supervisi klinis ini adalah peningkatan kinerja guru dalam proses pembelajaran.

Agar tercapai tujuan di atas, peneliti yang bertindak sebagai pembimbing dengan  melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

a)      Menyusun instrumen pembinaan

b)      Menyusun Instrumen Monitoring

c)      Sosialisasi kepada guru

d)     Melaksanakan tindakan dalam sekolah

e)      Melakukan refleksi

f)       Menyusun strategi pembinaan  pada siklus ke dua berdasar refleksi siklus pertama

g)      Melaksanakan pembinaan  pada siklus kedua

h)      Melakukan Observasi

i)        Melakukan refleksi pada siklus kedua

j)        Menyusun strategi pembinaan  pada siklus ketiga berdasar refleksi siklus kedua

k)      Melaksanakan pembinaan  pada siklus ketiga

l)        Melakukan Observasi

m)    Melakukan refleksi pada siklus ketiga

n)      Menyusun laporan

2.      Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan

Pelaksanaan tindakan dalam penelitian dilakukan 3 siklus yang terdiri dari tiga  kali pertemuan.

Waktu yang digunakan setiap kali pertemuan adalah 2 x 60  menit untuk tiap Pengawas. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 14 s.d 21 Juli 2011 dan pertemuan kedua pada tanggal 28 Juli s.d 04 Agustus 2011  dan pertemuan ke tiga 11 s.d 22 Agustus 2011. Penelitian tindakan kepengawasan ini dilaksanakan sesuai dengan prosedur rencana pembinaan  dan skenario yang telah ditentukan.

Berikut hasil pembinaan Pengawas  melalui supervisi klinis per siklus sebagai berikut ;

SIKLUS  I

a)      Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembinaan yang terdiri dari rencana pembinaan soal tes formatif 1 dan alat-alat pembinaan lain yang mendukung. Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi peningkatan kinerja guru melalui supervisi klinis.

b)      Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan

c)      Refleksi

SIKLUS  II

a)      Tahap perencanaan

b)      Tahap kegiatan dan pelaksanaan
SIKLUS III

a)      Tahap Perencanaan

b)      Tahap kegiatan dan pengamatan

Pelaksanaan pembinaan  untuk siklus III dilaksanakan pada tanggal 11 s.d 22 Agustus 2011 di SMA Binaan Kabupaten Dompu Tahun Pelajaran 2011-2012 dengan jumlah 13 orang guru. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai Pengawas. Adapun proses pembinaaan  mengacu pada rencana pembinaan dengan memperhatikan revisi pada siklus II, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus II tidak terulang lagi pada siklus III. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan proses belajar mengajar berlangsung.

Pada akhir proses pembinaan Pengawas  diberi tes formatif III dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan Pengawas dalam meningkatkan kinerjanya yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif III. Adapun data hasil penelitian pada siklus III adalah sebagai berikut :

c)      Refleksi

Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses pembinaan melalui supervisi klinis. Dari data-data yang telah diperoleh dapat duraikan sebagai berikut:

(1)   Selama proses pembinaan Pengawas telah melaksanakan semua pembinaan dengan baik. Meskipun ada beberapa aspek yang belum sempurna, tetapi persentase pelaksanaannya untuk masing-masing aspek cukup besar.

(2)   Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa guru aktif selama proses pembinaan berlangsung.

(3)   Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih baik.

(4)   Hasil pembinaan guru  oleh Pengawas  melalui supervisi klinis pada siklus III mencapai ketuntasan.

d)     Revisi Pelaksanaan

Pada siklus III  Pengawas  telah melaksanakan pembinaan dengan baik dan dilihat dari peningkatan kinerja guru  pelaksanaan pembinaan sudah berjalan dengan baik. Maka tidak diperlukan revisi terlalu banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada pelaksanaan pembinaan selanjutnya baik melalui supervisi klinis maupun supervisi akademik  dapat meningkatkan kinerja guru sehingga tujuan pembinaan sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan dapat tercapai.

 

B.     Analisis Hasil Kegiatan

Setelah dilakukan tindakan pada siklus 1, siklus 2 dan siklus 3 menunjukkan

hasil sebagai berikut.

 Analisis Data Deskriptif Kuantitatif

1.      Pencapaian Peningkatan Kinerja guru sebelum  sebelum diberi tindakan

= 795 x 100%   =  61,15  %

1300

2.      Pencapaian peningkatan kinerja guru setelah diberi tindakan melalui supervisi klinis Pengawas.

925  x  100%   = 71,15  %

1300

3.      Pencapaian peningkatan guru sekolah setelah diberi tindakan melalui supervisi klinis oleh Pengawas.

= 1070x 100%  = 82,31 %

1300

Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa

A.    Terjadi peningkatan  kinerja  setelah diberi pembinaan melalui supervisi klinis Pengawas  yaitu  peningkatan kinerja 61,15  % menjadi 71,15  %  ada kenaikan sebesar = 10%

B.     Dari sebelum pembinaan ( siklus 1 ) dan setelah pembinaan  oleh Pengawas sampai dengan  ( siklus 3 )   61,15  % menjadi  71,15%, dan dari  ( siklus 2 ) ke ( siklus  3 ) juga ada peningkatan  sebanyak 82,31  % -  71,15  % = 11 %.

C.     Rata – rata kinerja guru sebelum diberi pembinaan  38,46% pada siklus I, meningkat menjadi 69,23 pada siklus II, dan siklus III  menjadi 100 %.

D.    Dari Pembinaan pada siklus 2 dan setelah pembinaan melalui supervisi klinis Pengawas  ( siklus 3 ) 71,15 % menjadi 82,31  % berarti ada peningkatan kinerja  sebanyak 82,31  % – 71,15  % = 11 %

Refleksi dan Temuan

Berdasarkan pelaksanaan pembinaan yang telah dilakukan Pengawas  kepada guru melalui melalui supervisi klinis maka hasil observasi nilai, dapat dikatakan sebagai berikut :

a.       Pertemuan pertama kegiatan pembinaan belum berhasil karena dalam pembinaan   Pengawas  masih terlihat guru belum begitu antusias karena mereka masih menganggap pembinaan Pengawas  merupakan tugas baru yang diembannya ;

b.      Pembinaan yang dilakukan melalui melalui supervisi klinis Pengawas, dalam hal kinerja guru belum tampak, sehingga hasil yang dicapai tidak tuntas.

c.      Mungkin karena proses pembinaan yang menggunakan pembinaan  melalui supervisi klinis Pengawas  yang baru mereka laksanakan sehingga guru merasa kaku dalam menerapkannya.

d.     Akan tetapi setelah dijelaskan, mereka bisa mengerti dan buktinya pada pertemuan kedua dan ketiga proses pembinaan Pengawas  berjalan baik, semua guru aktif dan lebih-lebih setelah ada rubrik penilaian proses, semua guru  antusias untuk mengikutinya.

C.    Pembahasan Hasil Penelitian

1.      Ketuntasan Hasil Pembinaan Kinerja Guru

Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan melalui supervisi klinis Pengawas  memiliki dampak positif dalam meningkatkan kinerja guru, hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman guru terhadap pembinaan yang disampaikan Pengawas ( Kinerja guru  meningkat dari siklus I, II, dan III ) yaitu masing-masing 61,15% ; 71,15 % ; 82,31%  Pada siklus III kinerja guru  secara kelompok dikatakan tuntas.

2.   Kemampuan Pengawas  dalam meningkatkan kinerja guru

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas guru dalam meningkatkan kinerjanya  dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap kinerja guru yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata guru pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

2.      Aktivitas Pengawas  dan Guru dalam Pembinaan melalui supervisi klinis;

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas Pengawas  dan guru yang paling dominan dalam kegiatan supervisi klinis adalah bekerja dengan menggunakan alat/media, mendengarkan/memperhatikan penjelasan Pengawas, dan diskusi antar antar Pengawas  dan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas guru dapat dikategorikan aktif.

Sedangkan untuk aktivitas Pengawas  selama pembinaan telah melaksanakan langkah-langkah metode pembinaan melalui supervisi klinis dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membuat dan merencanakan program pembelajaran, melaksanakan, memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab di mana prosentase untuk aktivitas di atas cukup besar.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, peningkatan kinerja guru melalui supervisi klinis Pengawas  hasilnya sangat baik. Hal itu tampak pada pertemuan pertama dari 13 orang guru yang ada pada saat penelitian ini dilakukan  nilai rata rata mencapai ; 61,15 % meningkat menjadi 71,15 % dan pada siklus 3 meningkat menjadi 82,31 % .

Dari analisis data di atas bahwa pembinaan kinerja guru melalui supervisi klinis Pengawas  efektif diterapkan dalam upaya meningkatkan kinerja guru, yang berarti proses pembinaan Pengawas  lebih berhasil dan dapat meningkatkan kinerja guru  khususnya guru di SMA Binaan Kabupaten Dompu, oleh karena itu diharapkan kepada para Pengawas  dapat melaksanakan pembinaan melalui supervisi klinis oleh Pengawas  secara berkelanjutan.

Berdasarkan Permen No 13 Tahun 2007 tentang kompetensi guru, dan dapat membuat rencana pembelajaran, serta dapat mengorganisasikan sekolah kearah perubahan yang diinginkan mencapai 85 % ketercapaiannya, maka kinerja guru tersebut dikatakan efektif. Dengan demikian maka hipotesis yang diajukan di atas dapat diterima.

P E N T U P

A.    Simpulan

Berdasarkan analisis hasil penelitian dan diskusi dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.      Pembinaan Pengawas  dalam upaya meningkatkan kinerja  guru  melalui supervisi klinis Pengawas  menunjukan peningkatan pada tiap-tiap putaran ( Siklus ).

2.      Aktivitas dalam kegiatan pembinaan  menunjukan bahwa seluruh guru  dapat meningkatkan kinerjanya  dengan baik dalam setiap aspek.

3.      Peningkatan kinerja guru melalui supervisi klinis Pengawas  ini menunjukan peningkatan pada tiap-tiap putarannya.

4.      Aktivitas Pengawas  menunjukan bahwa kegiatan pembinaan melalui supervisi klinis Pengawas  bermanfaat dan dapat membantu guru  untuk lebih muda memahami konsep peran dan fungsi guru sehingga kinerja guru dapat meningkat.

 

B.     Saran

1.      Penelitian perlu dilanjutkan dengan serangkaian penelitian yang mengembangkan alat ukur keberhasilan yang lebih reliabel agar dapat menggambarkan peningkatan kinerja guru dengan baik sehingga mutu pendidikan dapat ditingkatkan.

2.      Pembinaan guru melalui supervisi klinis Pengawas  dalam upaya meningkatkan kinerja guru  diperlukan perhatian penuh dan disiplin yang tinggi pada setiap langkah pembinaan, dan perencanaan yang matang misalnya dalam pengalokasian waktu  dan pemilihan konsep yang sesuai.

3.      Kepada guru diharapkan selalu mengikuti perkembangan jaman, terutama dengan membaca hasil karya para akhli sehingga tidak ketinggalan dengan daerah lain, dalam meningkatkan mutu pendidikan, sebagai tanggung jawab bersama memajukan pendidikan.

 DAFTAR PUSTAKA

About these ads

Tentang suaidinmath

Tiada gading yang tak retak. Tetaplah semangat...karena perjalanan ribuan langkah dimulai dari satu langkah kecil. Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Posted on 5 Maret 2012, in Pendidik. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. selamat berbagi untuk dunia pendidikan yang berkualitas..!

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mr.Wahid's Blog

Media Belajar Mengajar Inspirasi dan Kreativitas

SeNdiMat

Seminar Nasional Pendidikan Matematika

I Wayan Widana

This site is dedicated for mathematic learning development

Layanan Pendidik & Tenaga Kependidikan (PTK)

Laman Layanan Untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

sejarahdompu

Just another WordPress.com site

SUAIDINMATH'S BLOG

Technology Based Education

tentang PENDIDIKAN

konseling, pembelajaran, dan manajemen pendidikan

SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY...JANGAN LUPA BERDOA.

PTK THE FRONTIERS OF NEW TECHNOLOGY

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

educatinalwithptk

PTK The Frontiers Of New Technology

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 125 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: