KECERDASAN SPIRITUAL DAN EMOSIONAL


MELEJITKAN KECERDASAN SPIRITUAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL
KECERDASAN SPIRITUAL

“Untuk menjadi manusia yang andal, seseorang tidak hanya perlu memiliki kecerdasan intelektual dan emosi, melainkan juga kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual itu merupakan kemampuan seseorang untuk menyelaraskan hati dan budi sehingga ia mampu menjadi seseorang yang berkarakter dan berwatak positif”. Demikian dikatakan oleh mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Alwi Shihab dalam sebuah forum diskusi yang diselenggarakan oleh Center for Corporate Leadership, di Jakarta, bertema “Mengkaji Lebih Jauh tentang Spiritual Intelligence”.

Alwi menambahkan bahwa spiritualitas itu mengarahkan manusia pada pencarian hakikat kemanusiaannya. Menurut dia, hakikat manusia itu dapat ditemukan dalam perjumpaan manusia dengan Allah. “Potensi fitrah membantu manusia untuk mencari something out there that are unknown (sesuatu di luar sana yang tidak diketahui). Allah itu amat bernilai, tetapi tersembunyi. Tetapi, rahmat Allah mengatasi batas-batas buatan manusia sehingga manusia paham tentang Allah. Dikatakan cerdas karena manusia senantiasa ingat pada Allah ketika ia melakukan karyanya,” kata Alwi Shihab.

Merupakan fenomena baru ketika sekelompok orang asyik bertafakur mengikuti wejangan-wejangan kesufian dan melakukan prosesi-prosesi spiritual tertentu di tengah ingar bingarnya kehidupan kota besar. Gejala itu dari hari ke hari semakin sering ditemukan, baik di mesjid-mesjid tradisional maupun di mesjid yang berada di perumahan elit. Gejala itu diterima sebagai suatu kenyataan bahwa pengembangan potensi akal saja tidak cukup untuk menciptakan kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan batin. Rasio tidak bisa diandalkan untuk memecahkan keresahan batin, kegoncangan jiwa, dan rasa takut. Padahal tiada hari bagi manusia kecuali menghadapi masalah kebatinan itu.

Untuk keperluan itu, dunia barat mengembangkan kajian kejiwaan yang kemudian melahirkan teori “Kecerdasan Emosi”. Pada kenyataannya, kecerdasan emosi saja tidak cukup untuk keperluan itu. Masih ada misteri yang harus diungkap lagi . Dari sinilah muncul “kecerdasan spritual”. Mendahului segala teori tentang kecerdasan spiritual yang berkembang di barat, para intelektual Muslim sudah sejak lama mengembangkan masalah ini. Tidak saja melalui kajian keilmuan, tapi juga segi praktisnya dalam bentuk prosesi-prosesi spiritual. Lahirlah berbagai aliran tarikat dengan ciri khasnya masing-masing yang pada dasarnya berikhtiar untuk mencerdaskan spiritual melalui latihan-latihan yang ketat dan disiplin keras.

Kecerdasan spiritual yang bersumber dari hati itulah yang menjadi kunci setiap orang untuk dapat meraih surga. Baik surga dalam arti sebenarnya yaitu kehidupan kelak di akhirat yang kekal, atau pun kehidupan surgawi di dunia ini.

Segala sesuatu itu bersumber dari hati. Orang yang tak memiliki hati bersih tidak dapat masuk surga. Tidak dapat digapainya surga oleh orang yang memiliki hati kotor karena kekotoran hatinya itu mengakibatkan ia selalu berbuat hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Hati sangat menentukan tergapainya surga karena hati merupakan pusat kontrol kesadaran manusia. “Segala tingkah laku kita di dunia ini bersumber dari hati. Jika hatinya bersih, tentu orang itu akan melangkah di dunia ini dengan baik. Jadi keimanan itu bersumber dari hati yang kemudian terpancar dalam tingkah lakunya yang baik. Ia akan menjalankan setiap perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Jika telah begitu, maka surga telah digapainya baik di dunia maupun akhirat,” katanya.

Harta, kekuasaan dan hubungan antarsesama merupakan potensi untuk meraih surga. Jika orang yang memiliki semuanya itu berhati bersih, maka potensi itu akan membawanya ke surga. Tetapi jika tidak, justu itu akan membawanya ke neraka karena hanya dipakai untuk memenuhi hawa nafsunya yang berakibat timbulnya keangkaramurkaan di dunia ini.

KECERDASAN EMOSIONAL

Kecerdasan Emosional (EQ) tumbuh seiring pertumbuhan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia. Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya. Kecerdasan Emosi menyangkut banyak aspek penting, yang agaknya semakin sulit didapatkan pada manusia modern, yaitu:

• empati (memahami orang lain secara mendalam)
• mengungkapkan dan memahami perasaan
• mengendalikan amarah
• kemandirian
• kemampuan menyesuaikan diri utk disukai
• kemampuan memecahkan masalah antar pribadi
• ketekunan
• kesetiakawanan
• keramahan
• sikap hormat

sedangkan dalam dunia industri dan di dunia kerja yang merupakan point yang penting adalah sebagai berikut :

• Self-Awareness :
Memahami keadaan diri
o Emotional awareness
o Self Confidence
• Self-Regulation
Mengendalikan diri
o Self control
o Adaptibility
• Motivation
Mengelola faktor-faktor pendorong untuk mencapai sasaran
o Achievement drive & Commitment
• Emphaty
Menyadari perasaan & memberi perhatian terhadap orang lain
o Understanding others
• Social Skill
Mengelola hubungan dengan orang lain agar tercapai sasaran yang dikehendaki
o Communication & Team capabilities

BERSAMBUNG ..

About these ads

Tentang suaidinmath

Tiada gading yang tak retak. Tetaplah semangat...karena perjalanan ribuan langkah dimulai dari satu langkah kecil. Mohon kontribusi untuk menambal retak dan menambah langkah kesempurnaan tulisan ini ...

Posted on 11 April 2010, in Pendidik and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan, sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mr.Wahid's Blog

Media Belajar Mengajar Inspirasi dan Kreativitas

SeNdiMat

Seminar Nasional Pendidikan Matematika

I Wayan Widana

This site is dedicated for mathematic learning development

Layanan Pendidik & Tenaga Kependidikan (PTK)

Laman Layanan Untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

sejarahdompu

Just another WordPress.com site

SUAIDINMATH'S BLOG

Technology Based Education

tentang PENDIDIKAN

konseling, pembelajaran, dan manajemen pendidikan

SUKSES SELALU

NIKMATILAH HIDUP..BEKERJA DENGAN ENJOY...JANGAN LUPA BERDOA.

PTK THE FRONTIERS OF NEW TECHNOLOGY

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

educatinalwithptk

PTK The Frontiers Of New Technology

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 125 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: