TUGAS POKOK PENGAWAS DAN KAWASAN PENELITIAN KEPENGAWASAN



A. Tugas Pokok Pengawas

Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1 ayat (5) menyatakan tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Selanjutnya pada pasal 39 ayat (1) dinyatakan: Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Dalam Peraturan Pemerintah. No. 19 tahun 2005 pasal 39 ayat (1) dinyatakan: ”Pengawasan pada pendidikan formal dilaksanakan oleh pengawas satuan pendidikan”.

Surat Keputusan MENPAN Nomor 118 tahun 1996 yang diperbaharui dengan SK MENPAN Nomor 091/KEP/MEN.PAN/10/2001 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya dinyatakan: ”Pengawas sekolah adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwewenang untuk melakukan pengawasan pendidikan pada satuan pendidikan prasekolah, sekolah dasar, dan sekolah menengah” (pasal 1 ayat 1). Pada pasal 3 ayat (1) dinyatakan; ”Pengawas sekolah adalah pejabat fungsional yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dalam melakukan pengawasan pendidikan terhadap sejumlah sekolah tertentu yang ditunjuk/ditetapkan”. Pasal 5 ayat (1); tanggung jawab pengawas sekolah yakni: (a) melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah sesuai dengan penugasannya dan; (b) meningkatkan kualitas proses belajar mengajar/bim- bingan dan hasil prestasi belajar/bimbingan siswa dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Tanggung jawab pertama mengindikasikan pentingnya supervisi manajerial sedangkan tanggung jawab yang kedua mengindikasikan pentingnya supervisi akademik. Hal ini dipertegas lagi dalam PP No 19 tahun 2005 pasal 57 yang berbunyi; supervisi yang meliputi supervisi manajerial dan akademik dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas atau penilik satuan pendidikan. Supervisi manajerial meliputi aspek pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan, sedangkan supervisi akademik meliputi aspek-aspek pelaksanaan proses pembelajaran (penjelasan pasal 57). Pengawasan manajerial sasarannya adalah kepala sekolah dan staf sekolah lainnya, sedangkan sasaran supervisi akademik sasarannya adalah guru.

Ketentuan perundang-undangan di atas menunjukkan bahwa pengawas satuan pendidikan pada jalur sekolah adalah tenaga kependidikan profesional brstatus pegaai negeri sipil yang diangkat dan diberi tugas dan wewenang secara penuh oleh pejabat berwenang untuk melakukan pembinaan dan pengawasan pendidikan baik pengawasan akademik maupun pengawasan manajerial pada satuan pendidikan yang ditunjuk.

Pengawasan akademik artinya membina guru dalam mempertinggi kualitas proses pembelajaran agar dapat meningkatkan mutu hasil belajar siswa. Aspek yang dibina adalah aspek-aspek yang terkait dengan proses pembelajaran. Sedangkan pengawasan manajerial artinya membina kepala sekolah dan seluruh staf sekolah dalam mempertinggi mutu penyelenggaraan pendidikan terutama yang terkait dengan pengelolaan dan administrasi sekolah. Kegiatan utama setiap pengawas satuan pendidikan dalam melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial adalah; memantau, menilai, membina dan melaporkan. Memantau atau monitoring artinya melakukan pengamatan, pemotretan, pencatatan terhadap fenomena yang sedang berlangsung. Misalnya memantau proses pembelajaran, artinya mengamati, memotret, mencermati, mencatat berbagai gejala yang terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung. Menilai artinya memberikan harga atau nilai terhadap obyek yang dinilai berdasarkan kriteria tertentu. Jadi setiap penilaian ditandai adanya kriteria, adanya obyek yang dinilai dan adanya pertimbangan atau judgemen. Hasil penilaian dijadikan bahan untuk pengambilan keputusan. Misalnya menilai kemampuan guru mengajar. Membina artinya memberikan bantuan atau bimbingan kearah yang lebih baik dan lebih berhasil. Tentunya sebelum membina pengawas harus mengetahui terlebih dahulu kelemahan atau kekurangan dari orang-orang yang dibinanya. Melaporkan artinya menyampaikan proses dan hasil pengawasannya kepada atasan baik secara lisan maupun secara tertulis dengan harapan laporan tersebut bisa ditindaklanjuti atasan baik berupa pembinaan selanjutnya maupun usaha lain untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan.

 

B. Kawasan Penelitian Kepengawasan

Mengacu pada tugas pokok dan tanggung jawab pengawas satuan pendidikan sebagaimana dikemukakan pada uraian butir (2) di atas maka dapat diidentifikasi kawasan atau ruang lingkup masalah atau tema penelitian di bidang kepengawaan. Kawasan masalah tersebut berakar dari pelaksanaan pengawasan akademik dan pelaksanaan pengawasan manajerial.

 

1. Tema Masalah Penelitian Pengawasan Akademik

Sasaran pengawasan akademik adalah guru/pengajar baik guru mata pelajaran, guru bimbingan konseling, dan guru lainnya yang mengajar di kelas, di laboratorium atau di lapangan. Bidang kajian pengawasan akademik adalah upaya meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu kawasan masalah penelitian dalam bidang pengawasan akademik dapat diidentifikasi dalam tema-tema sebagai berikut:

1.         Meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran Matematika

2.         Meingkatkan kemamouan guru dalam proses pembelajaran IPA

3.         Meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran IPS

4.         Meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran bahasa

5.         Meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran Olahraga Kesehatan

6.         Meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran Seni dan Budaya

7.         Meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran keterampilan/muatan lokal

8.         Meninkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran pendidikan moral

9.         Meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian hasil belajar siswa

10.     Meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan media dan sumber belajar

11.     Meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan belajar

12.     Meningkatkan kemampuan guru BK dalam menyusun dan melaksnakan program BK di sekolah

13.     Menilai kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran

14.     Menilai kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran

15.     Menilai kemampuan guru dalam menggunakan media dan sumber belajar

16.     Menilai kemampuan guru bimbingan konseling dalam melaksanakan program bimbingan konseling di sekolah

17.     Menilai kemampuan guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa

18.     Menilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran di laboratorium

19.     Menilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran di lapangan

20.     Menilai kemampuan guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas

21.     Menilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembaharuan pembelajaran

22.     Membina guru dalam mempertinggi kompetensi profesionalnya

23.     Membina disiplin guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai agen pembelajaran

24.     Membina guru dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran

25.     Membina guru dalam mengembangkan karir profesi dan kepangkatannya

2. Tema/Masalah Penelitian Pengawasan Manajerial

Sasaran atau obyek penelitian pengawasan manajerial adalah kepala sekolah, tenaga tata usaha, pustakawan, laboran dan tenaga kependidikan lainnya atau sering disebut staf sekolah. Bidang kajian pengawasan manajerial adalah upaya meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan di sekolah terutama dalam aspek administrasi dan pengelolaan sekolah. Oleh sebab itu tema-tema atau kawasan masalah penelitian bidang pengawasan manajerial antara lain dapat diidentifikasi sebagai berikut :

1.         Membina Kepala Sekolah dalam melaksanakan visi, misi dan tujuan sekolah

2.         Membina kepala sekolah dalam menyusun perencanaan pendidikan pada sekolahnya

3.         Membina kepala sekolah dalam melaksanakan program pendidikan pada sekolahnya

4.         Membina kepala sekolah dalam menyusun rencana anggaran biaya sekolah

5.         Membina kepala sekolah dalam melaksanakan manajemen berbasis sekolah

6.         Membina kepala sekolah dalam mengembangkan sarana dan prasaran pendidikan

7.         Membina kepala sekolah dalam pengelolaan keuangan sekolah

8.         Membina kepala sekolah dalam mengembangkan kemampuan guru dan staf sekolah

9.         Membina kepala sekolah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat

10.     Membina kepala sekolah dalam memberdayakan komite sekolah

11.     Membina kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan

12.     Membina kepala sekolahdalam mengembangkan perpustakaan dan sumber-sumber belajar lainnya

13.     Membina kepala sekolah dalam mengembangkan program bimbingan konseling di sekolah

14.     Membina kepala sekolah dalam mengembangkan kegiatan kesiswaan

15.      Membina kepala sekolah dalam mengembankan kegiatan ekstrakurikuler

16.     Membina staf sekolah dalam melaksanakan administrasi kesiswaan

17.     Membina staf sekolah dalam melaksanakan administrasi kepegawaian

18.     Membna staf sekolah dalam melaksanakan administrasi keuangan

19.     Membina staf sekolah dalam melaksanakan administrasi sarana pendidikan

20.     Membina staf sekolah dalam melaksanakan administrasi kurikulum

21.     Menilai kinerja kepala sekolah dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepeminpinan

22.     Menilai kinerja staf sekolah dalam melaksanakan administrasi sekolah

23.     Menilai pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah

24.     Memantau pelaksanaan ujian nasional di sekolah

 

Dari tema-tema penelitian di atas dapat diangkat berbagai masalah penelitian kepengawasan termasuk judul penelitiannya. Dengan menggunakan kata; peranan, efektifitas/keefektifan, pengaruh, hubungan, dan kata-kata lainnya yang relevan maka dapat dengan mudah menentukan masalah dan judul penelitian. Sebagai contoh :

1.         Peranan pengawas dalam meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika di SMA

2.         Efektifitas penggunaan diskusi kelompok terbatas dalam meningkatkan kemampuan kepala sekolah melaksanakan manaje- men berbasis sekolah.

Contoh nomor 1 diangkat dari tema pengawasan akademik, sedangkan contoh nomor 2 diangkat dari tema pengawasan manajerial.

 

Lembar Kerja

Diskusikan dalam kelompok kecil (satu kelompok tidak lebih dari 5 orang), satu atau dua masalah yang diangkat dari satu tema penelitian baik dari tema pengawasan akademik maupun dari tema manajeial. Usahakan agar setiap kelompok memilih tema yang berbeda. Sampaikan hasil dari diskusi kelompok kecil di depan kelas.

 

C. Teknik Merumuskan Masalah Penelitian

Masalah penelitian pada umumnya diajukan dalam bentuk pertanyaan agar ada jawaban atas pertanyaan tersebut. Contoh masalah penelitian:

1.      Bagaimana kemampuan guru dalam mengajarkan matematika di SMA?

2.      Adakah perbedaan kemampuan guru dalam mengajarkan Matematka di SMA antara guru berrpendidikan S1 Kependidikan dengan guru berpendidikan S1 Non-kependidikan plus Akta Mengajar?

3.      Apakah terdapat hubungan antara kemampuan guru mengajar dengan prestasi belajar yang dicapai siswanya?

Contoh pertanyaan pertama termasuk pertanyaan deskriptif sebab mengungkap kemampuan guru dalam hal mengajar matematika di SMA. Contoh pertanyaan kedua termasuk pertanyaan komparatif sebab membandingkan kemampuan guru dalam hal mengajar matematika dari dua kategori guru dengan kualifikasi pendidikan yang berbeda. Sedangkan contoh pertanyaan ketiga termasuk pertanyaan asosiatif sebab mencari hubungan antara kemampuan guru dalam hal mengajar dengan prestasi belajar yang dicapai para siswanya. Semua contoh pertanyaan di atas adalah masalah kualitatif sebab menyangkut kemampuan guru dalam hal mengajar (kualitas) bukan masalah kuantitatif yang sifatnya jumlah atau beasarannya. Dari contoh di atas dapat disimpulkan adanya tiga jenis rumusan masalah penelitian yakni rumusan masalah yang bersifat deskriptif, masalah yang bersifat komparatif dan masalah yang bersifat asosiatif.

Setiap penelitian cukup satu masalah penelitian atau paling banyak dua sampai tiga masalah penelitian. Tetapi satu masalah penelitian bisa terdiri atas beberapa pertanyaan. Contoh rumusan masalah penelitian : Bagaimana meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran Matematika di SMA ?

Pertanyaan penelitinnya antara lain :

1.         Apakah pelatihan metode dan teknik mengajar dapat mempertinggi kemampuan guru dalam pembelajaran Matematika?

2.         Adakah perbedaan kemampuan guru dalam pembelajaran matematika antara guru wanita dengan guru pria setelah mengikuti pelatihan metode dan teknik mengajar?

3.         Apakah terdapat hubungan antara kemampuan guru mengajar dengan prestasi belajar siswanya dalam pelajaran Matematika?

Pertanyaan pertama adalah pertanyaan deskriptif, pertanyaan kedua adalah pertanyaan komparatif dan pertanyaan ketiga adalah pertanyaan asosiatif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ali, M. 1993. Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung. Penerbit Angkasa.

Gall, M.D., Gall, J.P., Borg, W.R. 2003. Educational Research An Introduction. New York: Longman, Inc.

Krathwohl, D.R. 1998. Methods of Educational & Social Science Research An Integrated Approach. New York: Longman, Inc.

MCMillan, J.H dan Schumacher, S. 1997. Research in Education, a Conceptual Introduction. New York. Longman.

Sevilla, C.G. dkk, 1993. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Sukmadinata, N.S. 2004. Metode Penelitian Lanjutan. Outline. Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Suryabrata, S. 1983. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

 

About these ads

Tentang suaidinmath

Tiada gading yang tak retak. Tetaplah semangat...karena perjalanan ribuan langkah dimulai dari satu langkah kecil. Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Posted on 13 Februari 2012, in Pendidik. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mr.Wahid's Blog

Media Belajar Mengajar Inspirasi dan Kreativitas

SeNdiMat

Seminar Nasional Pendidikan Matematika

I Wayan Widana

This site is dedicated for mathematic learning development

Layanan Pendidik & Tenaga Kependidikan (PTK)

Laman Layanan Untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

sejarahdompu

Just another WordPress.com site

SUAIDINMATH'S BLOG

Technology Based Education

tentang PENDIDIKAN

konseling, pembelajaran, dan manajemen pendidikan

SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY...JANGAN LUPA BERDOA.

PTK THE FRONTIERS OF NEW TECHNOLOGY

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

educatinalwithptk

PTK The Frontiers Of New Technology

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 125 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: