PENILAIAN HASIL BELAJAR


A. Prinsip Penetapan KKM

Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal perlu mempertimbangkan beberapa ketentuan sebagai berikut:

1. Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan yang dapat dilakukan melalui metode kualitatif dan atau kuantitatif.

2. Penetapan nilai kriteria ketuntasan minimal dilakukan melalui analisis ketuntasan belajar minimal pada setiap indikator dengan memperhatikan kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar dan standar kompetensi

3. Kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Dasar (KD) merupakan rata-rata dari indikator yang terdapat dalam Kompetensi Dasar tersebut.

4. Kriteria ketuntasan minimal setiap Standar Kompetensi (SK) merupakan rata-rata KKM Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam SK tersebut;

5. Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran merupakan rata-rata dari semua KKM-SK yang terdapat dalam satu semester atau satu tahun pembelajaran, dan dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB/Rapor) peserta didik;

6. Indikator merupakan acuan/rujukan bagi pendidik untuk membuat soal-soal ulangan, baik Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah Semester (UTS) maupun Ulangan Akhir Semester (UAS). Soal ulangan ataupun tugas-tugas harus mampu mencerminkan/menampilkan pencapaian indikator yang diujikan. Dengan demikian pendidik tidak perlu melakukan pembobotan seluruh hasil ulangan, karena semuanya memiliki hasil yang setara;

7. Pada setiap indikator atau kompetensi dasar dimungkinkan adanya perbedaan nilai ketuntasan minimal.

B. Langkah-Langkah Penetapan KKM

Penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran. Langkah penetapan KKM adalah sebagai berikut:

  1. Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik dengan skema sebagai berikut:

Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD, SK hingga KKM mata pelajaran;

2. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian;

3. KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan;

4. KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik.

C. Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penentuan kriteria ketuntasan minimal adalah:

1. Tingkat kompleksitas, kesulitan/kerumitan setiap indikator, kompetensi dasar, dan standar kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik.

2. Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembela jaran pada masing-masing sekolah.

3. Tingkat kemampuan (intake) rata-rata peserta didik di sekolah tersebut.

Contoh:

PENENTUAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL PER KD DAN INDIKATOR

Mata Pelajaran : KIMIA

Kelas/semester : X/2

Standar Kompetensi : Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi

Kompetensi Dasar/Indikator Kriteria Pencapaian Ketuntasan Belajar Siswa (KD/Indikator) Kriteria Ketuntasan Minimal
Komplek Sitas Daya dukung Intake Penget Praktik
3.1. Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan

a. Menyimpulkan gejala-gejala hantaran arus listrik dalam berbagai larutan berdasarkan hasil pengamatan.

b. Mengelompokkan larutan kedalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya.

c. Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik.

d. Menjelaskan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar

Rendah (80)

Sedang (70)

Tinggi (65)

Tinggi (65)

Tinggi (80)

Tinggi (80)

Tinggi (80)

Tinggi (80)

Sedang (70)

Sedang (70)

Rendah (65)

Rendah (65)

72

76,6

73,3

70

70

72

Nilai KKM KD merupakan angka bulat, maka nilai KKM 72,47 dibulatkan menjadi 72.

D. Analisis Pencapaian KKM

Analisis pencapaian kriteria ketuntasan minimal bertujuan untuk mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan. Setelah selesai melaksanakan penilaian setiap KD harus dilakukan analisis pencapaian KKM. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan analisis rata-rata hasil pencapaian peserta didik kelas X, XI, atau XII terhadap KKM yang telah ditetapkan pada setiap mata pelajaran. Manfaat hasil analisis adalah sebagai dasar untuk meningkatkan kriteria ketuntasan minimal pada semester atau tahun pembelajaran berikutnya. Analisis pencapaian kriteria ketuntasan minimal dilakukan berdasarkan hasil pengolahan data perolehan nilai setiap peserta didik per mata pelajaran.

Contoh

FORMAT

ANALISIS PENCAPAIAN KETUNTASAN BELAJAR PESERTA DIDIK PER KD

Nama Sekolah :

Mata pelajaran :

Kelas/semester :

No Nama Siswa

KKM

Pencapaian Ketuntasan Belajar Peserta Didik/KD
SK 1 SK 2 SK 3
KD KD KD
1.1 1.2 dst 2.1 2.2 dst 3.1 3.2 dst
….. ….. ….. ….. ….. ….. ….. ….. …..
1
2
dst
Rata-rata
Ketuntasan belajar (dalam %)
Frekwensi

jml siswa

≤ 49
50-74
75-100
≥ KKM sekolah

REKAPITULASI PENCAPAIAN KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL SEKOLAH

Nama sekolah :

Mata pelajaran :

Kelas :

Kondisi bulan :

No SK No KD KKM Tingkat KKM sekolah Tingkat KKM pencapaian
Sekolah pencapaian maks rerata min maks rerata Min
SK1 KD.1.1 70.00 75.00 75 72,5 70 80 77,5 75
KD 1.2 75.00 80.00
SK 2 KD 2.1 75.00 70.00 75 70 65 70 69 67
KD 2.2 70.00 70.00
KD 2.3 65.00 67.00
dst

Teknik, Instrumen dan Mekanisme Penilaian

A.   Teknik Penilaian

Berbagai macam teknik penilaian dapat dilakukan secara komplementer (saling melengkapi) sesuai dengan kompetensi yang dinilai. Teknik penilaian yang dimaksud antara lain melalui tes, observasi, penugasan, inventori, jurnal, penilaian diri, dan penilaian antarteman yang sesuai dengan  karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.

1.  Tes adalah pemberian sejumlah pertanyaan yang jawabannya dapat benar atau salah. Tes dapat berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja. Tes tertulis adalah tes yang menuntut peserta tes memberi jawaban secara tertulis berupa pilihan dan/atau isian. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi pilihan ganda, benar-salah, dan menjodohkan. Sedangkan tes yang jawabannya berupa isian dapat berbentuk isian singkat dan/atau uraian. Tes lisan adalah tes yang dilaksanakan melalui komunikasi langsung (tatap muka) antara peserta didik dengan pendidik. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan. Tes praktik (kinerja) adalah tes yang meminta peserta didik melakukan perbuatan/mendemonstasikan/ menampilkan keterampilan.

Dalam rancangan penilaian, tes dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai macam ulangan dan ujian. Ulangan meliputi ulangan  harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Sedangkan ujian terdiri atas ujian  nasional dan ujian sekolah.

2.  Observasi adalah penilaian yang dilakukan melalui pengamatan terhadap peserta didik selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan kompetensi yang dinilai, dan dapat dilakukan baik secara formal maupun informal.

3.  Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok. Penilaian penugasan diberikan untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, dan dapat  berupa praktik di laboratorium, tugas rumah, portofolio, projek, dan/atau produk.

4.  Portofolio adalah kumpulan dokumen dan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat, perkembangan prestasi, dan kreativitas peserta didik. Pada penilaian portofolio, peserta didik dapat menentukan karya-karya yang akan dinilai, melakukan penilaian sendiri kemudian hasilnya dibahas. Teknik ini dapat dilakukan dengan baik apabila jumlah peserta didik yang dinilai sedikit.

5.  Projek adalah tugas yang diberikan kepada peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Penilaian projek dilaksanakan terhadap persiapan,  pelaksanaan, dan hasil.

6.  Produk (hasil karya) adalah penilaian yang meminta peserta didik menghasilkan suatu hasil karya. Penilaian produk dilakukan terhadap persiapan, pelaksanaan/proses pembuatan, dan hasil.

7.  Inventori merupakan teknik penilaian melalui skala psikologis yang dipakai untuk mengungkapkan sikap, minat, dan persepsi peserta didik terhadap objek psikologis.

8. Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan terhadap kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif.

9.  Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk menilai dirinya sendiri mengenai berbagai hal. Dalam penilaian diri, setiap peserta didik harus mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya secara jujur.

10. Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik mengemukakan kelebihan dan kekurangan temannya dalam berbagai hal secara jujur.

Karena pembelajaran pada KTSP meliputi kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, maka penilaianpun harus dilaksanakan seperti itu.

Tabel 1 Penilaian untuk kegiatan tatap muka dan penugasan

MATA

PELAJARAN

KOMPETENSI DASAR PENILAIAN UNTUK KEGIATAN PEMBELAJARAN
TATAP MUKA TUGAS TERSTRUKTUR KEGIATAN MANDIRI
Fisika Mengukur besaran fisika (massa, panjang, dan waktu) Ulangan mengenai

Pengukuran

Praktik mengukur di laboraborium Tugas mendata alat ukur yang sering digunakan sehari-hari
Pendidikan  Agama Islam Membaca  QS Al Baqarah: 30, Al-Mukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78 Ulangan mengenai hukum bacaan  untuk surat dan ayat yang sesuai Melafalkan QS Al Baqarah: 30, Al-Mukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78 dengan makhraj yang benar Membuat rang-kuman perban-dingan tiga referensi tafsir Al Qur’an (Ibnu Katsir, Jalalain, dan Al-Azhar) QS Al Baqarah: 30, Al-Mukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78

B.  Aspek yang Dinilai

Penilaian dilakukan secara menyeluruh yaitu mencakup semua aspek kompetensi yang meliputi kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif.      Kemampuan kognitif adalah kemampuan berpikir yang menurut taksonomi Bloom secara hierarkis terdiri atas pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Kemampuan psikomotor melibatkan gerak adaptif (adaptive move­ment) atau gerak terlatih dan keterampilan komunikasi berkesinambungan (non-discursive communication). Kondisi afektif peserta didik berhubungan dengan sikap, minat, dan/atau nilai-nilai. Kondisi ini tidak dapat dideteksi dengan tes, tetapi dapat diperoleh melalui angket, inventori, atau pengamatan yang sistematik dan berkelanjutan. Sistematik berarti pengamatan mengikuti suatu prosedur tertentu, sedangkan berkelanjutan memiliki arti pengukuran dan penilaian yang dilakukan secara terus menerus.

Dalam laporan hasil belajar peserta didik, terdapat komponen pengetahuan yang umumnya merupakan representasi aspek kognitif, komponen praktik yang  melibatkan aspek psikomotorik, dan komponen sikap yang berkaitan dengan kondisi afektif peserta didik terhadap mata pelajaran tertentu. Tabel berikut menyajikan berbagai aspek yang dinilai untuk lima kelompok mata pelajaran (sesuai PP no. 19 tahun 2005 pasal 64).

Tabel 2 Aspek yang dinilai dalam berbagai mata pelajaran

No Kelompok mata pelajaran Contoh Mata pelajaran Aspek yang dinilai
1 Agama dan akhlak mulia Pendidikan Agama Pengetahuan dan sikap
2 Kewarganegaraan dan kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan Pengetahuan dan sikap
3 Ilmu Pengetahuan dan Matematika Pengetahuan dan sikap
Tenologi Fisika, Kimia, Biologi Pengetahuan, praktik, dan sikap
Ekonomi, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi Pengetahuan dan sikap
Bhs Indonesia, bhs Inggris, bhs Asing lain Pengetahuan, praktik, dan sikap
Teknologi Informasi dan Komunikasi Pengetahuan, praktik, dan sikap
4 Estetika Seni Budaya Praktik dan sikap
5 Jasmani, olahraga, dan kesehatan Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan Pengetahuan, praktik, dan sikap

C. Instrumen Penilaian

Setiap teknik penilaian harus dibuatkan instrumen penilaian yang sesuai. Tabel berikut menyajikan klasifikasi penilaian dan bentuk instrumen.

Tabel 5. Klasifikasi Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen

Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
• Tes tertulis • Tes pilihan: pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan dll.

• Tes isian: isian singkat dan uraian

• Tes lisan • Daftar pertanyaan
• Tes praktik (tes kinerja) • Tes identifikasi

• Tes simulasi

• Tes uji petik kinerja

• Penugasan individual atau kelompok • Pekerjaan rumah

• Projek

• Penilaian portofolio • Lembar penilaian portofolio
• Jurnal • Buku cacatan jurnal
• Penilaian diri • Kuesioner/lembar penilaian diri
• Penilaian antarteman • Lembar penilaian antarteman

Instrumen tes berupa perangkat tes yang berisi soal-soal, instrumen observasi berupa lembar pengamatan, instrumen penugasan berupa lembar tugas projek atau produk, instrumen portofolio berupa lembar penilaian portofolio, instrumen inventori dapat berupa skala Thurston, skala Likert atau skala Semantik, instrumen penilaian diri dapat berupa kuesioner atau lembar penilaian diri, dan instrumen penilaian antarteman berupa lembar penilaian antarteman. Setiap instrumen harus dilengkapi dengan pedoman penskoran.

Berikut ini disajikan contoh-contoh instrumen penilaian.

  1. Contoh instrumen observasi (lembar pengamatan)

Lari 100 meter

Nomor

Butir

Aspek Keterampilan Skor
5 4 3 2 1
Starting Position
01 Waktu jongkok lutut kaki belakang ada di depan ujung kaki lainnya
02 Kedua tangan di tanah, siku lurus, empat jari agak rapat mengarah ke samping luar.
03 Waktu jongkok posisi punggung segaris dengan kepala
04 Pandangan kira-kira 1 meter di depan garis start
05 Waktu aba-aba siap, posisi tungkai depan ± 90° dan tungkai belakang 100°-120°

Keterangan

Skor 5 : sangat tepat, 4 : tepat, 3 : agak tepat, 2 : tidak tepat, dan skor 1 : sangat tidak tepat

Pengolahan

Skor yang dicapai peserta didik dapat diolah menjadi nilai sebagai berikut.

N  =  (Skor pencapaian : Skor maksimal)x 100.

2. Contoh instrumen penilaian tugas: Projek

Contoh soal tugas projek biologi mengenai isu salingtemas (sain, lingkungan, teknologi, masyarakat) di sekitar tempat tinggal peserta didik.

Soal

Carilah isu salingtemas (sain, lingkungan, teknologi, masyarakat) yang berkembang di sekitar tempat tinggalmu, rencanakan penelitian, lakukan penelitian, dan buatlah laporan hasil penelitian. Dalam membuat laporan perhatikan: kebenaran informasi/data, kelengkapan data, sistematika laporan, dan penggunaan bahasa!

Catatan : Isu berhubungan dengan pro – kontra.

Pedoman penskoran

No Aspek yang dinilai Skor
1 Persiapan

Rumusan masalah (tepat = 3; kurang tepat = 2, tidak tepat = 1)

3

1 – 3

2 Pelaksanaan

a. Pengumpulan informasi (tepat = 3; kurang tepat = 2, tidak tepat = 1)

b. Keakuratan data/informasi (akurat = 3; kurang = 2; tidak akurat = 1)

c. Kelengkapan data (lengkap = 3; kurang = 2; tidak lengkap = 1)

d. Analisis data (baik = 3; cukup = 2; kurang = 1)

e. Kesimpulan (tepat = 2; kurang tepat = 1)

14

1 – 3

1 – 3

1 – 3

1 – 3

1 – 2

3 Pelaporan hasil

Sistematika laporan (baik = 2;  tidak baik = 1)

Penggunaan bahasa (komunikatif = 2; kurang komunikatif = 1)

Penulisan/ejaan (tepat = 3; kurang tepat = 2; tidak tepat/banyak kesalahan =1)

Tampilan (menarik = 2; kurang menarik = 1)

9

1 – 2

1 – 2

1 – 3

1 – 2

Skor maksimal 26

3. Contoh instrumen penilaian tugas: Produk

Penilaian produk terdiri atas 3 (tiga) tahap yaitu:

  • · Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam merencanakan, menggali, mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.
  • · Tahap pelaksanaan (pembuatan produk), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik pembuatan.
  • · Tahap penilaian hasil karya (appraisal), dilakukan terhadap karya (produk) yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.

Skor untuk setiap tahap dapat diberi bobot, misalnya untuk persiapan 20%, pelaksanaan 40%, dan hasil 40%.

Contoh soal produk mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan: membuat poster ”anti narkoba”.

Pedoman penskoran

No Aspek yang dinilai Skor Bobot
1 Tahap persiapan

a. Memilih jenis bahan (tepat = 2; tidak tepat = 1)

b. Kualitas bahan (baik = 3; cukup = 2; kurang = 1)

c. Kelengkapan alat (lengkap = 2; tidak lengkap = 1)

7

1 – 2

1 – 3

1 – 2

20 %
2 Tahap pelaksanaan

a. Menentukan penulisan kalimat yang menarik (menarik = 3; cukup = 2; kurang = 1)

b. Keterampilan menggunakan alat/bahan (terampil = 3; cukup = 2; kurang = 1)

c. Memperhatikan keselamatan kerja (ya = 2; tidak = 1)

8

1 – 3

1 – 3

1 – 2

40%
3 Tahap hasil

a. Selesai tepat waktu ( tepat = 2; tidak tepat = 1)

b. Kesesuaian dengan tugas (sesuai = 3; kurang = 2; tidak = 1)

c.  Kerapian (rapi = 3; kurang = 2; tidak = 1)

8

1 – 2

1 – 3

1 – 3

40%

4. Contoh instrumen inventori menggunakan skala beda (berdiferensi) Semantik

Petunjuk

Berilah tanda V pada kolom berikut sesuai dengan pilihanmu terhadap pembelajaran ekonomi. Kolom a, b, dan c cenderung mendekati pernyataan di sebelah kiri, sedangkan kolom e, f, dan g cenderung mendekati pernyataan di sebelah kanan.

Kiri a b c d e f g Kanan
Membosankan Menarik
Bermanfaat Tidak bermanfaat
Menyenangkan Merepotkan
Menantang Tidak menantang
Tidak memberatkan Memberatkan
Membuang-buang waktu Menguntungkan

5. Contoh instrumen inventori menggunakan skala Likert, misalnya untuk kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran Sejarah

Petunjuk:

Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda V pada kolom yang sesuai dengan pendapatmu!

SS  =  sangat setuju                                                          TS    =  tidak setuju

S    =  setuju                                                                STS         =  sangat tidak setuju

Contoh inventori skala Likert

No Pernyataan SS S TS STS
1 Saya senang melakukan penelitian sejarah
2 Pelajaran sejarah membosankan
3 Saya senang mengikuti acara televisi yang berhubungan dengan sejarah
4 Saya tidak menyukai karir di bidang kepurbakalaan
5 Saya suka berkunjung ke museum untuk menambah pengetahuan di bidang sejarah
6 Saya senang jika ada kesempatan untuk bekerja di bidang yang ada hubungannya dengan sejarah
7 Saya benci jika ada tugas untuk membuat ringkasan dari artikel yang berkaitan dengan sejarah dari koran
8 Saya suka membaca rubrik tentang sejarah
9 Dsb

Catatan

Pernyataan pada instrumen di atas ada yang bersifat positif (No.1, 3, 5, 6, 8) dan ada yang bersifat negatif (No 2, 4, 7). Pemberian skor untuk pernyataan yang bersifat positif : SS = 4, S = 3, TS = 2, STS = 1. Untuk  pernyataan  yang bersifat negatif adalah sebaliknya yaitu 4 = STS, 3 = TS, 2 = S, dan 1 = SS.

6. Contoh instrumen penilaian diri (kuesioner), misalnya untuk kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran biologi

Petunjuk:

a. Isilah semua pernyataan dengan jujur.

b. Berilah tanda V pada kolom yang sesuai dengan kenyataan.

TP  =  Tidak pernah melakukan              SR  =  sering melakukan

JR  =  Jarang melakukan                         SL  =  selalu melakukan

KD  =  Kadang-kadang melakukan

No Pernyataan TP JR KD SR SL
1 Saya menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan biologi kepada teman-teman
2 Saya bertanya kepada guru hal-hal yang berhubungan dengan mata pelajaran biologi
3 Saya menyempatkan diri membaca artikel yang berkaitan dengan biologi di majalah/koran
4 Saya mendengarkan informasi yang berhubungan dengan biologi dari radio
5 Saya menonton tayangan di televisi yang berkaitan dengan biologi, misalnya fauna dan flora
6 Saya hadir setiap ada jam pelajaran biologi di sekolah
7 Saya membuat catatan yang rapi untuk mata pelajaran biologi
8 Saya menyerahkan tugas biologi tepat waktu
9 Saya menerapkan pengetahuan biologi dalam kehidupan sehari-hari
10 Dst

Pengolahan

Pada contoh di atas penskoran untuk setiap pernyataan menggunakan rentang 1 – 5. Skor 1 untuk TP, 2 = JR, 3 = KD, 4 = SR, dan 5 = SL. Dengan 9 butir pernyataan rentang skor adalah 9 – 45.

Kualifikasi

Berdasarkan jawaban, kegiatan setiap peserta didik untuk mata pelajaran biologi dikelompokkan sebagai berikut

Amat Baik       :  Skor 37 – 45

Baik                         :  Skor 28 – 36

Cukup             :  Skor 19 – 27

Kurang            :  Skor  <  19

7. Contoh instrumen penilaian (lembar pengamatan) antarteman untuk kegiatan diskusi kelompok mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

Petunjuk:

  1. Pada waktu melakukan diskusi kelompok, amatilah perilaku temanmu dengan cemat!
  2. Berilah tanda V pada kolom yang sesuai (ya atau tidak) berdasarkan hasil pengamatanmu!
  3. Serahkan hasil pengamatan kepada bapak/ibu guru!

Daftar periksa pengamatan sikap dalam diskusi kelompok

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan

Nama siswa yang diamati : …………………………….., kelas ……………

No Perilaku / sikap Muncul/ dilakukan
Ya Tidak
1 Memberi kesempatan teman untuk menyampaikan pendapat
2 Memotong pembicaraan teman lain
3 Menyampaikan pendapat dengan jelas
4 Mau menerima pendapat teman
5 Mau menerima kritik dari teman
6 Memaksa teman untuk menerima pendapatnya
7 Menyanggah pendapat teman dengan sopan
8 Mau mengakui kalau pendapatnya salah
9 Menerima kesepakatan hasil diskusi
10 Dst

Nama pengamat

……………………..

Setiap instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa. Persyaratan substansi merepresentasikan kompetensi yang dinilai. Persyaratan konstruksi merepresentasikan persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. Persyaratan bahasa berhubungan dengan penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik.  Instrumen penilaian dilengkapi dengan pedoman penskoran.

D.   Mekanisme Penilaian

Sistem penilaian meliputi kegiatan perancangan dan pelaksanaan penilaian,  analisis dan tindak lanjut hasil penilaian, serta pelaporan penilaian.

Mekanisme penilaian hasil belajar peserta didik digambarkan pada bagan berikut:

1.  Perencanaan Penilaian

Perencanaan penilaian mencakup penyusunan kisi-kisi yang memuat indikator dan strategi penilaian. Strategi penilaian meliputi pemilihan metode dan teknik penilaian, serta pemilihan bentuk instrumen penilaian.

Secara teknis kegiatan pada tahap perencanaan penilaian oleh pendidik sebagai berikut:

1)    Menjelang awal tahun pelajaran, guru mata pelajaran melakukan :

  • pengembangan indikator pencapaian KD,
    • penyusunan rancangan penilaian (teknik dan bentuk penilaian) yang sesuai,
    • pembuatan rancangan program remedial dan pengayaan setiap KD,

2)    penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran

3)    Pada awal semester pendidik menginformasikan KKM dan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian kepada peserta didik.

4) Pendidik mengembangkan indikator penilaian, kisi-kisi, instrumen penilaian (berupa tes, pengamatan, penugasan, dan sebagainya) dan pedoman penskoran.

2.   Pelaksanaan penilaian

Pelaksanaan penilaian adalah penyajian penilaian kepada peserta didik. Penilaian dilaksanakan dalam suasana kondusif, tenang dan nyaman dengan menerapkan prinsip valid, objektif, adil, terpadu, terbuka,  menyeluruh, menggunakan acuan criteria, dan akuntabel.

Kegiatan yang dilakukan oleh pendidik pada tahap ini meliputi:

1)    Melaksanakan penilaian menggunakan instrumen yang telah dikembangkan;

2)    Memeriksa hasil pekerjaan peserta didik mengacu pada pedoman penskoran, untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik;

Hasil pekerjaan peserta didik untuk setiap penilaian dikembalikan kepada masing-masing peserta didik disertai balikan/komentar yang mendidik misalnya, mengenai kekuatan dan kelemahannya. Ini merupakan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk (a) mengetahui kemajuan hasil belajarnya, (b) mengetahui kompetensi yang belum dan yang sudah dicapainya, (c) memotivasi diri untuk belajar lebih baik, dan (d) memperbaiki strategi belajarnya.

3.   Tindak lanjut hasil analisis

Kegiatan yang dilakukan oleh pendidik sebagai tindak lanjut hasil analisis meliputi:

1)    Pelaksanaan program remedial untuk peserta didik yang belum tuntas (belum mencapai KKM) untuk hasil ulangan harian dan memberikan kegiatan pengayaan bagi peserta didik yang telah tuntas;

2)    Pengadministrasian semua hasil penilaian yang telah dilaksanakan.

Pengembangan Indikator, Kisi-kisi dan Instrumen Penilaian

A.   Pengembangan Indikator Penilaian

Setiap pendidik harus mengembangkan indikator dari setiap KD. Indikator merupakan rumusan yang menggambarkan karakteristik, ciri-ciri, perbuatan, atau respon yang harus ditunjukkan atau dilakukan oleh peserta didik dan digunakan sebagai penanda/indikasi pencapaian kompetensi dasar. Dari setiap KD dapat dikembangkan 2 (dua) atau lebih indikator penilaian dan atau indikator soal. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun instrumen penilaian. Ketercapaian indikator dapat diketahui dari perubahan perilaku peserta didik yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Pengembangan indikator hendaknya memperhatikan UKRK (urgensi, kontinuitas, relevansi, dan keterpakaian). Urgensi, maksudnya penting dan harus dikuasai peserta didik. Kontinuitas, yaitu pendalaman dan/atau perluasan dari kompetensi pada jenjang/tingkat sebelumnya. Relevansi, diperlukan karena ada hubungannya untuk mempelajari atau memahami kompetensi dan/atau konsep mata pelajaran lain. Keterpakaian, artinya memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

Syarat-syarat indikator soal (1) menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur, (2) ada keterkaitan dengan materi dan kompetensi yang diuji, dan (3) dapat dibuat soalnya.

Indikator soal pilihan ganda, menggunakan satu kata kerja operasional yang terukur, sedangkan untuk soal berbentuk uraian dan/atau soal praktik indikator yang dikembangkan dapat menggunakan lebih dari satu kata kerja operasional yang terukur.

Indikator soal sebaiknya menggunakan stimulus (dasar pertanyaan) yang dapat berupa gambar, grafik, tabel, data hasil percobaan, atau kasus yang dapat merangsang/memotivasi peserta didik berpikir sebelum menentukan pilihan jawaban.  Rumusan indikator soal yang lengkap mencakup 4 komponen, yaitu A = audience, B = behaviour, C = condition, dan D = degree.

Contoh pengembangan indikator mengacu pada SK dan KD mata pelajaran Biologi kelas XI IPA.

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator soal
2.  Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan, serta penerapannya dalam konteks Saling -temas 2.1.    Mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan dan mengaitkan dengan fungsinya Disajikan gambar penampang melintang daun tumbuhan, peserta didik dapat menentukan fungsi dari dua bagian yang ditunjuk dengan tepat.

Rumusan indikator pada contoh di atas mencakup empat komponen secara lengkap.  A (Audience) adalah peserta didik, B (Behaviour) atau perilaku yang dituntut yaitu menentukan fungsi bagian yang ditunjuk, C (Condition) adalah stimulusnya yaitu gambar penampang melintang daun tumbuhan, dan D (Degree) adalah tingkat pencapaian yaitu dua bagian dengan tepat.

B.      Pengembangan Kisi-kisi

Kisi-kisi merupakan format yang memuat informasi mengenai ruang lingkup dan isi/kompetensi yang akan dinilai/diujikan. Kisi-kisi disusun berdasarkan tujuan penilaian dan digunakan sebagai pedoman untuk mengembangkan soal. Kisi-kisi harus mengacu pada SK-KD dan komponen-komponennya harus rinci, jelas, dan  bermakna.

Contoh pengembangan kisi-kisi

KISI-KISI PENULISAN SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER 1

Nama Sekolah     :  SMA Mandiri                                              Alokasi waktu :  …………..

Mata Pelajaran    :  Biologi                                                      Jumlah soal    :  …………..

Kurikulum acuan :  KTSP SMA Mandiri                                      Penyusun        :  …………..

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Bahan Kelas Materi Indikator Soal Bentuk soal Nomor soal
2.  Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan, serta penerapannya dalam konteks Salingtemas 2.1  Mengidentifi-kasi struktur jaringan tumbuhan dan mengaitkan dengan fungsinya XI / 1 Struktur dan fungsi jaringan tumbuhan
  • Disajikan gambar penampang melintang daun tumbuhan, peserta didik dapat  menentukan fungsi dari dua bagian yang ditunjuk dengan tepat.
  • Diberikan gambar penampang melintang dua macam batang tum-buhan, peserta didik dapat menentukan jenis kedua batang tersebut, menyebutkan bagian-bagian yang ditunjuk, dan mendeskripsikan ciri-cirinya sesuai dengan kondisi bagian-bagian yang tertera pada gambar

Peserta didik dapat membuat preparat basah penampang melintang batang tumbuhan, mengamatinya menggunakan mikroskop, menggambarnya, dan menunjukkan bagian-bagiannya

PG

Uraian

Praktik

14

41

1

Pada contoh kisi-kisi di atas dapat dilihat bahwa KD dikembangkan menjadi tiga indikator, dengan bentuk soal yang berbeda yaitu soal pilihan ganda, soal uraian, dan soal praktik. Untuk indikator soal berbentuk pilihan ganda hanya ada satu kata kerja operasional yaitu menentukan. Pada indikator soal uraian terdapat tiga kata kerja operasional yaitu menentukan, menyebutkan, dan mendeskripsikan. Sedangkan pada indikator soal praktik terdapat empat kata kerja operasional yaitu membuat preparat, mengamati menggunakan mikroskop, menggambar, dan menunjukkan.

C.   Pengembangan Instrumen Penilaian dan Pedoman Penskoran

Instrumen penilaian yang dikembangkan perlu memperhatikan hal-hal berikut :

  1. berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas dan/atau di luar kelas.
  2. relevan dengan proses pembelajaran, materi, kompetensi dan kegiatan pembelajaran.
  3. menuntut kemampuan berpikir berjenjang, berkesinambungan, dan bermakna dengan mengacu pada aspek berpikir Taksonomi Bloom
  4. mengembangkan kemampuan berpikir kritis seperti: mendeskripsikan, menganalisis, menarik kesimpulan, menilai, melakukan penelitian, memecahkan masalah, dsb.
  5. mengukur berbagai kemampuan yang sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik.
  6. mengikuti kaidah penulisan soal.

Berdasarkan contoh kisi-kisi di atas dapat dikembangkan instrumen/soal sebagai berikut:

Indikator soal (PG No. 14):

Disajikan gambar penampang melintang daun tumbuhan, peserta didik dapat  menentukan fungsi dari dua bagian yang ditunjuk dengan benar.

Soal Pilihan ganda

14.  Perhatikan gambar berikut!

Bagian 1 dan 2 secara berurutan berfungsi sebagai ….

a.   pelindung jaringan di dalamnya dan tempat melakukan fotosintesis

b.   tempat melakukan fotosintesis dan tempat pertukaran gas

c.   tempat pertukaran gas dan pelindung jaringan di dalamnya

d.   pengantar air dari akar dan pengedar hasil fotosintesis

e.   pengedar hasil fotosintesis dan tempat pertukaran gas

Kunci : B

Indikator soal (Uraian No. 41):

Diberikan gambar penampang melintang dua macam batang tumbuhan, peserta didik dapat menentukan jenis kedua batang tersebut, menyebutkan bagian-bagian yang ditunjuk dan mendeskripsikan ciri-ciri batang sesuai dengan kondisi bagian-bagian yang tertera pada gambar.

Soal uraian

41.  Perhatikan gambar penampang batang berikut!

a.   Berdasarkan gambar di atas tentukan mana batang tumbuhan dikotil dan mana batang tumbuhan monokotil! (Skor 2)

b.   Sebutkan nama bagian-bagian yang bernomor (Skor 3)

c.   Deskripsikan ciri-ciri kedua batang tumbuhan tersebut sesuai dengan kondisi bagian-bagian  yang tertera pada gambar! (Skor 6)

Pedoman penskoran

No Jawaban Skor
a

b

c

gambar A penampang batang monokotil,

gambar  B penampang batang dikotil

no. 1  xilem,

no. 2 floem,

no. 3 kambium.

Pada gambar A letak xilem dan floem tersebar/tidak teratur, dan tidak ada kambium.

Jadi gambar A sesuai dengan ciri-ciri batang tumbuhan monokotil.

Pada gambar B letak xilem dan floem teratur, dan di antaranya terdapat kambium.

Jadi gambar B sesuai dengan ciri-ciri batang tumbuhan dikotil

1

1

1

1

1

2

1

2

1

Skor maksimum 11

Indikator soal (praktik):

Peserta didik dapat membuat preparat basah penampang melintang batang tumbuhan, mengamatinya menggunakan mikroskop, menggambarnya,  dan menunjukkan bagian-bagiannya.

Soal praktik

Pilihlah alat dan bahan yang tersedia, buatlah sayatan melintang batang tumbuhan, lakukan pengamatan menggunakan mikroskop, gambarlah hasil pengamatanmu dan beri keterangan bagian-bagiannya! Buat laporan mulai dari persiapan, pelaksanaan (langkah kerja) dan hasil praktik!

Pedoman penskoran

Kunci jawaban / Aspek yang dinilai Skor Bobot
Persiapan:

  1. Pemilihan alat

(tepat = 2;  tidak tepat = 1)

  1. Pemilihan bahan

(tepat = 2;  tidak tepat = 1)

4 1

(20 %)

Pelaksanaan

  1. Pembuatan sayatan melintang batang

(terampil = 2; tidak terampil = 1)

  1. Pembuatan preparat basah

(baik = 2; tidak baik =1)

  1. Penggunaan mikroskop

(tepat = 3; kurang tepat = 2; tidak tepat = 1)

7 2

(40 %)

Hasil

  1. Gambar penampang melintang batang

(benar = 2; tidak benar = 1)

  1. Keterangan bagian-bagian

(semua benar = 3; ada yang salah = 2; semua salah = 1)

5 2

(40 %)

Skor maksimal 16 100 %

About these ads

About suaidinmath

Tetaplah semangat...karena perjalanan ribuan langkah dimulai dari satu langkah kecil. Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Posted on 12 Mei 2010, in Pendidik. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. saya lagi butuh banget. makasih ya…izin copy ya.

  1. Ping-balik: 2010 in review « Suaidinmath's Blog

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pagar Alam dot Com

Berbagi Informasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika

Mr.Wahid's Blog

Media Belajar Mengajar Inspirasi dan Kreativitas

SeNdiMat

Seminar Nasional Pendidikan Matematika

I Wayan Widana

This site is dedicated for mathematic learning development

Layanan Pendidik & Tenaga Kependidikan (PTK)

Laman Layanan Untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

sejarahdompu

Just another WordPress.com site

SUAIDINMATH'S BLOG

Technology Based Education

tentang PENDIDIKAN

konseling, pembelajaran, dan manajemen pendidikan

SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY...JANGAN LUPA BERDOA.

PTK THE FRONTIERS OF NEW TECHNOLOGY

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 138 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: