Monthly Archives: Oktober 2011

PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH DAN ANGKA KREDITNYA


KEDUDUKAN, TUGAS POKOK, RUMPUN JABATAN,

BEBAN KERJA, DAN BIDANG PENGAWASAN

(1)   Pengawas Sekolah berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang pengawasan akademik dan manajerial pada sejumlah satuan pendidikan yang ditetapkan.

(2)   Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Guru yang berstatus sebagai PNS.

Tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional Guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas kepengawasan di  daerah khusus.

Jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah jabatan fungsional yang termasuk dalam rumpun pendidikan lainnya.

(1)   Beban kerja Pengawas Sekolah adalah 37,5 (tiga puluh tujuh setengah) jam perminggu di dalamnya termasuk pelaksanaan pembinaan, pemantauan, penilaian, dan pembimbingan di sekolah binaan.

(2)   Sasaran pengawasan bagi setiap Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

a.  untuk taman kanak-kanak/raudathul athfal dan sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah paling sedikit 10 satuan pendidikan dan/atau  60 (enam puluh) Guru;

b.  untuk sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah dan sekolah menengah atas/madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan paling sedikit 7 satuan pendidikan dan/atau 40 (empat puluh) Guru mata pelajaran/kelompok mata pelajaran;

c.  untuk sekolah luar biasa paling sedikit 5 satuan pendidikan dan/atau 40 (empat puluh) Guru; dan

d.  untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) Guru bimbingan dan konseling.

(3)   Untuk daerah khusus, beban kerja Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan secara lintas tingkat satuan dan jenjang pendidikan

Bidang pengawasan meliputi pengawasan taman kanak-kanak/raudhatul athfal, sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah, pengawasan rumpun mata pelajaran/mata pelajaran, pendidikan luar biasa, dan bimbingan konseling.

 SelengkapnyaKLIK DI SINI

PERMENPAN DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 21 TAHUN 2010 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA


(UNSUR PENDIDIKAN, PENGAWASAN AKADEMIK DAN MANAJERIAL, PENGEMBANGAN PROFESI, DAN UNSUR PENUNJANG, SERTA MEKANISME DAN TATACARA PENGUSULAN DUPAK)

Dasar Hukum

Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 118/1996 tentang jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya

Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 91/KEP/M.PAN/10/2001

Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian No. 0322/0/1996 dan No. 38 Tahun 1996

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 020/U/1998 tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional

UU Sisdiknas nomor 23 Tahun 2003

PP 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

PP 38 tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan  Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota

PP 74 Tahun 2008 Tentang Guru

Peraturan Menteri PAN Dan Reformasi Birokrasi  Nomor 21 tahun 2010 tentang jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya

APA YANG DIMAKSUD JABATAN FUNGSIONAL ?

Menurut Keppres RI Nomor 87 Tahun 1999,

Jabatan Fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri

Tujuan Penetapan Jabatan

1.Untuk membina karir kepangkatan dan jabatan Pengawas Sekolah agar yang bersangkutan lebih dapat meningkatkan mutu profesionalismenya sebagai Pengawas Sekolah, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas pendidikan

2.Memberikan penghargaan secara profesional terhadap profesi Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas untuk melakukan pengawasan  di sekolah dengan melaksanakan pembinaan, pemantauan, penilaian, dan pembimbingan dan pelatihan profesional guru, serta meningkatkan kesejahteraan yang non material berupa kenaikan pangkat/jabatan sampai dengan pembina utama, golongan ruang IV/e

PENGAWAS SEKOLAH

Pengawas Sekolah adalah PNS yang diberi   tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk  melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan.

Bidang Pengawasan

1.Pengawasan TK/RA

2.Pengawasan SD/MI

3.Pengawasan rumpun mata pelajaran/mata pelajaran

4.Pengawasan  pendidikan luar biasa

5.Pengawasan bimbingan konseling

KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK PENGAWAS SEKOLAH

•Pengawas Sekolah  berkedudukan sebagai Pelaksana Teknis  fungsional di bidang pengawasan akademik dan manajerial pada sejumlah satuan pendidikan  yang ditetapkan
•Pengawas sekolah adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh guru yang berstatus sebagai PNS

B. PENGAWASAN AKADEMIK DAN MANAJERIAL

1)Penyusunan program pengawasan
2)Pelaksanaan program pengawasan
3)Evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan
4)Pembimbingan dan pelatihan profesional guru
5)Pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus

BEBAN KERJA PENGAWAS SEKOLAH

Beban kerja Pengawas sekolah adalah 37,5 jam per-minggu
Sasaran pengawasan bagi setiap pengawas sekolah adalah:

a.  untuk TK/RA dan SD/MI paling sedikit 10 satuan pendidikan dan/atau 60 guru

b.  untuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK palinmg sedikit 7 satuan pendidikan dan /atau 40 guru MP/KMP

c.  untuk SLB paling sedikit 5 satuan pendidikan dan/atau 40 guru

d.  untuk pengawas BK paling sedikit 40 guru BK

Untuk daerah khusus paling sedikit 5 satuan pendidikan

KEWAJIBAN PENGAWAS SEKOLAH

•Menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan membimbing dan melatih profesional guru
•Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
•Menjungjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, nilai agama dan etika
•Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa

PRESTASI KERJA PENGAWAS SEKOLAH YANG DAPAT  DI NILAI DENGAN ANGKA KREDIT

UNSUR UTAMA >  80%

1.PENDIDIKAN

2. PENGAWASAN AKADEMIK DAN MANAJERIAL
3.PENGEMBANGAN PROFES

UNSUR PENUNJANG <  20% (PENUNJANG TUGAS PENGAWAS SEKOLAH)

TANGGUNG JAWAB PENGAWAS SEKOLAH : Pengawas sekolah bertanggung jawab melaksanakan tugas pokok dan kewajiban sesuai dengan yang dibebankan kepadanya

ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN
DAN KENAIKAN JABATAN / PANGKAT JABFUNG  PENGAWAS SEKOLAH DENGAN  PENDIDIKAN SARJANA (S1)/DIV

NO UNSUR PROSENTASE JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANGDAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL
MUDA MADYA UTAMA
III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e
1. UNSUR UTAMA - 100 100 100 100 100 100 100
A. Pendidikan :
1. Pendidikan

Sekolah

2. Diklat ≥ 80% 80 120 240 360 480 600 760
B.  Tugas Pokok
C.  Pengembangan Profesi
2. UNSUR PENUNJANG ≤ 20% 20 80 60 90 120 150 190
Kegiatan yang mendukungpelaksanaan tugas
JUMLAH 200 300 400 550 700 850 1050

UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN PENGAWAS SEKOLAH

1.UNSUR UTAMA

A.   PENDIDIKAN

1)Pendidikan formal dan memperoleh gelar/ ijazah
2)Pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional calon pengawas sekolah dan memperoleh STTPP
3)Pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional pengawas sekolah dan memperoleh STTPP

B. PENGAWASAN AKADEMIK DAN MANAJERIAL

1)Penyusunan program pengawasan
2)Pelaksanaan program pengawasan
3)Evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan
4)Pembimbingan dan pelatihan profesional guru
5)Pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus

C.  PENGEMBANGAN PROFESI

1)Penyusunan karya tulis ilmiah
2)Pembuatan karya inovatif

UNSUR PENUNJANG

•Peran serta dalam seminar/lokakarya di bidang pendidikan/ kepengawasan
•Keanggotaan dalam organisasi profesi
•Keanggotaan dalam tim penilai angka kredit jabatan fungsional pengawas sekolah
Penjelasan selengkapnya dapat di klik warna Biru
Semoga bermanfaat .

PENILAIAN KINERJA PENGAWAS SEKOLAH (PKPS)


Melalui tulisan ini para pembaca dapat memahami tentang topik PKPS, unsur-unsur kegiatan pengawasan akademik dan manajerial  dan indikator penilaian kinerja beserta dengan bukti fisik pelaksanaan tugas pokok sebagai pengawas sekolah.

Dasar Hukum

1.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
2.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah,
3.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,
4.Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 Tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah,
5.Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru,
6.Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.
7.Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.
8.Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/III/PB/2011, Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.

Kinerja pengawas: adalah  Unjuk kerja atau prestasi kerja yang dicapai oleh pengawas yang mengacu pada tugas pokok dan fungsinya, kreatifitas dan aktifitasnya dalam proses kepengawasan, komitmen dalam melaksanakan tugas, hasil karya tulis ilmiah yang berdampak terhadap peningkatan prestasi sekolah dibawah binaannya

Penilaian kinerja (performance assessment):adalah proses untuk menentukan kinerja seseorang dengan menggunakan kriteria tertentu melalui pengumpulan informasi mengenai pelaksanaan tugas-tugas dan/atau pekerjaan-pekerjaan yang telah dideskripsikan, baik proses maupun hasil kerja dan sistem penilaian formal yang digunakan secara periodik untuk mengetahui kinerja seseorang dibandingkan dengan standar tertentu , serta proses  pengumpulan bukti kinerja untuk  menentukan derajat mutu kinerja dalam pelaksanaan tugas atau hasil kerja yang dicapai dengan menggunakan kriteria /patokan yang baku.

Jadi Penilaian kinerja Pengawas: merupakan proses menghimpun data kinerja pengawas dengan menggunakan kriteria sesuai standar pengawas melalui pengumpulan informasi mengenai proses pelaksanaan dan hasil pelaksanaan tugas yang telah ditetapkan. Proses untuk menentukan kinerja pengawas sekolah  dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan dan hasil kerja yang dicapainya sebagai pengawas sekolah dengan menggunakan kriteria tertentu. Proses  penentuan nilai pelaksanaan dan hasil kerja pengawas sekolah dengan menggunakan kriteria tertentu. Proses mengidentifikasi seberapa baik seorang pengawas sekolah memanfaatkan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki (kompetensi) untuk melaksanakan  tugas pokoknya  sebagai pengawas sekolah.

Tujuan Penilaian Kinerja

1.Untuk mengetahui seberapa jauh seorang pengawas sekolah telah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pengawas sekolah  sesuai dengan Permenpan dan RB n0. 21 tahun 2010 dan Permendiknas no 12 tahun 2007.
2.Untuk mendeskripsikan kinerja pengawas secara kolektif dalam siklus tahunan sehingga dapat diperoleh gambaran umum kinerja pengawas pada tingkat kabupaten/kota dan provinsi sebagai dasar untuk menentukan mutu kinerja pengawas secara nasional.
3.Untuk menghimpun data hasil kinerja pengawas (peta kompetensi) sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan program  peningkatan kompetensi pengawas.
Manfaat Penilaian Kinerja sebagai Acuan pembinaan, promosi/pengembangan karir pengawas, Evaluasi dan refleksi diri (umpan balik) untuk perbaikan dan pengembangan  diri (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) serta Pertimbangan penetapan angka kredit kumulatif dalam kenaikan pangkat.
No Rincian Kegiatan Pengws Muda Pengawas Madya PengwsUtama
III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e
1. Menyusun program pengawasan w w w w w w w
2. Melaksanakan  pembinaan guru w w w w w w w
3. Melaksanakan pembinaan kepala sekolah tw tw w w w w w
4. Memantau pelaksanaan  standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, dan standar penilaian w w w w w w w
5. Memantau pelaksanaan  standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan tw tw w w w w w
6. Melaksanakan penilaian kinerja guru w w w w w w w
7.  Melaksanakan penilaian kinerja kepala sekolah tw tw w w w w w
8. Melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan w w w w w w w
No Rincian Kegiatan Pengws Muda Pengawas Madya PengwsUtama
III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e
9. Mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan tingkat Kabuaten/Kota atau Propinsi tw tw tw tw tw w w
10. Menyusun program  pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP /MGP dan sejenisnya. w w w w w w w
11. Menyusun program  pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah di KKKS/MKKS dan sejenisnya. tw tw w w w w w
12. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru w w w w w w w
13. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah. tw tw w w w w w
No Rincian Kegiatan Pengws Muda Pengawas Madya PengwsUtama
III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e
14. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan manajemen tw tw w w w w w
15. Mengevaluasi hasil  pembimbingan dan pelatihan profesional guru. w w w w w w w
16. Mengevaluasi hasil  pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah. tw tw w w w w w
17. Membimbing Pengawas Sekolah Muda dalam melaksanakan tugas pokok tw tw w w w w w
18. Membimbing Pengawas Sekolah Madya dalam melaksanakan tugas pokok tw tw tw tw tw w w
19. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan tw tw tw tw tw w w

Jenis Penilaian Kinerja

1.Penilaian formatif:

dilaksanakan secara periodik setiap tahun. Penilaian dilaksanakan bersiklus yang diatur tersendiri yang disesuaikan dengan kalender pengawasan sekolah.

2. Penilaian sumatif:

dilaksanakan secara periodik setiap empat  tahun, sejak seorang pengawas diangkat sebagai pengawas dan pelaksanaannya bersiklus sepanjang seorang pengawas bertugas.

Prosedur Penilaian

A.Persiapan
B.Pelaksanaan
C.Verifikasi
D.Analisis Hasil
E.Kesimpulan dan Rekomendasi

Instrumen Penilaian

Instrumen Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah: (Terlampir)

(1)Instrumen Pengawas sekolah muda
(2)Instrumen Pengawas sekolah madya
(3)Instrumen Pengawas sekolah utma

Contoh Hasil Penilaian Kinerja Tugas Utama

Pengawas Sekolah Muda

No Komponen Bobot Skor NK
1 Penyusunan program pengawasan (K1) 30 3,50 105,00
2 Pelaksanaan program pengawasan (K2) 50 3,75 187,50
3 Evaluasi hasil program pengawasan (K3) 20 3,60 72.00
Jumlah 364,50
Nilai Akhir (NA) 86,78

Fasilitas Google untuk Membuat Naskah Matematika Secara Online


(Fadjar Noer Hidayat)

Google memberikan fasilitas untuk membuat dan menyimpan file dokumen secara online. File-file dokumen tersebut bisa berbentuk dokumen teks (word processor), presentasi, lembar kerja (spreadsheet), dan file PDF. Selain itu, file-file berbentuk gambar dan video juga bisa disimpan. Khusus untuk file PDF dan yang berbentuk gambar, Google menyediakan fasilitas untuk mengubahnya menjadi file berbentuk naskah sehingga bisa diedit kembali tulisannya. Proses pengubahan ini biasa disebut dengan OCR (Optical Character Recognition) yang akan mengenali pola-pola berbentuk karakter huruf dan mengubahnya menjadi teks. Untuk file-file yang diunggah (upload) dengan format dokumen teks, presentasi, dan lembar kerja yang ingin diolah lebih lanjut, Google menyediakan fitur untuk mengubahnya dalam format yang dikenal oleh Google.
Selain menyimpan file dengan cara mengunggah (upload) file yang sudah jadi ke internet. Google juga menyediakan fasilitas membuat dokumen-dokumen seperti file teks, presentasi, lembar kerja, dan gambar berbentuk vektor (drawing) secara online. Dokumen yang kita buat dapat kita share (digunakan bersama) kepada pengguna lain sehingga pengguna yang kita beri hak dapat mengedit dokumen tersebut secara bersamaan. File yang telah kita simpan di internet itu, jika kita butuh dapat kita buka dan olah kembali di manapun Anda berada dan menggunakan komputer apapun. Asalkan ada akses internet di dari komputer yang kita pakai.
Untuk bisa memanfaatkan fasilitas ini, Anda harus mempunyai account di Google yang akan digunakan untuk masuk (login) ke Google. Setelah masuk, cari tautan (link) dengan nama Documents. Jika Documents tidak terlihat di tautan di bagian atas laman Google, cobalah cari di bagian more (untuk Google berbahasa Inggris/google.com) atau selengkapnya (untuk Google berbahasa Indonesia/google.co.id). Anda akan mendapatkan tampilan sebagai berikut (contoh ini tampilan berbahasa Indonesia): KLIK Naskah Matematika menggunakan Google

 

Pagar Alam dot Com

Berbagi Informasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika

Mr.Wahid's Blog

Media Belajar Mengajar Inspirasi dan Kreativitas

SeNdiMat

Seminar Nasional Pendidikan Matematika

I Wayan Widana

This site is dedicated for mathematic learning development

Layanan Pendidik & Tenaga Kependidikan (PTK)

Laman Layanan Untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

sejarahdompu

Just another WordPress.com site

SUAIDINMATH'S BLOG

Technology Based Education

tentang PENDIDIKAN

konseling, pembelajaran, dan manajemen pendidikan

SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY...JANGAN LUPA BERDOA.

PTK THE FRONTIERS OF NEW TECHNOLOGY

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 138 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: