JUDUL JUDUL PTK/PTS/PTKp

JUDUL JUDUL PTK/PTS/PTKp

1211

JUDUL PI/KI
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI PERKALIAN CARA SUSUN PADA SISWA KELAS V SDN SDN xxxxxx DENGAN METODE DEMONTRASI DAN MEMOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN KEPAHLAWANAN DAN PATRIOTISME TOKOH-TOKOH DI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK MELALUI PEMBERIAN PENGUATAN VERBAL DAN NON VERBAL SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN ……..

PENGGUNAAN MEDIA KUBUS SATUAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG VOLUM BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS V SDN …… KABUPATEN ……… SEMESTER GENAP TAHUN ………….
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS IV SDN …………… KECAMATAN ……..KABUPATEN ……..MELALAUI PENGGUNAAN KARTU BILANGAN SEMESTER GENAP TAHUN …

MENINGKATKAN KEMAMPAN SISWA KELAS I SDN ……. DALAM MENGOPERASIONALKAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN BANTUAN BENDA KONGKRIT.SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN ….

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS I SD ………. MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK .SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN …

PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING MODEL JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA KELAS VI DI SD N ……

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN TEKNIK BERPASANGAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI MEMBAWAKAN ACARA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIIIB SMPN………A   TAHUNPELAJARAN………..

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA DENGAN MENGGUNAKAN METODE “KLOS” SISWA KELAS VIII B SMP N…………SEMESTER GANJIL TAHUN …

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENJUMLAHKAN BILANGAN BULAT PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA LIDI PADA SISWA KELAS IV SDN …… KABUPATEN DOMPU SEMESTER GANJIL TAHUN ….

PENINGKATAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENERAPKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS III SDN ….. KECAMATAN …. KABUPATEN ….U SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN ….

PENINGKATAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENERAPKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS III SDN ….. KECAMATAN ….. KABUPATEN …. SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN …..

PENGGUNAAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP ……… PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN ….

PENGGUNAAN BENDA-BENDA KONTEKSTUAL UNUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PERKALIAN PADA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA SD NEGERI …….KABUPTEN …… SEMSTER 1 TAHUN …………….

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN…. KABUPATEN …. DALAM MENENTUKAN VOLUM BANGUN RUANG MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KUBUS SATUAN SEMSETER I TAHUN ..

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MTEMATIKA MELALUI METODE DEMONSTRASI DENGAN ALAT PERAGA KARTU PINUS DI SDN …… SEMSTER I TAHUN ………..

PENERAPAN MODEL BELAJAR KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA SD…..T KABUPTEN …. SEMSTER 1 TAHUN ……………

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISON ( STAD ) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATERI MENYUNTING EJAAN DAN TANDA BACA KELAS IV …T TAHUN PELAJARAN .

PENGGUNAAN MEDIA ”GAMBAR DAN KARTU” UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI PEMBELAJARAN TEMATIK PADA SISWA KELAS 3 SDN …SEMESSTER I TAHUN ….

PENINGKATAN HASIL BELAJAR EKONOMI MATERI PEREKONOMIAN TERBUKA MELALUI MODEL PEMBELJARAN KOOPERATIF TEKHNIK STAD PADA SISWA KELAS XI-B SMA …. SEMESTER GAZAL TAHUN PELAJARAN ……………

UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEBELAJARAN EKONOMI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LATIHAN INQUIRY PADA SISWA KELAS X-C SMA . KABUPATEN DOMPU SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENGGUNAKAN INSTRUMEN PENILAIAN KELAS UNJUK KERJA MELALUI PEMBINAAN KERJA KELOMPOK DI SMKN …KABUPATEN ….EMESTER GAZAL TAHUN PELAJARAN ….

PENERAPAN SUPERVISI INDIVIDUAL KOLABORATIF UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMKN ….TAHUN ….
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS IV SDN ……. KECAMATAN…. KABUPATEN DOMPU MELALAUI PENGGUNAAN KARTU BILANGAN SEMESTER GENAP TAHUN …

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG VOLUM BANGUN RUANG MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KUBUS SATUAN PADA SISWA KELAS IV ….KECAMATAN…KABUPATEN …SEMESTER GENAP TAHUN ….

IMPLEMENTASI TEKNIK DRAWING PICTURE DALAM UPAYA MENINGKATKAN KECAKAPAN MENDENGAR (LISTENING SKILL) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS ADA KELAS X SMKN ….TAHUN PELAJARAN….

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS PADA KELAS IX-C SMP NEGERI…. SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN …

UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS BELAJAR LEMPAR CAKRAM DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MODIFIKASI PIRING PLASTIK PTK DI KELAS VI SD NEGERI… – KAB. … SEMESSTER I TAHUN…

PENERAPAN MODEL BELAJAR KOOPERATIF TIPE JIGSAWUNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA SD NEGERI ….. KABUPTEN DOMPU SEMSTER 1 TAHUN ……….

PENERAPAN MODEL SIKLUS BELAJAR DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KIMIA PADA SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI….TAHUN PELAJARAN …

.
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, DAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SEMSTER 1 TAHUN …

PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS DAN PENGUASAAN ASPEK ALJABAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA BAGI SISWA KELAS XIPROGRAM IPA SMAN …. SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN .

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DAN KETUNTASAN SISWA KELAS X-2 SMA NEGERI …. SEMESTER ….TAHUN PELAJARAN …..
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI MATEMATIKA DAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA KELAS XI IPA-3SMA NEGERI …SEMSTER 1 TAHUN …

UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS BELAJAR LEMPAR CAKRAM DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MODIFIKASI PIRING PLASTIK PTK DI KELAS VI SD … – KAB. ………….. SEMESSTER I TAHUN …

MODEL ”KUIS JAKS” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERAKIT KOMPUTER PC PADA SISWA KELAS XI TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI SMK NEGERI 2 DOMPU TAHUN PELAJARAN 2013/2014”

PENERAPAN MODEL SIKLUS BELAJAR DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KIMIA  Pada Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 3 Woja Tahun Pelajaran 2013/2014

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, DAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAHSEMSTER 1 TAHUN 2013/2014

PENERAPAN TEHNIK PEMBELAJARAN UMPAN BALIK PADA TUGAS TERSTRUKTUR MATERI POKOK HIMPUNAN DALAM MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII-B SMP ….. TAHUN PELAJARAN 2012/2013

MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI ……….MELALUIPENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSINGSEMESTER 1 TAHUN AJARAN …

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENEMUKAN RUMUS LUAS LINGKARAN MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIFDENGAN METODE DEMONSTRATION PADA SISWA KELAS VIII-C SMP ……A TAHUN PELAJARAN …

OPTIMALISASI PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII C SMP …………SEMESTER 1 TAHUN ………..

UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR OLAHRAGA LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN RESIPROKAL MENGGUNAKAN MEDIA KARDUS PADA SISWA KELAS VI SDN ….SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN …….

MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LATIHAN INKUIRI DI KELAS IX-C SMP ……. KABUPATEN DOMPU SEMESTER GANJIL THN…….

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS TERPADU MELALUI METODE PENGAJARAN BERBASIS PROYEK PADA SISWA KELAS VIII-B SMP ………KABUPATEN ………….. SEMESTER GANJIL THN …

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN GURU DALAM MENYUSUN SOAL UAS ( ULANGAN AKHIR SEMESTER ) MELALUI KERJA TERBIMBING DI SEKOLAH DASAR ……SEMESTER GANJIL TAHUN ….

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MODEL PENGAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENINGKATKAN MUTU DAN PENGUASAAN MATERI PELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS vi ….. SEMESTER GANJIL TAHUN…..

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU-GURU SD …… MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MELALUI KERJA PRAKTEK TERBIMBINGTERBIMBING

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SDN …. MELALUI PEMBELAJARAN TERSTRUKTUR DENGAN PEMBERIAN TUGASDALAM TAHUN PELAJARAN ….

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI PEMANFAATAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS V SEMESTER I TAHUN AJARAN ….SDN ………..KECAMATAN ……….. KABUPATEN DOMPU

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE BERVARIASI KELAS 1 SDN ….- KABUPATEN…. SEMESTER I TAHUN PELAJARAN …

Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf melaluiPenerapan KegiatanMenulis Jurnal dan Pemanfaatanya untuk Penilaian Autentik pada Siswa Kelas XI IPA-2 SMA Negeri 1 Pajo Kabupaten Dompu

PeningkatanPembelajaranMenulisPuisiMelaluiMetodeKontekstualBerbasisMasalahPadaSiswaKelas Xi-Ipa3 Sman 1 PajoTahunPelajaran 2013-2014

Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia Siswa Kelas Xi Ipa-1 Sma Negeri 1 Pajo Kabupaten Dompu Semster Ganjil Tahun 2011/2012 Dengan Menggunakan Teknik Role Play

PRAKTIKUM BIOLOGI BERBASIS KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN KINERJA ILMIAH DAN PEMAHAMAN KONSEP METABOLISME PADA SISWA KELAS IX-B SMP NEGERI 4 WOJA KABUPATEN DOMPU SEMESTER GANJIL THN 2013/2014

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI BIOLOGI MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STADPADA SISWA KELAS IX-1 SMP NEGERI 4 WOJA KABUPATEN DOMPU SEMESTER GANJIL THN 2014/2015

UpayaMeningkatkanPrestasi Dan KualitasBelajarIPADenganMetodePembelajaranPenemuan (discovery)PadaSiswaKelas VISDN 16 KempoTahunPelajaran2011/2012

Upayameningkatkandisiplinguru dalamkehadiranmengajardikelasmelaluipenerapanreward and punishment di sdnegeri 2 kempokabupatendomputahunpelajaran 2012/2013

Metode demonstrasi dalam upaya miningkatkan proses belajar dan hasil belajar bahasa indonesia pada siswa kelas vi sd negero 02 kempotahun pelajaran 2013/2014

Optimalisasi layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kebiasaan bertanya siswa dalam pembelajaran di SMPN 2 WOJA Tahun 2012-2013

Mengatasipermasalahanbelajarsiswakelas ix semester 2 melaluikonselingeklektifdenganperilaku attending  Di di SMPN 2 WOJA Tahunpelajaran 2013/2014

Meningkatkan prestasi belajar bidang bimbingan sosial materi tata krama dalam kehidupan bermasyarakat siswa kelas VIII-C semester II SMPN 2 wojajabupatwndompu dengan bimbingan dan konselinTahun 2011-2012

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS EKONOMI MELALUI PENERAPAN METODE BELAJAR TUNTAS KELAS XI TAV SMKN 2 DOMPU TAHUN 2011-2012

PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM MENYUSUSN SILABUS DAN RPP DI SMKN 2 DOMPU TAHUN 2013-2014

PENERAPAN SUPERVISI OBSERVASI KELAS UAPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMKN 2 DOMPU TAHUN 2012-2013

PEMBELAJARAN TERSTRUKTUR DENGAN PEMBERIAN TUGAS DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SDN 10 PEKAT TAHUN PELAJARAN 2012/2013

MENINGKATKAN KEMAMPAN SISWA KELAS I SDN 10 PEKAT DALAM MENGOPERASIONALKAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN BANTUAN BENDA KONGKRIT. SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2013-2014

UpayaPeningkatanKeterampilanGuruDalamPenerapanPAIKEMmelaluiKegiatanKelompokKerja Guru (KKG) dalam bentuk WorkshopDiSDN 02 WojaKabupatenDompuSemester ganjil tahun 2012/2013

UpayaMeningkatkanPrestasiBelajarSiswa KELAS III SDN 02 WOJA Melalui Model PembelajaranTematik Semester GanjilTahunAjaran 2013/2014

Peningkatan Kemampuan Guru dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah sebagai Sumber Belajar melalui Diskusi Kelompok Kerja Guru(KKG) di SD NEGERI 2 WOJA tahun pelajaran 2014/2015

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENULIS PUISI MELALUI METODE BERBASIS MASALAH DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 SATAP PEKAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Meningkatkan Kemampan Siswa Kelas I SDN… Dalam Mengoperasionalkan Penjumlahan Dan Pengurangan Pada Mata Pelajaran Matematika Dengan Bantuan Benda Kongkri Semester GanjilTahu nAjaran…….

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER PADA SISWA KELAS XI SMKN 1 DOMPU TPELAJARAN 2012/2013

PENGGUNAAN METODE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN SIMPLE PRESENT TENSE PADA SISWA KELAS XII SMKN 1 DOMPU TAHUN PELAJARAN 2013-2014

IMLEMENTASI MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN KEMAMPUAN BERBAHASA DI TK …. … ….. TAHUN ………..

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBILANG MELALUI PERMAINAN KELOMPOK B DI TK …………. DOMPU-NTB TAHUN ..

PENINGKATKAN KETRAMPILAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI 10 KEMPO KECAMATAN KEMPO KABUPATEN DOMPU TAHUN 2012/2013

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATERI PELAJARAN BANGUN DATAR DENGAN METODE STAD DAN ALAT BANTU MODEL BANGUN DATAR WARNA-WARNI PADA PESERTA DIDIK KELAS V SD 10 KEMPO,DOMPU TAHUN 2013

PENERAPAN PENDEKATAN PROSES 5 FASE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN  MENULIS PADA SISWA KELAS V SD  TAHUN …..

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI PEMANFAATAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS V SEMESTER I TAHUN AJARAN 2013/2014 SDN 10 KEMPO KECAMATAN KEMPOKABUPATEN DOMPU

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PAI DENGAN DITERAPKANNYA METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IV SDN 24 DOMPU KEC. KOTA DOMPU TAHUN PELAJARAN 2013/2014

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) PADA SISWA KELAS VI SDN 01 DOMPU TAHUN 2011-2012

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL CERITA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE BERMAIN KARTU SOAL BAGI SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 DOMPU KABUPATEN DOMPU TAHUN PELAJARAN 2012/2013
MENINGKATKAN KINERJA GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS CTL MELALUI SUPERVISI KLINIS OLEH KEPALA SEKOLAH DI SDN 19 DOMPU SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2013-2014

PEMBELAJARAN TERSTRUKTUR DENGAN PEMBERIAN TUGAS DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SDN …. TAHUN PELAJARAN……

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR DENGAN MENERAPKAN METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BELAJAR …………PADA SISWA KELAS …………TAHUN …………

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PAI MATERIMEMBACA KAIMAT DALAM AL-QURAN MELALUI METODE READING ALAOUD PADA SISW KELAS VI SD NEGERI 16 WOJA 2013/2014

MENGEMBANGKAN PENGUASAAN KONSEP TATA CARA SHOLAT LIMA WAKTU DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PRAKREK LANGSUNG KELAS IV SDN 16 WOJA 2012/2013

PENINGKATAN KINERJA GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN MELALAUI SUPERVISI KLINIS OLEH KEPALA SEKOLAH DI SD NEGERI 26 DOMPU KAB. DOMPU TAHUN PELAJARAN 2011-2012

“PENINGKATKAN KETRAMPILAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI 04 MANGGELEWA KECAMATAN MANGGELEWA KABUPATEN DOMPU TAHUN 2013/2014

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA KELAS V DALAM MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SDN. 26 DOMPU KEC. DOMPU

PENINGKATAN KINERJA GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN PAIKEM MELALUI PENERAPAN SUPERVISI KLINIS DI TK ….KILO KAB. …..  Semester Ganjil Tahun 2..4

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBILANG MELALUI PERMAINAN KELOMPOK B DI TK ….. KECAMATAN …… KAB. DOMPU

MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VI SDN 05 PAJO MELALUI PENERAPAN
TEHNIK UMPAN BALIK PADA TUGAS TERSTRUKTUR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PENGGUNAAN BENDA-BENDA KONTEKSTUAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PERKALIAN PADA SISWA KELAS IVSD NEGERI 05 PAJO KABUPTEN DOMPU SEMSTER 1 TAHUN 2013/2014

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS IX MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIG SAW DI SMP NEGERI 6 DOMPU

BAGAIMANA PROSES PENELITIAN ITU?

      Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh Pengawas Satuan Pendidikan adalah mampu melakukan penelitian. Hal ini karena pekerjaan pengawas adalah sebuah profesi yang menuntut peningkatan pengetahuan dan keterampilan terus menerus sejalan dengan perkembangan pendidikan di lapangan.

      Setiap bidang pekerjaan selalu dihadapkan pada permasalahan yang selalu berkembang, baik berupa fenomena yang mengundang tanda tanya, maupun kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan. Permasalahan tersebut menuntut jawaban dan solusi yang dapat dipertanggung jawabkan.

      Kedudukan pengawas sebagai pembina para guru dan kepala sekolah, mengharuskan dia memiliki kesiapan memberikan solusi bagi permasalahan yang mereka hadapi. Ia dapat saja mengandalkan pengalaman, baik dirinya sendiri maupun orang lain, mengambil teori dari buku-buku, atau bahkan mengandalkan intuisi. Hal ini tentu tidak selamanya memuaskan, karena yang dituntut darinya adalah professional judgement yang dapat dijadikan acuan.

            Penelitian merupakan suatu bentuk kegiatan ilmiah untuk mendapatkan pengetahuan atau kebenaran. Ada dua teori kebenaran pengetahuan, yaitu teori koherensi dan korespondensi. Teori koherensi beranggapan bahwa suatu pernyataan dikatakan benar apabila sesuai dan tidak bertentangan dengan pernyataan sebelumnya. Aturan yang dipakai adalah logika berpikir atau berpikir logis. Sementara itu teori korenspondensi berasumsi bahwa sebuah pernyataan dipandang benar apabila sesuai dengan kenyataan (fakta atau realita). Untuk menemukan kebenaran yang logis dan didukung oleh fakta, maka harus dilakukan penelitian terlebih dahulu. Inilah hakikat penelitian sebagai kegiatan ilmiah atau sebagai proses the acquisition of knowledge.

             Salah satu tahapan penting dalam penelitian adalah proses pelaksanaan penelitian khususnya pengumpulan data. Hal ini merupakan essensi penelitian, karena hakikatnya tidak ada penelitian tanpa pengumpulan data. Lebih jauh lagi, penelitian menjadi tidak bermakna dan bahkan akan menghasilkan kesimpulan yang salah manakala data yang dihasilkannya tidak valid. Untuk memperoleh data yang valid, selain harus digunakan instrumen yang baik (valid dan reliabel), juga harus dipertimbangkan cara pengambilan sampel yang benar-benar representatif terhadap jumlah dan karakteristik populasi.

Kemampuan melaksanakan penelitian tersebut tentu sangat dibutuhkan oleh pengawas Baca lebih lanjut

PROGRAM SEMESTER GANJIL (PROMES) KEPENGAWASAN SEKOLAH

BAB I
2013-07-17 21.19.03PENDAHULUAN

A. Rasional
Bahwa untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan maka terus dilakukan perencanaan yang terpadu, pelaksanaan dengan dijiwai semangat professional dan keikhlasan,serta dilakukan evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi dari setiap satuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.
Penetapan standar pengelolaan satuan pendidikan Kabupaten Dompu , mengacu kepada standar nasional pendidikan Indonesia bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Adapun lingkup standar nasional pendidikan di Kabupaten Dompu meliputi:
a. standar isi;
b. standar proses;
c. standar kompetensi lulusan;
d. standar pendidik dan tenaga kependidikan;
e. standar sarana dan prasarana;
f. standar pengelolaan;
g. standar pembiayaan;dan
h. standar penilaian pendidikan.
Bahwa untuk mewujudkan visi pendidikan dan kebudayaan yaitu terwujud¬nya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas se¬hingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Terkait dengan visi tersebut telah ditetapkan serangkaian prinsip penyelenggaraan pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan reformasi pendidikan. Salah satu prinsip tersebut adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang ber¬langsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebut diperlukan guru yang memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Implikasi dari prinsip ini adalah pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien. Mengingat kebhinekaan budaya, keragaman latar belakang dan karakteristik peserta didik, serta tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus fleksibel, bervariasi, dan memenuhi standar. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

B. Landasan Hukum
1. Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional,
2. Undang-Undang Nomor: 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah,
3. Undang-Undang Nomor: 25 Tahun 2000 Tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas),
4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen
5. Peraturan Pemerintah Nomor: 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)
6. Peraturan Pemerintah Nomor: 74 Tahun 2011 Tentang Guru,
7. Keputusan Mendikbud Nomor: 020/U/1998 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanan Jabatan Funsional Pengawas Sekolah Dan Angka Kreditnya.
8. Keputusan Menpan Nomor: 091/KEP/M.PAN/10/2001 Tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah Dan Angka Kreditnya
9. Keputusan Mendiknas Nomor: 097/U/2002 Tentang Pedoman Pengawasan Pendidikan, Pembinaan Pemuda Dan Pembinaan Olah Raga.
10. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Kurikulum Pendidikan Dasar Dan Menengah.
11. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompeensi Lulusan Pendidikan Dasar Dan Menengah.
12. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksananaan Permendiknas Nomor 22 Dan 23 Tahun 2006.
13. Permendiknas No. 12 Tahun 2007 Tentang Standar Kompetensi Pengawas Sekolah
14. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah
15. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Kualifikasi Dan Standar Kompetensi Guru
16. Permendiknas Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan.
17. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Dasar Dan Menengah
18. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Evaluasi Pendidikan Dasar Dan Menengah.
19. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Dan Menengah
20. Peraturan Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu Tentang Tentang Sistem Pengelolaan Pendidikan Di Pemerintah Kabupaten Dompu .

C. Visi, Misi Pengawas Sekolah
1. Visi
Visi Pengawas Sekolah ; “Mewujudkan Sistem Kepengawasan Pendidikan yang Mampu Mendorong Penyelenggaraan Pendidikan Yang Profesional”

2. Misi
Untuk mencapai visi tersebut perlu dirumuskan misi kepengawasan sebagai berikut :
1. Meningkatkan sistem dan standarisasi kepengawasan yang efektif dan efisien;
2. Meningkatkan Pengawas sekolah yang profesional;
3. Meningkatkan mutu pendidikan pada sekolah binaan sesuai dengan perkembanagan IPTEK dan IMTAQ.

D. Pengertian, Kedudukan, Wewenang, Tugas Pokok, Fungsi Dan Tanggung-jawab Pengawas Sekolah

1. Pengertian Pengawas Sekolah
Pegawai negeri sipil yang diberi tugas tanggung-jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwewenang untuk melakukan pengawasan Pendidikan pada satuan Pendidikan pra sekolah, dasar dan menengah.

2. Kedudukan Pengawas Sekolah
Pengawas Sekolah adalah pejabat fungsional yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dalam melaksanakan pengawasan Pendidikan terhadap sejumlah sekolah tententu yang ditunjuk/ditetapkan.

3. Wewenang Pengawas Sekolah
Memilih dan menentukan metode kerja untuk mencapai hasil yang optimal dalam melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kode etik profesi,
Menetapkan tingkat kinerja guru dan tenaga lain yang diawasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi, Menentukan dan atau mengusulkan program pembinaan serta melakukan pembinaan.

4. Tugas Pokok Pengawas Sekolah
Pengawas Sekolah mempunyai tugas pokok membina, memantau dan menilai penyelenggaraan pendidikan pada sejumlah sekolah tertentu baik negeri maupun swasta yang menjadi tanggungjawabnya di suatu Kabupaten / Kota.

5. Fungsi Pengawas Sekolah
1. Pengawas sekolah sebagai Mitra Guru
2. Pengawas sekolah sebagai Inovator
3. Pengawas sekolah sebagai Konselor
4. Pengawas sekolah sebagai Motivator
5. Pengawas sekolah sebagai Kolaborator
6. Pengawas sekolah sebagai Asesor
7. Pengawas sekolah sebagai Evaluator
8. Pengawas sekolah sebagai Konsultan

6. Tanggung Jawab Pengawas Sekolah
Melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pendidikan di sekolah sesuai penugasannya (Managerial Skill).
Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar / bimbingan siswa dalam rangka pencapaian tujuan Pendidikan (Academic Skill).
BAB II
PROGRAM SEMESTER GANJIL PENGAWAS SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN 2013-2014
A. Identitas Sekolah Binaan

No. Nama Sekolah Binaan Alamat Sekolah
1 SMA Islam Terpadu Ranggo Dompu Jln. Lintas Lakey
2 SMAN 1 Hu’u JJln. Lintas Lakey
3 SMAN 1 Manggelewa Jln. Lintas Sumbawa
4 SMAN 2 Manggelewa Jln.Lintas Kilo
5 SMAN 1 Kempo Jln. Diponegoro
6 SMAN 2 Kempo Jln. Yos Sudarso
7 SMAN 1 Kilo Jln. Lintas Lasi
8 SMAN 2 Kilo Jln. Lintas Kilo
9 SMAN 1 Pekat Jln. Pendidikan No. 1
10 SMAN 2 Pekat Jln. Lintas Calabai
11 SMAN 3 Pekat Jln. Lintas Kadindi
12 SMA PGRI Pekat Jln. Lintas Kadindi
B. Visi Dan Misi Pendidikan Kabupaten Dompu

1. Visi Pendidikan
Bahwa visi penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Dompu adalah terwujudnya manusia yang beriman, bertaqwa dan berbudi luhur menguasai ilmu, teknologi dan seni, berwawasan masa depan, kebudayaan dan kebangsaan, serta berwatak demokratik dan mandiri.

2. Misi Pendidikan
Sedangkan penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Dompu memiliki misi sbb.:
a. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang dianut dan nilai-nilai budaya sehingga menjadi sumber kerifan bertindak dalam diri peserta didik.
b. Menumbuhkan semangat keunggulan dalam bidang ilmu, teknologi dan seni dalam diri peserta didik.
c. Mengembangkan budaya demokrasi, watak kebangsaan dan wawasan masa depan dalam diri peserta didik.
d. Mempertahankan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan secara adil dan merata.
C. Identifikasi Masalah
1). Masalah Program Pembinaan
a. Program pembinaan supervisi akademik kepada guru
b. Program pembnaan supervisi manajerial kepada kepala sekolah dan tata usaha

2). Masalah Program Pemantauan
a. Penyusunan program pemantauan
b. Pemantauan 8 standar nasional pendidikan
c. Pengolahan dan pelaporan pemantauan 8 standar nasional pendidikan

3). Masalah Program Penilaian
a. Penyusunan program penilaian guru, kepala sekolah, dan sekolah
b. Pelaksanaan program penilaian guru, kepala sekolah, dan sekolah
c. Pemberian laporan penilaian guru, kepala sekolah, dan sekolah

2-PROMES GANJIL MODEL BARU PENGAWAS SEKOLAH 2010-2011

PROGRAM PENGAWAS SEKOLAH

BAB I
1924379_814676181899629_4747129281155442370_nPENDAHULUAN

A. Rasional
Bahwa undang-undang sistem pendidikas nasional Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 mengamanatkan, pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. PP. Nomor 19 tahun 2005).
Adapun Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi:
a. standar isi;
b. standar proses;
c. standar kompetensi lulusan;
d. standar pendidik dan tenaga kependidikan;
e. standar sarana dan prasarana;
f. standar pengelolaan;
g. standar pembiayaan;dan
h. standar penilaian pendidikan.
Bahwa untuk mewujudkan visi pendidikan nasional yaitu terwujud¬nya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas se¬hingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Terkait dengan visi tersebut telah ditetapkan serangkaian prinsip penyelenggaraan pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan reformasi pendidikan. Salah satu prinsip tersebut adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang ber¬langsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebut diperlukan guru yang memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Implikasi dari prinsip ini adalah pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien. Mengingat kebhinekaan budaya, keragaman latar belakang dan karakteristik peserta didik, serta tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus fleksibel, bervariasi, dan memenuhi standar. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Bahwa setiap pengelolaan sumber daya pendidikan di sekolah Kabupaten Dompu harus direncanakan, diorganisir dengan baik, dilaksanakan dengan maksimal serta dilakukan evaluasi atau pelaporan kegiatan dan dilakukan umpan balik perbaikan berkelanjutan. Oleh karena itu kehadiran, kedudukan, fungsi dan tugas pengawas sekolah dalam usaha membina, memantau dan menilai kinerja satuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan sangat penting kehadirannya.

B. Landasan Hukum
1. Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional,
2. Undang-Undang Nomor: 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah,
3. Undang-Undang Nomor: 25 Tahun 2000 Tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas),
4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen
5. Peraturan Pemerintah Nomor: 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)
6. Peraturan Pemerintah Nomor: 74 Tahun 2009 Tentang Guru,
7. Keputusan Mendikbud Nomor: 020/U/1998 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanan Jabatan Funsional Pengawas Sekolah Dan Angka Kreditnya.
8. Keputusan Menpan Nomor: 091/KEP/M.PAN/10/2001 Tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah Dan Angka Kreditnya
9. Keputusan Mendiknas Nomor: 097/U/2002 Tentang Pedoman Pengawasan Pendidikan, Pembinaan Pemuda Dan Pembinaan Olah Raga.
10. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Kurikulum Pendidikan Dasar Dan Menengah.
11. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompeensi Lulusan Pendidikan Dasar Dan Menengah.
12. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksananaan Permendiknas Nomor 22 Dan 23 Tahun 2006.
13. Permendiknas No. 12 Tahun 2007 Tentang Standar Kompetensi Pengawas Sekolah
14. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah
15. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Kualifikasi Dan Standar Kompetensi Guru
16. Permendiknas Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan.
17. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Dasar Dan Menengah
18. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Evaluasi Pendidikan Dasar Dan Menengah.
19. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Dan Menengah
20. Peraturan Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu Tentang Tentang Sistem Pengelolaan Pendidikan Di Pemerintah Kabupaten Dompu.

C. Visi, Misi, dan Strategi Pengawasan
1. Visi
Visi Pengawas Sekolah ; “Mewujudkan Sistem Kepengawasan Pendidikan yang Mampu Mendorong Penyelenggaraan Pendidikan Yang Profesional Dan Bermutu”

2. Misi
Untuk mencapai visi tersebut perlu dirumuskan misi kepengawasan sebagai berikut :
a. Meningkatkan sistem dan standarisasi kepengawasan yang efektif dan efisien;
b. Meningkatkan Pengawas sekolah yang profesional;
c. Meningkatkan mutu pendidikan pada sekolah binaan sesuai dengan perkembanagan IPTEK dan IMTAQ.

3. Strategi Pengawasan
Untuk mencapai visi dan misi pengawasan tersebut, maka strategi yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan sumberdaya pengawas sekolah melalui kegiatan workshop pemberdayaan pengawas, rakor pengawas, studi banding, temu ilmiah, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat menjadikan pengawas mampu meningkatkan kepengawasan yang efektif dan efisien.
b. Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan penjaminan mutu pengawas yang mampu mengimplementasikan enam dimensi kompetensi pengawas yang meliputi tiga puluhenam kompetensi, yaitu (1) kompetensi kepribadian meliputi empat kompetensi, (2) kompetensi Supervisi Manajerial delapan kompetensi, (3) kompetensi Supervisi Akademik delapan kompetensi, (4) kompetensi penilaian pendidikan enam kompetensi, (5) kompetensi penelitian dan pengembangan delapan kompetensi, dan (6) kompetensi sosial meliputi dua kompetensi.
c. Melaksanakan kegiatan supervisi akademik dan manajerial sesuai dengan wilayah binaan pengawas sehingga mampu meningkatkan adanya penjaminan mutu pendidikan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

D. Ruang Lingkup Tugas Pokok Kepengawasan.
Ruang lingkup tugas pokok kepengawasan pengawas sekolah mencakup pembinaan, pemantauan, dan penilaian hasil pengawasan.

1. Pembinaan.
Sasaran pembinaan pengawas adalah pemberian arahan, bimbingan, contoh, dan saran adanya kualitas sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja seluruh staf sekolah. Pola pembinaan yang akan dilakukan yaitu meliputi kegiatan :
a. Kunjungan secara berkelanjutan ke sekolah-sekolah binaan;
b. Pertemuan kelompok kerja guru (KKG) dan kelompok kerja kepala sekolah (KKKS) di gugus-gugus sekolah;
c. Melaksanakan supervisi manajerial kepada kepala sekolah dan supervisi akademik kepada kepala sekolah dan guru serta supervisi umum kepada tenaga kependidikan dan sumber daya sekolah lainnya;
d. Melaksanakan supervisi pendampingan pembelajaran kepada kepala sekolah dan para guru;
e. Melaksanakan pembinaan khusus kepada kepala sekolah, guru, dan staf sekolah secara berkala;
f. Melaksnakan pembinaan secara umum tentang upaya peningkatan kualitas sekolah kepada semua komponen sekolah, meliputi kepala sekolah, guru, staf, komite sekolah, wali murid, tokoh masyarakat, dan stake holder sekolah;
g. Memberi contoh mengajar yang pakem.

2. Pemantauan.
Untuk meningkatkan kualitas hasil dan implikasi dari kegiatan pembinaan yang telah dilakukan oleh pengawas sekolah, perlu dilaksanakan kegiatan pemantauan sampai sejauh mana semua kegiatan sekolah mampu diimplementasikan dengan optimal. Sasaran kegiatan pemantauan adalah semua program sekolah beserta pengembangannya. Pola pemantauan pengawas dilakukan melalui kegiatan :
a. Pengisian instrumen monev oleh kepala sekolah dan guru yang telah disiapkan oleh pengawas;
b. Observasi secara umum terhadap kegiatan program sekolah dan pengembangannya;
c. Observasi secara khusus terhadap kegiatan kepala sekolah dan guru beserta semua staf;
d. Kunjungan insidental pengawas.
e. Menganalisis hasil monitoring dan evaluasi
f. Menyusun program tindak lanjut hasil analisis hasil monitoring dan evaluasi.
g. Melaksanakan program tindak lanjut.

3. Penilaian.
Kegiatan penilaian, yaitu penentuan derajat kualitas berdasarkan kriteria yang ditetapkan terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah yang dilakukan oleh pengawas sekolah secara berkala dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan semua program mampu dlaksanakan secara kolaboratif dan sistematik oleh sekolah.

E. Tujuan Dan Sasaran Pengawasan
1. Tujuan Program
Program kerja pengawas sekolah Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Dompu tahun pelajaran 2013-2014 ini bertujuan :
a. Sebagai acuan kerja bagi pengawas sekolah untuk melaksanakan penilaian, pembinaan, dan pengawasan pada sekolah-sekolah binaan;
b. Menentukan skala prioritas program;
c. Sebagai pedoman evaluasi untuk menentukan berhasil tidaknya pelaksanaan program;
d. Bahan pertimbangan atau dasar untuk menganalisis program yang dinyatakan berhasil dan yang belum berhasil;
e. Sebagai pedoman dalam membantu kepala sekolah, guru, staf dan tata usaha sekolah, komponen lainnya (stakeholders) dalam mengembangkan visi, misi, dan tujuan sekolah;
f. Sebagai pedoman dalam mengumpulkan data, mengolah data, melaksanakan analisis sederhana maupun analaisis komprehensif, untuk menentukan keputusan/kesimpulan sebagai bahan menyusun laporan hasil pengawasan sekolah persekolah maupun seluruh sekolah binaan.

2. Sasaran Pengawasan
Sasaran pengawasan dari program kerja ini adalah peningkatan kompetensi dan profesionalisme pengawas sekolah se Kabupaten Dompu . Adapun secara khusus sasaran kegiatan ini adalah :
a. Pembinaan, monitoring, dan evaluasi proses dan hasil pelaksanaan program;
b. Peningkatan kinerja kepala sekolah, guru, dan staf serta sumber daya sekolah;
c. Peningkatan penjaminan mutu pendidikan di wilayah sekolah binaan pengawas;
d. Pengembangan hasil binaan pengawas oleh sekolah binaan.
e. Penjaminan mutu pendidikan di setiap lembaga pendidikan sesuai wilayah binaan pengawas. Adapun wilayah binaan pengawas terlampir dalam lampiran program kerja.

F. Pengertian, Kedudukan, Wewenang, Tugas Pokok, Fungsi Dan Tanggung-jawab Pengawas Sekolah

1. Pengertian Pengawas Sekolah
Pegawai negeri sipil yang diberi tugas tanggung-jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwewenang untuk melakukan pengawasan Pendidikan pada satuan Pendidikan pra sekolah, dasar dan menengah.

2. Kedudukan Pengawas Sekolah
Pengawas Sekolah adalah pejabat fungsional yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dalam melaksanakan pengawasan Pendidikan terhadap sejumlah sekolah tententu yang ditunjuk/ditetapkan.

3. Wewenang Pengawas Sekolah
Memilih dan menentukan metode kerja untuk mencapai hasil yang optimal dalam melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kode etik profesi,
Menetapkan tingkat kinerja guru dan tenaga lain yang diawasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi, Menentukan dan atau mengusulkan program pembinaan serta melakukan pembinaan.

4. Tugas Pokok Pengawas Sekolah
Pengawas Sekolah mempunyai tugas pokok membina, memantau dan menilai penyelenggaraan pendidikan pada sejumlah sekolah tertentu baik negeri maupun swasta yang menjadi tanggungjawabnya di suatu Kabupaten / Kota.

5. Fungsi Pengawas Sekolah
1. Pengawas sekolah sebagai Mitra Guru
2. Pengawas sekolah sebagai Inovator
3. Pengawas sekolah sebagai Konselor
4. Pengawas sekolah sebagai Motivator
5. Pengawas sekolah sebagai Kolaborator
6. Pengawas sekolah sebagai Asesor
7. Pengawas sekolah sebagai Evaluator
8. Pengawas sekolah sebagai Konsultan

6. Tanggung Jawab Pengawas Sekolah
Melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pendidikan di sekolah sesuai penugasannya (Managerial Skill).
Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar / bimbingan siswa dalam rangka pencapaian tujuan Pendidikan (Academic Skill).

G. Sekolah Binaan
No.
Nama Sekolah

1 SMA Islam Terpadu Ranggo Dompu
2 SMAN 1 Hu’u
3 SMAN 1 Manggelewa
4 SMAN 2 Manggelewa
5 SMAN 1 Kempo
6 SMAN 2 Kempo
7 SMAN 1 Kilo
8 SMAN 2 Kilo
9 SMAN 1 Pekat
10 SMAN 2 Pekat
11 SMAN 3 Pekat
12 SMA PGRI Pekat

BAB II
IDENTIFIKASI HASIL PENGAWASAN DAN KEBIJAKAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN

A. Identifikasi Masalah Hasil Pengawasan Tahun Sebelumnya

1. Menyusun program tahunan supervisi akademik pengawas sekolah yang lebih baik
2. Menyusun program semester supervisi akademik pengawas sekolah yang lebih baik
3. Menyusun program Rencana verja akademik (RKA)
4. Menumbuh kembangkan kualitas pembelajaran yang lebih baik.
5. Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan guru dalam pembelajaran.
6. Meningkatkan perolehan mutu prestasi siswa.
7. Mengukur dan memberikan penilaian terhadap kinerja guru dalam supervisi akademik
8. Mengolah dan menyajikan hasil temuan hasil pembinaan guru dalam supervisi akademik
9. Memperbaiki sistem pembelajaran lebih baik pada program berikutnya dalam supervisi akademik.
10. Menyusun program tahunan supervisi manajerial pengawas sekolah
11. Menyusun program semester supervisi manajerial pengawas sekolah
12. Menyusun program Rencana kerja manajerial (RKM)
13. Melaksanakan supervisi manajerial untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan kepala sekolah dan tu dalam pengelolaan sekolah
14. Mengukur dan memberikan penilaian terhadap kinerja kepala sekolah dalam supervisi manajerial.
15. Mengolah dan menyajikan hasil temuan hasil pembinaan kepala sekolah dalam supervisi manajerial.
16. Meningkatkan kemampuan kepala sekolah pada program berikutnya
17. Memperbaiki sistem pengelolaan sekolah lebih baik pada program berikutnya dalam supervisi manajerial.
18. Menyusun program tahunan pemantauan 8 standar nasional pendidikan pengawas sekolah
19. Menyusun program semester pemantauan 8 standar nasional pendidikan pengawas sekolah
20. Melaksanakan pemantauan delapan standar nasional pendidikan
21. Mengukur dan memberikan penilaian terhadap delapan standar nasional pendidikan.
22. Mengolah dan menyajikan hasil temuan hasil pemantauan delapan standar nasional pendidikan.
23. Meningkatkan pemantauan delapan standar nasional pendidikan
24. Memperbaiki sistem pemantauan delapan standar nasional pendidikan.
25. Menyusun program penilaian kinerja guru dan kepala sekolah untuk pembinaan.
26. Memberikan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah dan akreditasi sekolah untuk pembinaan.
27. Mengukur dan memberikan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah dan akreditasi sekolah untuk pembinaan.
28. Mengolah dan menyajikan hasil temuan hasil program penilaian kinerja guru dan kepala sekolah dan akreditasi sekolah untuk pembinaan.
29. Memperbaiki sistem program penilaian kinerja guru dan kepala sekolah dan akreditasi sekolah untuk pembinaan.

B. Kebijakan dalam Bidang Pendidikan
Berdasarkan pertimbangan arah kebijakan pendidikan nasional dan berbagai isu-isu starategis yang berkembang dalam implementasi pembangunan pendidikan nasional, maka dalam Renstra Pembinaan Sekolah Menengah ditetapkan program-program pembangunan dan pengembangan Sekolah secara bertahap dan berkesinambungan, dengan prioritas pembinaan dan pengembangan diarahkan pada :
1. Perluasan dan Pemerataan Akses sekolah dengan membangun unit sekolah baru, penambahan ruang kelas baru, dan meningkatkan daya tampung yang sudah ada melalui pendekatan pengelolaan yang lebih efektif dan efisien;
2. Meningkatkan Mutu, Relevansi, dan daya saing sekolah dengan mengembangkan sejumlah Rintisan sekolah SBI, Rintisan sekolah SBI di kawasan perbatasan, sekolah Pra SSN, revitalisasi peralatan, dan pengadaan sarana prasarana pembelajaran lainnya;
3. Meningkatkan Manajemen sekolah dengan menerapkan Prinsip Good Governance yang mengacu ISO 9001:2000 dan Perintisan Sertifikasi ISO 9001:2010
Sejalan dengan semangat otonomi daerah yang sudah berproses sejak 2003, maka inisiatif pengembangan sekolah sudah seharusnya menjadi tugas dan tanggungjawab Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, sedangkan bantuan-bantuan Pengembangan sekolah yang sumber dananya berasal dari APBN pada prinsipnya bersifat sebagai stimulan.
Oleh karena itu, kegiatan dan pembiayaan pembangunan Sekolah dialokasikan bukan saja melalui APBN yang dialokasikan baik di tingkat provinsi maupun pusat, tetapi juga diharapkan dapat ditingkatkan melalui kontribusi APBD untuk pembangunan dan pengembangan Sekolah.
Adapun lebih rinci, berbagai kebijakan yang saat ini dilakukan, antara lain sebagai berikut:
a. Perluasan dan Pemerataan Akses dengan Tetap Memperhatikan Mutu
1. Meningkatkan daya tampung Sekolah dengan mengupayakan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana serta pendidik dan tenaga kependidikan;
2. Meningkatkan peran pemerintah daerah untuk membangun Sekolah
3. Membangun Sekolah baru bekerja sama dengan pemerintah daerah;
4. Meningkatkan peran serta masyarakat/swasta untuk berpartisipasi membuka Sekolah yang memenuhi standar nasional pendidikan;
5. Mengembangkan layanan khusus Sekolah;
6. Mengusahakan model alternatif penyelenggaraan Sekolah;
b. Mengembangkan Mutu dan Relevansi Sekolah dan Membina Sejumlah Sekolah yang Bertaraf Internasional
1. Menyiapkan bahan untuk penetapan kebijakan standar nasional pendidikan dan standar pelayanan minimal pendidikan kejuruan;
2. Menyiapkan bahan untuk penetapan kebijakan sistem evaluasi, sertifikasi, dan akreditasi Sekolah
3. Mengusahakan pemenuhan kebutuhan sekolah menengah kejuruan sesuai dengan tuntutan pemenuhan kebutuhan standar nasional dan internasional;
4. Pengembangan relevansi sekolah menengah kejuruan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tuntutan pasar kerja lokal dan global;
5. Mengusulkan pemenuhan jumlah, mutu, dan distribusi guru kejuruan;
6. Memperkuat program kemitraan Sekolah dengan industri yang relevan;
7. Memfasilitasi terlaksananya uji kompetensi dan sertifikasi tamatan Sekolah bekerjasama dengan industri dan lembaga sertifikasi internasional;
8. Melakukan bimbingan teknis kepada Sekolah;
9. Melengkapi, meningkatkan, dan memelihara sarana dan prasarana Sekolah;
10. Meningkatkan sistem manajemen mutu di Sekolah;
11. Meningkatkan kreativitas di lingkungan Sekolah;
12. Meningkatkan Sekolah sebagai learning organization ;
13. Mengembangkan Sekolah sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK);
14. Mengembangkan kewirausahaan di lingkungan Sekolah;
15. Meningkatkan business center di Sekolah
16. Meningkatkan kerja sama internasional;
17. Memfasilitasi penyusunan kurikulum Sekolah bertaraf internasional.

c. Meningkatkan Manajemen Sekolah dengan Menerapkan Prinsip Good Governance
1. Meningkatkan capacity building pada semua lini organisasi
2. Mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Sekolah
3. Membangun brand image dalam meningkatkan citra lembaga;
4. Membangun koordinasi, kolaborasi, sinergi, dengan lembaga sejenis;
5. Mengupayakan penerapan secara konsisten Sistem Manajemen Mutu;
6. Mengembangkan sistem kontrol kegiatan dan keuangan melalui monitoring dan evaluasi kinerja (performance audit) secara terprogram dan berkelanjutan;
7. Mengembangkan sistem penganggaran berbasis kinerja yang berorientasi pada skala prioritas;
8. Meningkatkan terlaksananya manajemen berbasis sekolah yang akuntabel, transparan, dan responsif;
9. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penentuan kebijakan dan penyelenggaraan Sekolah.

C. Ukuran Keberhasilan Kinerja
Perluasan dan Pemerataan Akses dengan Tetap Memperhatikan Mutu
1. Angka Partisipasi Kasar (APK) Sekolah mencapai 24% (rasio SMA/SMA/SMA/SMK mencapai 50:50 dan APK Sekolah Menengah mencapai 64,8%);
2. Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah mencapai 600 unit;
3. Sebesar 25% Sekolah di daerah khusus memiliki asrama;
4. Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) Sekolah mulai diterapkan;
5. Rehabilitasi gedung Sekolah mencapai 100%.
Ukuran Kinerja 2
Mengembangkan Mutu dan Relevansi Sekolah 100% Sekolah memiliki perpustakaan;
1. 50% Sekolah memiliki laboratorium dan bengkel;
2. Minimal 1 unit usaha berpasangan dengan setiap Sekolah;
3. 50% Sekolah yang memiliki akses listrik menerapkan Information and Communication Technology (ICT) based learning;
4. Setiap Kabupaten/Kota minimal memiliki satu Sekolah rintisan berbasis keunggulan lokal dan/atau bertaraf internasional;
5. Satu buku teks pelajaran per siswa untuk mata pelajaran yang masuk dalam Ujian Nasional;
6. 70% peserta Ujian Nasional mencapai nilai rata-rata 7,00;
7. Seluruh Sekolah menerapkan standar isi dan kompetensi;
8. Terbangunnya sistem beasiswa, dimana siswa terbaik tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, dan pemenang Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Asian Skill Comptition (ASC), dan World Skill Comptition (WSC) memperoleh beasiswa.

Ukuran Kinerja 3
Penguatan tata kelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik Sekolah dengan Menerapkan Prinsip Good Governance
1. Pengelolaan pendidikan di semua lini menjadi lebih efektif dan efisien;
2. 100% Sekolah melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dengan baik;
3. 100% Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Provinsi memahami dan melaksanakan kebijakan/program daerah selaras dengan kebijakan/program Direktorat Pembinaan Sekolah;
4. 50% Komite Sekolah berfungsi dengan baik;

5. Meraih ISO 9001:2000.

1-PROTA PENGAWAS SEKOLAH 2012-2013

Surat Edaran Nomor 89351/A4.4/KP/2012 tentang “Pengelolaan Usul Penilain dan Penetapan Angka Kredit Guru”

1015470_857563330937947_6354885679760605622_o

Surat Edaran Nomor 89351/A4.4/KP/2012 tentang “Pengelolaan Usul Penilain dan Penetapan Angka Kredit Guru”

Mulal tanun 2013, guru yang akan naik pangkat setingkat lebih tinggi pada periode oktober sudah menerapkan sistem angka kredit berdasarkan Permenegpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. OIeh karena itu, terhitung mulai 1 Oktober 2012, Sekretariat Tim Penilai Pusat yang berkedudukan di Biro Kepegawaian Kemdikbud atau di 16 LPMP tersebut di atas tidak lagi menerima usul penilaian dan penetapan angka kredit guru golongan IV/a yang akan naik ke golongan IV/b, karena hal tersebut menjadi kewenangan Saudara sesual dengan pasal 22 ayat (1) huruf e dan f Permenegpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009.

PETUNJUK USULAN PAK PNS/GURU PERIODE 1 OKTOBER TAHUN 2014  KE ATAS

I. DASAR
1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009, tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
2. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
4. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/III/Pb/2011 dan Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya;
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 38 Tahun 2010 Tentang Penyesuaian Jabatan Fungsional Guru.
6. Hasil Rakor Kepegawaian Dinas Pendidikan dan BKD se-Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 20 Februari 2014 di LPMP Provinsi Jawa Tengah.
7. Menindaklanjuti hasil koordinasi Dinas Pendidikan dengan Badan Kepegawaian Daerah Wonogiri pada tanggal 9 Mei 2013. Sehubungan dengan kenaikan pangkat guru periode Oktober 2014 dan seterusnya menggunakan PERMENPAN RB N0.16 tahun 2009.

II.KETENTUAN UMUM
1. Angka kredit yang dapat diperhitungkan merupakan penjumlahan dari 2 (dua) DUPAK,
yaitu:
a. Berdasarkan Kepmenpan Nomor 84 Tahun 1993: dihitung mulai PAK Terakhir s.d 30 Juni 2013 (DUPAK I);
b. Berdasarkan Permennegpan & RB Nomor 16 Tahun 2009: dihitung mulai 1 Juli 2013 s.d 30 Juni 2014 (DUPAK II – menggunakan perhitungan PKG dan PKB).
2. Setiap tahun guru wajib mengajukan angka kredit yang dihitung dari hasil PKG dan PKB, Unsur Penunjang untuk diterbitkan HPAK tahunan (Himpunan Penetapan Angka Kredit). Khusus untuk nilai PKG, apabila tidak mengajukan angka kredit tahunan maka nilai PKG tahun tersebut akan hangus (tidak dapat dinilaikan pada tahun berikutnya);

Ragam Publikasi Ilmiah/Karya Inovatif yang dapat dinilai sebagai berikut : (lihat Pedoman Kegiatan PKB buku 4 Kemdikbud th 2012 hal 5)

Dari jabatan Ke Jabatan Jml Angka Kredit dari SubUnsur PI dan/atau Karya Inovatif Macam Publikasi Ilmiah/Karya Inovatif yg wajib ada
Guru Pertama Gol III/a Guru Pertama Gol III/b – -
Guru Pertama Gol III/b Guru Muda Gol. III/c 4 (empat) Bebas pada jenis karya publikasi ilmiah & karya inovatif
Guru Muda Gol. III/c Guru Muda Gol. III/d 6 (enam) Bebas pada jenis karya publikasi ilmiah & karya inovatif
Guru Muda Gol. III/d Guru Madya Gol. IV/a 8 (delapan) Minimal terdapat 1 laporan penelitian
Guru Madya Gol. IV/a Guru Madya Gol. IV/b 12 (dua belas) Minimal terdapat 1 laporan penelitian dan 1 (satu) artikel yang dimuat di Jurnal yang ber ISSN
Guru Madya Gol. IV/b Guru Madya Gol. IV/c 12 (dua belas) Minimal terdapat 1 laporan penelitian dan 1 (satu) artikel yang dimuat di Jurnal yang ber ISSN

III. TATA CARA PENGUSULAN ANGKA KREDIT

1. BENDEL A
DUPAK (Daftar Usulan PAK)
a. DUPAK I (berdasarkan Kepmenpan Nomor 84 Tahun 1993)
1) Lamp. I, Daftar Usul Penetapan Angka Kredit;
2) Lamp.II, Surat Pernyataan Melaksanakan Proses Belajar Mengajar atau Bimbingan Konseling;
3) Lamp. III, Daftar Usulan dan Penilaian;
4) Lamp. V Surat Pernyataan Aktif Mengajar atau Membimbing.

b. DUPAK II (berdasarkan Permenegpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009)
1) Foto copy SK Penyesuaian Angka Kredit ( sebagai dasar nilai lama pada DUPAK);
2) Lamp. I, Daftar Usul Penetapan Angka Kredit;
3) Lamp.II,Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas Pembelajaran atau Pembimbingan dan Tugas Tertentu;
4) Lamp.III, Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB);
5) Lamp.IV, Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Penunjang Tugas Guru.
2. BENDEL B/ DOKUMEN KEPEGAWAIAN, dibuat rangakap 4 (empat )
1) Foto copy PAK Lama dilegalisir ( untuk Kenaikan Pangkat);
2) Foto copy SK Kenaikan Pangkat Terakhir dilegalisir;
3) Foto copy SK Penyesuaian Jabatan Fungsional Guru dilegalisir;
4) Foto copy SK CPNS, SPMT, SK PNS, SK Jabatan Fungsional Fungsional dilegalisir (khusus bagi yang naik pangkat pertama kali dalam jabatan fungsional guru);
5) Foto copy SK CPNS, SPMT dilegalisir ( khusus bagi guru pertama kali mengajukan angka kredit):
6) Foto copy Kartu Pegawai dilegalisir;
7) Foto copy SK NIP Perubahan/konversi NIP;
8) Foto copy Peninjauan Masa Kerja (PMK) dilegalisir bagi yang mengalami PMK periode pengajuan angka kredit atau belum terhitung pada SK Kenaikan Pangkat;
9) Foto copy Ijin Belajar/Tugas Belajar dilegalisir(untuk ijazah yang diperoleh setelah diangkat CPNS );
10) Foto copy Ijasah, Akta dan Transkrip Nilai harus di oleh legalisir PT/ Universitas (bagi yang menilaikan) untuk yang tidak menilaikan disyahkan oleh Kepala Sekolah;
11) Surat Tanda Lulus Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah dilegalisir ( khusus Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah);
12) Surat Keterangan Uraian Tugas dari Kepala Dinas (khusus Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah);
13) Foto copy DP3 2 (dua) tahun Terakhir;

3. BENDEL C
BUKTI PRAJABATAN/ PROGRAM INDUKSI

4. BENDEL D
BUKTI FISIK MELAKSANAKAN TUGAS PEMBELAJARAN ATAU BIMBINGAN DAN TUGAS TERTENTU
PBM dan Praktik
1) Laporan dan Evaluasi Penilaian Kinerja Guru Mata Pelajaran/ Bimbingan/Guru Kelas (dilampiri Identitas Guru, Rekap Hasil PKG dan Format Penghitungan Angka Kredit);
2) Foto copy SK pembagian tugas mengajar (KBM) setiap tahun.
5. BENDEL E
BUKTI FISIK MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
Pengembangan Diri
1) Pengembangan diri berupa diklat fungsional dan/atau kegiatan kolektif guru yang dilampiri :
• Surat undangan;
• Surat tugas;
• Sertifikat;
• Laporan (berisi maksud, tujuan, penyelenggara kegiatan, kegunaan/ manfaat, dampak kegiatan, waktu, tempat dan pola penyelenggaraan).

2) Publikasi Ilmiah yang dilampiri :
• Makalah/Artikel/Jurnal/buku pelajaran/modul/diktat/buku pedoman guru/hasil penemuan di bidang pendidikan;
• Surat keterangan;
• Daftar hadir.

3) Karya Inovatif :
• Menemukan teknologi tepat guna;
(dilampiri laporan cara pembuatan, penggunaan, hasil eksperimen, hasil perkembangan, lembar pengesahan).
• Menemukan/menciptakan karya seni;
(dilampiri bukti fisik berupa (a) keterangan identitas pencipta, disahkan oleh kepala sekolah/madrasah, (b) kebenaran keaslian dan kepemilikan karya seni serta belum pernah diusulkan untuk angka kredit sebelumnya
darikepalasekolah/madrasah,dan (c)telah dipamerkan / dipublikasikan /diedarkan/memenangkan lomba di tingkat kabupaten/provinsi/nasional/internasional disertai bukti formal yang perlu dilampirkan dalam Laporan Portofolio).
4) Membuat/Memodifikasi Alat Pelajaran/Peraga/Praktikum;
(dilampiri laporan tertulis tentang cara pembuatan, penggunaan gambar/foto alat pelajaran dan lain- lain yang dianggap perlu sebagai penunjang/bukti).
5) Mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal, dan sejenisnya, dilampiri :
• Laporan kegiatan.
• Hasil kegiatan yang berupa standar/soal/pedoman tingkat nasional/provinsi.
• Surat keterangan kepala sekolah/madrasah bahwa guru yang bersangkutan aktif mengikuti kegiatan tersebut.
• Surat keterangan panitia/penyelenggara penyusunan standar/soal/ pedoman.
Guru Madya Gol. IV/c Guru Utama Gol. IV/d 14 (empat belas) Minimal terdapat 1 laporan penelitian dan 1 (satu) artikel yang dimuat di Jurnal yang ber ISSN dan 1 buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber ISBN
Guru Utama Gol. IV/d Guru Utama Gol. IV/e 20 (dua puluh) Minimal terdapat 1 laporan penelitian dan 1 (satu) artikel yang dimuat di Jurnal yang ber ISSN dan 1 buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber ISBN

6. BENDEL F
UNSUR PENUNJANG TUGAS GURU
1) Ijasah yang tidak sesuai dengan tupoksi, dilampiri :
• Foto copy sah, ijasah, akta dan transkrip nilai;
• Foto copy sah Surat Rekomendasi Belajar;
• Foto copy sah Surat Ijin Belajar;
• Foto copy sah Surat Ijin Penggunaan Gelar.
2) Sebagai pembimbing siswa dalam praktek kerja industri/ ekstrakurikuler/sejenisnya, dilampiri :
• Surat tugas dari kepala sekolah/madrasah yang memuat jumlah jam efektif guru tersebut ditugaskan;
• Laporan hasil membimbing siswa.
7. Sebagai pengawas ujian, penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah/nasional (bukti fisik SK dan surat tugas).
8. Menjadi pengurus/anggota organisasi profesi, dilampiri :
• Foto copy kartu anggota;
• Foto copy surat keputusan pengurus organisasi profesi;
• Surat pernyataan dari ketua organisasi bahwa yang bersangkutan aktif sebagai pengurus/anggota organisasi tersebut.
9. Menjadi anggota kegiatan pramuka dan sejenisnya, dilampiri :
• Foto copy kartu anggota;
• Foto copy surat keputusan dari pengurus/kepala sekolah/madrasah.
10. Menjadi Tim Penilai Angka Kredit, dilampiri :
• Foto copy sertifikat kelulusan pendidikan dan pelatihan (diklat) calon tim penilai jabatan fungsional guru yang disahkan oleh atasan langsung;
• Foto copy atau salinan surat keputusan pengangkatan sebagai penilai yang disahkan oleh pejabat yang berwenang;
• Surat keterangan dari pejabat yang berwenang tentang jumlah daftar usul penetapan angka kredit (DUPAK) yang telah dinilai selama kurun waktu tertentu.
11. Menjadi tutor/pelatih/instruktur/pemandu atau sejenisnya, dilampiri :
• Foto copy surat tugas/surat keputusan dari kepala sekolah;
• Foto copy jadwal kegiatan;
• Laporan hasil pelaksanaan kegiatan.
12. Memperoleh penghargaan/tanda jasa, dilampiri :
(Foto copy sertifikat/piagam satya lencana karya satya yang disahkan oleh kepala sekolah/madrasah atau pejabat yang berwenang).
IV. KETERANGAN PEMBERKASAN

1. Berkas usulan dibuat dalam rangkap 1 (satu) dimasukkan map snelhecter plastik transparan kecuali bendel B (dokumen Kepegawaian) rangkap 4 (empat).
2. Warna Stofmap Snelhecter Plastik Transparan
a. Golongan II : warna merah
b. Golongan III/a – III/c : warna kuning
c. Golongan III/d : warna biru
d. Golongan IV/a : warna hijau

3. Halaman pertama diketik identitas (nama, NIP, unit kerja, alamat, jumlah semester yang diajukan dan nomor HP).
4. Semua usulan akan diteliti, apabila berkas tidak memenuhi syarat maka akan dikembalikan dan diberi tanda TMS ( Tidak Memenuhi Syarat).

Kepala Dinas Pendidikan

TTD

CONTOH SK TIM PKG

Menindaklanjuti hasil Pertemuan / Koordinasi Dinas Pendidikan Kab.Dompu dan BKD Kab.Dompu tanggal 2 Oktober 2014, diberitahukan sebagai berikut :
1. Bagi guru yang akan mengajukan PAK dari IV/a ke IV/b, dimohon memperbaiki berkas usulan menambah SK Tim Assesor, sertifikat assessor PKG, dan SK pembagian tugas pengawas binaan bagi kepala sekolah.
2. Kenaikan pangkat periode Oktober 2014 ke atas dilaksanakan PERMENEGPAN dan RB No. 16 Tahun 2009 secara penuh, sehubungan dengan hal tersebut mohon perhatian sebagai berikut :
a. Tiap sekolah segera membentuk Tim PKG.
b. Tim Penilai yang telah dibentuk sekolah, diusulkan SK Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten DOMPU ( format terlampir );
c. Bagi guru yang tidak ada Penilai (Assesor), Penilai (Assesor) dari sekolah lain yang terdekat.
d. Ketentuan Assesor :
– Assesor telah memiliki sertifikat Assesor ( diklat tingkat Kabupaten, P4TK, LPMP, P2TK );
– PKG bagi guru golongan III/a ke atas;
– Seorang Assesor melaksanakan PKG maksimal 5 guru ;
– Assesor telah memiliki sertifikat pendidik ( guru bersertifikasi );
– Assesor memiliki pangkat golongan ruang minimal sama dengan yang dinilai;
– Tim Penilai (Assesor) membuat Fakta Intregitas. (contoh terlampir)
e. Sekolah segera melaksanakan program PKG dan PKB
Periode Penilaian :
i. Bulan Agustus/pertengahan September tiap tahun sekolah dan assessor melakukan evaluasi diri;
ii. Bulan September minggu ke-3 koordinator PKG, assessor, guru menyusun program PKB;
iii. Bulan September minggu ke 4 s.d akhir bulan April tahun bejalan pelaksanaan PKB;
iv. Bulan Mei – Juni tahun berjalan pelaksanaan PKG tahun pertama oleh Assesor dan mengkonversi nilai PKG menjadi nilai PAK.
3. SK Tim PKG, foto copy SK Asesor, Fakta Intregitas, dijilid rangkap 2 ( dua), untuk sekolah dan Dinas Pendidikan Kab. DOMPU.
4. Lampiran pada SK Pembentukan Tim PKG mohon soft file dikirim email ke dinusmath63@gmail.com dengan judul file : (Tim PKG – nama sekolah)

Demikian atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten DOMPU
H.ICHTIAR,SH.
Pembina Tk.I/IV-b

Tembusan Yth.
Pengawas SD/SMP /SMA Dinas Pendidikan Kab. DOMPU
PEMERINTAH KABUPATEN DOMPU
DINAS PENDIDIKAN
Alamat :…………………………………………….

SURAT KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN
KABUPATEN DOMPU
NOMOR: …………………

TENTANG

PEMBENTUKAN PANITIA PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA GURU (PKG)

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN DOMPU
TAHUN 2014

Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PKG) Dinas Pendidikan Kabupaten DOMPU tahun 2014
b. bahwa agar di dalam pelaksanaanya dapat berjalan efektif, efisien, lancar maka perlu dibentuk Assesor PKG.
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut huruf a dan b maka perlu menetapkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan tentang Assesor PKG di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten DOMPU Tahun 2014.
Mengingat : : a. Undang-Undang Nomor 20 Th 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
b. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
c. PP Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standart Nasional Pendidikan.
d. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 28 tentang Guru.
e. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No16 Th 2007 tentang Standar kualifikasi dan kompetensi Guru.
f. Keputusan Presiden No 87 tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Guru.
g. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala BKN No 14 tahun 2010 dan Nomor 03/V/PB/2010 tentang petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional.
h. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Kepala Sekolah
i. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
j. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Konselor
k. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
l. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB nomor 16 tahun 2009 tentang jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya
m. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka kreditnya
n. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala BKN nomor 03/V/PB/2010 dan nomor 14 tahun 2010 tentang petunjuk pelaksanaan Jabatan Funsional Guru dan Angka kreditnya

MEMUTUSKAN

Menetapkan :
KESATU : Membentuk Penilai Asesor (Penilai) Tim Penilaian Kinerja Guru (PKG)
KEDUA : Tugas Asesor sebagaimana tersebut dalam Diktum KESATU adalah sebagai berikut :
1. Menyiapkan Instrumen Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan membuat kesepakatan Penilaian Kinerja Guru Terhadap Guru yang akan dinilai.
2. Melaksanakan Penilaian Kinerja Guru.
3. Menyampaikan hasil Penilaian Kinerja Guru kepada Guru yang dinilai.
4. Melaporkan hasil Penilaian Kinerja Guru kepada atasan langsung guru yang dinilai.
KETIGA : Tugas Tim Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru sebagaimana tersebut dalam Diktum KESATU adalah sebagai berikut :
1. Menjamin ketercapaian pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dan kebutuhan sekolah.
2. Mengevaluasi dan melaporkan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan sekolah kepada Dinas Pendidikan .
3. Membantu pelaksana monitoring dan evaluasi dari tingkat pusat, LPMP, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten.
KEEMPAT : Assesor bertanggung jawab kepada atasan langsung guru yang dinilai.
KELIMA : Segala biaya yang timbul akibat di keluarkannya Keputusan ini dibebankan pada mata anggaran yang sesuai.
KEENAM : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : DOMPU
Pada tanggal : Desember 2014

KEPALA DINAS PENDIDIKAN
KABUPATEN DOMPU
H.ICTIAR,SH
Pembina TK.I/IV-B

Lampiran : I
Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten DOMPU
Tentang : Pembentukan Tim PKG
No :
Tanggal : Desember 2014

SUSUNAN PANITIA PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA GURU (PKG)
SMP/SMA ………….
1. Ketua :
2. Sekretaris :
3. Koordinator PKG :
4. ANGGOTA :1.
2.
KEPALA DINAS PENDIDIKAN
Kop sekolah
FAKTA INTEGRITAS
Kami sebagai Tim Penilai (Assesor) SMP/SMA…………..melaksanakan tugas dengan sesungguhnya dan sesuai ketentuan yang berlaku yaitu Permenegpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009.

Tim Penilai Penilaian Kinerja Guru (Tim PKG)
No Nama NIP Tanda Tangan
1
2
3
4
Dst..

Tim Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
No Nama NIP Tanda Tangan
1
2
3
4
Dst..
……………..,……………………..
Mengetahui
Kepala SMP/SMA……..
………………………………..
NIP.

SELENGKAPNYA DOWNLOAD DI SINI

format-srt-pak-sk-tim-pkg

SK-TIM-PKG-SDN–2014

Contoh SK Tim PKG lamp-sk-assesor

01-form-dupak-lampiran-i-horale-soal

01-hitung-cepat-ak-pkg-ehrev 1.evadir-bk

02-lampiran-d-horale

2.2.instrumen-pkg-bk-smp-18

2.3.instrumen-pkg-kepala-sekolah

2.evadir-guru-mapel

03-form-dupak-lampiran-ii-horale-soal(1)

03-form-dupak-lampiran-ii-horale-soal

03-rinc-keg-gr-n-ak-ehrev1

3.3.instrumen-pkg-kepala-sekolah

3.4.instrumen-pkg-waka-kurikulum

04-contoh-pak

04-form-dupak-lampiran-iii-horale-soal

05-form-dupak-lampiran-iv-horale-soal contoh-lampiran-dupak

(2) contoh-lampiran-dupak(1)

contoh-lampiran-dupak

format-penyusunan-rencana-pkb

INSTRUMEN PKG

instrumen-pkg-bk-smp-18(1)

soal-lat-pengsisian-dupak-11-des-2010

02-form-lampiran-d-penghitungan-pk

03-form-dupak-lamp-ii-iv-spmk-baru

04-form-dupak-lampiran-i-baru

lampiran-dupak-84lama lampiran-v-pan-84

lama petunjuk-pak-2014

contoh-kgt-pemantauan-dan-pengamatan

format-nilai-akhir

format-pengamatan master-pkg

ralat-instrumen-master-pkks(1)

ralat-instrumen-master-pkks1

sampul-pk-guru